Ish : VOI! Updatee...
Teru : ( Untung moodnya master dah balik, jadi bisa update... )
Ish : Ahahaha, Ish seneng neh di sekolah lagi sepi pelajaran, jadi bisa lanjut fanfic di kelas ohohoho...
Tiba-tiba ada seseorang yang datang tak diundang, *pulangnya juga Ish ogah nganter*
Laki-laki gorila (L2G) : WOI, AUTHOR GEBLEG!!!!
Ish : Glek! (Ini manusia gorila satu ngapain ada disini? perasaan Ish ga ngundang deh...)
L2G : GW MAU PROTES!! MASA UDAH SAMPE CHAPTER 4 GW BLOM JUGA DIKASIH NAMA SEH?! dapet peran antagonis gw terima, dapet peran tersiksa masih juga gw terima, tapi ga dikasih nama? itu penghinaan!! gw datang untuk menuntut keadilan!!
Teru : Wa-Waduh, ma-master, gimana tuh? ada chara yang protes...
Ish : (aduh, bikin repot aja sih nih gorila, tau gitu ga Ish bikin...) Ng, maaf ya, Ish lupa ngasih nama ehehe...
L2G : 'ehehehe' lagi! siapa suruh lo ketawa hah?! pokoknya gw minta dikasih nama di chapter ini, TITIK!
Ish : I-Iya! ( Eh buset, nih gori maksa banget dah...)
L2G : Hmph, yaudah, buruan bacain disclaimernya!
Ish : Hah?
L2G : DISCLAIMERNYA DODOL! BURUAN!!
Ish : I-Iya! Ouran high school host club belongs to Bisco Hatori-sensei, NG Life belongs to Mizuho Kusanagi-sama, but NG Day belongs to Ish. Enjoy! (Ada gori jadi keburu-buru nih, ga asik...)
....
...
..
L2G : WOI CERITANYA UDAH MULAI!!
...... ( Ya udah deh, mulai aja *GJ!*)
Laki-laki gorila itu menatap Kyoya tajam, kemudian mengacungkan jarinya tinggi-tinggi sebelum menunjuk ke arah Kyoya. " Ingat ya laki-laki berkacamata! Kau sudah menerima tantanganku, jadi kau nggak boleh kabur!"
Kyoya hanya mendengus geli. Kabur? Sayang sekali itu bukanlah sifat Kyoya. " Tenang saja, aku tidak akan kabur." Kata Kyoya kalem. " Jadi kita berduel apa?"
Laki-laki gorila itu terdiam. Ups, dia juga belum memikirkan duel apa yang akan mereka lakukan. Habis dia terlalu bersemangat untuk mengalahkan Kyoya sih! " E-Err... akan kuberitahukan duelnya nanti! Sekarang lebih baik kau persiapkan dirimu baik-baik! Ingat! Jangan kabur!"
Setelah menantang Kyoya, laki-laki gorila itu pun kembali menghilang di antara kerumunan rakyat jelata. Wakil ketua host club itu hanya menghela nafas pelan kemudian kembali menggandeng tangan Kaoru. " Ayo, tadi kau bilang kau mau main wahana yang itu kan?" Ajak Kyoya pergi.
" Tapi senpai, apa nggak apa-apa yang tadi dibiarkan?" Tanya Kaoru terdengar cemas.
" Tenang saja, dilihat dari cara bicaranya dia pasti juga belum menentukan duel apa yang harus kulakukan. Sambil menunggu, nggak ada salahnya kan kita bersantai dulu?"
Kaoru hanya melenguh pelan. Dasar Kyoya-senpai, dari dulu tidak pernah berubah. Tidak peduli dalam posisi terdesak pun dia tetap terlihat tenang. Batin Kaoru.
" Ya sudah, jadi kita mau naik wahana itu?" Tanya Kaoru. Matanya menatap wahana Very Very Super Fantastic Miracle Jet Coaster dengan tatapan berbinar-binar. Terlepas dari semua masalah yang ada, ternyata adik kembar Hikaru itu benar-benar ingin menaiki wahana yang terlihat sangat memacu adrenalin itu.
Kyoya tersenyum tipis. " Iya, ayo." Ia pun menarik tangan adik kelasnya itu dan melangkah pergi menuju wahana yang diidam-idamkan Kaoru.
