Disclaimer : Atlus
~Story of Evil~
By: MaedaHikari
Summary: Just read.
Song: RIGURETTO MESSEEJI – Regret Message.
By: Kagamine Rin
Aku no Monogatari
Chap 3
RIGURETTO MESSEEJI
Regret Message
Machi hazure no chiisana minato (At a small harbour straying from a town)
Hitori tatazumu shoujo (Alone a girl stands still)
Kono umi ni mukashi kara aru (It has been here at this sea from long ago)
Hisokana ii tsutae (A secret legend)
Angin dingin berhembus dari darat ke laut. Disana terlihat siluet seorang gadis berdiri di tepi pantai. Siluet itu diam, tak bergerak. Dia hanya menatap ke laut. Pikirannya melayang kembali ke masa lalu.
-FLASHBACK-
"Onii-san, onii-san!" Panggil anak perempuan berambut biru itu. "Cepat, lihat, lautnya indah ya!" Dia tersenyum ceria.
"Ya." Sang kakak tersenyum sambil memperhatikan adiknya. "Naoto, kau tahu legenda tentang laut ini?" Tanya kakaknya.
"Tidak. Legenda apa, Minato nii?" Giliran Naoto bertanya dengan bingung.
"Akan kuberitahu. Ini adalah rahasia kita, oke?"
"Ya!"
"Negai wo kaita youhishi wo" ("Put a parchment with a wish written on it")
"Kobin ni irete" ("Into a small bottle")
"Umi ni nagaseba itsu no hika" (And if it's washed away by the sea then someday")
"Omoi wa minoru deshou" ("The thought will bear fruit")
"Kau bawa botol kaca kan?" Tanya Minato. Dijawab oleh anggukan Naoto. "Tolong ambilkan itu dan secarik kertas. Oh, juga pensil." Minato menyuruh adiknya.
"Ini, Minato nii." Naoto menyerahkan semua benda yang diminta kakaknya.
"Nah, begini caranya. Tulis permohonanmu di kertas ini." Ujar Minato.
"Baiklah… Jangan mengintip!" Naoto tertawa kecil sambil menulis sesuatu di atas kertas.
"Tidak akan. Nah, sudah selesai?" Minato tersenyum.
"Sudah." Jawab Naoto sambil menggulung kertas itu.
"Masukkan ke botol ini, lalu lemparkan ke laut." Ujar Minato lagi.
"Lemparkan ke laut?" Tanya Naoto sambil memasukkan kertas itu ke dalam botol kaca. Dia berjalan ke tepi pantai dengan ragu.
"Jangan ragu, lemparkan saja." Minato memegang tangan Naoto, lalu membantunya melemparkan botol itu.
"Lalu?"
"Hmm… Jika botol itu terseret arus dan hilang di tengah laut, maka suatu saat permohonanmu akan terkabul."
-END OF FLASHBACK-
Nagarete iku GARASU no kobin (Drifting away, a small bottle of glass)
Negai wo kometa MESSEEJI (A message with a wish placed in)
Suiheisen no kanata ni (Far beyond the horizon)
Shizuka ni kieteku (Quietly disappearing)
"Maafkan aku, Minato nii…" Gumam gadis itu, bulir-bulir air mata jatuh membasahi wajahnya. Digenggamnya dengan erat botol kaca yang berisi secarik kertas ditangannya. Tanpa ragu, diangkatnya tangannya, lalu dilemparkannya botol itu ke laut.
"Kumohon, aku harus menyampaikan pesan ini pada Minato nii… Dia harus tahu betapa menyesalnya aku…" Gadis itu menunduk hingga rambutnya menutupi wajahnya.
Botol kaca itu perlahan terseret arus laut yang tenang. Namun tanpa disadari gadis itu, botol kaca itu mulai kembali padanya karena ombak.
Kimi wa itsumo watashi no tame ni (You were always beneficial to me)
Nandemo shite kureta no ni (And would do anything)
Watashi wa itsumo wagamama bakari (I've only always been selfish)
Kimi wo kamarase teta (And gave you troubles)
"Minato nii…" Gadis itu masih terus terisak. Semua yang telah terjadi mulai kembali dan menghantuinya. Ingatan tentang kakaknya yang mati demi dirinya.
