Chap 4
'I Love You, Ajushi!'
Author : Zemma DongWoonique
Main Cast :
Shim Changmin (TVXQ)
Choi Dongwook (Se7en)
Other Cast :
Jang Dongwoo/Dino (Infinite)
Park Yoochun (JYJ)
Kwon Jiyong/GD/ G Dragon (Big Bang)
Choi Seunghyun/ T.O.P (Big Bang)
Dan Cast lain yang tidak terduga
.
Rated : T
Warning : Kalo gak suka sama semua CAST yang Zemma buat terutama SE7MIN dan DONGWOO, mendingan gak usah baca. Bagi yang suka silahkan baca. Zem Cuma pinjam nama mereka aja kok. Zem udh memperingatkan, jadi terserah , YAOI, typo bertebaran disana-sini, gaje, dll
.
.
.
"Aish, dasar bocah menyebalkan. Sebenarnya dimana dia menyimpan bajuku?" Gerutu Se7en karena hampir semua pelosok(?) rumah Changmin sudah digeledahnya. Hanya untuk mencari dimana letak baju miliknya atau baju siapa pun yang bisa menutupi dada bidangnya. Lelah, kesal, dan menyerah, akhirnya dia memutuskan untuk mengambil selimut yang ada diranjang Changmin hanya untuk menutupi tubuhnya sampai Changmin pulang nanti.
Setelah mengambil selimut milik Changmin dan menutupi tubuh bagian atasnya, Se7en langsung keluar dari kamar dan memilih untuk menonton TV. Mungkin saja ada berita atau acara yang menarik untuk di tonton. Se7en sedikit kesulitan mencari posisi nyaman untuk menonton TV karena selimut yang dipakai untuk menutupi tubuh bagian atasnya lumayan tebal. Sehingga membuat pergerakkannya menjadi terbatas.
Se7en menghidupkan TV milik Changmin dan mengganti-ganti chanel yang mungkin menarik. Namun sayang, sepertinya acara di TV sedang malas untuk menayangkan sesuatu yang menarik untuk Se7en. Lagi-lagi Se7en menggerutu karenanya. "Aish, ada apa dengan hari ini eoh? Kenapa semua acara TV tidak ada yang bagus dan menarik untuk ditonton?" ucap Se7en berdiri dari duduknya dan meneriaki layar TV yang ada dihadapannya.
Sadar jika meneriaki layar TV adalah perkejaan yang sia-sia dan bisa dibilang bodoh. Maka Se7en berhenti melakukannya. "Aku seperti orang bodoh saja, meneriaki TV. Sekeras apa pun aku meneriaki, TV ini tidak akan membalas balik teriakkan ku." Ucap Se7en entah kepada siapa. Setelah itu dimatikannya TV milik Changmin dan membanting remote TV di sofa tempatnya duduk tadi.
Ditengah kekesalannya karena tidak menemukan bajunya atau baju yang setidaknya pas untuk tubuhnya. Dan karena acara di TV tidak ada yang menarik dan bagus. Se7en menemukan sebuah ponsel touch screen berwarna putih diatas meja yang tidak jauh dari tempatnya berdiri.
Dilangkahkan kakinya menuju benda kecil yang mungkin akan berfungsi untuknya. Diambilnya benda tersebut dan disentuhnya untuk menghubungi seseorang, mengingat salah satu fungsi benda itu adalah untuk berbicara dengan orang lain tanpa harus bertatap dengan orang tersebut.
Diarahkannya jari-jari miliknya untuk menyentuh beberapa nomor di layar touch screen pada benda tersebut. Setelah menyentuh beberapa nomor yang diinginkan, Se7en mengarahkan ponsel tersebut ditelinganya.
Tutt… Tuttt …. Tuttt ….
Se7en menunggu dengan sedikit tidak sabar karena seseorang yang ingin dihubunginya sejak tadi belum juga menerima panggilannya.
"Yeobseyo. Nuga?" tanya suara baritone seorang namja dari sambungan telepon diseberang sana, akhirnya menerima panggilan dari Se7en juga.
"YACK! APA YANG KAU LAKUKAN EOH? KENAPA LAMA SEKALI KAU MENERIMA PANGGILAN DARI KU?" kesal Se7en langsung meneriaki dan memarahi orang yang dihubunginya.
