Hai…hai…. Lama nggak ketemu. Akhirnya ane bisa balik lagi, setelah hiatus cukup lama akibat trauma sehabis UTS dan tugas dari guru yang makin mewabah *Malah curcol* #Salahkan K13.
Oke, Kali ini ane langsung ngeluarin 2 chapter. Sebenarnya ini rencananya Cuma satu chapter, tapi berhubung jumlah katanya terlalu banyak, ya terpaksa ane split jadi dua. Jadi kalau sudah baca chapter 4 ini langsung aja baca chapter 5-nya ya.
Oh iya, setelah ane baca-baca kembali chapter-chapter sebelumnya. Ternyata ada kesalahan penulisan yang ane sendiri baru nyadar. Yaitu kata (Ha'I) yang seharusnya ditulis (Hai'). Jadi ane mohon maaf atas kesalah itu sebelumnya. Jadi untuk chapter ini semuanya ane revisi.
Kijima: Lu baru nyadar tong, kemaren-kemaren ane sudah nyadar.
IAN: Lah kenapa lu nggak ngasih tau?
Kijima: Lu udah gua kasih tau kale,lu nya aja babal *Langsung cabut*
IAN: ARGHH, Da*n you Kijima!
Ok langsung aja, selamat membaca
~Aria~
Disclaimer: Vocaloid Sepenuhnya milik Yamaha, Crypton Future Media, 1st Place. Co. Ltd, Internet Co. Ltd, dll
Beberapa nama Voca-P dimasukan dalam cerita ini, jadi kalau ada kalimat yang menyinggung tolong di maafkan. Dan juga ada beberapa karakter tambahan dalam cerita ada kesamaan nama, inisial, etc. mohon dimaafkan.
Summary: Setelah beberapa tahun tinggal di Amerika. IA memutuskan kembali ke kampung halamannya 'jepang', karena mempunyai banyak masalah di Amerika dan Berharap bisa lari dari masalahnya tersebut. Tapi setelah tinggal di jepang dan menjadi seorang VOCALOID, ada hal yang terjadi, seperti kejadian yang di luar logika Manusia, Hilangnya ingatan tentang orang-orang terdekat IA, sampai seseorang yang mengincar nyawanya dan teman-temannya
Genre: Friendship, Romance, Humor/Parody, Mysteri/Supranatural,dll
Warning: Typo (s), cerita GAJE, Kesalahan eja EYD, bahasa gado-gado (campur 2 maksudnya), Alay,Pendeskripsian kurang , dan sebagainya
Chapter 4: The Beggining (Part 1)
IA POV
"IA... chan…" Kata gadis setengah berbisik
Semua yang ada dikelas masih memandangi cewek itu dengan heran. Dan aku masih bingung dengan apa yang terjadi.
"Ada apa, Yukari? " Kata Kiyoteru sensei
"Ah… tidak ada, sensei"
"Kalau begitu kembali duduk, pelajaran akan segera dimulai"
"Hai' Sensei …" jawab gadis itu pasrah dan kembali duduk di kursinya.
"Kalau begitu, IA. Kau duduk di… ah di belakang, tepat di sebelah gumi" Sensei menunjuk ke meja kosong dipojok belakang kelas yang berada di sebelah meja cewek berambut pendek yg berwarna hijau.
"Hai' Sensei" aku pun langsung menduduki kursi kosong yang di tunjuk sensei.
"Ok, saya absen dulu…. Aoki…" Sensei mulai mengabsen murid-muridnya
Disaat aku hendak mengambil buku catatan dan pulpen di dalam tasku, cewek yang berada di sebelahku berbisik ke arahku
"Psst…. IA-san"
"ya?" jawabku dengan nada membisik juga
"ada yang mau kutanyakan padamu, tapi sebelum itu aku lebih baik aku perkenalkan diriku dulu….. Namaku Megumi, tapi kau panggil saja Gumi. Kore kara yoroshiku~"
"ah kochirakoso yoroshiku, eh bukannya tadi ada yang mau ditanyakan?"
"oh iya hampir lupa!. Nee, apa kamu pernah bertemu atau malah sudah berteman dengan yuzuki-san sebelumnya?"
