Title: Tao?

Cast: EXO

Summary: Tanpa persetujuan para member EXO, Soo Man dan Youngmin memasukkan member baru ke EXO-M, untuk menggantikan sosok Huang Zi Tao yang telah tiada. Bagaimanakah reaksi para member EXO lainnya? Bad Summary. DLDR. KrisTao/TaoRis fic. EXO fic. RnR, please?

-0-

"Kangjun hyung?" Zi Tao terlihat menatap heran kearah namja berambut coklat itu "Kenapa diam saja?"

"Ani…," Namja yang bernama Kangjun itu hanya menggelengkan kepalanya "Baiklah. Kurasa pertemuan kita sudah selesai, Edi."

"Jadi hyung cuma mau bertanya seperti itu padaku?" tanya Zi Tao sambil mempoutkan bibirnya "Benar-benar menyebalkan!"

"Ahaha, mianhae. Tapi nanti aku pasti datang lagi, jadi, jangan kangen, ne?"

"Aku tidak akan kangen pada hyung!" balas Zi Tao kesal "Ya sudah, aku mau ke dorm-ku saja. Sana cepat hyung pulang. Nanti ahjumma khawatir."

"Haha, ne, ne. Kerja yang rajin, ne?" kata Kangjun sambil mengusak rambut Zi Tao

"Hyaa! Tatanan rambutku jadi rusakk," kata Zi Tao kesal

Kangjun hanya terkekeh melihat kelakuan namja di hadapannya. Namja yang sudah ia anggap sebagai adik sendiri.

"Sudah, ya? Jaga dirimu baik-baik. Cobalah akrab dengan orang-orang di grupmu," kata Kangjun "Aku kan sudah tidak bisa menemanimu lagi."

"Ishh, hyung! Jangan berbicara seperti itu," Zi Tao terlihat kesal, namun tersirat kesedihan disana "Nanti aku jadi sedih."

Kangjun kembali mengusak rambut Zi Tao, namun kini dengan lembut. Zi Tao hanya menunduk. Ia takut air matanya jatuh dan dilihat oleh hyungnya itu.

"Hyung, hati-hati di jalan," kata Zi Tao sesaat sebelum Kangjun melangkahkan kakinya keluar dari pintu "Dan jangan lupa untuk meng-SMS ku setiap hari. Kalau tidak, akan aku buat ahjumma tidak mau memasakkan makanan kesukaan hyung lagi."

"Haha, ne. Aku akan meng-SMS mu tiap saat," kata Kangjun "Sudahlah, aku harus benar-benar pergi. Pay pay."

Kangjun melangkahkan kakinya keluar dari gedung itu. Saat ia sudah tidak terlihat oleh Zi Tao, ia menghela nafasnya berat.

"Kenapa Edi tidak mengingat Tao?" gumam Kangjun

Kangjun tidak menyadari bahwa dirinya tengah diikuti oleh tiga orang namja. Yang satu bertubuh tinggi sekali, yang satu berkulit seputih susu, yang satu lagi berwajah cantik, dan yang satu lagi memiliki jari yang lentik. Ya, itu memang Kris, Sehun, Luhan, dan Baekhyun. Mereka kini tengah mengikuti Kangjun.

"Hei, dengar. Kurasa dia menyebut-nyebut nama Tao," bisik Baekhyun "Aku jadi penasaran."

Kris menatap Sehun, lalu menatap namja yang tengah ia ikuti itu. Lalu, dengan langkah tegapnya, ia berjalan mendekati namja itu.

"Kris! Apa yang kau lakukan?!"

"Permisi," Kris menyapa namja itu –Kangjun- "Aku mau bertanya sedikit."

Kangjun yang merasa bahwa dirinya disapa pun menolehkan kepalanya. Ia terkejut ketika melihat siapa orang yang menyapanya.

"Kau kan…,"

"Ne, aku memang leader EXO-M. Dan aku juga merupakan roommate Zi Tao," jelas Kris "Aku mau bertanya sedikit padamu."

-0-

Kini Kris, Baekhyun, Sehun, Luhan, dan Kangjun tengah berada di sebuah café yang berada tidak jauh dari dorm EXO. Kangjun terlihat tengah menyesap secangkir kopi hangat. Sedangkan yang lain hanya menatapnya dengan tatapan penasaran.

"Jadi, kalian mau tau apa hubungan Edi dan Tao?" tanya Kangjun "Apakah itu begitu penting untuk kalian?"

