Superstar and What am i?
Chapter 4
Pairing : Sakuraba x Sara [SakuSara]
Disclaimer : Riichiro Inagaki & Yusuke Murata
Written by : Sasoyouichi
Story by : Sasoyouichi
© Sasoyouichi
- サソヨウイチ -
Chapter 4 keluar bersamaan dengan chapter 3
Sebenarnya ini satu chapter, karena kepanjangan jadi Saso pisah deh
Dukung saso buat award ya^^
Saso buatnya ngebut lo
Saso buatnya sambil dengerin lagu Super Junior – Harue (A Day)
Lagunya keren lo :D
Hehehe
Happy reading^^
- サソヨウイチ -
Cerita sebelumnya...
"Sara, hujan sudah turun semakin deras," kata Ako.
"Sakuraba masih terus menunggu di bawah. Dia kehujanan dan ada payung atau apapun yang bisa melindunginya dari hujan. Apa kau tega melihat Sakuraba seperti itu?" Mamori melanjutkan kalimat Ako.
"Aku tidak menyuruhnya untuk melakukan hal itu. Aku belum bisa melupakan kata-katanya saat wawancara di radio itu. Kata-katanya berputar-putar di kepalaku," jawab Sara.
"Terserah kau saja Sara. Kalau memang itu bisa mengurangi kesedihanmu." ucap Mamori. Mamori mengangkat bahunya saat berpandangan dengan Ako.
- サソヨウイチ -
Sara P.O.V
Aku tidak menanggapi pertanyaan dan nasehat dari kedua sahabatku dengan serius. Aku masih saja terus terisak-isak ketika aku kembali mengingat perkataan Haruto saat wawancara tadi. Aku kecewa padanya. Padahal ia sudah janji kepadaku kemarin. Kenapa ia mengingkarinya sekarang?
Haruto terus menungguku di bawah. Di bawah guyuran hujan yang deras dan angin yang kencang. Dari sini aku bisa melihat ke luar jendela. Langit benar-benar gelap dan tidak bersahabat. Haruto pasti sangat kedinginan di bawah. Tapi, aku masih berat hati untuk menemuinya.
Hujan sudah turun selama 30 menit. Ako dan Mamori mengatakan kalau Haruto masih tetap berdiri di depan sana, hujan-hujanan. Apa dia tidak memikirkan dirinya yang merupakan artis dengan pekerjaan segudang? Kalau dia sakit, bagaimana dengan pekerjaannya dan Amefuto-nya? Apa dia itu bodoh?
Aku berdiri tanpa melihat ke arah Ako maupun Mamori. Aku akan ke bawah menemui Sakuraba untuk menyuruhnya pulang! Entah dari mana aku mendapat kekuatan untuk menemuinya. Padahal sedari tadi aku terus bersikeras untuk tidak mau menemuinya.
Aku menuruni anak tangga dengan cepatnya. Aku berjalan ke arah pintu. Aku berhenti tepat di depan pintu rumah. Aku menguatkan hatiku untuk bertemu Haruto dan untuk tidak menangis dihadapannya.
Aku membuka pintu dengan perlahan. Aku melihat Haruto yang kehujanan berdiri di halaman. Ia sadar atas kedatanganku dan tersenyum ke arah ku. Aku berjalan ke arahnya. Hujan membasahiku yang tidak menggunakan payung saat keluar dari rumah. Aku berdiri dihadapan Haruto dan menatapnya dalam-dalam.
"Pulanglah Haruto," ujar Sara.
"Akhirnya kau keluar juga. Aku sudah lama menunggumu. Aku ingin menjelaskan tentang wawancara itu," katanya.
"Aku keluar bukan untuk membicarakan hal itu. Aku keluar untuk menyuruhmu pulang,"
"Maaf Sara. Aku nggak menepati janjiku," katanya. "Aku mengaku salah atas perbuatanku,"
"Kau harus pulang sebelum kau sakit," jawabku singkat. Aku segera menyuruhnya pulang lagi sebelum dia berbicara lebih jauh tentang masalah ini. "Kalau kau mau membicarakan masalah ini, aku tunggu di lapangan sekolah Deimon setelah pulang sekolah tiga hari lagi. Aku akan menunggumu,"
"Heeh? Ba-baiklah Sara. Doumo arigatou! Aku akan datang ke Deimon tiga hari lagi," Aku hanya mengangguk sekali.