Setelah naik Very Very Super Fantastic Miracle Jet Coaster beberapa kali, Kyoya memutuskan untuk beristirahat. Tidak hanya capek mengantri di saat taman bermain itu sangat ramai, tapi ternyata naik wahana itu bersama Kaoru benar-benar membuat Kyoya jantungan. Anak laki-laki ketiga keluarga Ootori itu duduk sambil menengadahkan kepalanya. Ia memejamkan matanya dengan wajah terlihat sedikit pucat. " Aku mohon Kaoru, lain kali jangan membuatku jantungan lagi." Pinta Kyoya pelan. Kaoru yang duduk di sebelah hanya nyengir lebar.
" Memangnya aku berbuat apa? Aku kan tidak berbuat apa-apa." Elak Kaoru masih sambil nyengir jahil.
Kyoya membuka matanya kemudian melirik ke arah adik kelasnya yang masih tersenyum dengan jahil itu. Sedikit banyak wajah wakil ketua host club itu berubah masam juga. " Berulang kali kau tidak menutup pintu dengan benar. Kupikir jantungku berhenti berdetak sebelum kau jatuh."
Ya, berulang kali mereka berdua naik wahana Very Very Super Fantastic Miracle Jet Coaster yang berkecepatan 200 km/jam itu. Berulang kali juga entah sengaja atau tidak, Kaoru tidak menutup pintunya dengan benar dan akibatnya ia nyaris jatuh setiap kali mereka naik. Untung Kyoya selalu sigap menolongnya, kalau tidak entah apalah jadinya.
Kaoru masih nyengir saja, sepertinya dia sama sekali tidak merasa bersalah. " Lumayan untuk memacu adrenalin kan?"
Alis Kyoya terangkat saking sebalnya. Adik kelasnya yang satu ini jelas ingin mengerjainya. Tapi ya sudahlah, sifat iseng Kaoru kan sudah terkenal, jadi Kyoya maklum saja deh.
" Sekarang kita mau kemana?" Tanya Kyoya memulai pembicaraan baru.
" Hm, terserah senpai saja. Tadi kan aku sudah memilih, sekarang giliran senpai."
Kyoya melihat sekeliling dengan malas. Suasana yang ramai yang dipenuhi oleh rakyat jelata sudah merusak mood Kyoya duluan. Duh, rasanya ia jadi ingin cepat-cepat pulang. Namun belum juga semenit pikiran itu terlintas di kepala Kyoya, mendadak sosok laki-laki gorila terlihat mendekat ke arah Kyoya.
Kyoya menghela nafas pelan. Rasanya tidak ada waktu untuk beristirahat. Batin Kyoya.
Dugaan Kyoya benar, karena begitu mendekat ke arahnya, laki-laki gorila itu langsung berteriak menantangnya. " Hoi! Laki-laki berkacamata! Aku sudah menentukan duel kita!"
" Apa?" Tanya Kyoya dengan nada tak niat. Ketimbang melayani tantangan laki-laki gorila ini, rasanya Kyoya lebih ingin pulang ke rumahnya. Toh kalau dipikir juga tidak ada untungnya juga untuk Kyoya. Buang-buang waktu dan tenaga percuma.
" Kita berduel disitu!" Laki-laki gorila itu menunjuk ke arah kerumunan orang di arah jam 3. Kyoya menggerakkan matanya mengikuti arah yang ditunjuk oleh laki-laki gorila itu, begitu juga dengan Kaoru. Di arah yang ditunjuk oleh laki-laki gorila itu ternyata ada sebuah perlombaan yang ramai oleh pengunjung. Kyoya menaikkan kacamatanya yang turun dengan sebelah tangan kemudian kembali menatap si laki-laki gorila.
" Maksudmu kau mau kita ikut perlombaan disana?" Tanya Kyoya memastikan.
Laki-laki gorila itu mengangguk dengan semangat. " Ya! Tapi untuk ikut pertandingan itu kau butuh satu partner. Tidak masalah kan? Kau bisa mengajak 'adik kelasmu tersayang' itu."
Kyoya melirik ke arah Kaoru sekilas sebelum ia kembali mengalihkan pandangannya pada laki-laki gorila itu. " Tidak, aku tidak mau melibatkan Kaoru dalam duel konyol ini."
" Kau bilang apa?! Duel konyol?! Ini menyangkut harga diri seorang laki-laki tahu!" Geram si laki-laki gorila emosi.
" Terserah, tapi seperti kataku tadi, aku tidak akan melibatkan Kaoru." Kyoya pun tersenyum tipis pada adik kelasnya itu. " Tidak mungkin kan aku membiarkan 'adik kelasku yang manis' ini ikut-ikutan duel bodoh yang bisa membuatnya terluka?"
" Kyoya-senpai..."
