Jungkook hanya sesekali melirik taehyung yang asik memakan eskrimnya layaknya anak kecil, tangannya juga terulur ntuk mngusap ujung bibir taehyung yang belepotan oleh eskrim. "Nah kita sam...pai."ujar jungkook sedikit tertunda karna ...

.

.

.

.

.

.

‹MHK›

Taehyung tersenyum kearah jungkook dengan wajah penuh dengan eskrim, bibir merah meronanya kini bagai berlipstikan eskrim coklat, dihidungnya pun ada lelehan eskrim menempel. Jungkook menelan ludahnya paksa, sungguh! Taehyungnya saat ini beanr-benar terlihat 1000kali lipat lebih manis dibandingkan biasanya. Biasanya? Astaga jungkook, bahkan kau dengan taehyung baru genap 24 jam bersama. Jadi bagaimana kau membandingkannya?

Taehyung memiringkan kepalanya kala mendapati jungkook hanya memandangi dirinya. Bibirnya mengerucut lucu. "Jangan menatap taetae seperti itu! Daddy mengerikan!"ucap taehyung mengeluarkan ekspresi layaknya orang ketakutan.

Tunggu! Apa barusan taehyung mngeluarkan ekspresi ketakutan? Jungkook terkekeh pelan lalu mengusap es krim disudut bibir taehyung dengan ibu jarinya lalu ia menjilat sisa eskrim di ibu jarinya itu. Taehyung merona, perlakuan manis jungkook selalu bisa membuatnya merona.

Jungkook mencubit gemas pipi taehyung, membuat sang empunya mengaduh kesakitan. "Daddy, jangan mencubit pipi taetae karena itu menyakiti taetae. Nanti kalau pipi taetae menangis kesakitan bagaimana? Kan kasihan"ujar taehyung dengan raut wajah sengaja dimelaskan membuat jungkook menjerit gemas.

Astaga, kenapa sih jimin memberikan hadiah sebegini menggemaskan? Aku akan jadi tidak dapat menahan hormonku. —jungkook

Alih-alih merasa lucu akan tingkah taehyung, jungkook tertawa lepas sembari menatap taehyung. Merasa ditertawakan, taehyung mengerucutkan bibir merah penuh noda eskrim itu. Oh— alarm ditubuh jungkook berbunyi, takut-takut kalau kucing manisnya ini merajuk.

"Maafkan daddy sayang. Daddy, hanya merasa lucu dengan tingkahmu. Sebenarnya berapa sih umurmu? Lihat, makan eskrim saja sebegitu berantakannya."ucap jungkook tenang lalu dibalas dengan pemandangan taehyung memiringkan kepalanya tak paham. Menghela nafas kemudian tersenyum, itulah yang bisa ia lakukan menatap betapa menggemaskan sekaligus menggairahkannya makhluk didepannya ini.

Jungkook memajukan tubuhnya, menjilat bibir taehyung mencoba menghilangkan noda eskrim disana. Taehyung berkedip beberapa kali dengan wajah merah padam. Sungguh! Taehyung merasa terkejut bukan main, awalnya dia pikir jungkook akan membersihkan wajahnya dengan tissue.

"Nah, beginikan sudah bersih."ujar jungkook tak berdosa dan dengan segera menjauhkan tubuhnya. Taehyung masih pada posisinya, kepala cantiknya memproses apa yang barusan terjadi. Astaga, antimenstrim memang cara daddynya ini.

Jungkook memasang kembali safety beltnya, lalu dengan segera menyalakan mesin mobil. "Kita pulang sekarang, okay?"tanyanya yang dibalas anggukan kepala oleh taehyung. "Tapi sebelumnya, tutup pintumu dulu sayang."ingatnya lagi dan lagi lagi taehyung hanya menuruti kata-katanya.

07:30 PM KST.

Sang penguasa malam pun tiba, menemani 2 insan yang kini tengah berbincang tak cukup serius diatas balkon apartemen tempat mereka tinggal. Salah seorang diantaranya terlihat duduk bersandar disebuah ayunan yang dimana diatas pangkuannya sang kekasih yang sejak tadi 30 menit yang lalu dengan senantiasa menemani dirinya yang sibuk dengan jutaan kertas disampingnya.

