The God Hand
Kehidupan seorang gadis yg semula biasa saja berubah drastis saat dirinya di hantui mahluk astral yg mengaku sebagai Utusan Tuhan. Dengan bantuan sang Utusan, dia di percaya menjadi perwakilan Fraksi Manusia dan mendapatkan Misi untuk menciptakan sebuah perdamaian, bukan hanya untuk manusia tapi seluruh mahluk.
OC + Naruto + HS DxD
Disclaimer tetap pengarang aslinya, saya cuma pinjem charanya doank.
Ide cerita dari sebuah ff yg pernah saya baca (lupa judulnya) tapi isi cerita ...
Itu punya saya !
Rated :: M (jaga-jaga).
Chapter sebelumnya ::
"Ya Tuhan ... Satu saja aku kerepotan, apa lagi dua ..." keluh Gadis itu sangat tak bersemangat. Dan Jiraiya tetap memasang wajah penuh kebahagiaan juga mupeng karna bertemu dengan mahluk yg 'sejenis' dengannya.
'Mungkin aku bisa memanfaatkan bocah itu untuk meraba tubuh mulus Hanna-chan' batin Jiraiya dengan nistanya.
Chapter 4
Braaakkk ...
Seorang pria berusia sekitar 18 tahun berparas tampan dengan surai kuning jabrig yg membingkai kedua disisi wajahnya, Mendobrak sebuah pintu dengan sangat kasar. Dia adalah Uzumaki Naruto, sang rainkarnasi Ashura terahir. Dengan penuh amarah dia memasuki ruangan itu mendekati tiga sosok 'Ootsuki' yg tetap santai di tempatnya masing-masing. Mereka adalah Rikudo dan kedua anaknya.
"Apa maksud semua ini" desisnya menatap trio Ootsuki itu.
"Bukan kah tugas itu di berikan kepadaku. Kenapa kalian membatalkannya secara tiba-tiba !" lanjut Naruto dengan nada tinggi mengexpresikan kekesalannya.
"Uzumaki Naruto ... Itu semua karna kesalahanmu sendiri" jawab sang Rikudo yg duduk di singgasananya dengan santai.
"Kau meminta bantuan pada Jiraiya untuk menjaga Sakura Hanna ... Dengan kata lain, kami berasumsi kau telah melimpahkan tugas itu pada Jiraiya" lanjut sang Rikudo a.k.a Hogoromo Ootsuki.
Treek ...
Hogoromo menjentrikan jarinya dan secara perlahan suara sebuah percakapan menggema di ruangan itu. Ya sebuah percakapan yg dilakukan Naruto dan Jiraiya secara diam-diam. Dan si pirang hanya bisa memasang expresi terkejut, karna sang Rikudo Sannin itu mengetahuinya.
"Wah wah wah ... Aku mendapatkan tamu agung, seseorang yg exsistensinya di sembunyikan Kami-sama". "Suatu kehormatan bisa bertemu dengan anda Shichidaime Hokage"
"Ada apa anda menemuiku, kurasa ini bukanlah kunjungan murid ke guru biasa kan ?"
"Tidak perlu seperti itu, biasa saja Sensei". "Lagi pula aku datang kesini hanya untuk menyapamu"
"Heh kau mau berbohong pada Senseimu ini ... Itu tidak akan berhasil anak muda". "Katakan yg sebenarnya !"
"Hmmmm ... Ini tentang tugas Kami-sama yg diberikan pada Keluarga Ootsuki. Kami diperintahkan untuk mencari dan membantu pemilik Sacred Gear [The God Hand] menjalankan takdirnya membawa perdamaian di masa ini"
"Tunggu dulu, bukankah Kami-sama tewas dalam perang tiga Fraksi ?"
"Kau percaya sang Pencipta seperti Kami-sama bisa tewas oleh mahluk ciptaannya sendiri ?". "Beliau hanya sedang menyembunyikan dirinya untuk suatu alasan"
"Aku mengerti". "Lalu tujuanmu, apa yg ingin kau pinta dari orang tua ini ?"
