Chapter 4
xxXXxx
Aku pun segera membuka pintu kamarku lalu berlari turun dengan melompati dua anak tangga sekaligus lalu berjalan menuju dapur, dan menyuruh ummanim untuk menyuruh Chise pulang tapi ummanim malah menarik tanganku secara paksa sampai ke teras rumahku. Sesampai di teras rumah, kulihat namja berkulit putih seperti vampire itu sedang duduk termenung dengan rambutnya yang acak-acakan yang hampir membuatku ingin mengacak-acaknya lagi seperti kebiasaanku saat masih dengannya. Begitu aku berdiri di hadapannya, ia langsung mendongakkan kepalanya dan menatapku dalam.
"Wah, neo areumdaun. Kal kayo?" tanya Chise sambil memandangku penuh harap.
"Mot kayo," jawabku ketus sambil memandang wajahnya dengan berani.
Saat aku menjawab pertanyaanya, Chise langsung bangkit dari duduknya lalu berjalan menuju pagar rumahku, tanpa menanyakan kenapa aku tak bisa pergi dengannya dan itu menunjukkan bahwa namja itu belum berubah. Ya! Dia masih namja yang cuek. Aku pun mengikutinya dari belakang, Chise yang tampaknya menyadari bahwa aku mengikutinya langsung berhenti berjalan dan berbalik arah lalu menatapku.
"A geurae. Annyong-hi kyeseyo, Pai pai saranghaeyo," ujar Chise-kun sambil mengacak-acak rambutku seperti kebiasaannya dulu.
"Ne." jawabku singkat.
Setelah Chise-kun benar-benar pergi, aku masuk ke dalam rumah, dan melihat jam di ruang tamu yang sudah menunjukkan pukul 09.45. Aku yang tak mau datang terlambat dihadapan Kyuhyun, langsung bergegas mengambil tas di kamarku lalu menghampiri ummanim untuk meminta izin padanya setelah mendapatkan izin dari ummanim aku berjalan menuju garasi mobil. Tapi aku tak menemukan mobilku hanya ada sepeda milikku di garasi. Lalu aku keluar dari garasi mobil dan aku baru ingat bahwa mobilku sedang dipinjam Appanim. Akhirnya aku memutuskan untuk naik bus saja karena aku tak mau datang terlambat. Untuk menghemat waktu aku berlari kecil menuju pergi ke halte bus sambil menggerutu. Sesampainya di halte bus, aku melihat bus yang harusnya kunaiki sudah berangkat dan itu mengharuskanku untuk menunggu lima belas menit lagi. Saat sedang menunggu bus, tiba-tiba ada sebuah tangan yang menggandengku, aku pun melihat siapa pemilik tangan itu dan aku pun terkejut saat melihat siapa pemilik tangan itu, yang ternyata adalah Chise-kun.
"Apa kau sengaja menungguku disini?" tanyaku sambil merapikan rambutku yang berantakan akibat tertiup angin yang cukup kencang hari ini.
"Mworago? Menunggumu? Membuang waktuku saja. Tidak, aku hanya bercanda. Aku hanya sedang malas dirumah sendirian." Jawab Chise-kun.
Chise yang melihat bus yang kami tunggu dari kejauhan telah datang langsung menggandeng tanganku dan menarikku masuk ke bus saat bus sudah berhenti di halte. Kurasa ini adalah hari sial bagiku, buktinya sekarang di bus hanya ada aku dan Chise dan satu pasangan kekasih yang tampak mesra beserta sang supir. Selama di perjalanan yang lumayan memakan waktu yang lama aku dan Chise hanya terdiam, sibuk dengan dunia masing-masing. Sampai akhirnya bus berhenti tepat di halte yang kutuju, Chise dan aku tetap terdiam. Untuk kesopanan aku pamit padanya, tapi dia hanya terdiam, tampaknya pikirannya masih mengembara ke dunia yang berbeda. Saat aku benar-benar sudah turun dari bus, Chise tampaknya baru sadar dari lamunannya karena ia membuka jendela bus lalu ia melambaikan tangan dan mengucapkan pai pai saranghaeyo padaku sambil tersenyum manis padaku. Senyum yang sama saat dia berhasil membuatku jatuh hati padanya.
