Disclaimer : Naruto punya Sasu-teme #di tendang Masashi Kishimoto

Pairing : SasuNaru (always), NejiGaa, ShikaKiba, ItaKyuu(?) masih dipertanyakan.

Genre : Romance/Humor

Rate : Te (jangan berharap M)

Warning : ooc, typo bertebaran, humor diragukan, boys love a.k.a Yaoi, author edan, gaje dll

Don't like Don't Read

Chapter sebelumya...

"Kau membuatnya marah, kyuu." Desis Sasuke. Dia menatap punggung Naruto dengan sedih.

"Aku tahu anak ayam. Aku keceplosan tadi. Hah... seharusnya aku tidak mengatakan hal seperti itu." Gumam Kyuubi merasa bersalah. Dia memejamkan matanya bermaksud mengurangi rasa bersalahnya itu.

Chapter 4

Uke Polos?

.

.

Keesokan harinya...

Naruto menuruni tangga lantai dua rumahnya dengan malas-malasan. Entah kenapa hari ini dia tidak mood untuk berangkat sekolah. Mungkin, karena kejadian kemarin? Walau begitu, Tapi dia tidak bisa begitu saja absen dari kelasnya hanya karena alasan sepele seperti itu. Bisa-bisa dia di gantung Iruka-sensei di pohon cabai. Naruto jadi merinding mengingat betapa mengerikannya Senseinya itu jika sedang marah.

"Ehm. Ohayou Naru..." sapa Kyuubi, kakaknya. Pemuda itu saat ini tengah menyiapkan sarapan pagi untuk mereka berdua. Suasana tiba-tiba berubah canggung saat Naruto menapakkan kakinya di ruang makan. Hal itu membuat si pirang merasa tidak nyaman. Apalagi, tumben-tumbennya sang kakak menyiapkan sarapan seperti itu. Biasanya kan, pelayan yang menyiapkannya. Apa Kyuubi bermaksud meminta maaf atas kejadian kemarin? Entahlah, itu mungkin saja.

"Errrr... Ohayou, Kyuu-nii."balasnya singkat. Dia benar-benar tidak nyaman dengan situasi ini. Hah, dia lebih memilih berhadapan dengan Bakoro sekarang daripada dengan kakaknya yang seperti ini. Itu, benar-benar Kyuubi kan? Kemana sikap cuek dan judesnya? Kenapa dia berubah menjadi kalem begitu? Naruto sakit kepala mendadak.

'Aisshh... ini membuatku gila.' innernya galau.

"A-aku tidak lapar Kyuu-nii. Naru...berangkat ke sekolah duluan ya?" pamitnya seenak rambut jabriknya. Dengan kilat dia meninggalkan ruang makan tanpa repot-repot melihat reaksi kakaknya.

Eh

Eh?

Kyuubi entah bagaimana tiba-tiba berada di pojokan ruang makan dengan aura-aura pundung. Ooc sekali.

'Ternyata dia masih marah soal kemarin?' inner si rambut merah merana. Aura-aura pundungnya bertambah dua kali lipat. Membuat salah satu pelayan kediaman Namikaze merinding disko ketika tidak sengaja melihat tontonan ajaib itu.

'I-itu di pojokan... hantu kah? Masak iya, di rumah sebesar ini ada setannya. Tidak bisa di biarkan, secepatnya aku akan memanggil dukun untuk mengurusnya!' Innner si pelayan sinting sekaligus berapi-api. Author cengok.

.

Sementara itu...

Di depan kediaman Namikaze

.

"Lho. Kenapa aku pergi begitu saja?" Naruto yang ternyata baru sadar atas apa yang telah di perbuatnya beberapa menit yang lalu hanya bisa menggaruk kepalanya pelan.

"Hah, pasti Kyuu-nii salah paham. Masa bodo ahh... siapa suruh membuatku marah kemarin." Lanjutnya sebal. Ho, balas dendam ternyata.

"Ngomong-ngomong, kemana si Teme? Kenapa tidak menjemputku?" dia mulai celingak-celinguk mencari sosok kekasihnya. Tapi percuma saja, pemuda raven itu tidak ditemukannya dimanapun.

"Apa dia marah karena aku meninggalkannya di ruang tamu kemarin? Padahal, hubunganku dengannya baru saja membaik." Gumamnya kecewa nan berwajah suram. Naruto mulai menghela nafas pelan.

