The Chosen Lady

Jeju-Do (II)

Problem and Scandal

cho kyuhyun as cho kyuhyun

Kim ki bum as kim ki bum

Shim changmin as shim changmin

Kim heechul as kim heechul

Lee hyukjae as lee eunhyuk

Rating: T berjalan sesuai alur

Genre: romance, action. kyuhyun, eunhyuk, heechul/GS

Pairing: kihyun,changkyu, kichul? etc

Sebelumnya

"Anyeonghasimnika menteri Kim, saya Cho kyuhyun yang akan mewawancari Anda dari Maehwa Magazine."

Pria itu membalikan badannya, menghadapkan paras sempurnanya dihadapan kyuhyun, raut datarnya menghiasi wajahnya yang rupawan, ia berjalan mendekat dan duduk di sebuah sofa tunggal berwarna coklat gelap itu menyilangkan kakinya, lalu menyilakan kyuhyun duduk.

Kyuhyun yang sedari tadi terdiam terkejut melihat siapa yang berada didepannya seseorang yang ia kenal, seseorang dengan predikat berarti tak berarti darinya.

"Kim Sensei..."

,,,,,,,

Zeezone

Kibum dengan wajah datarnya menatap malas kyuhyun yang tengah terkejut di depannya. "Berapa lama lagi aku harus menunggu kau duduk dan mulai melakukan wawancara reporter Cho?"

Kyuhyun yang masih dalam mode syoknya terlonjak mendengar pertanyaan Kibum yang terdengar sangat menusuk. Kesadarannya kembali tertarik penuh dalam jiwanya, ia berdehem sekedar menetralkan keterkejutannya, lalu melangkahkan kakinya menuju sofa tepat dihadapan kibum.

"Y..Ye? Oh Jeosonghamnida. Maaf saya cukup terkejut melihat sosok Menteri Kim, maksud saya Anda membuat saya ter...?"

"Kuberikan kau waktu 20 menit!"

"MWO?" kyuhyun jelas kembali terkejut dengan apa yang dikatakan kibum. "Tapi bukankah saya punya waktu 1 jam untuk melakukan wawancara, 20 menit itu waktu yang singkat, bagaimana mungkin...?"

"Jika kau menolak kau bisa pergi dari sini." Kibum kembali memotong perkataan kyuhyun yang dengan datarnya membuat kyuhyun mendecakkan lidahnya kesal walaupun itu dilakukannya dengan pelan, ia masih menjaga kesan baik yang sudah ia bangun. Perasaan kesal yang tadi berhasil dihilangkan sebelum bertemu sang Menteri kembali memenuhi benaknya. Kyuhyun menarik napas dalam untuk kembali menenangkan dirinya, meskipun dalam hati ia benar-benar mengumpat kibum. Kyuhyun masih terdiam duduk di tempatnya, sampai suara berat kibum kembali bergema menyebalkan di telinganya.

"Kau sudah menyia-nyiakan 5 menit reporter Cho. Waktumu kini 15 menit."

"YAK Kim Sensei!" Sepertinya kekesalan yang telah kyuhyun tahan akhirnya meluap keluar, kyuhyun berdiri dan berkacak pinggang di depan kibum dengan wajah memerah menahan amarahnya, sedangkan kibum masih tetap tenang mengambil cangkir kopi di meja si samping sofa yang ia duduki. Setelah menyesap sedikit kopi hitamnya kibum menumpangkan wajahnya dengan tangan yang berada pada sisi sofa, ia menyeringai kearah kyuhyun yang masih dalam mode berapi.

"Ckk, sungguh sial aku bertemu kembali denganmu sensei." Kyuhyun kembali duduk di sofa dan mulai mengambil tape recorder dan catatan berisi pertanyaan. Kyuhyun menegakkan kepalanya menatap lurus dan tajam ke onix datar milik kibum, sedangkan kibum masih setia duduk menyenderkan punggung dan kaki kanan menumpang kaki kirinya serta tangan kanan yang masih menyangga wajahnya.

"Ku pikir dari ribuan orang bernama Kim Kibum aku tak mungkin bertemu kembali dengan orang menyebalkan sepertimu, Jja baiklah, pertanyaan pertama untuk Anda menteri Kim." Kyuhyun benar-benar telah melupakan tata krama yang telah ia latih dan persiapkan sebelum bertemu dengan sang menteri, tapi setelah bertemu dengan menteri yang yang ternyata merupakan salah satu dari deretan orang menyebalkan kelas kakap dalam daftarnya aturan tata krama menguap juga.

"Sebelum membahas tentang pameran yang dilakukan, saya penasaran bagaimana kau bisa menjadi menteri, maksudku kau, dosen, jepang, korea, dan menteri?"

"Kau bisa mencarinya di internet atau surat kabar sudah ratusan kali aku menjawab pertanyaan itu, tanyakan yang lain." Dengan santai kibum menjawab pertanyaan kyuhyun, berbeda dengan reaksi kyuhyun yang menganga jawdrop dan tentu saja jawaban kibum meningkatkan tensi kyuhyun hingga kini mencapai ubun-ubun. Kyuhyun kembali menarik napas dan tersenyum dipaksakan. Dan seketika dewa sopan santun dan tata krama kembali menghampiri kyuhyun.

"Ne, tentu saja. Maafkan saya menteri kim, saya terlalu bodoh menanyakan hal itu." Kyuhyun membungkukan kepalanya sedikit. "Kalau begitu bagaimana tanggapan Anda terkait pameran yang mulai dibuka hari ini?"

"Pameran tetap pameran tiap tahun kami melakukannya."

"Ne, Pembukaan tadi pagi berjalan dengan sukses, bahkan banyak idol ibukota yang menghadiri pembukaan, menurut Anda?"

"Banyak yang hadir dalam acara pembukaan termasuk idol, lalu kenapa kau sendiri tidak hadir?"