"Se- Se7en hyung …" balas namja yang ditelepon Se7en tadi terbata.
"Ne, ini aku. Kupikir kau tidak ingat lagi denganku." Balas Se7en ketus.
"Mana mungkin aku tidak ingat denganmu hyung. Jika hal itu terjadi aku yakin pasti akan berakhir dialam peti nanti."
"Bagus jika kau tau akibatnya."
"Wae hyung?" tanya namja bersuara baritone tadi.
"Ah~ hampir saja aku melupakannya. Seunghyun bawakan aku pakaian yang lengkap kemari!" suruh Se7en pada namja diseberang telepon sana.
"Eodi?"
"Molla? Kau suruh saja namjachingu mu itu untuk mencari ku, bukankah dia yang paling hebat dalam hal melacak keberadaan seseorang!"
"Arraso." Setalah itu hubungan telepon diputus sepihak oleh namja yang dipanggil Seunghyun tadi.
"Yack! Kenapa kau putus pabo! Aku belum selesai bicara." Teriak Se7en kesal karena sambungan teleponnya diputus secara sepihak oleh Seunghyun. Dilemparnya ponsel yang digunakannya tadi ke sofa yang ada dihadapannya lalu dia duduk disofa, samping hp yang dilempar tadi.
Se7en kembali menghidupkan TV yang sempat dimatikan dan diteriakinya tadi. Walau dia tau bahwa acara TV sedang tidak menarik dan bagus. Tapi dia tetap menghidupkan TV untuk menunggu Seunghyun datang membawakan seperangkat (?) baju yang lengkap untuknya.
'Diberitakan hari ini, bahwa ada sekitar sembilan orang pelajar SMP yang berumur sekitar lima belas tahun telah hilang dari rumah mereka. Pihak keluarga binggung dan resah untuk mencari.' Ucap seorang pembawa berita yang disiarkan di TV ketika Se7en menghidupkan TV Changmin kembali. Hal tersebut sontak membuat Se7en terkejut dan menambah volume TV agar terdengar lebih keras dan jelas ditelinganya.
Se7en mendengarkan dengan seksama(?) apa yang akan diucapkan si pembawa acara selanjutnya.
'Dugaan sementara hal tersebut ada kaitannya dengan kelompok besar Seekers Black Soul yang akhir-akhir ini terang-terangan melakukan pencarian besar entah kapada siapa. Sekian dan terima kasih' Pembawa acara kembali melanjutkan beritanya. *perasaan gak ada deh pembawa berita yang gitu, kalo ada Zem yakin pasti tuh orang langsung dipecat*
"Apa yang mereka lakukan? Kenapa mereka melakukan hal yang gegabah seperti ini. Sekarang public sudah mengetahui pergerakan mereka maka aku yakin akan semakin sulit mencari YJ_MAX." komentar Se7en tentang berita tadi entah pada siapa.
Sejak berita di TV tadi Se7en hanya diam. Cukup lama dia sibuk dengan pikirannya, sampai suara ketukkan pintu membuyarkan apa yang dipikirkannya tadi. "Kurasa itu Seunghyun." Ucap Se7en lalu beranjak dari duduknya dan melangkah menuju pintu untuk membukakan pintu untuk seseorang yang mengetuk tadi.
Se7en membuka pintu dan sedikit terkejut karena orang yang menggetuk pintu tadi bukan Seunghyun—orang yang ditunggunya sejak tadi. "Nuga?" tanya Se7en pada seorang namja yang tadi mengetuk pintu.
Namja yang ditanya Se7en tadi menatap tajam kearah Se7en. "Kenapa kau ada dirumah Baby Shim?" namja tadi balik bertanya pada Se7en.
"Baby Shim? Siapa dia?" tanya Se7en bingung.
"Pemilik rumah ini." Ucap seorang namja yang dilihat dari apa yang dibawanya adalah seorang penjual bunga.
"Oh~ jadi bocah menyebalkan itu bernama Baby Shim. Nama yang aneh, kenapa orang tuannya memberi nama itu. Seperti tidak ada nama yang lebih bagus saja." Ucap Se7en dengan nada sedikit mengejek.
Brukk
Se7en sukses mendapatkan pukulan yang cukup membuat kepalanya pusing, matanya berkunang, dan tubuhnya hampir limbung dari namja yang mengetuk rumah Changmin tadi. "Yack! Ajushi. Kenapa kau memukulku dengan keranjang bunga mu eoh?" geram Se7en pada namja dihadapannya.