"Mudah saja, tolong jaga pemilik Sacred Gear [The God Hand] sampai aku tiba"
"Itu mudah, tapi ... Seperti yg kau lihat. Aku tidak bisa keluar dari Surga"
"Aku bisa mengaturnya"
"Dari percakapan itu kami mengambil kesimpulan kau telah menyerahkan tugas itu pada Jiraiya" ucap Ashura setelah gema suara percakapan itu berhenti.
"Cih ... Bagaimana mungkin kalian menyimpulkan hal seperti itu !". "Tugas itu bahkan kudapat setelah aku meminta bantuannya !" teriak Naruto masih tak terima dengan keputusan itu.
"Itu juga sebagai sebuah hukuman" kali ini giliran Indra yg menjawab ucapan si pirang.
"Kau membocorkan rahasia tentang kebenaran Kami-sama ... Menunjukan exsistensi kita yg jelas-jelas sudah di sembunyikan". "Lalu membuat salah satu penghuni Surga hilang begitu saja ... Itu adalah sebuah kesalahan fatal" lanjut Indra.
"Kau tau, Jiraiya yg tiba-tiba menghilang di Surga membuat Surga gempar". "Tapi mengingat jasamu dulu, kami hanya memberikan hukuman 'pencabutan tugas' padamu. Kuharap kau puas ... Uzumaki ... Naruto" timpal Hogoromo dingin. Naruto tidak menjawab. Dia memilih untuk pergi dari tempat itu dengan sejuta kekesalannya.
.
.
.
.
.
Di sebuah Ladang Bunga.
Naruto terlihat sedang melampaskan kekesalannya di dimensi buatannya itu. Ladang bunga yg tadinya indah kini hancur tak karuan. Ya siapa lagi kalau bukan ulah Naruto. Dia mencoba melampiaskan kekesalannya dengan melakukan penghancuran, berharap itu mampu meredakan amarahnya.
"Sial". "Rasengan !" teriaknya sambil menghantamkan sebuah Bola Chakra spiral di tangannya ke tanah.
Blaarrr ...!
Ledakan cukup besar tercipta di tempat itu, memaksa tanah yg di hantam jutsunya mencekung cukup dalam. Debu-debu bertebaran menutupi pandangan. Setelah debu itu perlahan hilang terlihatlah sosok Naruto yg terengah-engah di tengah cekungan tanah tadi dengan pakaian yg compang camping dan luka lecet hampir di setiap bagian tubuhnya.
"Wah wah wah ... Coba kita lihat, sedang apa kau. Menghancurkan dimensi yg sengaja kau ciptakan untuk gadis itu heh ..." ucap seorang pria tampan dengan rambut pantat ayamnya yg melegenda. Berdiri di samping cekungan tanah tempat Naruto berada.
"Kau terlihat menyedihkan Naruto" lanjut pria itu a.k.a Uciha Sasuke.
"Aku tidak butuh komentarmu" balas Naruto ketus. Mendengar jawaban sahabat sekaligus rivalnya itu, Sasuke hanya menghela nafas.
"Aku tau apa yg terjadi. Orang tua itu sudah memanggilku dan menceritakan semuanya" ucap Sasuke datar.
"Apa peduliku" ucap Naruto yg berpindah ke samping Sasuke dengan Shunshin no Jutsu. Sapphirenya menatap tajam onix kelam Sasuke, memperlihatkan betapa kesalnya dia saat ini.
"Kau tau, sosok Hanna ... Dia mengingatkanku pada Hinata-Hime yg dulu gagal aku lindungi ... Dan kini. Aku tidak mau gagal lagi. Ya aku tidak mau gagal lagi, meski dia hanya Rainkarnasinya" lanjutnya dengan expresi bersedih.
"Aku mengerti, saat Sacred Gearnya diketahui orang lain, nyawanya benar-benar terancam". "[The God Hand] adalah Lost Gear yg memiliki 5% dari kuasa Kami-sama, sebuah Gear yg memungkinkan penggunanya memberikan 'adzab atau berkah' mewakili Kami-sama. Sebuah kekuatan yg mengerikan" komentar Sasuke.
"Aku akan membantumu" lanjut sang Uciha cepat. Dan tentu saja membuat Naruto terkejut, Uzumaki itu menatap intens wajah sang Uciha, tapi hanya wajah datar yg di lihatnya membuat dia bingung sendiri.