" Hmph! Bilang saja kalau kau takut untuk berduel denganku!"
" Tidak, kau pikir untuk apa aku takut untuk berduel dengan rakyat jelata sepertimu?"
Urat di wajah laki-laki gorila itu semakin menegang karena menahan emosi. Kali ini bukan Kaoru, tapi melainkan Kyoya yang lidah iblis klik on.
" Pokoknya aku mau berduel denganmu asalkan tidak melibatkan Kao--" Belum selesai Kyoya berkata, adik kembar Hikaru itu ikut nimbrung.
" Tidak apa-apa Kyoya-senpai. Tidak perlu mengkhawatirkanku, lagipula dari awal ini kan salahku, jadi aku harus ikut bertanggung jawab." Potong Kaoru.
" Kaoru."
" HAH! Ternyata adik kelasmu ini lebih mengerti arti 'harga diri' bagi seorang laki-laki! Pokoknya aku tidak mau tahu lagi, kalian berdua harus ikut perlombaan itu, mengerti?!"
Setelah memaksa Kyoya untuk ikut pertarungan konyol itu, si laki-laki gorila kembali menghilang di antara lautan rakyat jelata. Kyoya sih tidak peduli, yang ia lebih pedulikan sekarang adalah masalah adik kelasnya yang ikut terlibat dalam duel konyolnya itu. Kyoya menatap mata Kaoru dalam-dalam. " Kaoru, kau yakin kau mau ikut di perlombaan itu? Kita saja tidak tahu sebenarnya perlombaan macam itu."
" Iya." Jawab Kaoru sambil tersenyum. " Lagipula dari awal ini semua kan salahku. Aku yang menabrak minuman laki-laki itu, kalau saja tadi aku lebih hati-hati..." Sambung Kaoru terdengar menyesal.
" Sudah, tidak ada gunanya menyalahkan diri." Ujar Kyoya kalem. Ia pun mengarahkan matanya ke arah perlombaan yang tadi di ditunjuk laki-laki gorila tadi. " Kalau kau memang mau ikut, lebih sekarang kita kesana dan lihat sebenarnya perlombaan apa yang ada disitu."
Kaoru mengangguk setuju. " Iya, ayo!"
Kyoya balas tersenyum tipis kemudian ia menarik tangan Kaoru ke arah kerumunan itu. Kali ini ia tidak lupa menggandeng tangan adik kelasnya itu. Mereka berdua berjalan ke arah kerumunan orang. Tunggu, ada yang aneh. Kyoya melihat ke sekeliling dengan alis terangkat heran. Ini hanya perasaanku saja atau dari tadi yang terlihat di sekitar tempat ini adalah pasangan kekasih? Batin Kyoya.
Sayangnya Kyoya sudah terlalu lelah untuk memikirkan masalah itu, jadi sudahlah, ia tidak mau ambil pusing. Anggap saja kebetulan banyak pasangan kekasih yang melintas disitu.
Sesampainya mereka di tempat perlombaan yang ada, Kyoya langsung menarik Kaoru ke satu meja tempat pendaftaran lomba. " Permisi, maaf aku ingin tanya sedikit, sebenarnya ini lomba apa ya?" Tanya Kyoya sopan.
Orang yang duduk di meja pendaftaran itu terlihat kaget melihat sosok Kyoya, namun setelahnya ia langsung nyengir-nyengir nggak jelas. Ya iyalah, siapa juga yang nggak kesemsem melihat wajah Kyoya yang super tampan itu?
" Ng, ini adalah perlombaan pasangan kekasih. Kalau menang akan mendapatkan hadiah berupa uang tunai dan juga parade gratis keliling taman bermain bersama pacar anda menaiki kereta kuda." Jelas perempuan berambut dikuncir dua dan bekacamata tebal itu.
Kekasih.
Pacar.
Kyoya dan Kaoru terdiam beberapa saat untuk mencerna dua kata itu.
...Tunggu, APA?! Kekasih? Pacar? Hei, mereka sama-sama laki-laki! Bagaimana mungkin mereka bisa ikut perlombaan ini!
Kaoru melihat Kyoya dengan wajah panik. " Kyo-Kyoya-senpai, bagaimana ini? Kalau begini, mana mungkin kita bisa ikutan!?"
Kyoya menghela nafas panjang. Ia membetulkan kacamatanya yang untuk kesekian kalinya dalam hari ini turun. Berbeda dari Kaoru, wajahnya tetap terlihat tenang. " Kita dikerjai, laki-laki tadi pasti sudah tahu kalau perlombaan ini adalah perlombaan pasangan makanya dia sengaja menyuruh kita untuk ikut."