"Jangan pernah kau menghina nama pemberian dariku untuknya." Ucap namja tadi dengan penuh penekanan disetiap kalimatnya dan sambil menunjuk tepat dihidung Se7en. "Kau tidak punya hak untuk memberi komentar pada nama yang kuberikan pada ANAKKU." Kali ini namja tadi lebih menekankan ucapannya pada kalimat terakhir dan sambil mendorong dahi Se7en, yang membuat Se7en jatuh kebelakang.
Namja penjual bunga itu menghentikan aksinya mendorong Se7en, setelah dilihatnya Se7en jatuh tersungkur dilantai. "Lama kita tidak bertemu ternyata sekarang kau sudah besar rupanya CHOI DONGWOOK! Inikah kesan pertama yang kau berikan padaku setelah cukup lama kita tidak bertemu?" ucap namja tadi lalu meninggalkan Se7en yang jatuh tersungkur dilantai setelah didorong cukup keras didahinya dan berujung dengan Se7en yang jatuh dilantai.
Se7en membelalakkan matanya. Terkejut, pastinya. Kerena namja tadi mengetahui nama lengkapnya. Padahal namja tadi hanya seorang penjual bunga. "Siapa namja tadi? Mengapa dia tau namaku? Dan tunggu dulu …" gumam Se7en masih duduk dilantai. "Jangan-Jangan ..." ucap Se7en langsung melepaskan selimut tebal yang membungkus tubuh bagian atasnya lalu beranjak dari duduknya dan berlari keluar rumah sampai kejalanan untuk mencari namja tadi. Sepertinya dia baru menyadari sesuatu.
"HYUNG!" Se7en meneriaki namja yang memukulnya tadi dijalanan sekitar rumah Changmin.
"HYUNG DIMANA KAU?"
"HYUNG, AKU YAKIN ITU TADI ADALAH KAU!"
"HYUNG KUMOHON KELUARLAH"
"AAARRRGGGHH, HYUNG JEBAL!"
Se7en masih mencari sambil meneriaki namja yang tadi ditemuinya. "Hah… Hah.. hah… Hyung dimana kau? Hyung kumohon jangan menghilang lagi!" ucap Se7en ngos-ngosan karena sejak tadi dia terus berlari sambil berteriak mencari seorang namja penjual bunga.
Merasa sudah cukup lelah mencari tapi tetap tidak membuahkan hasil. Se7en memutuskan untuk kembali kerumah Changmin. Selain lelah dia juga merasa risih dan dingin. Mengingat dia tadi sempat melepaskan selimut tebal yang dipakainya agar bisa berlari dengan mudah mengejar seorang namja penjual bunga. Sehingga sekarang dia hanya memakai celana panjang tanpa baju dan hal itu membuat perhatian masyarat sekitar yang menatapnya aneh dan bingung ditambah tadi dia berlari sambil berteriak. Mungkin orang berpikir jika dia adalah 'orang gila' yang kehilangan hyung nya. Hehehe….
Saat ingin membuka pintu rumah Changmin, Se7en kembali menoleh kearah jalanan yang tadi digunakannya untuk mencari seorang namja penjual bunga. "Hyung." Gumam Se7en lirih.
Tidak jauh dari Se7en, seorang namja berpakaian khas seorang penjual bunga keluar dari persembunyiannya dari dibalik tembok yang tak jauh dari rumah Changmin. Namja itu menatap kearah Se7en. "Belum saatnya aku keluar Dongwook. Tunggulah sampai saat itu tiba!" ucap namja tadi lalu melepaskan topeng kulit yang menutupi wajah tampannya hingga menampaklah wajah asli dari si penjual bunga.
"Jika saatnya tiba, kau harus bersiap. Karena tidak akan ada kata istirahat lagi untukmu." Namja itu tersenyum menatap Se7en yang sudah memasuki rumah Changmin lagi. Setelahnya dia mendekati rumah Changmin dan meletakkan keranjang bunga yang dibawanya tadi tepat di depan pintu rumah Changmin. Dia kembali tersenyum, lalu pergi meninggalkan rumah Changmin.
