Our Life ( Yunjae )

.

.

.

.

Disclamer : Mereka milik Tuhan, tapi... seperti biasa Changmin oppa milik Cho seorang. Hehehehehehe...

Pairing : Yunjae (baru mereka maksudnya)

Rate T

YAOI, Typos, membosankan, alurnya kadang tidak jelas

.

.

.

.

Jaejoong tidak menyadari ada mobil BMW mengarah padanya. Deru mobil itu sangat kencang, perlahan Jaejoong menengok dan seperti slow motion kejadian itu terjadi. Mobil itu mendekat kearahnya tapi seseorang memeluknya, Jae menengok sekilas dan tabrakan itu terjadi.

CCKKKIIIITTTTTT

BRAAAAAKKKKKKK

" JAAAEEEEJOOOONNNGGG…..!"

" YUNNHOO HYUUNGG!"

.

.

.

.

~ Chapter 4 ~

.

.

.

.

.

" JAAAEEEEJOOOONNNGGG…..!" Yoochun berteriak lalu berlari kearah sahabatnya

" YUNNHOO HYUUNGG, iirroooonnaaa" Junsu menangis saat mendekat

Dan Changmin menatap mobil pelaku yang sudah jauh melaju. Lalu dia berlari kearah Yoochun dan Junsu.

Darah mengalir deras dari keduanya. Yunho yang memeluk Jaejoong terbentur keaspal dan keduanya terkenal pinggiran jalan, sehingga kepalanya mengeluarkan banyak darah. Orang - orang sudah mulai berkumpul.

" Ambulan! Aku akan memanggil ambulan! Sebentar hyung!" Ucap Changmin menahan paniknya sambil memanggil ambulance. Stupid! Ayahnya kan memiliki rumah sakit dekat sini!

Tak berapa lama ambulan datang dan membawa dua korban itu, Changmin menyusul menggunakan mobil Jae dan Yoochun serta Junsu ikut dalam ambulan.

Tak lama kedua orangtua Yunho dan Jaejoong datang. Dokter menyarankan untuk mendonorkan darah, para orangtua itu setuju dan melakukan pengujian. Tak lama dokter keluar dari ruang laboraturium.

.

~ Changmin POV ~

.

Appa keluar dari ruang laboratorium. Membawa hasil sample darah yang baru saja dijalani.

" Keluarga Jung, Kim ikutlah denganku" Ucap Appa

Aku, Chunnie-hyung dan Su-hyung mengikuti Appaku dan kami masuk dalam ruangan Appa.

" Ada yang aneh dengan anak kalian" Ucap Appa

" Ada apa Yesung? Kau jangan membuatku takut!" Ucap Jung Ahjumma

" Siwon ah, Kibum ah! Anak kalian tidak memiliki darah yang sama dengan kalian. Sama sekali"

" MWO!" Terdengar suara kaget dari keluarga Jung

" Bagaimana bisa?"

" Kibum ah.."

" Bagaimana dengan anak kami Dok?" Kim Ahjumma bertanya

" Anak kalian juga sama, tidak memiliki darah yang sama dengan kalian"

" EEHHH!"

" Dok, ini bukan saatnya untuk melucu!" Ucap Kim Ahjusshi

" Maaf, saya sedang tidak melucu dan ini benar. Ada yang ingin aku tanyakan. Apa anak kalian lahir di RS Shim?"

" Ne" Jawab keluar Kim dan Jung kompak

" Sepertinya ada kekeliruan disini"

" Maksudnya"

" Sebentar, sebentar lagi hasil lab keluar. Kalian tunggulah sebentar dan aku akan menjelaskan semuanya" Kata Appa lalu keluar ruangan

" Maksudnya?" Tanya Junsu

Aku mendekat kearah keluarga Jae hyung

" Ahjumma, Ahjusshi ada yang mau aku tanyakan" Ucapku perlahan

" Ne?"

" Apa Jae hyung bukan anak kalian?"

" MWO! Aku melahirkannya Min!" Jung Ahjumma terlihat kesal

" Aku kan hanya bertanya! Ahjumma jangan kesal begitu dong!" Aku lalu berjalan menuju keluarga Kim "Ah, annyeong. Aku Shim Changmin. Anak dari Shim Yesung yang tadi itu" Kataku memeperkenalkan diri pada keluarga Yunho. Junsu dan Yoochun sudah mengenal keluarga Yunho.

" An-annyeong" Ucap Kim Ahjusshi

" Apa yang terjadi pada Yunho kita?"

" Mian Ahjumma dan Ahjusshi sekalian. Tadi ada mobil yang akan menabrak Jae hyung, tapi Yunho hyung menghalangi mobil itu dan mereka menghantam pinggir jalan" Jelasku

" Mwo?"

" Yunho apa?" Tanya Kim Ahjumma

" Yunho hyung menyelamatkan Jae hyung"

" Jinjja?" Tanya Jung ahjumma

" Ne, kami bertiga jadi saksinya. Aku pasti akan mencari pelakunya Ahjumma dan Ahjusshi sekalian jangan khawatir ne"

" Minnie ah" Panggil Jung Ahjumma

" Ne?"

