I LOVE YOU MR. NERD !
CAST : Kim Mingyu, Jeon Wonwoo
RATE : T
YAOI, DLDR, TYPO (S), OOC
.
.
.
"Jeon Wonwoo!"
Wonwoo menolehkan kepalanya dengan malas. Ia melihat Hong Jisoo menghampirinya dengan nafas yang tak berturan. Sahabatnya ini tidak bisakah berhenti mengusiknya barang sehari saja ? Wonwoo hari ini benar-benar ingin sendirian.
"Yah ! Kemarin aku mencarimu kemana-mana, kau ..."
"Stop ! Kalau kau hanya ingin mengomeliku, PERGI SAJA SANA !"
Wonwoo sebenarnya tidak ingin memarahi Jisoo. Ia hanya butuh pelampiasan kekesalannya. Kemarin ia langsung kabur dari rumah Mingyu setelah mengetahui bahwa kekasihnya itu dan Jin Hee tinggal dalam satu rumah. Hell, kekasihmu tinggal dengan orang lain dan kau sendiri tak tahu ? Itu cukup menguras emosi Wonwoo hingga ia menghabiskan lima porsi jjajangmyeon di malam harinya. Itu juga karena dia lapar sebenarnya dari siang kan dia belum makan.
"Kau sedang pms atau apa ?" gumam Jisoo pelan tapi masih bisa di dengar oleh Wonwoo.
"Aku bukan perempuan, bodoh !" cetus Wonwoo tak terima.
"Mau makan siang bersamaku ? Ada yang ingin aku katakan." Ajak Jisoo.
"Aku tidak lapar, katakan saja sekarang Hong."
Sekali judes tetap saja judes. Mau bagaimanapun tak akan pernah berubah.
"Hamburger ?" Jisoo kembali menawar
"Tidak tahukah kau aku sedang malas ?" ucap Wonwoo malas.
"Hamburger jumbo dengan triple chesse, aku yang traktir !" ucap Jisoo dengan penuh semangat.
"Belikan aku tokonya, aku akan makan siang denganmu." Balas Wonwoo.
Jisoo mendengus kesal, "Kalau begitu kau harus jadi istriku, maka aku akan membelikan tokonya untukmu."
"AKU LELAKI ! JANGAN SEBUT AKU ISTRI !" teriak Wonwoo keras.
Sontak semua orang yang sedang berada disekitarnya menengok ke arah mereka. Belum lagi Wonwoo memang sedang berada di tempat yang ramai, taman kampus. Dan teriakannya menggema keras disana, hampir setengah mahasiswa yang ada disana menengok ke arahnya.
"Wonwoo akan makan siang denganku, Jisoo-ssi."
Sebuah suara husky muncul dari balik punggung Wonwoo menyentak pemuda emo itu. ia menengok ke sampingnya dan muncullah wajah yang saat ini ia hindari. Kim Mingyu. Seperti biasa dengan kacamata bulat yang membingkai matanya dan sweater hitam. Pemuda itu tiba-tiba saja muncul di belakangnya dan kini menggenggam tangannya dengan erat.
"Aku tidak ingin makan siang dengan siapapun, Mingyu-ssi." Tolak Wonwoo.
Well, bagaimanapun Wonwoo masih tidak terima tentang masalah mereka kemarin. Demi tuhan, bagaimana kekasihnya bisa tinggal berdua dengan wanita lain dan ia tak tahu. Bahkan Mingyu mengenalkan dirirnya pada Jin (fucking) Hee sebagai temannya. TEMANNYA. Padahal kan mereka sepasang kekasih.
Tadinya Mingyu sama sekali tak ada rencana mengajak Wonwoo makan siang karena seharusnya sekarang ia ada kelas, tapi di koridor kampus tadi ia melihat Wonwoo sedang berduaan dengan Hong Jisoo. Tentu saja Mingyu marah. Mana boleh Wonwoo-nya berduaan dengan orang lain seperti itu. Mingyu cemburu. Tapi pemuda itu tak ingin mengakuinya, gengsi katanya. Jadi tanpa berpikir panjang ia hampiri saja Wonwoo dan Jisoo yang ternyata Jisoo sedang mengajak Wonwoo makan siang tapi sayanganya pemuda emo itu menolak. Bolehkah Mingyu bahagia karena itu ? Padahal ajakannya juga di tolak oleh Wonwoo.
"Kalau begitu makan siang denganku saja ya ?" bujuk Jisoo.
"Ani ! Wonwoo makan siang denganku."
Rupanya keduanya masih berusaha mengajak Wonwoo makan siang. Wonwoo sih senang-senang saja saat kedua pangeran kampus ini rebutan makan siang dengannya, lumayan lah numpang tenar apalagi sekarang mereka sedang ada di taman kampus. Ehe. Tapi masalahnya kan ia sedang marah dengan Mingyu dan jujur saja ia canggung dengan Jisoo karena ia sendiri bingung siapa nantinya yang akan jadi top dan bottom di hubungan mereka. Jisoo kadang-kadang membingungkan.
"Tapi tadi Wonwoo bilang ia tak mau makan siang denganmu, kan ?!" protes Jisoo.
"Siapa bilang ?! Wonwoo mau kok, tapi karena kau disini jadi ia malu mengatakan iya." Sahut Mingyu.
Wonwoo mendesah malas. Wonwoo lelah. Wonwoo lapar. Wonwoo jadi ingin memakan dua cogan di depannya. Tapi nanti Wonwoo jadi kanibal. Wonwoo menyipitkan matanya yang memang sudah sipit itu, ia melihat makhluk pendek di seberang taman. Pertama Wonwoo kira itu murid SD nyasar di kampus tapi ia perhatikan lagi makhluk itu berambut pink. Mana ada anak SD rambutnya warna pink.