Se7en duduk diam disofa milik Changmin. Tidak dipedulikannya lagi rasa dingin yang mengganggunya beberapa saat tadi. Karena saat ini ada hal yang lebih penting dibandingkan dengan hawa dingin. Se7en merutuki dirinya yang terlambat menyadari jika namja yang memukulnya tadi adalah seseorang yang berhubungan dengan masa lalunya.
Ting Tong! Ting Tong!
Suara bel kembali berbunyi dan membuyarkan pikiran Se7en untuk kedua kalinya. Tidak ingin mengulang kesalahan, Se7en dengan cepat membuka pintu. "Hyung." Ucap Se7en saat membuka pintu, berharap jika namja penjual bunga tadi kembali.
"'Hyung'? Kenapa kau memanggil kami hyung, Se7en hyung?" tanya seorang namja dengan senyuman manis diwajah tampannya. Sepertinya Se7en kembali salah mengira seseorang yang ada dibalik pintu.
Mengetahui jika seseorang yang mengetuk pintu bukan si namja penjual bunga, Se7en kecewa dan hanya tersenyum lemah pada tiga namja dihadapannya. "Ani, masuklah." Ucap Se7en lemah pada tiga dihadapnnya.
Tiga namja yang ada dibalik pintu tadi masuk dan duduk disofa ruang tengah Changmin mengikuti perintah Se7en. "Wae hyung?" tanya seorang namja dengan suara baritone miliknya yang duduk dihadapan Se7en. Se7en hanya menggelengkan kepalanya. Melihat hal tersebut, tidak ada satu pun dari tiga namja tadi yang kembali bertanya.
Cukup lama hening melanda ruang tengah Changmin. Se7en masih sibuk dengan pikirannya tentang namja penjual bunga tadi. Sementara tiga namja lain memilih diam tidak ingin mengganggu apa yang sedang dipikirkan hyung mereka.
Merasa kurang nyaman dengan keadaan dan tatapan dari tiga dongsaengnya, Se7en membuka suara. "Kalian membawa apa yang kuminta?" tanya Se7en.
"Ne hyung. Barang yang kau minta ada di Jiyong." Ucap namja dengan suara baritone. Setelahnya hening kembali mendera(?).
Tidak ingin membuat dongsaeng nya curiga dan mencari tau apa yang dipikirkannya, Se7en kembali bertanya untuk mengalihkan perhatian ketiga namja dihadapannya. "Bagaimana? Apa kalian sudah menemukan 'dirinya'?" tanya Se7en pada tiga namja lain yang ada diruang tengah Changmin.
"Maaf Se7en hyung, kami belum menemukan 'dirinya'." Ucap seorang namja berwajah cantik seperti yeoja dan menyerahkan bungkusan kepada Se7en.
"Kalian cari lagi 'dia' sampai dapat! Aku juga akan mencarinya." Balas namja yang dipanggil Se7en tadi. "YJ_MAX harus kita dapatkan sesegera mungkin." Se7en kembali menambahkan ucapannya.
"Ne." dan setelahnya namja cantik itu pergi meninggalkan Se7en.
"Hyung, rumah siapa ini?" Tanya namja pertama pada Se7en. Namja yang mengetuk pintu dan namja yang memiliki senyuman manis.
Se7en menggelengkan kepalanya sebelum menjawab. "Molla." Jawab Se7en sekenanya.
"Aish, kau menyebalkan hyung." Ucap namja manis tadi sambil memanyunkan bibirnya karena kesal.
"Kau lebih menyebalkan Park Yoochun." Balas Se7en pada seorang pria bernama lengkap Park Yoochun, namja pertama yang memiliki tato didada kirinya serta namja tampan yang memiliki senyuman manis nan menghanyutkan.
"Pakhu setupjup depngapn mup hpyupngp!(aku setuju denganmu hyung)" ucap Namja kedua yang berwajah cantik bak seorang yeoja dan sepertinya dia sedikit cerewet dibanding dua namja lainnya sambil menyuap bubur dimangkok yang diambilnya dari dapur tadi. Membuat apa yang diucapkan menjadi kurang jelas karena mulutnya dipenuhi bubur yang dibuat oleh Changmin untuk Se7en beberapa waktu yang lalu(chap 1).
"Yack! Jiyong, habisakan dulu makananmu lalu bicara." Ucap Yoochun kesal.
