Title : Winter_With_You

Cast :

- Do Kyungsoo

- Kim Jongin

- Byun Baekhyun

- Park Chanyeol

Other Cast

- Xi Luhan

- Oh Sehun

- Jung Soojung

Genre :

- Romance

- Drama

Disini umur Sehun sama dengan Luhan yaitu 21, umur Jongin sama dengan Kyungsoo yaitu 19

THIS IS GENDERSWITCH

DLDR!

• • •

HAPPY READING ^^

• • •

"Soojung? Kenapa kau bisa disini?" Tanya Jongin.

Soojung tersenyum manis, "Aku sepupu Sehun oppa,"

Jongin tergagap, "Sepupu? Tapi Sehun hyung.."

"Ya mungkin karena kami tak begitu dekat jadi begitulah, Jongin.. ini?" Soojung menatap Kyungsoo bingung.

Jongin melirik Kyungsoo, "Dia Do Kyungsoo.. kekasihku,"

Air wajah Soojung sedikit berubah, "Ke.. kekasih? Oh.. annyeonghaseyo joneun Jung Soojung imnida.." Sapa Soojung ramah sambil sedikit menundukkan kepalanya.

Kyungsoo balas menunduk, "Ne annyeonghaseyo.."

Soojung melambaikan tangannya pada salah seorang pria disana, "Aku kesana dulu ya.. senang bisa bertemu dengan mu disini Jongin oppa,"

Jongin tersenyum dan mengangguk, "Ne.. aku juga, kuharap bisa bertemu denganmu lagi,"

Soojung balas tersenyum, "Ya, tentu saja.." Setelah melambaikan tangannya pada Jongin ia pun berlalu mendekati lelaki yang sudah menunggunya -sepertinya.

Jongin menoleh menatap wajah Kyungsoo yang terlihat sedikit.. marah?

"Soo? Gwenchana?"

Kyungsoo menoleh, tersenyum dan mengangguk, "Tak apa-apa.. Soojung? Siapa dia?"

"O..oh.. dia, cinta.. pertama ku.." Jawab Jongin gugup karena merasa tatapan mata Kyungsoo mengintimidasi.

"Cinta pertama? Kalian pernah pacaran?"

"Ya.. dia dulu adik kelasku, kami berhubungan selama 2 tahun kalau tak salah dari kelas 2 SMP sampai.."

"Sudah cukup!" Sela Kyungsoo.

"Hm? Kau cemburu?" Goda Jongin.

Kyungsoo memincingkan matanya, "Apa? Cemburu kau bilang?" Kyungsoo mendengus, "Yang benar saja!"

"Lalu? Kenapa kau marah?"

"Aku? Marah? Siapa? Aku tak marah!" Sahut Kyungsoo.

"Kau marah.." Tuduh Jongin.

"Tidak, untuk apa aku marah?"

"Karena kau cemburu mengetahui kalau Soojung cinta pertama ku, benar?"

"Mwo? Percaya diri sekali kau Kim Jongin."

"Aku tak pernah salah," Ujar Jongin.

Kyungsoo membuang mukanya ke arah lain, "Terserah saja,"

"Hei.. jangan begitu, kau mau bertemu Luhan?" Tawar Jongin mengingat Luhan dan Sehun sudah memakaikan cincin pertunangan mereka saat mereka bertemu Soojung tadi.

Kyungsoo mengangguk, "Ya,"

"Baiklah.. ayo," Jongin mengantarkan Kyungsoo kepada Luhan yang berdiri di depan sambil meminum anggurnya.

"Luhan!" Pekik Kyungsoo heboh, Luhan tersenyum lalu menghampiri Kyungsoo dan memeluk nya.

"Kau datang!"

"Tentu saja.. kau sepupuku, mana mungkin aku tak datang dihari istimewa mu.."

Luhan mengangguk lalu menatap Jongin dan tersenyum, "Kita bertemu lagi."