"Yuzuki-san?"
"cewek yang tadi berdiri tiba-tiba, masa kamu lupa?"
"ah dia…"
Aku melihat ke arah cewek tadi, dia ternyata masih memperhatikanku dari depan. Tatapannya terlalu tajam, apa dia berniat mengerjaiku setelah pulang sekolah?
"ettoo… aku belum bernah bertemu dengan dia sebelumnya"
"eh, tapi kelihatannya dia sudah mengenalmu sebelumnya.."
"umm… mungkin dia salah menyangka ku dengan seseorang"
"Hmm…. Masa sih?"
Tiba-tiba kapur yang datang entah datang darimana terbang mengenai tepat di dahi Gumi.
" Ita'- " gumi pun langsung mengelus dahi-nya yang kesakitan
"Gumi-san, IA-san sudah selesai dengan diskusi kalian?, kalau kalian ribut terus lebih baik kalian keluar." ucap kiyoteru sensei dengan nada tenang, tapi aura hitam di belakangnya agak sedikit menakutkan
"maafkan kami…. Sensei..." jawabku dengan Gumi berbarengan
Kiyoteru sensei pun langsung menghela nafas. "hah… Ya sdah hari ini saya maafkan, tapi hanya untuk IA karena dia baru pindah. Untukmu GUMI…."
"Hai' " jawab gumi dengan terkejut
"Kamu tetap kena hukuman, Bapak akan beritahu hukuman mu setelah pelajaran ini selesai. Kau mengerti?"
"Hai'…. Sensei…." Jawab gumi dengan memelas
"kalau begitu semuanya buka buku fisika kalian hal 17.."
Sensei pun menjelaskan materinya, aku pun fokus mencatat apa yang di terangkan sensei di papan tulis.
(40 menit kemudian)
Kring….. Kring…..
Bel sekolah berbunyi, tanda waktu istirahat
"Ok, sampai disini dulu pelajarannya, dan diharap kalian semua mencatat apa yang bapak jelaskan tadi karena akan keluar sebagai materi ujian minggu depan."
"HEEHHH…. " teriak beberapa murid disana, mungkin mereka yang tidak mencatat pelajaran tadi.
"Bapak nggak mau dengar keluhan kalian, pokoknya soal-soal ini bakal keluar di ujian berikutnya. Suka atau tidak suka terserah kalian." Kiyoteru sensei pun memberi tatapan yang mengerikan sehingga semua muridnya menggigil (kecuali aku, entah kenapa aku nggak terlalu takut dengan kiyoteru sensei).
"Oke, sampai jumpa di pertemuan berikutnya. Dan GUMI!"
"Hai'! " gumi reflek menjawab
"Jangan lupa, setelah ini temui saya di ruang guru. Saya beri kamu waktu 10 menit untuk istirahat, setelah itu temui saya. Kau mengerti?"
"Wakarimashita sensei…"
Sensei pun langsung meninggalkan ruangan kelas. Semua murid laki-laki pun pada ngacir dari kelas, kecuali para perempuan yang langsung mengerubungiku dan bertanya macam-macam ke aku. Ya aku memaklumi hal ini,karena aku tahu kalau di jepang saat ada murid pindahan atau murid baru biasanya saat pertama masuk sekolah langsung di wawancara seperti ini.
"Nee… IA-chan, apa alasanmu pindah ke sini?"
"IA-chan… Di mana kau tinggal sekarang?"
"Apa hubunganmu dengan Yuzuki-san?"
Dan masih banyak lagi pertanyaan mereka yang membuatku bingung harus menjawab yang mana dulu.
"STOP!" Gumi san berteriak membuat semuanya berhenti menanyaiku.
"Hei, kalian ini tidak sopan sekali. Setidaknya kalian perkenalkan diri kalian dulu sebelum bertanya membabi-buta seperti itu. Dan aku yakin IA pasti bingung kalau kalian bertanya seperti itu."
"kau benar juga gumi, kalau begitu kita mulai dengan perkenalan dulu." Kata salah satu dari mereka.