" Apa yang terjadi sebenarnya? Apa yang Appamu maksud tadi?"

" Aku juga belum yakin Ahjumma, biar Appa saja yang menjelaskan"

Aku duduk kembali, Suie hyung terisak dalam pelukan Chunnie hyung. Hanya satu yang dapat aku pastikan. Mereka tertukar. Tapi dengan siapa? Awalnya aku berfikir bahwa Kibum Ahjumma berselingkuh, tapi dia terlihat mencintai suaminya lebih dari apapun jadi tidak mungkin dia selingkuh.

CEKLEK

Appa masuk lalu segera duduk membuka lembar laporan yang dibawanya dan memandang kedua orangtua dari Yun hyung dan Jae hyung.

" Sudah aku duga"

" Apa dok?" Tanya Kim Ahjusshi

" Anak kalian tertukar"

" MWO?" Kami semua berteriak kaget

" Sepertinya ini merupakan kesalahan dari pihak rumah sakit. Tapi anak kalian berdua tertukar dan kebetulan sekali mereka saling mengenal" Ucap Appa

" Ja-jadi selama ini…" Jung Ahjumma tidak sanggup melanjutkan perkatanya

" Ne, Kibum ah. Mianhae, ini adalah kesalahan dari pegawaiku aku akan memprosesnya dan mencaritahu untuk mempertanggungjawabkan perbuatan ini" Kata Appa membungkuk. Baru kali ini aku melihat dia seperti ini

" Lalu bagaimana dengan Yunho Dok?"

" Ah! Aku sudah memberikan darah kalian pada anak kalian yang asli. Sekarang mereka ada diruang inap. Kalian bisa menengoknya"

.

~ Changmin POV End ~

.

Dengan perlahan mereka semua berjalan kearah ruangan dimana Jaejoong dan Yunho berada. Orangtua kedua cukup kaget dengan keadaan yang mereka lihat. Jaejoong dengan perban dikepala sama halnya dengan Yunho tapi kaki Yunho pun di gips.

" Gomawo anakmu telah menyelamatkan anakku" Ucap Kibum

" Aniya, gwaenchana" Ucap Heechul menatap anak kesayangannya

Dia menatap anaknya yang dia besarkan selama 17 tahun ini, lalu dia harus percaya kalau anaknya tertukar? Para ibu bertukar pandang menatap anak mereka yang asli.

" Ada yang harus kita bicarakan, aku menunggu kalian di kantin" Ucap Yesung

" Ne"

Mereka berlima duduk dikantin Rumah Sakit, sementara Junsu, Changmin dan Yoochun menunggu Jae dan Yunho bangun.

" Jadi, ini murni kesalahan Rumah Sakit. Aku benar - benar minta maaf atas semuanya dan aku akan mempertanggungjawabkannya" Ucap Yesung

" Bisakah kita berpura - pura tidak tahu kejadian ini? Dan menganggap mereka tetap anak kita seperti sebelumnya?" Tanya Kibum, dia sangat mencintai Jaejoong, anak tersayangnya

" Ne, aku juga setuju" Ucap Heechul, dia tidak mau kehilangan anak emasnya itu

" Tapi, mereka berhak mengetahui hal yang sebenarnya, dan bukankah kau ingin punya penerus secepatnya Wonnie?" Tanya Yesung

" Ne, tapi Jae sudah sangat cukup untukku dan Kibum"

" Aku tidak mau kehilangan Yunho" Ucap Hangeng

" Ne, aku tidak bisa memaksa kemauan kalian, biarlah ini jadi rahasia kita dan juga teman - temannya itu" Ucap Yesung

" Tapi, aku tetap tidak habis fikir kenapa anak kita bisa tertukar, Yesungie?" Tanya Siwon

" Ne, aku pun tidak menyangka. Dan aku akan mencari tahu hal itu Siwonie" Jawab Yesung

" Tapi, mereka saling kenal bukan, Yunho dan Jaejoong. Bahkan tadi Changmin bilang kalau Yunho menolong Jaejoong. Apa mereka punya hubungan khusus?" Tanya Kibum

" Aku tidak tahu, setahuku teman Yunho hanya Junsu dan beberapa waktu ini dia bermain dengan Yoochun, Yunho menjadi tutornya" Ucap Heechul

" Ah, tutor? Dia anak yang pandai" Puji Kibum

" Ne, dia mendapatkan beasiswa sehingga bisa bersekolah di DongBang School" Ucap Hangeng

" Mwoya? Pintar sekali" Siwon mulai tertarik dengan pembicaraan Kibum dan Heechul

" Hmmm, aku rasa tidak ada salahnya jika kita memberitahu siapa orangtua asli mereka" Ucap Kibum

" Tapii..." Ucap Heechul ragu

" Jae sepertinya menyukai Yunho, aku dapat merasakannya" Ucap Kibum lagi

" Tapi, kami hanya keluarga biasa" Ucap Heechul

" Aku tidak pernah membeda - bedakan orang. Ah, namaku Kibum"

Mereka yang hanyut dalam percakapan lupa memperkenalkan diri rupanya. Setelah mengobrol tentang anak masing - masing, sebuah ide gila muncul.