"Sekali lagi aku minta maaf," ucapnya sambil menundukkan badannya. Ia merogoh sakunya dan mengeluarkan 2 lollipop dan memberikannya padaku. Aku menerimanya dan mengucapkan terima kasih. Ia membuka ransel yang sedari tadi di sandangnya dan mengeluarkan sesuatu. Ia mengeluarkan payung! Haruto memberikan payung itu kepadaku. Payung itu melindungiku dari hujan.
Ia tersenyum lembut kepadaku. "Pakai payung ini. Aku nggak mau kalau kau sakit. Jaa Sara!" ucap Haruto kepadaku. Air mataku turun kembali membasahi pipiku. Kenapa ia melakukan ini padaku? Kenapa dia memberikanku payung? Kenapa ia tidak memakainya sedari tadi? Air mataku mengalir deras seperti hujan yang terus turun membasahi kota Tokyo.
"Haruto bodoh!" ucapku pelan sambil terus menangis di bawah payung yang diberikan Haruto barusan.
- サソヨウイチ -
Normal P.O.V
Sakuraba menjalani harinya seperti biasa. Sekolah, latihan Amefuto dan ada konfrensi pers tentang model pakaian terbaru untuk musim semi yang Sakuraba dan Karin peragakan. Selama konfrensi pers, Sakuraba banyak termenung dan tidak bisa berkonsentrasi. Selama 3 hari ini, Sara tidak mengangkat telpon dari Sakuraba dan tidak membalas pesan singkat dari Sakuraba.
Sakuraba bertambah murung karena Sara memintanya untuk datang di waktu yang sama dengan jadwal untuk tanda tangan kontrak dengan mall itu. Sakuraba ingin sekali membatalkan kontrak itu. Walaupun ia belum menandatanganinya, tapi manajernya sudah duluan tanda tangan. Dan, kalau Sakuraba membatalkannya, manajernya harus membayar denga jumlah yang tidak sedikit. Bagaimana ia harus mengatakannya pada Ito-san? Apa ia harus jujur kalau ia sudah punya pacar?
Tanpa Sakuraba ketahui, Ito-san sedari tadi memperhatikan Sakuraba yang sedang murung. Ia bingung dengan sikap Sakuraba sekarang. Biasanya ia selalu bersemangat melakukan setiap pekerjaannya. "Apa Sakuraba-chan ada masalah ya?" tanya Ito-san di dalam hati.
Setelah selesai, Ito-san mengantarkan Sakuraba pulang ke rumahnya. Sesampainya di rumah, Sakuraba langsung melangkahkan kakinya ke kamar tidur. Ito-san yang bingung dengan sikap Sakuraba berusaha mencari tau masalah yang terjadi pada Sakuraba. Ito-san bertanya pada ibu Sakuraba tentang hal ini.
Keesokan harinya, Ito-san datang kembali ke rumah Sakuraba untuk menjemput Sakuraba. Mereka akan menuju perusahaan yang akan mengontrak Sakuraba. Sakuraba turun dari kamarnya sambil tertunduk lesu. Ia belum memutuskan untuk memberitahukan manajernya itu kalau ia sudah punya pacar atau tidak. Ia tidak ingin mengecewakan Sara lagi.
"Aku akan mengatakannya saat berada di dalam mobil!" Sakuraba sudah membulatkan tekadnya.
Sakuraba dan Ito-san pamit kepada ibu Sakuraba. Mereka masuk ke dalam mobil Ito-san. Supir mengendarai mobil ke arah perusahaan yang akan mengontrak Sakuraba menjadi brand amsador mall mereka. Di dalam mobil Sakuraba tetap terlihat murung. Ito-san malah tersenyum melihat Sakuraba seperti itu.
"Manajer, dimana perusahaan itu?" tanya Sakuraba.
"Arahnya sama dengan arah ke sekolah Deimon. Kita akan belok kiri sedangkan Deimon ada di sebelah kanan," ucap Ito-san.
Sakuraba bertambah murung. Bagaimana bisa kebetulan seperti itu? Seperti memilih dua pilihan yang harus aku pilih sekarang. Aku harus pilih kanan atau kiri? Aku haru pilih Sara atau pekerjaan?
Sakuraba masih belum memberitahukan kepada manajer kalau ia punya pacar. Sedari tadi ia ingin mengucapkannya tapi ia urungkan lagi. Ia masih takut akan tanggapan manajer. Manajernya akan rugi besar kalau ia membatalkan kontraknya.
Tetesan air turun dari langit. Lama-kelamaan menjadi hujan yang deras. Hujan membasahi kota Tokyo lagi. Sakuraba menyandarkan kepalanya di jendela mobil. "Hari hujan. Apa Sara kehujanan? Atau sudah pulang ke rumah" Sakuraba berbicara di dalam hati.