"Ehem… mulai dari aku. Perkenalkan namaku Kagamine Rin, hobi ku menyanyi dan mengendarai roadroller. Aku sangat suka dengan jeruk. Kore kara yoroshiku-nee." Kata cewek dengan rambut berwarna Honeyblonde
Kagamine Rin, cewek berambut pendek berwarna Honeyblonde dan memakai bando berbentuk pita berwana putih. Cewek ini sepertinya periang karena sering tersenyum.
"Kochira Kosho Yoroshiku… Kagamine-san."
"Ano.. Panggil saja aku Rin."
"Kenapa? Bukannya tidak sopan kalau aku langsung memanggil nama depan?"
"Yah.. masalahnya…"
Rin langsung menunjuk seseorang di belakangnnya. Dia menunjuk seorang cowok (wajahnya shota dan aku sempat mengira dia cewek) yang persis dirinya, rambutnya sama-sama berwarna Honeyblonde dan pendek rambutnya tak jauh beda dengan rin, bedanya kalau rin memakai bando dia malah menguncir rambutnya kebelakang seperti ponytail. Dia kini tengah terlelap tidur dengan kepala bersandar diatas mejanya.
Tunggu? daritadi dia tidur?
" orang itu namanya Kagamine Len, aku nggak tau juga kenapa nama marga kita sama… ah pokoknya lebih baik kau panggil aku Rin saja, kalau kau memanggilku kagamine otomatis kau memanggil makhluk itu juga."
"Umm… begitu.. Hai' wakarimasta. Rin-san."
"Nah, begitu lebih baik"
"Ehmm… Ok selanjutnya siapa yang mau memperkenalkan diri"
"selanjutnya aku, perkenalkan namaku Iroha.. Nekomura Iroha-nyan.."
"Nyan?"
" Ah dia itu penyuka kucing, lebih tepatnya dia sangat suka dengan Hello kity." Kata Gumi menjelaskan.
Ah benar juga. Aku melihat penampilan iroha, dia memakai bros dengan gambar hello kity, memakai jepit rambut hello kity. Dan gelang tangan hello kity juga. Sudah di pastikan bahwa dia itu fans berat hello kity.
"Ah, kalau namamu?" Aku bertanya pada seseorang yang daritadi diam.
"Namaku lily, senang bertemu denganmu." Jawabnya dengan nada cool sembari memberi senyuman yang kalau cewek ngeliat pasti udah kelepek-kelepek. Sayangnya dia juga cewek.
"Hai'..hai'… selanjutnya aku yang memperkenalkan diri" Kata seorang berambut pendek berwarna biru muda.
"Namaku Lapis.. Aoki Lapis. Senang bertemu denganmu."
"Senang bertemu denganmu juga, Aoki-san…"
"Panggil saja Lapis."
" Baik.. Lapis-san"
"Nggak usah Pakai 'san' "
Aku pun hanya bisa tersenyum dan menuruti pekataannya.
" Baiklah…. Lapis"
"Nah gitu dong, kan lebih enak didengarnya." Katanya sambil menepuk punggungku dengan keras
Jujur aku masih bingung dengan pemikiran Lapis, dia lebih meyukai kalau orang memanggilnya 'Lapis' ketimbang 'Aoki'. Padahal menurutku kalau dia dipanggil 'Aoki' mungkin lebih imut. Ya, setiap orang pasti punya alasannya sendiri-sendiri.
Yukari POV
Aku masih memperhatikan IA dari depan, disekitarku sudah tidak ada siapa-siapa lagi karena mereka sedang mengerubungi IA di belakang. Mereka masih mengerubungi IA, padahal ini kesempatanku untuk bertemu dengan IA setelah beberapa tahun tidak bertemu.
"Sampai kapan sih mereka ada disana?" Gumanku kesal melihat para cewek-cewek itu mengerubungi IA
Jujur aku ingin segera menyapanya, tapi aku malas mengobrol dan bergabung dengan mereka.
Kemudian Batinku mengajakku untuk berdebat.