Jongin tersenyum tipis, "Iya.. selamat atas pertunanganmu dengan Sehun hyung,"

Luhan menatap Kyungsoo dan Jongin bergantian, "Kalian sudah bertemu tadi?"

"Sudah.." Jawab Jongin dan Kyungsoo bersamaan.

"Baguslah.. Kyungsoo, kau cantik sekali hari ini," Puji Luhan.

"Terima kasih kepada yang lebih."

Luhan terkikik, "Iya.. oh ya ahjumma tadi bersama eomma disebelah sana," Tunjuk Luhan.

"Ya sudahlah terserah eomma saja, lagipula nanti eomna pulang dengan supir."

"Hm iya.." Luhan menatap Sehun yang menyuruhnya mendekat, seperti nya ada salah satu rekan kerja perusahaan appa nya yang ingin bertemu, "Kyung.. aku kesana dulu ya? Jongin aku titip Kyungsoo."

"Titip? Dia pikir aku barang?" Protes Kyungsoo tak terima, Jongin hanya tertawa kemudian merangkulnya.

"Ayo makan aku lapar.."

Kyungsoo hanya menurut saat Jongin menariknya, ia akui ia lapar tapi saat melihat Jongin terdiam tak memakan makanannya, Kyungsoo mengikuti arah mata Jongin dan mengetahui pria itu sedang menatap gadis bernama Jung Soojung diujung ruangan bersama dengan seorang pria, nafsu makannya langsung hilang.

Apa Jongin cemburu? Bagaimana pun Soojung cinta pertamanya dan Kyungsoo tahu cinta pertama itu sulit untuk dilupakan.. akankah Jongin meninggalkannya?

"Do Kyungsoo!" Panggil Jongin sambil menggoyangkan kedua lengan Kyungsoo membuat gadis itu kembali ke dunia.

"Eo?"

Jongin menatap Kyungsoo khawatir, "Gwenchana? Aku memanggilmu sedari tadi."

Kyungsoo mengangguk kaku dan menaruh piring yang ia pegang ke meja didekatnya, kemudian meminum segelas anggur.

"Bisa kau antar aku pulang?" Tanya Kyungsoo datar.

Jongin sedikit merasa aneh mendengar suara Kyungsoo yang terkesan dingin, tapi ia mengangguk, "Bisa saja.. tapi Luhan kan.."

"Aku akan meminta maaf padanya nanti." Sela Kyungsoo.

Jongin menghela napasnya, sedikit merasa kesal Kyungsoo bersikap seperti ini, "Baiklah."

WINTER WITH YOU

Mobil itu kini sudah berhenti didepan rumah Kyungsoo, Jongin dan Kyungsoo yang diam sedari tadi mulai membuka mulut mereka.

"Aku masuk dulu.. terima kasih Jongin," Ujar Kyungsoo lalu membuka pintu.

Jongin masih terdiam di mobil namun sedetik kemudian keluar dari mobil dan menahan lengan Kyungsoo, Kyungsoo berbalik, menatapnya tajam.

Jongin tak takut dengan tatapan mata itu, ia malah membalasnya, "Aku harus tahu apa yang terjadi denganmu." Ujar Jongin.

Kyungsoo mendengus, "Aku tak apa-apa, tolong lepaskan aku."

Jongin menggeleng tegas, "Kau tak bisa membohongiku Do Kyungsoo, katakan apa masalahmu."

"Lepaskan aku Jongin!" Seru Kyungsoo.

"Jawab aku Kyungsoo!"

"Aku sudah bilang tak apa bukan? Lepaskan aku! Ini sakit Jongin!" Bentaknya, mata Kyungsoo mulai mengeluarkan kristal-kristal bening itu.

Jongin tersentak melihat air mata Kyungsoo, mau tak mau ia melepaskan lengan Kyungsoo perlahan, "Kyung..soo.."