.

.

Tak terasa sudah satu jam mereka berbicara...

" Tolong bicara pada Changmin, Yoochun serta siapa temannya tadi?" Tanya Kibum

" Junsu" Jawab Heechul

" Ne, Junsu. Jangan sampai memberitahu kalau Yunho dan Jaejoong tertukar, sampai kita bertemu lagi dan memberitahukannya" Ucap Kibum

" Baiklah, aku akan memberitahukan pada anak - anak itu" Ucap Yesung kemudian meninggalkan para Jung dan Kim senior.

Setelah Yesung pergi, mereka malah asyik dengan membicarakan kelebihan dan kekurangan anak yang telah mereka rawat selama 17 tahun ini.

.

~ Changmin POV~

.

Setelah Appa pergi, aku duduk disofa menunggu mereka bangun. Aku sangat kaget saat dugaanku benar, mereka tertukar. Dan akan memberitahu setelah mereka mulai pulih. Yoochun dan Junsu juga sangat amat tidak menyangka bahwa hal ini terjadi.

" Minnie, wae?" Sebuah suara memecah lamunanku, Suie hyung duduk disampingku

" Ah, ani. Aku sangat khawatir pada Jae hyung"

" Kau terlihat menyayanginya?"

" Sangat, dia salah satu hyungku yang berharga"

" Siapa satu lagi?"

" Ah, Jidat hyung"

" Eh?"

" Chunnie hyung maksudku"

" Oh, dia"

" Suie hyung, gantilah pakaianmu. Ada noda darah" Kataku memperhatikan kemejanya yang terdapat noda darah.

" Tapi, pakaianku ada dimobilmu kan?"

" Oh ya, aku lupa. Ini pakailah kemejaku" Kataku menyerahkan sebuah kemeja dari dalam tasku.

" Gomawo" Dia berjalan menuju kamar mandi dan tak lama keluar menggunakan kemejaku yang lumayan besar untuknya. Dia duduk lagi disampingku.

PLUK

aku menengok. Suie hyung menyandarkan kepalanya pada lenganku. Ah, bisa mati aku kalau si playboy itu melihatnya.

CEKLEK

Memang nasib baik tidak berpihak padaku hari ini. Chunnie hyung masuk kedalam kamar dan memandangku dengan pandangan lepaskan-dia-atau-kau-ku-terkam. Aku segera menggoyangkan lengan kananku. Tapi tidak ada pergerakan dari Suie hyung.

" Dia tertidur, apa yang kau lakukan tadi? Sepertinya dia memakai pakaianmu SAENG?" Tanyanya sambil menekankan kan Saeng

" Mo-molla hyung, tiba - tiba dia bersandar. Dan soal pakaian aku memberikannya karena pakaiannya terdapat noda darah tadi. Tolong angkat dia hyung. Aku mau menemui Appa"

" Dengan senang hati Min"

Dengan perlahan Chunnie hyung mengangkat Suie hyung kemudian merebahkannya di sofa.

" Sebentar lagi Jae dan Yunho akan dipindahkan ke Seoul Min" Ucap Chunnie hyung

" Hum, aku rasa begitu lebih baik. Mereka akan mendapatkan perawatan yang maksimal disana"

" Lalu apa yang akan kita lakukan Min?"

" Soal apa?"

" Jae dan Yunho. Kalau mereka bertukar posisi, berarti Jae hanya seorang Kim dan kau tau kan Appaku seperti apa?"

" Ne, kau akan dilarang bertemu dengan Jae hyung karena dia tidak sederajat"

" Ne, pak tua itu tidak memikirkan kehidupanku"

" Cepatlah keluar dari marga Park kalau begitu"

" Ne, ku usahakan. Hahahahaahahaha, tidak sabar rasanya"

Masih dalam keadaan tidak sadar, Jae hyung dan Yunho hyung dipidahkan ke Rumah Sakit Shim yang ada di Seoul. Appa bilang dia bertanggung jawab atas semuanya. Sehingga Yunho hyung tidak perlu membayar sepeserpun pada pihak rumah sakit. Junsu pulang bersama orangtua Yunho hyung. Membuat si hyung jidat itu sedikit kecewa, pasalnya dia sangat ingin mengantarkan Junsunya pulang.

.

~Changmin POV End~

.

~ Yoochun POV ~

.

Sudah dua hari tapi Jae belum sadar, begitu pula dengan Yunho. Dia masih terlelap dalam tidurnya. Shim Ahjusshi bilang mereka akan sadar dalam beberapa hari. Tapi, mereka belum ada kemajuan. Aku berjalan kearah mesin minuman dan menemukan satu sosok imut sedang berdiri didepan mesin itu.

" Junsu?"

" Ah, Chunnie"

" Sedang apa?"

" Membeli minum, sedang apa lagi memangnya? Dimana Changmin?"