"Udah cuek aja, bukannya ini kesempatanmu untuk bicara dengan IA?" Kata Batinku
"Gampang lu ngomong, lagian aku bukan tipe orang yang seenaknya bergabung ke pembicaraan orang"
"Bilang aja kamu takut."
"Urusei… Kau tau apa tentangku hah?"
"Aku ini kamu, bego…"
"Kau bukan diriku, kamu cuma mekanisme pikiranku yang lain."
"Terserah lu lah. Aku Cuma mengingatkan saja, kalau kau melewatkan kesempatanmu sekarang mungkin tak ada lagi kesempatan selanjutnya. Pikir itu baik-baik"
Batinku pun berhenti berdebat denganku.
Mungkin Batinku ada benarnya juga, mungkin saja setelah ini aku tidak ada lagi kesempatan berbicara dengannya. Contohnya, siapa tahu sehabis ini dia langsung ikut OSIS. memang sih OSIS di sini sibuknya setengah mati, sampai-sampai siswa biasa jarang bisa ketemu mereka. Jangankan untuk mengobrol dan sekedar untuk Hang-out, Untuk ketemu aja susah.
Aku pun langsung membulatkan tekadku untuk berbicara dengannya.
"Yosh… "
Aku pun langsung beranjak dari kursi ku dan segera menghampiri tempat IA duduk.
Tapi, Tiba-Tiba Pintu kelas dibuka dengan keras oleh seseorang
"YUKARIN~! Ke kantin yuk…" ajak Maki-chan bersama Zunko yang berada di belakangnnya
Sial, Aku lupa Soal mereka
"OI! JANGAN SEENAKNYA MASUK KELAS ORANG, LAGIAN APA-APAAN PANGGILAN ITU?" Kataku memarahi mereka, tapi mereka tidak menghiraukannya, malahan mereka hanya memasang wajah polos
Maki-chan pun langsung menyeretku (Dengan menarik kerah bajuku lagi) keluar kelas dengan santainya
"Hari ini kau traktir kita ya, aku mau roti Yakisoba" kata Maki
"Kalau aku roti kare." Kata Zunko menambahi
"Nee.. Beri waktu aku sebentar." Kataku sambil memelas tapi tidak dihiraukan mereka
IA POV
"Apaan itu barusan?" Aku bertanya pada Gumi
"Oh,Tadi Itu anak dari kelas sebelah."
"Kelas sebelah?"
"Kelas 1-2, kalau nggak salah namanya Maki, Tsumaki Maki. Dia itu temannya yukari. Ya dia memang sering kesini, mengajak yukari untuk makan siang. Ya lebih bisa dibilang 'Memaksa' daripada 'Mengajak' sih."
"Oh… Begitu"
"Ok, sepertinya perkenalan sudah selesai. Kalau begitu kita mulai sesi pertanyaan. Siapa yang mau duluan?" Kata Gumi mempersilahkan mereka untuk bertanya kepadaku
"Aku… Aku… Aku mau bertanya" Iroha mengacungkan tangannya
"Ya silahkan Iroha"
"IA-chan, Apa alasanmu pindah ke Jepang?"
"Umm.. etto.. Banyak hal yang terjadi di sana. Jadi aku pindah kesini." Kataku sambil tersenyum
"Apa karena pekerjaan orang tua?"
"Bukan karena itu… Sebenarnya ibu ku sudah meninggal, dan Ayahku…."
Aku tak sanggup meneruskan kata-kataku. Tanpa disadari, mimik wajahku pun langsung berubah menjadi sedih.
" Ah maaf ,sepertinya aku salah menanyakan hal itu." Iroha langsung meminta maaf, mungkin dia menyadari kalau yang ditanyakannya membuatku agak sedih.
Akupun hanya menggeleng dan berkata
"jangan khawatir, itu sudah lama terjadi." Kataku untuk meringankan suasana
"Ah.. Baiklah, selanjutnya siapa yang mau bertanya?"
"Aku.. Aku…" Rin mengacungkan tangannya
"Hai', Silahkan Rin"
"Rumahmu dimana IA-chan?"
"Aku tinggal di Apartemen di daerah Shibuya."