"Ne? Tolong bisakah Anda menjawab dengan benar, maksud saya sepertinya tidak penting jika Anda menanyakan kenapa saya tidak hadir." Kyuhyun benar-benar menahan luapan amarah yang mulai mencapai batasnya, manusia di depannya adalah yang termenyebalkan yang pernah ia temui.

"Hn." Dua huruf yang sukses memecahkan bola api yang siap menyembur dari kyuhyun.

"YAK KIM KIBUM BERHENTILAH BERMAIN-MAIN." Kyuhyun sudah tidak bisa menahan emosinya ia berteriak kepada seorang menteri yang dipuja banyak orang, jika orang lain tahu pastilah cho kyuhyun tinggal sebuah nama, dan untungnya sekarang ia hanya berdua dengan kibum di sebuah ruangan luas dan kedap suara, sekali lagi berdua dengan KIBUM. Diambilnya segelas air putih disampingnya di minumnya cepat-cepat tanpa memperdulikan kibum yang menyeringai puas didepannya.

"Maaf reporter Cho waktu wawancaramu sudah habis, kini kau punya waktu 30 menit untuk menjawab semua pertanyaanku!" Kibum kembali membuat kyuhyun membanting dagunya. Cukup sudah kibum bertingkah seenak jidatnya, hancur sudah karir jurnalis kyuhyun, wawancara yang sangat dinantikannya sebagai batu loncatan karirnya kini hanya menjadi sebuah percakapan tak berguna.

"Cukup kim kibum kau membuatku seperti orang bodoh, kau tahu wawancara sangat penting bagiku, sunbaeku, dan tentu maja..."

"Kenapa kau tidak menghadiri wisudamu?"

"...lah tempatku bekerja. Ckk aku tak harus menjawab pertanyaanmu, aku sudah bukan mahasiswa yang tak beruntung yang mendapat dosen pembimbing skripsi sepertimu." Kyuhyun mulai membereskan barang-barang dan memasukkan ke dalam tasnya, setelah keluar dari tempat ini kyuhyun akan mulai bertapa mencari alasan masuk akal perihal kegagalan wawancara, ini semua gara-gara orang menyebalkan bernama KIM KIBUM, Presiden Korea pasti tengah mabuk memilih orang itu menjadi menterinya. Kyuhyun berdiri dari sofanya membungkukan badan memberi hormat tanpa mengucapkan sepatah kata dan berjalan menuju pintu keluar. Suara heels-nya bergema memenuhi ruangan itu.

"Sial." Kyuhyun membiarkan umpatannya menyaingi gema dari heels-nya, membuat kibum yang masih dengan sangat tampannya duduk tenang melihat kepergian kyuhyun, hingga matanya menangkap sesuatu yang sangat menarik di sofa bekas kyuhyun duduk. Bibirnya kembali meyeringai. Kibum mengambil benda itu, benda berbentuk persegi panjang berwarna coklat berbahan kulit dengan pin merek terkenal dunia yang dinamakan dompet.

"Kecerobohan selalu membawa masalah." Kibum membalikan tubuhnya berjalan ke arah balkon, meletakan dompet kyuhyun diatas meja kemudian melepas jas yang dipakainya menyisakan kemeja hitam dan dasinya, lalu mengambil kopi yang tadi diminumnya, menyesapnya sedikit lalu memperhatikan cairan kental berwarna hitam dengan rasa pahit itu. Wajahnya tampak serius kali ini, sampai ada suara menginterupsi kegiatannya. Suara wanita yang sudah biasa ia dengar.

"Sudah selesai wawancaranya? Bukannya 1 jam." Ujar wanita yang ternyata sekretarisnya, si cantik heechul berjalan ke arah kibum berhenti tepat dibelakang punggung kibum yang terlihat kokoh itu, heechul menyandarkan kepalanya, tangannya memeluk tubuh kibum dari belakang, heechul terdiam cukup lama, sampai kibum menyadari kemejanya terasa basah. Kibum hanya terdiam sampai suara heechul kembali terdengar tapi kali ini dengan suara yang parau.

"Maaf... maafkan aku. Tolong.. biarkan seperti ini ...walaupun aku tahu kau merasa terganggu. Kau bisa membunuhku setelah ini." Heechul mengatakannya lambat dan sarat kesedihan. Kibum hanya diam mengerti membiarkan punggungnya basah. Bemenit-menit keduanya masih dalam posisi diam yang sama, sampai suara teriakan yang sangat dikenal terdengar.

"KIM KIBUM kembalikan dompetku." Brakkk suara pintu dibuka kasar. Seseorang yang menjadi tersangka terbelalak melihat pemandangan di depannya, Menteri kim tengah berpelukan, tidak tapi dipeluk dari belakang tanpa perlawanan oleh seorang wanita yang ternyata sekretarisnya sendiri. Tersangka yang masih mambelalakan matanya itu mengepalkan tangannya, sedangkan heechul dengan cepat melepas pelukannya pada kibum.

"Kyu...Hyun..." heechul bergumam pelan sambil melihat kyuhyun yang berjalan mendekat ke arahnya, tidak tapi ke arah benda yang berada di atas meja disamping heechul. Tangan Heechul kembali bergetar begitu pula dengan kyuhyun tentunya dengan alasan yang berbeda. kyuhyun berhenti tepat disamping heechul mengambil dompetnya, melihat datar kibum, lalu membalikan tubuhnya meninggalkan keduanya. Heechul yang terdiam memucat dan kibum yang masih datar. Sebelum membuka daun pintu kyuhyun membalikan tubuhnya mata karamelnya menatap tajam heechul, ia menyeringai walaupun tak semenyeramkan kibum tapi cukup terlihat mengintimidasi. Ia memiringkan kepalanya.

"Nona Kim, sepertinya parfum yang kau gunakan tak cocok dengan aroma tubuhmu terlalu manis untukmu kau butuh lebih dari itu, ingin ku beritahu merek parfum yang cocok? Ah tentu aku sangat baik memberitahumu catat baik-baik ne, ini merek langka namanya BITCH No.1. Ne Kim Sensei?" Sebelum kyuhyun membuka pintu heechul berteriak kencang.

