Hollow, eh salah, halooo, aku kembali, minna, ini Anya Hitsugaya yang tengah berganti nama menjadi Yukio Masaki...dan ini adalah akhir dari cerita menyedihkan ini, cerita aneh yang dipadukan dengan efek supernatural ala author gila yang kabur dari RSJ 'BLETAK!' sebenarnya aku bingung awalnya. Mau lanjutin sampe chapter 5 ato ga, tapi aku ga tau lagi harus melanjutkan ceritanya gimana, biarlah, YANG PENTING OKE! (*dibakar masa). Okweeh back to story, eh salah, let's begin this last story.
Disclaimer: Tite Kubo
Pairing: IchiRuki
Genre: Humor, Friendship
.
.
.
Dukun gue, dukun terbolot
.
.
Ichi dan Ruki pulang dengan perasaan yang SEDIKIT berbinar-binar, sebenarnya tu anak dua sedikit heran ama ntu dukun, nyantet ko dikasih kayu buat nyate. Ah tapi tu anak dua percaya aja ama semua barang yang udah dikasih ama tu dukun.
.
.
.
Keesokan harinya, pasangan pasien RSJ itu, eh salah, duo murid gelo itu masuk ke kelas, dan didapatinya Urahara tepar mengenaskan, eh salah, sudah berada dalam kelas tempat mereka ngemis ilmu. Saat si guru yang dengan sukses masih nunduk gara-gara pelet yang dikasih sama Ichi dan Ruki, Urahara nanya dengan sok sweatdrop, padahal jelas tu guru ga ada manis-manisnya. Manis sih, diliat dari Liberty pake sedotan yang diameternya 0,001 cm.
" Ichigo, apa kau bisa menjelaskan tentang materi Biota barusan?."
" Apah? Botani? Ga ah, lagi ga punya duit buat ke Botani, itu kan mall yang isinya anak-anak kaya semua."
" CONGE! Biotaaa! Bukan Botani!."
" Ohh, Biota toh, sangkain apa."
" Cepet jelasin."
" Siapa bilang saya mau jelasin? Saya cuma baru engeh doang, wuee." Kata Ichigo sembari menjulurkan lidahnya.
" Murid geloooo lu!." Kata Urahara sambil ngamuk-ngamuk ga jelas, dan sukses mendatangkan petugas RSJ ke SMA Karakura, eh jangan deh, ga ada yang dijailin, mengingat Renji sudah leungit jadi monyet di tukang monyet.
Ichigo yang melihat hal itu hanya bisa tersenyum miris dan membentuk kedua jarinya seperti huruf V, sementara Rukia yang prihatin melihat keadaan teman sesama gilanya langsung tanggap.
Cat: Botani itu nama Mall terkenal di kota saya XD .
" Eh jeruk bloon, baru aja dijelasin udah ngedon, makanya otak jangan ditaro di kepala, tapi di dengkul (lho?~)."
Rukia yang kayanya udah puas banget ngatain Ichigo, bukannya belain temen sintingnya itu, mulai mencoba menjelaskan tentang arti dari biota .
" Sensei, aku tau apa arti dari biota!."
" Apa Kuchiki."
" Kasih tau ga ya? kasih tau ga ya?."
Saat sedang enak-enak mikir ga karuan, Urahara melempar linggis ke kepala Rukia, dan tidak lupa dengan mode slow motion. Dengan kekuatan penuh, Urahara melempah linggis itu pada Rukia, Ichigo yang melihat itu panik.
" AWAS MIDGET !."
" Kenapeh?."
Rukia melihat ke arah Urahara, yang sudah mampang senyum iblis Hades,mata Rukia seketika membulat saat Urahara mulai melempar linggis itu, murid lain yang melihat hanya bisa mangap sampe ngacay. Rukia yang refleks langsung melindungi dirinya dengan membentuk kedua tangannya menjadi huruf X. Dan karena takut Rukia memejamkan mata, tapi...
" Ichigo, linggisnya sudah lewat belum?."
" Lewat pala mu pe'a, noh, liat aje pake mata lo ."
Saat Rukia melihat, BENAR! Linggis itu berslow motion ria, sampe bisa ditangkep ama Rukia. Saat linggis keji itu sudah ada di tangan Rukia, terukir senyum ala hollow milik Rukia, yang mampu membuat semua orang terpesona, eh salah... kejeng-kejeng. Dengan otak yang ber IQ tinggi, yaitu 80 #eh?~ (dibakar Rukia FC) Rukia dengan melempar balik linggis itu ke Urahara.
