SEKAI NO UTA

Chapter 4

Disclaimer: Tsubasa Reservoir Chronicle © CLAMP

"Eh, serius? Oruha-sama ada di festival ini?" Tiba-tiba kudengar suara seruan seseorang di dekat kami.

"Benar! Makanya kuajak kamu ke sini! Kamu fans berat Oruha-sama kan?"seru yang lainnya.

Aku terdiam sesaat. Oruha-sama datang ke festival ini? Pantas saja suasana jadi sangat ramai.

"Oruha-sama penyanyi terkenal itu, ya?" tanya Syaoran. "Aku sempat melihatnya di televisi kemarin"

Aku mengangguk. Aku sering mendengar tentang Oruha-sama di televisi atau di radio. Oruha-sama adalah seorang penyanyi terkenal. Baru-baru ini salah satu lagunya -Kaze no Machi- berhasil berada di peringkat teratas musik Jepang. Semua orang sangat menyukai lagu-lagunya. Aku juga…termasuk salah satunya. Aku mengoleksi lagu-lagu Oruha-sama dan sering ikut menyanyikannya diam-diam di kamar. Sempat terlintas di benakku untuk menjadi seorang penyanyi sepertinya. Tapi… apa aku bisa dengan keadaan begini, ya?

"Kelihatannya Oruha-sama tidak berpartisipasi dalam acara, hanya hendak datang saja," kata Syaoran, membuyarkan lamunanku.

Aku sedikit tersentak dan mengangguk. Rupanya saat aku melamun barusan Syaoran sempat menanyakan tentang Oruha-sama pada orang di dekat kami. Selain mendirikan stand, panitia festival juga mengadakan acara di panggung yang cukup besar. Ada pertunjukan musik dan hiburan lainnya. Tadinya sempat kupikir Oruha-sama ikut mengisi acara. Rupanya tidak.

"Jadi pantas aja orang-orang sibuk mondar-mandir di stand-stand. Mungkin mereka sekalian mencari Oruha-sama," kata Syaoran lagi.

Aku mengangguk-angguk.

Kurasakan pegangan tangan Syaoran semakin erat. "Kita jalan lagi, yuk!" ajaknya. "Mungkin ada stand yang agak sepi."

"Ya," jawabku senang. "Tapi kalau kamu melihat Oruha-sama, tolong beritahu aku ya!"

"Kamu juga penggemar beratnya?" tanya Syaoran.

"Sedikit," jawabku. "Tapi aku ingin bertemu dengannya."

"Baiklah. Nanti aku pasti mengajakmu menemuinya kalau kita bertemu dengannya," sahut Syaoran. "Sekarang kita bersenang-senang saja dulu, sambil mencarinya."

"Oke!" sahutku.

Kami berjalan lagi. Dan sepertinya Syaoran mengajakku ke tempat yang lebih sepi. Suara orang-orang di sana agak berkurang.

"Di sekitar kita sekarang hanya ada pohon. Tapi di depan sana ada lampu yang menyala. Kelihatannya masih ada satu stand lagi. Kita coba ke sana, ya!" ajak Syaoran.

Aku mengangguk. Aku tak keberatan diajak melihat-lihat. Aku bisa mengerti. Kalau berada di tempat ramai dan penuh sesak, mungkin kami akan terdorong dan terpisah lagi. Syaoran pasti tak ingin itu terjadi.

"Selamat datang!" Terdengar seruan riang seseorang. Kurasakan kami mulai memasuki sebuah ruangan.

"Kelihatannya ini stand karaoke," kata Syaoran. "Stand ini berbeda dengan yang lainnya. Kalau stand lain hanya berupa tenda kecil, stand ini terbuat dari kayu-kayu yang menyerupai rumah kecil. Ada pintu dan ruangan lain juga di dalamnya."

Eh? Stand karaoke? Tapi kenapa sepi begini, ya?

"Ya, ini stand karaoke! Selamat datang di stand Mokona!" Suara tadi terdengar lagi. Kali ini terdengar lebih jelas. Sepertinya pemilik suara itu datang ke arah kami.

"Eh? Apa itu?" Tiba-tiba Syaoran terdengar kaget. Hm…kenapa ya?

