You, who are Near But Far

Pair: krisho, krisbaek , baekhyun GS

Rated: M

…..Chapter 4-

PLEASE DON'T BE A SILENT READER

Pada sebuah hari minggu, tapak kaki sepanjang hampir sepuluh centi itu berlari dengan terburu-buru mendengar adanya bell rumahnya yang berbunyi

.

.

" iyaaaaa... sebentar yaaa!"

Joonmyeon kecil dengan selembar roti berbalut srikaya di mulutnya itu berjinjit dan membuka knob pintu

" mbooo? siapa ya?" tanyanya polos dengan mata bulat, ia berkedip-kedip pada seseorang perempuan belia mungkin berusia 20an yang berdiri di depan rumahnya. Kemudian pandangannya turun menuju ke seorang lelaki yang terlihat seram, berdiri di belakang kaki ibunya dan menatapnya dengan dingin.

" ada apa joonmyeon? siapa yang datang?" ibu Joonmyeon ikut menyusul keluar. Baekhyun tidak ada di rumah hari itu karena sifatnya yang supel, dia selalu keluar bermain baseball dengan temannya di hari minggu, berbeda dengan Joonmyeon yang lebih suka menyendiri di rumah.

Perempuan belia itu menyapa ibu Joonmyeon dengan sebuah senyuman gummy " anyonghaseyo, perkenalkan nama saya Christina Wu, saya baru pindah ke apartment ini dan kebetulan kamarku berada di sebelah. Dan ini anak saya namanya Kris." Kris melihat sebentar ke arah ibu Joonmyeon kemudian sedikit menunduk

" anyong.. yifan imnida, aku biasa dipanggil kris"

Joonmyeon ber "oh" ria, menyadari bahwa Kris mirip sekali dengan ibunya, terutama dibagian gusinya. Hanya saja Kris pelit senyum , terkesan sombong. Intinya Joonmyeon tidak sreg dengan kris saat pandangan pertama.

" ohhh.. kalau saya Kim kyuhyun. Anakmu usianya berapa? sepertinya hampir sama dengan anak saya. yang ini namanya Joonmyeon, satu lagi yang perempuan namanya Baekhyun tapi dia lagi keluar. Semoga Kris bisa berteman akrab dengan Joonmyeon ya, biar Joonmyeon punya teman main.. kalau tidak Joonmyeon asik di rumah saja membaca buku" kata mama Joonmyeon melihat Kris dengan lembut, yang lagi-lagi dibalas dengan anggukan kaku dari Kris.

" ini anak budeg ya? apa bisu, asik angguk-angguk saja" pikir Joonmyeon kesal, lagipula siapa yang mau berteman dengan anak sedingin Kris, lebih baik dia bermain dengan teman sekelasnya, Chen atau Sehun yang lebih cerewet.

Kemudian dilanjutkan dengan Kyuhyun yang mempersilahkan tetangganya untuk masuk ke rumahnya dan mencicipi sarapan buatannya, sedangkan Kris duduk terdiam di atas sofa ruangan tengah dengan segelas coca-cola.

" Joonmyeon, mainlah dengan Kris.. kasihan tuh , dia sendiri pasti bosan kan" titah mama Joonmyeon dibalas dengan bibir Joonmyeon yang mengkerucut bagai bebek tanda tidak ikhlas, namun tetap berjalan ke arah Kris dan duduk disampingnya

Namun Kris yang menyadari itu langsung berdiri dan duduk menjauhi Joonmyeon, itu membuat Joonmyeon kesal, harga dirinya tersinggung meski dia hanya berusia 5 tahun. Ia langsung berjalan ke arah Kris dan melayangkan pukulannya.

" apa sih? kok kamu ngeselin banget, kalau tidak suka sama aku bilang, jangan main menjauh saja. memangnya aku mau temenan sama kamu kalau tidak disuruh mama?" kemarahan dan kekesalan Joonmyeon membuat Kris terduduk kaget, siapa yang dapat menduga anak laki-laki berukuran tubuh lebih kecil hampir dua kali lipat daripadanya itu langsung memukuli lengannya dengan penuh kekuatan.