Namja kedua langsung men'deadglare' Yoochun dan beranjak dari duduknya, menghampiri Yoochun lalu mencengkram kerah baju Yoochun. "Yack, jidat lebar. Jangan panggil aku Jiyong tapi panggil aku G Dragon atau GD, ARRASO!" ucap namja kedua pada Yoochun yang menganggukkan kepalanya pelan serta sukses membuat Yoochun kesulitan meneguk ludahnya.
Merasa puas dengan respon dari Yoochun, G Dragon melepaskan cengkraman pada kerah baju Yoochun. "Bagus." Ucap namja kedua yang bernama lengkap Kwon Jiyong, namun lebih sering dan lebih suka dipanggil dengan G Dragon atau GD saja. Lalu kembali duduk dikursinya yang berhadapan dengan Yoochun dan kembali melahap buburnya tadi. Senyuman terukir manis dibibirnya karena dia berhasil mengerjai Yoochun. Sementara Yoochun yang baru saja mendapat ancaman dari G Dragon mengambil hp dari saku celananya dan memainkan hp tersebut dari pada kembali berdebat dengan teman cantiknya—G Dragon.
Se7en memandang satu per satu tiga namja yang memanggilnya dengan sebutan 'hyung'. Ada yang janggal dan kurang dari mereka. "Kalian hanya bertiga kemari? Mana Kwanghee dan Changhyun, mereka berdua tidak ikut kalian?" tanya Se7en yang menyadari jika kejanggalan dan kekurangan dari mereka adalah dua teman mereka yang tidak ikut datang. Biasanya mereka selalu berlima.
"Ne, bisa kau lihat kan hyung, jika kami hanya datang bertiga. Kwanghee sedang melaksanakan tugas yang kau berikan kemarin. Sedangkan Chanhyun dia sedang ada urusan yang tidak bisa ditinggalkannya." Ucap Yoochun santai sambil tetap memainkan hp nya dan tanpa memandang pada lawan bicaranya—Se7en, hal itu sukses membuat G Dragon geram.
G Dragon menghentikan sejenak makan buburnya dan menarik napas dalam. Sepertinya dia akan memarahi Yoochun lagi. "Yack jidat lebar, tatap wajah lawan bicaramu jika kau sedang bicara dengannya, pabo!" geram G Dragon meneriaki Yoochun yang masih asik memainkan hp nya, tidak diperdulikan olehnya—Yoochun—geraman dari G Dragon tadi. Karena tidak mendapat reson yang diharapkan, G Dragon kembali melanjutkan acara makan buburnya. Ditemani dengan perasaan kesal karena Yoochun mengabaikan ucapannya tadi.
"Hyung, apa yang harus kita lakukan sekarang. YJ_MAX semakin sulit dilacak keberadaannya." Kali ini pertanyaan terlontar dari namja ketiga yang tidak memperdulikan pertengkaran antara Yoochun dan namjachingu nya. Dia lebih memilih membicarakan hal yang lebih penting menurutnya dari pada ikut berdebat dengan dua orang itu—Yoochun&G Dragon. Serta seorang namja yang memiliki suara baritone yang khas serta tatapan mata yang mampu membuat siapa pun merinding.
Mendengar ucapan dari namja ketiga, G Dragon menghentikan acara makan buburnya dan menaruh mangkok berisi bubur diatas meja dihadapannya. Sepertinya ini akan serius, pikir G Dragon. "Ne hyung, apa yang diucapkan Seunghyun hyung benar. Akhir-akhir ini aku juga semakin sulit menemukan tanda-tanda tentang YJ_MAX. Kalau pun ada itu sangat minim dan sangat terbatas." Ucap Jiyong sambil menghidupkan laptop miliknya.
Yoochun yang sejak diancam G Dragon tadi hanya memainkan hp nya saja. Kini mulai tertarik dengan ucapan G Dragon yang mengeluh tentang sulitnya melacak keberadaan YJ_MAX. "Kenapa bisa?" tanya Yoochun pada teman cantiknya tadi. Sesuatu yang janggal buatnya—Yoochun—mendengar G Dragon mengeluh tentang sulitnya melacak keberadaan seseorang. Mengingat kemampuan G Dragon yang bisa dibilang waww dalam menjalankan(?) computer.
Se7en dan namja ketiga yang bernama lengkap Choi Seunghyun atau TOP memberikan tatapan penuh tanya pada G Dragon.