Dengan hanya menyebrang jalan, aku sudah tiba di pintu masuk Lotte-World, Sesampai di sana suasana sangat ramai. Aku tak menemukan Kyuhyun dimana-mana, aku ingin menelponnya tapi ternyata karena terburu-buru aku tidak membawa ponsel. Akhirnya aku menunggu di bawah pohon sambil makan es krim untuk mengganjal perutku yang sudah mulai berdemo minta makan. Tak terasa sudah 3 porsi es krim kulahap tapi Kyuhyun belum datang juga. Aku pun melihat jam yang melingkar di pergelangan tanganku, tak terasa sudah berjam-jam aku menunggu Kyuhyun, sekarang sudah jam 1 kurang 20 menit, tapi Kyuhyun belum datang juga. Aku berjanji sampai jam 2 dia belum datang, aku akan pulang. Tiba-tiba seakan langit yang tadinya cerah, menggelap dan menurunkan hujan dan betapa cerobohnya aku sampai lupa membawa payung warna ungu yang biasanya selalu kubawa setiap aku pergi kemanapun. Aku tetap bersikeras menunggunya dibawah guyuran hujan yang semakin deras saja, aku hanya terdiam dan tetap menunggu dan terus melihat ke arah jam tanganku yang sudah menunjukkan pukul 1 lewat 10 menit. Saat aku merasa mulai kedinginan , tiba-tiba ada seseorang yang memayungiku dengan payung warna hitam. Aku pun hanya diam saja dan tak penasaran siapa yang memayungiku, tapi lama kelamaan aku penasaran juga, tapi aku tetap tak mau melihat siapa orang itu. Hujan semakin deras, aku pun semakin merasa kedinginan dan memeluk tubuhku dengan tanganku. Saat aku melihat siapa yang memayungiku aku pun terkejut dan tas yang sedari tadi kupegang terjatuh dan isinya berhamburan keluar.
"Pabo yeoja! Kenapa kau malah cari penyakit dengan duduk termenung sendirian ditengan hujan yang deras ini!" bentak seorang namja yang memayungiku−yang ternyata adalah Kyuhyun.
"Ini salahmu! Oppa yang telah membuatku duduk termenung ditengah hujan yang deras ini!" jawabku ketus tanpa melihat wajah Kyuhyun −sambil memasukkan benda-benda milikku yang berjatuhan.
"Mianhaenim Molin. Tiba-tiba aku ada kerjaan mendadak. Aku sudah mencoba menelponmu berkali-kali, tapi tidak ada jawaban darimu." jelas Kyuhyun dengan raut wajah yang menyesal.
"Gwaenchana oppa. Yang penting sekarang kau sudah datang." jawabku singkat.
Lalu seperti di komik yang biasa di baca Chise saat ia bosan belajar di kelas, Kyuhyun melempar payung hitam yang ada ditangannya, dan itu membuatnya kini juga kehujanan. Lalu tanpa terpikirkan olehku dia mencium bibirku lembut dan sangat lama sampai kupikir setelah ciuman ini berhenti aku akan mati karena kehabisan napas. Aku pun melihat ke sekeliling dan aku baru menyadari bahwa kami berdua sedang menjadi sorotan kamera dua orang namja yang kuyakini adalah Yesung dan Donghae. Kyuhyun yang tampaknya juga menyadarinya segera memayungiku kembali dengan payung hitamnya lalu menggandengku berjalan mendekat ke arah dua orang itu yang sedang duduk.
