.
.
.
FALLEN
.
CHAPTER 1.2 : BEGIN
.
KJI + OSH
.
M
.
.
Writter by Stepstephiie ©2017
.
.
PRESENT
.
.
"You make me…Begin."
.
.
Sehun merebahkan tubuhnya diranjang, raut bahagia terlihat jelas diwajahnya, Bibirnya tidak berhenti membuat kurva ke atas menarik sudut bibirnya untuk selalu tersenyum.
Dia bahagia hari ini.
Sangat bahagia.
Ahjussi nya menuruti apapun yang dia mau hari ini, Ahjussi nya menemaninya kemanapun dan itu cukup membuat Sehun bahagia.
Pipi Sehun bersemu saat membayangkan Jongin yang menciumnya di dalam gereja tadi. Sehun tidak tahu apakah dia harus merasa takut atau senang.
Sehun takut Tuhan akan marah karena dia melanggar aturan yang tidak di sukai Tuhan, tapi Sehun tidak dapat memungkiri bahwa dia menyukai apa yang Jongin lakukan kepadanya, dia menyukainya, menyukai saat Jongin menciumnya tepat dibibirnya.
Jantungnya kembali berdetak kencang saat Sehun kembali membayangkan sentuhan bibir Jongin, terasa lembut dan liar, sentuhan Jongin bagaikan sebuah nikotin di hidup Sehun, membuat Sehun ingin merasakan lagi, lagi, dan lagi.
"Apa yang kau pikirkan?" Sehun tersentak merasa terkejut akan kehadiran Jongin yang sudah berada di dalam kamarnya.
"Ah-Ahjussi apa yang kau lakukan disini?" Jongin menarik salah satu sudut alisnya.
"seharusnya aku yang bertanya apa yang kau pikirkan hingga tidak menyadari kehadiran ku?" sudut mata Jongin memicing memperhatikan gelagat Sehun yang terlihat gugup.
"Aku tidak sedang memikirkan apapun." Sehun mengalihkan pandangannya, menghindar dari tatapan tajam milik Jongin.
"Benarkah?" sudut bibir Jongin tertarik ke atas, kakinya melangkah mendekati Sehun yang sedang terduduk kaku diranjangnya.
"Bukankah kau sedang memikirkan tentang ciuman yang kuberikan?"
Sial!
Jongin menebaknya dengan sangat tepat membuat Sehun begitu ter-gugup.
"A-Aku tidak memikirkan itu." Suara Sehun terdengar lantang dengan nada gugup yang tidak bisa terlepas dari setiap kata yang diucapkannya dan Jongin menyukai itu.
"Kau tidak memikirkan ciuman ku tapi kau menginginkan aku untuk mencium mu kembali, seperti itu yang kau maksud?" Sergap Jongin menyerang Sehun dengan kalimat yang harus Sehun akui seratus persen tepat.
"Ahjussi berhenti menggodaku." Suara Sehun mengecil kepalanya menunduk menyembunyikan wajahnya yang memerah.
"Kau benar-benar membuat ku ingin menyerangmu." Jongin mendorong bahu Sehun perlahan membuat tubuh Sehun terbaring di atas ranjang dengan Jongin yang memenjarai tubuh anak remaja itu tepat diatasnya.
"Aku menginginkan mu…" bisik Jongin dengan berat tepat di telinga Sehun, memberikan rangsangan menggelitik yang mengetarkan tubuh Sehun.
"Ahjussi…." Sehun bersuara dengan suaranya yang bergetar dan napas yang mulai terengah-engah.
"Biarkan aku membuka baju ku, jika kau menginginkanku." Jongin mengangkat kepalanya dari bahu Sehun begitu mendengar ucapan anak itu.
"Apa maksudmu ucapanmu?" mata Jongin memicing, menatap Sehun dengan Tajam.
"Ahjussi, Jaejoong Hyung pernah mengatakan kepadaku jika kau berkata kau menginginkan ku, aku harus segera membuka baju ku agar kau tidak marah." Napas Jongin tercekat di dalam pangkal tenggorokkannya begitu mendengar ucapan Sehun yang begitu polos.
Jongin segera beranjak dari atas tubuh Sehun dan mengambil pesawat telepon yang tergelatak di atas meja nakas. Tangannya menekan beberapa nomor yang dihapalnya dan menunggu seseorang disebrang sana mengangkat teleponnya.