"Entahlah. Aku tidak tau pasti. Tapi kurasa, YJ_MAX bukan hanya satu orang." Ucap G Dragon tanpa mengalihkan pandangannya dari layar laptop dan terus menarikan(?) jari lentiknya pada keyboard laptop.
"Maksudmu?" tanya Se7en menatap G Dragon. TOP dan Yoochun juga ikut menatap G Dragon menunggu jawaban.
"Beberapa waktu yang lalu aku sempat melacak lagi titik pasti keberadaan dari YJ_MAX, namun yang kutemukan bukan hanya ada satu titik saja tapi ada banyak titik yang menunjukkkan keberadaan YJ_MAX. Hal itu yang membuatku yakin jika YJ_MAX bukan hanya satu orang saja, melainkan beberapa orang. Atau kemungkinan terbesar adalah YJ_MAX merupakan suatu kelompok organisasi besar yang orang lain tidak tau tentang kelompok organisasi tersebut." G Dragon menjelaskan pada tiga namja lain dengan pandangan yang masih focus terhadap laptop, nampaknya dia sedang mencari sesuatu.
Tiga namja lainnya—Se7en, TOP, dan Yoochun—menganggukkan kepala mereka mendengar penjelasan dari G Dragon. Tidak ada yang ingin membalas penjelasan dari G Dragon tadi. Mereka lebih memilih untuk sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.
Sementara tiga namja lain masih diam karena sibuk dengan pikiran masing-masing. G Dragon yang sejak tadi menarikan jemarinya pada keyboard laptop tersenyum. Sepertinya apa yang dia kerjakan sejak tadi membuahkan hasil. "Dapat!" pekik G Dragon membuat tiga namja tampan lainnya terlonjak kaget *sebenarnya hanya Yoochun yang terlonjak kaget. Se7en dan TOP hanya diam, JAIM(?)* dan kembali menatap penuh tanya kepada G Dragon.
"Wae?" tanya Yoochun penasaran.
"Apa?" tanya Se7en.
"Hn?" tanya—lebih tepatnya, Guman—TOP pada namjachingu nya.
G Dragon menatap satu persatu tiga namja yang ada dihadapannya yang sedang menatap menunggu jawaban darinya. Dimulai dari namjachingunya sendiri, Choi Seunghyun atau TOP. Lalu namja yang paling tua diantara semua namja yang ada dirungan tengah Changmin saat ini, Choi Dongwook atau Se7en. Dan terakhir namja yang selalu bertengkar dengannya, Park Yoochun. Setelahnya G Dragon menarik napas dan menjawab. "Sepertinya saat ini YJ_MAX sedang melakukan aksinya lagi untuk mengacaukan semua jaringan Seekers Black Soul." Ucap G Dragon yang membuat tiga namja yang menatapnya tadi membelalakkan mata mereka dan langsung menghampiri laptop G Dragon untuk melihat apa yang ditampilkan dari laptop tersebut.
"Titik ini adalah kita." Tunjuk G Dragon pada satu titik biru yang tertera pada layar laptop. "Dan ini adalah titik dari keberadaan YJ_MAX." ucap G Dragon menunjuk satu titik merah.
"Kalian bisa melihat dengan jelas bukan, dimana keberadaan YJ_MAX." ucap G Dragon sambil menolehkan kepalanya menatap tiga namja yang ada dibelakang dan sampingnya.
Tiga namja yang ada di belakang dan samping G Dragon menganggukan kepala mereka. "Jangan berpikir jika kita sudah menemukan keberadaan YJ_MAX sebenarnya." G Dragon menyeringai dan kembali memainkan jemarinya dengan lihai pada keyboard laptop. "Lihat ini!" G Dragon menunjukkan hasil penelusurannya pada tiga namja lain yang ada dibelakang dan sampingnya.
Se7en, TOP, dan Yoochun membelalakkan mata mereka lagi setelah melihat apa yang baru saja ditunjukkan G Dragon pada mereka.
"I- Ini…" ucap Yoochun terbata terkejut dengan apa yang diperlihatkan oleh laptop G Dragon. Ucapan Yoochun tadi cukup untuk mewakili dua namja lainnya yang tidak kalah terkejut dengan Yoochun saat ini.
"Ne, inilah alasan kenapa aku menyebut jika YJ_MAX bukan hanya satu orang saja." Ucap G Dragon.