" ehh Joonmyeon, jangan begitu! jangan pakai pukul-pukul" mama Kyuhyun langsung melerai,

Joonmyeon menggembungkan pipinya sebal " habis Kris sih, diam saja... Joonmyeon jadi kesal lihatnya"

Mama Kris tersenyum, ia mengelus rambut curly Joonmyeon pertanda baru bangun " Kris memang seperti itu kalau sama orang yang baru dikenal Joonmyeon, nanti kalau sudah kenal Kris orangnya baik, supel dan cerewet juga kok."

Kris melihat Joonmyeon sebentar kemudian menunduk, bukan salahnya sih dia terlahir sebagai orang yang lebih pendiam. Sebenarnya ia sombong, hanya tampangnya memang terlahir judes dan ia adalah orang yang awkward alias tidak tahu bagaimana untuk membuka percakapan.
Kris melirik ruangan itu sejenak, kemudian matanya tertuju pada sebuah bola sepak kepunyaan Baekhyun, ia lantas berdiri dan mengambil bola tersebut, kemudian menatap Joonmyeon dan memberikan bola tersebut kepada anak putih yang jauh lebih pendek tersebut.

Joonmyeon berkedip sebentar, kemudian mengambil bola itu dari tangan Kris " kamu mau main sepak bola dengan Joonmyeon?" tanyanya penuh harap. Sedangkan Kris hanya mengangguk kaku tanda mengiyakan, matanya tidak berani menatap Joonmyeon lama-lama.

" tapi Joonmyeon tidak begitu bisa sepak bola , Kris mau ajarin Joonmyeon?" mata Joonmyeon berbinar-binar setelah Kris mengangguk kaku sekali lagi. Hal pertama yang Kris ketahui dari Joonmyeon adalah senyumnya yang lucu dengan mata bulan sabit. and he looks so cute when he smiles. Lelaki kecil itu langsung menarik tangan kanan Kris keluar rumah, dengan orang tuanya yang berdadah-dadah kecil melihat kepergian anaknya yang langsung akrab, padahal semenit yang lalu mereka baru saja berantam. Dasar anak-anak

Joonmyeon kecil memang cerewet, dia baik dan jujur sehingga dia gampang mendapatkan teman, meski dia tidak sesupel kakak kandungnya yang selalu heboh dan hyperaktif. Namun Kris lama kelamaan sudah terbiasa dengan keberadaan Joonmyeon yang lebih sering bersamanya ketika sabtu dan minggu. Sedangkan Baekhyun mengenal Kris di hari kedua ketika Kris memperkenalkan diri menjadi murid baru dan ikut jalan ke sekolah bareng dengan kakak beradik itu.

" lihat Kriss.. aku sudah bisa mencetak goal hohohoooo!" sahut Joonmyeon kesenangan ketika akhirnya ia sanggup melewati si jangkung Kris dan membobol sebuah goal ke gawang. Kris hanya ikut ketawa dan duduk di atas rumput.

" capek?" tanya Joonmyeon berlari-lari ke arah Kris dan duduk di sampingnya dengan sebotol aqua. Ia meneguknya sekali kemudian memberikannya kepada Kris yang langsung dihabiskannya dalam beberapa tegukan.

" perasaan aku baru mengajarimu dua minggu, kenapa kamu sekarang lebih mahir dari aku?"Kris mendengus tidak senang, merasa dikalahkan oleh anak yang berusia lebih kecil darinya. Sedangkan Joonmyeon memamerkan senyum lebar, senyum kemenangan ala pepsodent yang bersinar meski dengan pakaian dan wajah penuh lumut.

" begitu nanti gantian donk, aku yang ajarin Kris.. kris yang harus memanggilku sunbaee~ hihi" Kris menower jidat Joonmyeon, tidak begitu keras tentunya namun cukup membuat joonmyeon mengaduh

" sejak kapan kamu memanggilku sunbae? dari hari pertama kita ketemu, kamu panggil aku kris..kris melulu..." Joonmyeon memeletkan lidah

" habis Kris hyung terdengar aneh sih, ngomong-ngomong bener kata mama Kris, kalau Joonmyeon sudah dekat dengan Kris, Kris orangnya cerewet, hihi... berarti aku sudah jadi teman baik Kris donk yahh?" tanya Joonmyeon dengan wajah tersenyum polos.