Begitu aku dan Kyuhyun sampai di tempat dua namja itu berdiri, dua namja itu kabur. Kyuhyun pun langsung melempar payungnya dan melepaskan tanganku dari genggamannya lalu mengejar Yesung dan Donghae. Sekarang mereka bertiga tampak seperti anak kecil yang sedang bermain kejar-kejaran dibawah hujan. Tak lama kemudian, Yesung sudah berhenti berlari karena tampaknya dia sangat kelelahan. Kyuhyun pun langsung menghampiri dan memarahinya, Kyuhyun tampak tak peduli bahwa yang sedang ia marahi adalah hyungnya sendiri. Direbutnya kamera hyungnya dengan paksa lalu kembali memarahi hyungnya yang sedang kelelahan. Lalu setelah Kyuhyun puas memarahi hyungnya, aku melihat Yesung menunjuk namja yang masih berlari kencang−walaupun ia tau bahwa tidak ada yang mengejarnya. Dan tak lama, Kyuhyun langsung berlari mengejar namja yang dijuluki ikan nemo oleh para fansnya. Dari kejauhan aku hanya dapat tertawa karena melihat kelakuan para namja yang seperti anak kecil yang sedang bermain hujan-hujanan. Tak lama kemudian kulihat Donghae merangkul pundak Kyuhyun dan Kyuhyun merangkul pundak Yesung dengan wajah yang bersahabat sambil berjalan ke arahku. Mereka berdua tampaknya sedang membicarakan hal yang serius, itu terlihat dari wajah mereka yang tampak lucu saat serius. Lalu setelah pembicaraan itu selesai mereka bersalaman.
"Ayo makan, kita ditraktir makan oleh mereka," ajak Kyuhyun sambil melepaskan rangkulan tangannya dari hyung-hyungnya.
"Wae? Kok kita ditraktir sama mereka sih oppa?" tanyaku heran sambil mengerutkan keningku.
"Itu hukuman untuk mereka karena telah mencuri foto kita secara diam-diam," bisik Kyuhyun di telingaku sambil memelukku dari belakang.
"Mianhaenim, gara-gara aku kamu jadi sakit. Sekali lagi maafkan aku," Ujar Kyuhyun sambil tetap memelukku erat.
Lalu Kyuhyun melepaskan pelukannya karena dia melihat Donghae dan Yesung sedang memotret kami berdua lagi. Namja kurum dan namja saengson yang menyadari bahwa Kyuhyun sudah melihat mereka yang sedang memotretnya langsung berlari kencang menuju mobil. Aku dan Kyuhyun tidak ikut berlari melainkan aku dan Kyuhyun berjalan pelan menuju mobil sambil mengobrol dengannya. Sesampai di mobilnya Kyuhyun, aku terkejut karena ternyata ada Eunhye dan Yuura yang sedang duduk manis di jok belakang mobil Kyuhyun.
"Hei, kenapa ada kalian?" tanya Kyuhyun saat melihat Eunhye dan Yuura sambil menunjuk kedua yeoja itu. "Memang mobil kalian kemana?" tanya Kyuhyun lagi, tapi kali ini pada Yesung dan Donghae.
"Sebenarnya tadi kami mengikutimu kesini dengan mobil kami masing-masing, lalu Donghae menelpon asistennya untuk membawa pulang mobilnya dan juga mobil milikku. Dan karena aku mempunyai kunci duplikat mobilmu, aku menyuruh mereka berdua menunggu dimobilmu. Mian jika aku lancang Kyuhyun," Jelas Yesung panjang lebar yang hanya ditanggapi Kyuhyun dengan anggukan pelan.
Lalu setelah semua pertanyaan yang ada dibenak Kyuhyun sudah terjawab dengan baik, dia baru mulai menghidupkan mesin mobilnya dan bersamaan dengan itu hujan pun berhenti, yang digantikan oleh sinar matahari yang terik.
"Molin, kau yakin mau pulang dengan baju yang basah kuyup begitu? Aku membawa beberapa baju ganti ditasku, pakai saja dulu. Baju itu kujamin jauh lebih hangat dibanding bajumu yang sekarang," Ujar Eunhye sambil memberikan tasnya yang berwarna merah dengan motif bunga-bunga padaku.