"Cukup kyuhyun, kau menghakimiku seperti akulah penyebab semuanya, dialah yang salah yang paling bersalah adalah Dia. Bukan aku.." Masih dengan posisi menghadap pintu, kyuhyun terkikik kecil.

"Ho.. kau menyalahkannya, kupikir kalian pasangan yang saling mencintai yang dengan mengatasnamakan cinta juga kalian rela menghancurkan orang lain demi sesuatu yang kalian inginkan? Hem?" kyuhyun membalikan tubuhnya kembali. Kali ini memperlihatkan sosok kyuhyun yang menyedihkan, air mata mengalir deras di pipinya yang putih, membuat heechul terkejut terlebih kibum yang membelalakkan matanya melihat kyuhyun yang ia kenal adalah seorang yang kuat dan sangat menyebalkan kini terlihat sangat menyedihkan. Kyuhyun kembali membuka mulutnya, suaranya terdengar lirih.

"Kalian... sama saja . kau dan dia , pria itu sama. Kalian membunuh orang yang kucintai. Tidakkah kalian tahu sesuatu yang kalian sebut cinta itu dapat membunuh seseorang, dan kau kim heechul-ssi, apa tidak ada pria lain selain dia? Tak bisakah mencari pria lain? Kau cantik tapi kenapa harus dia pria itu? Wae kalian sangat egois? Wae...?" kyuhyun mengakhiri kalimatnya dan pergi berlari keluar dari ruangan itu.

Kibum bergerak hendak mengejar kyuhyun tapi langkahnya terhenti ketika melihat heechul terduduk lemah sambil menangis keras, menggumamkan kata maaf berkali-kali. Akhirnya kibum menghentikan langkahnya, ia menarik napas tangannya terulur meraih tubuh heechul dalam pelukannya membiarkan heechul menagis dipundaknya, membiarkan wanita yang selama hampir 2 tahun disampingnya itu menumpahkan kesedihannya.

"Ceroboh, bisa-bisanya seorang kim heechul menangis!" ujar kibum pelan

"Maaf, tolong ampuni aku, biarkan kim heechul menangis kali ini saja." Heechul menjawab dengan suara sesegukan.

"Hn."

"Gomawo". Kibum kembali melihat ke arah pintu kyuhyun berlari, wajah datarnya terlihat khawatir kali ini.

,,,,,,

Zeezone

Kyuhyun berlari dengan air mata masih deras mengalir di pipinya, beberapa kali ia menabrak orang baik pengunjung hotel dan pameran ataupun staf yang tengah bertugas, beberapa kali ia juga hanya menggumamkan kata maaf setelah diteriaki orang yang ditabraknya. Pikirannya jelas sangat kacau, kyuhyun dua tahun lalu yang hanya bisa menangis dan telah dibunuhnya kini seolah hidup kembali di dalam kyuhyun yang sekarang.

Langkahnya baru berhenti saat ia menabrak seseorak yang menyebabkan dirinya terjatuh duduk. Ia hanya terduduk menundukkan kepalanya.

"Yak tidak bisakah kau berjalan dengan matamu, hah?"

"Mi.. an, jeosonghamnida..."

Si penabrak menunduk memperhatikan gadis gila yang menabrak dirinya, matanya terlihat kaget melihat siapa gadis gila itu.

"Kyu-chan, kau menangis apa terjadi sesuatu? Kyu?"

"Chwaang..."

"Ne, apa yang terjadi?"

"Appo, neomu appo.."

"eodi appo? Bangunlah ayo kita pergi ke tempat yang lebih baik, disini banyak orang yang melihat kita."

"Gaseumi.. nae gaseum neomu appo." Kyuhyun hanya diam ketika pria tampan itu mengangkat tubuhnya. Changmin menggendong kyuhyun ala bridal berjalan ke arah taman disamping hotel yang terlihat nyaman untuk orang yang butuh ketenangan seperti kyuhyun.

Changmin mendudukan kyuhyun dibangku yang ada, ia duduk dismping kyuhyun memperhatikan wajah yang lama tak ditemuinya wajah yang tak berubah wajah yang penuh dengan beban dan kesedihan, changmin tersenyum lirih menyadari bahwa kyuhyunnya belum berubah masih kyuhyun yang datang padanya dua tahun lalu, kyuhyun yang menangis dibahunya sebelum ia membuat kesalahan yang menjadikan kyuhyun menjauh darinya, kesalahan yang disesali seumur hidupnya, kesalahan yang membuat kyuhyunnya mendorong dirinya menjauh. Changmin berdiri meninggalkan kyuhyun dan kemudian kembali dengan sebotol air di tangannya.

"Ini minumlah.."

Kyuhyun menatap air yang masih berada di telapak changmin dan tak berniat mengambilnya. Di pandangnya wajah changmin, sahabatnya, orang yang paling dekat dengannya setelah ibunya, orang yang ia harap menjadi penyangga kesakitannya dulu, tapi malah membuat dirinya bertambah sakit, iris karamelnya tampak layu, sebelum suara halus khas kyuhyun terdengar di telinga changmin.

"Bisakah kau membawaku ke kamarku changmin-ssi." Sahut kyuhyun datar, mengabaikan air yang susah dicarikan oleh changmin. Changmin kaget mendengar kyuhyun memanggilnya dengan formal, tapi ia hanya diam dan mengangguk.

"Nomor berapa kamarmu?"

"3713"

"Kajja." Changmin mengulurkan tangannya, kyuhyun diam, ia tak mencoba memegang tangan changmin. Kyuhyun mencoba berdiri sendiri, tapi gagal ia kembali terduduk di bangku taman sedangkan Changmin menghela napas, akhirnya changmin meletakkan tangannya diantara lutut bagian dalam dan sebelah lagi di bahu kyuhyun, lagi-lagi kyuhyun di gendong changmin ala bridal. Sedangkan yang digendong hanya diam dan datar.