Tiba-tiba sesuatu melompat ke arahku. Sesuatu yang kecil dan berbulu lembut. "Mokona sudah menunggu kalian!" Sepertinya suara tadi berasal darinya.

"A…apa ini?" Aku juga terkejut. Sesuatu itu kini berada dalam tanganku.

"Ehehe… Aku Mokona! Salam kenal!" sahut makhluk kecil itu. Kurasakan ia berputar dan melompat di tanganku.

"Kelinci yang bisa bicara?' Syaoran terheran-heran.

Kelinci? Jadi sesuatu bernama Mokona ini berwujud kelinci, ya? Kuraba makhluk mungil itu. Lembut sekali. Eng… tapi suara-suara tadi berasal darinya, kan? Kelinci ini benar-benar bisa bicara?

"Mokona adalah maskot kami." Mendadak terdengar suara yang lain lagi.

"Oh, ada seorang pemuda berambut pirang keluar dari balik ruangan di dalam." Syaoran menjelaskan situasi di dekat kami

"Namaku Fai. Salam kenal!" Orang yang barusan itu memperkenalkan diri.

"Aku Syaoran dan ini temanku Sakura." Syaoran memperkenalkan diri kami.

"Salam kenal," kataku.

"Salam kenal! Salam kenal!" Kudengar Mokona berseru riang. Ia melompat-lompat di tanganku. Aku jadi penasaran sebenarnya Mokona itu apa?

"Ng… Fai-san, kalau boleh tahu sebenarnya Mokona ini apa? Robot? Boneka dengan suara perut?" tanyaku. Baru kali ini aku bertemu dengan sesuatu yang seperti ini. Kenapa Mokona bisa bicara? Bahkan bisa menjawab pertanyaann dan meresponi kata-kata kami.

"Ufufu…" Kudengar Mokona tertawa kecil. "Mokona adalah Mokona! Mokona bukan robot, juga bukan boneka!" serunya kemudian.

"Bukan robot?" Syaoran terdengar lebih bingung lagi. Ia meraih Mokona dari tanganku. Sepertinya ia ingin mengamati Mokona.

Kudengar Mokona malah bernyanyi dengan riang. "Mokona bukan robot, juga bukan boneka~ Mokona adalah Mokona~ Mokona adalah maskot kita~"

Aku tersenyum. Mokona itu lucu sekali. Kalau saja aku bisa melihatnya, mungkin ia terlihat sangat lucu juga. Aku jadi ingat kelinci sekolah yang pernah kurawat di SD ku dulu. Apa Mokona juga seperti itu? Tadi waktu kubelai, aku bisa merasakan tubuh Mokona yang berbentuk agak bulat. Lalu telinganya panjang dan kakinya agak besar. Hm… aku ingin sekali melihat Mokona!

"Oh ya, maaf membuat kalian menunggu." Fai-san membuyarkan imajinasiku. "Kami sudah siap sekarang." Kudengar ia mengutak-atik sesuatu.

Tiba-tiba terdengar suara musik yang mengalun.

"Ayo, menyanyilah!" Tiba-tiba Fai menyerahkan sesuatu padaku. Sepertinya itu adalah mike.

"Eh, menyanyi?" Aku tersentak. Kenapa tiba-tiba aku disuruh menyanyi, ya?"

"Ya. Kalian ke sini untuk bernyanyi, kan? Ayo, menyanyilah!" kata Fai-san.

Oh ya… Ini adalah stand karaoke. Wajar saja tiba-tiba aku disuruh bernyanyi. Aah….tiba-tiba aku merasa bodoh. Kenapa aku sampai lupa tujuan utamaku datang ke stand ini? Eng… tapi… aku menyanyi ya?

"Ayo Sakura! Aku ingin mendengarnya!" kata Syaoran.

Uuhh.. aku jadi malu. "Ta…tapi maaf kalau jelek, ya!" sahutku.

"Tidak apa-apa. Aku ingin mendengar Sakura bernyanyi. Jadi nyanyikanlah sampai selesai!" kata Fai-san.

"Menyanyi! Menyanyi! Sakura bernyanyilah!" Mokona berseru lagi.

