Matahari pagi mulai terbit di ufuk barat, menyinari dunia yang indah ini dengan kilau cahaya nya yang keemasan. Membangunkan seluruh umat manusia yang sedng tertidur untuk segara bergegas memulai hari yang barau di pagi yang cerah ini.
Begitu pula dengan Haruno Sakura a.k.a 'Haru' yang kini masi sibuk meringkuk di bawah selimut tebal nya yang hangat, dan samasekali tak menghiraukan cahaya matahari yang mulai masuk di celah-celah jendela kamar itu.
Berbeda dengan Sakura, seorang peria tampan berperwatakan tinggi tegas kini tengah bersiap untuk memulai aktifitas nya pagi ini.
Sasuke, pria tampan itu kini tengah sibuk mengancingi kancing seragam nya sambil mencoba membangun kan teman sekamar nya yang masi meringkuk di bawah selimut tebal nya itu.
"Hoi Haru bagun! Apa kau ingin terlambat di pelajaran Orochimaru-sensei pagi ini hah?!" ucap nya sambil berterik pada Sakura karena gadis itu tak kunjung bangun.
"Oi tukang tidur! Bagun!" teriak Sasuke untuk sekian kali nya, dan kali ini tepat di telinga Sakura.
Mau tak mau akhirnya gadis itupun terbangun dari mimpi indah nya, dan menatap Sasuke dengan tatapan membunuh andalan nya karena pria itu telah berani menganggu tidur indah nya.
"Apa!?" tanya Sasuke sewot mendapati sakura menatap nya dengan tatapan membunuh yang terlihat cukup err 'seksi' menurut nya. (Dasar gay idiot# PLAK)
Dan pertanyaan tak bermutu Sasuke itu pun hanya di anggap angin lalu oleh Sakura, karena gadis itu masi sangat marah pada Uchiha yang ada di hadapan nya ini.
Bagai mana tidak marah!? Gadis itu kemarin barusaja kehilangan ciumn pertama nya secara paksa! Ingat secara paksa! Hanya karena pria itu marah karena ia katai gay! Hello itu kan memang kenyataan nya. Pria yang ada di hadapan nya ini kan memang seorang Homo sexual jadi, kenapa pria itu marah pada nya?!
'Cih pria itu benar-benar menyebalkan!' batin Sakura mendecih mengigat kejadian saat Sasuke tiba-tiba mencium nya.
"Aku akan mandi, jadi kau pergi saja duluan tak usah menunggu ku" ucap Sakura dingin sambil berlalu pergi ke kamar mandi, meninggalkan Sasuke yang masi berdiri mematung di tengah ruangan itu.
'Apa dia masi marah pada ku?' batin Sasuke bertanya.
.
.
.
DISCELAMER
Naruto Masashi Kishimoto
.
He is a Gril? Uchiha Lizzy
.
.
.
"Hah~ madi di pagi hari memang menyenagkan" ucap Sakura saat keluar dari kamar mandi sambil megelap bagian wajah dan leher nya yang masi agak basah.(di sini Sakura udah pakai seragam di kamar mandi)
Saat Sakura hendak mengambil tas sekolah nya di atas lemari kecil yang ada di samping tempat tidur nya, ia melihat di atas tempat tidur itu ada sebuah memo berwarna biru.
Karena penasaran apa isi memo itu Sakura pun membaca nya, dan isi nya.
Seperti keinginan mu aku pergi duluan, ah sebelum aku pergi aku sudah menyiap kan sarapan untuk mu honey ;) aku membuat nya dengan perasaan cinta ku untuk mu jadi, habiskan ya sayang :*
From: Uchiha Sasuke a.k.a pacar tercinta mu
"Hah?!" Sakura menaikan alis nya saat membaca memo aneh dari Uchiha sialan itu. Ia tak menyangka Uchiha Sasuke yang keliatan digin dan berwibawa di luar itu...
Ternyata...
Kelakuan nya tak jauh beda dengan sahabat kuning nya yang aneh itu! Tak heran mereka kelihatan begitu akrap! Ternyata, mereka memiliki keanehan dan kegilaan yang sama.
Tepat seperti yang di ucap kan Sasuke, di atas nakas di samping tempat tidur nya ada dua potong sandwich yang kelihatan err sedikit mengerikan, karena sandwich itu terlihat berantakan.