Alis Kaoru semakin berkerut. " Terus bagaimana dong?"
Sebuah senyum sinis mengembang di atas wajah Kyoya yang tampan. " Tenang saja, aku punya rencana yang bagus."
Kaoru tahu ia bisa memegang kata-kata Kyoya. Ia tahu kakak kelasnya itu pasti bisa menjamin kata-katanya. Tapi sekalipun dia percaya, ia tak habis pikir rencana macam apa yang ada di balik otak wakil ketua host club ini. Bagaimana mungkin mereka ikut lomba pasangan sementara mereka sama-sama laki-laki!?
Sementara itu, di lain tempat, di suatu sudut taman bermain itu, terlihat si laki-laki gorila bersama kedua anak buahnya yang sedang cekikikan.
" HAHAHAHA, kau lihat wajah laki-laki berkacamata itu!? Dia pasti merasa bingung sekarang. Mana mungkin mereka bisa ikut lomba itu! Mereka kan sama-sama laki-laki!" Laki-laki gorila itu terlihat puas sekali. Senyum tidak pernah lepas dari wajahnya.
Di sebelahnya, anak gorila A terlihat ikut senang. " Wah, bos keren sekali!"
" Hmph, tentu saja! Kau pikir aku siapa? Aku adalah tuan Momotarou yang terhormat!"
" Bos keren!" Komentar si anak gorila B.
" Tapi ngomong-ngomong, bos ikut lomba itu bersama siapa? Memangnya bos punya teman perempuan yang bisa diajak untuk mengikuti lomba itu?" Tanya si anak gorila A polos.
Laki-laki gorila alias Momotarou hanya bisa berkedip berkali-kali tanpa bisa berkata. Sedetik kemudian mulutnya terbuka lebar dengan wajah panik. Karena terlalu sibuk memikirkan strategi untuk mengalahkan Kyoya membuatnya melupakan kenyatan kalau ia sendiri juga tidak punya pacar yang bisa ia ajak untuk mengikuti lomba itu.
" AAAKH, TIDAAAAAK!! Aku lupa kalau aku tak punya pacar!!!" Jerit Momotarou.
Keadaan kembali berbalik sama. Sekarang baik Kyoya dan Momotarou harus sama-sama memutar otak agar bisa ikut perlombaan itu. Nasib apakah yang menanti Kyoya selanjutnya? Akankah nasib buruk mengantarkannya pada kekalahan ataukah ia berhasil membuat dewi fortuna tersenyum padanya?
Ish : Oho, selesai juga...
Momotarou (Momo) : Akhirnya aku dapet nama juga! yeah!!
Teru : *berbisik ke Ish* Master, kok dia dikasih nama Momotarou? dia kan mirip gorila, apa hubungannya sama Momotarou?
Ish : *bisik2 ke Teru* Ga ada hubungannya, tadi pas bingung mau kasih nama apa, ga sengaja Ish liat buku cerita Momotarou, jadi Ish kasih nama itu. Abisan Ish bingung mau kasih nama apa...
Teru : Kirain master punya alasan ngasih nama itu...
Ish : Ya enggalah, ngapain Ish capek2 muter otak cuma buat karakter selingan ga penting kayak dia?
Momo : Ng? kalian berdua ngomong sesuatu?
Ish&Teru : DEG! *sweatdrop* E-E-Engga kok!
Momo : Kalo ga, buruan ditutup... aku harus pergi sekarang nih...
Ish : ( Yee, pergi mah pergi aja, lagian siapa juga yang ngundang lu sih?) *sigh* iya-iya, Ish tutup sekarang...
Teru : Tunggu master, bukannya kemarin master bilang mau ngomong sesuatu ke pembaca?
Ish : Oia! nyaris aja lupa! ehem, para pembaca yang terhormat, Ish baru sadar kalo makin kesini cerita NG Day makin makin makin menyerempet shounen ai +Tapi beneran deh, Ish ngetiknya ga sadar, ga ada maksud!+ jadi mulai sekarang ada warning : Shounen ai! buat yang ga suka SA, Ish minta maaf beribu maaf ya... +Ampun, jangan flame saia!+
Teru : Iya, master susah ngilangin kebiasaan lamanya, mohon maaf sebesar-besarnya... Lalu, mohon reviewnya juga ya... kritik dan saran sangat diterima untuk kelangsungan cerita ini... Yoroshiku onegaishimasu...
Ish : Onegaishimasu!~
