Naruto and Kyuubi chapter 4

Disclaimer: Masashi Kishimoto

ItafemNaru, SasufemNaru, SuifemKyuu.

Perkenalkan, saya integraleksponen. Ini cerita keempat saya, silahkan membaca dan enjoy:D. Oh iya senpai, cerita ini ada di wattpad juga cuman saya gabisa nerusin karena saya numpang share di akun temen saya (._.)

yuki akibaru Terimakasih senpai sudan mau membaca dan mereview:D

Gelang perak dibeli dari Kenya
Belinya lewat pedagang mahir
Senpai, terimakasih atas reviewnya
Semoga tetap review sampai akhir:D

Selamat membaca Senpai:D


At evening
================================

Suara biola yang digesek terdengar merdu. Tampak seorang anak lelaki sedang memainkan alat musik gesek tersebut. Matanya yang tertutup menandakan bahwa anak itu menghayatinya. Dia adalah Juubi

"Bagus! Kau memang sangat berbakat dalam memainkan biola" kata Asuma sambil bertepuk tangan bangga.

"Terimaka kasih, Asuma san" kata Juubi membukuk hormat. Juubi tersenyum manis sampai menyembunyikan bola matanya.

"Cukup sampai disini, minggu depan aku akan memberikanmu lagu baru" kata Asuma bersiap pulang.

Juubi juga memasukan kembali biolanya ke dalam tempatnya. Dengan pemberian hormat dari masing-masing pihak, mereka berdua pergi melangkah keluar ruangan. "Juubi, kau mau pulang denganku? Kebetulan aku akan kerumah temanku yang searah denganmu" kata Asuma

"Terimakasih Asuma san, tapi aku ingin pulang sendiri saja" kata Juubi.

"Baiklah. Hati-hati ya" kata Asuma mengacak-ngacak rambut merah Juubi.

Jarak rumah Juubi dengan tempat les biolanya tidak terlalu jauh. Hanya berjarak kurang lebih 1 kilometer. Juubi juga membenci untuk dijemput karena Juubi merasa jika anak lelaki itu harus belajar mandiri dari kecil dan melakukan sesuatu tanpa meminta bantuan selama masih dapat dilakukan sendiri.

xxxxx

Jalanan yang sepi dan gelap, hanya diterangi oleh lampu-lampu pinggir jalan. Anak kecil berambut merah sekitar berumur 5 tahun berjalan sendiri membawa biolanya. 'Mendung' pikir Juubi.

"Selamat malam, Juubi kun" tiba-tiba seorang pria datang menghampiri Juubi. Pakaian jasnya yang terlihat mahal yang menandakan pria ini bukan orang biasa.

"Paman siapa?" tanya Juubi

"Aku Kimmimaro" kata pria itu. Di mulutnya tertarik senyuman ramah

"Kimmimaro?, siapa?" tanya Juubi bingung

Kimmimaro itu menyeringai. "Juubi kun, aku akan mengabulkan semua keinginanmu yang tidak bisa kau dapatkan selama ini"

"Huh?" Juubi terkejut mendengar perkataan Kimmimaro. Dia berusaha untuk menyaring kata-kata aneh yang terlontarkan di otak Juubi.

"Ayo bergabunglah denganku. Apapun keinginanmu akan ku penuhi dengan sempurna, sampai yang tidak mustahil pun akan kubuat semuanya mustahil" kata Kimmimaro

Juubi mulai terpancing dengan perkataan Kimmimaro. Teringatlah wajah Kyuubi, sang saudara kembar identiknya. "Paman bersungguh-sungguh akan semua hal yang paman katakan?" tanya Juubi.

"Tentu saja" kata Kimmimaro semakin menyakinkan perkataanya.

"Kenapa harus aku? Bagaimana paman mengetahui namaku?" tanya Juubi

"Kau ini memang anak yang sangat istimewa. Tingkat kewaspadaan yang tinggi, pencermatan dan observasi yang tinggi, otak yang cerdas sekaligus cerdik mengakali sesuatu" kata Kimmimaro mengacak-ngacak senang rambut Juubi dengan senyuman

"Maaf paman, aku tidak seperti yang paman pikirkan. Aku berbeda" kata Juubi bersedih. Paman ini, ternyata menganggapnya sama dengan Hidan kakaknya. Rasa kecewa, kesal dan sedih pun muncul

"Benarkah? Aku pikir kau adalah anak yang istimewa, kau memiliki kemampuan yang tidak bisa dimiliki oleh siapapun. Maka dari itu aku menginginkamu" kata Kimmimaro

"Kau tidak main-main? Kau sanggup akan semua itu? Kau berjanji?" kata Juubi

"Tentu saja" sahut Kimmimaro

"Baiklah aku akan ikut denganmu." Kata Juubi. Kimmimaro tersenyum smirk diam-diam."Sekarang patuhi permintaanku yang pertama" kata Juubi

Mendendengar permintaan pertama Juubi, Kimmimaro tersentak. Kimmimaro berpikir ulang dan menyaring baik-baik kata-kata yang membuat orang merinding. "Juubi kun, kau yakin akan hal itu? Maksudku apa penyebab khusus sehingga kau mau melakukan hal itu?" tanya Juubi

"Aku iri pada kakakku. Kakakku mengikuti jejak yang sama persis dengan kedua orang tuaku. Semua orang memuji-memujinya. Bahkan sampai kedua orang tuaku dan saudara kembarku lebih mementingkan kakakku daripada aku. Aku seperti tidak mempunyai siapapun di sisiku. Aku membenci semua hal tentang kakakku. Orang tuaku selalu memaksaku untuk menjadi seperti kakakku, padahal aku tak menginginkannya. Mendapat hukuman berat dari mereka jika tidak berjalan sesuai harapan mereka

Jadi, aku ingin kau membunuh kedua orang tuaku dan membuat Kyuubi mempunyai kebencian terhadap kakakku. Sehingga aku bisa bersama Kyuubi" kata Juubi

Kimmimaro masih melotot tak terpacaya. Anak kecil 5 tahun dapat mengatakan hal sesulit ini?

"Kenapa? Kau tak sanggup? Bukankah kau berkata sendiri akan membuat segala yang tidak mungkin menjadi mungkin? Atau jangan-jangan kau takut?" kata Juubi arogan. Ekspresinya pun jauh lebih arogan. Juubi seolah-olah meremehkan perkataan Kimmimaro yang terlihat terkejut akan permintaan pertamanya

"Baiklah" kata Kimmimaro senang hati. Informasi yang dia gali terhadap adik Hidan tidak sia-sia.

Kembaran dari Kyuubi memang benar mempunyai sifat yang berbeda dan selera yang berbeda dari seluruh keluarganya. Sifat yang ingin melakukan sesuatu dengan menghalalkan segala.

"Jika aksimu terlihat oleh orang lain, apa yang akan kau lakukan?" tanya Kimmimaro mengetes iseng Juubi.

"Semuaya akan baik-baik saja dalam permainanku. Semua pion akan kugerakan dengan hati-hati, menghapus semua jejak dengan sempurna, dan membuat semuanya berjalan sesuai dengan rencana. Aku akan bermain, one shoot-they all die." kata Juubi

Ini yang ingin Kimmimaro dengar. Permainan yang bisa merenggut ratusan bahkan jutaan nyawa manusia. Permainan yang dapat menghancurkan segalanya. Juubi, memang anak yang suka bermain. Menganggap kehidupannya bagaikan catur.

Dia adalah raja dan sisanya adalah pion-pion yang dia kendalikan. Pilihan yang sungguh tepat.

'akhirnya aku akan mendapatkan kedudukan yang sebanding dengan grup Uchiha' pikir Kimmimaro dengan senyuman licik di singgungan garis senyumnya

At Juubi's house
=================================

"Ayah, Juubi kok belum pulang juga ya?" tanya ibu Juubi khawatir. Pandangannya ke luar jendela. Sang ayah yang sedang membaca Koran di ranjangnya bersikap tenang. Tak ada kekhawatiran tersirat dalam wajah sang ayah

"Biarkan saja. Palingan dia masih belajar biola dengan lagu barunya lagi"

"Ayah! Bagaimana ayah bersikap tenang seperti itu? Biasanya kan dia pulang sebelum jam 7, tapi ini sudah jam 10 malam dia juga belum pulang. Padahal Kyuubi sudah pulang dua jam yang lalu. Aku takut terjadi sesuatu yah." kata ibu menghampiri suaminya ddengan wajah semakin khawatir ketika melirik ke arah jam dinding. Ibu Juubi lalu menempatkan posisinya di samping suaminya

"Kau ini terlalu khawatir. Dia laki-laki, tidak pantas dikhawatirkan berlebihan seperti itu. Lagi pula jarak dekat, hanya 1 kilometer. Sekalipun Juubi pulang tengah malam, Asuma pasti akan mengantarnya pulang" kata ayah cuek

"Jangan selalu bergantung pada orang lain seperti itu! Dia itu tetap anak kita yang masih bermur 5 tahun! Jangan selalu memperlakukannya seolah-olah anak kita itu sudah dewasa ayah!" kata ibu mengomel-ngomel.

Suaminya memang memperlakukan dan mendidik anak lelakinya seperti orang dewasa. Meskipun belum saatnya, sang suami terlalu mempunyai sifat keras kepala dan terkadang otoriter. Jika menyangkut tentang prestasi, sang istri sudah tidak bisa mengganggu gugat terhadap sikap suaminya ini.