Kyungsoo mengalihkan pandangannya dari wajah Jongin, mengusap air matanya kasar dan membuka mulutnya, "Pulanglah.."

Jongin yang melihat bibir Kyungsoo mulai membiru karena dingin, menyerah.. ia tak mau Kyungsoo sakit mengingat ia hanya menggunakan gaun yang sepanjang lututnya.

"Besok kita harus bicara."

Setelah berucap demikian Jongin berjalan menuju mobilnya dan meninggalkan area rumah Kyungsoo.

Kyungsoo kembali meneteskan air matanya saat ia mengerjap, ia takut.. ia takut akan kehilangan Jongin karena cinta pertama Jongin kembali ke kehidupan Jongin.

WINTER WITH YOU

Jongin menghempaskan dirinya ke kasur empuknya dan mengusap wajahnya kasar.

"Do Kyungsoo.. ada apa denganmu?" Lirihnya.

Yuri yang tak sengaja melihat Jongin sudah pulang masuk ke kamar adik laki-lakinya itu lalu duduk di kursi sofanya.

"Ini masih jam 9 malam.. kenapa sudah pulang?"

Jongin mendelik, "Noona mau aku tak pulang?"

"Bukan begitu, aku kan hanya bertanya.. lagipula biasanya kalau kau bersama Kyungsoo kau akan pulang sekitar jam 11 bukan?"

Jongin mendudukan dirinya di kasur, menatap Yuri serius, "Noona.. aku rasa aku perlu pendapatmu,"

Dahi Yuri berkerut, "Pendapat?"

Jongin mengangguk dan mulai menceritakan kalau tadi saat ia ke pesta pertunangan Luhan dan Sehun ia kembali bertemu Soojung yang ternyata sepupu Sehun, dan mulai sejak itu sikap Kyungsoo sedikit berubah.

Yuri tersenyum, ia mengerti kenapa Kyungsoo menjadi seperti ini pada Jongin.. ia tahu apa alasannya, tapi Jongin terlalu tak peka karena tak menyadarinya.

"Ini semua salahmu!" Tukas Yuri.

Mata Jongin membulat, "Salahku? Aku bahkan tak tahu kesalahan apa yang kuperbuat."

"Nah.. disitu letak kesalahanmu," Sahut Yuri.

"Maksud noona?"

"Hah.. kau ini kenapa tak peka sekali sih? Sudahlah aku malas berbicara denganmu." Putus Yuri, ia berdiri dan melangkah ke arah pintu namun saat ia memegang knop pintu Yuri berkata.

"Temui ia dan jelaskan semuanya.." Sebelum Jongin bertanya, Yuri kembali melanjutkan, "Semua tentang masa lalumu.. termasuk hubunganmu dengan Soojung,"

Saat suara pintu kamarnya tertutup terdengar Jongin baru sadar apa kesalahannya dan apa yang membuat Kyungsoo menjadi seperti itu, ia mengambil ponselnya dan mengetikan sesuatu untuk Kyungsoo walaupun Kyungsoo tak mau membalasnya tapi Jongin yakin Kyungsoo pasti membaca pesannya.

WINTER WITH YOU

Yuri melangkah turun menuju dapur untuk menyiapkan sarapan, tapi langkahnya berhenti melihat Jongin sudah berdiri di dapur dan berkutat dengan alat-alat masakan.

"Apa aku salah lihat melihat Jongin memasak?" Gumam Yuri.

Jongin yang menyadari noona-nya sedang menatapnya heran tersenyum lebar, penyelamatnya datang! Pikir Jongin.

"Noona bantu aku.." Pinta Jongin.

Yuri menggeleng dan mendekati Jongin, kalau eomma dan appa nya ada dirumah mereka pasti marah melihat dapur mereka hancur seperti ini, untung saja Tuan dan Nyonya Kim sedang ada perjalanan bisnis ke New York selama seminggu jadi tak akan tahu tentang ini.

"Kau menghancurkan dapur ini Jongin."