Kris mengusap-usap jidat Joonmyeon yang masih berbekas merah karena sentilannya itu kemudian mengecupnya " haha..sorry.. you are just too cute. Kalau kita bukan teman baik aku mana mau menghabiskan sabtu mingguku yang berharga cuma buat main bola bareng"

" Bestie?" Joonmyeon mengeluarkan jari kelingkingnya.

" Bestie forever!" Kris menautkan jari kelingkingnya pada kelingking mungil itu dan menaik turunkannya tiga kali.

Well

hanya sampai Baekhyun masuk SD kelas dua dan sekelas dengan Kris.

Bestie my ass.

.

.

.

" Joonmyeon! sebentar lagi kita natalan kannn, ayo ke onsen bareng, tadi aku cek di travel*ka ada yang murah loh, semalam hanya perlu bayar tiga ribu won saja" Baekhyun menarik-narik tangan adiknya itu dengan bete

" tanganku sakit noonaa... sudah kubilang aku tidak mau! ya kali aku jadi obat nyamuk diantara kaliann" Joonmyeon berusaha menarik balik lengan kanannya yang hendak menulis peer namun dihalangi.

Baekhyun mendekatkan kedua telapak tangannya di depan wajahnya " tolong! onegai! pleseuu! kalau aku cuma berdua saja dengan Kris, mama pasti tidak kasih... kalau sama kamu kan beda lagi.. tolonglah...sekali ini sajaaa, ya ya ya? kamu mau apa? makan siang seminggu, sebulan? tanda tangan EXO?"

Joonmyeon menyipitkan matanya, melihat Baekhyun dengan tatapan sadis " aku mau villa, helikopter beserta pulau pribadi." ucapnya mendengus kesal.

" mwo? jangan begitu lah, cuma kamu satu-satunya yang bisa kuandalkan sekarang. aku berusaha mengajak teman-temanku tapi semuanya menolak. Aku pengen banget bisa natalan dengan Kris, apalagi kita kan sudah mau tamat" Baekhyun melompat-lompat kesal dan menggoyangkan lengan Joonmyeon dengan lebih sadis.

" entah apa untungnya juga aku ikutan, yang ada kalian kan jadi tidak bisa ena-ena, aku yang jadi obat nyamuk" semprot Joonmyeon tanpa sensor, yang langsung dibalas dengan pukulan paling keras Baekhyun ke punggung adiknya karena malu, mengakibatkan Joonmyeon terbatuk-batuk dengan kerasnya.

" ups! mian reflek! tapi aku kesana bukan buat ena-ena, pengen sih tapi bukan itu tujuannya. aku mau bikin memory sama Kris. ME MO RY yang tak terlupakan, apalagi kan sweet juga pas malam yang dingin menatap langit hitam sambil onsenan, manatau saja beruntung ada salju turun" Sepertinya Baekhyun terlalu banyak menonton drama korea romantis picisan, Joonmyeon saja bergidik memikirkannya.

" ..dan juga kan... aku mau menembaknya nanti. jadi tolong bantu aku dong biar bisa langgeng, ya? kamu kan adiku satu-satunya yang paling baik" Baekhyun menatap Joonmyeon dengan tatapan berbinar penuh harapan, Joonmyeon menegak ludahnya.

Dia tahu saat seperti ini akan tiba, dimana Kris benar-benar hanya akan menjadi kepunyaan kakaknya. There will be never a place for me

Namun

Joonmyeon tahu ia harus mengalah, meski dengan menelan kepahitan ini hanya akan membuatnya menderita " you bet, ippudo ramen selama sebulan dan onsennya cuma dibagi berdua, aku tidak mau bayar"

Baekhyun yang hyper itu langsung meloncat kegirangan dan memeluk erat bayi besarnya itu " makasiiihh adik maniskuuuu... i love you so much! hehhehee"

.

.

.

" Joonmyeon mengajak kita bertiga ke onsen! ikut yukkk!" Kris mengelap rambutnya yang basah oleh keringat dan berlari kecil ke arah kakak beradik itu. Lapangan basket mendadak agak senyap setelah kehadiran Baekhyun, ada yang menatapnya dengan tatapan iri dan sirik ada juga yang menatap Baekhyun dengan tatapan tak menyenangkan, namun Baekhyun yang supel itu tentu saja mencuekan semuanya itu.