"Yeoboseyo…"
"Apa yang kau ajarkan kepada Sehun tentang aku yang menginginkannya." Sergap Jongin tidak memperdulikan sapaan orang di sebrang sana.
"Jongin? Ini kau?"
"Kau tidak memiliki perintah untuk bertanya kepadaku yang harus kau lakukan adalah menjawab pertanyaanku."
"Jongin aku tidak mengerti maksudmu mung-"suara orang di sebrang sana berhenti di tengah-tengah seolah sedang memikirkan sesuatu.
"Ah, Aku mengerti apa yang kau maksud Jongin, aku memang ngajarkan dia tentang bagaimana harus melayanimu."
"Aku tidak memintamu mengajarkan hal seperti itu kepadanya." Desis Jongin merasa tidak suka dengan apa yang dikatakan oleh Jaejoong.
"Maafkan aku, aku hanya ingin ka-"
"Berhenti melakukan sesuatu diluar perintahmu karena aku tidak menyukainya." Jongin memotong ucapan Jaejoong dan segera memutus sambungan telepon itu.
"Ahjussi, Maafkan aku. Kau boleh memarahiku tapi kumohon jangan lakukan itu kepada Jaejoong Hyung." Pandangan Jongin terarah menatap Sehun yang tengah menundukkan kepalanya merasa Takut.
"Aku tidak memarahi Jaejoong, aku hanya memberinya peringatan akan perintah yang seharus nya dilakukannya." Tangan Jongin terulur mengusap surai lembut miliknya Sehun, membuat Sehun menatapnya.
"Mungkin aku akan berterima kasih kepadanya karena sepertinya aku sedikit menyukai dengan apa yang dia ajarkan kepadamu tentang melayaniku." Sehun kembali menundukkan kepalanya merasakan pipinya kembali bersemu saat melihat tatapan Jongin.
Sehun tidak bodoh.
Dia cukup tahu dan dia cukup mengerti jika saat ini Ahjussi-Nya sedang menatapnya dengan begitu sensual dan menantangnya.
"Ahjussi apakah kau menginginkan aku untuk membuka bajuku untukmu?" Pertanyaan bodoh. Sungguh bodoh.
Sehun begitu bodoh, sangat bodoh dengan melemparkan pertanyaan kepada seseorang yang tengah memandang lapar dirinya.
"Jika kau tidak keberatan, aku akan menyukainya." Sial!
Sehun tidak punya pilihan lain selain melakukannya, Sehun yang terlebih dahulu menantang Jongin, maka dia juga harus menyelesaikan semuanya.
Sehun tidak ingin membuang waktu lagi, Kedua tangannya terulur membuka kancing piyama yang dikenakannya satu-persatu hingga memperlihatkan kulit putih bersih miliknya yang Menawan.
Jongin menggeram tertahan saat Sehun melepaskan piyama baby blue dari tubuhnya, memperlihatkan tubuh setengah-telanjangNya yang menggiurkandi hadapan Jongin. Begitu mengoda danbegitu menyesakkan.
"Apakah aku harus membuka celana ku juga Ahjussi?"
"Ya. Buka semuanya hingga tidak tersisa satupun." Brengsek!
Suara Jongin memberat dengan begitu dalam, matanya berkilat penuh napsu menatap Sehun dengan menantang.
Sehun beranjak, menumpuhkan tubuhnya diantara kedua lututnya yang bersanggap di atas ranjang. Tangan Sehun mengapit kedua ujung pinggir celananya dan menariknya turun secara bersamaan.
Sialan!
Jongin mengumpat dalam hatinya memandang tubuh telanjang Sehun tanpa busana sehelaipun yang menutupinya.
Terlihat polos dan dipenuhi oleh dosa secara bersamaan.
Dan Jongin sangat menyukai dosa itu.
Jongin bagaikan melihat seorang penari striptis yang membuka bajunya satu persatu di hadapannya, Tapi Tidak. Sehun seribu kali lebih indah dari penari striptis kelas satu sekalipun.
"Ahjussi apa yang harus ku lakukan kembali?" Sehun memandang Jongin begitu malu. Oh Sial siapa yang tidak akan merasa malu saat kau bertelanjang penuh dan ditatap begitu intens dan lapar dihadapan mu.