Mereka sudah tiba di persimpangan. Sakuraba belum juga mengatakan hal ini dengan manajernya. Ia menutup matanya pasrah. Yang mana jalan yang dipilih manajernya, kanan atau kiri. Dan Sakuraba yakin pasti yang kiri. Ito-san tersenyum dalam diam.
"Manajer," Sakuraba akhirnya angkat bicara. "Bisakah kita putar balik ke Deimon. Aku harus menemui seseorang di sana," lanjut Sakuraba dengan mata masih tertutup.
"Sakuraba-chan ngomong apaan sih? Ini kita mau ke sana!" seru Ito-san.
Kalimat Ito-san mengagetkan Sakuraba. Ia membuka matanya dan melihat ke luar jendela. "Ke-kenapa manajer?" tanyanya.
"Uang tidak begitu penting. Kita bisa mengganti kerugian dengan bekerja lebih keras. Kalau kau begini terus, aku akan susah. Jadi, kejar pacarmu," ucap Ito-san sambil mengacungkan jempolnya dan memamerkan gigi emasnya. Sakuraba tersenyum senang.
"Kenapa manajer bisa tau?"
"Aku tau semua masalah Sakuraba-chan. Kita sudah sampai!" seru Ito-san.
Sakuraba turun dari mobil tanpa payung. Ia berlari menuju lapangan Deimon menerobos hujan yang turun dengan derasnya. Ia benar-benar sudah tidak sabar bertemu Sara.
Sakuraba sampai di lapangan Deimon. Ia berjalan di atas jalan yang ada di pinggir lapangan. Hujan tidak menjadi penghalang bagi anggota tim Devil Bats untuk tetap latihan. Sakuraba melihat Sara berdiri di pinggir jalan sambil memegangi payung. Anak-anak Deimon melambaikan tangan pada Sakuraba dan ingin menyapanya. Tapi, mereka hentikan karena Sakuraba memberikan isyarat agar mereka tidak memanggilnya dan melanjutkan latihan mereka.
Sakuraba mendekati Sara dengan hati-hati. Ia berdiri di belakang Sara dan memajukan wajahnya. "Maafkan aku." ucap Sakuraba tepat di belakang Sara. Seketika Sara membalikkan badannya ke belakang.
"Kau mengagetkanku saja," kata Sara. "Kenapa nggak pake payung?" Sara mendekat ke arah Sakuraba untuk berbagi payung. Tapi, Sakuraba malah mundur. Membiarkan dirinya kehujanan.
"Baiklah. Aku akan menjelaskan semuanya. Aku nggak menepati janjiku karena manajerku sudah terlanjur tanda tangan kontrak dengan suatu perusahaan. Di kontrak itu aku diharuskan nggak boleh punya pacar selama kontrak berlaku. Kalau melanggarnya, aku dan manajer harus membayar kerugian perusahaan itu dengan uang yang jumlahnya nggak sedikit," Sakuraba menjelaskan pada Sara secara rinci. Sara mengangguk mengerti.
"Hari ini aku seharusnya menandatangani kontrak ke perusahaan itu. Aku berencana untuk jujur kepada manajer kalau aku sudah punya pacar saat perjalanan ke sana. Ternyata, manajerku sudah tau semuanya. Ia malah mengantarkanku ke sini, bukan ke perusahaan itu. Ia mengatakan padaku untuk mengejar pacarku yang sedang menunggu di sini," lanjut Sakuraba. Sara menunggu kalimat berikutnya dari Sakuraba. Walaupun tidak kentara, tubuh Sara bergetar dan matanya mulai berkaca-kaca.
Sakuraba menundukkan badannya 90 derajat dihadapan Sara. "Maafkan aku. Maafkan aku. Maafkan aku. Maafkan aku. Maafkan aku. Maafkan aku. Maafkan aku. Maafkan aku. Kumohon maafkan aku. Aku telah melakukan hal bodoh yang telah menyakitimu. Aku telah membuatmu menangis karena kesedihan bukan kebahagian. Kau boleh pukul aku sebanyak yang kau mau. Kau boleh membalas semua rasa sakitmu. Tapi, aku mohon maafkan aku," ucap Sakuraba.
"Tegakkan badanmu," perintah Sara. Sakuraba mengikuti perintah Sara. Sara melayangkan satu pukulan yang keras dan cepat ke arah bahu kiri Sakuraba.
"HARUTO BODOH!" teriak Sara denga kerasnya. Payung yang sedari tadi melindungi Sara dari hujan, kini tergeletak di tanah. Tetesan air mata Sara menyatu dengan tetesan air hujan yang jatuh di wajahnya.