Terbukti dari mayones dan saus tomat yang berserakan di pinggir piring itu dan lagi, potongan daging asap yang kelihatan sangat berantakan.
Sakura pun hanya bisa menggelengkan kepala nya melihat hasil masakan Sasuke yang kelihatan sangat jauh dari kata layak untuk di makan.
"menyusahkan saja"
"hah~ apa boleh buat, aku akan memakan nya" ucap Sakura sambil mengarahkan potongan sendwict itu ke dalam mulut nya dan mulai memakan nya sambil berjalan keluar untuk pergi sekolah.
(Semoga akal, pikiran, dan kesehatan mu masi normal setelah memakan sandwich kutukan itu Sakura ha..ha..# PLAK)
.
.
.
.
Tetttttt
Bel pelajaran terakhir di sekolah itu pun berbunyi, membuat seluruh siswa yang ada di sekolah itu pun bergegas pulang ke asrama nya masing-masing.
Termasuk tokoh utama kita kali ini Haruno Sakura a.k.a Haruno Haru, pria berambut coklat terang berwajah manis itu pulang ke asrama nya dengan wajah kesal yang ditekuk lesu dan tampak tak bersemangat.
Bagaimana ia tidak?! tadi pagi ia terlambat, dan yang lebih sial nya lagi ia terlambat di jam pelajaran pertama pada jam Orochimaru-sensei!
Guru dengan wajah aneh dan terkenal paling kiler se antero KBHS itu dengan seenak jidat nya menghukum Sakura, hanya karena ia terlambat 2 menit ingat 2 menit!
Dan karena itu ia harus di hukum berjemur seharian di bawah panas nya terik matahari musim panas! Oh betapa gila dan sadis nya Orochimaru sehingga ia dengan teganya menyiksa tokoh utama kita yang manis ini.
Dan yang lebih parah nya lagi Uchiha sialan itu menatap nya dengan pandagan mengejek dan seolah berkata 'Kan sudah kubilang Bangun Haru-chan' degan senyum aneh menjijik kan yang di buat-buat.
"Cih menyebalkan!" dengus Sakura sambil merutu sepanjang jalan atas nasip sial nya hari ini.
.
.
.
.
Berbeda dengan Sakura, Sasuke kini justru sedang senang karena berhasil membuat pria yang ia sukai itu kini sedang merutu sepanjang jalan.
Bagi nya itu hukuman untuk pria itu karena pria itu telah mengabaikan nya seharian, sungguh Uchiha aneh yang merepotkan.
Kalian pikir bagaimana mungkin seorang siswa bisa di hukum berjemur seharian di lapangan hanya karena terlambat 2 menit?! Kalau bukan karena Sasuke, Sakura tak mungkin harus mengalami hari yang panjang dan melelahkan ini.
Hal yang wajar kalau Sasuke bisa melakukan apa pun di sekolah ini karena, keluarga Uchiha adalah penyokong dana paling besar di sekolah ini.
Jadi tak heran tokoh utama kita yang satu ini mampu melakukan apapun demi mewujudkan keinginan konyol nya.
"kau terlalu berlebihan Teme! Apa kau tak kasihan melihat pria itu! Bukan kah kau mencintai nya?!" teriak Naruto heboh melihat tingkah sahabat nya yang aneh itu.
Bagai mana tidak?! Pertama pria itu bilang ia menyukai pria itu dan ia mengatakan tak akan membuat pria itu membenci nya.
Tapi sekarang, Sasuke dengan seenak jidat nya menyiksa Sakura dengan cara menyuruh Orochimaru menguhukum nya dengan alasan konyol yang tak masuk akal.
"Ah atu jangan-jangan kua sudah kembali nirmal eeh? Dan kau merasa jijik melihat wajah pria itu karena sempat menyukai pria eeh?" tanya Naruto dengan wajah aneh yang menjijik kan bagi Sasuke.
"Cih jagan bicara hal yang menjijik kan seperti itu Dobe! Aku seumur hidup tak akan kembali normal dan jatuh cinta pada mahluk yang bernama wanita itu!" ucap Sasuke dengan nada dingin penuh penekanan.
Glek
Naruto hanya mampu terdiam melihat sahabat nya yang begitu keras kepala itu.