"Aku mengantuk. Aku tidur dulu" kata sang ayah menghindar dari omelan sang istri. Dia melipat korannya kemudiam di letakan di meja lampunya. Dibaringkan tubuhnya lalu sang suami telah dimasuk kedalam lubang mimpi

"Dasar." Kata sang ibu hanya menggerutu sebal melihat sikap suaminya ini

At midnight
======================

Hujan turun sangat deras. Petir yang menggelegar bagaikan permainan iblis yang sedang mengacaukan bumi. Angin bertiup sangat kencang layaknya tiupan iblis yang ingin menerbangkan segalanya. Samping tembok rumah Juubi yang sederhana, terdapat 2 mobil hitam berbaris terparkir. Di mobil tersebut duduk Juubi di samping supir. Sisanya Kimmimaro dengan pria misterius

"Tembak bius anjingnya terlebih dahulu. Juubi akan masuk ke dalam, kau ikuti dia dari belakang. Putuskan semua aliran listrik. Sesampai di dalam, putuskan aliran telpon lalu kau tusuk Juubi, kemudian naik ke lantai 2 dan pergi menuju pintu kamar berwarna coklat. Itu pintu kamar kedua orang tua Juubi. Bunuh mereka segera tanpa ada jeda waktu sedikitpun." kata Kimmimaro menjelaskan langkah-langkah rencananya

"Apa? Kenapa aku harus membunuh bocah itu? Terus jika salah satu dari kedua orangtuanya berhasil menguhubungi polisi lewat ponsel bagaimana? Aku akan segera tertangkap di jalan nanti"

"Jalankan saja apa yang aku perintahkan" ucap Kimmimaro

"Baiklah, tapi benar ya kau jamin keselamatanku?"

"Iya bawel! Sudah sana cepat! Waktu yang berjalan mempengaruhi rate sukses rencana! Akan kubayar setelah kau menyelesaikannya" kata Kimmimaro

"Aku mengerti" kata seorang pemuda misterius tersebut.

Anjing sudah terbius. Aliran listrik juga sudah terputus. Rumah Juubi kini gelap gulita. Juubi membuka pintu dengan kunci cadangan yang selalu dia bawa. Mereka pun masuk ke dalam rumah.

Tap tap tap. Suara hentakan kaki terdengar pelan. Pria misterus itu langsung memutuskan kabel telpon. Lalu menghadap Juubi yang di belakangnya. "Kau siap?" tanya pria misterius itu. Kyuubi hanya mengangguk.

Takut rencananya gagal dan berakhir ditangkap polisi, pria misterius itu langsung menusuk Juubi ke daerah perut. Darahnya mengalir deras. Juubi langsung terjatuh. Pria itu terkejut karena dia berpikir dia telah membunuh bocah yang penting bagi bosnya. Pria itu masih diam tidak bergerak. 'Bagaimana ini, aku membunuhnya!' pikir pria itu panik

"cepat pergi!" bisik Juubi

Pria misterius itu menemukan jika Juubi sedang bermain akting. Dia langsung melesat ke lantai dua menuju kamar kedua orang tua Juubi, sementara Juubi sendiri terkapar berlumuran darah di depan pintu

Masuklah pria itu ke dalam kamar kedua orang tua Juubi.

KREEK. Pintu terbuka pelan. Cahaya petir yang terang, membuat kedua orang tua Juubi terlihat tidur lelap di ranjang mereka dengan selimut yang menutupi tubuh mereka. Tanpa membuang waktu, pria itu langsung menusukan pisau ke tubuh ayah Kyuubi.

"KYAAAAAAAAAAAAA!"

Teriakan keras ibu Juubi terdengar jelas, sehingga Kyuubi terbangun dari tidurnya. Wajah Kyuubi terkejut, jantungnya berdebar-debar dan merasakan perasaan tidak enak mengelilinya. Gelap. Dengan panik, Kyuubi mengambil senter di keropak meja lampunya dan berlari terburu-buru menuju kamar kedua orang tuanya

BUUUAAAAARRRRR!

Ledakan petir yang kencang menghasilkan cahaya yang terang. Mata Kyuubi terbelalak lebar. Senter yang dia pegang pun terlepas dari tangannya. Karena, ketika cahaya petir yang terang tersebut menerangi kamar orang tuanya, Kyuubi melihat sosok pria bertopi baru saja menarik kencang tancapan pisau dari dada ibunya.

Darah menyebar luas sehingga memenuhi kamar orang tuanya. Ayahnya telah terkapar berlumuran darah di atas ranjang. Begitupun juga sang ibu.

Otot dan tulang Kyuubi tiba-tiba tidak bisa di gerakan. Suaranya juga tiba-tiba menghilang. Jantung berdetak sangat kencang, tubuh Kyuubi pun bergetar kencang. Pria itu kini melihat Kyuubi di ambang pintu.

Datang lagi cahaya petir yang sangat terang dengan suara lebih keras, wajah pria misterius itu terlihat sangat jelas. Wajahnya sebagian terlumur darah. Seyuman iblis menakutkan dan tatapan psikopat yang hendak membunuh terbaca jelas.

Kyuubi masih tidak bisa bergerak. Masih tidak bisa berteriak. Pria misterius itu berjalan selangkah demi selangkah ke arah Kyuubi. Dengan dorongan dan paksaan, Kyuubi berhasil lari.

Kyuubi turun dari lantai 2. Nafasnya terengah-engah. Di ruang tamu, Kyuubi melihat saudara kembarnya terkapar tidak berdaya. Perutnya berlumuran darah. Nafas berat terlihat di dada Juubi

"La…ri…. " kata Juubi lalu tidak sadarkan diri.

TAP

TAP

TAP

Hentakan kaki pria misterius itu terdengar. Kyuubi menoleh ke belakang. Di lantai dua terlihat bayangan pria misterius yang semakin lama semakin dekat dengan dirinya. Kyuubi yang tidak tahu harus berbuat apa. Tanpa sadar dia pergi ke dapur. Mengambil pisau dan bersembunyi di belakang pintu dapur.

Pria misterius itu melangkah ke dapur. Bayangan pria itu semakin lama semakin jelas. Kyuubi menggenggam erat pisau di tangannya.

Ketika pria itu telah masuk dapur, dengan kecepatan kilat Kyuubi menusuk perut bagian belakang pria itu lalu digeserkan tusukan itu hingga perutnya tersobek dan isi perut pria itu berceceran dimana-mana. Dalam hitungan detik pria itu jatuh tewas di tempat.

Kyuubi hanya terdiam tanpa ekspresi melihat pria itu tewas. Seluruh wajah dan tubuh Kyuubi hampir tertutupi lumuran darah. Kyuubi menjatuhkan pisaunya, kemudia jatuh duduk di lantai. Diam. Lalu menesteslah tetesan air mata Kyuubi.

Mobil polisi dan ambulan mengelilingi depan rumah Kyuubi. Hujan yang masih mengguyur deras tidak menghalangi niat para tetangga yang ingin melihat kejadian pembunuhan. Garis batas polisi membatasi jarak para tentangga untuk tidak mendekati tempat kejadian.

Mayat yang ditemukan di gotong satu persatu oleh pihak ambulans. Polisi sibuk memeriksa barang bukti untuk peneylidikan lebih lanjut

Lalu, keluarlah gadis kecil yang belumuran darah dengan wajah tanpa ekspresi di bawa oleh polisi. Kedua tangannya yang mungil di borgol. Kyuubi, tersangka sementara sekaligus saksi mata.

"Yaampun, tidak di sangka mereka mengalami hal mengerikan seperti ini" bisik salah seorang ibu-ibu kurus yang melihat Kyuubi di bawa oleh polisi

"Iya benar. Kasihan Kyuubi, padahal umurnya baru saja 5 tahun dan sudah mengalami kejadian sangat tragis begini" bisik ibu-ibu pendek

"Iya iya" para tetangga yang menyaksikan berbisik-bisik.

Kyuubi sebenarnya mendengar bisikan, cemooh dan hinaan dari para tetangganya tapi, Kyuubi tidak mempedulikan hal itu. Dari saat itulah Kyuubi mulai dingin terhadap orang lain di sekitarnya

At hospital
======================================

Juubi yang tadi tampak seperti terbunuh, kini duduk sehat-sehat saja di ruang perawatan bersama Kimmimaro.

"Maafkan aku, aku telah salah memilih orang" kata Kimmimaro merasa bersalah dan telah mengecewakan kunci emasnya tersebut.

"Tidak apa-apa, justru ini jauh lebih baik" kata Juubi. Juubi tidak terlihat sedih ataupun terpukul sama sekali seperti Kyuubi. Kimmimaro terseringai bangga di bibirnya

"Kau memang pemain yang sangat fantastik. Aktingmu tadi sangat mendukung" kata Kimmimaro tersenyum bangga kepada Juubi.

Juubi hanya menatap Kimmimaro dingin dan cuek. Sebenarnya jauh di lubuk hati Juubi, Juubi merasa syok mendengar teriakan ibunya tadi saat pembunuhan terjadi. Hanya saja, Juubi tidak pernah mau mendengarkan hati kecilnya oleh rasa dendam dan amarah yang dalam atas perilaku kedua orang tuanya selama ini.

Juubi telah berpura-pura sekarat di depan Kyuubi. Sebelumnya Juubi telah ditempelkan sebuah benda di perutnya yang berisi darah palsu. Maka ketika ditusuk, benda itu langsung mengeluakan darah sehingga terlihat seperti perut Juubi benar-benar tertusuk.

Dokter dan para suster serta petugas ambulans bekerja di bawah perintah Kimmimaro. Polisi yang datang pun juga mempunyai hubungan erat dengan Kimmimaro. Sehingga Juubi tidak di curigai.

"Manipulasi semua data dengan sangat sempurna, buat Hidan yang merencanakan hal ini. Jangan ada celah kebenaranpun yang terbuka. Suatu saat nanti, jika Kyuubi ingin tinggal di kos, lacak dimana sasaran kosnya dan bayar semua pemilik kos

Perintahkan mereka juga untuk memberikan semua info Kyuubi mulai dari siapa temannya, alamat sekolahnya dan tempat yang Kyuubi datangi untuk bepergian, belanja serta bekerja part-time setiap sebulan sekali. Jika salah satu mereka tidak mau, hancurkan usahanya dan lenyapkan seluruh garis keluarga hingga keturunannya" kata Juubi

"Apa?"