"Aku sudah memaafkanmu sejak kau mengucapkan kata maaf pertama kali padaku!" kata Sara sambil terisak.
"Jangan pernah lagi mengambil pisau yang tajam untuk merobek hatiku. Aku sudah susah payah menyelotipnya untukmu," ujar Sara lagi. Sakuraba tertawa kecil mendengar kalimat Sara.
"Aku janji!" jawab Sakuraba. Ia memegang wajah Sara. Ia mengusap air mata Sara yang sudah bercampur dengan air hujan dengan kedua ibu jarinya.
"Aku nggak akan mengambil pisau yang tajam lagi kecuali untuk mengupas buah," lanjut Sakuraba. Sara tertawa kecil sambil menangis.
"Kau harus datang di pertandingku besok melawan Bando Spiders. Aku akan mencetak touchdown untukmu. Kau harus duduk di kursi depan dan di pinggir bersama anggota Deimon yang lain. Mereka biasanya selalu menonton pertandingan timku di kursi depan," Sara mengangguk menyanggupi.
"Kau sudah memaafkanku 'kan?" tanya Sakuraba.
"Iya Haruto." jawab Sara yang sudah bisa tersenyum kepada Sakuraba.
Sakuraba memeluk Sara ditengah-tengah guyuran hujan. Sara membalas pelukan Sakuraba dan membenamkan wajahnya di dada Sakuraba.
Anak-anak Devil Bats sedari tadi melihat mereka berdua. Kuroki dan Togano menggigit baju mereka karena ini dengan Sakuraba. Suzuna ikutan nangis karena terharu melihat peristiwa yang menurutnya sangat so sweet itu. Mamori tersenyum senang melihat Sakuraba dan Sara bisa berbaikan lagi. Ako juga tersenyum bahagia melihat Sara bisa tersenyum.
"Kenapa kau tersenyum menggelikan begitu manajer sialan?" tanya Hiruma.
"Aku senang mereka bisa berbaikan lagi," Mamori berkata dengan mata berair.
"Kekeke! Nggak perlu nangis. Kalau kau iri dengannya, aku bisa melakukannya untukmu, manajer sialan. Kekeke!" seru Hiruma.
"Nggak. Makasih." Mamori mendengus kesal.
- サソヨウイチ -
Ke esokan harinya, sesuai janji, Sara menonton pertandingan Sakuraba bersama anggota Deimon dan duduk di barisan depan di dekat tangga keluar. Sakuraba bermain dengan baik dan berhasil mencetak 2 touchdown. Tidak ada yang bisa menghentikan Sakuraba dan Shin di Bando Spiders. Pertandingan selesai dengan kemenangan Ojo White Knights 38-6 terhadap Bando Spiders.
"Para penonton diharap untuk tetap duduk di kursinya karena salah satu anggota Ojo White Knights akan menyampaikan pada kita semua. Siaran ini masih terus akan berlanjut dan live," ucap komentator, Sanada.
Sakuraba maju ke tengah lapangan dengan memegang sebuah mic. "Ohayou minna-san!" Penonton menjawab sapaan Sakuraba serentak.
"Hari ini aku akan mengenalkan seseorang pada kalian dan semua fansku," kata Sakuraba. Ia berjalan ke arah anak-anak Deimon. Menghampiri Sara yang duduk di pinggir. Sara melambai-lambaikan tangannya menandakan agar Sakuraba tidak menuju ke arahnya. Sakuraba tersenyum membalas reaksi Sara. Ia menarik tangan Sara dan membawanya ke tengah lapangan. Sakuraba menggenggam tangan Sara.
"Perkenalkan, perempuan di sampingku ini namanya Sara!" teriak Sakuraba dengan semangat. Sara berusaha untuk melepas genggaman tangan Sakuraba. Fans Sakuraba pada teriak-teriak histeris karena melihat idolanya menggandeng seorang perempuan.
"Sara ini adalah pacarku. Aku sangat menyukainya dan aku tidak ingin merahasiakan ini pada kalian. Pada wawancara beberapa hari yang lain, aku berbohong bahwa aku tidak punya pacar. Hal itu membuat Sara sedih. Jadi, aku akan mengatakannya pada kalian, Sara ini adalah pacarku," seru Sakuraba bersemangat dengan senyuman yang terus mengembang di wajahnya.
"Kalau kalian bertemu dengannya di jalan, kalian bisa menyapanya dan menitipkan salam kalian buatku padanya. Untuk fansku, aku tetap mencintai kalian karena kalian fansku," fans Sakuraba bersorak-sorai.