"Gomawo chingu. Aku ganti baju dulu ya," Ujarku sambil membuka pintu mobil lalu berlari menuju kamar mandi yang berada tak jauh dari parkiran mobil.
***Kyuhyun POV***
Aku terbangun dengan wajah yang lelah disertai kantung mata yang hitam dan itu membuatku seperti Panda. Aku yang belum sepenuhnya belum bangun langsung menelpon Molin, mengatakan bahwa aku tak bisa menjemputnya dan menyuruhnya menggunakan mobilnya sendiri, aku tak memberitahukannya alasan kenapa aku tak bisa menjemputnya, karena alasan itu sangat memalukan bagiku yaitu bangun kesiangan dan wajahku yang tampan kini berubah jadi mirip panda. Setelah itu aku berjalan menuju kamar mandi, lalu bercermin.
"Aissh! Bagaimana ini? Wajahku jadi mirip panda sekarang," keluhku sambil mencuci wajahku yang tampan dengan air secara kasar.
Aku pun berjalan keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan wajahku dengan handuk kecil dan memperhatikan kalender yang tergantung di dinding dekat kamar mandi, aku pun terkejut saat melihat tanggal hari ini, karena dibawahnya tertera tulisan yang sangat kukenali, yaitu tulisan tangan Leeteuk hyung. Isi tulisan itu adalah 'Buat album baru dari jam 10.30 – 12.00 a.m'.
"Aigoo! Aku baru ingat. Ottokhae, hari ini aku kan ada yaksuk dengan Molin!" keluhku sambil melempar handuk kecil itu ke sembarang tempat.
Aku pun segera bersiap mandi, dan bergegas mandi. Setelah mandi, badanku terasa lebih fresh. Lalu setelah memakai pakaian lengkap, aku makan makanan yang telah disiapakan Ryeowook. Di meja makan sudah ada hyung-hyungku yang sedang menungguku untuk makan bersama. Selesai makan bersama dengan hyung-hyungku, aku bersiap-siap dan hendak menelpon Molin, untuk menyuruhnya datang jam 1 saja. Sekarang jam sudah tepat menunjukkan pukul 10 pagi, kutekan nomer 3. Tapi tidak ada jawaban dari Molin, kurasa Molin sudah sampai dan sekarang sedang menungguku.
"Hyung, aku mau bawa mobil sendiri," ujarku pada Leeteuk yang hanya dibalas dengan anggukan dari Leeteuk.
.
.
Setelah semuanya siap, kami pun berangkat ke tempat studio rekaman. Donghae dan Yesung hyung juga membawa mobil sendiri, karena sehabis rekaman mereka akan pergi bersama Yuura dan Eunhye. Sepanjang rekaman, aku sering salah nada dan sering salah memanggil nama hyung-hyungku. Sampai-sampai aku dikira sakit oleh hyung-hyungku, sebentar-bentar aku melihat jam ditanganku. Sampai akhirnya untuk mungkin yang keberapa ratus kalinya aku melihat jam, akhirnya jam tanganku menunjukkan pukul 12 siang. Aku langsung berlari menuju mobilku yang disusul oleh Donghae and Yesung, aku pun menghidupkan mesin mobil dan menyetir mobilku dengan kecepatan yang lumayan tinggi menuju Lotte-World. Beruntung jalanan tidak macet, jadi aku akan tiba di Lotte-World kira-kira jam 1 lewat 20 menit. Sekarang baru jam 12 tapi tiba-tiba langit yang tadinya cerah berubah menjadi gelap. "Aissh! Shit! Kenapa harus hujan? Pasti sekarang yeoja itu sedang kehujanan karena ia pasti juga lupa membawa payung." umpatku kesal.