"Benar apa tidak prediksiku ini hanya waktu yang dapat menjawabnya. Jika salah, akan kuberikan rencana B, yang paling penting adalah menguji kebenaran prediksiku dengan taruhan nyawamu"

Kimmimaro tersentak mendengar ucapan Juubi. Bocah 5 tahun ini benar-benar unpredictable. Dia berani mengatakan hal seperti ini dengan kepercayaan diri yang penuh meskipun 0,5% itu terjadi. Karena pasti ada akan salah satu keluarga yang mau mengadopsi. Kimmimaro benar-benar bimbang, apakah dia harus percaya pada prediksi bocah 5 tahun tersebut atau tidak.

"Baiklah. Tapi jika prediksimu melenceng, aku akan benar-benar membuat mimpi burukmu terjadi" kata Kimmimaro menegaskan nadanya kepada Juubi yang mau istirahat tidur

"Terserah" kata Juubi sambil melepas impusnya lalu Juubi terjatuh ke dalam mimpi. Kimmimaro hanya menatap Juubi yang sudah tertidur pulas.

END.

Xxxxx

Kyuubi terdiam kaku. Tangan Kyuubi yang menodongkan pisau ke arah Juubi, diturunkan. Tidak disangka ternyata Kyuubi juga secara tidak langsung penyebab kejadian tragis ini. Memang benar, selama ini Kyuubi selalu berada dekat dengan Hidan. Setiap kali Juubi mengajaknya bermain, dia lebih memilih berada di sisi Hidan

Juubi telah dicampakan. Kyuubi tidak tahu jika Juubi mendapatkan perlakuan berbeda dari kedua orangtuanya dan merasakan perasaan yang begitu sakit.

"Hukuman apa yang diberikan oleh ayah dan ibu?" tanya Kyuubi.

"Kekerasan. Sangat menyakitkan dan juga mengerikan" kata Juubi sambil beranjak dari duduknya untuk melangkah menghapiri Kyuubi. Kyuubi tidak merespon perkataan Juubi. Juubi memeluk Kyuubi dengan lembut.

"Tapi itu semua hanyalah masa lalu. Sudah tidak berarti lagi sekarang" kata Juubi. Juubi merasa sangat tenang. Sudah 11 tahun, Juubi tidak memeluk tubuh sang saudara kembar identiknya yang sangat dia sayangi. "Kyuubi, kau tau, aku sangat merindukan dirimu" kata Juubi. Mereka terdiam dalam kensuyian di sekitar suara kayu terbakar di perapian

"Lepaskan aku" kata Kyuubi. Tidak ada kandungan dingin ataupun sinis dendam penuh amarah yang sangat dalam.

Dia mengetahui sebenarnya. Ini bukanlah sepenuhnya salah Juubi. Tapi Kyuubi dan kedua orang tuanya juga bersalah karena sudah memperlakukan Juubi berbeda tanpa sadar. Jika seandainya saja Kyuubi maupun kedua orangtuanya tidak seperti itu, maka hal ini tak akan pernah terjadi.

Rasa bersalah, rasa kecewa, marah terhadap dirinya dan Juubi, marah kepada orang tuanya, bercampur aduk menjadi satu di dalam hati Kyuubi. Juubi melepaskan pelukannya. Ditatapnya wajah Kyuubi.

"Kenapa kau baru memberitahu hal ini?" tanya Kyuubi. Juubi hanya tersenyum

"Aku hanya melakukan apa yang seharusnya aku lakukan dari dulu" kata Juubi. Kyuubi menarik napasnya

"Aku harus kembali" kata Kyuubi pergi meninggalkan Juubi. Ketika Kyuubi melangkah, Juubi menangkap lengan Kyuubi

"Aku akan mengantarmu"

"Tidak perlu. Aku bisa sendiri"

"Di sana gelap. Ruang bawah tanah ini juga terhubung oleh jalanan di luar. Jadi, tidak di jamin jika ini aman 100%. Terdapat banyak belokan-belokan yang dapat membuatmu tersesat."

Kyuubi diam saja. Tidak membalas perkataan Juubi. Di padamkan apinya oleh air yang tersedia di samping perapian. Air yang sengaja di siapkan Juubi sejak awal. Juubi mengambil lampu minyaknya.

xxxxx

Hidan bersandar di tembok. Kepalanya terdongak ke atas. Langit-langit akademi yang terlapis perak di tatap oleh Hidan sedih sekaligus lelah mencari sosok sang adik tersayang yang menghilang entah kemana.

Hidan teringat 11 tahun lalu. Ketika mendengar bahwa kedua orangtuanya di kabarkan mengalami kecelakaan, Hidan langsung terbang kembali pulang. Yang masih bertahan hidup hanya Kyuubi dan Juubi. Di saat kejadian, Juubi dikabarkan di adopsi oleh seseorang.

Kyuubi yang masih dalam ruang perawatan, terlihat tidak ada ekspresi sama sekali di wajah Kyuubi. Tatapan Kyuubi kosong, dingin dan sinis. Begitpun juga dengan sikapnya. Dokter berkata, Kyuubi tidak pernah berbicara sepatah katapun.

Kyuubi mengalami syok sangat dalam. Beberapa kali mengalami pengobatan, Kyuubi tetap tidak berubah. Kyuubi selalu menjauh dari kalangan sosial. Kyuubi juga tidak pernah tersenyum lagi.

Hidan yang berusaha untuk membuat Kyuubi tersenyum, tidak pernah berhasil. Kyuubi bagaikan tubuh tak bernyawa saat itu.

Semua hal tentang adiknya membuat perasaan Hidan tidak karuan. Kyuubi adalah satu-satunya keluarga yang Hidan miliki. Hidan sudah tidak menganggap Juubi sebagai keluarga, tetapi sebagai pengkhianat. Hidan juga bertekat untuk memburu Juubi dan orang-orang di belakangnya untuk membalaskan dendam.

Hidan memijat keningnya. Kepalanya pusing, berat dan juga pening. Kenapa hal serumit ini bisa terjadi. Hidan memulai perjalanannya lagi untuk menemukan Kyuubi. Beberapa saat kemudian Hidan melihat Kyuubi berjalan sendirian di koridor.

"Kyuubi!" Hidan berlari cepat menghampiri Kyuubi. Larinya terhenti sekaligus terkejut ketika Hidan melihat Kyuubi membawa pistol di tangannya. "Kyuubi, darimana saja kau?. Kenapa kau membawa-bawa pistol?" tanya Hidan

"Aku meminjam pistol securiti untuk latihan tembak. Kak tolong kembalikan ya, aku lelah, ingin segera tidur" kata Kyuubi menyerahkan pistol itu

Hidan hanya terbengong-bengong melihat Kyuubi. Apa ini? Kenapa Kyuubi berubah seperti ini? Suaranya berbeda. Memangnya apa boleh sekuriti meminjamkan pistolnya?. Hidan ini mengatakan sesuatu, tapi Kyuubi keburu melangkah pergi meninggalkannya.

Beberapa langkah kemudian, Kyuubi terhenti lalu mengok ke arah Hidan

"Selamat malam kak" kata Kyuubi tersenyum. Lalu dia melanjutkan langkahnya lagi

Hidan yang di belakangnya hanya terheran-heran.

At morning
=========================================

Naruto sedang berdiri di depan pintu ruangan vice principal. Naruto jalan mondar mandir, karena ragu ingin mengetuk pintu tersebut atau tidak. Naruto yang teringat akan ekspresi kesal Itachi padanya kemarin sore, masih terbayang-bayang di kepala Naruto

Dengan penuh keberanian dan tekad yang kuat, Naruto mengetuk pintu tersebut. Lalu masuk. Itachi terlihat sibuk mengecek-ngecek data di laptopnya. Selebaran map pun juga di cek oleh Itachi. "Itachi" kata Naruto yang masih ketakutan.

"Kenapa?" tanya Itachi masih sibuk

"Ada yang ingin aku tanyakan"

"Katakan saja" kata Itachi masih sibuk. Naruto gemetar. Tangannya di kepal erat. Jantung Naruto pun mulai berdebar kencang

"Itachi...kau marah padaku?" kata Naruto berbisik. Suara Naruto tidak terdengar oleh Itachi sehingga Itachi menghentikan kerjaannya. Dia melihat Naruto yang berdiri tepat di depannya

"Apa? Aku tidak dengar"

"kau….marah padaku?" kata Naruto. Suara Naruto sedikit di keraskan. Itachi bingung mendengarnya.

"Hey kau ini kenapa?" tanya Itachi beranjak dari duduknya lalu menghampiri Naruto.

"Kemarin waktu jam makan siang, kau marah padaku ketika aku mengatakan Sasuke brengsek." Kata Naruto menyesali perbuatannya.

"Memangnya iya?" tanya Itachi.

"Kemarin kau bilang 'berhenti menyebutnya seperti itu atau aku akan marah padamu'. Aku benar-benar terkejut. Ekspresimu itu menyeramkan" kata Naruto. "Aku pikir kau marah, makanya aku ke sini pagi-pagi untuk minta maaf atas perkataan ku itu" kata Naruto. Itachi tersenyum

"Aku hanya kesal bukan marah. Jika aku marah, aku sudah mengusirmu dari tadi" kata Itachi

"Jadi kau tidak marah padaku?" tanya Naruto.

"Tidak Naruto" kata Itachi berkata sangat lembut.

Naruto senang sekaligus lega. Naruto yang sempat ketar-ketir jika Itachi akan marah dan memutuskan ikatan pertunangannya. Naruto sangat bersyukur mempunyai tunangan seperti Itachi.

"Ah benar juga" kata Itachi merogoh saku jasnya. Di keluarkannya dua tiket liburan musim panas

"Ini ambil lah" kata Itachi menyerahkan tiket tersebut

"Tiket apa ini?" tanya Naruto

"Tiket liburan musim panas. Kemarin Hidan memintaku untuk personal class trip-nya di Pulau Maladewa"

"Maladewa?!" kata Naruto melotot terkejut.