" Dia ada diruangan Jae"

" Dia belum sadar juga?"

" Ne"

" Semoga saja keduanya tidak apa - apa"

Drrrtttttt...

Aku mengangkat ponselku. Changmin?

" Ne Min?"

" Cepat kemari jidat hyung. Jae hyung sudah sadar..."

" Jinjja?"

" Ne"

" Baiklah, aku akan kesana secepatnya" Aku menutup sambungan telepon darinya

" Wae? Jae sudah sadar?" Tanya Junsu

" Ne, ayo kesana"

Kami berlari menuju kamar Jae. Aku membuka pintu kamarnya. Changmin ada disamping Jae, menemaninya. Aku melihat bulir - bulir kristal mengalir dari mata indahnya.

" Jae ah" Panggilku

" Chunnie, eh Junsu?"

" Ne Jae hyung, aku disini" Ucap Junsu, aku memperhatikannya. Sepertinya dia mencari satu sosok yang tidak ada

" Wae Jae? Kau mencari seseorang? Jujurlah..."

" Hmmm, aku mencari Yun.. Ahhh! Kepalaku..."

" Gwaenchana hyung? Aku akan memanggil suster lagi" Ucap Changmin

" Aniyo Min, aku baik - baik saja" Ucap Jae

" Yunho hyung baik - baik saja. Dia sedang ada tugas jadi belum bisa kemari" Ucap Junsu. Kami sudah diberitahu untuk tidak membuat Jae depresi dan stress. Jadi kami sepakat berkata kalau Yunho baik - baik saja walaupun sampai sekarang dia belum sadar.

" Apa benar dia baik - baik saja?" Tanya Jae " Terakhir yang aku rasakan dia menolongku"

" Ne, dia baik - baik saja. Kau dengar apa kata Junsu tadikan?" Ucapku

" Ne"

Jaejoong menatap keluar jendela, air matanya keluar lagi. Ah! Ada yang ingin aku tanyakan!

" Jae ah, aku ingin bertanya sesuatu, tapi kalau itu menyakitkan untukmu kau tidak perlu menjawabnya. Ok?" Kataku, Jae menatapku

" Ne Chunnie..." Jawabnya masih sedikit lemah

" Apa yang terjadi pada hari itu? Kau bertengkar dengan Yunho?" Tanyaku pelan - pelan

Terdengar suara isakan lagi, kali ini makin nyaring. Junsu mengelus kepala Jae pelan dan mendeath glare kearahku.

CEKLEK

" Jae ah!" Jung ahjumma berteriak sambil mendekat dan langsung memeluk Jae

" Kau sudah sadar nak?" Jung ahjusshi mengelus pelan kepala anaknya

" Mian, Eomma Appa"

" Gwaenchana Jae, kami akan menemui Appa Changmin sebentar. Nanti Eomma dan Appa akan kembali"

" Ne Eomma" Setelah mencium kening Jae, mereka keluar. Jae menatapku

" Kau tetap mau aku menjawab pertanyaanmu yang tadi Chun?" Tanya Jae

" Asal itu tidak menyakitimu Jae ah"

Jae menceritakan detail malam dan kejadian saat ditoko suvernir. Jae-ku tersakiti lagi. Yunho menyuruhku untuk tidak mempermainkan Junsu. Tapi apa yang dilakukannya terhadap Jae? Aku melirik Changmin yang sudah mengepalkan tangannya, tanda dia sangat marah. Saat Jae putus dengan pacarnya yang lama, dialah yang menghajar namja brengsek itu. Dia akan melindungi Jae apapun yang terjadi.

" Aku yakin, Yun hyung punya alasan melakukan hal seperti itu" Tiba - tiba Junsu memberikan pendapatnya

" Tapi, dia seakan - akan memberikan harapan pada Jae hyung, padahal..." Kata Min

" Jangan membela temanmu Su"

" Bukan karena dia temanku, aku lantas membelanya. Aku punya alasan kuat kenapa Yunho hyung melakukan hal seperti itu!"

" Apa Su?" Tanya Jae, matanya menunjukkan pengharapan

" Dulu, dia selalu ditinggalkan oleh yeojachingunya, dengan alasan Yunho hyung tidak bisa memberikan apa yang mereka mau. Padahal mereka yang mengejar Yunho hyung, ta-tapi dia selalu ditinggalkan oleh mereka setelah membuat Yun hyung mulai mencintai mereka. Dari situ, Yunho hyung tidak menginginkan seseorang lagi untuk menjadi yeojachingunya. Dia berfikiran dia tidak pantas untuk pasangannya"

" Mereka?" Tanyaku

" Ne, Yun hyung sudah beberapa kali pacaran dan semuanya gagal"

" Tapi... aku sakit" Lirihnya memegang dada kirinya

" Gwaenchana hyung, masih ada kami. Istirahatlah, kami keluar dulu ne" Ucap Minnie, lalu kami setuju untuk meninggalkannya sendirian.

.

~ Yoochun POV End ~

.