,,,,,,

Zeezone

"Astaga kyuhyun-ah apa yang terjadi?" ryeowook terlihat kaget melihat dua orang dihadapannya, dan salah satunya adalah orang yang ia kenal, orang yang berada dalam gendongan itu adalah kyuhyun temannya. Sebelum ryeowook menanyakan sesuatu changmin menyelanya.

"Maaf sepertinya kyuhyun butuh istirahat bisakah aku masuk."

"Oh ne, jeosonghamnida aku terlalu kaget."

"Terima kasih." Changmin meletakkan kyuhyun yang kini memejamkan matanya dia atas tempat tidur single, kemudian ditariknya selimut putih menutupi seluruh tubuh kyuhyun sampai bahunya. Changmin terdiam sebentar mamndang wajah kyuhyun yang tampak pucat, diulurkan tangannya hendak memcapai pipi kyuhyun, tapi kemudian tertahan dan changmin menarik kembali tangannya. Ryeowook hanya memperhatikan changmin, sekilas melihat kyuhyun kemudian kembali ke changmin.

"Maaf bisakah kau menjaga kyuhyun?"

"Ryeowook, namaku ryeowook. Tentu saja aku akan menjaganya."

"Ne gamsahamnida ryeowook-ssi, namaku changmin , Shim changmin."

"Bisakah aku tahu apa yang terjadi dengan kyuhyun?"

"Aku tidak tahu, tapi yang jelas ia mengalami sesuatu yang menyakitkan." Ia bertemu dengan seseorang yang menyakitinya aku dan wanita itu kim heechul. Lanjut changmin dalam hati.

"Maaf ryeowook-ssi sepertinya aku harus pergi."

"Ne, terima kasih sudah menolong kyuhyun." Ryeowook membungkukan badan memberri hormat.

"Ne sama-sama itu tugasku."

,,,,,,

Zeezone

Malam telah tiba. Kyuhyun membuka matanya tiba-tiba, keringat mengalir deras, napasnya naik turun sangat cepat. Kyuhyun duduk dan menyandarkan punggungnya pada kepala tempat tidur, ia menengok ke samping dan melihat ryeowook tengah tertidur dengan pulasnya, tentu saja sekarang waktu menunjukkan pukul 2 dini hari. Kyuhyun bergerak menurunkan kakinya dan berjalan ke arah lemari dan mengambil sebuah dress dan sweater . ia berjalan ke arah wardrobe mengganti pakaian kerja yang masih dikenakannya. Setelah mengganti pakaian kyuhyun berjalan menuju arah pintu, membuka dan menutupnya pelan. Kini ia butuh sesuatu yang dapat menenangkan hatinya dan pantai adalah tujuannya kali ini.

Kyuhyun berjalan hamparan pasir, deburan ombak memenuhi indera pendengarnya. Kedua lengan Kyuhyun memeluk tubuhnya menghalau angin yang berhembus cukup kencang tindakan bodoh memang keluar pada dini hari musim gugur yang dingin hanya dengan sweater yang bisa dikatakan tipis. Iris karamelnya melihat ada sosok di depannya, tubuh tegap yang menghadap ke bibir pantai dengan coat tebal berwarna hitam, surai hitamnya bergerak sesuai dengan arah angin, surai yang biasanya terlihat rapih kini telihat berantakan karena angin dan menambah kesan tampan pemiliknya. Kyuhyun berjalan mendekat dan berhenti tepat disamping pria tampan yang dikenalnya itu. Keheningan tercipta diantara keduanya, hingga suara berat sang pria memecah keheningan itu.

"Baka, kau masih gadis bodoh ternyata!"

"Hn." Kyuhyun hanya menjawab seadanya sampai terasa benda tersampir di bahunya, hangat itu yang ia rasakan. Coat milik pria itu kini sukses menghangatkan tubuhnya, aroma yang sama seperti dulu, aroma yang ia benci karena mengingat pemiliknya adalah orang yang sangat menyebalkan. Berusaha memecah keheningan namun menghindari topik dirinya yang menangis kyuhyun membuka suara.

"Sensei... aku tak percaya orang sepertimu bisa menjadi menteri di negara ini, dunia seperti kiamat bagiku. Kyuhyun mengatakan dengan pelan sambil terkekeh kecil.

"Hn."

"Seperti biasa jawabanmu itu menyebalkan."

"Kau belum menjawab pertanyaanku kyuhyun." kibum berbalik bertanya.

"Pertanyaan yang mana?"

"Kau tahu apa yang ku maksud." Pria tampan yang ternyata kibum itu sukses membuat kyuhyun menengok ke arahnya. Dengan bola mata yang bergerak malas kyuhyun berdecih dan menarik coat kibum untuk lebih memberi kehangatan bagi tubuhnya, sedangkan kibum masih berdiri sambil menyilangkan tangannya di depan dada.

"Apa artinya sebuah wisuda sensei. Aku tidak butuh gelar lagipula sekarang aku tidak ingin menjadi ilmuan seperti orang disampingku. Jadi untuk apa aku datang wisuda saat itu. Ijasahku pun mungkin masih berada disana."

Mendengar hal itu kibum menghadapkan tubuhnya ke arah kyuhyun, dan dengan kasar menarik lengan kyuhyun hingga keduanya saling berhadapan. Pancaran mata kibum terlihat ketidak sukaan atas apa yang dikatakan kyuhyun. Sedangkan kyuhyun terdiam dengan respon represif kibum.

"Doshita sensei?" tanpa menjawab pertanyaan kyuhyun dengan sebelah tangannya yang kosong kibum menarik pinggang kyuhyun lebih dekat dengan dirinya. Tubuhnya dan kyuhyun sangat dekat hidung keduanya hampir bersentuhan. Bibir kyuhyun yang terliahat pucat jelas terlihat oleh oniks kibum, keheningan kembali tercipta diantara keduanya.

Ckrek ckrek ckrek..