"Apa maksudmu ?"
"Kau ingat permintaanmu dulu ?" ucap Sasuke malah balik bertanya, menanggapi pertanyaan monoton Naruto.
"Aku sudah menyempurnakan Gedo :: Rinne Tensai no Jutsu. Kau bisa hidup kembali Naruto". "Tapi, tentu saja dengan sebuah pertaruhan yg besar". Kau harus kehilangan Chakra Rikudo ... Agar dia bisa menghidupkanmu" ucap Sasuke tenang.
"Dia ? Siapa ?"
"Sakura Hanna"
.
.
.
.
.
Tokyo Junior High School.
Seorang pria bersurai coklat dengan gaya yg terkesan aneh itu sedang memasuki pelataran sekolah itu dengan merangkul seorang gadis cantik dengan wajah imut dan terkesan lugu. Ya, mereka adalah Hyoudou Issei dan Sakura Hanna atau yg sekarang bermarga Hyoudou. Semua murid sekolah itu menatap tak percaya seorang ada seorang gadis (cantik pula) berjalan dengan seorang Hyoudou Issei.
"Eumh ... Nii-chan sebaiknya lepaskan rangkulanmu, aku merasa tidak nyaman di perhatikan seperti ini" ucap Hanna dengan wajah memerah karna malu akibat jadi pusat perhatian.
"Abaikan saja aku memang terkenal di sekolah ini, jadi ya wajar saja" jawab Issei seenak udelnya sendiri mengabaikan wajah Hanna yg memerah, sementara Jiraiya yg terus mengikuti Hanna terlihat jelalatan melihat gadis-gadis di sekolah ini yg lebih cantik dari gadis-gadis yg ada di sekolah Hanna dulu.
"Mengagumkan ... Ini baru yg namanya surga dunia. Banyak gadis cantik disini ... Aku harus melakukan penelitian". "Uwooohhh ... Aku ahirnya mengerti semangat muda yg selalu Guy katakan !" gumamnya dengan wajah mupeng yg berapi-api. Dan Hanna hanya bisa bersabar untuk tidak mendamprat arwah mesum itu. Dari pada di cap gadis kurang waras lagi oleh calon teman-temannya.
"Hyoudou Issei kamfreettt ...!" seorang pria botak yg dikenal dengan nama Matohama berteriak dengan lancangnya sambil berlari ke arah Issei dan Hanna dengan penuh emosional. Disampingnya juga berlari seorang pria berkacamata yg bernama Matsuda tak kalah emosionalnya.
"Katakan siapa bidadari yg ada di sampingmu itu hah !" teriak Matsuda dengan berlinang airmata setelah mereka ada di dekat Issei dan Hanna.
Tatapan emosional itu berubah mupeng saat memperhatikan lekuk tubuh Hanna. Wajah cantik dengan surai indigo yg memberinya kesan Imut, ditambah tonjolan surga yg berkembang lebih cepat dari gadis seusianya yg dibungkus kulit putih mulus. Tentu saja menggugah selera, apa lagi Issei dengan sengaja membelikan seragam yg kekecilan untuknya, membuat keindahan itu terexpose jelas.
"Dia adikku ... Hyoudou Hanna". "Berani mengganggunya, nih !" ucap Issei sambil memperlihatkan kepalan tinju tangan kanannya pada Matohama dan Matsuda.
"Ehem Hanna-chan, perkenalkan namaku adalah Matsuda ... Calon pangeranmu" ucapnya memperkenalkan diri ala pangeran pada sang putri.
"Ha ..." Belum sempat Hanna membalas perkenalan Matsuda, pria berkacamata itu sudah di tendang oleh rekannya sendiri hingga tersungkur di tanah dengan tidak elitnya. Siapa lagi kalau bukan Matohama yg juga sudah tak sabar ingin berkenalan dengan Hanna.
"Lama ...!" desisnya.
"Kenalkan Hanna-chan, aku adalah Matohama, pria terganteng edisi 2014" ucapnya penuh dengan kepedean, sambil menjabat ke dua tangan Hanna. Dan Issei mendesis kesal melihat aksi dua rekan bejatnya itu yg over confident.