"Hm. Aku harus ikut untuk mengawasi mereka. Makanya aku ingin mengajakmu dan Sasori. Kita akan berlibur di sana selama satu minggu sekalian aku ingin mengadakan pesta kecil-kecilan pertunangan kita."

"He?" kata Naruto melongo

Itachi tersenyum. "Minggu depan akan diadakan parents meeting, jadi orang tua kita perlu datang. Untuk masalah gaun kau tidak perlu khawatir, aku sudah menyiapkannya. Kau tinggal terima jadi saja" kata Itachi.

Naruto semakin melongo. Naruto tiba-tiba meloncat girang dan memeluk Itachi. Itachi hampir saja terjengkang ke belakang.

"Aku sangat menyayangimu Itachi! Hahaha" kata Naruto tertawa sangat bahagia. Itachi tersenyum sambil memeluk Naruto lebih erat. Wajah Naruto berseri-seri senang bukan main. Mereka berdua tampak terlihat begitu bahagia.

At noon
=======================

Waktunya makan siang. Naruto dan Kyuubi berjalan bersama menuju ruang makan. Naruto menceritakan kejadian tadi pagi bersama Itachi, termasuk Itachi mengajak Naruto dan kakaknya ikut bergabung personal class trip kelas S tingkat 2 di Pulau Maladewa pada saat liburan musim panas nanti.

Naruto menceritakan hal tersebut dengan sangat girang kelewat batas. Gerakan tangan dan ekspresinya benar-benar enerjik.

"Kyuubi, kau juga ikut gabung kan?" kata Naruto.

"Iya, kakakku mengajak aku untuk ikut bersama dia" kata Kyuubi. Naruto tidak menyadari jika sikap Kyuubi melunak dan Kyuubi sedang menyembunyikan sesuatu lagi di hatinya.

Kyuubi dan Naruto berbaris untuk mengambil jatah makanan mereka. Lalu kemudian, para siswi yang berbaris di depan mereka berdua berlari menggerubungi 3 siswi cantik jelita di ambang pintu

"Kyaa! Karin san, kau sungguh cantik hari ini!" kata histeris siswi pendek kurus berambut bob

"Terimakasih" kata Karin senang dipuji

"Tayuya san dan Mei san juga sangat cantiiik!" kata 3 siswi lainnya

"Terimakasih" kata mereka berdua serentak.

"Mereka siapa?" tanya Naruto teheran-heran.

"Tidak tau" kata Kyuubi

"Kalian tidak tahu siapa mereka?" tanya seorang siswi berkacamata yang berdiri di belakang mereka. Kyuubi dan Naruto hanya menggelengkan kepala mereka bersamaan. Siswi berkacamata tersebut terkejut

"Benarkah? Aneh, padahal mereka bertiga itu sangat terkenal di akademi ini" kata siswi itu melipat kedua tangan di dadanya. Alisnya juga berkerut

"Memangnya mereka itu siapa?" tanya Naruto.

"Mereka itu adalah siswi kelas S tingkat 3 yang paling populer dari semua tingkatan dan tahun angkatan yang pernah ada" kata siswi berkacamata itu mengacungkan telunjuknya. Dan mulai menjelaskan identitas siswi yang digerubungi itu.

"Yang berambut merah lurus itu bernama Karin, dia merupakan artis sekaligus penyayi yang telah memenangkan penghargaan setiap tahun. Lalu yang di tengah namanya Tayuya. Dia adalah anak dari perdana mentri. Menurut gossip Tayuya merupakan tunangan dari Hidan-san. Tapi Hidan san selalu menolak info tersebut. Sedangkan yang mempunyai wajah seksi namanya Mei Terumi. Dia model internasional ternama dan terseksi di dunia. Banyak siswa di akademi ini tergila-gila olehnya

Tapi Mei-san sudah mempunyai tunangan, tunangannya itu adalah ketua OSIS di sekolah ini, alias Sasuke Uchiha-san. Aku sering melihat Sasuke-san dan Mei-san bergandengan tangan dan berjalan bersama

Itulah kenapa mereka itu yang paling popular. Satu-satunya angkatan kelas S yang satu sekolah dengan tunangannya sendiri. Tayuya ikut popular karena selalu bersama Mei san dan Karin san" kata siswi tersebut mengakhiri ceritanya.

Wajahnya yang bangga akan ceritanya itu, menghilang ketika melihat Naruto dan Kyuubi sudah tidak ada di depannya lagi. Melainkan sedang makan di dekatnya dengan sangat tenang dan menikmati

"Oooh begitu" kompak Kyuubi dan Naruto mengunyah makanan mereka masing-masing. Tak ada ekspresi terkejut maupun terkesan.

Siswi kacamata itu pun terheran. 'Cueknya...' pikirnya

xxxxx

Di sela-sela keasikan dan kenikmatan Naruto dan Kyuubi akan makanan mereka masing-masing, 3 siswi terkenal di akademi ini menghampiri mereka berdua. Wajah Karin, Mei dan Tayuya tampak begitu arogan dan meremehkan.

"Hey Kyuubi, tampaknya kau sangat menikmati makan siangmu ya" kata Tayuya tersenyum ramah palsu dengan sikap yang sok di lembutkan. Kyuubi hanya menatapnya. Memasukan makanannya ke dalam rongga mulutnya lalu mengunyahnya dengan sangat santai.

"Kenapa?" tanya Kyuubi dengan mulutnya yang penuh makanan tersebut

"Yaampun, bicara sambil makan. Dasar tidak sopan. Apa ini ini sikap dari adik pengusaha ternama Hidan? Benar-benar memalukan" kata Tayuya meledek sekaligus menghina Kyuubi.

Naruto tidak terima akan perlakuan menyebalkan Tayuya. Baru saja akan protes, Kyuubi sudah mengambil langkah lebih awal.

"Memangnya aku peduli" kata Kyuubi membuang pandangannya. Dia melanjutkan kembali makan siangnya. Nadanya yang dingin cuek tersebut membuat Tayuya sangat kesal.

'Bagus Kyuubi! Haha, rasakan itu! Semburan api panas dari Kyuubi!' pikir Naruto senang.

Tayuya memandang Kyuubi sangat sinis. Naruto yang melihatnya senyum-senyum senang. Di sisi lain, Karin yang berdiri di belakang Tayuya juga memandang Naruto lebih sinis dari Tayuya.

"Hey. Perhatikan bicaramu. Beraninya kau berbicara kasar seperti itu padaku" kata Tayuya tajam.

Kyuubi meng-ignore Tayuya. Dengan cueknya Kyuubi tetap menikmati makan siangnya. Naruto yang duduk berhadapan dengan Kyuubi senyum-senyum senang. Senyuman yang menari-nari di atas penderitaan orang lain.

Bunyi bel masuk berbunyi dengan cepat. Kyuubi dan Naruto yang digerubungi oleh 3 siswi terkenal di akademi pergi menuju kelas begitu saja. Mengkacangi mereka bertiga yang menggerubungi

"Cewe itu!" gumam Tayuya yang ingin menyerang Kyuubi, tapi terhentikan oleh Mei.

"Disini akademi. Kau akan kena masalah dari Hidan jika kau melakukan sesuatu padanya" kata Mei. Tayuya berdecih lalu menepis tangan Mei yang menggemgam lengannya dengan kasar. "Jangan gegabah. Kau akan bisa menyiksanya nanti" kata Mei tersenyum smirk evil. Tayuya menyadari kode yang disampaikan Mei. Tayuya senyum evil

In the parents meet's day
====================================

Malam ini adalah malam dimana para orang tua siswa dan siswi akademi berkunjung untuk melihat anak-anaknya. Parents meet hanya di lakukan setahun sekali oleh pihak akademi.

Di dekat tempat Victorian Gazebo terlihat perkumpulan sebuah orang tua Itachi dan Naruto. Mereka duduk di meja yang telah di siapkan khusus.

Fugaku yang mempunyai sifat keras, cuek dan keras kepala ini merasa menderita jasmani dan rohani terhadap Minato yang mempunyai sifat yang suka meledek dan iseng seperti Sasori. Baru pertemuan pertama saja sudah seperti ini, bagaimana jika sudah resmi menjadi bagian keluarga Uchiha? Mungkin Fugaku akan mati gila menghadapinya

Sedangkan ibu tiri Itachi asik-asik saja mengobrol dengan ibunya Naruto. Tawa demi tawa mereka lontarkan, sudah layaknya sepasang sahabat karib.

xxxxx

Para murid sangat senang bertemu dengan orang tua mereka masing-masing. Lain halnya dengan Kyuubi dan Hidan. Kaka beradik ini satu-satunya murid akademi shiki yang sudah yatim piatu. Maka, pihak akademi shiki memberi izin untuk pergi ke tempat kedua orang tuanya di pemakaman.

Dua Batu nisan berbentuk salib berdampingan satu sama lain. Di depan batu nisan tersebut terdapat sebaket bunga yellow camellia. Bunga berkelopak putih yang ditengahnya kuning ini menandakan sebuah kerinduan dari sang anak, Hidan dan Kyuubi

Hidan dan Kyuubia berdiri di depan tempat dimana orangtuanya tinggal. Angin yang bersemilir menerbangkan rambut kakak beradik ini. Kunang-kunang yang berterbangan membantu cahaya bulan menerangi cahaya gelap. Ekspresi wajah mereka sangat sedih dan sorot mata mereka tersirat kerinduan yang sangat mendalam

Kyuubi teringat akan masa lalunya ketika orang tuanya masih hidup. Ketika itu, Kyuubi sangat bahagia. Tawaan dan candaan dari kedua orang tuanya sangat membuat Kyuubi begitu gembira. Kakaknya yang selalu dibuli ibunya, Kyuubi yang selalu diledeki oleh ayahnya, dan Juubi yang selalu di buli oleh mereka semua.