Tinn Tinn

Sebuah mobil sedan berwarna hitam berhenti di depan kediamannya. Membuat Naruto mengernyitkan keningnya heran. Lho, itu kan mobinya Gaara?

"Ohayou Naru. ayo cepat kita berangkat."sosok Kiba tiba-tiba keluar dari mobil dan tersenyum kelewat lebar ke arahnya. Sukses, membuat kernyitan si pirang bertambah. Lho, kenapa malahan sahabat-sahabatnya yang menjempunya hari ini? Kemana si Teme? Apa dia benar-benar marah?

"Ohayou Kiba." Balas si Pirang kurang semangat kemudian berjalan mendekati mobil tersebut dengan lesu.

"Kau kenapa Naru?" tanya kiba heran. Ia mulai memandang sahabat kentalnya cemas. Kenapa wajah si pemuda pirang kusut begitu? Seperti belum di setrika saja. dan, sejak kapan wajah bisa di setrika sih? Ihh... Kiba sarap deh.

"Kenapa? Apa karena si Uchiha itu lagi? Aku dan Kiba menjemputmu hari ini karena suruhan kekasihmu itu." Pemuda berambut merah a.k.a Gaara menyahut. Dia mulai bersender di pintu mobil dan berwajah datar seperti biasanya.

"T-teme maksudku Sasuke, yang meminta kalian berdua?" tanya Naruto terkejut. Dia mulai mentap kedua wajah sahabatnya secara bergantian.

"Yah... bukan secara langsung sih? Tadi pagi Shikamaru yang menghubungiku untuk menjemputmu pagi ini dikarenakan Sasuke ada urusan mendadak." Jawab Kiba sekenanya. Dia menatap si pirang grogi entah kenapa.

"Oh, begitu ya? Apa urusannya itu benar-benar mendesak hingga tidak sempat menjemputku? Atau memang dia tidak mau menjemputku lagi?" lirih Naruto. Dia mulai menundukkan kepalanya pelan. Hal itu sukses membuat Kiba dan Gaara saling pandang kemudian menghela nafas, kompak.

"Bukan seperti itu, Baka. Ah sudahlah, lebih baik kita berangkat sekarang." Ucap Gaara dan menggiring kedua sahabatnya untuk masuk ke dalam mobil.

"Kalian duluan saja. sepertinya aku tidak enak badan hari ini."Naruto membalikkan badannya hendak masuk ke dalam rumahnya.

'Gawat!' batin Kiba panik.

"Oey,oey... mau kemana kau? Kau tidak lupa kan hari ini pelajaran pertama adalah Asuma-sensei?" ucapan Kiba tersebut membuat si pirang menhentikan jalannya.

Asuma-sensei? Guru terkiller di KHS itu?

"Dan apakah kau lupa bahwa hari ini ada ulangan matematika?" lanjut si pemuda Inuzuka bermaksud memanasi Naruto agar tidak bolos hari ini.

Jadi... pelajaran pertama nanti ada ulangan matematika? Kenapa dia bisa lupa ya? Dia tidak mau kalau harus ikut ulangan susulan. Nyontek siapa dia? Bisa-bisa dia mati kutu di awasi guru killer itu sendirian.

"Sudahlah Kiba. Mungkin Naruto memang tidak enak badan. Lagian, ramen spesial di kantin hari ini bisa kita cicipi berdua kan?" Gaara ikut ngompor-ngompori sahabatnya.

Ramen spesial?

"Ayo. Kita perg..."

"Iya-iya, aku berangkat."Naruto membalikkan badannya sambil ngedumel sebal kemudian masuk ke dalam mobil tanpa di minta dua kali.

Gaara dan Kiba saling berpandangan kemudian tersenyum penuh kemenangan. Rencana mereka sukses besar.

KHS

Sebuah mobil sport berwarna biru tua berhenti tepat di lapangan parkir yang sudah agak penuh tersebut. Sesaat kemudian, seorang pemuda kece berambut hitam kebiruan turun dari mobil mewah itu dengan gaya coolnya. Semua orang memandang takjub sosok sempurna itu. Tapi, tatapan itu langsung berubah horror ketika melihat apa yang di bawa pemuda tampan itu. Omg? Sejak kapan Uchiha Sasuke membawa benda seperti 'itu' ke sekolah? Semua pasang mata langsung katarak mendadak melihat pemandangan silau(?) itu. Bagaimana dengan sang obyek ? idih... dengan muka tembok pemuda bermarga Uchiha itu hanya cuek bebek dan melangkah memasuki area gedung sekolah dengan pede tingkat tinggi. Dan tidak lupa membawa 'benda' yang sejak tadi menjadi pusat perhatian seluruh pasang mata yang melihat.