"Alay" gumam Issei.
"Buahahahaha Hanna-chan, bukan dua ... Tapi empat. Kau akan dikelilingi empat pria penuh gairah muda" komentar Jiraiya dengan penuh kebahagiaan disela tawa nistanya.
Duk ...
Diluar dugaan Hanna mendorong Issei dengan tiba-tiba, membuat Hyoudou itu terjungkal dengan wajah yg mencium tanah. Dengan cepat Hanna lalu mendekati Matohama dan menjembel pipi chubby mahluk nista itu dengan wajah memerah.
"Kyaaaa ... Imutnya" teriak Hanna sambil menjembel pipi Matohama yg terlihat menikmati jembelan itu. Sementara tiga mahluk mesum lainnya menatap cengo kejadian itu.
"Apanya yg imut !"
"Imut dari Hongkong ..."
"Selera yg aneh ..."
.
.
.
.
.
Di kediaman Hyoudou.
Setelah melalui hari pertama di sekolah baru yg melelahkan itu, Hanna kini berada di kamarnya. Tentu saja di temani Jiraiya. Setelah makan malam dengan keluarga barunya Hanna memilih untuk berdiam diri di kamar dengan alasan belajar. Ya, dari pada harus dekat-dekat dengan Issei yg secara terang-terangan terus mencari cara untuk bisa bersentuhan dengan gadis itu.
Bukannya senang dengan itu, Hanna hanya masih merasa segan untuk menolak atau mengumpat pada mahluk mesum yg nyata itu. Juga sensasi aneh yg selalu dia rasakan kalau bagian tertentu tubuhnya di sentuh Issei, membuatnya terlambat merespon.
"Kau curang Hanna-chan, padahal dia sama sepertiku. Tapi mana sikap preman pasarmu" keluh Jiraiya.
"Ahhh ... Apa jangan-jangan kau menyukai sentuhannya". "Ohhh ... Aku tidak menyangka kau seorang mesumer" lanjut mahluk astral itu menuduh Hanna seenak jidatnya sendiri.
"Hanna sudah tidur" ucap gadis itu sambil merubah posisi tidurnya, menyamping membelakangi Jiraiya.
"Apa-apaan ga ..."
'Heh ... Sepertinya dia benar-benar sudah tidur. Cepet amat' batin Jiraiya merasakan tubuhnya mulai menghilang secara perlahan.
Ladang Bunga.
Tempat indah yg dihiasi berbagai jenis bunga yg indah dan tempatnya biasa bertemu dengan Naruto itu kini hancur tak karuan. Banyak pohon tumbang, cekungan tanah ada di mana-mana dengan ukuran bervariasi. Bahkan langit pun dihiasi retakan-retakan bagai kaca yg pecah. Dan yg lebih membuatnya kebingungan adalah bukanlah Naruto yg dia temui, melainkan sosok asing. Seorang pria dewasa dengan surai hitam pantat ayamnya.
"Senang bertemu denganmu Sakura Hanna" ucap pria itu a.k.a Uciha Sasuke. Sementara gadis itu terus menatap tajam Sasuke, tidak berniat sedikit pun untuk menjawab ucapan sang Uciha. Dalam fikiran Hanna, sosok Sasuke adalah orang yg bertanggung jawab atas kerusakan Taman bunga ini.
"Hn ... Tenanglah aku teman Naruto". "Dan kehadiranku disini untuk memberitahukan hal yg belum sempat Naruto sampaikan padamu" lanjut Sasuke tetap tenang meski gadis dihadapannya itu jelas-jelas memperlihatkan aura permusuhan.
"Mulai dari sini kau tidak akan bertemu lagi dengan Naruto. Dia sekarang menjadi exsistensi yg di pertanyakan dan tidak terdefinisi". "Kami adalah sebuah exsistensi yg di hapuskan keberadaannya oleh Kami-sama dari dunia nyata dan menempati dimensi yg berbeda dengan mahluk manapun ..."
"Kami-sama ?!" gumam Hanna merasa asing dengan nama itu.
