Cast: All BTS member

Pair: JiminxYoongi – and other~

Rate: T

~Gone~

.

Chapter 4

.

"Yoongi hyung."panggil Jimin.

Yoongi menelan ludahnya berlahan.

"N-ne?"bisik Yoongi.

Yoongi merasa badan mereka begitu dekat saat ini.

.

.

"Hyung, aku jatuh cinta padamu."Ia tidak bisa membendung perasaannya lagi. Jimin masih menatap lekat Yoongi. Berusaha memberi bukti bahwa yang dikatakannya bukan bohong. Memberikan semua ketulusannya lewat pandangan matanya yang menatap lurus manik kecokelatan di hadapannya.

Yoongi mengerjab – ngerjabkan matanya. Terlintas sedikit kilat keraguan dari matanya. Sementara Jimin makin mengeratkan genggamannya. Menyalurkan semua perasaannya agar dapat dirasakan Yoongi melalui sentuhan hangatnya.

"Hyung, maukah kau menjadi kekasihku?"Jimin memajukan lagi badannya berlahan. Sedangkan Yoongi masih terdiam menatap Jimin.

Berlahan bibirnya tertarik ke atas membentuk senyum manisnya, membuat Jimin yang melihatnya tersenyum menghentikan pergerakkannya. Memberikan tatapan bingung pada Yoongi yang kini masih tetap tersenyum padanya.

Tiba – tiba Yoongi memajukan badannya cepat. Menempelkan bibirnya pada bibir Jimin. Jimin yang kaget dengan gerakan tiba – tiba Yoongi hanya diam menatap mata Yoongi yang terpejam. Merasakan bibir Yoongi yang bersentuhan lembut dengan bibirnya. Terasa sangat hangat dan lembut walau hanya sekedar menempel.

Untuk beberapa saat tidak ada yang bergerak dalam posisi itu. Meresapi apa yang sedang mereka lakukan. Hingga akhirnya Yoongi melepas ciumannya dan memundurkan badannya.

"H-h-hyung..."kata Jimin terbata setelah tersadar.

"Apakah perlu ku jawab?"tanya Yoongi sambil tersenyum malu.

Jimin ikut tersenyum, tangan kanannya terangkat menangkup pipi Yoongi, sedangkan yang satunya masih menggenggam erat jemari Yoongi.

Didekatkan wajahnya dengan wajah Yoongi. Melihat itu, Yoongi memejamkan matanya kembali, begitupula dengan Jimin. Bibir mereka bersentuhan kembali. Dengan lembut Jimin mulai menggerakkan bibirnya di atas bibir mungil Yoongi. Menikmati bibir Yoongi yang terasa seperti candunya saat bersentuhan dengan bibirnya. Mengecap rasa manis yang terus menguar dari bibir mungil itu. Mereka terus melakukan ciuman panjang dan lembut, benar-benar tanpa nafsu di dalamnya. Hanya ingin menyalurkan perasaan mendalam yang selalu menimbukan desiran halus di dada satu sama lain.

Berlahan Jimin melepaskan tautan hangat mereka tanpa memundurkan tubuhnya. Membuat Yoongi membuka matanya dan saling berpandangan.

"Aku mencintaimu hyung."bisik jimin.

"Aku juga mencintaimu, Jimin."

Jimin menggesekkan hidungnya dengan hidung Yoongi. Saling tersenyum satu sama lain.

.

Yoongi menyandarkan kepalanya di bahu Jimin yang telah pindah terduduk di sampingnya. Kembali memandang keluar jendela bianglala. Jimin mengusap kepala Yoongi dengan lembut, menikmati alunan musik jazz yang terdengar memenuhi area Lotte World.

Berlahan bianglala yang mereka naiki mulai berputar lambat kembali. Mengiringi perasaan bahagia dua orang yang telah menjadi kekasih malam ini. Ah, jangan kita ganggu mereka yang sedang menikmati suasana romantis berdua.

.

~Gone~

.

Seokjin, Namjoon, Hoseok dan Jungkook sudah duduk rapi di ruang tengah rumah Yoongi. Menatap dua orang yang berdiri di depan mereka. Salah satunya tersenyum canggung melihat mereka berempat.