Aku tersenyum. Oke, aku akan berusaha! Hm…lagu Maaya Sakamoto yang berjudul Kazemachi Jet, ya? Aku tahu lagu ini. Aku sering mendengarnya di radio. Selain lagu dari Oruha-sama, aku juga menyukai lagu-lagu dari Maaya Sakamoto.

Baiklah! Aku pun mulai mengangkat suara, dan bernyanyi…

Ki ga tsuitenai kimi wa mada

Kinou sae kaeru chikara ga futari ni arutte koto

(You have yet to realize

There are two forces that can change yesterday)

Wake mo nai no ni lonely

Namida ga hara hara to ochite

Aitai no wa hitori

Sora ni egaku hito kimi no koto da yo

(Without a reason to be lonely

Tears falling freely

There is one whom I want to meet

That is you, who paints in the sky)

Kono te wo te wo totte issho ni ikou yo

Te wo te wo nobashi kaze tsukamunda

Te wo te wo totte kowagaranaide

Te wo te wo tsunagu soshite toberu kimi to nara

(That hand, take it and let's go together

Reach out your hand and catch the wind

Take my hand and don't be afraid

Tie our hands together and let's fly, with you)

Ki ga tsuitenai kimi wa mada

Itsuka mita ano akumu wa doko ni mo nai tte koto

(You have yet to realize

The nightmare that you have always seen is not anywhere)

Daiji ni shiteru memory

Sore mo ii kedo toki wa nagare

Iitai no wa tsumari

Motto tanoshii koto kimi ni okoru yo

(The memory that you hold dear

That is fine as well because time flies

The thing you want to say

You will have fun memories too)

Hora koe wo koe wo age hashiri dasou yo

Koe ni koe ni naru kobore ochiru

Koe wo koe wo age warai nagara

Koe ni koe ni shite suki to ieru ima nara

(Look, raise your voice and let's run

Let it become your voice and spill over

Raise your voice and smile

Make it your voice and say you love me, right now)

Kono te wo te wo totte issho ni ikou yo

Te wo te wo nobashi hoshi tsukamunda

Te wo te wo totte kowagaranaide

Te wo te wo tsunagu kimi to doko made mo

(That hand, take it and let's go together

Reach out your hand and catch the stars

Take my hand and don't be afraid

Tie our hands together and let's fly, with you)

Ki ga tsuitenai kimi wa mada

Sekai sae kaeru chikara ga ai ni wa arutte koto

(You have yet to realize

The force that can change the world is when there is love)

Entah kenapa aku merasa nyaman menyanyikan lagu ini. Tepuk tangan Syaoran, Fai-san dan Mokona mengakhiri nyanyianku.

"Te…terima kasih!" kataku. Aku jadi malu. Tadi aku tidak salah mengucapkan lirik lagu, kan? Adakah nada yang salah?

"Kamu hebat!" Kudengar Syaoran memujiku.

Huaaaa…. Wajahku jadi semakin panas! Apakah aku terlihat seperti kepiting rebus sekarang?

"Aku merasakan perasaanmu pada lagu itu." kata Fai-san. "Apa kau punya pengalaman tertentu dengan lagu itu?" tanyanya kemudian.

Ng… Aku jadi tambah malu. Sejujurnya, entah kenapa aku sempat membayangkan Syaoran sewaktu bernyanyi tadi. Kenapa ya, tiba-tiba aku ingin Syaoran juga terus menggenggam tanganku, melewati semua hal bersama-sama?

Bayangan Cinderella dan pangeran langsung mengusikku lagi. Aaahhh, Tomoyo! Kenapa tadi kau harus mengatakan hal itu?

"Oh ya! Sakura, ada yang ingin kubicarakan." Tiba-tiba suara Fai-san terdengar serius.

"Ya, ada apa?" tanyaku. Aku tak terlalu memikirkan keseriusan itu. Tapi pernyataan selanjutnya mengejutkanku.

"Sebenarnya aku adalah seorang produser yang sedang mencari orang yang berbakat dalam bidang menyanyi," kata Fai-san. "Ya, karena itu aku mendirikan stand ini bersama Mokona. Rencananya aku akn terus mencari hingga akhir festival. Tapi sepertinya aku sudah menemukannya…"

"Jadi… maukah kau melangkah ke dunia musik profesional?" tanya Fai-san kemudian.