Sebelum menuju Lotte-World, aku menuju rumah Molin untuk mengantarkan buku miliknya yang waktu itu sudah kuambil tanpa izin darinya dan sekotak cheese cake. Sesampai dirumah Molin aku langsung membuka pagar rumahnya yang tidak digembok dan membuka bagasi mobilku untuk mengambil tas kain warna biru yang berukuran lumayan besar yang berisi buku miliknya beserta cheese cake kesukaannya. Lalu kuletakkan tas itu di bangku teras rumahnya. Setelah itu, aku kembali mengendarai mobil menuju Lotte-World dan akhirnya saat jam tanganku tepat menunjukkan pukul 1 lewat 20, aku sudah tiba di Lotte-World, sesuai dengan perhitunganku. Aku langsung masuk dan mencari-cari Molin di tengah hujan sambil berlari dan memakai payung warna hitam untuk melindungiku dari hujan yang lebat. Aku pun berjalan dari satu tempat ke tempat lain, sampai akhirnya aku menemukan Molin yang sedang duduk sambil memeluk dirinya sendiri di bawah pohon. Tanpa pikir panjang aku pun langsung menghampirinya dan memayunginya tanpa mengeluarkan sepatah kata pun dari mulutku, sampai akhirnya Molin mendongak dan tampak terkejut saat melihatku.
Aku merasa sangat bersalah sekarang. Kini, Molin tampak tidak sehat, tubuhnya demam, bibirnya pucat menandakan dia kedinginan. Sebagai permintaan maafku, aku mencium bibirnya lembut. Tanpa kusadari ada dua orang yang memotret aku dan Molin. Yang pertama menyadarinya adalah Molin. Setelah ditindak lanjuti orang itu adalah Donghae dan Yesung hyung, lalu aku menghukum mereka berdua mentraktirku dan Molin makan. Sebelum pergi makan-makan, Molin dan aku harus ganti baju karena sekarang pakaianku basah kuyup begitu juga dengan Molin yang sepertinya akan semakin sakit bila tidak ganti baju terlebih dahulu. Untung saja Eunhye membawa pakaian ganti, selesai berganti pakaian, kami pun berangkat. Kali ini Donghae hyung yang menyetir, karena keadaanku sedang tidak memungkinkan untuk menyetir.
"Hei, aku ingin makan steak. Bagaimana kalau kita makan steak? Tapi aku sedang ingin makan steak yang dibuatkan oleh Molin." tanyaku sambil menatap Molin.
"Ha? Memangnya ada?" tanya Yesung heran.
"Lihat saja nanti." Jawabku sambil mengedipkan mataku pada Molin dan gadis itu hanya membalas dengan senyum sekilas. Yesung tidak menjawab melainkan hanya memasang raut wajah penasaran.
Setelah itu, suasana di dalam mobil sangat hening semua penghuni mobil sibuk dengan dunia masing-masing.
***TBC***
kosa kata :
Neo areumdaun : kau cantik
Kal kayo? : bisakah kita pergi?
Mot kayo : kita tidak bisa pergi
Yaksuk : janji
A geurae : baiklah
Annyong-hi kyeseyo : jaga dirimu baik-baik
Pai pai saranghaeyo : bye bye
Mworago : apa kau bilang?
Pabo yeoja : gadis bodoh
A/N : Maaf jika banyak typo disana sini, maaf jika feelnya kurang dapet, maaf jika mungkin karena alurnya kecepetan, kalian jadi nggak bisa ngebayanginnya. Maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan dihati. Saya ini masih pemula, ya dalam istilahnya adalah kaum awam di dunia per Fanfic-an. Maaf jika cerita saya abal-abal, ecek-ecek, nggak nyambung, ccd, dll. (ecek-ecek? bahasa apaan tuh ren?)
Buat yang udah memberi REVIEW makasih banget. Chapter ini nggak akan terbit tanpa REVIEW dari REVIEWERS sekalian. Pokoknya buat temen aku yang juga sesama author, makasih banget. Aku tak bisa hidup tanpamu YOSEPHINEEE.
Jangan lupa REVIEW ya chingu. REVIEW kalian sangat berarti bagiku. Kalo REVIEWnya udh sampai lebih dari 5, baru aku update lagi. Oke?