"Minato nii… Kenapa kau pergi? Kau kan berjanji untuk selalu di sisiku?" Dia bertanya entah kepada siapa. "Maafkan aku yang terlalu egois ini, Minato nii… Kalau saja… Aku tidak egois seperti ini… Mungkin, kau masih hidup dan sekarang berada di sisiku seperti dulu…"
Gadis itu terus menggumamkan pertanyaan-pertanyaan yang sebenarnya ditujukan untuk kakaknya yang telah tiada. Yang telah mengorbankan dirinya demi adiknya.
Negai wo kanaete kureru kimi (You who would fullfil my wish)
Mou inai kara (Are no longer here so)
Kono umi ni watashi no omoi (I am getting the sea)
Todokete morau no (To deliver my thoughts)
"Tapi… Sekarang kau sudah tidak disini lagi… Dan aku tak bisa menyampaikan semua ini padamu… Semua penyesalanku…" Gadis itu memandang ke laut lagi. Namun dilihatnya botol kaca itu perlahan terbawa ombak mendekatinya.
"Sudah kuduga… kurasa aku memang ditakdirkan untuk hidup dalam penyesalan…" Gadis itu tersenyum sedih melihat botol kaca itu mendekatinya, bukannya menghilang terseret arus seperti yang diinginkannya, seperti yang dulu pernah terjadi.
Gadis itu terjatuh bertumpu diatas lututnya, kedua tangannya menutupi wajahnya. Dia menangis diam-diam. Tanpa disadarinya, botol kaca itu mulai terseret arus lagi, terus mengarah ke horizon.
Nagarete iku chiisana negai (Drifting away, a little wish)
Namida to sukoshi no RIGURETTO (Tears and a slight regret)
Tsumi ni kizuku no wa itsumo (Realizing sin is always)
Subete owatta ato (After everything is over)
Gadis itu mengangkat wajahnya, dilihatnya botol kaca itu mulai menjauh lagi. Disekanya air matanya, dia tahu seharusnya dia tak lemah seperti ini. Dia seharusnya menjadi kuat, setelah kakaknya tiada.
"Kenapa…. Kenapa penyesalan selalu datang setelah semua berakhir, nii-san?" Tanya gadis itu kepada entah siapa.
Nagarete iku GARASU no kobin (Drifting away, a small bottle of glass)
Negai wo kometa MESSEEJI (A message with a wish placed in it)
Suiheisen no kanata ni (Far beyond the horizon)
Shizuka ni kieteku (Quietly disappearing)
Botol kaca itu terseret arus makin jauh. Gadis itu hanya tersenyum sedih sambil menerawang jauh. Diletakkan sebelah tangannya di dadanya, berusaha mengingat seluruh kenangan-kenangan akan kakaknya yang baik hati, yang selalu menuruti segala keegoisannya.
"Kumohon… Bawalah surat itu… kepada Minato nii…" Gadis itu mengatupkan kedua tangannya di depan dada dan menutup matanya sambil memohon.
Nagarete iku chiisana negai (Drifting away, a little wish)
Namida to sukoshi no RIGURETTO (Tears and a slight regret)
Tanpa disadari gadis itu, sebuah siluet tembus pandang muncul dibelakangnya, tersenyum lembut kepadanya. Rambutnya biru, bermata abu-abu. Siluet itu memeluk gadis itu dari belakang, sebelum melayang dan menghilang.
Gadis itu langsung membuka matanya dan mengangkat kepalanya. Seakan menyadari sesuatu. Ditatapnya langit malam yang penuh bintang. Seakan dia telah menemukan sesuatu, dia berbisik.
"Nii-san… kau sudah dapat surat penyesalanku?" Tanya sang gadis.
"Moshimo umare kawareru naraba…" ("If we could be reborn…")
"Nii-san, kuharap…" Dia kembali memejamkan mata.
"Aku bisa terlahir kembali bersamamu…" Ujarnya. Dia membuka matanya, dan berjalan menjauhi tempat itu. Lagi-lagi, terlihat siluet seorang pemuda, menatap sang gadis dengan lembut, lalu menghilang secepat dia muncul.
Yooo! Chap 3 jadi minna-san!
Pendek… dan gaje…. Ah, mulai lagi deh penyakit males ane kumat. (yaiyalah wong bikin ni chap jam 11 malem –plak-)
Woke, tanpa banyak bacod lagi… -plak-
Next Chap
Bonus Chap (again)
~Fukushuu no Musume ~
Daughter of Vengeance
Review?