Permainan kejar-kejaran yang dimainkan bersama ayahnya, kakaknya, dan juga saudara kembarnya begitu mengasikan. Masakan ibunya dan kelembutan ibunya sangat membuat suasana semakin nyaman. Keluarga yang hidup sederhana tapi penuh keceriaan sepanjang waktu

Semua perasaan itu, semua kenangan itu masih melekat kuat di diri Kyuubi. Kyuubi merasa baru saja kemarin dia merasakan suasana itu, melihat wajah kedua orangtuanya, merasakan pelukan hangat dari kedua orangtuanya ketika ketakutan dan juga rawatan kedua orang tuanya ketika dia sakit.

Kini semuanya hilang. Semua kebahagiaan dan keceriaan tersebut lenyap. Jika orang tua Kyuubi masih hidup, pasti saat ini Kyuubi sedang berbincang-bincang seru. Tertawa bersama. Saling membuli satu sama lain.

Malam semakin larut. Udara juga semakin dingin. Sudah waktunya untuk kembali. Sebenarnya Hidan masih ingin di sini. Bersama orang tuanya yang berada tidur dalam tanah. Tapi, masih ada tugas lain yang harus Hidan selesaikan. Terutama tugas menyiapkan personal personal class trip-nya.

"Ayo kita pulang" kata Hidan

Tiba-tiba Kyuubi jatuh berlutut di depan makam. "Kyuubi!" kata Hidan panik.

Tubuh Kyuubi gemetar. Kening Kyuubi menempel di dada sang kakak yang juga ikut berlutut. Hidan tidak bisa mengatakan hal apapun. Kyuubi pasti benar-benar merindukan sosok kedua orangtuanya. Hidan hanya bisa memeluk erat.

Rasa sedih yang sangat dalam, tidak tertahankan lagi. Air mata Kyuubi menetes.

Ikatan perasaan Hidan yang sangat kuat terhadap perasaaan Kyuubi membuat Hidan dapat mengetahui jika Kyuubi saat ini menangis, meskipun Hidan tak melihatnya. Hidan memejamkan matanya. Dia juga menahan kesedihannya.

Alisnya berkerut bukan marah tapi menahan sedih. Menahan sakit dan sesak terhadap perasaan sang adik yang tengah menangis diam tersebut.

Hidan harus menjadi perisai sekaligus pedang bagi sang adik untuk membuat sang adik tetap tegar dan bertahan hidup. Hidan mempererat pelukannya yang menandakan Hidan semakin menahan perasaannya.

xxxxx

Tidak hanya Hidan dan Kyuubi yang merindukan sosok pahlawan yang membuat mereka lahir ke dunia, pria tampan ketua OSIS ini juga merasakan perasaan yang sama.

Di depan kuil, tampak sebuah mobil ferari hitam baru saja terpakir. Dari dalam mobil tersebut, keluar sosok ketua OSIS, Sasuke Uchiha. Setelah mengunci mobilnya, dia berjalan menuju kuil dan masuk ke dalamnya sambil membawa seranjang penuh bunga Yellow Camellia dan Daffodil.

Sasuke melihat wanita yang terbaring tak bernyawa dalam sebuah peti kaca. Wanita itu mempunyai kulit yang seputih mutiara. Cantik seperti bunga mawar putih. Rambutnya hitam dan panjang lurus. Wanita itu memakai gaun berwarna putih yang anggun.

Wanita itu seperti seorang putri yang sedang tertidur. Sasuke membuka tutup peti kaca tersebut. Digengamnya tangan wanita itu yang terbalut sarung tangan putih. Lalu mengecupnya dengan sangat amat lembut penuh perasaan.

"Tadaima, okasan" kata lembut Sasuke. Tapi juga terdapat kerinduan yang diiringi kesedihan

Sasuke menatap lembut wanita tak bernyawa itu dengan sebutan ibu. Disentuhnya pipi Mikoto yang dingin. Meskipun dingin, Sasuke masih bisa merasakan betapa lembutnya kulit Mikoto.

Bunga-bunga yang di sekeliling Mikoto sudah tampak mulai layu. Sasuke mengambil bunga-bunga layu tersebut. Sasuke memotong semua tangkai bunga segar yang dia bawa hingga menyisakan kelopak-kelopak bunganya saja. Kemudian meletakannya di sekeliling Mikotoa yang menggantikan bunga-bunga layu tersebut.

Kini tubuh Mikoto di peti kaca telah dikelilingi oleh bunga Yellow Camellia dan Daffodil bawaan Sasuke. Ternyata di bawah bunga Yellow Camellia dan Daffodil, terdapat setangkai mawar putih segar tanpa duri. Sasuke mengambil mawar putih tersebut lalu meletakannya di bawah telapak tangan Mikoto yang di lipat di perutnya.

Kening Mikoto dikecup dengan begitu hangat dan lembut.

"Aku pergi bu" kata Sasuke. Sasuke menutup kembali peti kaca sang ibu. Kembali pulang ke akademi.

Di saat Sasuke mendekati mobil ferari hitamnya, Sasuke bertemu dengan pria setengah baya. Mereka berdua saling menatap dingin dan sinis satu sama lain.

"Sedang apa kau di sini?" tanya pria itu. Tanda-tanda membenci Sasuke sangat jelas terbaca

Sasuke tidak menggubris perkataan pria itu. Dia melewatinya begitu saja. "Bukan urusanmu" kata Sasuke sambil lewat. Pria itu mengikuti arah langkah Sasuke. Tatapan sinis pria itu semakin dalam.

"Tuan" kata salah satu penjaganya yang meminta untuk melakukan sesuatu terhadap Sasuke

"Biarkan saja" kata pria itu melanjutkan langkahnya dan masuk ke dalam kuil yang baru saja Sasuke masuki.

xxxxx

Kondisi Gaara sudah sembuh sekarang. Berkat pengobatan dari Shizune sensei, dia dapat pulih dengan cepat. Gaara berdiam diri di asrama karena kedua orangtuanya sedang bertemu dengan kedua orang tua Naruto. Sebenarnya Gaara diajak, tetapi Gaara masih belum bisa menerima kenyataan jika Naruto dan Itachi bertunangan.

Pintu asrama Gaara terketuk. Ternyata Suigetsu. "Gaara, liburan musim panas kau ikut dengan ku ya, ke Pulau Maladewa" kata Suigetsu

"Kenapa aku harus ikut?" kata Gaara heran.

"Personal personal class trip-ku ke sana kali ini. Itachi membawa Naruto dan Sasori, Hidan membawa Kyuubi, Deidara dan Kiba membawa peliharaan mereka masing-masing, kalo Sasuke masih belum tahu. Nah makanya aku mau membawa mu" kata Suigetsu

"Aku tidak menginginkannya" kata Gaara.

Suigetsu dan Gaara memang sudah saling mengenal semenjak mereka berumur 10 tahun. Saat itu orang tua Suigetsu sedang mengadakan pesta sosialisasi. Seluruh pengusaha dan penjabat-penjabat Jepang di undang ke pesta tersebut

Karena pesta sosilisasi itu Suigetsu mengenal Gaara. Dia lebih cenderung diam saat itu. Kemudian Suigetsu mengajak ngobrol Gaara. Suigetsu juga mengajak Gaara bermain di kamarnya hingga pesta selesai. Mulai dari situ, Suigetsu dan Gaara menjadi sangat dekat.

"Ayolaah, semua orang membawa sesuatu yang berharga. Masa aku harus sendirian" kata Suigetsu

"Tapi aku tidak mau" kata Gaara

"Ayolah, sekali saja! Aku akan mentraktirmu di sana" kata Suigetsu

"Terserah kau saja" kata Gaara mengalah. Karena, meskipun Gaara menolak, Suigetsu akan terus memaksa.

At evening in the day before personal class trip
=========================

Beberapa bulan sudah berlalu, kini liburan musim panas telah tiba. Besok pagi, para murid akan berkumpul untuk pulang ke rumah masing-masing. Kelas S tingkat 2, Itachi bersama Naruto dan Kyuubi tidak bersiap-siap untuk pulang. Tapi bersiap-siap untuk personal class trip di Pulau Maladewa.

Semua tampak sibuk menyiapkan barang dan baju yang akan dibawa. Tiket pesawat, paspor, dan tiket penyewaan tempat di Pulau Maladewa sudah siap di tangan mereka masing-masing. Naruto dan Kyuubi sangat bersemangat.

Hidan, Sasuke, Kiba, Deidara, Suigetsu, Naruto, Kyuubi, Gaara, Sasori dan Itachi, akan berpetualang seru abis-abisan di pulau romantis di dunia.

At morning in the personal class trip
================================================

Di aula, para murid telah selesai berkumpul. Koper-koper mereka telah berada di genggaman tangan mereka. Kini mereka berjalan menuju jemputan masing-masing. Desas desus suara keceriaan dan kesenangan memenuhi suasana.

Jemputan untuk mengantar rombongan ke bandara yang akan berlibur di Pulau Maladewa juga sudah siap di tempat. Koper-koper besar bertumpuk di belakang bagasi jemputan. Tentu saja, jemputan mereka merupakan bis khusus dari bandara.

WOOF! WOOF! Gonggongan anjing keras terdengar keras. Anjing yang ini mempunyai bulu yang terlihat sangat kembut dan juga berbadan besar dan berisi. Perawatan yang sangat tinggi terlihat jelas.

Anjing tersebut berlari kencang menghampiri Kiba sang majikannya. Di belakang tersebut juga datang butler Kiba dan butler Deidara yang membawakan burung elang

"Akamaru!" kata Kiba menyambut sangat baik kedatangan anjing kesangannya itu. Tak lupa Kiba mengusap-ucap kencang penuh semangat bulu di pipi anjingnya. Anjing Kiba menerima sambutan majikannya denga jilatan di wajah Kiba

"Hahaha sudah, hentikan Akamaru haha" kata Kiba tertawa senang.

