Title : Eternal Snow

Cast : Lee Sungmin as Main

Cho Kyuhyun

Lee Donghae

Genre : Romance, Hurt

Summary : sungmin sang Eternal Snow yang tak pernah bisa dimengerti oleh sekitarnya akankah ia bisa menjadi mahkluk social yang normal ?

Chapter 4

Pertemuannya dengan mahkluk dingin yang kita ketahui bernama sungmin membuat sang preman alias Lee Donghae tampaknya membuat sang preman ini merasa penasaran dengan korban terakhirnya.

'bahkan anak itu tak memiliki rasa takut atau lirih kesakitan dari wajahnya' sial.

ARGH….

Teriaknya frustasi sembari mengacak rambutya yah memang yang sedari awal tampak amat sangat berantakan menjadi awut-awutan sekarang. Sungguh tidak tampan sama sekali. Ia merasa bahwa kuasanya sebagai preman sudah tidak diakui oleh korban terakhirnya tersebut. Ia masih berniat untuk menemui korbannya tersebut dan membuatnya menangis memohon ampun.

'heh, lihat saja nanti' batinnya di sertai seringai yang membuat siapapun yang melihatnya bergidik ngeri.

Sungmin memasuki kelasnya dengan tenang, masih tampak lebam di wajah dinginnya. Beberapa mahasiswa dan mahasiswi yang melihatnya tampak penasaran karena baru kali ini mereka melihat sang eternal snow tampak memiliki luka bekas perkelahian. Bahkan setelah bertanding dalam olimpiade pun sang 'snow' tidak pernah mendapatkan luka.

"sungmin-ssi gwenchana?" Tanya seorang mahasiswi yang kita ketahui bernama sunkyu namun ia menyuruh seluruh temannya untuk memanggilnya sunny.

"ne gwenchana" jawab sungmin

Jawaban datar sungmin tersebut seolah hadiah terindah yang diterima oleh sunny karena hampir diketahui oleh seluruh penghuni kampus bahwa jawaban yang akan dikeluarkan sungmin adalah gumaman atau hanya tolehan saja kemudian meninggalkan orang yang bertanya kepadanya. Namun satu kalimat singkat tersebut seolah kejutan besar bagi seluruh penghuni kelas yang mendengar ucapan singkat sungmin. Tak ada yang menyangka jika sungmin mau menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Sunny. Entah bagaimana mulanya namun banyak sekali mahasiswi yang menyimpulkan bahwa sungmin membenci atau anti terhadap wanita, karena sebagai pria yang cukup tampan oh tidak sangat tampan dan mempesona di usianya yang masih muda, sungmin tidak pernah terlihat sedikitpun dekat dengan wanita. Sehingga kabar bahwa sungmin membenci wanita mulai tersebar. Entah bagaimana sikap sungmin yng sesungguhnya tak pernah ada yang tahu karena sungmin adalah sang salju abadi yang tak pernah mencair dalam kondisi apapun.

"apakah perlu aku mengantarmu ke HCC?" Tanya Sunny dengan mata yang berbinar-binar karena bahagia.

"Pergi" jawab sungmin datar.

"kajja, kita pergi" ucap sunny riang.

"pergi dari hadapanku"

JLEB satu kalimat yah bisa dibilang cukup panjang jika yang mengatakannya adalah sang eternal snow kita, kalimat itu langsung bisa membuat hati Sunny yang semula terbang setinggi atap kini langsung jatuh menabrak lantai yang keras dan hancur berkeping-keping. Sunny tak berani berkata-kata, ia memundurkan tubuhnya dan meninggalkan sungmin dengan air mata yang menggenang dan meluncur di wajahnya.

" heh apa kau tak bisa menghargai orang lain Hah?' ucap Kyuhyun yang melihat ulah Sungmin.

" berapa?"

" Br***s*k kau , ….' Ucap kyuhyun sambil melayangkan kepalan tangannya kea rah sungmin namun terhenti

" apakah itu menghargai Privasi orang tuan Cho?' Tanya sungmin datar.

Kyuhyun membelalakkan matanya , ia ingin sekali melayangkan pukulan ke arah wajah sungmin yang tampak datar masih sama dengan hari sebelumnya, tanpa emosi dan ekspresi. Namun hal tersebut tentunya harus ditahannya karena melihat pak Han yang telah memasuki kelas dan memulai perkuliahan seperti biasanya.