"Apa kertas-kertas sialan itu lebih penting dariku, jim?" ucap sang kekasih dengan nada penuh penekanan disana.

Terkekeh pelan lalu tangannya merambat memeluk pinggang sosok mungil dipangkuannya itu seraya menumpukan dagunya pada bahu cukup lebar milik seseorang yang mari kita sebut istri resmi dari seorang Park Jimin. Ya, sepasang insan itu adalah Min Yoongi dan Park Jimin, sepasang suami istri yang menikah 3 tahun itu.

Sang istri pun mengusap pelan tangan sang suami yang bertengger mesra pada perutnya. "Kau terlalu lelah, jim. Beristirahatlah, ambil cuti beberaapa minggu untuk menenangkan dirimu." ucapnya lagi masih senantiasa mengusap tangan jimin lembut.

Jimin mengangguk pelan, lalu menyembunyikan kepalanya keceruk leher yoongi. Menghirup aroma khas milik istrinya yang selalu mampu membuatnya tenang. Tersenyum lembut, ia mengucap lehernya lembut lalu terkekeh akibat mendengar protesan dari bibir mungil istrinya.

"Bagaimana dengan berlibur ke Eropa? Bukan kah kau bilang ingin pergi kesana?" kali ini jimin bertanya pada yoongi yang langsung dikonfirmasi dengan mata berbinar dari sosok yang terlihat dingin tapi sebenarnya sangat hangat dan juga manja pada beberapa orang terdekatnya.

"Benarkah? Benarkah kita akan pergi ke Eropa? Kali ini kau bersungguh-sungguh kan?" tanya yoongi antusias, mengundang tawa renyah dari jimin yang kini merasa gemas dengan tingkah yoongi yang bertingkah layaknya seorang anak kecil mendapatkan permen.

Jimin menggasak pelan rambut yoongi seraya memeluknya semakin erat, "Iya, kita akan ke Eropa minggu depan. Jadi, istriku yang cantik ini harus menjaga kesehatannya dan menyusun rencana apa saja yang akan kita dilakukan."ungkapnya terkekeh pelan kala merasakan yoongi mempererat pelukan tangan jimin pada perutnya, lalu bersandar pada dada cukup bidang suaminya itu.

"Tentu kita akan pergi, untuk membuatmu ikut lupa dengan masalah antara kau, aku dan juga jungkook."batin jimin tersenyum pahit lalu menyibukkan dirinya dengan gombalan serta candaan yang berhasil membuat yoongi tertawa lepas. Senang rasanya, melihat yoongi tertawa layaknya dulu setelah cukup lama ia hanya menampilkan wajah datarnya semenjak kejadian itu.

‹ other side, Jeon's Mansion ›

Lain halnya dengan jimin dan yoongi, dimansion nan megah ini kini terpampang jelas 2 makhluk berbeda jenis tengah sedikit berbincang dengan sesekali seseorang diantaranya menyipratkan air kepada sosok bercuping kucing yang tengah terduduk dipinggir kolam menggunakan kemeja putih yang sempat ia beli tadi siang.

Kucing manis itu terkekeh pelan, lalu sedikit menggerutu karna tuannya terus saja menyipratkan air kolam renang kearahnya. Sesekali bisa kalian dengar gerutuan berupa 'Hentikan itu, master! Taetae tak suka air dingin!' atau 'Daddy~ taetae kan sudah bilang kalau air itu dingin! Nanti taetae bisa sakit!' dengan nada merajuk yang kentara sekali.

Jungkook — sang tuan — hanya mampu terkekeh geli melihat tingkah alamiah taehyung sebagai hybrid kucing yang bisa dibilang cukup membenci air itu. Benar, semenjak sampai dirumah tadi dari kegiatan —mari berbelanja— yang taehyung dan jungkook lakukan, keduanya langsung merapikan segala benda yang taehyung beli dan tentunya diselingi candaan membuat acara berbenah mereka cukup menyenangkan.

Dan sore hari atau lebih tepatnya saat senja, jungkook meminta taehyung menemaninya untuk berenang. Taehyung tentu saja akan menuruti permintaan tuannya dengan senang hati, hal itu cukup sebanding dengan yang jungkook lakukan padanya.