"Ne! Itu sangat penting!" jawab Sehun tanpa berfikir "Kami sangat penasaran dengan hal itu, dan kami juga harus mengetahui jawabannya!"

"Haha, kalau aku tidak bisa memberitahu kalian, bagaimana?" balas Kangjun sambil menaruh cangkir kopinya "Aku rasa, aku bahkan tidak dapat membantu apapun."

"Tapi, kau kenal Zi Tao dan Tao, kan?" tanya Luhan "Jadi, kau pasti ada suatu hubungan dengan mereka."

"Aku hanya teman masa kecil mereka, tidak lebih," jelas Kangjun "Aku sering bermain dengan Edi dan Tao saat kecil, tapi, saat usia mereka menginjak 10 tahun, aku tidak pernah lagi bermain dengan Tao. Hanya ada Edi."

"10 tahun?" Baekhyun seperti teringat sesuatu "Itu kan umur Zi Tao saat dia kecelakaan?"

Kangjun menatap Baekhyun heran. Ia tidak menyangka bahwa namja di hadapannya itu mengetahui tentang kecelakaan yang menimpa Zi Tao.

"Kenapa kau bisa tau?" tanya Kangjun heran "Apakah Edi memberitahu-mu?"

"Tidak, Zi Tao tidak pernah memberitahu kami," jawab Baekhyun "Hanya saja… ada seseorang yang memberitahu kami tentang hal itu."

"Ohh…," Kangjun kembali menyesap kopi hangat-nya "Kalau begitu, seharusnya kalian tau apa yang terjadi antara Edi dan Tao."

"Kami tidak tau," Kris terlihat memasang wajah datarnya "Kenapa kami bisa tau? Sedangkan Zi Tao saja tidak pernah menceritakan apapun pada kami."

"Edi memang tidak pernah menceritakan masa lalu-nya pada siapapun," kata Kangjun "Oh ya, tadi kau menyebut Edi apa? Zi Tao? Jadi nama-nya sekarang Zi Tao, begitu? Wah. Kebetulan."

"Yang memberikan Edi nama itu adalah CEO agency kami," jelas Baekhyun "Youngmin sajangnim merasa bahwa Edi sangat mirip dengan Tao, maka dari itu sajangnim menamai Edi dengan nama yang mirip dengan Tao."

Kangjun tersenyum simpul. Ia menatap namja di hadapannya satu persatu. Entah mengapa, ia merasa bahwa mereka begitu bodoh.

"Harusnya kalian sudah menyadari kenyataannya sekarang," kata Kangjun acuh tak acuh "Tapi aku tak heran, otak kalian pasti sedang berhadapan dengan jalan buntu."

"Tentu saja, aku bahkan tak pernah bisa berfikir jernih sejak kematian Tao hyung," gumam Sehun

"Ah. Kematian Tao…," Kangjun menutup matanya "Aku benar-benar shock ketika mendengar kabar bahwa Tao meninggal. Benar-benar menyedihkan. Aku ingin mengutuk orang yang menyebabkan Tao meninggal, tapi, sudahlah."

Tubuh Kris menegang. Andai saja Kangjun tau bahwa Kris-lah yang menyebabkan Tao meninggal, mungkin saat EXO Showcase nanti, Kris sudah tidak ada.

Luhan melirik Kris. Luhan dapat merasakan bahwa tubuh Kris menegang. Ingin sekali Luhan tertawa. Tapi, sudahlah.

"Kangjun-ssi," kata Luhan "Pertanyaan kami belum kau jawab."

"Apakah pertanyaan kalian masih perlu aku jawab?" tanya Kangjun sambil menaikkan alisnya "Ayolah. Gunakan otak kalian. Kalian pasti memiliki otak, kan?"

"Tentu saja," Sehun terlihat kesal karena merasa diremehkan "Sudahlah, hyungdeul. Tidak ada gunanya berbicara dengan orang macam dia."

"Tunggu dulu, Sehun-ah," kata Luhan "Kangjun-ssi, tolonglah. Kami benar-benar butuh jawaban."

Kangjun menatap Luhan. Ia berdiri dari kursinya, hendak pergi. Namun, sebelum benar-benar pergi. Ia mengatakan sesuatu.

"Pikirkanlah tentang Edi dan Tao. Pikirkan tentang kedua namja itu. Dan kalian akan menemukan jawabannya," kata Kangjun "Dan, ngomong-ngomong, terimakasih untuk waktu kalian."