Tak ada hal yang menarik yang terjadi selama perkuliahan tersebut berlangsung. Mahasiswa tampak tetap khidmat mendengarkan meskipun otaknya sudah amat sangat penuh dengan rumus Kalkulus yang membuat kepala mereka hampir meledak. Berlebihan ? Oke, silahkan coba sendiri. Tak ada peristiwa yang berarti di kampus hari itu, semua masih tampak sama seperti biasanya.

'Membosankan'.

Selama seluruh mahasiswa sedang berpusing dengan seluruh materi perkuliahan, tampak sang preman alias Lee Donghae berdiri tak santai di depan gerbang seoul national university, ia tampak mondar-mandir menunggu seseorang. Namun entah siapa yang ditunggunya di kampus ini. Ia Nampak tidak sabar hingga tertidur di halte dekat gerbang kampus SNU.

Tampak langit Seoul mulai berubah warna yang tandinya biru cerah kini mulai tampak jingga kemerahan menunjukan bahwa waktu telah beranjak mengekati senja hari. Donghae tampak terbangun dari tidur tidak nyamannnya, ia mengucek matanya dan saat menyadari bahwa hari telah menunjukan senja, ia tampak membelalakkan matanya merutuki kebohodahannya dan mengumpat dalam hati.

'sial' batinnya mengumpat.

Ia mengacak rambutnya frustasi, membuat orang yang melihatnya menjadi heran sekaligus takut jika sang preman yang awalnya tertidur tentram kini terbangun dan seperti hendak mengamuk entah karena apa. Seluruh mata yang ada di sekitar halte tampak memalingkan wajahnya takut jika bertatapan mata dengan sang preman karena bukan tidak mungkin jika melihatnya maka akan di jadikan sasaran kemarahannya.

Donghae memutuskan untuk meninggalkan area depan gerbang Kampus SNU, sepertinya ia merasa orang yang di tunggunya sudah tidak mungkin berada di kampus. Ia berjalan dengan gontai sembari menendangi kerikil yang ada di hamparan jalan di hadapannya. Enthah keberuntungan apa yang mengahampirinya karena saat ia melihat lurus ke depan ia mendadak berhenti dan menyeriangai melihat pemandangan yang ada di hadapannya. Tampak sang eternal snow sedang berjalan tenang sekitar 300 meter di hadapan sang preman.

'ah kau memang sangat beruntung Lee Donghae, bahkan mangsamu datang sendiri' batinya narsis.

Donghae sedikit mempercepat langkahnya supaya dapat segera menyusul sang korban. Namun dari arah belakannya tampak sebuah mobil hitam melaju dengan sangat kencang kea rah mangsanya. Donghae tidak mengerti apapun ia tetap berjalan ke depan.

BRAK

Mobil itu tampak menyerempet seseorang di hadapan Donghae. Ia hanya berhenti diam di tempatnya, suasanan jalanan yang sepi dan langit yang sudah mulai menggelap membuatnya masih belum mengerti kejadian di hadapannya. Namun setelah ia fokuskan pandangannya ia tampak membelalak korban penyerempetan mobil itu adalah mangsanya. Mobil itu tidak berhenti, dan terus melaju kencang setelah menyerempet sang korban. Tampaknya kejadian tersebut seolah bukan unsure ketidak sengajaan.

Donghae melihat calon mangsanya tampak terduduk di pinggiran jalan, ia mempercepat langkahnya untuk segera sampai di lokasi calon mangsanya tersebut. Niatnya untuk membuat perhitungan dengan sang calon meangsa menddak menguap entah kemana melihat pemandangan yang cukup mengenaskan di depannya. Di sana Nampak sang calon mangsanya terduduk dengan tangan dan kakinya yang berlumuran darah dan juga pakaiannya yang terkoyak bekas terserempet mobil tadi.

Donghae tampak menjongkokkan badannya untuk membantu sang korban untuk berdiri. Ia bermaksud untuk memapah korban tersebut. Namun niat baiknya namaknya tak di sambut baik oleh sang korban. Sang korban tampak menepis tangan Donghae yang hendak memapahnya. Kemudian berdiri dengan perlahan dan berjalan dengan tertatih tanpa mengucapkan apapun. Hal ini membuat emosi sang preman kembali lagi, ia sangat geram dengan tingkh orang di hadapannya ini.

"Ya! Kau harus ke rumah sakit" teriaknya

Namun tampaknya sang korban tidak memperdulikan teriakan donghae, ia terus berjalan melangkah dengan tertatih. Donghae semakin geram dengan tingkah orang di hadapannya. Ia mencengkeram pergelangan tangan sang korban untuk menghentikan langkahnya. Dan nampaknya ia berhasil, sang korban tampak menghentikan langkahnya. Awalnya donghae hendak memarahi orang di hadapannya ini namun setelah melihat sang korban meringis menahan sakit ia urungkan niatnya.