Ya, sekarang aku tinggal di sebuah apartemen yang bisa dibilang cukup besar karena bisa menampung 1 keluarga. Apartemen itu adalah kompensasi pertamaku sebagai idol dari 1st PLACE.
"Nee. .. IA-chan, kapan-kapan aku boleh mampir?"
"Boleh.."
"Lebih baik jangan" Kata mereka serempak (kecuali Rin)
"Eh kenapa?" Tanyaku
"Begini IA…. Rin punya kebiasaan memakan semua cemilan dan semua makanan yang ada di kulkas orang yang dia kunjungi, Kalau kau ingin stock makanan selama sebulan mu itu aman, lebih baik jangan menerima tamu seperti dia." Kata Gumi
"Hei… Waktu itu aku cuma kelaparan tau… Bukannya aku itu rakus atau apa."
"Masa? Kalau begitu coba katakan, siapa yang menghabiskan satu Toples cookies di rumah ku?, dan siapa yang menghabiskan 2 kotak cheese cake saat kita berkunjung ke rumah Iroha?, dan siapa yang menghabiskan 1 lusin Jeruk mandarin hadiah dari bibinya Lapis saat kita berkunjung ke rumah Lapis?"
" Yaa…. Itu memang aku sih… tapi kan…"
"Tapi apa?" Kata Gumi makin memojokan Rin
"A.. Etto… Ano… "
Rin makin gugup sedangkan Gumi masih memberikan pandangan yang mengintimidasi.
"Hah… Kalian benar, Hobiku makan. Kalian Puas kan?"
"Ok, Kau dengar sendiri IA."
"Ya, aku sih tidak mempermasalahkan itu sih, kalau mau datang berkunjung silahkan saja. Aku terima dengan lapang kok."
"Tuh, dengar Gumi. IA aja nggak masalah kok." Kata Rin sambil mengejek gumi dengan menarik kelopak matanya dan menjulurkan lidahnya
"cih…" Gumi menggigit bawah bibirnya tanda ia kesal.
"Ahh, Sudahlah… kalian berdua." Kataku sambil melerai mereka berdua
"Ya udah, siapa selanjutnya yang mau bertanya?"
"Hai'.. giliran ku." Sekarang giliran Lapis yang bertanya.
"IA-chan, aku ingin mungkin ini nggak sopan, ya kalau nggak sopan ya tolong dimaafkan.. dan etto.."
"Langsung To The Point Aja Lapis." Kata mereka berbarengan (Kecuali aku)
"Ehhm oke.., sebenarnya ada hubungan apa kau dengan yuzuki-san?"
"oh iya bukannya tadi Yuzuki kaget sekali ketika kamu datang, sebenarnya ada hubungan apa dia denganmu IA?" Kata Rin menambahkan
"Sebenarnya aku baru bertemu dengan Yuzuki-san hari ini dan aku belum mengenalnya sama sekali"
"Ehh.. masa? Kau yakin IA? Mungkin kau pernah tidak sengaja bertemu dia di suatu tempat sebelumnya." Tanya Lapis
"Umm.. rasanya tidak, aku baru datang ke jepang 2 hari yang lalu. Dan orang-orang yang ketemui kemarin hanya orang-orang yang bekerja di menejemen ku."
"Oh.. begitu.."
Sudah dua orang bertanya tentang ini. Pertama Gumi dan kedua Lapis, sebenarnya ada apa sih dengan seseorang yang bernama Yuzuki ini? Aku makin penasaran dan berniat bertanya kepada mereka
"Ano, Aku boleh bertanya? Sebenarnya seperti apa sih Yuzuki-san itu?"
"Begini.. Yuzuki-san itu orang yang paling cuek di kelas ini, jadi banyak yang mengira kalau yukari-san itu yankee karena sifatnya yang dingin." Kata Gumi menjelaskan "Dan juga dia jarang sekali bersosialisasi di lingkungan sekolah, dan dia hampir tidak mempunyai teman disekolah, ya walaupun begitu dia mempunyai teman disini dan bisa di bilang cukup akrab."
"maksudmu orang yang tadi mampir kesini?"