Urahara yang hampir ngompol karena ketakutan, mencoba lari, tapi sayang dirinya terkena racun slow motion, dengan model bibir yang mangap-mangap kaya ikan, Alhamdullilah linggisnya kena Urahara, wuahahahaha! (dikubur idup idup sama Urahara FC).
Urahara *yang masih nunduk* bilang.
" Eh lo anak setan dua! Ane setrap lo lo pade di luar, ane udah enek liat muka kalian, minggat lo dari kelas gue!" kata Urahara yang pake nada TOA sambil mengeluarkan semburan sungai dari mulutnya.
IchiRuki : " Ta...tapi pak, kita kan Cuma mau blak-blakan (loh ko jadi Joni blak-blakan?) kita janji deh ga bakalan ganggu lagi, suer."
" Ga ada ampun buat lo lo pade, minggat lo!."
Akhirnya karena tidak ada pilihan lain selain menyerah, Ichi dan Ruki keluar kelas. Tapi sebelumnya, mereka berdua bilang.
" Pak yakin nih kita disetrap?." kata Rukia sambil majang muka melas.
"Tch!." Kata Urahara yang sok jaim. -_-
BRAKK!...
Urahara pun menutup pintu kencang-kencang.
Ichigo dan rukia yang meratapi nasib mereka, langsung menyanyikan lagu Wali yang judulnya "TOMAT" !
Ayo kita denger anak dua itu nyanyi.
Ingat mati ingat sakit, ingatlah saat kau sulit ingat ingat hidup Cuma satu kali... berapa kali maksiat... berapa kali...
Saat Ichigo dan Rukia sedang asik-asik nyanyi lagu tomat pake kecrekan yang dari tutup botol bekas, bak lagi ngamen, Urahara berteriak.
" WOY! INI BUKAN TEMPAT NGAMEN!"
Mereka berdua terdiam, dan tiba-tia pundung sendiri, akhirnya mereka berdua nangis kaya anak ilang, pas banget! Saat itu pala kinclong eh, maksudnya kepala sekolah alias si Ikaku lewaaat, sambil memancarkan cahaya-cahaya dari pantulan sinar matahari yang terpantul lewat palanya yang bak kaca itu ._. .
" Eh? Ada anak ilang? Wahahaha..."
Hanya itu yang dikatakan kepala sekolah kampret itu.
" Bangke emang, denger kaga lu? Barusan pala kinclong ngomong ape?."
" Iyeh, gue denger! Mending sekarang aja kita nyantet tu orang, biar tamat idupnya!"
" eRTe masbrooh! Ayo langsung aje kita cabot ke ruangannya!."
Dengan amarah yang surut, eh salah , dengan amarah tingkat hollow, mereka pergi ke ruangan kepala sekolah, dilihatnya kepala sekolah lagi minum sake samil ngomong-ngomong sendiri kaya orang gila tengah sungai (?).
Ichi dan Ruki yang emang ga pernah pikir panjang, langsung mengeluarkan tusukan santet yang diberikan dukun gelo langganan ntu anak dua. Awalnya Ichigo dateng pura-pura bawa kertas.
" Permisi pak, ini ada surat dari klub sepak bola, katanya mereka minta izin untuk lomba."
" Lomba apeeh?" kata Ikaku yang masih setengah mabok!
Sementara Rukia berjalan ke arah belakang sambil membawa tusuk sate itu, ckckckc...
Saat Ichigo dan pak KINCLONG itu sedang ngobrol tentang grup sepak bola yang mau ikut lomba (tapi sebenernya mah boong itu), tiba tiba, pala KINCLONG menjerit
" AAAAAAAAA... JAROOOM!"
" Cepat Rukiaa! Tusuk lebih dalam!"
"Udah nyet!"
" Heh kunti dua! Sakit kampret! Lo kire gue daging ayam apehh? Ditusuk pake tusukan sate?" kata Ikaku sambil ngamuk-ngamuk gaje.
Sementara tu kepala sekolah KINCLONG asik ceramah sambil muncrat-muncratin ludah, Ichi dan Ruki malah ngabrit ke taman lawang, eh salah, keluar ruangan.
.
.
.
Saat bel pulang sekolah, Ichi dan Ruki pulang bareng sambil merenungi segala kejadian yang tengah mereka lakukan, lalu Rukia memecah keheningan antara mereka berdua.
