Maaf ya, semuanya nunggu lama banget. Soalnya aku UTS di sekolah. Maaf fanficku ini udh terlantar beberapa hari atau seminggu. Maaf banget karena harus belajar. Oh iya, ini ficnya fic ending
~HAPPY READING~
Discovery after friends
.
.
.
.
.
.
.
Warning: Typo, OCC, gaje, dan ngawur
.
.
.
.
.
Desclaimer Masashi Kishimoto
.
.
.
.
.
.
.
Di rumah Sakura
.
.
.
"Tadaima," Kata Sakura diambang pintu. Lalu dia melepaskan sepatu dan kaos kakinya dan meletakkan sepatunya di rak sepatu, kemudian kaos kaki kedalam ember untuk mencuci baju dan lain lain. "Sakura kamu kenapa sayang? Kenapa, kamu pulang lebih cepat?" Tanya ibunya heran kenapa anaknya pulang cepat. "Tidak apa-apa bu. Hanya disuruh istirahat yang cukup dirumah." Jawab Sakura lemah langsung kekamarnya. "Oh, begitu." Kata ibunya kemudian menyapu lagi.
Di sekolah
.
.
,
.
"Ehem, perempuan yang tadi itu, apa benar Haruno Sakura?" Tanya Sasuke menatap Naruto yang sedang marah kepadanya. "Huh? Kau tau dari mana namanya?" Tanya Naruto balik Tanya. "Sudah kuduga. Dia sahabatku semasa aku masih kecil." Jawab Sasuke santai. "Apa jangan-jangan kalian sudah ada hubungan?!" Naruto sudah memikirkan hal yang tidak-tidak. "Belum" Jawab Sasuke menyalahkan pikiran Naruto yang aneh. "Belum? Oh," Kata Naruto lalu menuju ketempat duduknya. "Maaf, apa kau punya nomor handpone Sakura?" Tanya Sasuke bertanya kepada Ino yang ada dibarisan belakangnya. "Eh? No-nomornya? Ada , tunggu sebentar." Jawab Ino kemudian mencari nomor sahabatnya Sakura di handpone miliknya. "Aneh sekali Sasuke-san. Seakan dia pernah bertemu dengan Sakura-chan. Padahal dia kan Sasuke-san kurasa beum pernah bertemu." Batin Ino melihat Sasuke. "Tu-tunggu, kenapa kalung yang dipakai Sasuke-san mirip dengan kalung Sakura-chan?" Tanyanya dalam hati. "Em ini," Ino menyerahkah handphonenya ke Sasuke. Kemudian Sasuke mengetik nomor Sakura di handpone nya. "Ini," Kata Sasuke datar mengembalikan handpone Ino. "Boleh aku bertanya?" Tanya Ino sambil menutup buku tulisnya. "Tanya tentang apa?" Tanya Sasuke kemudian memasukkan handpone nya kedalam sakunya. " Kamu ada punya hubungan dengan Sakura-chan. Kenapa kalungmu mirip dengan bentung kalung Sakura-chan?" Tanya Ino heran. "Oh, ini
(Sasuke memegang kalungnya) Ini dulunya dia berikan untuk kenang-kenangan. Waktu kami kecil kami bersahabat itu saja." Jawab Sasuke santai. "Apa?! Sakura-chan bersahabat dengan Sasuke waku kecil?! Kenapa dia tidak bilang?" Tanya Ino dalam hati. "Oh," Kata Ino ber-oh ria. Kemudian Sasuke mengambil handponenya di sakunya. Dia membuka 'buat pesan'
To Sakura:
Halo Sakura-chan Ini aku Sasuke. Maaf menungguku terlalu lama.
Kemudian ditekan nya tulisan 'kirim' setelah itu dia menunggu balasannya.
Tidak lama kemudian handphone nya berbunyi kemudian di ceknya handponenya '1 pesan masuk dari Sakura' Dilihatnya balasan Sakura
From (dari)Sakura:
Be-benarkah ini Sasuke kun?
To (untuk) Sakura:
Iya,
From (dari) Sakura:
Kau ada dimana?
To (untuk) Sakura:
Tadi aku jadi siswa baru disekolah mu, lagi pula kau masih sakit. Istirahatlah yang cukup.
From (dari) Sakura:
Jadi tadi itu kau menjadi siswa baru disekolahku? Maaf aku tidak melihatmu,
To (untuk) Sakura:
Tidak apa-apa
Selesai puas berkirim pesan, Sasuke kemudian memasukkan handpone nya lagi ke sakunya.
Beberapa hari telah berlalu
"Ohayo gozaimasu minna-san." Sapa Sakura dari ambang pintu. Kemarin sore dia sudah merasa sembuh dan kembali kesekolahnya hari ini. "Yoku ohayo," Balas seseorang dengan datar. "E, Sia-pa kau?" Tanya Sakura bingung. Dilihatnya lebih rinci tertangkap kalung bentuk not angka menghiasi lehernya. "Sa-Sasuke-kun?" Tanya nya kepada Sasuke. "iya Sakura-chan?" Tanya Sasuke menatap bingung Sakura.
Satu detik
Dua detik
"KYAAAA!" Teriak Sakura sekaget-kaget dan sejadi-jadinya. "K-kau hiks," Kata Sakura kemudian menangis. "Maaf, Sakura-Chan kalau aku mengejutkan mu, kau sudah sembuh ya?" Kata Sasuke sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "I-iya Sasuke-kun." Kata Sakura tersenyum . "EEE, dia memanggil Sakura dengan sebutan Sakura-chan? Padahal dia belum pernah bertemu dan… AKU TIDAK DIBILANG CHAN JUGA?!" Marah Karin dalam hati. "Psst Shion, Sasuke-kun kok bilang si jidat itu dengan softix chan kan itu untuk orang terdekat?" Bisik Karin kepada Shion sahabatnya. "Heh, kau ini ketinggalan berita si Ino sih. Katanya dia itu sahabat sejak kecil. Romantis banget sih aduh," Jawab Shion malah asyik melihat Sakura dan Sasuke. "Somnaaaa… (jadi begitu)" Kata Karin suaranya dengan cempreng sperti nenek-nenek loyo tak bersemangat. Sedangkan Sakura dan Sasuke masih jadi sahabat yang baik. Dan saat yang berdebar tiba ketika mereka lulus dari sekolah. Kabarnya Sasuke ingin melamar Sakura dan Sakura menerimanya.
FIN
THE END