"Yap, Tsumaki Maki dan Tohouku Zunko. Murid kelas 1-2, mereka sudah berteman dengan Yuzuki-san saat SMP. Aku pernah menanyai mereka penyebab Yuzuki-san tidak pernah bersosialisasi."
"Lalu apa kata mereka?"
"Kata mereka Yuzuki punya semacam trauma."
"Trauma?"
"Mereka tidak tahu pasti trauma seperti apa yang dialami Yuzuki-san, tapi mereka tahu satu hal yang pasti."
"Apa itu?" Tanyaku dengan serius
"Yuzuki-san mulai jarang bersosialisasi semenjak ia berpisah dengan sahabatnya."
Suasana menjadi serius, tak ada satupun yang menginterupsi penjelasan dari Gumi. semuanya tampak masih ingin mendengarkan penjelasan gumi.
"Yuzuki pernah bercerita kepada mereka, kalau dia punya sahabat ketika dia masih SD. Tapi sekitar 6 tahun lalu, sahabatnya harus pergi ke Negara lain. Semenjak itu Yuzuki-san berubah total, dia lebih pendiam dari biasanya."
"Sekarang aku baru tahu tentang Yuzuki-san yang sebenarnya, aku merasa bersalah karena selama ini aku menganggapnya sebagai Yankee karena sifat dinginnya." Kata Rin dengan rasa bersalah.
"Lagian kenapa setiap informasi penting selalu aja kamu ngasih taunya telat, dasar kau Gumi" Kata Iroha dengan kesal.
"Ya.. Aku juga baru ingat sih."
"Huu… "
"Oh iya kita lanjutkan aja pertanyaannya, siapa selanjutnya?"
"Aku" lily mengangkat tangannya, akhirnya dia ada ngomong setelah lama diam saja.
"Yak.. silahkan lily."
"Ini pertanyaan buatmu Gumi."
"Eh.. Buatku?" Kata gumi dengan heran
"Bukannya tadi kau disuruh Kiyoteru Sensei untuk menemuinya di ruang guru?"
"Eh?"
…..
(Gumi masih memproses apa yang sebenarnya terjadi)
…..
"SHIMATTAAA! WASURETETAA!" Kata Gumi yang langsung membuka pintu kelas dan segera berlari menuju ruang guru.
"Ah… Dasar gumi" kata kami sambil Sweatdrop
Disaat gumi meninggalkan kelas, muncul miku yang sempat celingukan di depan pintu, melihat gumi lari dan kemudian langsung menyapa kami
"Hello semuanya..." Sapa Miku
"Oh hai miku, kau sudah selesai dengan tugas OSIS?" Kata Rin menjawab sapaan miku
"Ya ini lagi istirahat, jadinya aku mau mampir. Eh Gumi tadi kenapa?"
"Biasa, dia berurusan lagi dengan Kiyoteru-sensei."
"Dasar dia itu, ah IA-san tampaknya kau sudah mulai akrab dengan orang-orang di sini."
"Ano miku-san... Terima kasih yang tadi pagi."Kataku
"Ah, itu tidak masalah kok."
"Eh, IA-chan. Kamu sudah kenal Miku?" Tanya Rin.
"Iya, tadi pagi dia yang mengantarku ke ruang guru."
"Oh begitu"
"Oh iya IA, kamu belum terlalu hafal dengan sekolah ini kan? Bagaimana kalau ku ajak kau berkeliling sekolah, bisa kan?" Ajak miku
"Boleh."
"Oke, apa kalian ikut?" Kata miku mengajak Rin, iroha, lapis, dan lily.
"Ah, aku pass. Aku ada urusan di perpustakaan setelah ini." Kata Rin
"Aku juga pass." Jawab iroha
Begitu juga dengan lapis dan lily.
"Ok deh, kalau begitu IA ayo ikut aku."
" Hai' "
"Ano, miku pelajaran berikutnya apa kau ikut?" Tanya Rin
"Sepertinya nggak bisa, aku masih ada urusan dengan OSIS."
"Oh begitu, aku mengerti." Jawab rin dengan agak kecewa.
Chapter 4: Complete
Oke Langsung aja baca chapter 5-nya.