Suara kamera terdengar oleh keduanya. Keduanya menoleh terlonjak kibum melepaskan kyuhyun dan mencari asal suara. Dan ketika menoleh ke suatu arah, terlihat sinar putih kamera. Ckrek ckrek ckrek

"Sensei itu..." kyuhyun panik sedangkan kibum berlari ke arah sumber suara.

Beberapa lama kemudian kibum kembali ke tempat kyuhyun. "sensei bagaimana, orang yang memotret kita, kau menemukanya. Bisa terjadi skandal jika foto itu tersebar. Sensei.. Kim sensei, kenapa kau hanya diam?" Kyuhyun panik sedangkan kibum hanya diam mengepalkan tangannya, mengerti gelagat kibum kyuhyun lemas dan menjatuhkan dirinya hingga terduduk di pasir.

"Orang itu pasti menyebarkan foto kita kan?"

"Hn."

Kyuhyun emosi mendengar kibum hanya menanggapi masalah itu hanya dengan dua huruf meyebalkannya. Kyuhyun berdiri dan mencengkeram sweater kibum kencang.

"Bisakah kau menghentikan dua huruf menyebalkan itu kim kibum? HAH. Ini masalah besar, tak adakah yang bisa kita lakukan? Kim Kibum jawab aku!" kyuhyun membentak kibum.

"Kembalilah ke kamarmu, istirahatlah!" kibum melepas cengkeraman kyuhyun pada sweaternya, tapi masih menghadap kyuhyun, ditundukannya wajahnya melihat puncak kepala kyuhyun yang hanya setinggi bahunya, sedangkan tangannya masih mengepal.

"Orang itu memotret wajahku dengan jelas sensei, bagaimana?"

"Ara. Istirahatlah. Ku antar kau ke kamar." Kibum menarik pergelangan tangan dan mengantar kyuhyun sampai tepat di depan kamar inap kyuhyun.

,,,,,,

Zeezone

Pagi di korea digemparkan oleh foto salah satu orang terkenal di korea tengah berpelukan dengan seorang gadis. Artikel yang berkaitan dengan foto itu menjadi top trending di situs pencarian internet. Hari itu kata kunci Menteri kim memeluk seorang gadis di Jeju, Siapakah gadis yang di peluk menteri kim, sampai Menteri Kim berbulan madu di Jeju menjadi yang paling sering di cari.

Kyuhyun dengan mata pandanya masih mondar mandir di depan tempat tidurnya, sedangkan ryeowook masih setia melihatnya, sesekali ia melihat smartphone di tangannya membaca artikel yang menampilkan wajah temannya dengan jelas. Berdasarkan sudut foto yang diambil setiap orang yang melihatnya pasti berpikiran bahwa kyuhyun sedang berpelukan intim dengan menteri Kim kibum.

Kring kring... suara smartphone ryeowook berdering, dengan cepat ia mengangkat panggilan itu. Ryeowook langsung menjauhkan smartphone itu dari telinganya ketika mendengar suara teriakan dari sambungan itu, lalu menyerahkannya ke kyuhyun yang masih mondar mandir yang kai ini dengan menggigiti ujung kuku ibu jarinya.

"Ini, eunhyuk eonni ingin bicara. Dia meneleponmu tapi handphone mu tidak aktif." Ryeowook menyerahkan smartphone itu pada kyuhyun. Dengan enggan kyuhyun menerimanya sampai ia dekatkan ke telinga terdengar suara jelek memekakan telinga, setelah ini ia berjanji untuk mengatakan pada eunhyuk untuk melupakan impiannya sebagai penyanyi, selain karena terlalu tua suaranya pun sangat amat merusak telinga.

"YAK CHO KYUHYUN, apa yang kau lakukan ini HAH?" eunhyuk berteriak dari ujung sambungan, sampai kyuhyun menjauhkan smartphone itu.

"Eonni itu, berita itu hanya..."

"Kubilang untuk melakukan wawancara dengan mentri kim bukan membuat skandal dengannya, Neo jinjja... aduh kepalaku.."

"Eonni itu tidak seperti yang kau pikir kim kibum dan aku. Kami tidak sengaja bertemu dipantai.."

"Hoho bagus kau dini hari berjalan sendiri di pantai kemudian tidak sengaja bertemu dengan Menteri kim lalu karena dingin kalian berpelukan, penjelasanmu benar-benar masuk akal CHO KYUHYUN."

"Eonni aku tidak mengatakan hal seperti itu." Kyuhyun mempoutkan bibirnya tanda tidak setuju dengan eunhyun mereka dia tidak berpelukan hanya tangan kibum berda di pinggangnya.

"Lalu bagaimana dengan wawancara kemarin?"

"E..e eonni kau tahu wawancara tidak berjalan dengan baik, maksudku.."

"Kau gagal dengan wawancaranya, ya Tuhan cho kyuhyun kau benar-benar, donghae tahu?"

"Eonni aku tidak akan gagal jika si Kim menyebalkan Bum itu tidak mengacaukannya, pria itu benar-benar tidak berubah bahkan bertambah menyebalkan, dan donghae oppa dia terlalu sibuk dengan gadis-gadis disini."

"Tunggu kyuhyun-ah kau terdengar mengenal menteri kim? Dan lupakan pria ikan itu, aku mengirimnya ke Jeju untuk menghentikannya mengganggu pekerjaanku disini."

"Ah itu ya kami saling mengenal, aku dan dia pernah bersama dan.."

"MWO kau pernah bersamanya dan tidak pernah mengatakannya padaku."

"Eonni maksudku bukan bersama itu kau salah sangka..."

"Sudahlah terserah selesaikan sendiri masalahmu, aku tidak ikut campur."

Tut tut tut eunhyun menutup sambungan telepon itu menyebabkan satu lagi kesalahpahaman terjadi. Bagaimana mungkin ia pernah bersama dengan monster seperti kim kibum dalam khayalanpun tak pernah kyuhyun bayangkan. Memang keduanya pernah bersama dulu tapi bukan sebagai pria dan wanita, melainkan dosen berkuasa dan mahasiswa tertindas.