"Hey Nil!" kata Deidara juga mendapat sambutan elangnya yang medarat di tangan Deidara.

"Tuan muda jaga diri tuan muda"

"Semoga tuan muda selamat sampai tujuan"

Kedua butler tersebut membungkukan badannya untuk memberi hormat.

"Oke!" Seru semangat Deidara dan Kiba serentak

Para murid akademi shiki melambaikan tangan untuk menyampaikan perpisahan. Rombongan personal class trippun mulai masuk ke dalam bis dan menaruh koper-koper mereka di bagasi. Tak membuang-buang waktu lagi, bis itu melaju pergi meninggalkan Akademi Shiki.

"PERSONAL CLASS TRIP! PERSONAL CLASS TRIP! PERSONAL CLASS TRIP! YEEEHEEEEYYY! WUHUUUUU!" kompak Deidara dan Kiba berheboh ria di dalam bis.

Tidak hanya Deidara dan Kiba saja, Hidan melakukan adu ledek dengan Suigetsu yang lagi-lagi menggoda Kyuubi. Naruto ikut-ikutan menggoda Kyuubi, dia berada di pihak Suigetsu. Kyuubi menyerah akan kondisinya yang memprihatinkan tersebut. Gaara yang diam saja, ikut di bawa-bawa. Sedangkan Sasuke hanya diam duduk paling belakang, sengaja menjauhkan diri.

Dia melemparkan pandangannya ke arah pemandangan di luar jendela. Tapi kelas S tikat 2 sangat solid dan juga selalu kompak. Maka, Sasuke pun ikut di bawa-bawa. Kini Sasuke di bully oleh mereka semua.

Naruto yang membenci Sasuke seolah-olah melupakan perasaannya. Naruto ikut-ikutan tertawa bersama yang lain ketika membuli Sasuke abis-abisan. Karena orang pertama kali yang memicu amarah Sasuke adalah Deidara, maka Sasuke menghampiri Deidara

Deidara mempunyai firasat buruk. Aura hitam iblis Sasuke keluar begitu banyak. Matanya mengerluarkan cahaya merah. Gerangan suara Sasuke terdengar jelas di telinga Deidara. Bulu kuduk Deidara seketika itu juga berdiri semua

"Huaaa! Ampun ampuuun! Jangan mendekat Jangan mendekaaaaat! Maafkan akuuu!" tubuh Deidara kejang-kejang seperti orang sekarat minum baygon. Muka Deidara panik.

"Serangan kepalan tangan!" kata Sasuke

TAK

"Iteeeeeeee!" kata Deidara menjerit keras karena dijitak Sasuke. Deidara memegangi kepalanyanya dan meringkuk di kursi kesakitan. Yang lain tertawa ngakak melihatnya

Perjalanan yang panjang menuju bandara tidak terasa sudah sampai. Para rombongan itu turun dari bisnya dan melihat Sasori dan Itachi sudah sampai duluan

At airport
====================================

"Kakaaaak!" kata Naruto berlari menghampiri kakaknya sambil menggeret tas kopernya. Yang lainnya berjalan menghampiri mereka berdua di belakang Naruto. Naruto lalu menginjak keras-keras kaki Sasori.

"Aduh! Apa-apaan kau Naruto!" kata Sasori protes

"Itu hukumanmu karna sudah membohongi Itachi!" kata Naruto

"Huh?" kata Sasori di menaikan alinya sebelah

"Kakak sudah menyebarkan berita palsu pada Itachi jika aku mengganti nomor dan emailku. Lalu kakak tidak mengirimkan surat Itachi kepadaku! Rasakan itu! " kata Naruto ngambek. Itachi dan yang lain hanya tersenyum-senyum saja

"Haha ketahuan ya" kata Sasori malah tertawa. Naruto semakin memasang wajah kesal.

"Permisi, pesawat yang Anda minta sudah siap tuan" kata salah seorang pelayan yang datang pada Kiba.

"Yosh, ayo kita berangkat!" kata Kiba. Rombongan tersebut memasuki bandara. Pesawat akan siap landas. Pesawat yang digunakan ini terdapat simbol perusahaan Kiba di ekor pesawat. Sangat jelas terbaca jika pesawat ini merupakan pesawat pribadi keluarga Kiba.

At maladewa island
at afternoon
==================================

Lautan yang biru yang indah dengan Pasir pantai yang sangat bersih, diterpa ombak yang berkali-kali. Ada hutan mini di pulau tersebut. Selain itu, tempat penginapan juga tersedia. Tempatnya berbaris 2 memanjang ke daerah laut.

Burung-burung yang berkicau melintas di atas pulau. Suasana yang romantis sangat begitu terasa. Para rombongan dari Akademi Shiki telah sampai di tempat kemudian meletakan barang-barangnya di penginapan tersebut sesuai dengan pilihan mereka.

Lagu Fighting Dreamers di bunyikan keras-keras dari radio yang di taruh di pantai dekat pepohonan. Akamaru, anjing milik Kiba berlari-lari bermain dengan Kiba dan Deidara di pinggir pantai sedangkan nil bersenang-senang di udara.

Mereka semua telanjang dada. Tereskposlah kemana-mana dada bidang menawan yang seksi nan putih dan perut yang sispek. Tubuh yang sangat sempurna. Naruto dan Kyuubi juga ikut-ikut bermain bersama Akamaru.

WOOF! WOOF! Akamaru bermain kejar-kejaran dengan Naruto dan Kyuubi. Kiba dan Deidara mempersiapkan dirinya untuk bersiap-siap menceburkan dirinya ke laut. Celana pantainya di lepas, di gantikan oleh celana renang yang di dobel. Tubuhnya melakukan sedikit pemanasan. Mundur beberapa langkah lalu berlari sekencang-kencangnya

"YAHOOOOO!" kompak mereka berdua. Kiba dan Deidara menceburkan dirinya ke laut. Air laut yang sangat segar membuat Kiba dan Deidara menyelam untuk mengejar ikan-ikan yang berenang

Sasuke dan Gaara berjemur duduk selonjoran di pantai. Sambil menikmati pemandangan dan menyaksikan keasikan teman-temannya, Sasuke meminum sekaleng minuman dingin yang menyegarkan, sedangkan Gaara merekam aktifitas yang di lakukan mereka semua

Itachi dan Sasori memancing dengan pancingan yang mereka bawa dari rumah. Kaki mereka yang tercebur setengah ke laut, menahan keseimbangan karena ikan yang di laut tertangkap oleh pancingan Sasori dan Itachi

Suigetsu dan Hidan memburu kelapa muda. Suigetsu yang memanjat dan Hidan yang mengarahkan Suigetsu untuk mengambil kelapa muda yang pas untuk diminum.

Para penjaga Kiba dan Deidara yang ikut untuk mengawasi mereka berdua datang membawa motor boot dan papan seluncur mereka.

Ketika Kiba dan Deidara muncul di permukaan, mereka melihat papan seluncur milik Kiba dan motor boot milik Deidara telah datang. Kiba dan Deidara berlari gembira. Diambilnya barang mereka, lalu langsung memainkannya ke tengah laut. Ombak juga sangat mendukung Kiba berselancar.

"UOOOOOO!" kata Kiba berteriak senang. Ombak yang besar menambah exiciting-nya Kiba. Begitu pun juga Deidara yang bermain motor boot-nya dengan sangat kencang

"Deidara saaan, aku juga mau mencoba ituuu!" kata Naruto berteriak memanggil Deidara. Akamaru pun ikut-ikut menggonggong memanggil Deidara yang berada di bagian laut yang mulai dalam.

"Baiklaah!" kata Deidara. Naruto juga mengajak Kyuubi untuk naik motor boot bersama. Naruto yang mengendarai dan Kyuubi yang di boncengi

BRUUUUM

Naruto lansung menarik gas kencang-kencang dan menikmatinya. Deidara justru bermain kejar-kejaran dan lempar tangkap bersama Akamaru.

Muncul ide isengnya Deidara. Dia melirik ke arah Sasuke yang hanya duduk santai menikmati minumnya.

"Kibaaaa!" kata Deidara meneriaki Kiba yang sedang asik berselancar. Kiba yang sedang berselancar di ombak tinggi melihat ke arah Deidara, sepupunya. Deidara menunjuk diam-diam ke arah Sasuke. Kiba mengerti sinyal yang di berikan oleh Deidara.

Ketika Kiba menghentikan selancarannya, dia bersama Deidara pergi ke belakang hutan lalu muncul secara diam-diam dari arah belakang Sasuke. Langkahya di endap-endap kan seperti seseorang yang akan menculik anak kecil

Ditangkapnya kaki dan tangan Sasuke dengan cepat dan kuat-kuat. Kaleng minuman yang Sasuke genggam jatuh dan tumpah ke pasir. Tubuh Sasuke di gotong ke bibir pantai oleh Kiba dan Deidara

"Hey apa-apaan ini?! Turunkan aku!" kata Sasuke memberontak, tapi percuma. Dua lawan satu mana mungkin. Apalagi Kiba dan Deidara mengunci titik dimana Sasuke tidak dapat melawan.

"SAAAATU, DUUUA, TIIIIGAAAAA!" kompak Kiba dan Deidara melemparkan Sasuke ke dalam laut dan

BYUUUUR

Sasuke basah kuyup dari ujung kepala hingga ujung kaki. Kiba dan Deidara tertawa girang sambil tos bersama.

Sasuke diam saja tapi raut wajahnya kesal. Sasuke yang tidak mau membuat dirinya basah, telah dihancurkan oleh Kiba dan Deidara. Temannya yang paling iseng dan yang paling onar di akademi. Sasuke hanya menghela nafasnya sekaligus menahan dirinya untuk tidak emosi

At evening
====================================================

Matahari mulai terbenam. Di Laut, samping penginapan mereka, terdapat dua buah meja kayu jati segi empat berdampingan lengkap dengan kursi-kursinya.