Jongin meringgis, "Aku tahu.. tapi setidaknya aku sedang berusaha."

"Memasak omelete hancur ini?" Tunjuk Yuri pada omelete yang tak jelas bentuknya dan Yuri tahu rasanya pun pasti tak jelas.

"Ini tak hancur.. hanya.. sedikit ada kegagalan saat aku membalik telur untuk menggulung telur dengan nasinya." Bela Jongin.

Yuri mendorong Jongin menjauh kemudian menghidupkan kompor dan menaruh pen di atasnya, "Untuk Kyungsoo?" Tebak Yuri.

Jongin tersenyum dan mengangguk, "Iya.. aku tahu aku salah.. seharusnya aku menjelaskan semua nya dan lebih peka terhadap perasaannya, aku harus menyelesaikan masalah ini sebelum besok."

Yuri menuangkan sedikit minyak dan memecahkan telur diatasnya, "Memang besok ada apa?"

"Kyungsoo dan aku akan berkencan seharian lalu aku juga akan makan malam disana karena appa nya pulang." Jelas Jongin sambil mulai memotong wortel.

Yuri mengangguk mengerti, "Hm.. begitu, lain kali kalau kau mau memasak bilang pada Min ahjumma agar ia bisa membantumu.. kalau begini kau juga membuat repot maid yang lain."

Jongin menuangkan nasi, wortel, ayam cincang dan sedikit garam.. ia juga menuangkan sedikit kecap lalu mengaduk semuanya agar tercampur rata.

"Telur nya sudah jadi.. nasinya?"

Jongin menyendok nasi goreng dari pannya dan menyuapkan pada Yuri, "Mashita?"

Yuri mengangguk, "Mashita." Ia mematikan kompor nya lalu menuangkan nasi itu pelan-pelan di atas telur dadar dan menggulungnya dengan rapi.

"Nah.. selesai, noona akan memasukkannya ke kotak bekal.. kau mandi dan siap-siaplah."

Jongin mengangguk, ia hendak menaiki tangga tapi ia berhenti dan berbalik mendekati Yuri.

"Kenapa kesini la.."

Jongin memeluk Yuri erat, menunjukkan ia benar-benar menyayangi noona nya ini.

"Noona.. gomawo.. aku sayang noona,"

Yuri mengangguk dan menjauhkan tubuh adiknya itu, "Aku juga sayang padamu Jongin makanya aku membantumu, cepat mandilah."

Jongin mencium dahi noonanya sekilas dan mulai sedikit berlari menaiki anak tangga ke lantai dua, Yuri hanya terkekeh kecil melihat tingkah adiknya yang satu ini, walaupun IQ nya tinggi tapi untuk urusan memasak ia benar-benar tak bisa melakukan itu.. tapi seorang Do Kyungsoo berhasil membuat Kim Jongin mau berusaha untuk memasak.

WINTER WITH YOU

Jongin turun dari mobilnya, berjalan mendekati pintu rumah Kyungsoo sambil membawa paperback berisi kotak bekal disebelah kanannya, ia mengambil napas lalu menghembuskannya yang menghasilkan uap putih saking dinginnya udara di musim dingin walaupun ia sudah memakai jaket tebal dan celana panjang, ia menetralkan degub jantungnya sebelum menekan bel rumah Kyungsoo.

"Oh? Jongin-ah.."

Jongin tersenyum dan membungkuk saat Nyonya Do membuka pintunya, "Annyeonghaseyo eomma."

Nyonya Do mengelus pipi Jongin sayang, "Masuklah sayang, Kyungsoo di ruang tengah di atas.."

Jongin mengangguk, "Gomawo eomma.."

Nyonya Do hanya tersenyum dan mempersilakan Jongin masuk, saat Kyungsoo memperkenalkan Jongin pertama kali kepada Nyonya Do, wanita paruh baya itu memang sudah menyukai Jongin.. anak itu baik, sopan, juga pintar jadi Nyonya Do tidak masalah saat untuk ketiga kalinya Kyungsoo membawa Jongin ke rumah dan mengganti status Jongin yang dari sahabat menjadi kekasih.

