Baekhyun menundukkan badannya menatap Chanyeol yang ada di balik kemudi mobil setelah menutup pintunya. Chanyeol langsung membuka kaca mobil melihat Baekhyun yag membungkuk.
"Entar jemput deh, gue mau balik aja."
"Oke."
Baekhyun melambai kecil kemudian masuk kedalam Brave, meninggalkan Chanyeol yang menatap punggungnya hingga menghilang di telan tikungan yang Baekhyun masuki.
Chanyeol menghembuskan nafasnya dan menutup kaca jendela mobil lalu menjalankan mobilnya kembali ke rumah.
Atau mungkin dia bisa mencari tempat menunggu yang dekat sekitar situ agar mudah menjemput Baekhyun lagi.
Chanyeol tersenyum setelah mengambil kopi pesanannya pada perempuan yang memberikannya segelas kopi yang dipesannya dan bergumam mengucapkan terimakasih yang dibalas dengan anggukkan dan pandangan mata yang berbinar hingga pria itu duduk kembali ke tempat semula yang berada dekat jendela kafe yang dia sanggahin untuk menunggu Baekhyun.
Hp-nya dia keluarkan dari saku celananya dan disimpan diatas meja setelah meletakkan gelas kopinya lalu duduk disana. Matanya memandang keluar kafe sebelum meraih hp-nya ketika ingat ada sebuah notifikasi yang masuk sejak tadi dan belum sempat dia baca.
Tangannya menggulir pesan yang masuk dan mengerutkan dahinya, kemudian sebuah telepon masuk.
"Bagaimana?"
Dia mendengar suara Ji Hwan asisten pribadinya yang sedikit ragu sebelum menjawabanya, "Sepertinya tak ada yang harus di khawatirkan."
Chanyeol meminum kopinya sesaat sebelum menjawab, membuat Ji Hwan yang di sebrang sana menunggu balasan dengan cemas dan sesekali melirik kearah Byun Baekhyun yang sedang minum dengan wanita yang bersamanya. Ji Hwan mengerutkan dahi ketika melihat tangan Baekhyun melingkar di pinggang wanita itu dengan intim. "Tuan?"
"Sudah kubilang berulang kali, jangan memanggilku seperti itu kecuali di depan orang tuaku." Ji Hwan mengangguk meskipun dia tahu Chanyeol takkan melihatnya. Chanyeol meletakkan kembali gelasnya. "Pulanglah, aku tahu dia takkan melakukan apapun."
"Baik."
Kemudian telepon itu terputus dan Chanyeol menatap hp-nya dengan datar, melihat pesan terakhir yang sebelumnya dibacanya.
Park Hyung Soo : Kapan kau akan pulang?
Baekhyun menggeleng ketika dia ditawari minum lagi. Batasnya hampir tiba dan dia tak ingin menanggung kemarahan seorang Park Chanyeol yang mengerikan.
"Sudah jam 11."
"Mau pulang sekarang?" Baek Ahyung menatap Baekhyun terkejut ketika pria itu melirik jam tangannya. "Ini masih sore."
Baekhyun tersenyum lebar. "Kapan-kapan kita main lebih dari ini." Dia mencium bibir wanita itu kemudian mengelus kepalanya. "Sampai jumpa."
"Eum, bye."
Baekhyun keluar dari Brave dengan langkah sedikit bergoyang. Tangannya merogoh kantung celananya mengambil hp-nya untuk menghubungi Chanyeol.
"Dimana?" Tanyanya.
"Sudah mau pulang?"
Chanyeol membalik bertanya dan Baekhyun bergumam menjawabnya. Tanganya meraih tembok agar dia berjalan dengan benar kemudian berbelok ke kiri ke arah jalan keluar tempat itu.
Chanyeol mengerutkan dahi ketika telinganya terasa sakit mendengar suara dentuman keras dari Baekhyun yang perlahan menghilang.
"Sebentar lagi aku sampai. Tunggu disana, jangan kemana-mana."
Lalu sambungan telepon itu terputus, untung saja Chanyeol belum jauh ketika memutuskan untuk kembali kerumah karena kafe yang di tempatinya tadi sudah tutup. Dia memutar kemudinya ketika ada u-turn dan menaikan kecepatan mobilnya. Bersyukur jalanan yang dia lewati agak lenggang dan tak lama kemudian dia sampai.
Ditutupnya mobilnya yang di parkir di depan Brave dan matanya menemukan Baekhyun yang berjongkok dengan mata yang tertutup.
"Bae."
Chanyeol menyentuh pundak temannya itu, Baekhyun mengerutkan dahi dan membuka matanya.
"Chanyeol."
Chanyeol tersenyum ketika Baekhyun menatapnya dan mengelurkan tangannya padanya. Dia tertawa kecil dan berjongkok, memberikan punggungnya pada Baekhyun dan pria itu langsung menempel disana.
"Ah, bagaimana jika aku tak ada disini Bae?" Chanyeol tersenyum tipis dan mengangkat tubuhnya dengan Baekhyun yang berada di gendongannya.
"Aku tak bisa membayangkannya."
Baekhyun bergumam tak jelas dan Chanyeol menolehkan kepalanya sedikit untuk menatap Baekhyun.
"Bagaimana bisa aku melepasmu kalau kau seperti ini terus?"