Pada layar laptop G Dragon saat ini sedang menampilkan satu titik biru dan banyak titik merah. Bahkan titik merah tersebut bukan hanya ada di Seoul saja, tapi diluar negara Seoul juga ada (luar negeri).
"Jangan bilang jika semua titik merah ini adalah YJ_MAX." tanya Se7en tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. G Dragon hanya menggangguk menjawabnya.
"Menurut kabar yang beredar YJ_MAX adalah seorang anak yang masih sekolah di salah satu sekolah di Seoul. Tapi masih kurang jelas apakah 'dia' Junior School atau High School. Jadi mustahil rasanya jika YJ_MAX ada diluar negeri saat ini? Kalau pun 'dia' ada diluar negeri, aku yakin 'mereka' juga akan pergi kesana." kali ini TOP yang berucap.
Mendengar ucapan dari TOP, G Dragon menoleh dan menatap wajah tampan namja yang lebih tua darinya itu sejenak. Setelahnya dia tersenyum manis pada namjachingu nya. "Tidak salah aku memilihmu menjadi namjachingu ku changi." Ucap G Dragon dengan senyuman manis yang membuat wajahnya bertambah cantik saja.
G Dragon kembali melanjutkan memainkan jemarinya dengan lihai pada keyboad laptop. "Gotcha!" ucap G Dragon.
Tiga namja lainnya kembali memperhatikan layar laptop G Dragon dengan seksama. "Apa yang dikatakan TOP hyung tadi benar, YJ_MAX memang tidak mungkin ada diluar Seoul saat ini. Semua titik merah yang ada diluar negara Seoul tadi hanya tipuan dari 'mereka' untuk membuat kita bingung tentang keberadaannya(YJ_MAX) saja." G Dragon menjelaskan pada Se7en, TOP, dan Yoochun. "Dan inilah mungkin titik keberadaan yang pasti dari YJ_MAX." G Dragon kembali menambahkan. G Dragon menunjukkan beberapa titik merah yang ada pada layar laptonya.
"Sekarang apa yang harus kita lakukan hyung?" tanya G Dragon pada Se7en.
Semua orang—TOP,GD,Yoochun— yang ada diruangan menoleh kompak pada Se7en yang nampak sedang berpikir. "Kita bagi tugas lalu datangi semua titik yang ada." Jawab Se7en pada ketiga namja yang sudah dianggapnya seperti dongsaeng nya sendiri.
Tiga namja yang mendengar ucapan dari Se7en tadi mengangguk, menyetujui perintah Se7en. "Ne!" jawab tiga namja tadi kompak.
"Kau, Yoochun!" tunjuk Se7en pada Yoochun. "Kau datangi titik ini." Ucap Se7en menunjuk titik merah yang berlokasi didaerah sekitar Sungai Han.
Yoochun mengangguk cepat. "Ne, hyung."
"Kau Seunghyun!" kali ini Se7en menunjuk TOP. "Kau datangi titik yang ini." Se7en berujar sambil menunjuk titik merah yang berlokasi disekitar Tohoshinki Junior School.
"Hn." gumam TOP singkat.
"Aku akan mencari disini." Ucap Se7en sambil menunjuk titik merah yang berlokasi di sekitar 'Seosomunno'.
"Sedangkan kau." Ucap Se7en pada G Dragon. "Tetaplah disini, terus pantau semua pergerakkan dari YJ_MAX. Beri tau kami jika YJ_MAX bergerak." Ucap Se7en pada G Dragon yang hanya meanggukkan kepala nya.
"Dan terakhir, kau hubungi Kwanghee dan Chanhyun. Suruh Kwanghee dia datangi tempat ini." Ucap Se7en, menunjuk di sekitar 'Dongdaemun Stadium'. G Dragon mengangguk mendengar perintah dari Se7en.
"Untuk Chanhyun suruh datangi tempat ini." Ucap Se7en, kali ini dia menunjuk titik merah disekitar 'Jongchun Park'."
"Ne hyung." Jawab G Dragon.
"Tapi hyung…" cegat Yoochun.
"Apa?" tanya Se7en.
"Di sini ada beberapa titik merah yang menunjukkan keberadaan dari YJ_MAX. Tapi kita hanya mencarinya di lima titik saja. Kurasa percuma jika mencarinya hanya di lima titik saja. Bagaimana sisanya hyung?" Tanya Yoochun.