Tiga hari setelahnya, Jaejoong diperbolehkan pulang. Lalu bagaimana dengan Yunho? Dia masih belum sadarkan diri. Junsu tiap hari menjenguknya dan bercerita macam - macam, dia merasa Yunho dapat mendengarnya.

" Su, kau ada disini?"

Junsu menoleh, dia mendapati Yoochun dan Changmin masuk kedalam ruang rawat Yunho.

" Ah, Chunnie, Minnie Annyeong" Sapanya lalu mengelap pinggir matanya

" Jangan menangis Su, semua akan baik - baik saja" Ucap Yoochun mengelus pelan pundak Junsu

" Dia akan sadar hyung" Ucap Changmin

" Tapi ini sudah tujuh hari"

" Sabarlah Su" Yoochun kembali menenangkan Junsu

" Bagaimana dengan Jae hyung?" Tanya Junsu

" Besok dia akan masuk sekolah. Aku takut reaksinya saat tahu Yunho tidak ada disekolah" Jawab Yoochun

" Yang pasti kita harus menjaganya" Changmin berbicara pelan

" Hyung, cepatlah sadar" Perlahan Junsu mendekat dan mencium kening Yunho. Membuat Yoochun dan Changmin sedikit kaget

" Kau menyukainya Su?" Tanya Yoochun

" Aku bahkan menyayanginya" Jawab Junsu dengan tenang

" Bukan, maksud Chunnie hyung kau menyukainya, mencintainya sebagai seorang namja" Jelas Changmin

" Mwo? Aku mencium keningnya bukan karena hal itu. Aku ingin hyungku cepat bangun dan menjagaku lagi"

"Ah..." Yoochun terlihat sangat lega mendengarnya

Hari telah malam, sekarang menunjukkan pukul 11.45 pm. Perlahan jari - jari itu bergerak. Detak jantungnya berdebar lebih keras dan mata itu akhirnya terbuka setelah tujuh hari penantian.

Hari ini Heechul menjaga Yunho, setelah dia menyelesaikan tugas malamnya sebagai waiter cafe, dia beranjak ke rumah sakit Shim. Betapa kagetnya saat dia melihat kamar anaknya dimasuki beberapa suster dan dia juga melihat Dokter Shim.

" Wae? Ada apa dengan anakku? " Tanya Heechul dengan mata berkaca - kaca takut terjadi sesuatu dengan anak kesayangannya

" Ah, Heechul hyung"

" Ne? Waeyo dokter Shim? Kenapa aku belum boleh masuk? Ada apa dengan anakku?"

" Kau boleh masuk sekarang, tapi jangan kaget ne?"

" Wae? Ada apa dengan putraku?" Heechul berlari kearah kamar Yunho dan langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya, menatap ke tempat tidur Yunho dengan tidak percaya

" Yuuunnnn! YUNHOOO AH!" Heechul berlari lalu memeluk putranya yang sedang duduk.

Duduk?

Oh! Dia sudah sadar dari mimpi panjangnya.

" Ku bilangkan jangan kaget. Putramu jadi makin tampan begini dengan rambutnya yang panjang"

" Ya! Dokter Shim! Tidak lucu! Aku kira dia kenapa - napa!" Ucap Heechul masih dengan terisak

" Eomma, gwaenchana. Aku baik - baik saja" Ucap Yunho dengan suara serak

" See? Anakmu bilang tidak kenapa - napa"

" Yunho ah, sakit dimana nak?"

" Nan gwaenchana Eomma. Bogoshippo" Yunho memeluk Eommanya dengan erat seakan tidak mau dipisahkan

" Wae? Kenapa anak Eomma ini jadi manja?"

" Heheheheeh, Oh ya dokter Shim? Kau belum menjawab pertanyaanku tadi. Bagaimana dengan Jaejoong?"

" Ah, Jae besok sudah mulai bersekolah Yun. Dan kami tidak memberitahu bahwa kau masuk rumah sakit. Kita tidak bisa membuatnya depdesi atau stress. Dia sedikit trauma dengan kejadian ini Yun" Jawab Yesung

" Ah, arra. Hmmm, Dokter Shim, bisa aku minta tolong padamu?" Tanya Yunho

" Wae?"

" Jangan bilang pada Yoochun, Changmin dan Junsu kalau aku sudah sadar" Ucap Yunho

" Wae?"

" Aku mau memberikan mereka kejutan. Aku juga bosan mendengar mereka bercerita padaku saat aku tertidur"

" Ne, baiklah" Kata dokter Shim lalu keluar cari kamar

" Jja, sekarang istirahat. Eomma tidak mau kau kelelahan"

" Bagaimana aku kelelahan Eomma. Aku baru saja bangun setelah tujuh hari tertidur" Ucap Yunho " Dan Eomma, mian aku membiarkanmu menangis untukku setiap malam. Aku janji tidak akan membuatmu seperti itu lagi" Kata Yunho lalu memeluk Eommanya lagi

" Hey, Jae itu siapa? Pacarmu"

" Ani Eomma. Kau tau kan aku tidak mau berpacaran lagi. Aku takut seperti dulu Eomma, apa lagi sekarang aku berada di DongBang School, aku tidak berani berharap mendapatkan pacar disana"

" Jangan kau lepaskan"

" Eh?"