Wonwoo sontak berteriak saat mengenali makhluk itu, "Jihoon-ah !"
Tanpa menghiraukan dua cogan yang masih saja berdebat, ia menghampiri Jihoon dengan senyuman lebarnya.
"Makan siang yuk." Ajak Wonwoo.
Sementara Mingyu dan Jisoo hanya melongo seperti orang bodoh di tengah-tengah taman kampus. Untung ganteng kalian tuh. ehe
.
.
Setelah makan siang dengan Jihoon sejam yang lalu, tentu saja Wonwoo yang bayar karena Jihoon sebenarnya tidak mau, Wonwoo sekarang sedang ada di perpustakaan. Tadinya ia ingin pulang tapi sejam lagi Wonwoo ada kelas. Jadi nanggung kalau Wonwoo pulang, lumayan irit ongkos bolak-balik. Dari kampus ke rumahnya emang lumayan jauh, jadi tiap hari dia naik busway. Sebenernya Wonwoo itu males banget naik busway, kenapa ? Karena pasti ada aja om-om mesum yang curi-curi pandang ke dia. Wonwoo tau Wonwoo tuh imut, seksi tapi Wonwoo tuh ngga bisa diginiin. ehe
Biasanya sih tiap hari Mingyu yang selalu anter jemput Wonwoo, Mingyu itu bagaikan ojek bagi Wonwoo. Kemana aja Mingyu pasti yang nganterin, tapi ya Mingyu ngga minta bayaran lah. Inget Mingyu, jadi bikin hati Wonwoo makin sebel sama Mingyu. Wonwoo kembali memfokuskan pikirannya ke novel yang sedang ia baca, tapi tiba-tiba kursi di sebelahnya ditarik kebelakang, sontak Wonwoo menoleh ke sampingnya. Panjang umur emang. Baru aja di pikirin sama Wonwoo, Mingyu udah nangkring aja di sebelahnya sambil menenteng buku.
"Won ?" panggil Mingyu.
"..."
Karena merasa tidak panggilannya tidak di jawab, ia kembali memanggil Wonwoo, "Wonwoo-yah."
"Hm."
Mingyu mengernyitkan keningnya mendengar sahutan Wonwoo, tidak biasanya Wonwoo se-judes ini. Biasanya malah Wonwoo yang minta perhatian, minta belaian (?) sama Mingyu.
"Kamu kenapa sih ?" tanya Mingyu.
"Ngga papa."
Mendengar jawaban Wonwoo rasanya Mingyu ingin pura-pura mati saja. Mingyu berpikir mungkin ia berbuat salah atau ia berkata yang menyinggung perasaan Wonwoo tapi setelah dipikir-pikir lagi Mingyu tak menemukan kesalahannya. Jadi ia memutuskan untuk diam saja. Mungkin Wonwoo sedang pms, pikir Mingyu. Tapi lama-lama diam seperti ini membuat Mingyu merasa risih.
"Wonwoo-yah, nanti mau pulang bareng ?" tanya Mingyu. Suaranya di buat sehalus mungkin takut Wonwoo balik mengomel.
"Emang biasanya gitu kan ?" jawab Wonwoo judes. Mingyu jadi pengen nangis kan.
"Kok tadi pagi kamu berangkat pake busway ? Padahal aku nungguin kamu di depan rumah." Jawab Mingyu.
"Lagi pengen aja."
Singkat, padat dan jelas. Macam jawaban ujian.
"Won, aku salah ya ? Kok kamu jadi judes gitu ? Terus kemarin kenapa kamu langsung pergi gitu aja ?"
Jujur Mingyu bingung dengan sikap Wonwoo kemarin di rumahnya, begitu Wonwoo tahu ia tinggal berdua dengan Jin Hee, pemuda emo itu langsung angkat kaki dari rumahnya. Mingyu bahkan tak sempat mengejar Wonwoo.
"Pikir aja sendiri !" ketus Wonwoo.
"Won, kamu marah kalau aku tinggal sana Jin Hee ? Jangan kekanakan deh. Lagian itu kan cuma Jin Hee." Jawab Mingyu mulai kesal.
Wonwoo yang mendengar perkataan Mingyu sontak merasa sakit hati.
"Jadi kamu bilang aku kekanakan ?! Cuma Jin Hee kamu bilang ?! Jadi kamu mau nambah cewek lagi buat tinggal serumah sama kamu, gitu ?!"
Wonwoo memekik marah. Ia sudah tak peduli lagi dimana ia sekarang. Yang jelas Mingyu sudah keterlaluan, pemuda tampan itu melukai perasaannya. Tanpa pikir panjang Wonwoo beranjak dari duduknya dan meninggalkan Mingyu. Sementara pemuda tampan itu menghela nafas lelah. Ia tak mencoba mengejar Wonwoo, membiarkan pemuda emo itu pergi dengan kekecewaannya.
.
.
.
TBC
Chap 3 is done ! Jadi gimana, guys ? Mengecewakankah ? Aku juga ngga ngerti kenapa ceritanya jadi gini. Tapi ya dinikmati aja lah ya. Aku lagi pengen buat sesi tanya jawab nih sama kalian. Kalian bebas nanyain apa aja ke chara yang ada di ff ini atau malah kalian tanya ke aku gituu. Boleh tanya ke Wonwoo, tanya ke Mingyu, tanya ke Jin Hee atau tanya ke Jihoon, tanya ke anak sebong juga boleh walaupun ngga semua anak sebong ada di ff ini tapi ntar aku usahain ada. Buat pertanyaan se gokil mungkin ya, kalo pertanyaannya banyak, ntar aku update cepet. ehe
Review ya guys ...