"Perkenalkan, dia Jimin. Orang yang menyelamatkanku waktu itu sekaligus, umm pacarku."kata Yoongi yang memelankan suaranya saat menyebutkan kata 'pacarku'.

"Annyeonghaseyo."Jimin membungkuk.

"Oh jadi ini yang namanya Jimin?"Seokjin tersenyum pada Jimin. "Yoongi banyak cerita tentangmu."lanjutnya.

Yoongi mendelik kecil mendengar ucapan Seokjin.

'Kenapa sekarang malah Jin hyung yang sering menggodaku sih?'batinnya.

"Wah... ayo kita rayakan. Jadi kita akan makan dimana Yoongi hyung, Jimin?"Namjoon berdiri sambil merentangkan tangannya.

Ting Tong

Suara bel rumah Yoongi berbunyi tiba – tiba. Yoongi yang mendengarnya tersenyum lalu pergi dengan berlari kecil membuka pintu rumahnya.

Beberapa saat kemudian, Yoongi kembali dengan beberapa kardus pizza di tangan kanannya dan beberapa plastik berisi tteokbokki di tangan kirinya.

"Ayo kita berpesta!"seru Yoongi mengangkat kedua tangannya.

"Yey, pizza!"teriak Jungkook sambil bertepuk tangan.

Mereka mulai memakan pizza dan tteokbokki yang dipesan Yoongi. Tak lupa Yoongi mengambil beberapa makanan ringan dan cola dari dapurnya.

Hoseok asyik berkaraoke menyanyikan lagu Bubble Pop dari Hyuna 4Minute sambil menirukan gerakan dancenya. Lima orang yang menyaksikan tingkahnya itu tertawa terbahak – bahak. Sesekali menyuiti Hoseok yang sedang menggoyang – goyangkan pantatnya.

"Ah aku capek bernyanyi."Hoseok meneguk cola kalengannya dan meletakkan microphonenya di sofa.

"Jimin – ah! Nyanyikan satu lagu untuk kami ah tidak untuk Yoongi."Seokjin meraih microphone dan menyerahkannya pada Jimin.

"Eh hyung, apaan sih. Jangan memaksa."Yoongi berusaha merebut microphone yang dipegang Seokjin namun dihalangi Seokjin.

Jimin tanpak berpikir sejenak.

"Baiklah hyung." kata Jimin akhirnya dan mulai berdiri mengambil microphonenya dari Seokjin. Seokjin mengacungkan jempolnya, sedangkan yang lainnya bertepuk tangan, selain Yoongi.

"Tes tes, boleh aku minta lagu Taeyang – You're My?"tanya Jimin sambil melihat Hoseok.

"Oh, oke."Hoseok segera menyetel lagunya dengan lagu yang diminta Jimin.

"Lagu ini aku persembahkan untuk Yoongi hyung."ucap Jimin sebelum menyanyi.

"Woohooo!"teriak yang lainnya heboh. Sementara Yoongi? Dia sedang menyiapakan mental agar tidak pingsan tiba – tiba.

.

"Eonje buteonga jeom jeom (Since some time ago)

Yeonlakage dwae naega meonjeo (I've been call you first, more and more)

Niga eopneun goseseon beolsseo ( I already call you baby at the places you aren't at)

Neol baby-ro bulleo nado cham ugyeo (It's quite funny to me, too)

You're my chocolate, my sweetest chocolate, I really wanna have you

Neomuna dalkom han neol neol gajigo shipeo, gajigo shipeo (You, who is so sweet I wanna have you wanna have you)" Jimin memulai nyanyiannya.

Namjoon menonton Jimin sambil memakan pizza. Jungkook mengeleng – gelengkan kepalanya menikmati nyanyian Jimin. Hoseok sibuk memperhatikan Jungkook, bagaimanapun lagu ini juga merupakan ekspresi hatinya pada lelaki imut di sampingnya itu. Seokjin mengangguk – anggukkan kepalanya pelan. Sedangkan Yoongi telah merona mendengarkan suara Jimin yang tengah bernyanyi untuknya.

