Sino Ka? - Siapa Kau?
A Hetalia Fanfiction
Hetalia milik Hidekazu Himayura
Main Chara: Spain, Philippines (Antonio Fernandez Carriedo, Maria Alindogan)
Rated: K
Genre: Hurt/Comfort, Angst, more Romance and Friendship
Warning: OC, OOC, Semi Historical, Philippines POV
Summary: Kau orang yang sama dengan Espanya. Namun aku tak mengenalmu. Kau menganggap dirimu angin. Tapi bagiku yang lebih dan kurang dari itu.
.
.
.
.
Kau datang padaku hari itu. Kau datang dengan kapalmu. Kau datang ke dalam hidupku. Kau datang bersama orangmu. Aku saat itu begitu lugu. Tak tahu apapun saat itu. Kau datang padaku, menguasaiku, namun tidak sepenuhnya berkuasa atas diriku. Kau datang dengan ilmu yang pada akhirnya kau bagi denganku. Kau mengajariku yang bodoh ini segala hal. Kau yang tahu banyak hal tak segan membagikan ilmumu padaku.
Kau telah mengarungi lautan. Kau membuatku melihat dunia. Kau membuat aku dan diriku yang lain pada akhirnya bersatu. Kau memperkenalkanku pada penyakit, pada senjata, pada dirimu sendiri, hingga aku menjadi seperti sekarang. Kau mencoba mengkristenkan pendudukku, yang umumnya sukses di dataran rendah utara dan tengah. Kau mendirikan sekolah, universitas, dan rumah sakit. Aku pikir itu untukku, dan kau bilang begitu. Namun pada dasarnya itu bukan untukku, tapi untuk dirimu sendiri.
Sekarang aku bahkan tak bertemu denganmu selain di tempat itu. Potret kita berdua hanya ada di dalam satu gambar polaroid yang bahkan sulit dibedakan mana kau dan mana aku. Espanya yang malang. Aku bahkan tak dapat melihatmu dari dekat lagi seperti dulu. Kau begitu jauh rasanya. Sangat jauh malahan. Kau dulu yang begitu dekat denganku, mengerti diriku, sekarang bagaikan orang lain di depanku. Kau bagaikan orang yang berbeda, dengan kepribadian yang berbeda.
Namun dalam satu tubuh yang sama persis.
Ekonomimu morat-marit tidak jelas. Sementara negeriku maju dan menjadi lumbung padi dunia. Kau adalah seseorang yang berbeda dengan orang yang mengajariku menanam dan berternak selama ini. Kau orang lain dalam tubuh Espanya-ku. Dulu Espanya orang yang serius dengan pemikiran terbukanya. Siapa kau ini?
Aku bahkan tak mengenalmu meski kau dalam tubuh yang sama. Senyuman itu berbeda. Kau terlihat tak keberatan melukisnya di bibirmu. Padahal dulu kau begitu kesusahan untuk tersenyum. Kau bahkan tak tahu caranya tersenyum. Sepertinya dunia tanpaku selama beberapa tahun membuatmu menyadari cara yang paling efektif untuk melakukannya.
"Tarik kedua sudut bibirmu ke atas. Lakukan itu dengan sepenuh hatimu."
Aku masih ingat mengatakan itu padamu saat itu. Kau kesulitan melakukannya. Yang ada hanyalah rona tipis di pipimu ketika aku menarik kedua sudut bibirmu. Aku tak tahu apa yang kau pikirkan saat itu.
.
Dulu kau baik padaku. Meski hanya sikap saja yang menunjukannya. Kau tak pernah menunjukkannya lewat kata-kata. Aku tak pernah melihatmu menulis kecuali saat mengajariku menulis. Aku tak pernah melihatmu membaca kecuali saat mengajariku membaca. Kau tak pernah melakukan hal lain yang tak bisa aku pelajari. Karena kau tahu aku selalu belajar darimu. Bahkan aku belajar berperang darimu. Kau mengajariku menggunakan senjata api. Kau mengajariku mengasah tombak, pedang, belati, pisau, panah, apapun itu namanya. Kau mengajariku caranya bertarung.
Hingga aku sendiri melawanmu dan mengusirmu dari tanahku.
Kau pergi, aku bebas. Namun tak lama Ingles datang dan lalu pergi lagi. Kau kembali, lalu tak pernah terlihat lagi.
Kau datang dan pergi begitu saja. Kau menempatkan dirimu sebagai angin belaka. Angin yang menganggap dirinya sendiri hanya berhembus sesekali dan tak punya pengaruh apapun.
Tapi itu bukan dirimu. Kau yang bagaikan angin bukanlah dirimu. Itu orang lain yang sama denganmu. Kau orang lain. Orang yang berbeda dengan sosokmu selama ini.
Siapa kau ini?
.
.
.
.
END
.
.
.
.
A/N: Apa lagi yang ini?! Kok jadinya gaje begini? Padahal awal temanya itu "potret kenangan". Tapi kok jadi begini? Request dari sahabat saya, LUNAS. Untuk Eroi yang mesen tema "History". Dan jadilah fic ini. Awalnya pas diketik, malah isinya kayak buku IPS saya. Setelah ditulis ulang, jadilah yang seperti ini. Wordnya sedikit ya? Padahal yang "Selalu Bersamamu" bahkan sampe 900 word sendiri. Tapi lumayan juga sih...
Karena ini sudah sore, dan HP batrenya tinggal 2 digit, aku akhiri cerita ini sampai di sini.
But, kalau ada kesalahan sejarah, bisa beri tahu saya?
Mau request? Boleh saja.
Salam akhir,
Mind to review?
ON: 23-02-2016