" Eh stroberi, eh bukan, eh jeruk! Ko kayanya barang-barang dari tu dukun kaga manjur ya? -_-"
" Iya, apa jangan-jangan dia boong ya? tu dukun lebih mirip kakek-kakek tukang dugem daripada dukun."
" eRTeh selain itu, kepala sekolah KINCLONG ga mate karena disantet malah jerit-jerit kesakitan doang."
" Terus, si D'Masip (de mata sipit) juga ga tunduk ama kite, tapi malah ngocol ajeh tiap hari, sungguh aneh tapi emang aneh."
" yaowes lah, besok balik aja kesana, mau tak?"
" Iya deh -_-"
.
.
.
.
Keesokan harinya, saat pulang sekolah, Ichi dan Ruki kembali ke tempat dukun tersebut.
" Sumpeh, gue enek liat muke tu kakek-kakek geblek, sekarang aje pengen muntah, ambilin tong sampah dong."
" Ambil sendiri, yang muntah kan lo! Bukan gue! Dasar MIDGET!"
" Heh jeruk! Pulpy orange yang ada di iklan, jangan belagu deh lo, mentang-mentang tinggi! Jawab Biota aja Botani, conge lu numpuk ya -_- "
Lalu saat mereka sedang berbacot ria, tiba-tiba keluarlah sosok pocong, bukan si pocong yang di twitter yah, yang ngarang buku Pocong Juga Pocong ._. Itu mah ganteng (curcol).
IchiRuki : " POOOCCCOOONNGGG!"
" Eh nyet! Ane buka pocong! Ane dukun langganan lo lo pade!"
" Ah! Si mbah, bikin kaget aja."
" Yang kaget siapa? Kalian kan? Bukan ane? Apa urusannye? BTW ngapain kalian balik kesini? Mau ngapain lagi?"
" Cuma mau nanya 3 hal -_-"
" Oh oke oke, ayo masuk ke ruang diskotik ane."
.
.
.
Saat sampai di ruangan, mereka duduk di pinggiran meja jampe-jampe punya si mbah, tanpa basa basi, Ichi dan Ruki langsung bertanya pada intinya.
" Mbah, mau nanya. Pertanyaan pertama, kenapa pelet yang dikasih si mbah waktu itu, ga bisa buat ntu guru sipit tunduk ama kite kite?."
" Kedua, kenape alat santet yang mbah kasih kemaren kaga ber epek (baca*efek)?."
" Terakhir, kenapa mbah pake kostum pocong? Ngikutin si poconggg yang di twitter bukan? Ga akan tenar mbah, si poconggg twitter mah ganteng, ga kaya mbah, udah peyot!."
" Oke oke, ane jawab satu satu. Pertama kalian minta pelet biar tu guru nunduk ama kalian kalian pade, ane kasih bedak nunduk, yang bisa buat ntu guru nunduk, ane yakin sampe sekarang pasti tu guru masih nunduk. Kedua kalian minta alat buat NYATE, yaudah ane kasih tusuk SATE. Ketiga ane lagi belajar cara makein kain kapan (baca*kafan) kalo nanti ada orang meninggal." Kata tu dukun dengan nada sok bijak.
IchiRuki: " KAMPRET NI DUKUN, UDAH GEBLEK! CONGEAN PULAAA!"
.
.
.
End story...
Keesokan harinya, entah mengapa, pelet yang bikin Urahara nunduk nyebar ke satu sekolah, jadi satu sekolahan nunduk semua, baik murid maupun guru. Hal ini juga berlaku pada Ichigo dan Rukia.
Karena mereka nerdua tidak tahan, mereka kembali ke dukun dan bertanya, apa obat untuk menyembuhkan pelet ini...
IchiRuki: " Mbah, gimana cara nyembuhin ni pelet nunduk? Jadi nyebar U know!"
" Gampang aja, kalian Cuma perlu tampungin iler ane, trus guyur ke badan kalian kalian pade, hehe."
IchiRuki: " WHAAAAAT?"
THE END...
Gimanaa ceritanya? XD happy ending kaan? *dibakar massa*.
Rukia : " Apa-apaan neh? Gue kaga mau idup gue trags kaya gini!." *author disabet pake sode no shirayuki*
Ichigo: " Author kampreet! Gue tuh pinter! Kaga geblek!" *dimutilasi pake zangetsu*
Author: "Sekian minna, tolong review, sebelum author kalian keabisan darah dikeroyok sama IchiRuki, Arigatou ^^ "
