Disclaimer: BLEACH punya kusanagi dalam mimpi indah kusa *digaplok Tite Kubo*
LOST: Memory
Chapter: 4
Dengan bahagia Karin berlari ke dalam kamarnya dan melempar tubuhnya ke atas kasurnya. Mata hitamnya berbinar menatap sepucuk surat di tangannya, surat balasan dari Toushiro. Jantungnya berdebar kencang karena gembira.
Dua hari berlalu sejak Rukia kembali ke Soul society menyampaikan surat Karin kepada Toushiro, Rukia kembali ke dunia manusia dengan membawa surat balasan dari Toushiro. Karin langsung berlari menerjang sang shinigami bermata violet itu ketika ia baru saja menginjakkan kakinya di dunia manusia, dengan mata berbinar Karin menanyakan surat balasan Toushiro seperti anak kecil yang menanti film animasi favoritnya diputar di televisi. Lalu dengan sangat hati-hati Karin membuka amplop putih polos surat itu. Tetapi kemudian matanya berdenyit-denyit kesal membaca baris pertama surat itu.
Dear: My wild bear
"Beruang liar katanya?" kata Karin kesal. Tanpa sadar ia meremas surat di tangannya. Tetapi kemudian ia menyesal dan merapikan kembali kertas malang itu.
Dasar bodoh! Jadi kau lebih mengkhawatirkan kesehatanku sementara aku terancam hukuman mati? Bodoh... bagaimana mungkin aku bisa sehat jika aku mati? (=.=')
Membunuhku? Jangan bercanda! Sejuta tahun pun kau berlatih, kau tidak akan bisa membunuhku.
Mata Karin kembali berdenyit-denyit kesal, 'Cih... Belum apa-apa dia sudah mengajakku berkelahi. Akan kucincang dia jika aku melihatnya lagi!' kata Karin berapi-api dalam hati.
Uh'uh... aku tidak tahu bagaimana dan dari mana aku harus memulai surat ini. Tetapi aku sangat bahagia membaca surat darimu. Aku bahagia karena kau berniat menerobos Soul Society demi menyelamatkanku. Tetapi... di sisi yang lain aku juga tidak ingin kau menghadapi bahaya dan terluka hanya karena diriku. Jika kau sampai terluka kerena kau mencoba melindungku, aku yakin secara personal Kurosaki pasti akan mencariku dan membunuhku.
Walaupun nantinya kau akan menangis dan meronta, aku akan membuat Matsumoto menyeretmu kembali ke dunia manusia. Jika aku yang seorang taichou tidak bisa melindungi diriku sendiri, bagaimana mungkin kau yang seorang manusia bisa menolongku? Oleh karena itu bersabarlah! Walau apapun yang akan terjadi, aku akan terus hidup.
Karin menundukan kepalanya, 'Bersabar? Jangan bercanda! Mana mungkin aku bisa bersabar jika orang yang aku cintai berada dalam bahaya.' Kata Karin dalam hati sambil mengeretakkan giginya.
'Ichi-nii pernah menerobos Soul Society demi menolong Rukia-nee. Aku juga punya darah shinigami dalam tubuhku. Walaupun tidak sekuat Ichi-nii, dengan tekat yang aku miliki, aku pasti bisa menolongmu, Toushiro.'
Karin... Aku... tidak tahu apa yang akan terjadi kepada kita setelah ini. Aku tidak bisa memprediksikan apa yang akan terjadi di masa depan. Tetapi, aku yakin semuanya akan baik-baik saja dan berjalan seperti dulu lagi.
Aku yakin kita pasti bisa bertemu lagi. Walaupun nantinya aku akan dihadang oleh soutaichou sekalipun, aku pasti akan mencari cara untuk bisa menemuimu. Walaupun kaki dan tanganku harus sekalipun, aku akan datang kepadamu.
Membaca pernyataan Toushiro, Karin tersenyum bahagia. Ia meletakkan surat Toushiro di dadanya. Walaupun itu bukan suatu hal yang pasti, ia merasa sangat senang. Selama ini dia selalu merasa takut dan khawatir tidak bisa bertemu dengan shinigami bermata emerald yang sangat dicintainya lagi. Tetapi setelah membaca jawaban Toushiro, ia merasa sangat lega. Ia percaya dengan ucapan Toushiro. Semuanya pasti baik-baik saja. Tanpa Karin sadari air mata bahagia mengalir di pipinya. Lalu ia menghapus air matanya dengan jarinya dan melanjutkan membaca sisa surat itu.
Karena itu jangan bersedih (aku tahu kau sekarang sedang menangiskan? (^3^)
Wajah Karin merona, 'Ugh... bagaimana dia bisa tahu?' tanya Karin bingung.