Kembali pada kegiatan keduanya, taehyung kini sibuk mencelupkan jarinya membuat pola abstrak pada air kolam renang yang cukup bening akibat kaporit yang ada. Sosoknya sesekali terlihat terkekeh, kala air itu terciprat pada wajahnya. Cukup berbanding kebalik seperti saat jungkook melakukan itu, taehyung terlihat cukup kesal. Namun, kali ini dia malah terlihat bahagia bermain air sendiri.

' Mungkin lagi-lagi itu sifat alamiah kucing.'batin jungkook sedikit menggeleng lalu beralih menggerakan tubuhnya kesana kemari dengan gaya bebas maupun berbagai gaya renang yang ia ketahui.

Cukup puas berenang seorang diri, kini jungkook beralih berenang ketepian tempat taehyung kini terduduk dengan kedua kakinya berada didalam air. Seringai tampan muncul saat ia melihat kaki taehyung berada didalam air, jungkook berenang semakin cepat namun dengan perlahan dan pasti mencoba membuat sebuah rencana luar binasa miliknya.

Saat ia telah sampai tepat dibawah kaki taehyung yang terendam, jungkook sedikit mendongak menatap taehyung yang masih asik dengan dunianya. Kekehan tanpa suara ia keluarkan dari bawah air, lalu dengan terburu memegang kaki taehyung dan sedikit menariknya.

"Omona— daddy!" itulah kira-kira pekikan kaget taehyung sebelum dirinya tergerak kaget namun malah berakhir tercebur kedalam kolam. Niat hati mengerjai taehyung agar kucing manisnya memberengut sebal, kejahilannya menghasilkan hal lain. Jungkook tertawa dan memunculkan dirinya, merasa lucu dengan reaksi taehyung yang justru malah tercebur kedalam kolam akibat terkejut.

Tawanya terhenti, kala kucing manisnya bergerak gelagapan didalam air. "Astaga, taehyung!" pekiknya lalu dengan segera memeluk pinggang taehyung dan mengangkat kucing manisnya itu keatas permukaan. Nafas lega dihembuskan jungkook, kala melihat taehyung kini tengah bernafas dengan terburu-buru meraup oksigen yang ada. Dengan perlahan, jungkook perlahan bergerak menuju pinggiran kolam. Menyandarkan tubuh taehyung pada dinding kolam renang dan kedua pinggangnya ia tahan dengan tangannya agar taehyung tak merosot kembali kedalam iar.

Taehyung terlihat sedikit ingin menangis, terbukti dari lengkungan kebawah bibirnya dan matanya yang sedikit memerah. Membuat jungkook merasa sedikit keterlaluan dalam bercanda, jungkook mngusap punggung taehyung agar kucing manisnya itu sedikit lebih tenang.

"Jangan menangis sayang, maafkan daddy, okay? Daddy tidak bermaksud— ah maksudku aku hanya bermaksud menjahilimu. Tapi malah berujung kau hampir saja tenggelam. Maafkan daddy sayang, maafkan."ucapnya terdengar dengan nada khawatir disana. Taehyung mengangguk konfirmatif, lalu dengan segera memeluk jungkook. Membuat jungkook mau tak mau kini ikut memeluk dirinya agar ia tak kembali terjun kedalam air. Biarpun kenyataannya mereka masih berada didalam air, meskipun ya— taehyung sedikit terangkat dari air akibat jungkook menyanggah dan menggendongnya dalam kolam.

Taehyung mengangguk samar, telinganya terkatup kebawah sebab kedinginan. Giginya bergemeletuk karena dingin yang tiba-tiba saja menghampiriya kala angin berhembus, membuat dirinya refleks memeluk jungkook lebih erat demi sebuah kehangatan. Jungkook paham, dan membalas memelek taehyung yang kini menaruh kepalanya dibahu jungkook hingga membuatnya dapat merasakan nafas dan mendengar gemeletuk gigi taehyung yang kini menghadap kearah lehernya itu.

Membuat jungkook sedikit meremang karena hembusan nafas taehyung, jungkook merasakan sesuatu dibawah sana menegang hanya karena hembusan nafas taehyung saja. Jungkook mengerang perlahan, nafas taehyung seakan ikut membakar hormon jungkook yang dengan kurang ajarnya meletup-meletup.

Perlahan, jungkook mulai mendekatkan wajahnya dan ...

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

To be continued guys :D

KKKKKK, MIND TO REVIEW?