" ayo ku antar ke rumah sakit" ucapnya

"tidak " jawab sang korban.

" Ya….. apa kau tak tahu lukamu itu parah Hah?"

"apa pedulimu?"

" Cih,… kau sombong sekali. Lukamu harus segera diobati, kau tahu !"

" apa maumu?" Tanya sang korban

" apa mauku? Heh lucu sekali kau ini, aku hendak menolongmu Bodoh !"

" Tidak perlu "

" Ya,…. Meskipun kemarin aku menghajarmu bukan berarti aku tidak punya rasa kemanusiaan melihatmu seperti ini!"

" Terima kasih. Pergilah" ucap sang korban datar.

Hal ini membuat emosi donghae memuncak. Menurutnya orang di hadapannya ini sungguh menyebalkan.

" Baiklah, siapa namamu, katakana setelah itu aku pergi" ucap donghae menyerah.

" Sungmin" jawabnya.

Setelah menjawab pertanyaan tersebut sungmin segera melanjutkan langkahnya dengan tertatih. Entah mengapa Donghae yang melihatnya merasa sangat menghawatirkan namja itu. Secara diam-diam ia mengikuti langkah sungmin. Ia takut bahwa sungmin akan mengalami kesulitan di jalan.

" kau tak perlu mengikutiku" ucap sungmin datar

" aku tak mengikutimu"

Sungmin melanjutkan langkahnya tanpa menoleh ke belakang, ia terus berjalan sembil tertatih karena luka yang di perolehnya.

" Donghae, namaku Lee Donghae" ucap donghae bermaksud memulai percakapan.

"….. " Tak ada jawaban dari sungmin. Ia terus melanjutkan langkahnya.

" Ya ! setidaknya katakana sesuatu!" ucap donghae geram.

" aku tidak Tertarik" ucap sungmin datar.

Hingga akhirnya mereka telah sampai di kawasan flat sederhana sungmin. Sungmin segera masuk ke dalam flatnya dan menutup pintu serta menguncinya. Sementara Donghae tampak dim berdiri di depan flat sederhana sungmin. Saat lampu Flat itu mati barulah Donghae berbalik arah dan meninggalkan flat itu.

' Aku kenapa?' batin donghae frustasi

'kenapa aku begitu sakit, saat melihat anak itu kesakitan seperti tadi?'

ARGHH….. lirihan frustasi terdengar dari bibirnya sembari meninggalkan empat itu.

Setelah donghae membalikan langkah dan berjalan menjauh dari flat itu, tampak lampu flat itu kembali menyala, memperlihatkan sepasang mata yang memandang sosok donghae dalam diam.

'sia-sia' batinnya.

TBC

Jeongmal Gomawo buat semua reader yang telah mereview FF abal dari saya ini, semoga tidak bosan membaca hasil karangan dangkal dari saya

Kamsahamnida

*Bow*

saya mohon review dari pembaca semua karena inspirasi chap depan juga tergantung masukan dari pembaca semua, kecepatan update saya tergantung dari review kawan semua jadi saya mohon untuk mereview

kamsahamnida

untuk masalah pairnya nanti jujur saya belum menentukan, karena saya berniat membuat pair akhirnya nanti atas dasar permintaan dan review dari pembaca sekalian hehehehe

Balasan Review

semua pembaca yang memiliki akun resmi saya akan selalu membalas via PM jadi disitulah jawaban saya... untuk para Guest yang menggunakan akun tidak resmi akan saya jawab disini.

minoru : hehehe pair akhirnya belum saya tentukan hehehe#muka polos #plakkk jadi saya belum tau akan Kyumin atau enggak , mian

Chu : hehe alasannya aka terungkap seiring berjalannya chapter hehehe,... ini chap 4 sudah update wkwkwkwk

minpumkin : hehehe lho iya ya baru ingat Snow itu Kibum ya hehe... mian buat Kibum shiper pinjam Kata Snownya bentar #dicekek.

Miyu 1905 : hehehe silahkan ditebak bagaimana akhirnya, hehehe karena sampai sekarang saya belum menentukan endingnya wkwkwkwkwk

amalia : hehehe saya juga ga tau kenapa saya bikin Ming jadi eternal snow #dibakar wkwkwkwk

cheyzee : iya terima kasih,... ini sudah di update hehehehe