"Hari ini aku akan mengajari kalian tentang lingkaran sihir." Taiyou memulai pelajaran di kelas sihir, semua murid berdiri melingkari sebuah lingkaran sihir.
"Jika kalian sudah mempelahari sebelumnya, lingaran sihir itu berguna untuk melakukan pemanggilan familiar spirit seperti roh suci atau sampai iblis tingkat tinggi." Semua tampak sweatdrop karena ucapan Taiyou masih banyak yang meleset, banyak typonya.
"Untuk melakukannya, kalian bisa menggunakan kertas sihir yang sudah kubagikan sedari tadi." Ya—sebagai tamer, memanggil familiar spirit adalah salah satu materi ajar bisa ia berikan. Ia mengambil sebuah pocket knife lalu melukai salah satu jarinya—membiarkan setetes dua tetes darah mengenai lingkaran sihirnya—namun luka itu segera menghilang akibat kemampuan regenerasi Taiyou yang seorang half demon. Semua yang ada di sana
"Kalian sudah tahu bukan, aku ini exorcist dari keluarga Okumura—jangan terkejut kalau lukaku bisa beregenerasi—aku sudah bukan manusia lagi... kalian tahu...?" Jelasnya, yang lain langsung fokus pada ekor yang menjuntai dari balik seragamnya.
Ia menggelengkan kepalanya pelan, mengabaikan rasa bingungnya.
"Wahai kau iblis penguasa alam bawah, dengan ini saya memanggilmu tunduklah kau padaku dan serahkan semua kekuatanmu padaku" Dari lingkaran sihir muncul sesosok iblis orc dengan wajah yang menyeramkan.
"Begitulah... kalau ingin menghilangkannya—kalian hanya perlu merusak lingkaran sihirnya." Ia mengusap salah satu bagian dari lingkaran sihir itu dengan kakinya, dan voila—iblis panggilan tadi lenyap seketika.
"Ada yang mau mencoba?"
Futsumashi
Rate: T
Language: Indonesia/Japanese.
Genre: Shounen, Adventure, Friendship, Supernatural.
Disclaimer
Ao no Exorcist punya Katou Kazue kalo punya saya Rin udah ada dipihak Satan/woey
FF ini punya saya! =3= saya tidak mengambil keuntungan berupa uang atau apapun keuntungan yang saya dapat hanyalah kesenangan dan peningkatan kemampuan menulis, serta kepuasan anda semua sebagai pembaca.
Warning: Future Set! OOC kebanyakan OC/? Dan masih banyak lagi warning yang saking banyakknya tak bisa saya sebut satu per satu.
Night 04
"Wah, Okumura-sensei keren ya!"—Gadis A
"Benar! Meskipun kadang sering salah ucap tapi dia itu hebat sekali—aku sampai tidak percaya kalau dia seumuran kita!"—Gadis B
"Katanya ia belajar exorcism dari umur 5 tahun."—Gadis C
"Serius?! Wah hebat sekali ya..."—Gadis A/Gadis B
Baru seminggu Okumura Taiyou mengajar di juku namun dia sudah menjadi buah bibir diantara para siswa—khususnya para siswa wanita, bahkan sudah ada fansclub yang dibuat untuknya.
"Heh... Taiyou jadi terkenal tuh, ya'kan Yuuki?" Sementara Yuuki hanya melihat Ryouhei sambil memakan bekalnya.
"Begitulah, dan kenapa kau memanggilku Yuuki lagi... kan aneh."
"Aneh bagaimana? Memang ada masalah?" Tanyanya sambil balas menatap Yuuki garang.
"Habis dari chapter satu sampai chapter tiga kau kan memanggilku 'Okumura.' Kan para pembaca bisa jadi bingung kalau tiba-tiba kau memanggilku Yuuki." Ia menyesap susu rasa buah yang ia beli, Ryouhei tampak berpikir sejenak.
"Iya juga ya—tapi aku juga tidak ingin mendengar itu darimu! Dari chapter satu sampai tiga kau tidak pakai kacamata kenapa sekarang kau pakai!" ujarnya sambil menunjuk sebingkai kaca yang membingkai matanya.
"Mau bagaimana lagi... minusku bertambah... dan aku sudah dilarang menggunakan kontak lensa." Sahut Yuuki membela dirinya, sementara Ryouhei hanya menatapnya kesal.
"Heh.. alasan saja kau!"
"Memang benar kok..."
"Hahaha sudahlah, kalian jangan bertengkar terus." Kata Ryouko menengahi, Ryouhei dan Yuukipun diam dan melanjutkan kembali acara makan siangnya.
"Datangnya Taiyou-chan mengubah segalanya ya..." Ujar Ryouko sambil sweatdrop.