"Maukah kalian membantuku untuk meminta maaf pada Sara. Kita bisa bersama-sama mengucapkan 'Sara, maafkan Sakuraba' dalam hitungan ketiga," Sakuraba menatap Sara.
"Satu, dua, tiga,"
"SARA, MAAFKAN SAKURABA!" Suara menggelegar di stadion.
"Maukah kau memaafkanku?" tanya Sakuraba pada Sara.
"Dengan senang hati." jawab Sara seraya tersenyum manis.
"Kiss! Kiss! Kiss! Kiss! Kiss! Kiss! Kiss! Kiss!" seru penonton.
"Bagaimana ini?" tanya Sakuraba.
"Ba-bagaimana a-apanya?" tanya Sara.
"Apa kau mau mengabulkan permintaan mereka?"
"Ha? Kita akan dilihat penonton di stadion dan ini akan ditayangkan di tivi. Apalagi ini siaran langsung,"
"Jadi?"
Sara menunduk bingung. "Terserah kau sa..." Sakuraba menempelkan bibirnya ke bibir Sara ketika Sara menengadahkan kepalanya. Sara memejamkan matanya dan berdiri seperti patung. Penonton berteriak kegirangan. "YAAAAAAAAA!" Fans Sakuraba ada yang pingsan dan ada yang ikut senang melihat idola mereka bersama pacarnya.
"KYAAAA! Haru-nii romantis banget!" seru Suzuna. "Ayo dong Mamo-nee dan You-nii jangan mau kalah sama Sara-nee dan Haru-nii!" Suzuna mendapatkan tatapan death glare dari Mamori.
"Apa kita akan melakukannya di pertandingan minggu depan, manajer sialan? Kekekeke!" kata Hiruma yang disambut dengan memerahnya wajah Mamori.
"Jangan bercanda!" seru Mamori.
Sakuraba menjauhkan wajahnya dari wajah Sara. Wajah mereka berdua merah seperti kepiting rebus. Mereka saling menatap dan kemudian tertawa bersama. "Yah, baru saja kita menyaksikan peristiwa yang mencengangkan dari Sakuraba. Ini pertama kalinya terjadi selama pertandingan Amefuto di Jepang! Baru kali ini ada yang menarik pacarnya ke tanah lapangan dan yah kalian tau mereka melakukan apa dan ini disiarkan langsung!" seru Sanada sang komentator yang selalu bersemangat.
"Jauh dari dunia keartisanmu. Jauh dari dunia modeling-mu. Jauh aku lebih menyukai Haruto sebagai siswa SMA Ojo yang bernama Haruto Sakuraba," ucap Sara.
"Arigatou ne Sara." Sakuraba menggenggam tangan Sara. Sakuraba melambaikan tangan dan menunduk berterimakasih pada seluruh penonton.
O W A R I
O M A K E
"Sakuraba-chan tampak sangat bahagia ya?" tanya Ito-san yang duduk di samping Shogun, pelatih Ojo White Knights.
"Ya benar. Aku tidak menyangka dia punya pacar dan mencium pacarnya di tengah lapangan seperti itu," jawab Shogun.
Anggota tim yang lain bengong melihat Sakuraba. Walaupun tidak terlalu mengerti, mereka juga bersorak menyemangati Sakuraba dan ikut bahagia.
"Sakuraba melakukannya dengan benar," ucap Takami bangga.
"Apa yang tadi mereka lakukan? Itu pacar Sakuraba?" tanya Shin dengan tampang polos.
"Mereka emm, berciuman, Shin. Ya, itu pacar Sakuraba," jawab Takami.
"Pacarnya cantik," kata Shin singkat. Takami membuka matanya lebar-lebar melihat Shin.
"Baru kali ini aku mendengarmu berkomentar tentang seorang perempuan." kata Takami.
- サソヨウイチ -
Alhamdulillah fanfic Superstar and What am I? Selesai juga^^
Selesai pas pada tanggal 25, terakhir ngumpul fanfic buat award :D
Kekeke
Terimakasih buat readers yang udah ngebaca dan ninggalin review di fanfic Saso ini^^
Selesainya fanfic ini, Saso akan kembali lagi dengan fanfic HIRUMAMO yang belum selesai
Hehehe
Terimakasih juga buat temen saso di sekolah yang udah memberikan ide untuk scene Sakuraba dan Sara di stadion itu :) [Nanda – Dea (hyung)]
Acc. resmi author : (fb : Sekar D. Saso) (twitter : sekarrns – double 'r')
Review Anda selalu dibutuhkan^^