"Aku harus bertemu orang itu, dia harus bertanggung jawab. Kim Kibum, kau.."

,,,,

Zeezone

Kyuhyun berjalan cepat menyusuri koridor hotel, beberap pengunjung melihatnya dengan tatapan dia gadis yang di foto dengan menteri kim, akhirnya kyuhyun berjalan menunduk dan hanya bisa menyembunyikan mukanya diantara helaian rambut panjangnya. Setelah melakukan perjalanan yang terasa panjang kyuhyun berdiri di depan pintu kamar kibum, kibum mengetuk kasar pintu sambil berteriak ala barbar memanggil kibum.

Beberapa menit pintu belum terbuka juga, kyuhyun berbalik ketika mendengar suara riuh dibelakangnya bersama dengan suara jepretan kamera dan video yang merekam.

"Menteri kim bagaimana tanggapan Anda dengan foto yang beredar, benarkah yang Anda peluk adlah istri Anda atau orang lain?"

"Menteri kim Anda dikabarkan dekat dengan sekretaris Anda tapi kini muncul pemberitaan itu, menurut Anda?"

"Jadi siapa gadis itu menteri Kim?"

Kibum hanya diam tidak menanggapi pertanyaan wartwan yang mengelilinginya, sampai ia matanya mengarah kaget ke arah depannya melihat kyuhyun ada tepat di depan pintu kamarnya. Sial kenapa gadis itu ada disini sekarang.

"Bukankah itu gadis yang ada difoto. Ayo kesana. Nona bukankah Anda yang ada di foto, bisa tolong jelaskan!"

"Nona benarkah Anda adalah istri menteri kim, kalian menikah diam-diam begitu."

"Itu... aku maksudku tidak kami .." kyuhyun terbata bingung menjawab rentetan pertanyaan yang ditujukan padanya sampai sebuah lengan bemeluknya pinggangnya dari samping, kyuhyun menoleh dan melihat kibum sedang tersenyum indah dihadapan kamera.

"Maaf kami buru-buru, permisi." Kibum menyuruh heechul membuka pintu, tapi dihalangi seorang wartawan yang sangat spartan ingin mengetahui kejelasan hubungan keduanya.

"Anda menghindari pertanyaan kami, apakah gadis ini hanya wanita bayaran yang kebetulan Anda sewa menteri kim?" Dan sepertinya pertanyaan itu membuat beberapa pihak terkejut termasuk kyuhyun, dan sukses membuat kibum terlihat kesal, kyuhyun merasakan kekesalan kibum dari pelukan kibum dipinggangnya yang semakin erat, dan tiba-tiba kibum tersenyum dan mengeluarkan kata-kata yang membuat semua orang di tempat itu sangat terkejut.

"Ya dia gadis yang kusewa, dan jangka waktu sewanya adalah seumur hidupku, karena dia adalah istriku yang sangat kucintai."

"Kim kibum..."

"Maaf kami harus masuk, istriku bukan orang yang suka dengan sorotan kamera, kami akan memberikan klarifikasi secepatnya, gamsahamnida." Setelah membuat syok semua orang termasuk kyuhyun yang hanya bisa menatap bodoh, serta heechul yang terdiam mendecakan bibirnya, ketiganya masuk ke dalam kamar. Kyuhyun yang masih dalam keadaan syok tiba-tiba tersadar dan mendorong kibum menjauh dengan kasar.

"Yak kim kibum apa maksudmu, istrimu? Ya Tuhan sungguh besar dosaku jika harus menjadi istrimu, Haah...dengar kim aku datang kesini untuk memintamu menyelesaikan masalah bukan membuat masalah menjadi lebih besar." Kyuhyun berteriak frustasi.

"Hn."

"KIM KIBUM, NEO JINJJA!"

"Hn." Heechul terkekeh mendengar tanggapan kibum yang terdengar malas dan tak acuh.

"Kau berisik cho!"

"Kau benar-benar menyebalkan kim, sekarang bagaimana aku hidup? Aish jinjja, hidupku yang damai berakhir sudah." Heechul kembali terdiam ketika kyuhyun mengatakan hidupnya yang damai, sejujurnya ia tahu bahwa hidup kyuhyun tidak pernah damai.

"Aku sudah menyelesaikan masalahnya, kau tinggal menjadi istriku dan clear."

"Apa kau bilang, menjadi istrimu? Terlalu cepat 100 juta tahun aku mau menjadi istri dari pria muka datar menyebalkan sok pintar sombong dan gila sepertimu." Kibum memandang tajam kyuhyun yang merentet segala keburukan kibum tentu saja bukan kyuhyun namanya kalau tidak memberikan tatapan tandingan yang tidak kalah tajam, tatapan keduanya seperti dihubungkan oleh petir yang saling bertautan tidak suka.

"HAHAHA, Menteri Kim Nona Cho kalian berdua sungguh lucu." Heechul tertawa melihat pertengkaran keduanya, baru kali ini ia melihat seorang kim kibum dihina dengan sangat jelas dan tanpa takut oleh seorang gadis.

"DIAM KAU KIM HEECHUL." Kibum dan kyuhyun berseru bersama dan memberikan death glare pada heechul, heechul yang kaget reflek memberikan gerakan mengunci mulutnya. Beberapa menit kemudian keduanya masih dalam posisi saling memberikan glare, sampai heechul memecah keheningan.

"Bisakah kalian hentikan, dan mulai menyelesaikan masalah?" kyuhyun yang tampak mulai lelah dalam persaingan tatapan dengan kibum menolehkan pandangannya ke heechul.

"Bisakah kau diam, aku muak denganmu. Dan kim kibum cepat selesaikan masalah ini."

"Aku sudah menyelesaikan masalah."

"Kau menyelesaikan masalah dengan mengatakan pada media aku istrimu, tapi sebenarnya aku bukanlah istrimu? Kau benar-benar melakukan pembohongan publik."