["Peringatan... demon kelas A berhasil menyusup ke lingkungan sekolah, bagi para siswa harap segera berkumpul di lapangan utama, dan bagi exorcist harap menuju tempat kejadian. Sekali lagi demon kelas A berhasil menyusup ke lingkungan sekolah, bagi para siswa harap segera berkumpul di lapangan utama, dan bagi exorcist harap menuju tempat kejadian."]
"Hah? Lagi? Sekolah ini mananya yang aman sih?" Protes Ryouhei, Yuuki hanya terkaget.
"A? Mereka bilang level A? Apa-apaan itu!" Tiba-tiba sosok iblis itu terlihat.
"C—Cerberus..." Gumam Ryouko ketakutan.
"Serius ni? Hmm... Ayat mematikan untuk cerberus..."
"Kau gila, Yuuki! Itu Cerberus! Penjaga gerbang gehenna! Lebih baik sekarang kita menunggu Exorcist yang lainnya datang saja." Bentak Ryouhei, baru saja Yuuki ingin berkata lagi sosok familiar datang dan memunggungi mereka menghadap sosok cerberus tersebut.
"Apa yang kalian lakukan?! Cepat pergi dan bantu evakuasi."
"Nii-san..?" Ternyata sosok itu adalah Taiyou, ia menoleh ke belakang menatap ketiga orang disana.
"Apa yang kalian bengongkan! Ayo cepat!"
"B—baik!" Yuuki dan yang lainnya langsung pergi meninggalkan Taiyou. Taiyou lalu mengambil selembar kertas sihir lalu menorehkan darahnya diatasnya.
"Koi!" Dari kertas itu keluar beberapa familiar spirit berupa phoenix—burung berselimut api itu mulai menyerang dan membakar cerberus tersebut. Lalu Taiyou sendiri menarik pedangnya dari sarungnya—membuatnya berselimut api biru. Ia lalu melompat dan menebas sosok cerberus itu—api orange dan biru itu membakar sosok cerberus tersebut hingga habis tak bersisa.
Taiyou kembali menyarungkan pedangnya kembali membuatnya menjadi pemuda biasa.
"Whoa—hebat sekali, sasuga si jenius dari keluarga Okumura." Ujar beberapa exorcist muda yang ada disana.
"Spec mu terlalu tinggi Taiyou! Kami jadi tidak kebagian tempat untuk tampil keren di chapter ini bukan?!" protes exorcist yang lainnya, sementara Taiyou hanya bisa tertawa canggung.
"Ahahahaha... aku minta maaf." Ujarnya sambil menggaruk pipinya.
"Bagaimana dengan evakuasi?" Tanya Taiyou pada keempat pemuda yang ada disana
"Semua siswa True Cross sudah dibawa ke tempat yang aman!" Jawab salah satu dari mereka.
"Tapi mencengangkan sekali, lho—baru kembali tapi kau sudah langsung diangkat menjadi Second Senior Class Exorcist." Kata salah satu dari mereka, Taiyou hanya tersenyum.
"Maa... meski sebenarnya aku tidak seharusnya naik pangkat sekarang ya... aku masih belum banyak pengalaman. Aku baru memulai misiku setelah lima tahun menghilang." Ujarnya, ia lalu meninggalkan tempat itu diikuti oleh orang-orang tersebut.
TBC
Maaf, chapter ini pendek sangat :'' aku nggak tahu harus melanjutkan bagaimana dan untuk review
Dan untuk balasan Review.
Sonata Meirin-san: Terimakasih sudah mereview fanfik saya! Saya senang kamu menyukai cerita saya ^^ saya akan menjawab beberapa pertanyaan yang bisa saya jawab. Pertama tentang Taiyou, pertanyaan sudah dijawab di cerita ya, yes. Dia memiliki api biru seperti Rin, dan juga pintar—dan karena dia adalah seorang tamer maka ia memiliki kemampuan untuk memanggil familiar spirit.
Untuk Yukio sebenarnya aku belum mikir mau di buat bagaimana—hidup atau mati, jadi kawan atau lawan. Namun akhirnya (mungkin) aku buat status Yukio 'dead' dulu ya, tak tahu mungkin aku berubah pikiran dan membuat Yukio jadi musuh. Karena Yukio sampai sekarang masih human aku jadi agak bingung. Kalau Rin kan ia itu half demon jadi aku bisa buat status ia itu sebagai immortal, kalau Yukio kan jadi harus memikirkan lebih jauh kenapa dia itu bisa jadi immortal makanya jadi agak susah. Namun kalau misalnya aku sudah menemukan alasan dan ide untuk memunculkan Yukio mungkin akab aku munculkan.