"Nayege gidae shil suga ige gibun joheun haenbogeul neukkilsu ige, nae modeun geol dajulge (So that you'll be able to lean on me, so that you can feel a nice happiness, i'll give you my everything)

You're my ice cream, my sweetest ice cream, I really wanna have you

Neomuna dalkom han neol neol gajigo shipeo, gajigo shipeo (You, who is so sweet I wanna have you wanna have you)"

Jimin terus menyanyikan lagu itu. Mencurahkan perasaannya pada lagu tersebut sambil menatap Yoongi yang pipinya memerah. Hingga ia sampai pada bait terakhir.

"Naege sarangiran geol seonmul hangeon, yeah that's you (The one who gave me the gift of love, yeah that's you)

Naege nunbushin sarangeul jun danhan sarameun (The one person who gave me that dazzling love)

That's what you are, oh yeah, oh yeah, oh yeah

Nal bara boneun neoyege ije neo maneul wihan noraereul hae julkke, oh yeah, oh yeah (To you, who is looking at me, I'll sing a song just for you)"

"You're my candy
A lollipop candy
I really wanna kiss you
I really wanna love you"

Jimin menyelesaikan lagunya.

Semua yang ada disana bertepuk tangan meriah. Seokjin menyenggol bahu Yoongi, bermaksud menggoda.

"Wah, Jimin romantis ya. Dan sepertinya Jimin sangat mencintai Yoongi. Baiklah aku merestui kalian."Seokjin tersenyum.

"Jadi dari tadi kau belum merestui kami hyung?"tanya Jimin.

"Aku harus melihat dulu sedalam apa perasaanmu pada Yoongi. Dan kau membuktikannya. Selamat Yoongi – ah, akhirnya kau dapat pacar juga hehehe."Seokjin mengacak rambut Yoongi membuat Yoongi mendengus kesal.

Jimin yang melihatnya hanya bisa tersenyum. Merasa bahagia dengan kehangatan yang diterimanya dari Yoongi dan sahabat – sahabatnya itu. Tapi dia ingat untuk apa dia disini dan dia bisa saja menghilang dan pergi kapanpun. Membuatnya memperlihatkan pandangan sendunya dengan masih tersenyum. Dia takut jika Yoongi tahu semuanya, dia akan membuat Yoongi terluka nantinya.

.

~Gone~

.

Angin sore berhembus dengan agak kencang. Menerpa surai jingga seorang laki – laki yang tengah berdiri di luar sebuah kafe, menatap sungai Han di depannya. Tangannya membawa cangkir berisi kopi yang sesekali di sesapnya.

Dia sangat merindukan tempat ini. Suasananya, hawanya, dan keindahannya. Dia benar – benar merindukan Seoul.

Tiba – tiba sebuah tangan melingkar di pinggangnya. Kepalanya dicium lama oleh seseorang yang memberikan back hug padanya tersebut. Laki – laki bersurai jingga itu tersenyum hangat. Sebelah tangannya meremas tangan yang tengah melingkari pinggangnya.

Rasanya dia begitu merindukan pelukan, ciuman, dan sentuhan hangat seseorang di belakangnya ini. Bahkan aroma tubuh seseorang ini masih sama seperti di ingatannya.

"Seokie hyung."bisik laki – laki bersurai jingga itu.

"Aku merindukanmu Taehyungie."laki – laki yang memeluknya menaruh kepalanya di bahu laki – laki yang dipanggilnya Taehyung tadi. Dikecupnya pipi Taehyung lembut dan makin mengeratkan pelukannya pada tubuh kurus Taehyung.

"Aku juga merindukanmu Seokie hyung."ucap Taehyung ,mengelus tangan laki – laki yang memeluknya. Seokjin.

Seokjin memutar tubuh Taehyung berhadapan dengannya. Menatap tiap inchi wajah orang yang sangat ditunggunya sejak 1 tahun yang lalu.

Seokjin mengulurkan tangannya, membetulkan syal Taehyung yang tertiup angin."Kau makin cantik. Kau hidup dengan baik kan di London?"

"Mmm tentu saja. Aku senang disana."tangan Taehyung gantian merapatkan mantel Seokjin.

"Tapi karena tidak ada Seokie hyung, rasanya jadi kurang."lanjutnya.