"Ya. Kami-sama adalah exsistensi yg kalian sebut Tuhan" jawab Sasuke menjelaskan apa yg tidak dimengerti Hanna.
"Kami yg ada di dimensi ini adalah manusia yg memiliki kekuatan Dewa. Dan itulah alasan utama exsistensi kami di hapuskan". "agar Fraksi manapun tidak ada yg mengetahui tentang kekuatan kami" lanjut Sasuke datar.
"Apa mungkin Naruto-Niichan ..."
"Tepat sekali Sakura Hanna. Naruto, Uzumaki Naruto adalah bagian dari kami. Tapi terjadi sedikit masalah". "Naruto melanggar sebuah aturan dengan kekuatannya dan itu berakibat fatal, karna tugas yg diberikan padanya di batalkan begitu saja" lanjut sang Uciha.
"Bukankah itu bagus, Nii-chan jadi tidak perlu repot-repot lagi kan ?!" ucap Hanna seenak udelnya.
"Kau tidak mengerti seberapa penting tugas itu untuk Naruto". "Dia bahkan rela melepas kekuatan Rikudo hanya untuk melaksanakan tugas itu, meski secara ilegal" Jawab Sasuke cepat.
"Lalu urusannya denganku apa ?!" tanya Hanna mulai bosan dengan pembicaraan yg menurutnya tidak penting ini.
"Apa kau ingin Naruto hidup dan nyata ?". "Atau hanya sebuah mimpi untukmu ?" ucap Sasuke mengabaikan pertanyaan Hanna dan malah bertanya balik.
Skakk Mat !
Hanna ingin sekali menjawab iya pertanyaan itu, tapi sebuah perasaan bimbang menghampirinya. Dia takut. Takut dengan perasaannya sendiri. Apa benar sosok Naruto atau pun orang yg kini ada di hadapannya ini nyata ? Atau hanya khayalannya saja ?! Nyatanya mereka hadir saat gadis itu tertidur. Bukankah itu artinya mereka adalah sebuah proyeksi dari fikirannya sendiri.
"A-aku ..." gumamnya dalam kebimbangan, tidak berani menatap mata Uciha Sasuke yg ada di depannya.
"Jika kau ingin membuat keberadaan Naruto nyata, pelajari Chakra dan Ninjutsu". "Jiraiya bisa mengajarimu". "Kemarilah, ada hadiah kecil untukmu" ucap Sasuke sambil memberi isyarat dengan tangannya agar Hanna mendekat.
Tukk ...
Sasuke mengetuk kening Hanna dengan telunjuk dan jari tengahnya. Sama seperti yg sering kakaknya Uciha Itachi lakukan dulu padanya. Dan bersamaan dengan itu Tubuh Hanna mulai memudar menjadi partikel cahaya.
"Dengar kata-kata terahirku Sakura Hanna". "Kau mengingatkan Naruto pada seseorang yg begitu berharga untuknya. Sayangnya orang itu gagal dia lindungi di masa lalu"
"Kuharap kau mau memberinya sebuah kesempatan untuk memperbaiki sebuah cerita di masa lalu". "Karna kau adalah Rainkarnasi orang itu, orang yg sangat dia sayangi. Dia bernama ... Hyuga Hinata" tepat saat Sasuke mengatakan nama 'Hyuga Hinata' tubuh Hanna benar-benar pecah seutuhnya menjadi partikel cahaya dan menghilang dari hadapan sang Uciha.
"Ku harap aku mengatakannya dengan baik" gumam Sasuke beberapa saat setelah Hanna menghilang.
"Uciha Sasuke. Kau melakukan sebuah Kesalahan" sebuah baritode keras dan dingin terdengar di belakang Uciha terahir itu. Dan saat dia berbalik, sosok seorang yg terlihat kejam dan bengis terlihat berdiri dengan gagahnya menatap kesal pada dirinya.
"Ootsuki Indra ..." ucap Sasuke datar. Tidak terintimidasi sedikit pun meski Indra mengeluarkan Chakranya dalam intensitas tinggi.
"Katakan apa motif semua ini". "Membantu Naruto kabur dari 'Miss Dimensional' dan memberikan kekuatan Rikudo pada gadis itu ... Itu adalah sebuah pelanggaran fatal !" teriak Indra penuh emosi dan nafsu membunuh.