Karin yang kukenal adalah gadis yang tegar dan kuat! Teruslah tersenyum dan tertawa. Karena sikapmu yang seperti itulah yang telah membuatku jatuh cinta padamu.
Yang selalu mencintaimu: Hitsugaya Toushiro
Selesai membaca surat itu, Karin merasa wajahnya sangat panas. Ia merona sangat merah seperti kepiting rebus, "Dasar Toushiro bodoh! Ia pasti sengaja menulis seperti itu untuk menggodaku!" kata Karin kesal. Tetapi di dalam hati Karin merasa sangat senang membaca hal itu walaupun Toushiro sengaja menulisnya hanya untuk menggodanya.
~H~
Sejak Toushiro masuk penjara, hari-hari Rukia berubah menjadi penghantar pesan. Sang shinigami bertubuh kecil itu diam-diam menyampaikan surat Karin kepada Toushiro, dan kemudian memberikan surat balasan Toushiro kepada sang gadis berambut hitam yang selalu menyambut kedatangannya dengan wajah berseri-seri. Sekarang ini ia adalah satu-satunya penghubung hubungan Karin dan Toushiro.
Rukia senang melihat wajah bahagia Karin saat ia menerima surat Toushiro. Dalam hati Rukia merasa sangat sedih dengan hubungan Toushiro dan Karin yang seperti ini. Ia bisa membayangkan betapa menderitanya jika tidak bisa bertemu dengan orang yang ia cintai. Andai Ichigo sekarang bukan seorang shinigami, hubungan mereka juga pasti akan bernasib sama dengan hubungan kedua remaja itu. Oleh karena itulah Rukia bersedia pergi Soul Society-Karakura hanya demi menyampaikan isi hati kedua remaja itu.
Rukia berharap Karin adalah shinigami seperti Ichigo. Walaupun sang remaja berambut hitam memiliki reiatsu yang kuat serta darah shinigami mengalir di dalam tubuhnya, Karin tidak bisa menjadi shinigami seperti Ichigo. Walaupun ada satu cara untuk merubah Karin menjadi shinigami, cara itu terlalu berbahaya. Sang taichou divisi tidak akan suka orang yang ia cintai berada dalam bahaya.
Rukia menatap jam di dinding ruangan kantornya di divisi tiga belas dengan cemas. Sekarang ini rapat untuk menentukan hukuman yang akan dijatuhkan kepada sang taichou divisi sepuluh akan diputuskan, "Semoga saja Ichigo dan Ukitake-taichou bisa meringankan hukuman yang akan diberikan kepada Hitsugaya-taichou." Kata Rukia sambil berdoa di dalam hati.
~H~
Rapat para taichou...
Hitsugaya Toushiro, taichou termuda sepanjang sejarah gotei tiga belas berdiri di tengah ruang rapat dengan tegap. Ia mengenakan shihakuso tanpa haorinya. Hyourinmaru tak terlihat di punggung sang taichou berambut putih karena sang zanpakuto berelemnt es telah disita di sebuah ruangan di divisi satu. Mata emerald Toushiro menatap soutaichou di hadapannya dengan tatapan tenang, tak sedikitpun terbesit dalam matanya rasa khawatir dan takut.
"Hitsugaya Toushiro, apakah selama di dalam penjara kau sudah menyadari kesalahanmu?" tanya soutaichou kepada sang taichou muda berambut putih.
Toushiro menggelengkan kepalanya, "Tidak... aku tidak merasa bahwa apa yang aku lakukan adalah hal yang salah. Perasaan cinta adalah perasaan yang dimiliki oleh siapa pun. Dan mencintai seseorang adalah hal yang wajar."
Soutaichou menggeretakkan giginya kesal. Lalu setelah itu rapat para taichoupun dimulai.
Toushiro sama sekali tidak menyesal dengan keputusan yang sudah dibuatnya. Dengan tenang, ia mendengarkan setiap kata yang keluar dari mulut sang soutaichou dan para taichou yang berusaha membelanya. Sebagian besar belaan untuknya keluar dari mulut Ukitake dan Ichigo. Ia cukup terkejut melihat sang taichou berambut orange bersusah payah membelanya.
Walaupun setiap harinya mereka sering bertengkar, Ichigo sangat peduli dengan sang taichou bermata emerald. Walaupun ia tidak pernah mengakuinya dan menunjukannya, dalam hati Ichigo selalu merasa Toushiro adalah orang yang tepat untuk menjaga adiknya.
Tiba-tiba soutaichou menghentakkan tongkatnya ke lantai dengan keras. Nampaknya ia kesal dengan para taichou yang terus menentang keputusannya untuk memberikan hukuman yang setimpal kepada Toushiro, "Hukuman yang akan diberikan kepada Hitsugaya Toushiro sudah final. Aku tidak akan meringankan hukuman ini lebih dari ini." desis soutaichou kesal. Akhirnya ia di kalahkan oleh taichou yang lebih muda darinya.