Nyonya Do juga sudah memperbolehkannya memanggil dirinya 'eomma' karena ia memang ingin nanti Jongin lah yang menjadi pendamping hidup Kyungsoo.. selain itu Jongin juga sudah bertemu 2 kali dengan Tuan Kim dan Tuan Kim pun setuju dengan hubungan Jongin bersama Kyungsoo.

WINTER WITH YOU

Jongin mengulum senyumnya saat melihat mata Kyungsoo terfokus pada televisi dihadapannya, sesekali gadis itu tersenyum jika ada hal-hal lucu di televisi.. Jongin mendekati sofa yang Kyungsoo duduki dan dengan gerakan cepat menghempaskan dirinya disamping Kyungsoo membuat gadis itu kaget setengah mati tentu saja.

"Hai.." Sapa Jongin, Kyungsoo mendelik kesal dan berniat pergi ke kamarnya namun Jongin menahannya dan menyuruhnya duduk disampingnya lagi.

"Bukankah aku sudah bilang kalau hari ini kita harus bicara?"

Kyungsoo memutar bola matanya tak tertarik, "Ya, aku tahu.. kalau begitu bicaralah." Kyungsoo cepat menambahkan, "10 menit.. tak lebih!"

Jongin menghela napasnya, "Bisakah tak disini? Aku tak ingin eomma mendengar kalau kita sedang tidak baik,"

"Kita tak baik juga karenamu!" Seru Kyungsoo kesal.

Jongin mengangguk pasrah, "Ya.. aku salah maka dari itu aku ingin menjelaskan semuanya.. dan tolong jangan teriak-teriak Soo, aku tak suka sikapmu yang seperti ini."

Kyungsoo mendengus dan berjalan meninggalkan Jongin sendiri disofa, beberapa menit kemudian ia keluar dari kamar dengan kaos berwarna hitam serta jaket tebal dan celana jeans panjang, ia juga membawa tas selempang kecil berwarna putih.

"Cepatlah.." Ujarnya, berjalan mendahului Jongin.

Nyonya Do yang melihat Kyungsoo dan Jongin turun dari lantai dua membuka mulutnya, "Lho kalian mau pergi?" Tanya Nyonya Do yang sedang menyiapkan cemilan untuk sehari-hari.

"Boleh kan eomma? Aku janji akan mengantarkan Kyungsoo saat appa sudah sampai disini." Ijin Jongin.

Nyonya Do mengangguk, "Tentu saja boleh.. pergilah, hati-hati di jalan."

WINTER WITH YOU

Kyungsoo dibawa Jongin ke sebuah sekolah SMP didaerah Busan, sekolah itu kosong karena hari ini memang libur mengingat ini sudah memasuki libur natal.

"Duduk disini.." Jongin menepuk bagian kosong disampingnya menyuruh Kyungsoo duduk disana.

"Aku tahu kau kedinginan tapi kurasa ini bisa membuatmu lebih baik.." Jongin mengeluarkan dua sarung tangan berwarna merah, kemudian memakaikannya ditangan Kyungsoo yang dingin.

"Gomawo." Ujar Kyungsoo singkat.

"Sama-sama.. nah, aku mau menjelaskan tentang kisah cintaku disekolah ini.."

"Aku tak perlu mendengarnya.. itu masa lalumu dan aku tak berhak mengetahuinya," Sahut Kyungsoo.

"Kau harus mendengar dan kau berhak tahu karena jika suatu saat nanti kau menjadi istriku aku tidak mau menyembunyikan sesuatu darimu apalagi tentang kisah cintaku."

Kyungsoo sedikit tertegun, seserius ini kah pembicaran mereka?