Setelah mengatakan hal itu, Kangjun melangkahkan kakinya keluar dari café tersebut. Meninggalkan keempat anggota EXO yang langsung sibuk dengan fikiran masing-masing.

-0-

"Zi Tao hyung, tadi darimana?" tanya Kai "Kenapa tidak datang bersama dengan manager hyung?"

"Ah, itu. Tadi aku bertemu dengan teman sebentar, Kai-ah," jelas Zi Tao "Makanya aku tidak datang dengan manager hyung."

"Ohh, begitu," Kai menganggukan kepalanya "Teman hyung itu, siapa?"

"Ahh, hanya sahabat-ku dari kecil," jawab Zi Tao sambil tersenyum sumringah "Aigoo, aku lapar sekali!"

"Zi Tao, kau lapar?" Lay langsung menghampiri Zi Tao begitu mendengar perkataan Zi Tao "Ada sup di dapur, kalau kau mau, aku akan menghangatkannya."

Zi Tao mengangguk dengan semangat. Lay pun tersenyum hangat. Lay sudah berjanji dalam hatinya, kalau ia akan berbuat baik pada Zi Tao. Rasa bersalah dalam hatinya masih sangat besar. Dan mungkin, ini adalah cara untuk menebus kesalahannya.

"Baiklah. Tunggu dulu, ne? Aku akan kembali sambil membawakanmu sup," kata Lay "Tunggu, ne? Tidak akan lama."

Lay pun berjalan dengan cepat menuju dapur. Saat Lay pergi, Suho pun hadir menggantikan posisi Lay.

"Zi Tao, sudah lapar lagi, eh?" tanya Suho dengan angelic-smile nya "Kau kan baru makan tadi saat sarapan, sudah lapar lagi saja."

Zi Tao mempoutkan bibirnya, "Ish, aku kan tadi menghabiskan energi yang banyak, Suho hyung,"

"Haha, ne, ne. Arraseo," kata Suho sambil mengusak rambut Tao "Kau ini, bertingkah-lah dewasa sedikit. Sudah berumur 20 tahun tapi masih mem-poutkan bibir-mu, eoh?"

"Yakk! Suho hyunggg!" Zi Tao mempoutkan bibirnya lagi "Memang kenapa kalau aku masih bertingkah kekanakan? Kata umma itu tidak apa-apa, kok."

"Kata umma? Haha, ya ampun Zi Tao, kau ini kekanakan sekali," kata Suho sambil tertawa kecil "Jangan-jangan kau makan-pun masih disuapi?"

"Mwo? Tentu saja tidak!" kata Zi Tao sambil memukul pelan lengan Suho "Ada-ada saja."

"Haha, ne, aku hanya bercanda," balas Suho "Ka-."

"Zi Tao, sup-nya sudah jadi," kata Lay sambil membawa semangkuk sup "Ayo makan."

"Ahh, ne! Gomawo Lay hyung," kata Zi Tao sambil tersenyum senang "Huwaa, sepertinya enak~ Lay hyung daebak!"

"Tentu saja Lay hebat, Zi Tao. Memang seperti-mu?" goda Suho sambil menahan tawanya

"Hyung!" Zi Tao terlihat kesal "Aku mau makan dulu, jangan ganggu."

"Ya, ya, terserahmu,"

Zi Tao pun mulai memakan sup yang ada di hadapannya itu. Suho dan Lay masih berada di tempatnya, memperhatikan Zi Tao makan.

"Hyung mau?" tawar Zi Tao pada Suho dan Lay

"Eh, ani," balas Lay cepat "Kau makan saja, Zi Tao-ie."

"Kalau Lay tidak mau, aku mau," kata Suho "Aku jarang merasakan masakan Lay. Haha."

Suho langsung mengambil sendok dari tangan Zi Tao. Zi Tao yang kaget hanya dapat memperhatikan.

"Humm, mashita~" gumam Suho "Lay memang daebak!"

BRAKK

Pintu dorm menjeblak terbuka. Terlihat Kris, Baekhyun, Sehun, dan Luhan di sana. Para member EXO yang lain langsung menghampiri mereka, kecuali Suho.

"Bagaimana, Kris? Dia siapa?"

"Kalian bisa mengorek informasi dari-nya?"

"Beritahu kami, cepat!"