" Kalau kau yakin dengannya jangan dilepaskan, jalan akan tersedia Yun saat kau yakin dialah pasangan hidupmu" Heechul mengelus punggung Yunho pelan. Tak disangkanya anaknya kini sudah benar - benar dewasa.

Dokter Shim sampai dirumah saat jam menunjukkan 1.30 malam. Setelah memeriksa Yunho dia langsung pulang. Dan mendapati anaknya sedang mencari kekasihnya A.K.A makanan dalam kulkas.

" Kau tidak tidur eoh?"

" Sebentar lagi Appa. Appa pulang malam sekali?"

" Ah, aku menangani beberapa pasien yang banyak, Ah Min,"

" Ne Appa?"

" Lebih baik besok kau menjenguk Yunho"

" Wae? Dia sudah sadar?"

" Aniya, keadaannya sedikit memburuk, sebelum kau tidak bisa bertemu lagi di rumah sakit, besok temuilah dulu"

"Ma-maksud Appa apa? Ya! APPA!" Changmin berteriak mencari jawaban sementara Appanya telah menghilang dibalik pintu kamar dengan senyuman evilnya.

Besoknya Jaejoont telah masuk sekolah. Dia banyak menerima buah, makanan ataupun bunga karena dia telah masuk sekolah lagi. Saat ini dia berjalan sendiri kearah Uks. Dia ingin menyendiri karena kepalanya masih sedikit sakit.

" Jae ah?" Seseorang memanggil Jae, dan dia menengok

" Sunbae?" Seungri mendekat membuatnya berada dipinggir tempat tidur dimana Jae tidur.

" Gwaenchana?"

" Ne..." Jae memalingkan wajahnya kearah jendela

" Aku ingin minta maaf karena telah menyerangmu dulu. Kau memaafkanku kan?"

" Aku sudah melupakan kejadian yang dulu Sunbae. Bisakah Sunbae meninggalkanku? Aku ingin istirahat"

" Jadi aku boleh jadi temanmu?"

" Ne, tentu saja" Jawab Jae pelan. Badannya memunggungi Seungri. Seungri mengucapkan terima kasih lalu berjalan keluar.

.

~Jaejoong POV ~

.

Aku memandang keluar jelenda, aku tidak melihat Yunho ada dikelasnya tadi. Dia kemana? Apa tidak masuk? Atau terjadi sesuatu padanya? Tapi, kata Junsu dia baik - baik saja?

Aku mengingat pertengkaran kami, memang aku menginginkan ciumannya, tapi bukan hanya sekedar nafsu, aku menyukainya dan mulai mencintainya. Tapi kenapa Yun? Kau takut sakit hati lagi dan tidak bisa membuka hatimu untukku? Apa dalam ciumanmu tidak ada sedikitpun rasa untukku?

.

~ Jaejoong POV End ~

.

~ Changmin POV ~

.

" Min, Jae sudah pulang?" Tanya Chunnie hyung

" Ne, kajja kita ke rumah sakit"

" Appamu tidak bercandakan masalah Yunho?"

" Ne, ayo jemput Junsumu dulu dan kita langsung ke rumah sakit"

Aku telah memberitahu keadaan Yunho hyung pada Chunnie hyung dan Suie hyung, mereka benar - benar khawatir. Kami langsung keruangan Yunho hyung. Dia masih tergeletak ditempat tidurnya, wajah pucatnya masih sama. Junsu terisak lagi, dia mengelus kepala Yun hyung.

" Hyungie, hiks cepat hiks bangun. Suie sangat rindu" Ucapa Suie hyung

" Su, jangan menangis. Dia pasti akan sadar" Yoochun menenangkan Su hyung dengan memeluknya dari belakang. Mengambil kesempatan dalam kesempitan eoh?

" Yunho hyung, tadi Jae menanyakanmu. Kami bilang saja kau sedang ada urusan sehingga tidak masuk, cepatlah sadar. Dia benar - benar mengingkanmu hyung. Walau kau tidak ada rasa terhadapnya, biarkan dia tetap disampingmu" Ucapku pelan

" Minnie ah, Yunho hyung pasti juga menyukai Jae hyung kok. Kau tidak perlu khawatir" Su hyung menyemangatiku

" Ne"

CEKLEK

Kami menengok, seorang suster masuk kedalam membawa sebuah baki.

" Waktunya makanan kecil"

" Untuk siapa sus? Untukku?" Tanyaku riang. Kami menatap suster itu dengan bingung

" Ngghhh, snackku sudah datang rupanya. Gomawo suster"

EEEHHHHHHH!