"Dulu aku masuk ke tim basket dan menjadi kapten tim basket karena kemampuan ku yang.. yah bisa dibilang lumayan, lalu aku bertemu dengan kapten tim cheerleader yaitu Jung Soojung, kami mulai dekat dan.. aku jatuh cinta padanya.."

Hati Kyungsoo sedikit sakit mendengar penuturan Jongin, namun ia berusaha bersikap tenang.

Jongin melanjutkan, "Selama 3 bulan kami berteman dan pada saat aku mengantarnya pulang suatu hari.. aku menyatakan perasaanku dan ternyata ia juga mempunyai perasaan yang sama, kami berpacaran cukup baik selama 1 tahun.. namun 1 tahun kemudian hubungan kami memburuk karena.."

"Karena apa?" Tanya Kyungsoo penasaran.

Jongin tersenyum masam, "Ia berselingkuh dibelakangku.. awalnya aku mencoba untuk menutup mata dan telinga ku saat orang lain mulai membicarakan tentang perilaku Soojung dibelakangku.. bukannya aku tak marah.. aku hanya menunggu.. menunggu ia sendiri yang mengatakannya padaku."

Kyungsoo mulai menatap Jongin prihatin, Jongin balik menatapnya dan mengelus pipi putih Kyungsoo pelan, "Jangan tunjukan ekspresi itu Soo.. aku tak akan melanjutkan kalau ekspresimu begitu."

Kyungsoo cepat-cepat tersenyum tipis, "Lanjutkan."

"Pada akhirnya ia memutuskanku pada malam natal.. ia berkata padaku kalau selama ini ia memang tak pernah mencintaiku dengan tulus.. ia hanya memandangku sebagai seorang sahabat dan tak lebih.." Jongin mengalihkan pandangannya dari Kyungsoo dan melanjutkan, "Sejak itu aku memutuskan untuk pindah sekolah ke Seoul dan tak kusangka aku bertemu denganmu.. seorang gadis polos dengan suara merdunya yang berhasil membuatku jatuh ke dalam pesonanya.."

Pipi Kyungsoo merona, ia tak pernah tahu Jongin menyukainya sejak pandangan pertama.

Jongin kembali menatap Kyungsoo dan tersenyum lembut, "Kau cemburu waktu itu aku menatap Soojung ya? Sebenarnya.. pria yang bersama Soojung itu kemarin adalah Lee Taemin, dia pria yang menjadi kekasih Soojung dibelakangku.. aku.. aku hanya kesal pada diriku sendiri saja, kenapa.. kenapa dulu aku menyukai Soojung yang bahkan hanya menerima cintaku atas dasar kasihan.. aku benci itu.." Lirih Jongin.

Kyungsoo meneteskan air matanya saat ia mengerjap, ia tak pernah menyangka seorang Kim Jongin punya masa lalu seperti itu.. dan ia sangat kekanakkan karena sudah marah tanpa mendengarkan alasan Jongin terlebih dahulu.. ia merasa menyesal karena sudah membuat Jongin kembali mengingat masa lalunya yang menyakitkan.

"Jongin.." Panggil Kyungsoo membuka suaranya.

Jongin mengelus puncak kepala Kyungsoo, "Ya?"

Kyungsoo memegang kedua pipi Jongin dengan tangan mungilnya yang tertutupi sarung tangan, "Kau tak boleh menyalahkan perasaanmu dulu terhadap Soojung, perasaan suka, sayang, bahkan cinta adalah pemberian Tuhan yang harus kau hormati.. kurasa tak salah kalau kau menyukai Soojung, aku juga minta maaf karena bertindak kekanakkan.. tapi aku berjanji aku tak akan seperti Soojung, aku sungguh-sungguh mencintaimu dan bukan menerimamu karena kasihan.. aku juga tak akan selingkuh sekalipun ada pria yang lebih tampan darimu.. kau selalu mengucapkannya padaku bukan? Do Kyungsoo milik Kim Jongin.."