"Hah terserah kau saja lah Teme aku tak peduli tapi— ah lihat itu! Pria cantik mu itu Teme ia sedang berduaan dengan Sasori" ucap Naruto berteriak melihat ke arah jendela.
"Apa kau— oree kemana bocah itu?" tanya Naruto saat melihat tak ada satupun mahkluk di ruangan itu kecuali diri nya.
Dan tak lama kemudian pertanyaan Naruto itu pun terjawab saat ia melihat Sasuke berjalan menghampiri dua orang itu.
"Oree ternyata mang tak ada kemungkinan untuk mu kembali normal eeh Teme?"
.
.
.
"Apa yang kau lakukan di sini sayang?" tanya Sasuke sambil menarik pergelangan tangan Sakura untuk mendekat pada nya.
"Apa?! Hei lepaskan aku brengsek!" teriak Sakura memaki Sasuke sambil mencoba melepaskan diri dari cengkraman pria itu.
"Lepaskan dia Uchiha" ucap Sasori dingin menatap Sasuke yang masi mencoba merangkul tubuh Sakura dengan mesra.
"Wah si wajah bayi ini kini sudah mulai berani menantag aku ya honey?" tanya Saauke dengan nada meremeh kan.
"Cih menjijik kan! Berhenti memanggil ku dengan sebutan aneh seperti itu!" teriak Sakura yang sudah mulai geram.
"Ah aku tak tau seorang Uchiha mau megemis cinta pada seseorang dan yang lebihbparah nya lagi orang itu adalah seorang pria apa kau tak merasa malu dengan itu?" tanya Sasori meremehkan.
"Apa bedanya dengan mu Akasuna?" tanya Sasuke dingin.
"Kelakuan mu itu juga tak kalah menjijik kan dari ku! Jadi kau tak usah merasa sok suci di depan ku wajah bayi! Itu jauh lebih menjijik kan" dengus Sasuke jengkel.
Sasori pun hanya bisa terdiam menanggapi ucapan Sasuke, sementara Sakura hanya menatap dua orang itu dengan tatapan tak mengerti.
"Hah~ kalian berdua ini sungguh aneh aku tak mengerti!" dengus Sakura menyerah.
"Tapi yang jelas—" bugh
"Aku lelah dan kau! Berhenti sok akrap dengan ku bajingan" teriak Sakura setelah berhasil melepaskan diri dari cengkraman maut Sasuke.
"Ha..ha..ha.. kau hari ini sungguh ganas sayang" ucap Sasuke sambil mengikuti Sakura dari belakang.
"Berhenti memangil ku seperti itu!" teriak Sakura sambil terus berjalan maju.
"Oi Uchiha!" teriak Sasori menggil Sasuke, sebelum pria itu berjalan semakin jauh.
"Hn?"
"Ku harap kau tak menyinggung soal itu lagi dihadapan nya! Kau mengerti kan?" tanya Sasori dingin.
"Ah itu tergantung padamu Akasuna, kalau kau menjauhi nya aku tak akan pernah menyinggung soal itu lagi di hadapan nya" ucap Sasuke sambil berlalu.
"Kau—"
"Sudah lah Akasuna, bagi mu semua orang itu kan hanya mainan mu! Jadi kau tak usah sok naif di hadapan ku"
"Ku biritau kau, itu sungguh menjijikkan!" desis Sasuke dingin, sambil berjalan menjauhi Sasori.
Sementara itu Sasori hanya mampu terdiam mematung mendegar ucapan Sasuke.
"Memang bagi ku semua orang itu adalah mainan tapi, bagiku kau bukan lah mainan Sasuke" ucap Sasori sedih.
.
.
.
.
.
T*B*C
Hai mina (\^^/) maaf untuk keterlambatan update nya... sebenar nya sudah dari kemaren-kemaren saya mau lanjutin ni ff tapi—
Karena yang nge REVIEW dikit bgt... jadi saya agak malas dikit hehe...
Rata2 para rades banyak yg folow and like ni ff, saya menghargai folow dan like kalian untuk ff ini tapi, saya lebih mengarapkan REVIEW dari para raiders semua... agar mut saya untuk menulis jadi semakin meningkat ^_^
REVIEW please?