Seokjin tersenyum. Rasanya dia sangat bahagia bertemu dengan kekasihnya lagi setelah 1 tahun berhubungan jarak jauh. Taehyung harus ke London mengikuti orang tuanya yang harus mengurus cabang perusahaan mereka di London.

"Kau tidak selingkuh kan hyung selama aku pergi?"Taehyung agak cemberut, memanyunkan bibirnya sedikit. Takut takut jika kekasihnya itu akan jatuh hati pada yang lain selama ia pergi.

Seokjin hanya terkekeh melihat kekasihnya yang begitu ia cintai. Tingkahnya saat cemburu benar – benar menggemaskan.

"Bagaima bisa aku selingkuh hmm? Aku terlalu sibuk menunggu seseorang pulang dari London."Seokjin mencium bibir Taehyung kilas. Membuat Taehyung kembali tersenyum.

"Orang tuamu sehat kan?"tanya Seokjin sambil menyelipkan rambut Taehyung yang tertiup angin ke belakang telinganya.

"Iya, appa dan eomma sehat. Mereka titip salam untukmu sebelum aku pulang ke Seoul."

Taehyung kembali menyesap kopinya lalu di letakkannya cangkir kopi tersebut ke atas meja.

"Ayo hyung, aku juga merindukan yang lainnya."seru Taehyung sambil melompat – lompat kecil.

Seokjin tertawa melihat pacar kekanakannya itu. Segera ditariknya koper yang berada di samping meja kafe lalu menggandeng tangan Taehyung. Keluar dari kafe dan memasuki mobilnya.

"Apa Yoongi hyung masih sering bertengkar dengan Hoseok hyung dan Namjoon hyung?"Taehyung membuka suara seraya melepas syal yang melilit lehernya lalu menaruhnya ke jok belakang mobil.

"Ya begitulah. Kau kan tahu mereka seperti apa."jawab Seokjin sambil sesekali melirik Taehyung. Taehyung terkekeh kecil mendengarnya.

"Omong – omong, Yoongi sudah punya pacar."lanjut Seokjin.

Mata Taehyung membulat, "Benarkah?"

Taehyung agak kaget. Pasalnya, Yoongi hyung yang dikenalnya sangat susah didekati. Dengan temannya saja dia sering jutek. Dan sekarang dia mendengar Yoongi hyung punya pacar? Orang hebat seperti apa yang bisa meluluhkan hati Yoongi hyung?

Seokjin menghentikan mobilnya di lampu merah yang menyala."Dia mengenalkan pacarnya kemarin pada kami. Aku menyukainya, ku pikir mereka sangat cocok."

Mendengar itu, Taehyung mengguncang lengan Seokjin pelan."Aku harus melihatnya hyung."

"Akan ku suruh Yoongi membawa pacarnya nanti malam saat pesta kepulanganmu."Seokjin mengecup bibir Taehyung dan mulai menjalankan mobilnya kembali. Taehyung tidak merespon. Dia merasa ada sesuatu yang terjadi. Entah mengapa, dia tiba – tiba mengingat seseorang di masa lalunya yang telah pergi.

.

~Gone~

.

DOR!

"Wohooo! Taehyung kemabali!"

Kertas warna – warni menghujani tubuh Taehyung.

Jungkook dan Yoongi bertepuk tangan. Sesekali ikut meneriakkan ucapan selamat datang untuk Taehyung. Seokjin bergabung dengan tangan membawa nampan berisi snack dan kaleng soda. Di letakkannya di atas meja yang berada di halaman belakangnya yang telah dilingkari oleh 5 orang lainnya.

"TaeTae hyung akhirnya pulang juga. Jungkook kangen sekali sama TaeTae hyung."Jungkook tersenyum lebar pada Taehyung.

"Benarkah? Hyung juga kangen kok dengan Kookie. Oiya, hyung belikan oleh – oleh lho buat Kookie. Nanti waktu hyung sudah membongkar koper, oleh – olehnya hyung kasihin ke Kookie."

"Lho, kalian sudah saling kenal?"Namjoon mengerutkan dahinya.