Jongin mengambil kedua tangan Kyungsoo dari pipinya dan menggenggamnya erat, "Ya.. kau milikku dan tidak ada yang bisa mengambil mu dariku, kecuali Tuhan... dan perlu kau tahu, kalau aku sudah melupakan Soojung, aku sudah tak mencintainya lagi Soo."

Kyungsoo tersenyum menunjukkan bibir berbentuk hatinya yang menawan, "Aku harap kau memaafkanku."

"Aku yang salah.. maafkan aku dan terima maafku karena tak menceritakannya sedari awal, Soo aku benar-benar mencintaimu dan aku tak tahu kalau kau tak ada disampingku lagi bagaimana nasibku seterusnya jadi kumohon.. tetaplah disisiku dan jangan tinggalkan aku."

"Tentu saja Kim.."

Jongin memajukan wajahnya dan mengecup dahi Kyungsoo, ini kedua kalinya Jongin mengecup dahinya dan yang ia rasakan adalah meleleh karena rasa hangat yang Jongin salurkan.

Jongin menjauhkan wajahnya dan mengambil paperback disampingnya lalu memberikannya pada Kyungsoo, Kyungsoo mengerutkan dahinya bingung namun mengeluarkan benda didalam paperback itu.

"Kotak bekal?" Tanya Kyungsoo, "Kau memasak Jongin?"

Jongin terkekeh, "Yah.. tidak semua.. Yuri noona membantuku,"

Kyungsoo membuka kotak bekal itu dan langsung melihat omelette yang terlihat menggiurkan walaupun sudah dingin, ia menyendokkan satu suap omelette ke dalam mulutnya dan mengunyahnya cepat.

"Ini enak Jongin.."

"Benarkah?"

Kyungsoo menyuapi Jongin omelete dan ikut mengatakan itu enak, mereka terus makan sesekali Jongin menjelaskan apa yang sudah ia usahakan untuk membuat omelette namun ternyata ia malah menghancurkan dapur rumahnya sendiri.

Kyungsoo tertawa dan mengatakan kalau Jongin mungkin pintar tapi tidak pintar saat memasak, Jongin mengangguk menyetujui.

"Jadi.. kita baikkan?" Tanya Jongin saat mereka selesai makan.

Kyungsoo mengangguk, mencium pipi kiri Jongin sekilas, "Ya."

"Berarti besok kita jadi kencan seharian?"

Senyum Kyungsoo kembali merekah, "Tentu."

"Bagus.. ayo pulang, disini terlalu dingin untuk kita.."

"Memangnya mau dimana lagi?"

"Rumahmu.. Bagaimana kalau aku melamarmu saja agar aku bisa menghangatkan diri di kamarmu itu.. kebetulan appa juga pulang hari ini.. beliau pasti akan setuju."

Pipi Kyungsoo memerah, ia memukul lengan Jongin, "Yak! Singkirkan pikiran mu itu!" Pekiknya, Jongin hanya tertawa.

Jongin rasa kencannya besok akan menyenangkan.. masalahnya dan Kyungsoo sudah selesai dan besok hari kencan mereka, Kyungsoo pasti tak menyangka apa yang sudah ia siapkan untuk kencan mereka besok.

TBC

Chapter terpanjang… hohoho,, konfliknya udah beres yaaa.. mungkin 1/2 chapter lagi FF ini selesai dan kalau kalian mau aku bikinin epilog/sequel nya boleh kok,, nanti aku buatin hihi..

Kalian ada yang tau Santhy Agatha? Rencananya aku mau remake novel kak Santhy yang Embrace The Cord,, karena aku pikir karakter di novel itu cocok dengan KaiSoo.. kalian mau baca? Kalau mau akan aku post secepatnya atau mungkin bareng Chapter 5 Winter With You ya..

Terakhir aku mau ucapin terima kasih buat readers yang udah review atau favorite atau follow FF ini.. ^^ *bow*