"Ssh! Diam!" bentak Kris "Aish, kami tak berhasil mengorek informasi darinya. Dia benar-benar menyebalkan,"

"Yah, seperti yang dibilang oleh Kris," kata Luhan "Dia memang menyebalkan."

Terdengar helaan kecewa dari member-member EXO. Mereka tadi berharap akan mendapat sedikit keterangan dari orang itu, tapi ternyata tidak.

Kris melihat Zi Tao dan Suho yang sedang bercanda dan makan semangkuk sup berdua. Timbul rasa cemburu di hati Kris. Tapi, ia berusaha meredamnya.

Kris berjalan menuju kamarnya. Saat melewati Suho dan Zi Tao, terdengar suara Zi Tao memanggilnya.

"Kris hyung!" panggil Zi Tao "Sini, duduk."

"Eh? Untuk apa?" tanya Kris sambil mengerutkan dahinya "Aku lelah. Mau tidur."

"Memang hyung habis darimana?" tanya Zi Tao sambil menatap Kris polos

"Bukan urusanmu."

-0-

Kris POV

Astaga. Sekarang aku melakukan hal yang sama lagi dengan yang kulakukan pada Tao dulu. Aku mengatakan hal yang menyakitkan. Atau mungkin, bagi Zi Tao, itu tidak menyakitkan. Yah, entahlah.

Entah mengapa aku mengatakan hal seperti itu lagi. Padahal… aku sudah berjanji dalam hati untuk tidak melakukan hal yang sama. Tapi tetap saja. Hhh, rasanya aku tidak akan pernah bisa mendapatkan Zi Tao.

Dan lagi… kelihatannya Zi Tao benar-benar bahagia ketika berada di dekat Suho. Apa mungkin… Zi Tao menyukai Suho? Kalau iya… entahlah. Rasanya hati-ku sesak sekali.

Kalau saja Tao masih ada. Mungkin aku tidak akan merasakan hal ini. Ternyata rasanya sakit, ya. Melihat orang yang kau sayangi dekat-dekat dengan orang lain, atau bahkan terlihat lebih senang dengan orang lain dibanding dengan dirimu. Ternyata rasanya semenyakitkan dan sesesak ini. Apakah dulu Tao merasakan hal yang sama?

Author POV

Terlihat Zi Tao dan Suho yang kini tengah berdua saja di ruang tengah. Zi Tao terlihat tengah memikirkan sesuatu.

"Suho hyung," panggil Zi Tao "Aku mau menanyakan sesuatu."

"Mau menanyakan apa, Zi Tao-ah?" tanya Suho "Aku akan menjawabnya sebisa-ku."

"Apakah Kris hyung membenci-ku?"

Pertanyaan Zi Tao membuat Suho terdiam. Suho terlihat berfikir. Sedangkan Zi Tao menatap Suho sambil menunggu jawaban.

"Kris hyung tidak membenci-mu," kata Suho "Hanya saja… suatu kisah masa lalu akan terulang di memori-nya kalau melihat wajah-mu. Mungkin itu alasannya ia tidak ingin berlama-lama denganmu."

"Memang masa lalu yang bagaimana?"

"Masa lalu yang mungkin… tidak dapat diceritakan padamu," jawab Suho "Tapi, suatu saat nanti kau akan mengerti."

"Rahasia lagi, ya?" tanya Zi Tao sambil mempoutkan bibirnya "Kangjun juga bilang bahwa namja bernama Huang Zi Tao itu merupakan rahasia besar. Aish! Kenapa semua memiliki rahasia yang tak bisa kuketahui sekarang? Benar-benar menyebalkan!"

"Tunggu. Kangjun? Siapa Kangjun? Apa dia menanyakan padamu tentang namja bernama Huang Zi Tao?" tanya Suho

"Iya. Memang kenapa?" tanya Zi Tao "Astaga. Sebenarnya siapa sih, namja bernama Huang Zi Tao itu? Aku benar-benar tidak dapat menemukan apapun di memori-ku tentang namja itu! Kenapa sekarang, setelah masuk EXO, semua-nya jadi menanyakan padaku tentang Huang Zi Tao itu? Sungguh. Aku tidak mengenalnya."

Suho hanya diam. Ia tidak tau harus menjawab apa. Maka ia lebih memilih diam. Dan diam-nya Suho membuat Zi Tao sedikit kesal.

"Suho hyung?"