"Tentu saja. Kookie dan aku sudah kenal sangat lama. Waktu itu Kookie sedang liburan di Seoul dan Seokjin hyung mengenalkannya padaku. Aku langsung menyukainya. Dia begitu menggemaskan."Taehyung mencubit pipi Jungkook membuat Jungkook mengerang kecil.

"Hyung, sakit tau."Jungkook cemberut, memanyunkan bibirnya.

Taehyung yang melihatnya malah makin mengeraskan cubitannya"Aish, imut sekali."

"Aaa hyung!"teriak Jungkook memukul kecil tangan Taehyung.

"Ah, mianhae. Hihihi."Taehyung meringis melihat Jungkook yang makin cemberut. Taehyung jadi merasa bersalah. Dia tahu, jika Jungkook marah, dia akan sulit memaafkan.

"Senyum dong. Maafin hyung ya. Oleh – olehnya nggak jadi lho."

Mendengar itu, Jungkook menoleh ke arah Taehyung cepat."Eh eh, iya iya Jugkook maafin deh."

Dan semua yang ada disana tertawa melihat tingkah Jungkook. Benar – benar seperti anak TK yang terjebak di seragam SMA.

Seokjin membukakan sebuah kaleng soda lalu diberikannya pada Taehyung. Taehyung bergumam terimakasih lalu mulai meneguknya. Dan Taehyung mengingat sesuatu.

"Yoongi hyung, hyung sudah punya pacar ya?"

Yoongi yang sedang asyik memakan snack tersedak mendengar pertanyaan Taehyung.

"Uhuh uhuk, oh i-iya."

"Mana pacarmu hyung?"

Yoongi meraih minumannya lalu meneguknya cepat sebelum menjawab pertanyaan Taehyung."Dia bilang tidak bisa datang. Ada urusan katanya."

"Yah, kok begitu? Padahalkan aku ingin melihat orang yang bisa menaklukkanmu hyung."

Yoongi mengendikkan bahunya."Mungkin lain kali Taehyung – ah."

"Omong – omong cara bertemu mereka romantis lho Tae – ah."Namjoon tiba – tiba ikut bicara.

"Benarkah? Ceritakan ceritakan."Taehyung menyamankan duduknya.

"Mereka bertemu di kafe saat gerimis turun. Lalu Yoongi hyung lupa membawa payungnya. Akhirnya pacarnya itu mencari Yoongi hyung untuk mengembalikan payungnya. Dan kau tau? Yoongi hyung hampir saja tertabrak mobil. Lalu pacarnya menyelamatkannya. Dan yah, sekarang mereka pacaran."Namjoon menceritakannya panjang lebar sambil mengingat – ingat kejadian yang pernah Yoongi ceritakan.

Dan Yoongi kini tengah merona. Dia jadi mengingat pertama kali dia bertemu Jimin. Ah, sekarang ciuman pertamanya dengan Jimin jadi berputar – putar kembali di kepalanya. Pipinya jadi makin merona.

"Tapi hyung, ada yang aku pikirkan."Namjoon menyenggol bahu Yoongi yang tengah memegangi pipinya.

"Apa?"

"Kau tidak sengaja meninggalkan payungmukan saat itu?"

Ziiingggg...

Semua yang ada disana menatap datar Namjoon.

Tuuukkk

"Aw hyung!"Namjoon mengelus kepalanya.

Yoongi baru saja menjitak kepala Namjoon yang membuatnya kesal.

"Kau pikir aku apa sengaja meninggalkan payungku?! Kau pikir aku juga sengaja berdiri di tengah jalan agar diselamatkannya?! Kau pikir aku gangguan jiwa?!"

Yang lainnya menutup mulut mereka, mencoba menahan tawa mereka yang mulai pecah. Tentu saja mereka tidak mau terkena jitakan Yoongi juga jika mereka sampai tertawa kencang.

"Rasakan kau hihihi"Hoseok berkata pelan.

"Sudah – sudah, ini kan pesta. Kenapa malah bertengkar seperti ini. Ayo kita nikmati pesta kepulangan Taehyung."Seokjin membuka suaranya. Mencoba menengahi Yoongi dan Namjoon.

"Sekarang cheers..."Seokjin mengangkat kaleng sodanya.