"Aku tidak berbohong jika kita benar-benar menikah."

"Dalam mimpimu kim. Huf kepalaku."

"Menteri kim aku punya ide!"

"Aku tak butuh ide dari orang sepertimu, idemu pasti menjijikan seperti dirimu." Kyuhyun memotong dengan kasar apa yang akan dikatakan heechul.

"Jangan dengarkan dia, katakan apa idemu sekretaris kim?"

"Kalian menikah!"

"MWO?" "Aku setuju". Kyuhyun dan kibum menjawab bersama.

"Ani maksudku kalian menikah dan berpura-pura menjadi sepasang suami istri kemudian dengan waktu yang ditentukan kalian bisa bercerai."

"TIDAK". Kyuhyun berseru tidak setuju. "Kau tidak dalam posisi menolak cho." Kibum menyeringai. Kyuhyun berdecak sebagai tanda ia menerima ide itu dengan sangat-sangat-sangat terpaksa.

"Tunggu dulu kita harus buat kesepakatan hitam diatas putih untuk menjamin keamanan."

"kita lakukan itu setelah menghadiri pesta nanti malam, bersiaplah aku akan menjemputmu jam 7 malam. Dan aku tidak menerima penolakan, kau hadir sebagai istriku, Kim-Kyu-Hyun."

"namaku cho kyuhyun kim ingat itu. Ckk arasseo." Kyuhyun akhirnya meninggalkan kamar ditemani heechul dan para petugas keamanan yang akan mengantarkan kyuhyun ke kamarnya.

Kyuhyun dan heechul berjalan seperti puteri yang dikawal menuju singgasananya, dua orang gadis cantik dengan pesona Dan kesanyang berbeda itu berjalan tanpa percakapan hanya suara langkah kaki yang terdengar. kyuhyun berhenti ketika melihat seseorang berada di depan pintu kamarnya, seseorang yang memandangnya dengan tatapan yang sama, seseorang yang ia sayang sekaligus benci. Sampai suara heechul memecah keheningan.

"Kyuhyun-ah.."

"Jangan sebut namaku!, kau pikir kau siapa? Jangan kira masalah ini dapat mengubah penilaianku terhadapmu, aku masih ingin membunuhmu sampai saat ini. Kalian bisa pergi aku bisa ke kamarku sendiri." Heechul menghela napas dan memberikan perintah kembali pada bodyguard.

Kyuhyun berjalan mendekati kamarnya dan berhenti tepat didepan pria itu, Shim changmin. Tidak beranjak sedikitpun dari hadapan changmin, seolah menantang changmin berbicara duluan.

"Kau bertemu dengannya, kim heechul?"

"Kau bisa melihatnya. Untuk apa kau kemari?"

"Berita itu, benarkah?" changmin bertanya dengan mimik serius. "Bukan urusanmu changmin-ssi."

"Itu urusanku dan berhenti memanggilku dengan akhiran –ssi, itu menggangguku."

"Kau pikir kau siapa berhak mencampuri urusanku, tapi baiklah jika kau memaksa ingin tahu. Ya aku telah menikahi Menteri Kim Kibum. Itu jelas bukan." Kyuhyun melenggang memasuki kamarnya setelah berhasil membuat changmin terpukul atas jawabannya. Changmin menatap menghilangnya kyuhyun ke balik pintu sambil memegangi dadanya menahan nyeri yang ia rasakan. Kyuhyunnya telah dimiliki orang lain, dan ia mengetahui dengan jelas siapa orang itu.

,,,,,

Zeezone

Party

Kibum telah bersiap dengan setelan jas hitam sepahanya, rambut hitamnya ditata sedemikian rupa membuat penampilan terihat maksimal dan memancarakan kharisma tak tertahankan yang dimilikinya. Ia masih berdiri di depan pintu kamar 3713 menunggu seorang gadis yang sejak 15 menit lalu ia tunggu, sesekali ia melihat jam tangannya dan kembali mengetuk pintu. Suara ribut terdengar dari balik pintu hingga pintu terbuka menampilkan sesosok gadis bergaun merah tanpa lengan selutut yang sangat elegan, rambutnya ditata keatas memperlihatkan tengkutnya yang indah dan jenjang, menggunakan riasan sederhana yang tampak natural mengimbangi gaunnya yang terlihat mewah, sangat cantik, sampai membuat kibum kehabisan kata-kata.

"Apa ini bagus?"

"Biasa saja, ayo pergi kau membuang waktuku, oia bertingkahlah seperti seorang istri nanti." Kibum meninggalkan kyuhyun dibelakangnya yang menggerutu kecil menghasilkan senyuman tipis dibibir kibum, kali ini bukan seringaian tapi asli senyuman meski sangat tipis. Kau cantik.

"Ck pria itu, setidaknya pujilah sedikit diriku yang cantik ini, istri apanya, tidak ada suami yang meninggalkan istrinya dibelakang."

Keduanya tiba di ballroom yang sudah penuh oleh undangan termasuk beberapa reporter yang memang menjadi bagian dari pesta ini. Sontak keduanya menjadi pusat perhatian selain karena paras keduanya yang amat luar biasa tapi juga karena pemberitaan yang hangat seharian tadi. Sorot kamera mengarah pada kedua membuat kyuhyun sedikit merasa terganggu, jelas saja biasanya ia yang menyorot kini ia yang disorot, sampai ia merasakan tangannya digenggam oleh kibum dengan erat dan ketenangan mulai ia rasakan. Kyuhyun dan kibum berhenti di sudut press conference dan langsung mendapat serentetan pertanyaan dari wartawan.

"Menteri Kim Anda bersama dengan siapa, apa gadis ini adalah gadis yang sama di foto dan yang Anda sebut istri?" kibum tersenyum, tangannya yang tadi menggenggam kyuhyun kini telah berpindah pada bagian pinggang gadis itu.