'Setelah pulang nanti, Aku akan memeriksakan diri ke dokter kejiwaan.' Begitulah batin setiap orang yang tanpa sengaja melihat adegan nista-menurut mereka- yang baru saja terjadi.

"Ahh Sasuke, sejak kapan kau.." Lee teman sekelas Sasuke, menghampiri pemuda emo tersebut dengan wajah bingung nan terkesan aneh. Sasuke yang sejak tadi berjalan di koridor sekolah guna menuju kelasnya, langsung terhenti mendengar ucapan cowok serba hijau itu.

"Hn?"

"K-kau... sakit Sas? Kenapa kau membawa 'benda' seperti itu? Ini memalukan!" ucap Lee panjang lebar dengan satu tarikan nafas sekaligus menunjuk-nunjuk 'benda' yang dimaksud. Dia sungguh syok melihat teman Uchihanya itu berubah err...ajaib seperti ini. Kami-sama? Apa gara-gara hubungannya dengan Naruto yang konon kabarnya memburuk membuat otak jeniusnya konslet dan terbakar? Kenapa sikapnya berubah ooc –sekali- seperti itu?

"Hn, memang kenapa? dia lucu kan?" jawaban Sasuke itu membuat Lee hampir mati epilepsi mendadak. Apa katanya... Lucu? Sekali lagi. LUCU?

'What the hell?' inner si pemuda serba hijau pucat pasi. Dia mulai memandang Sasuke horor kemudian menggeleng-gelengkan kepalanya. Dia berjalan mudur kemudian...

"Aaaaa... kau bukan Sasuke. Dia sudah GILA! SINTING!" teriak Lee kesurupan mbak Kunti(?). dia berlari menjauh dan masih saja berteriak-teriak kayak orang gila. Tragis sekali dirimu Lee? Baru muncul perdana di fic ini tapi adeganmu sudah nista seperti itu. Ckckck author sableng.

'Siapa sebenarnya yang gila dan sinting di sini?' batin Sasuke tidak habis pikir dengan sikap teman sekelasnya itu. Haduuhh Sasuke? Tak tahukah kau sama sinting dan gilanya dengan Lee sekarang ini?

"Ya wis lah... ora urusanku." doengg! Logat Sasuke kok berubah jawa kayak gini sih? Lha, Author baru sadar kalau ternyata si pantat ayam jago berbahasa jawa juga. Hahahahha...

Dan sekarang semua tahu, entah itu Lee, Sasuke atapun Author semuanya sama sinting dan gilanya. =_='

Di kelas 11-1

"Jadi, akhirnya kau menuruti saran kami, Sasuke?" Neji , si pemuda coklat berambut panjang datang menghampiri sahabatnya yang saat ini tengah masuk ke dalam kelasnya dengan tampang datar.

"Hn."

Hening

Hening

Seluruh aktifitas yang ada di kelas terhenti ketika sosok Sasuke memasuki kelas. Bukan karena terpesona akan tampang kerennya, bukan juga karena Sasuke hantu atau apapun lah sejenisnya. Tapi karena pemuda itu masuk ke dalam kelas dengan membawa sebuah 'benda' err... seperti itu?

"Merepotkan." Gumam Shikamaru salah satu sahabat Sasuke. dia sebenarnya sedikit galau akan tindakan Sasuke kali ini. Mau di taruh dimana harga diri sang Uchiha?

'Mungkin... di taruh di pelelangan ikan?' inner Shika error.

"Ya sudah Sas. Selamat ehm... berjuang." Neji menyemangati sahabat karibnya kemudian membalikkan badannya hendak menuju bangkunya. Tatapan mata sang hyuuga entah kenapa berkilat jahil saat bertatapan dengan si pemuda Nara, salah satu sahabatnya.

'It's show Time' inner Neji menyeringai ganjil.

.

.

Naruto, Gaara dan Kiba, tiga sahabat karib bertampang uke(?) sejati melangkah melewati koridor dengan santainya. Sapaan demi sapaan menyambut hangat ketika para siswa berpapasan dengan mereka. Siapa yang tidak kenal trio uke KHS? Kebangetan banget samapi gak tahu. Why? Karena hampir seluruh orang yang ada di sekolah itu mengenal mereka yang katanya populer di kalangan siswa cowok tersebut.