Kami bertiga menenngok kearah tempat tidur. Yun hyung tersenyum 1000 watt

"Bantu aku duduk Suie" Ucapnya santai

Suienhyung yang masih bingung mendekat kearah Yunho hyung dan membantunya duduk tapi dia tidak melepaskan Yunho hyung, dia malah memeluk Yunho hyung dengan erat. Aku dan Chunnie hyung mendekat

" Hiks, Hyung! Kau sadar kan! Ini bukan mimpi hiks! Huuuwwwweeeeeee" Suara lengkingan Su hyung menggema dalam kamar

" Ne, aku sudah sadar" Katanya sambil mengelus kepala Suie hyung

" Kapan kau sadar?" Chunnie hyung bertanya

" Sejak semalam"

" Tapi Appa bilang kalau keadaanmu memburuk. Makanya kami sepulang sekolah langsung kemari untuk memastikan" Ucapku

" Ah, mian. Itu ideku" Kata Yunho hyung lalu tertawa pelan

" Su, Junsu ah. Lepaskan Yunho" Ucap Chunnie menarik seragam Su hyung. Dia masih memeluk Yun hyung erat. Cemburu?

" Su, lepaslah. Kalau tidak aku akan tidur lagi selama beberapa bulan kedepan karena serigala mengamuk" Ucap Yun hyung. Dia tertawa menggoda pada Chunnie hyung

" Eh? " Junsu tidak mengerti apa yang mereka bicarakan hanya menurut dan melepaskan pelukannya dari Yunho hyung

" Lusa aku sudah bisa keluar dari sakit, kalian tidak usah khawatir, ya! Min! Jangan pandangi pudingku! Kemarikan!" Ucap Yun hyung

" Pelit sekali" Ucapku sambil memegang puding yang tadi diberikan oleh suster

" Kau ini! Ini kan punya Yunho hyung. Kalau kau mau aku akan membuatkannya untukmu" Ucap Suie hyung

" Jinjja hyung?"

" Ne"

" Gomawo..." Kataku lalu tersenyum senang

" Lalu aku bagaimana?" Tanya Chunnie hyung

" Kau juga mau? Ne, aku akan membuatkannya untukmu juga" Ucap Suie hyung dengan senang. Dia tersenyum lagi, senyuman yang dulu hilang telah kembali

Dan awas kau Appa, teganya membohongiku, anak evilmu ini!

.

~ Changmin POV End ~

.

Setelah pemeriksaan, Yoochun dan Changmin pamit untuk pulang. Sedangkan Junsu menemani Yunho.

" Kau tidak pulang Suie?" Tanya Yunho

" Hyung mengusirku?"

" Aniya, aku mana mungkin mengusir dongsaeng kesayanganku"

" Hyung, aku sangat merindukanmu... Syukurlah kau sudah bangun dan malah sudah terlihat sehat"

" Hey, bagaimana Jae?"

" Jae hyung baik - baik saja hyung. Kau tidak usah khawatir"

" Maksudku, apa benar dia selalu menangis?"

" Da-dari mana hyung tau?"

" Aku mendengar kalian bercerita saat aku tidur Su"

" Jadi, semua yang kami omongkan didepan hyung saat itu terdengar semua?"

" Ne Su" Kata Yunho mengangguk laku menatap ke jendela

" Dia selalu menangisimu Hyung. Dia sepertinya jatuh cinta padamu, apa hyung akan bilang padanya?"

" Bilang apa?"

" Kau mencintainya Hyung"

" Su, aku tidak mungkin... Ini bahkan lebih dari mimpi bisa dekat dengannya. Status kami terlalu jauh Su"

" Kau selalu saja membawa status hyung! Saat berciuman dengannya di pondok saat kita dipantai kau tidak memikirkan status eoh?" Kata Junsu melipat tangannya

" Ka-kau tau darimana Su?"

" Jae hyung menceritakannya sambil menangis. Kau ini hyung! Kasian Jae hyung kan... Yoochun dan Changmin hampir saja salah sangka, dikiranya kau mempermainkan Jae hyung! Untung aku membelamu" Ucap Junsu membuat Yunho tersenyum lirih

" Aku belum bisa Su. Ah! Bagaimana denganmu? Kau menyukai seseorangkan? Aku juga mendengarkannya saat aku tidur Su" Ucap Yunho mencoba mengalihkan pembicaraan

" Eh? Ma-masa?" Junsu tergagap

" Ne, siapa dia?"

" Hmmm, dia..."

" Changmin kan?"

" Eh?

" Kau tidak bisa membohongiku Su-ie..."

" Hyung!" Junsu menundukkan wajahnya yang mulai memerah

" Hahahaha, wae? Wajahmu memerah. Tandanya aku benar kan..."

" Hyuuunngg! Jangan menggodaku!"

" Sudahlah, benar kan?"

Junsu mengangguk pelan, dia mengakui bahwa dia menyukai Changmin sitiang listrik itu #Plakkk

" Menurutmu bagaimana dengan Yoochun"

" Wae? Kenapa dengannya?"

" Kau tidak menyukainya? Aku rasa Yoochun tertarik denganmu?"

" Namja itu terlihat sangat playboy hyung. Aku tidak menyukai auranya hyung"

" Hmmm, bagaimana kalau ternyata Yoochun menyukaimu?"