"Mudah saja ... Hanya memerankan peran sebagai kakak yg membantu adiknya" jawab Sasuke dengan Santainya. Untuk sesaat mata Indra melebar, terkejut dengan jawaban Sasuke. Tapi sedetik kemudian serangai kejam nan keji tersungging di bibirnya.
"Kau akan mati ... Uciha ... Sasuke ..." desis Indra sambil menghambur ke arah Sasuke dengan Sangat cepat.
TBC
Ahirnya selesai juga chapter ini, dalam chapter ini saya mencoba menjelaskan apa dan bagaimananya ^-^
Seperti kenapa Jiraiya yg ada di samping Hanna, dan bukan Naruto. Padahal Rikudo yg menjadi wakil Kami-sama memerintahkan Naruto.
Juga menjelaskan siapa Hanna dan apa kekuatan Sacred Gearnya. Soal bentuk jujur saya masih bingung, dengan kekuatan seperti itu bentuknya gimana ea enaknya ?
Maukah minna-san membantu saya ^-^)/
Tolong tulis di review atau inbox juga boleh, bentuk awal dan Balance Breakernya, bantulah saya seperti yg akira-san lakukan ^0^)v
Juga di jelaskan penyebutan Tuhan dan Kami-sama itu merujuk pada exsistensi yg sama.
Dan saya sengaja membedakannya. Golongan Naruto menyebut Kami-sama (golongan jadul) dan golongan Hs DxD Tuhan (tadinya mau 'god' tapi rasanya gimana gitu) sebagai golongan modern.
Dan yg terahir bagai mana Naruto akan hidup kembali. Ya terlalu instan dan mainstream lah kalo Narutonya bertemu Kami-sama/Tuhan terus di hidupin.
Saat nya balas review \(^-^)/
√ Kuzuri Reiketsu
Hahaha Makasih ^^
Sacred Gearny [The God Hand] bentukny belum tau xD
√ Naluto Romi Ucumaki
Makasih ^^
Saikari Nafiel
Iya dari potongan percakapan itu saya coba jelaskan tiap tidur Hanna mimpinya Naruto Mulu ^^
Secepatnya ,, mungkin Chapter depan ^^
√ Uzumaki 21N
Gak papa ^^
Saya cewe ,, nama saya Yasmin Nurfitria panggilan Yami dan pacar saya Heru ,, jadilah nick ini ^^
Soal ini gak tau saya juga ,, biarkan mengalir aja ,, tapi saya pribadi sih sukanya echi ,, gak kuat liat hentai _
Saya jawab lewat fict ^-^
Sudah di jawab di chapter ini :D
√ m.
Iya ^^
√ bowo688
Kamu lebay 0)/
Itunya apa ?!
Saya cuma tulis apa yg terfikirkan aja,, masih banyak kekurangan kok ^^
Jngn buat saya ge'er deh …
√ reyvanrifqi
Secepatnya ^^
√ Guest hutamara
Tebak :p
Yg lain juga bisa kok ^^
Dan itu udah tuh cubit-cubitannya ^^
√ Guest
Maaf Guest-san,, 2000++ word aja saya suka hilang fell,, apalagi nambah _
√ MATA
Kamu lucu,, mungkin komen kamu akan saya masukan dalam adegan fict ini,, ijin ea ^^
Uciha ryu'tto
Secepatnya
Udah dijelasin di chapter ini
Beneran ?!
Thanks ^^
√ .9
Saya jawab lewat fict ^^
√ sagianto
Secepatnya ^^
Makasih ^^
Iya nih saya juga suka bingung soal itu,, apa mau ganti angka semua,, atau huruf _
Udah di jawab di fict ini ^^
√ The KidSNo OppAi
Di usahakan ^^
√ Sarutobi RianMaru
Hehe iya,, udah di jawab di fict ini. Moga bisa di pahami ^^
√ Barloxs
Maaf soal itu,, tpi bisa di jelasin gak bagian mananya yg kurang jelas ^^
√ blankZack
Di usahakan,, makasih udah review ^^
RnR Please ^^
TTD
Yamicheru.
