Disclaimer : I hate to tell you this again,but I don't own Bleach.

A/N : Maaf kalau dah buat fanfic ini macetTapi ini dia Chapter 4 saya.

X
X
X
X

Why

Sementara itu di dimensi 2 hari semenjak Ichigo masih terus menyelidiki tentang petir yang menyambar Ichigo 2 hari yang -teman Ichigo terus mencari dimana keberadaan Rukia menangis tanpa henti hingga ia tidak dapat mengeluarkaan air mata ia tidur Rukia pun memasuki dunia batinnya.

Di inner worldnya pun ia terus menangis bahkan air matanya membeku sebelum menyentuh tanah karena udara dingin yang dipengaruhi oleh perasaan Rukia yang ia melihat Sode No Shirayuki menghampirinya.

"Rukia-sama,kumohon jangan menangis"

"Ini semua salahku,aku ini memang orang jahat"

"Bukan,kau ini bukan orang jahat" Shirayuki berkata sambil memeluk Majikannya.

"Kenapa?" Rukia menangis di pelukan Shirayuki"Kenapa aku selalu kehilangan orang yang sangat dekat dengan hatiku?" Rukia menangis lebih keras.

"Ini seharusnya tidak mencacinya seperti itu"

"Tidak,ini bukan salahmu" Shirayuki mengelus rambut majikannya."Aku yakin Ichigo pun akan sedih bila ia melihatmu seperti ini"

"Terima kasih,kau sudah aku anggap seperti ibuku sendiri Sode No Shirayuki".

"Jika itu membuatmu lebih baik,kau boleh memanggilku okaa-san".

"Terima kasih okaa-san".

Keesokan harinya tiga penjelajah dimensi kembali menjalankan dan Shiro hari ini mengantar Yuzu dan Karin kesekolah.

Sementara Isshin membantu menyelidiki kasus perjalanan ke sekolah mereka sempat berbincang-bincang mengenai kasus yang akan mereka lakukan.

"Sekarang apa yang akan kita lakukan?" Ichigo bertanya kepada Shiro"Kita akan berurusan lagi dengan Aizen".

"Tenang saja,Kita kan memiliki kekuatan kali ini akan lebih mudah".

"Memang,tapi kau kan tahu itu bukan orang bodoh jadi kita jangan gegabah".

" selalu berkata seperti itu,kau sepertinya pesimis dapat mengatasi Aizen lagi!".

"Maka dari itu aku mungkin akan membutuhkan bantuanmu dan Zangetsu untuk mengatasinya lagi".

"Selama aku mendapatkan pertarungan aku akan selalu dibelakangmu"

"Terima kasih,aku hargai itu".

Tak berlangsung lama mereka pun sampai di sekolah dan seperti biasa Rukia selalu yang pertama mendekati hanya menghindarinya karena ia masih sakit hati,meskipun dia bukanlah Rukia yang dikenalnya.

Bel pertama mulai berbunyi,semua murid memasuki kelasnya dan yang lainnya mulai bersiap untuk mengikuti mata pelajaran bahasa inggris yang kata banyak murid guru bahasa inggris merupakan guru tercantik di sekolah itu.

Ketika sang guru memasuki ruang dan Shiro seakan tidak percaya apa yang mereka melihat Sode No Shirayuki masuk menggunakan kemeja putih dengan jaket abu-abu dan rok hitam dengan membawa setumpuk buku.

"Damn,bukankah itu Rukia Zanpakutou?.Dia terlihat sangat cantik" Shiro mengobrol dalam hati dengan Ichigo.

"Itu benar dia,tidak heran Zangetsu jatuh cinta padanya"

"Diam kau Ichigo" Ichigo mendengar Suara Zangetsu yang kontan membuat Ichigo kaget.

"Zangetsu! Bagaimana kau bisa mendengar kami?"

"Apa kau lupa King,kita adalah satu jiwa jadi wajar saja kita dapa mendengar apa yang kau ,sebaiknya kau kau bisa mengajaknya kencan seperti pada saat tahun baru"

"D-Diam kau hollow! Tidak ada yang berbicara denganmu" Dari kejauhan zangetsu tampak kemerah-merahan.

"Bagus Shiro,mungkin kau juga dapat memenangkan sebuah boneka chappy untuknya dan dia akan memberimu ciuman yang selalu kau inginkan".

"Jika kau tidak menginginkannya,aku yang akan mengajaknya kencan nanti".

"Jangan berpikir kau akan mendapatkannya Shiro!" Zangetsu dari kejauhan mengancam Shiro.

"Wow coba lihat,ada yang terlihat lebih muda ketika kau cemburu Zangetsu!"

Mengetahui Zangetsu malu Ichigo dan Shiro tertawa senang ketika menggoda sang Zanpakutou.

"Kurosaki-San,Kurosaki-san" Shirayuki memanggilnya.

"Oh apa Shirayuki sensei?"

"Apa kau baik-baik saja?"

"Tentu".

" -ngomong selamat datang kembali,Rukia terlihat sangat senang ketika mengetahui tunangannya masih hidup"

"Tu-tunangan?" Ichigo pun terkejut.