Jalang sekalipun pasti Juga akan malu jika harus ditatap begitu intens oleh orang yang disukainya bukan.
"berbaringlah dan biarkan aku yang melanjutkan semuanya, sayang." Tubuh Jongin merayap menaikin tubuh polos Sehun.
Tangannya menyelinap masuk kepunggung Sehun membelainya dengan sensual dan meluncur turun dilekukan bokong indah itu.
Panas tangan Jongin membakar kulitnya dan menembus hingga ke tulang Sehun.
"Ahjussi…." Rintih Sehun.
"Apa yang kau inginkan cantik." Bisik Jongin, dadanya bergerak naik dan turun setiap tarikan napasnya lebih dalam dari yang terakhir. Sehun tidak menjawab pertanyaan Jongin pikiran hanya dipenuhi dengan rasa yang begitu menyenangkan yang diberikan Jongin.
Bibir Jongin menjelajah lurus memberikan kecupan ringan di sepanjang bahu Sehun, membuat desahan tertahan keluar dari mulut Sehun begitu saja.
Jemari Jongin merayap di sekitar paha Sehun, membelai lembut titik sensitive yang Sehun miliki sebelum tangannya bergerak pasti membenamkan jarinya ke dalam tubuh Sehun.
Sehun mengigit bibirnya menahan erangan dan rasa sakit yang menghampirinya, tapi tidak berhasil.
Jongin tidak memberikannya bernapas sejenak dalam hal ini membuat butiran keringat bermunculan di dahinya.
"Shit, kenapa kau bisa begitu menggoda seperti ini." geram Jongin.
Jongin menarik jarinya dari dalam tubuh Sehun dan bergerak naik ke arah rusuk Sehun dan dadanya. Ibu jarinya bergerak maju-mundur di atas puting Sehun yang mengeras.
Sehun mendesakkan tubuhnya ke dalam telapak tangan Jongin menginginkan lebih banyak dan lebih keras.
Jongin menggeram, tidak dapat menahan sesuatu yang sudah sangat menyesakkan dan mendesak kain lembut celananya agar segera dikeluarkan.
Jongin sedikit mengangkat tubuhnya dari tubuh Sehun, tangannya bekerja dengan kilat membuka seluruh pakaiannya, hingga dirinya sama polos-nya dengan Sehun.
"Sehun." Panggil Jongin menatap Sehun yang sibuk menahan rintihannya dengan matanya yang terpejam.
"Ahjussi." Lirih Sehun, matanya terasa berkabut merasa sesuatu yang baru kali ini dia rasakan. Menyakitkan namun Menagihkan.
"Kau akan menjadi milik ku, kau mengerti."
Sehun berteriak begitu Jongin menghujam masuk ke dalam tubuhnya, sangat dalam dan menyakitkan.
"Sehun, tatap aku."
"Tidak." Sehun menggelengkan kepalanya tidak ingin menatap Jongin dengan airmata yang mengalir dari kedua bola matanya.
"Ku bilang Tatap aku Oh Sehun." Jongin memegang kedua sisi pipi Sehun dan mengarahnya wajah itu agar menatap ke arahnya.
"Izinkan aku untuk membawamu mencapai sesuatuyang tidak pernah kau rasakan sebelumnya." Tatapan Jongin begitu tajam menatap lurus ke manik mata Sehun yang menggenang.
"Ahjussi lakukan apapun yang kau mau karna aku milikmu sekarang."
.
.
.
To be continue =. CHAPTER 2 'LIE'
"Ini kekasih ku Park Chanyeol."
"Jauhi Park Chanyeol atau aku akan meninggalkan mu selamanya."
"Ahjussi kau harus tahu bahwa aku hanya mencintaimu."
"Hai, Aku Park Hyung Sik mau berteman dengan ku?"
"jika kau ingin mengalahkan Bajingan itu kau hanya perlu mengambil mainannya saja, Oh Sehun dia mainan Kim Jongin saat ini"
"Ahjussi, Ku mohon tolong aku hiks."
-END-
Sebelumnya aku cuma mau klarifikasi bahwa akun ini sama dengan aku Taejungkim di FFn juga, dan FF juga ada dalam bentuk Taekook. Jadi bisa dibilang aku ngeremake FFKU sendiri kedalam bentuk Kaihun ya.
Stepstephiie © 2017
2017.09.10