"Jangan bertampang cemberut seperti itu, Naru? wajahmu jelek tahu." Ucap Kiba bermaksud menghibur, tapi entah kenapa di telinga si pemuda pirang perkataan itu termasuk mengejek dirinya.

"Jadi, Aku jelek gitu? Pantas saja Si Teme tidak mau bertemu denganku hari ini." Balas Naruto ketus dan terselip nada kecewa di dalamnya.

"Bukan seperti itu Naru. gahh... kenapa omonganku salah terus sih?" kiba mengacak rambutnya gemas. Entah kenapa, sahabat pirangnya berubah sensitif sejak di mobil tadi. Ngomong ini itu.. semuanya serba salah jika sudah berhadapan dengan si pirang. Lagi PMS kah, dia?

"Gaara...Bantu aku dong?" rajuk si pemuda coklat pada sahabat satunya. Tapi si pemuda panda itu hanya memandang Kiba seolah berkata ini-semua-derita-loe-Kib. Membuat Kiba pundung. Sedangkan Naruto mulai mempercepat langkahnya dengan tampang kesal dan kusut. Dia ingin cepat-cepat sampai kelasnya.

Greekk

Pintu kelas 11-1 di buka dengan agak kasar oleh Naruto. Dia akan berniat memasuki kelas ketika matanya langsung membulat sempurna melihat pemandangan yang ada di hadapannya. Dia sangat syok. Sungguh sangat terkejut.

"Sa-sasuke?" katanya memastikan jika pemuda yang berdiri di hadapannya adalah benar-benar kekasihnya. Orang yanng sejak pagi tadi membuatnya galau.

"Hn. Dobe"

"Kau, kenapa kau berdiri di hadapanku dengan membawa errr... Boneka rubah raksasa?" Naruto berwajah bingung.

"Ini untukmu, Dobe."balas Sasuke agak salah tingkah. Dia mati-matian tetap bertampang datar, padahal jauh di dalam lubuk hatinya dia sudah grogi.

"Apa? Untukku?"

"Maaf. Hanya ini yang bisa kulakukan untuk meringankan bebanmu atas insiden Kyuubi kemarin. Aku tahu, ini hanya sebuah boneka biasa, tapi setidaknya dia tidak berekor 9. Aku..." ucapan Sasuke terhenti karena Naruto tiba-tiba mengambil bonekanya dan langsung memeluk pemuda emo itu erat.

"Hiks... terima kasih Teme. Seharusnya kau tidak perlu berbuat seperti ini." Lirih Naruto terharu. Dia mulai nangis sesenggukan di dada kekasinya. Pemuda pirang itu sangat merasa bersalah dengan kekasihnya itu. Dia mengira kalau Sasuke marah dan menjauhinya. Tapi nyatanya, pemuda itu adalah satu-satunya orang yang memperhatikan dan mengerti akan perasaannya sesungguhnya.

"Jangan menangis Dobe. Aku tidak suka melihat air mata mu mengalir." Sasuke mengeratkan pelukannya. Berharap dapat mengurangi tangisan kekasihnya yang entah kenapa bertambah kencang.

Seluruh siswa yang ada di kelas terharu melihat adegan telenovela dadakan itu. Anak gadis sampai-sampai menitikkan air matanya saking terharunya. Tidak jauh beda dengan Neji dan Shikamaru yang saat ini tengah tersenyum tipis melihat pasangan romantis tersebut. Dan bagaimana dengan Gaara dan Kiba yang berada tidak jauh dari TKP? Kedua sahabat itu hanya tersenyum lembut nan teduh memandang ke arah Sasuke dan Naruto yang masih saja berpelukan.

"Ehm. Ada apa ini?" suara khas yang menggelegar memecah acara dramatis tadi. Semua siswa dengan tampang pucat menatap ke arah pintu yang -tidak jauh dari SasuNaru- berdiri Asuma-sensei dengan wajah galak andalannya.

"Jelaskan. Kenapa kalian berdua berpelukan di ambang pintu? Sekolah ini punya mbahmu apa!" teriak Asuma-sensei membuat semua siswa menutup telinganya saking kerasnya.

"Hn. Apa Sensei lupa? Sekolah ini memang milik kakekku, Uchiha Madara kan?" ucapan Sasuke itu membuat semua orang sweatdroop jamaah.

Krik

Krik

"Eh, benar juga ya?" Asuma-sensei meletakkan tangannya ke dagu, seolah berfikir.