"Hitsugaya Toushiro..." panggil soutaichou. Lalu mata emerald sang taichou yang dimaksud menatap sang soutaichou dengan tajam. Ia sudah siap mendengarkan hukuman yang akn di berikan kepadanya, "hukumanmu adalah..." soutaichou terdiam sejenak. Lalu ia pun menghela nafasnya, "Aku tidak akan mencopot jabatanmu sebagai taichou." Kata Soutaichou.
Mendengar hal itu, mata emerald sang taichou berambut putih berbinar senang. Tetapi kebahagian itu berakhir ketika sang soutaichou kembali membuka mulutnya, "Tetapi..." kata soutaichou lagi, "sebagai gantinya, aku melarangmu menginjakkan kaki di dunia manusia lagi."
Mata Toushiro terbelalak horor. Ia tidak bisa bertemu dengan Karin lagi, "Soutaichou... aku keberatan..." protes Toushiro, "Biarlah aku dicopot dari jabatan taichou, tapi jangan larang aku untuk pergi ke dunia manusia."
Sotaichou menatap Toushiro dengan tajam, "Tak tahu diri!" desis soutaichou marah. Reiatsunya mulai meluap-lupa hingga suhu dalam ruangan itu naik beberapa derajat, "Apa kau ada dalam keadaan bisa memprotes keputusanku? Sadari posisimu sekarang ini anak muda!"
Toushiro tidak gentar sedikitpun dengan ancaman soutaichou, "Aku..." ketika ia akan memprotes sang soutaichou lagi, seseorang menutup mulutnya.
"Shiro-chan... hentikan! Jangan buat soutaichou lebih marah dari ini!" bisik orang yang menutup mulutnya. Orang itu adalah Kyouraku.
"Maafkan dia... Yama-sensei! Anak muda memang sedikit keras kepala!" kata Kyouraku sambil terus menutup mulut sang taichou muda yang berontak mencoba melepaskan dirinya.
"Baiklah... aku serahkan sisanya kepadamu, Kyouraku!" kata soutaichou. Lalu setelah itu ia beranjak pergi dari ruang rapat.
Setelah sang soutaichou menghilang dari pandangan Kyouraku, barulah Kyouraku melepaskan sang taichou muda yang kemudian mengirim death glare kepadanya, "Apa yang kau lakukan?" desis sang taichou muda marah sementara sang taichou yang lebih tua menatapnya dengan tenang, "Aku akan mengejarnya!" Kata Toushiro sambil bejalan menuju soutaichou menghilang.
Tiba-tiba, sebuah tangan besar menangkap pundaknya dan membalikan tubuhnya hingga ia berhadapan dengan sang pemilik tangan. Lalu sebuah tamparan keras mendarat di pipi sang taichou muda.
Diantara syoknya, Toushiro menatap sepasang mata coklat yang menatapnya dengan tajam dan berkilat-kilat, "Untuk saat ini, terimalah kenyataan dan keadaanmu!" teriak Ichigo marah, "Tenangkan dirimu, kau tidak seperti Toushiro yang aku kenal. Toushiro yang aku kenal pasti bisa melalui semua ini dengan pikiran jernih dan tenang."
"Benar yang dikatakan Ichigo-kun." kali ini Ukitake yang berbicara, "Tenangkan dirimu dan kepalamu! Jika kau tetap keras kepala dan melawan Soutaichou, entah apa yang akan ia lakukan. Bisa saja ia memberikan hukuman yang lebih berat dari ini."
Toushiro mengangkat tangannya dan menyentuh pipinya yang memerah karena ditampar Ichigo. kemudian dengan rasa menyesal ia menundukan kepalanya, "Ma-maafkan aku!" kata Toushiro menyadari bahwa ia telah bersikap seperti bukan dirinya. Ia kehilangan pikirannya dan dirinya ketika mendengar ia tidak bisa bertemu dengan Karin lagi.
"Suatu saat kita pasti menemukan cara untuk melalui semua ini, " kata Kyouraku sambil menepuk pundak Toushiro dan mengedipkan matanya, "Tenang saja, kami akan membantumu. Oleh karena itu, untuk saat ini bersabarlah!"
~H~
Hai... hai mina... XD
Udah lama bange fic ini ga kusa apdet *ditipukin sendal butut*
Owh iya... kusa baru aja nonton bleach episode 316... =3
Buat HitsuxKarin fans, kalian pasti akan suka episode itu
HitusxKarin banget sih...
Shiro-chan juga keren benget pake kemeja item, dasi putih dan sweater... pokoknya keren abis... *nose bleed*
Dengan ini kusa menyatakan, Episode 316 adalah episode paling favorit kusa...XD
He he he
Mind to review?
-kusanagi-
