UNIT GALAU DARURAT DR KAIEN SHIBA

Disclaimer : TITE KUBOOO

Summary :Ternyata perjalanan Kaien bersama Ichigo belum selesai hanya

dengan 1 kasus semata

WARNING : GAJE, GAJONG, NGEBOR, SIAP2 MASUK RSJ


Kaien POV :

Gue pernah ngerasain gimana galaunya perasaan kalo ditolak sama orang yang kita suka, galau karena keilangan dompet, galau karena bak mandi bocor, galau karena jamban mampet, atau bahkan galau sama gender sendiri… yah yang terakir itu memang kenyataan…*mikir keras*

Tapi ga elit banget deh, Shinigami ganteng kayak gue yang bohai sekses mukanya kayak Ketty perry(lho?) ini kudu berurusan sama Pocong—yang udah mati—yang udah bau bangke kucing—yang keilangan Kolor alias sempak alias CD yang gambarnya mana Hellow Kitty lagi.. duh apes banget deeecch(lebay mode on)

END OF POV


"Udah belum narasinya?" tanya Ichigo yang ngeliat Kaien asik lebay-lebayan sama readers di ujung mata tercinta(apaan sih).

"Heh gue baru aja mau nunjukin kegantengan gue malah lo potong!" Kaien sewot 180 derajat sudut tumpul.

"Yayaya seterah lo mau ngomong lo ganteng ato burik juga bukan urusan gue, ni mending lo urusin pocong tak bersempak ini dulu sebelum gue bogem muka najong lo sekarang juga" Ichigo membuat Kaien langsung menciut dan beralih kembali ke Pak Ahong yang tidak idup lagi*baca udah mati*.

"Ng..ehem jadi kita mulai darimana?" tanya Kaien.

"Lebih baik kita mule dari TKP deh mas" jawab Ahong.

"TKP?" Ichigo feat Kaien menyanyikan lagu 'ADA APA DENGAN TKP' berjamaah.

"TKP, tempat Ahong modar kesamber kereta, mas-mas" jelasnya kemudian dan diakiri dengan nada 'O' dari kedua Shinigami itu.

"Oke, ga jauh kan?" tanya Ichigo berharap kalo dia ga harus melakukan 10 ribu langkah Anlene dengan sempurna ala Demien.

"Hmm Cuma 1 KM dari sini ayo mas.." Ahong mulai loncat-loncat, mereka mengikuti dengan sabar. Masalahnya kalo mereka shunpo yang ada ntar Ahong bakal ketinggalan dan mereka kudu nunggu sampe jamuran karena Ahong hanya bisa melompat(ngenes).

Sampe di TKP, disana ga ada apa-apa, hanya ada rel yang udah mulai berkerut keriput dan beberapa pohon pisang yang menemani si rel kereta itu dengan sabar. Mereka kemudian celingukan, sedangkan Ahong mulai melompat kea rah sebrang rel.

"Disini Ahong matinya" sahut Ahong tanpa ditanya.

"Jujur gue musti gimana ya sama cara mati lo, kudu bangga ato kudu kesian?" Kaien bertanya dengan santai.

"Bangga.. ga juga sih mas, Ahong kesamber dan mati dalam keadaan Cuma pake CD, kolor Ahong terbang ke ujung khatulistiwa dan ga tau ada dimana, dengan siapa, semalem berbuat apa~" Ahong bernyanyi sambil goyang pinggul membuat Ichigo ilfill tingkat alam semesta jagad raya.

"Lebay lo, emang kolor lu mau sama siapa? Cepetan cari banyak nyamuk ni disini. Ntar dikira kita mau buka donor darah gratis" Kaien tepak-tepok kayak anak TK yang nepokin temennya ulang taon.

"Nah kayaknya kolor Ahong ada di stasion sana noh" Ahong melirik kea rah kanan—karena dia ga bisa nunjuk—matanya menunjuk sebuah stasiun kecil yang pastilah sepi gini hari udah malem cuy.

"Haaa kudu jalan lagi?" Ichigo langsung lemes tapi mau ga mau dia harus ikut investigasi ini.

"Stasiun ni udah kumuh, pasti Cuma buat nebeng doang" Kaien nyablak ga terhingga.

"Maklum udah bias amah kalo stasiun mas gini hari kalo ga malem minggu ga rame.." jawab Ahong sambil rajin lompat-lompat.

Tak terasa mereka sudah sampe di tempat yang bernama stasiun itu, masalahnya mereka ga menemukan secuil manusia pun di sana.

"Pada kemana ni manusia?" tanya Kaien. "Lembur?" tanya Ahong.

"Lembur mejeng maksud lo?" Ichigo memprediksi kalo sebenernya mereka salah waktu karena ga ada siapapun kecuali kursi kosong dan peron stasiun yang Cuma ada suara jangkrik—krik—krik..