Meja satu di duduki oleh Naruto, Itachi, Sasori, dan Sasuke. Meja satunya lagu oleh Hidan, Suigetsu, Kiba, Deidara dan Gaara. Mereka masih memakai pakaian sama seperti tadi siang.

Makanan yang mereka nikmati adalah seafood hasil tangkapan Itachi dan Sasori tadi siang. Ada barbeque, cumi bakar, udang bakar, kepiting bakar, ikan nila bakar, dan lobster bakar. Semua ada yang dilapisi oleh bumbu saus tiram, bubu manis pedas dan juga sambal mayonnaise. Masakan ini dibuatkan oleh butler Itachi dengan bumbu-bumbu yang dibawa dari rumah.

Desert yang disediakan adalah eskrim dan salad buah yang begitu segar dan nikmat. Mereka semua sangat menikmatinya.

"Naruto, habis ini kamu ganti baju ya" kata Itachi

"Hm!" kata Naruto antusias.

"Tolong siapkan semuanya" perintah Itachi kepada butler pribadinya

"Baik. Saya mohon permisi" kata butler tersebut dan pergi untuk menyiapkan pesta pertunangan Itachi

"Kyuubi, nanti kamu juga bersiap-siap. Habis ini aku akan memberikan gaunmu" kata Hidan yang berada tepat di samping Kyuubi walaupun berbeda meja

"Terserah" kata Kyuubi

"Kyuubi, nanti kau juga bersiap-siap untuk membantuku berganti baju" kata Suigetsu modus. Senyuman mesum Suigetsu benar-benar membuat Hidan panas. Orang ini memang tidak pernah lelah untuk tidak menggoda adiknya itu.

"Hey, jangan berbuat macam-macam jika kau tak mau kepala mu putus" kata Hidan sebal

"Hey, setiap manusia itu harus saling membantu. Jangan pelit kau" kata Suigetsu. Hidan dan Suigetsu sudah saling memberikan tatapan tajam dan siap untuk membunuh satu sama lain.

Kyuubi tidak sedikit pun mempedulikannya, tetap fokus pada makanan.

"Nah Anda sudah selesai nona" kata pelayan wanita yang disewa Itachi. Naruto melihat dirinya ke cermin. Naruto terkejut melihat penampilannya itu. Benar-benar sangat manis

Kyuubi pun begitu, dia telah di make over oleh pelayan yang disewa oleh Hidan. Dress selutut yang sangat manis menutupi tubuh Kyuubi. Tapi, Kyuubi tidak terkejut melihatnya. Tidak berekspresi di depan cermin.

Semua para remaja pria sudah menunggu di pasir pantai. Ombak menambah keromantisan lampu pantai yang di pasang. Selain itu terdapat meja kecil yang diatasnya kue pertunangan. Semua orang memakai pakaian casual, memancarkan ketampanan diri mereka semua. Itachi pun hanya memakai kaos putih polos dengan almet universitasnya dulu.

Itachi memang membuat pestanya sengaja tidak formal, karena Itachi lebih suka kondisi sederhana.

Naruto dan Kyuubi datang. Semuanya tersepona melihat Kyuubi dan Naruto.

"Naruto, kau lebih manis sekarang!" kata Kiba menghampiri Naruto. Tidak hanya Naruto, Kyuubi juga membuat Kiba terpana "Kau juga Kyuubi! Hey Hidan! Adikmu ini sangat manis! Aku ajak jalan ya!" kata Kiba ke arah Hidan

"Mati kau" kata Hidan jelas menolak mentah-mentah

"Kalo begitu aku boleh?" kata Deidara menunjuk dirinya sendiri

"Brengsek" kata Hidan makin sebal

"Berarti—"

"Apalagi kau gigi landak" kata Hidan. Hidan sudah tau apa yang akan di katakan Suigetsu.

"Lalu yang boleh siapa?" tanya Kiba

"Tidak ada. Coba-coba kau mati" ancam Hidan

"Pelit" kompak Kiba dan Deidara.

"Kalo begitu, aku boleh kan mengajak Naruto jalan. Kan aku kakaknya" kata Sasori merangkul pinggang Naruto yang imut.

"Kak lepaskan aku. Apa-apaan kau" kata Naruto. Tapi Sasori tidak mau dengar. Sasori malah memeluk Naruto dari belakang dengan lingakaran penuh di pinggang Naruto. Sasori memeluk Naruto sperti kekasihnya sendiri. Naruto pun kesal

"Kenapa?. Wajar kan aku ingin bersamamu. Kita sudah lama berpisah Naruto" kata Sasori membisikan kata lembut di tepat telinga Naruto. Baru saja Naruto bertindak, Itachi sudah mengambil langkah

"Sasori, aku ingin sebuah kedamaian" kata Itachi.

"Hahaha bercanda. Jangan di anggap serius seperti itu" kata Sasori melepaskan pelukannya dan tertawa jahil.

Pesta kecil-kecilan pertunangan Itachi dimulai. Sesi potong kue, sesi foto-foto, sesi dansa di lakukan tahap demi tahap sesuai susunan acara. Kiba, Deidara, Suigetsu dan Hidan ribut rebutan untuk dansa dan foto bersama Kyuubi. Keributan mereka terhentikan dan berubah menjadi lemah lesu ketika Kyuubi lebih memilih Sasori yang mengajaknya foto dan dansa bersama.

Naruto dan Itachi sudah asik berdansa bersama. Asik dalam dunia mereka sendiri. Pesta pertunangan kecil-kecilan mereka benar-benar berjalan sangat lancar.

At midnight
==================================

Pesta kecil-kecilan pertunangan Naruto dan Itachi telah berakhir. Walaupun hanya beberapa orang, tapi pesta mereka berdua serasa mengadakan pesta besar-besaran. Kebersamaan dan canda tawa yang menjadi penghias kemeriahan pestalah menjadikan pesta kecil tersebut tidak mudah di lupakan

Para murid akademi ini telah terelap tidur di penginapan mereka masing-masing. Akamaru dan elang Kiba juga sudah terjun ke alam mimpi.

Dalam mata yang terpejam dan terlelap di tempat tidurnya, Naruto terbangun ketika mendengar suara suling. Suara yang sangat lembut dan indah. Naruto membuka matanya.

'Siapa yang main suling malam-malam begini?' gumam Naruto dalam hati. Naruto penasaran atas suara suling yang sangat lembut dan indah tersebut. Baru kali ini, Naruto mendengar suara musik seperti ini.

Naruto menyingkirkan selimut yang menutupi tubuhnya dan beranjak keluar. Sebelum membuka pintu, Naruto mengambil jaket hangatnya karena di luar udaranya pasti dingin.

Angin pantai yang dingin berhembus dengan kencang menembus jaket Naruto. Naruto menelusuri arah suara itu berasal.

Dari kejauhan, terdapat tempat sebuah gubuk modern yang terletak di pinggir laut. Seorang pria berambut hitam memakai kimono sedang memainkan sulingnya.

"Apa aku mengganggumu?" tanya Itachi menghentikan sulingnya. Dia menatap Naruto yang berjalan menghampirinya

"Tidak. Kau belum tidur?" tanya Naruto duduk di sebelah sang tunangannya Itachi. Itachi tersenyum dan menatap lembut Naruto seperti biasa

"Aku belum mengantuk." Kata Itachi

"Begitu. Itachi, permainan sulingmu tadi sangat bagus. Benar-benar nada yang lembut dan juga indah. Sejak kapan kau bisa main suling semenakjubkan ini?" tanya Naruto.

"Aku belajar suling baru sedua tahun yang lalu, ketika umurku 16 tahun" kata Itachi

"Benarkah? Waaah... Keren! Nada apa saja yang kau kuasai?" tanya Naruto kagum.

"Tidak terlalu banyak. Aku juga memainkan suling ini sangat jarang karena jadwalku yang padat" kata Itachi

"Oooh.. Kalo gitu ayo main lagi! Aku mau dengar lagu tadi! Ayo Itachi! Ayo!" kata Naruto bersemangat

Itachi tidak bisa menolak permintaan sang pujaan hatinya itu. Ditiuplah suling Itachi. Merdu. Indah. Lembut. Tapi, sedikit ada nada kesedihan yang tersampaikan. Seperti ada sebuah pesan yang tersembunyi di dalam permainan suling Itachi.

Mungkin karena nada ini telalu lembut dan indah, maka terkesan sedih. Naruto memejamkan matanya, menghayati penuh nada yang dimainkan Itachi.

Di dalam penginapan, Sasuke duduk di pinggir ranjangnya. Dia menggenggam kedua tangannya sangat kencang. Kepala Sasuke juga tertunduk dalam.

"Kak..Kau bodoh.." kata Sasuke terdengar seperti menahan amarah sekaligus kesedihan yang mendalam. Perasaan Sasuke benar-benar kacau. Pikirannya pun mulai frustasi.

Flashback

Itachi baru saja mengganti pakaiannya dengan kimono dan mengambil sebuah DVD tanpa cover. DVD tanpa cover itu di berikan kepada Sasuke yang sedang memakai piyama tidurnya

"Sasuke, aku titip ini" kata Itachi menyerahkan DVD itu. Sasuke mengrenyitkan alisnya sambil mengambil DVD yang di serahkan padanya

"Apa ini?" tanya Sasuke. Tersungging senyuman lembutnya Itachi

"Itu hadiah terakhirku untuk Naruto" kata Itachi. Sasuke terkejut

"Apa maksudmu?" tanya Sasuke. Itachi tersenyum ke arah Sasuke.

"Kau tau, di dunia ini tidak ada yang abadi. Semua pasti akan ada masanya dimana semuanya harus pergi dan mustahil untuk bisa kembali lagi" kata Itachi

"Kau ini kenapa kak?" kata Sasuke semakin heran dan mulai merasakan hal yang buruk

"Sasuke. Jika waktuku sudah habis, tolong jaga Naruto. Aku titipkan dia kepadamu" kata Itachi

"Huh?"