Gubrakk

semua orang jatuh dengan gaya tidak elit.

.

Kawasan Universitas Internasional Konoha

.

Sesosok pemuda berambut merah berjalan di koridor kampusnya dengan tampang galau sedikit kusut. Hal itu membuat semua orang yang berpapasan dengannya memandang pemuda itu heran. Lha, sejak kapan seorang Namikaze Kyuubi bertampang seperti itu? Hancur sudah imej sangar nan bringas yang selama ini di junjung tinggi-tinggi olehnya.

"Hah... aku galau?" lirihnya edan. Apa-apaan itu? Author tidak habis pikir melihat tingkahnya. Buah apel yang ada di tangan pemuda itu hanya digigit sedikit. Padahal kalau biasanya, apel merah itu akan cepat habis saking rakusnya di makan.

Brukk

Karena memang tidak fokus akan jalannya, Kyuubi tidak sengaja bertabrakan dengan seseorang hingga membuatnya hampir jatuh terjengkang.

"Kau! Punya mata tidak? Jalan pakai mata jangan pakai dengkul!" teriaknya marah. Moodnya yang buruk bertambah buruk karena insiden tadi.

"Ahh... Kyuu-chan? Kau baik-baik saja? maaf menabrakmu."

Dheg

Suara ini?

"K-kau keriput?" kyuubi memandang pemuda berambut hitam di depannya dengan tampang kaget. Tapi kemudian ekspresinya berubah galak nan ketus.

" Hallo, Kyuu-chan? " sosok itu tersenyum manis ke arah Kyuubi yamg disambut tatapan sengit dari sang empunya.

"Cihh... jangan tersenyum seperti itu kepadaku. Kau membuatku mual." Jawab si pemuda merah tanpa perasaan.

"Aiishh... kau jahat Kyuu. Kau tidak rindu padaku?"tanya orang itu sok perhatian. Dia memandang Kyuubi diiringi seringai jahil tertempel manis di bibirnya.

"Dalam mimpimu, Keriput." Kyuubi dengan jengkel meninggalkan sosok itu sendirian. Kenapa bertemu dengannya di sini sih? Bukannya orang itu akhir-akhir ini sibuk dengan tugas akhirnya? Hahh... bertemu dengan seorang Uchiha Itachi adalah neraka dunia bagi Namikaze Kyuubi. Kasian?

T.b.c

Note : weww... sudah sampai chapter 4 ternyata? Gak nyangka diriku. So... bagaimana menurut anda sekalian? Tolong di kasih kritik dan sarannnya ya? #bungkuk

Errr... maaph banget updatenya lama. Daku memang tidak bisa seperti author2 lain yang bisa cepat upddate. Huhuhuuhu memang akhir2 ini tugas kuliahku numpuk banget di tambah sebentar lagi mau UTS... Hweeee... #curcol

Balasan review

Tia Hanasaki : iya... ortu naru emank sibuk kerja. Biasalah pengusaha terkenal... #plakk

Ooo... ItaKyuu ya? Masih di pertanyakan tu dua orang. Masalah jadian SasuNaru jangan khawatir... ntar ada Flashback nya kok. Ok maksih reviewnya... ^^

Jamcomaria : emank Sasu mesum... #di bakar

Kyuubi sungguh sungguhh sungguhh sugg-emmphh #bekep kaos kaki

Ok ini update...

Valenross : wahh... makasih pujiannya... #terharu

He ini SasuNarunya dah banyak.. bagaimana?

Anami Hime : iya... Kyuu emang jahat banget... #dorr

ItaKyuu masih di pertanyakan hubungannya(?) #abaikan

Okk ini di lanjutt... XD

Fu : biasalah Sasu kan orang nya gitu? Dasar aneh... #dibacok Sasu

ItaKyuu di tunggu aja ya?

Ok maksih review... ^^

Hem... kok pada nanya ItaKyuu ya? Apa mereka saking exisnya sampai orang2 pada nanyain? Kok ga ada yang nanyain gue sii... #duuaggh

Yoshh... REVIEW minna-san...

Haduh sampai lupa?

Happy Birthay Naru-chan sayang... #plakk. Maaf telatt... #tampang polos

Moga langgeng selalu ma Teme-mu. Ini fic spesial hadiah untukmu. (Naru: jelek ihh,hadiah apaan ini.) #author pundung

Hohohoho ok see yahh... #kiss bye