Tapi kemudian dari jauh mereka melihat seorang petugas stasiun, parasnya yah seperti bapak-bapak umur 40an dia make sarung dan bawa senter kayaknya dia menghampiri trio kwek-kwek prêt itu.

"Malem nak ada yang bisa saya banting?" tanya bapak itu kalem.

"Pak.. harusnya ada yang perlu saya bantu…" Ichigo mengoreksi.

"Kenapa kok sendirian disini? Dari tadi bapak liat kamu ngomong sendirian.. bisa liat ya?" tanya bapak itu membuat Ichigo serasa kayak orang gila karena Kaien ga pake gigai dan jelas banget Ahong udah koid mana mungkin keliatan.

"Ga masalah sih bapak mau bilang saya gila.. ng saya Cuma mau nyari sesuatu.." jawab Ichigo menahan malu sedangkan Kaien sama Ahong cekikikan membuat Ichigo berjanji bakal ngesmack down muka keduanya setelah selesai misi.

"Oh sepertinya ada yang nyari yaa? Ada kok, di ruangan bapak.. ayo nak" Bapak itu langsung membuat Ichigo plus Kaien dan Ahong bertanda tanya—bukan bertanda tangan pemirsah—mereka ga ngerti apakah si bapak udah tau soal kolor hello kitty itu ato bagaiman.

"Hmm.." Ichigo berdehem dan mulai mengikuti si bapak. Sampai di kantor yang ukurannya minimalis itu si bapak penjaga membuka laci dan mengeluarkan sesuatu..

"Waktu itu di depo stasiun ada yang nemuin kolor hello kitty ini di belakang gerbong, kayaknya punya korban yang mati kesamber.. jadi bapak simpen dulu sampe 3 taon ga ada yang nyari tapi sepertinya udah ketemu sama pemilik yang pas" Bapak itu menyerahkan bungkusan berupa seperangkat kolor alay itu pada Ichigo.

"Emm gini pak mau konfirmasi aja sebenernya ni kolor jijay bukan milik saya tapi punya temen saya yang tiga taon lalu kesamber kereta.. galau gara-gara mati ga pake kolor" Ichigo menjelaskan agar tak ada kesalahpahaman disini..bisa kasus di Karakura Shinigami pengganti pake kolor kayak beginian.

"Oh gitu baguslah nak kirain kamu transgender" Hening sejenak.

KWEK-KWEK*soundeffek*

Setelah itu..

"Makasih bang mas udah bantuin saya sekarang saya udah ga galau!" Ahong menunduk dengan khidmat pada Kaien dan Ichigo. "Kapan-kapan minta bantuan lagi ya!" sahutnya.

"Ke dia aja! Jangan ke guee!" Ichigo sewot karena sekarang dirinya yang kerja bukan Kaien. Lalu Ahong hilang wush ketelen sama angin malem(wis mellow).

"Ichi..kadang lo berguna juga" cengir Kaien.

"Gue bakal nagih gaji buat kasus ini" Ichigo mendelik ke Kaien.

"Tenang Chi ntar gue kasih beberapa persenannya" jawab Kaien.

Tak lama setelah itu munculah sesuatu di depan mereka… sosok cewek berdaster polkadot pink dengan weijes kayu yang membuat mereka terbelalak.

"Haii nama gue kuntyy.. gue lagi galau niii boleh tulungin ga?" tanyanya.

"Kunty? Kuntilanak?" tanya Kaien. "Iyaa… gue galau.." jawabnya.

"Karena?" Ichigo menambahkan. "Karenaa… mau tau aja ato mau tau banget?" tanya si kunti balik.

"Gue pulang nih" sahut Ichigo berbarengan dengan Kaien.

"Auuhh becanda! Gue galau karena.. makam gue ga ada batu nisannya" jawab Kunti alay,

"MAKSUD LO?"

"Yaaa gue pengen lu pada ngasih gue batu nisan beserta pohon duren montong di sampingnga…"

kemudian hening.

Apakah mereka dapat menyanggupi pekerjaan selanjutnya dari mbak Kunty alayers ini?

selanjutnya adalah perjalanan Ichigo dan Dr Kaien bersama Kunty Alay berdaster yang akan menemukan pohon duren montong!

MASIH KEPO?

TENANG READERS SILAKAN BACA TANDA DI BAWAH INI...

TO BE KONTINYUUU~~

Hai Readers yang unyuuu~~

hahaha ternyata akirnya updateee, makin ga beres kali nii yeee

oh ya sedikit info tentang tokoh POCONG TAK BERKOLOR aka AHONG

dia sebenernya plesetan dari AHOK, karena

sepertinya ga mungkin yuzu kasih nama pocong itu Brad Pitt

AHONG sendiri juga ga tau karena ga bawa akte lahirnya waktu dia kesamber

okeeeehh guys langsung aja R^R yaaaa