DON'T TOUCH ME
PART 4
SE7MIN
rated T
changmin POV
paginya aku terbangun seperti menyambutku.
"kau lagi, seru ya liat orang bangun tidur? sadar tidak sih kau itu berat?!"
*kkoming: aku sudah diet!*
"ya ampun sudah siang" kulirik jam dinding yg menunjukkan pukul 10.
"aku harus bangun"
set! tanganku menyentuh sesuatu. sebuah buku?
-PANDUAN BERMAIN PIANO! MUDAH DIMENGERTI/KUCING PUN BISA MENGERTI-
"mwo?"
drap drap drap
duk!
gubrak!
bruk!
"Master! master,ini master yang beli" ucapku saat melihat yesung diruang tamu. aku barusan terjatuh gara2 lari terlalu cepat.
"Ya! jangan lari donk. nanti kau terluka!" dia buru2 mendekatiku dan jongkok dihadapanku.
"habisnya ini sih..." gerutuku.
"kau bilang ingin bisa main piano kan?aku beli itu barusan"
dia mendengarkanku...
"pianonya boleh kusentuh"
"boleh. malam ini aku kerja boleh gunakan sesukamu"
"Jinjja?! whoaa daebak! aku main piano! nanti ajari aku ya?"kuangkat tinggi buku itu. senangnyaa~
"iya iya"
*se7en: ngomong2 dia ga sadar kugendong hehehe*
"begini?"
Choi Dongwook... memberiku kehidupan baru
"do dan mi"
"ya! sikumu jangan kaku"
"cerewet sekali!"
"hahh... kucing jenis apa sih kau?"
"kenapa kau masih membahas tentang kucing sih?!"
"hahaha"
tidak lagi sendiri...
tapi bersama seseorang...
"YA! jangan suka mencuri ciumanku dasar mesum!"
"minku, jalan-jalan yuk?"
"bukannya ada interview?"
pagi ini yesung amat bersemangat dia terlihat tampan dgn kaos hitam dan blazer biru dipadukan jeans.
"kita bisa kembali sebelum itu,yuk!"
kupikir sedikit refresing tak apa.
"minku"
"ne?"
"kau mau dirantai?"
"NGGAK BUTUH!"
"GUK GUK GUK"
"YA! jangan cepat2! tunggu!" nafasku hampir putus mengejar Jiro.
"waa imutnya" master mesum itu malah sibuk berfoto. "Jiro kuat banget padahal kecil"
"waktu kupungut dia masih anjing kecil"
eh?
"dia anjing buangan,ga bisa pulang. rasanya seperti aku yg dulu,jadi kupungut dia"
"orang tuamu?"
"ada kok, tapi kami tidak tinggal bersama. ah sudah waktunya,kajja!"
"minku bisa kau ambilkan dasi dilemariku?"
aku membuka pintu lemari dan mencari rak bagian dasi. begitu banyak dasi disana kupilihkan marun untuk menjodohkan jas semi formal merah darahnya. asal tau saja jantungku terus berdebar melihat se7en begitu tampannya.
aku memang tampan sih, tapi rasanya dia jauh lebih manly dibanding aku.
"acara apa sih? penting sekali ya?" tanyaku. dia sedang merapikan poninya di depan cermin. se7en bukan pesolek tapi dia punya selera tinggi pada penampilannya. tanpa jas keren itupun dia membuatku kacau begini.
"wae? aku seperti membayngkan anak kucing yg ingin dimanjakan sebelum masternya pergi"
"YA!" tetap saja dia sedikit kurang ajar.
"sebenarnya dimana rumahmu master?"
"disini tentu saja"
"maksudku rumah tempatmu dilahirkan"
dia berhenti. menatapku dari refleksi cermin dgn senyuman tipis.
"aku tidak tau harus pulang kemana, orangtuaku hanya peduli pd permainan pianoku,aku dibawa ke italia saat umur 5tahun dan sendirian"
"jahat sekali" gumamku. dia menatapku dan menarikku kepelukannya dan meletakkan dagunya di bahuku.
"lepas master"ucapku lemah. jujur ini nyaman sekali.