"Aku rasa, sudah saatnya aku melepaskan Naruto. Aku ingin kau membahagiakannya. Jangan lepaskan dia. Jaga dia. Buat dia selalu tersenyum dan tertawa bahagia" kata Itachi

"Jangan bicara konyol! Aku tidak mau. Aku bukan tipe orang yang merebut" kata Sasuke

"Memang, tapi kau adalah tipe orang yang pintar menyembunyikan perasaan. Kau sebenarnya menyukai Naruto kan?" kata Itachi. Sasuke langsung memerah. Dia membuang mukanya dari pandangan Itachi

"Jangan bercanda! Kata siapa aku menyukainya! Dia itu sama sekali bukan tipeku!" kata Sasuke mengelak

Itachi selama ini menyadari jika Sasuke menyukai wanita yang sama dengan Itachi. Karna Sasuke adalah tipe orang yang tidak peduli dengan orang lain jika tidak ada hubungan dengan Sasuke. Sasuke juga tidak akan pernah mau memuji orang lain. Sasuke tidak pernah memerhatikan orang lain

Semenjak Naruto datang ke akademi, sikap Sasuke sedikit berubah. Dia suka memerhatikan Naruto dari kejauhan. Sasuke juga menolong Naruto di saat Naruto membutuhkan pertolongan. Memuji Naruto. Ketika Naruto marah terhadap Sasuke yang membuat Gaara sakit, Sasuke sedikit terpukul saat itu. Itachi bisa merasakan semua perasaan itu.

"Tidak perlu ditutupi. Aku ini kakak kandungmu" kata Itachi. Sasuke diam saja. Tatapan dan wajah Sasuke masih di palingkan dari Itachi. "Sasuke. Tolong sampaikan maafku kepada semua orang. Terutama pada Naruto. Katakan padanya, aku tidak bisa menepati janjiku karena Tuhan sudah menggariskan takdirku" kata Itachi

"Jangan bicara konyol! Aku akan segera menghubungi Yahiko" kata Sasuke yang mulai mengerti kode Itachi melangkah untuk menyambar ponselnya yang berada di atas kasur, Itachi langsung menghentikan tangan Sasuke.

"Jangan lakukan itu. Dia itu berbahaya. Biar aku saja yang menghadapinya" kata Itachi

"Jika kau memang menyayangi dan mencintai tunanganmu, tidak seharusnya kau melakukan ini. Jangan bersikap bodoh kak!" kata Sasuke protes

"Tapi, jika aku tidak melakukannya, maka Naruto dan Kyuubi akan benar-benar terbunuh. Aku tidak mau kehilangan Naruto. Lebih baik aku saja yang menanggung hal itu. Aku juga tidak mau kalian semua ikut-ikut terseret dalam kasus ini. Kau jalani saja permintaan terakhirku ini Sasuke" kata Itachi

"Kak ini-"

"Demi Naruto" kata Itachi. "Lakukan ini demi Naruto. Tolong, bantu aku" kata Itachi

Sasuke tidak bisa mengerti kenapa kakaknya masih bersikap tenang padahal nyawanya sedang dalam bahaya. Sasuke tidak bisa melawan ataupun melarang tekat Itachi ini. Dengan sangat berat hati, Sasuke melaksanakan apa yang di perintahkan Itachi. DVD yang di tangan Sasuke, digenggam kecang

Itachi melangkah pergi keluar penginapan. Tidak lupa Itachi mengambil suling dalam kopernya.

End of flashback

Naruto bertepuk tangan atas permainan suling Itachi yang sangat membuat hati dan perasaan Naruto damai. "Tadi itu keren Itachi!" kata Naruto. Itachi menatap Naruto diam. Itachi tiba-tiba menarik Naruto dalam pelukannya.

Naruto terkejut. Naruto merasakan suatu firasat aneh. Dada Naruto sesak. Sakit. Naruto tidak tau apa yang dirasakannya ini. Itachi terasa berbeda bagi Naruto. Ada sesuatu yang sedang di sembunyikan oleh Itachi.

"Itachi?" kata Naruto berkata pelan.

"Aku mencintaimu Naruto" kata lembut Itachi. Nada yang sepuluh kali lebih lembut dari pada biasanya. Naruto merasa tidak nyaman. Apa ini? Perasaan apa ini? Kenapa ada perasaan aneh seperti ini?

Tapi, semua firasat tidak nyamannya Naruto hilang dan lenyap ketika Itachi memberika ciuman yang hangat dan mesra. Ciuman yang penuh dengan cinta dan kasih sayang. Ciuman yang membuat Naruto merasa nyaman dan aman.

Derauan nafas Itachi membuat Naruto semakin tenggelam dalam ciuman Itachi. Suasana malam romantis dan angin laut yang berhembus menambah kenyamanan Naruto dan Itachi

Baik Itachi maupun Naruto tidak ada yang mau berhenti. Semuanya tetap berjalan. Sampai memakan waktu yang sangat panjang.

Itachi dan Naruto mengambil nafas setelah melakukan ciuman yang panjang itu. Itachi merapikan poni sang tunangan.

"Ayo ikut denganku" kata Itachi berdiri sambil mengandeng tangan Naruto.

"Kemana?" tanya Naruto

"Nanti kau juga tau" kata Itachi. Lagi-lagi Itachi sok misterius. Apa dia tidak tahu kalo main rahasia-rahasiaan itu menyebalkan?. "Sekarang tutup matamu" kata Itachi di tengah perjalanannya m

"Kenapa aku harus menutup mataku?" tanya Naruto heran

"Sudah tutup mata saja" kata Itachi. Naruto kemudian menutup matanya. Kedua bahunya di pegang oleh Itachi dari belakang. Naruto juga di tuntun jalan ke suatu tempat oleh Itachi

"Nah sekarang buka matamu" kata Itachi. Naruto membuka mata dan Wow! Pemandangan yang sungguh indah! Ruangan yang mirip dengan aquarium besar ini membuat mata dan mulut Naruto terbuka lebar. Para warga lautan terlihat berlalu lalang di balik kaca bening itu

Naruto menempelkan wajahnya ke kaca. Pemandangan bawah laut dapat di pandang Naruto tanpa harus menggunakan perlengkapan selam. "Kau menyukainya?" tanya Itachi yang berdiri di belakangnya sambil memeluknya

"Hm!" kata Naruto mengangguk antusias. Itachi ikutan senang.

Ponsel Itachi bergetar di saku baju yang dia dobel dengan kimono. Itachi merogoh sakunya. Mata Itachi membelak ketika membaca nama seseorang yang mengirimkan pesan kepadanya. "Naruto, aku keluar sebentar ya" kata Itachi

"Hm" kata Naruto asik memperhatikan masyarakat bawah laut tersebut tanpa memperhatikan Itachi.

Tap tap tap. Itachi pergi ke pantai sebelah utara. Seorang gadis remaja cantik berambut merah lurus panjang tengah berpakaian dress putih berdiri di pesisir pantai. Gadis itu berbalik badan dan tersenyum ke arah Itachi yang menghampirinya. Lalu dipeluknya Itachi oleh gadis itu

"Lama tidak bertemu Karin" kata Itachi berkata lembut palsu. Karin, mantan tunangan Itachi yang diputuskannya

"Itachi, cium aku" kata Karin mendongakan kepalanya ke arah Itachi yang memang lebih tinggi darinya. Itachi menatap Karin diam tapi dingin

"Karin"

"Cium aku" kata Karin memaksa. Itachi sudah menduga akan hal ini terjadi. Itachi mencium Karin hingga Karin di buat lemas olehnya. Gerakan tangan Itachi yang kemana-kemana membuat Karin semakin lemas. Wajah Karin juga semakin merah merona

Tubuh Karin yang terlalu lemas oleh perbuatan Itachi, membuat Karin hilang kesembangan. Sehingga Itachi mendorong Karin dengan mudahnya dan jatuh di atas pasir pantai. Ciuman Itachi semakin melekat dan semakin membuat Karin hilang kendali dirinya sendiri

Tubuh Karin dan Itachi basah kuyup akibat terpaan ombak laut. Tapi tak ada yang peduli akan hal itu. Ketika Itachi akan menjalankan rencana tahap duanya, yaitu membunuh Karin, dari belakang terdengar suara yang sangat tidak asing memanggil dirinya

"Itachi…?"

Itachi terlihat tenang-tenang saja melihat Naruto yang menyaksikan aksi Itachi. Hal ini juga termasuk dari rencana Itachi

Tubuh Naruto gemetar. Kakinya melemas. Sorot mata Naruto benar-benar syok. Sedih. Kecewa. Sakit. Tunangannya yang sangat dia sayangi, yang sangat dia cintai, melakukan hal hina tersebut? Mencium wanita lain diam-diam? Naruto tidak bisa berpikir jernih. Amarah Naruto sudah mengambil alih seluruh kendali Naruto. Kemudian Naruto berlari sekencang-kencangnya meninggalkan Itachi

Itachi tidak berbuat banyak. Tetap tenang meskipun hatinya sangat terluka. Itachi menghampiri Karin, tersenyum ramah dan lembut, memeluknya lalu berbisik lemah di telingan Karin. "Maaf" kata Itachi dan ketika itu itu juga Itachi mencekik Karin

"Itachi..apa yang.." Karin tidak bisa bernafas. Cekikan Itachi begitu kuat. Karin mencoba melawan tapi tidak mampu. Dalam hitungan menit, Karin tewas di tempat.

TBC


Senpaaaaai, kemarin-kemarin saya tidak bisa login masa:( terus koneksi internet saya gaada sinyal, sedih banget :(:(:(

Itachi selalu pahlawan tampaaaaaaan! Jadi terharu ;'D. hehehhehehe

Anak rajin beli tupai
Nama Tupainya adala Tini
Wahai para senpai
Bagaimana dengan cerita ini?:D

Mau review lagi senpai?:D

see you next time senpai:D