" Pas hari natal? boleh juga, im still free" jawab Kris setelah melihat ticket yang dibeli Baekhyun pada aplikasi hapenya. jawaban Kris yang simpel itu membuat hati Joonmyeon mencelos namun berbeda dengan Baekhyun, dirinya sungguh menantikan kehadiran Kris. Namun tatapan kecewa itu tentu tak kasat mata karena wajah cantik itu berusaha untuk terlihat datar dan cuek, seperti ia sama sekali tidak peduli dengan Kris.

Well... he cared

Hanya saja Joonmyeon tidak dapat mengatakannya keluar, tidak seperti Baekhyun yang dapat mengeluarkan perasaannya dengan lugas. Joonmyeon tidak ingat sejak kapan ia jadi pendiam dan dingin seperti ini.

Dia ingin memperlihatkan dirinya yang sesungguhnya kepada Kris bahwa ia sangat peduli kepada namja yang merenggut tahta dalam hatinya, Joonmyeon yakin dirinya bahkan lebih mengasihi dan menyayangi lelaki jangkung itu ketimbang kakaknya.

Tentu saja, karena Joonmyeon yang duluan bertemu dengan Kris.

Bukan kakaknya.

Joonmyeon jugalah orang yang pertama kali diciumnya

Bukan kakaknya

.

.

.

" Joonmyeon, kamu bisa kan keluar sebentar, ada yang ingin aku bicarakan dengan Kris" bisik Baekhyun setelah mereka ber onsen bertiga- so awkward- dengan Baekhyun yang hanya memakai handuk.

Lelaki manis itu sudah tahu apa yang akan dikatakan oleh Baekhyun- pernyataan cinta- apalagi.

Kedua kaki yang kecil itu dengan berat melangkah keluar kamar, ia tahu setelah ini ia pasti akan menyesali kehendaknya. Sebagian dari hatinya menginginkan pujaan hatinya untuk menolak pernyataan cinta tersebut, meski kedengarannya mustahil. Namun, Joonmyeon ingin berharap. Bahwa cintanya untuk Kris masih memiliki harapan.

Namja kecil itu keluar kemudian membeli sekaleng kopi hangat yang tersedia di luar penginapan, kemudian duduk sendiri sambil mengamati udara yang mengepul dari mulut kecilnya. Joonmyeon menunggu dan menunggu hingga satu jam berlalu. Ia melemparkan kaleng kopi itu ke tempat sampah dan kembali ke penginapannya, dimana ia sudah dapat menduga bahwa pernyataan cinta kakaknya berhasil dan mendapatkan kakaknya yang kegirangan memeluknya.

Namun bukan itu yang pertama kali dilihat Joonmyeon

melainkan sebuah pandangan yang Joonmyeon tidak pernah bayangkan di benaknya, dimana Baekhyun dengan sukacita memeluk Kris yang berada di atasnya dengan kaki mengangkang, dengan alat vital Kris yang telah menancap ke dalam tubuh wanita tersebut.

" kyyyaa! joonmyeon! kenapa tidak ketuk pintu dulu" semburat merah menghiasi wajah Baekhyun, tidak jauh berbeda dengan wajah Kris yang panik.

Joonmyeon seharusnya sudah bisa menduganya. Namun sekali-kali tebakannya bisa meleset juga kan?

Tangan Joonmyeon yang masih di knob pintu itu sedikit bergetar, namun tidak dengan suaranya "maaf.. anggap saja aku tidak melihatnya.. kalian lanjutkan saja" memastikan expresinya sendiri yang masih terlihat datar, Joonmyeon memaksakan seulas senyuman di kalimat terakhirnya sebelum ia menutup pintu tersebut kembali.

Lelaki itu kemudian berlari keluar dari penginapan tersebut, hingga nafasnya menjadi terputus-putus kemudian tubuh kecil itu meringkuk di sisi jalanan yang gelap tersebut, memeluk tubuhnya sendiri yang kedinginan. Tidak ada air mata yang keluar dari manik hitam itu meskipun hatinya terasa tercabik-cabik.

He never felt so broken before.

Joonmyeon memang orang yang pertama kali dicium Kris

Namun yang memiliki tubuh Kris seutuhnya

Juga bukan dirinya.