"dan saat aku kembali tidak ada yang berubah.. sejak saat itu aku tidak mau kembali kesana"
hangat..
pelukan ini membawaku kembali hidup.
kau bilang 'kalau memperlakukan dgn baik nanti di akan merespon' tapi diperlakukan lembut begini aku malah jadi ngga tau harus bagaimana. apa yg harus kulakukan untuk membalas kebaikanmu?
"aku langsung pergi ya,jangan lupa tutup pintu, kalau ada sesuatu hubungi aku"
aku mengangguk. mesin mobil sudah dinyalakan.
"master!"
"ng?"
"selamat jalan"
"bagaimana kalau malam ini kita tidur bareng?"
"amitamit! pergi sana!"
"hahaha aku pergi ya?jangan tidur di sof-mhh"
aku sudah melakukannya, menciumnya. ah memalukan!
"arraseo!" teriakku sambil membuang wajah karena dia terus menatapku lama.
"baiklah, oh minku hari ini.."
"wae?"
"ani, bukan apa-apa, paii!"
kenapa sih dia?
ga jelas begitu.
tik tik tik
detik jarum jam terus kuamati sejak se7en pergi.
"lama...katanya mau pulang jam 9"
aku mengeluh panjang, sekarang jam 11 lewat.
"dia mampir kemana sih?" tanyaku pada Jiro. anjing itu hanya menggelengkan kepalanya. aku menunduk. dadaku sakit rasanya. set! aku menoleh melihat Jiro yg sedang menatapku penuh tanya. "gwenchana Jiro-yaa, master pasti akan pulang"
"guk!"
"ah! dia bilang kalau ada apa2 telfon saja..."
tubuhku kaku menatap telfon yg tergeletak di nakas.
dia akan pulang,kan?
tadi dia mau bilang apa ya?
'ani, gwenchana'
jangan-jangan...
'minku... sampai jumpa'
'eomma...? eodiga? EOMMA!'
tidak.
eothoke?
seandainya... seandainya dia meninggalkanku dan pergi entah kemana.
drap drap drap (changmin berlari ke pintu)
kalau sampai Se7en juga nggak pulang...
BRAK!
"aigoo! kaget aku! waeyo?"
"ah, mian aku terlambat"
dia bersimpuh dihadapanku. hingga aku dapat melihat refleksi wajahku di mata beningnya. astaga, apa ini?
"aku pulang changmin, saengil chukka hamnida" beribu kupu-kupu menggelitik perutku. kakiku melemas dan seketika suhu tubuhku meningkat. Ya Tuhan...
"sudah kuduga kau lupa,aku tau di ktpmu"
aku memeluk kotak kecil darinya.
"kau..."
"nde?"
"PABBOYA! AKU TIDAK PEDULI DENGAN ULANG TAHUNKU! AKU
SELALU SAJA MENERIMA SESUATU DARIMU! KALAU KAU BERBUAT BAIK LEBIH DARI INI AKU JADI TIDAK TAHU BAGAIMANA MEMBALASNYA!"
mataku panas, perasaan didadaku begitu membuncah.
"makanya, sampai aku tahu, jangan biarkan aku sendirian..."
dia menyentuh wajahku dgn telapak tangannya yg lebar. mengecup keningku lama.
"aku tidak akan pergi kemana-mana"
nafasnya menyapu wajahku. menjilat tiap tetes airmataku.
"karena aku mencintaimu"
mencium lembut kedua pipiku. mataku membulat tak percaya. kata-kata itu begitu membuatku serasa terbang keatas awan. kata termanis yang pernah kudengar. dia membalas cintaku.
"nado... NADO SARANGHAE!"
aku seperti ini, disentuh seperti ini, mencintai seseorang seperti ini menjadi yg pertama bagiku. semoga bisa terus begini...
"master..."
"panggil aku shichi"
"shichi hyung... boleh aku meminta sesuatu?"
"tentu,apa itu?"
"tidur denganmu..."
TBC
waaaaaa xD
ga tau lah ini gimana ceritanya...
keep review ya,, pweaseeee ^^