" Eh? Ah! Tidak mungkin! Kau ini aneh - aneh saja Hyung!"

" Semua bisa jadi mungkin Su-ie ku..."

Dan sore itu dihabiskan Yunho untuk menggoda dongsaeng kesayangannta.

.

.

Esoknya, Jae masih menjadi pendiam, Yunho selalu masuk kedalam pikirannya. Dia ingin bertemu dengan namja itu secepatnya.

" Minnie ah, Chunnie..." Panggil Jaejoong pelan, mereka sedang dikantin

" Wae hyung?"

" Yunho kemana ya? Tidak masuk lagi?"

" Ne hyung... Aku kurang tau dia dimana. Kau sudah minum obatmu?"

" Ne..."

Seminggu kemudian, Yunho diperbolehkan pulang. Dia sangat tidak sabar untuk bisa bersekolah lagi. Dia pasti sudah banyak tertinggal pelajaran. Dia tidak mau kalau sampai beasiswanya dicabut, kalau sampai itu terjadi maka dia harus pindah ke sekolah lain.

.

~ Jaejoong Pov ~

.

Ini sudah lebih dari seminggu Yunho tidak masuk sekolah. Apa dia sakit? Aku harus kerumahnya untuk mencari tahu. Dan yang tahu rumah Yunho hanya Junsu, karena Yoochun pun tidak tau dimana rumah tutornya itu.

" Hyung, kau melamun lagi?"

" Eh, Minnie kau sudah sampai?"

" Ne..." Kata Minnie lalu meletakkan tasnya dimeja " Hyungieee"

" Wae? Kenapa manja begitu nadanya? Apa kau sedang ingin sesuatu?"

" Kau tau saja... Aku mau makan eskrim Hyung... Rasa strawberry sepertinya enak. Temani aku ne?"

" Kau ini, baiklah..."

" Gomawo Hyuuunngg, saranghae Jaejoongie Hyung!"

" Ya! Apa yang aku lewatkan? Kenapa kau bilang saranghae pada Jae?"

" Oh! Jidat hyung! Aku dan Jae hyung mau makan eskrim pulang sekolah nanti. Kau mau ikut?"

" Ya! Saeng kurang ajar! Eskrim? Ke tempat Junsuku?" Tanya Yoochun dengan wajah berbinar

" Neee... Ke tempat Junsumu..." Kata Minnie

" Ne, kalau begitu aku ikut, tapi aku pergi ke tempat appaku dulu"

Changmin dan Jaejoong mengangguk.

Bel berbunyi, aku memandang kearah gerbang sekolah. Baek saenim perlahan menutup gerbang.

TAP

Seseorang datang dan berbicara dengan dengannya. Dia menggunakan tongkat penyangga pada sebelah kanannya.

" YUNHO!" Aku berteriak lalu berdiri

.

.

.

.

~ TBC ~

.

.

.

chap 4 up!

Yaaayyy... udah bisa update lagi!

Cho blz in ripiu kalian aja deh! Hohoho~~~

.

Selamat ne buat yunjae heart! Yaaayyy chuuuu~~~

Bener! Cho pake dasar filmnya si endless love. So? Apa akhirnya harus angst juga? Kkkkkk...

Cuma ketukernya doank kok... intinya beda.. hahahahaha...

Cho seneng beud dah sama ntu film!

joongmax : Minsu couple ga apa kan? Kkkk...

akiramia44 : ketagihan? Kkk... waduh... awas jangan smp over dosis eoh?

Vic89 : pan Cho udh pernah bilang... Cho seneng maen bom bom car, jadinya nular ke ff deh :p

BOOBEAR9095 : masih bingung kah? Ditebak ajj ne sapa yang blg gt? Kkkk...

iche. cassieopeiajaejoong : ne... Yunpa nolong in si Jaemma ^^

kimura. shiba : ne... Cho seneng tabrak menabrak kayaknya! Wkwkwkwkw

jaena : ia! Cho juga sebel sama karakter Yunpa disini! Huh

Rly. C. JaeKyu : ia! Bt bingiitt sama Yunpa =="

MaxMin : nee... kan yang manggil si suie montok kkkk

babyblue137 : ne... sengaja Cho tuker! Wkwkwkwkwk? Misteri Yunho yang sayang sama Junsu belom ke bongkar juga ne

ifa. p. arunda : ho oh, ganjel bgt! Tapi, lucu sih dengernya... Kim Yunho... serada uke? Wkwkwkw

danactebh : ne, ini udah lanjut ^^

Clein cassie : ne, mereka baik - baik aja ^^

YunHolic : Yunpa uke... jadi Yunma donk? Kkkkkk

aghaa gag login : YooSuMin? Kayaknya sih gt?

.

Cho juga ucapin thanks buat semua yang udah baca, tulis ripiu, follow n fav ff q ysng gaje ini! Kkkkkk...

.

Semoga chap ini ga mengecewakan ne? Mau ketik si ChangKyu dulu

See u next chap chinguu yaaa!