"Itulah kenapa aku menyuruh Jiyong untuk tetap ada disini. Agar dia bisa memberi tahukan dimana saja titik keberadan YJ_MAX, jika tempat yang kita datangi nanti tidak ada 'dia'." Ucap Se7en menjelaskan.
"Tapi hyung …" yoochun kembali mencegat.
"Apa?" tanya Se7en mulai geram dengan namja yang satu ini.
"Aku tidak membawa mobil, hyung. Sungai Han jauh dari sini." Ucap Yoochun sedikit memelas.
"Lalu?"
"Kau bilang 'lalu' hyung. Oh~, ayolah hyung. Tidak mungkin bukan jika aku jalan kaki sampai Sungai Han."
"Aku tidak mau tau. Kau harus pergi ke Sungai Han, SEKARANG!" ucap Se7en. "Jika kau tidak pergi akan kujadikan kau makanan penutup untuk 'Aegi', arra!" geram Se7en lagi.
"Ayo pergi!" suruh Se7en pada dua namja tampan dihadapannya, TOP dan Yoochun.
Saat Se7en ingin membuka pintu Changmin, Yoochun kembali memanggilnya. "Hyung." Panggil Yoochun lagi dan panggilan tersebut sukses membuat kemarahan Se7en hampir mencapai puncak tertinggi.
"APA LAGI EOH?" tanya Se7en marah pada Yoochun yang sejak tadi terus memprotes.
"Jang- jangan lupa pakai baju hyung…" Ucap Yoochun sedikit takut karena kemarahan Se7en sudah hampir mencapai puncak.
"Eh?" Se7en memperhatikan tubuhnya. Benar saja, dirinya masih belum memakai baju untuk menutupi dada bidangnya. Secepat kilat*lebay* Se7en menyambar (?) bungkusan berisi pakaian yang diberikan G Dragon tadi untuk mengambil baju dan memakainya
"Am, eh, Go- gomawo Yoochun-ah. Dan maafkan aku sudah memarahimu tadi." Ucap Se7en sambil menggeruk belakang kepalanya yang tidak gatal karena marasa tidak enak sudah marah padanya tadi.
"Ne, gwenchana hyung." Balas Yoochun dengan senyuman manis yang membuat wajahnya bertambah tampan dan manis.
"Tapi bukan berarti kau tidak pergi ke Sungai Han. Kau tetap akan pergi kesana. Ayo pergi!" perintah Se7en.
Setelah itu Se7en, TOP, dan Yoochun langsung pergi menuju tempat yang sudah dipilih untuk mereka datangi. Sementara G Dragon kembali sibuk dengan laptop miliknya.
Ditenggah perjalanan menuju Sungai Han, Yoochun terus saja menggerutu. "Huft, kenapa harus aku yang pergi ke Sungai Han. Kanapa tidak mereka saja, apa hanya gara-gara aku yang paling kecil disini. Kenapa Kwanghee dan Chanhyun harus ada urusan yang menyebalkan sehingga mereka tidak bisa ikut kemari. Padahal jika mereka ada disini, aku tidak akan menjadi yang paling kecil dan aku akan menyuruh salah satu dari mereka yang pergi ke Sungai Han. Sehingga bukan aku yang menjadi 'mainan' Se7en hyung dan Jiyong hyung."gerutu Yoochun disepanjang perjalanan menuju Sungai Han. Nampaknya dia masih tidak rela jika harus pergi ke Sungai Han.
"Kalian JAHATTTTTT….." teriak Yoochun pada angin yang berhembus.
.
.
.
_TBC_
Ahhh~ senangnya ulangan udh selesai jadi bisa ngetik dan publis ff lagi.
Makasih BANYAK bwt para readers yg udh mau meluangkan waktunya utk membaca ff abal+Gaje ini dan meREVIEW pula. Hwe… hwe… hwe… nangis terharu dipangkuan Dongwoo*Plakkk, Bruk, Gdbukk. dihajar Hoya*
Happy New Year bwt semuanya.
Semoga di tahun baru ini kita bisa lebih baik dari pada tahun sebelumnya dan semoga Zem bisa bikin ff yang lebih bagus lagi. Bukan ff yang lebih hancur lagi -_-
Hehehe …
Gomawo…
Mind to REVIEW?