"Ye, perempuan cantik di samping saya ini adalah istriku, kami menikah satu bulan yang lalu. Kami mohon maaf karena tidak memberitahu semuanya, karena hanya keluarga terdekat yang kami undang, lagi pula beberapa bulan terakhir banyak tugas yang saya kerjakan sehingga pernikahan kami hanya diadakan secara sederhana, sekali lagi kami minta maaf pada semuanya." Kibum dan kyuhyun membungguk secara bersamaan.

"Nama istri Anda?"

"Perkenalkan dirimu sayang."

"Ne, Annyeong haseyo cho kyu, ani Kim kyuhyun imnida, bangapseumnida. Saya memohon maaf kepada semua terutama seluruh rakyat korea karena berita tentang kami yang mengejutkan."

Kyuhyun dan kibum sangat lancardan kompak menjawab pertanyaan yang diajukan wartawan, tidak terlihat sedikitpun bahwa keduanya adalah pasangan pura-pura. Setelah menjawab pertanyaan warwatan keduanya melebur bersama dengan undungan lain menikmati sajian dan hiburan dari pesta ulang tahun hotel itu.

Waktu menunjukan hampir pukul 10 malam, suasana masih terlihat ramai, tiba-tiba layar LCD menampilkan tulisan Menteri Kim it's show time.. suasana menjadi riuh seketika sampai kibum menangkap sebuah sinar yang mengarah padanya dari balik dinding kaca. , kibum berhasil menghidari peluru yang diarahkan kearahnya sehingga hanya mengenai gelas-gelas cranggg... gelas-gelas wine tiba-tiba pecah peluru berserakan dilantai Suasana berubah menjadi riuh dengan teriakan kepanikan, orang-orang berlarian mencari tempat yang aman. Petugas keamanan dan polisi memasuki ruangan dan langsung berusaha mengevakuasi undangan dan wartawan, serta yang paling penting target pembunuhan, tapi bukan kibum namanya jika tidak mengikuti permainan ini.

"Orang-orang ini berniat membunuhku, heh.." kibum berkata dalam hati sambil mencari pelaku penembakan, setelah menemukan titik cahaya yang ia duga adalah pelakunya, jarak pelaku ± 345 meter, kemungkinan menembak menggunakan KAC N110 Sniper Rifle, senapan semi-otomatis berperedam. Otak jenius kibum berputar sangat cepat mencari penyelesaian. Kibum berjalan ke arah polisi bersenjata lengkap dan mengambil senjata laras panjang M16 yang berada pada genggaman petugas keamanan, senjata jenis rifle dengan jangkauan efektif 550 meter dan kaliber peluru 5.56 mm, ia arahkan senjata yang itu dengan posisi tangan yang sangat baik seperti seorang profesional. Kibum memerintahkan untuk segera mengevakuasi undangan dan menghiraukan dirinya. Awalnya polisi menolak perintah kibum, tapi kemudian mereka melaksanakan setelah mendapat tatapan mengerikan dari kibum. Mata kibum masih mencari kyuhyun memastikan gadis itu aman, namun matanya belum menemukan kyuhyun. Selama Kibum sibuk mencari kyuhyun. Crak crak beberapa peluru kembali mengarah padanya, namun sepertinya pelaku belum mendapatkan keberuntungannya.

Dor dor dor kibum melayangkan tembakan ke arah pelaku yang jaraknya sangat jauh dan tidak terlihat, sontak suanana semakin bertambah riuh, namun sepertinya kibum berhasil membuat pelaku panik sehingga pelaku kembali menembakan proyektil pelurunya dan mengenai beberapa polisi yang untungnya semuanya menggunakan jaket anti peluru. Dor dor dor kibum melayangkan serangan balasan. Sampai indera pendengarnya menangkap suara yang sangat ia kenal.

"Kim kibum..."

"Kyuhyun tetap disana jangan mendekat berbahaya!"

"Kau yang dalam bahaya, seharusnya kau keluar bersama kami, tapi kau masih disini kau mau mati?" kyuhyun berteriak sambil berlari kearah kibum.

"Kyuhyun kubilang diam di tempat!" kali ini kibum terlihat panik karena pelaku bisa saja mengarahkan tembakannya ke arah kyuhyun.

"Aku tidak peduli." Kyuhyun masih menghiraukan teriakan kibum. Dan kali ini kibum sangat-sangat panik ketika iris tajamnya melihat cahaya itu berbelok, targetnya bukan dirinya lagi tapi gadis bodoh yang masih berlari ke arahnya.

"Tidak kyuhyun, kubilang berhenti... siapapun hentikan gadis itu" kibum panik

"Tidak ...Kyuhyuuuunnn..." Crash crash crang

To be continued or End?

Ahoy Zee here, gue udah sampe di chap 4 dan udah panjang banget. Sorry ya kalo chapter ini ngebosenin banget dan agak gue cepetin, otak gue udah melayang kemana-mana jadi alurnya kacau dan berubah jauh banget. Setiap mau ngetik pasti berubah lagi ceritanya hadeuhh author newbie abal-abal banget gue.

Terus ternyata susah ya jadi penulis, butuh mood banget buat nulis, males itu jadi musuh banget padahal baru 4 chapter tapi pengen udahan aja maksud gue cepet ending gitu. Haduh... gimana ini?

Oiya masukan dari chapter kemaren thanks ya semoga ini lebih baik dari yang kemaren, ini bisa dibilang DECEMBER CERIA KIHYUN ga? Hahaha

Sebenernya ga percaya kalo kibum yang matanya kaya elang bisa liat pelaku dalam jarak 345 meter itu, apalagi dalam keadaan gelap malam tanpa cahaya aseek. Tapi apa sih yang ga bisa dilakuin samakakang prabu kibum yang sakti mandraguna , hahaha ngarang abis. Terus akhirnya drama banget hahaha. Oiya untuk senjata yang ada bisa di cari di mbah gugel.

Oke deh sekian sambutan dari gue semoga ini bukan chapter terkhir ya, kurang lebihnya gue minta review, terima kasih atas reviewnya juga.