"Ya,kalian akan menikah sehabis kelulusan".

Ichigo terdiam ketika ia akan mengetahui ia akan menikahi Rukia lagi setelah kelulusan yang notabene tinggal satu bulan pelajaran dimulai Ichigo masih memikirkan perkataan Shirayuki tadi sementara Shiro hanya tidur-tidur saja.

Bel istirahat berbunyi Ichigo dan Shiro langsung menuju kantin karena mereka lapar dan sudah diduga Rukia mengikuti kemanapun Ichigo pergi.

"Ichigo,kenapa kau menjauhiku?"

Rukia terus menjauhinya dan Rukia terus menghindar akhirnya Ichigo meladeni Rukia.

"Baiklah,apa maumu?" Ichigo dengan nada kesal bertanya dan membuat Rukia terkejut.

"Ke-kenapa kau menjauhiku? Apa salahku?" air mata mulai menetes di air matanya Ichigo pun menghaluskan suaranya.

"Kau tidak salah apa-apa aku hanya perlu menjauh darimu untuk sementara waktu hanya itu"

Rukia langsung memeluk Ichigo erat dan mengangis di menangis lebih keras ketika ia merasakan Ichigo sedang melepaskan pelukannya lalu meninggalkannya begitu Shirayuki melihat Rukia menangis langsung menghampirinya.

"Rukia,apa yang terjadi?"

"okaa-san,tidak ada".

"Tidak mungkin kau menangis tanpa ceritalah ke ibu!".

Rukia menceritakan kejadian yang baru pun menangis.

"Kenapa? Kenapa ia berubah? Apa salahku?".

"Tenanglah Rukia,dia hanya butuh waktu akan bicara dengannya"

"Terima kasih ibu".

Setelah sekolah berakhir ia langsung dijemput oleh Isshin dan pergi ke kantor disana ia langsung disambut hangat oleh rekan berbincang-bincang ia dipanggil untuk menghadap komisaris Yammamoto.

"Detektif Kurosaki,apa kau tahu kenapa kau dipanggil?" Ichigo mengangkat bahunya tanda tidak tahu.

"Ini mengenai Ichimaru memberitahukan bahwa Aizen saat ini berada ditempat persembunyiannya di sebuah hutan di tokyo". Yammamoto menjelaskan.

"Jadi kau memanggilku untuk-"

"Untuk menangkapnya tapi jika kau bisa bunuh dia"

"Aku akan melakukannya dan aku pastikan aku tidak akan celaka kali ini"

"Bagu,kau akan ditugaskan dengan Detektif Ichimaru dan Petugas Rukia"

"Ichimaru dan-SIAPA? RUKIA?" Ichigo terkejut mendengar nama Rukia.

"Betul,kau akan ditugaskan dengan mereka"

"Tapi Kenapa?"

"Karena Ichimaru mengetahui dimana tempatnya berada dan untuk Rukia dia ingin bersamamu"

Setelah beberapa penjelasan tentang rencana penyerbuan seseorang mengetuk pintu kantor Yammamoto.

"Masuk" Ichigo melihat Rukia dan Gin memasuki ruangan.

"Kita sudah siap komisaris"

"Baiklah kalian akan sekarang"

Ketiga detektif meninggalkan ruangan dan langsung ke lantai parkir untuk mengambil yang mengendarai mobil sedangkan Ichigo dan Rukia duduk di kursi belakang.

Kembali ke dimensi lain Rukia terbangun dari tidurnya dan turung untuk hanya makan sedikit karena ia tidak terbiasa makan tanpa ada Ichigo disampingnya.

"Rukia-chan,kenapa kau hanya makan sedikit?" Tanya Isshin dengan rasa cemas.

"Aku tidak terbiasa makan tanpa adanya anakmu disampingku"

"Walaupun kalian sering bertengkar akhir-akhir ini tapi perkataanmu tadi menunjukan bahwa kau sangat mencintainya bukan?" Rukia menganggukan kepala.

Setelah sarapan Rukia berniat pergi ke Soul Soceity akan tetapi ditengah jalan ia melihat kumpulan awan yang sangat familiar.

"Awan itu!"

Tiba-tiba saja sebuah petir hijau menyambar Rukia,untungnya Rukia dapat petir kembali menyambar tetapi Rukia menggunakan Shunpo untuk menghindarinya.

"Itu petir yang sama,petir yang membuat Ichigo menghilang" pikir Rukia.

"Rukia-sama" sebuah suara yang sangat familiar bagi Rukia.

"Ada apa Sode No Shirayuki?"

"Aku merasakan Reiatsu dari petir tersebut dan jika dugaanku tepat Suamimu tidak tewas tetapi pindah ke suatu tempat" Jelas Shirayuki.

"Jadi tahu apa yang harus aku lakukan" Rukia pun berhenti bergerak.

"Ayo datanglah padaku!"

Sebuah petir pun menyambar Rukia membuat Rukia berteriak kesakitan dan kemudian menghilang.

To Be Continued

Next Chapter : Meeting