5 orang lainnya ikut mengangkat kaleng soda mereka masing – masing.

"CHEERSSS..."seru mereka semua.

"Eh hyung omong – omong, nama pacarmu itu siapa?"

Yoongi menoleh dan menatap Taehyung.

"Jimin. Park Jimin."

Seketika Taehyung menyemburkan soda yang diminumnya. Matanya membulat dan bibirnya terbuka sedikit. Dia menatap tidak percaya Yoongi.

"Park Jimin?"ulang Taehyung berlahan. Mencoba memastikan pendengarannya.

"Ya. Kau mengenalnya?"

Taehyung tak merespon dan tetap menatap tak percaya Yoongi.

'Ini tidak mungkin. Kim Taehyung, ini benar-benar tidak mungkin.'batin Taehyung.

.

.

To Be Continued

.

.

A/N

Halo semua...

Aaaaaa... apa yang aku lakukan pada ff ini. Maafkan fantasi ku yang aneh dan gaje ini.

Oiya, Minal'Aidin Wal Faizin mohon maaf lahir dan batin. Maaf kalau selama ini ada salah atau tidak berkenan dengan ff-ku :)

Baiklah seperti biasa, sesi balas review...

Kamong Jjong: Hehehe Yoongi selalu tersipu kalo sama Jimin kkk~

TKTOPKID: Aku juga berandai-andai kalo itu nyata hahaha._. JinTae-nya udah aku keluarin tuh. Chapter 4 updated :D

naranari2: Hehehe maaf ya, kedepannya diusahain akan diperbaiki lagi :D

N-Yera48: Aku tidak akan membiarkan Hoseok menodai Kookie nan unyu itu. Chapter 4 updated :D

TaeKai: Penasaran ya? Emang itu tujuannya/plak/ Tae udah aku keluarin nih hihihi...

maya han: Aduh aku jadi bayangin Jimin jadi balerina-_-" kkkk~ Hehehe soalnya Suga aku bikin lebih dominan di sini. Oke, fighting juga ya!

Ryosugaa VIP: Jimin manusia bukan ya?/ditendang XD

JSBTS: Jimin hantu bukan ya? Kkkk~ Hayo apanya yang panjang? :/-_-" Sudah lanjuttt...

armybana575: Jin hanya untuk Tae sepenuhnya.-. gak pinter bikin cinta bersegi-segi sih. Nah iya, Jimin pelihara tuyul kayaknya._. Kasian Namjoonnya kalo HopeKook momentnya lanjut wkwkwk... Tae udah keluar nihh.. Chapter 4 updated, fighting juga yaa

Phylindan: Udah Jimin kamu ngilang aja sana :/ Ini sudah terlanjutkan :D

KimmyJinV. s: Tae udah keluar nih. Jimin dedemit kece kali ya? Hehehe makasih yaa, ini udah update :D

izz. sweetcity: Tuh kan Jimin, kamu makhluk apasih?/digebukin. Hayo, mereka ngapain tuh XD Tae terlalu unyu untuk dijadiin orang ke-3 hihihi...

Y. Sunshine: Ini chapter 4 sudah update :D

littlesugar: Hehehe makasih :D Mmm duh endingnya gimana ya?._. Chapter 4 updated :D

cute voodoo: Hihihi XD oke ini dilanjut chapter 4 nya..

tifagyeomi97: Hahaha.. Ini chapter 4 sudah lanjut :D

.

Mmm...BTS mau comeback ya? Iya ya? Ya? Iya?/apaansih/

Dark & Wild ya? Mmm, judulnya itu loh ya kan jadi berfantasi lagi wkwkwkwk XD

Ohiya ada kabar gembiraaaa...*bukan mastin, udah nggak jaman. Lupakan.* Chapter depan bakalan terbongkar siapa Jimin sebenarnya muehehehe...

Untuk semua yang sudah review saya ucapkan terimakasih :D Mind to review again? Kekeke...

Untuk siders siders tersayang, makasih udah baca ff aneh ini, tapi aku masih mengharapkan review kalian :D

Oke sampai jumpa di chapter berikutnya...*pyong*/ngitung Comeback Trailer/

RnR juseyooo...