"A-Ah? Umm, begini, Zi Tao-ah," kata Suho "Mungkin kau tak mengenal Huang Zi Tao. Tapi kami serta, siapa nama-nya? Ah ya, Kangjun, mengenal-nya dengan baik."

"Baiklah. Baiklah," Zi Tao menghela nafas "Uhh, aku ingin masuk ke kamar. Tapi seperti-nya Kris hyung sedang tak ingin diganggu, ya?"

"Ah, masuk saja. Tidak apa, Kris hyung tidak akan merasa terganggu," kata Suho

"Umm, baiklah."

Zi Tao bangkit dari duduk-nya dan berjalan menuju kamar-nya. Suho hanya tersenyum lembut ketika Zi Tao izin untuk pergi.

'Zi Tao dan Tao sangat berbeda,' fikir Suho 'Tao sangat lembut, cengeng, dan polos. Ia juga tak pernah mencampuri urusan orang lain. Sedangkan Zi Tao, yah. Ia memang polos. Tapi ia lebih berani dan keras kepala. Yah, aku menghargai sifat-nya itu. Kalau dibandingkan dengan Tao, mungkin Zi Tao lebih 'baik' sedikit.'

"Suho hyung,"

Suho langsung tersadar dari lamunannya ketika mendengar sapaan dari seseorang. Ketika Suho menoleh, senyuman langsung terlukis di wajahnya.

"Ah, Lay," kata Suho "Ada apa?"

"Aniyo," balas Lay "Aku hanya ingin bertanya. Hyung membicarakan apa tadi dengan Zi Tao?"

"Eh? Hanya masalah kecil," jawab Suho "Kenapa? Kau penasaran?"

"Umm, iya. Sedikit," kata Lay "Hyung, kenapa tidak istirahat? Member-member lain sudah terlelap di kasurnya masing-masing."

"Bukankah masih ada kau?"

Suho tertawa kecil ketika melihat Lay yang terlihat salah tingkah. Suho senang ketika melihat Lay yang begini. Kembali menjadi sosok Lay sebelum kecelakaan yang terjadi pada Tao. Sesudah kecelakaan itu, Lay selalu murung. Hampir sama dengan Kris. Hanya saja, Kris lebih parah lagi.

Semenjak ketiadaan Tao memang terasa sesuatu yang kurang pada EXO. Tidak ada lagi hyung yang sabar dan manis untuk Kai dan Sehun. Tidak ada lagi dongsaeng yang manis, polos, dan baik hati bagi Baekhyun, Xiumin, Lay, Suho dan Luhan. Tidak ada lagi seorang teman se-line bagi D.O. Tidak ada lagi seseorang yang bisa membuat Baekhyun cemburu bagi Chanyeol. Tidak ada lagi seseorang yang suka mendengarkan ia berlatih menyanyi bagi Chen. Dan tidak ada lagi seseorang yang sangat polos dan mencintai-nya dengan sepenuh hati, bagi Kris. Kris merasa sangat kehilangan. Kris merasa sangat menyesal.

Dan kini, kehadiran Zi Tao sedikit memberi warna pada EXO. Memberi warna yang dulu-nya ada. Memberi warna keceriaan untuk para member EXO yang sebelum-nya selalu tampak murung. Zi Tao memberikan warna tersendiri, sebenarnya.

-TBC-

Hai '-')/ Mianhae untuk ga update selama satu minggu *deep bow* Otak aku lagi nge-block banget kemaren-kemaren gzz-_- Makanya ga update satu fic pun. Mianhaeyoo u,u

Otte? Bagus? Jelek? Bikin penasaran? Biasa aja? Yah. Silahkan jawab di review, ne? Kkk~

Gomawo yang udah review kemarin: desypramitha2, vickykezia23, iinlupzzsparkyu, Anyta, kang eun hwa, DevilFujoshi, youra, pyrmnchan10, 1, anytaa, umauma, Huang Chao Lin BolaPingpong, Ryu, Park Seung Ri, 00' no name, Dionee Huang, ZiTao99, Time to argha, Shin Min Hwa, Anyta, PrinceTae, Iytaimoet812, paprikapumpkin, Historia Rain, springyeol, Choujiro21, aniyoong, Shin SeungGi, Brigitta bukan Brigittiw, MyJonggie, blackwhite28, BabySuLayDo, Kim MinHyun. Mian ga bisa bales review kalian *deep bow*

Last, mind to review?