Disclamer : Masashi kishimoto©
Genre : Adventure/friendship /Romance/Supernatural
Pairing : Naruto X Sakura
Rated : T
Warning : Typos,gaje,dll
Selamat membaca ...
.
.
.
Knock..knock..knockkk
" Hoams.. siapa sih yang mngetuk pintu jam segini ? " umpat Jiraiya kemudia ia pun membuka pintu dan nampaklah Naruto beserta teman-temannya dengan keadaan yang sangat lusuh.
" Kalian ? kenap─ "
" Nanti saja bertanyanya Ero-jii, kami ingin beristirahat " ucap Naruto dengan beraninya memotong ucapan Orang tua.
Naruto pun masuk kedalam Rumah diikuti dengan Sakura dan Sasuke dibelakang, sedangkan Naruko ketakutan masuk kedalam rumah karna keadaannya yang sangat parah dibandingkan mereka bertiga.
" Aku masuk kyun~ "
Naruko ikut masuk kedalam Rumah, dengan pengelihatan yang masih buram Jiraiya tidak dapat melihat dengan jelas bekas luka yang dialami Naruko.
" Naruko ? "
" Kyun~ ? "
" Apa kalian semua baik-baik saja ? " tanya Jiraiya yang masih ngantuk sesekali ia juga menguap 'Hoamss'.
" K-kami baik-baik saja Jii-san, Sudah dulu yah aku ngantuk kyun~ " ujar Naruko lalu mengambil langkah seribu menemui teman-temannya.
" Dasar anak muda jaman sekarang, pulang dari clubbing jam segini " ucap Jiraiya lalmu melangkah kan kakinya menuju Sofa dan tertidur kembali.
.
..
...
_Superkracth_
...
..
.
Kamar Naruto
" Jadi apa stategi untuk menyelamatkan Hinata, Sasuke ? " tanya Naruto.
" Begini Naruto, aku belum memikirkan strategi yeng tepat. Intinya yang aku butuhkan hanyalah kau Naruto, kau harus ikut bersamaku. Apapun yang terjadi kita harus membawa kembali Hinata " jelas Sasuke.
" Sakura " ujar Naruto lalu melirik Sakura yang tengah tertidur pulas bersama Naruko " Apa dia akan ikut juga ? " tanyanya.
" Sakura tidak usah ikut karna dia tidak terlalu penting " jawab Sasuke.
" Kenapa kau menjawab seperti itu Sasuke ? bukannya kita butuh seorang Healer. Kalau kita terluka bagaimana ? "
" Sudahlah, kau pasti bisa regenerasi sendirikan. Jadi kalau kita membawa Healer itu sama saja kau harus selalu menjagannya. " ucap Sasuke dengan tampang serius " Asal kau tau saja Naruto, aku paling tidak suka membawa seorang penyembuh saat berpergian " lanjutnya dengan nada yang tegas.
" Baiklah akan aku ikuti maumu Sasuke. Ini juga demi kebaikan Sakura " kata Naruto.
" Tapi... " gantungnya
" Tapi ? "
" Kalau sampai terjadi apa-apa padaku dan tak bisa kembali bersama kalian lagi. Aku mohon padamu Sasuke jagalah Sakura sekali lagi " lanjut Naruto dengan wajah yang tertunduk.
.
.
Degh..
Jantung Sakura berpacu sangat cepat saat mendengar perkataan pria yang ia cintai yaitu Naruto, 'tidak kembali ? memangnya Naruto akan pergi kemana ?' itu yang ada dalam pikiran Sakura yang saat ini, masih terbangun dan membelakangi Naruto dan Sasuke agar dikiranya dirinya sudah tertidur. Perlahan-lahan Sakura mulai meneteskan air matanya isakkan tangis yang tidak sempat terdengar oleh telinga Naruto dan sasuke saat ini dirinya hanya memikirkan kata-kata Naruto yang barusan.
.
" Baiklah aku akan menjaganya. Aku terima permohonanmu Naruto " ucap Sasuke.
" Terima kasih Sasuke "
.
"Sasuke?"
"Hn"
"Sebenarnya kau superkracth jenis apa ?" tanya Naruto yang semaki penasaran akan identitas asli Sasuke.
"Aku? Aku cuman Superkracth jenis biasa dari bangsa Tengu" jelas Sasuke.
"Ap-apa ? hei bukankah itu kelas Dewa ? kenapa kau mengatakannya kalau itu jenis biasa ?" tanya Naruto kembali yang tak percaya akan penjelasan Sasuke.
"Memangnya kenapa kalau aku masuk kategori kelas Dewa ? tidak ada untungnya buatku, soal kategori maupun bangsa itu hanya nama saja. Tidak usah melebih-lebihkannya dobe. Sudahlah aku mau tidur" ucap Sasuke lalu membaringkan tubuhnya di atas lantai yang dilapisi sebuah kasur yang mereka sudah siapkan tadi.
"Baiklah"
'Kusoo.. Aku tidak menyangka kalau si Teme itu kelas dewa, pantas aja dia dengan sangat mudahnya mengalahkanku maupun Gaara. Aku benci situasi ini. Mulai sekarang aku akan berlatih sampai menemukan bentuk sempurnaku' umpat Naruto dalam hatinya.
Dan akhirnya mereka semua terlelap dalam tidur masing-masing.
.
.
.
Paginya Dikelas.
Suasana dikelas masih seperti biasanya yang spesial hanyalah kedatangan Chouji dan Kiba masuk sekolah kembali dari komanya saat bertarung melawan Naruto. Para siswanya masih saja sibuk gosip, gosip dan gosip.
Sret~
Pintu terbuka dan nampaklah Naruto dkk dari luar kelas lalu masuk kedalamnya.
"Selamat Pagi" sapa Naruto.
Namun tidak ada satupun murid yang membalas sapaannya.
'Cih, masih saja seperti biasanya, dan kita lihat' batin Naruto lalu melihat ke penjuru kelas mencari-cari seseorang "Ah. Ketemu" teriaknya lalu berlari kearah orang itu.
"Naruto" panggilan Sasuke tidak diindahkan oleh Naruto dan terus saja berlari menghampiri orang itu. "Dasar dobe" ucapnya.
.
.
"Pagi Kiba, Chouji. Apa kalian baik-baik saja ?" tanya Naruto pada kedua orang itu.
Yang dipanggil akhirnya menoleh kesumber suara.
"Apa kau tidak lihat ini ?" tanya Kiba seraya menunjuk pipinya yang masih membiru.
"Ya ampun maafkan aku" ucap Naruto dengan Nada yang mengejek.
"Sudahlah kami tidak butuh permintaan maafmu manusia payah. Ya kan Kiba ?" ujar Chouji datang dari belakang Naruto.
"A-ah,, i-iya Chouji" Ucap Kiba takut-takut.
"Hm, Jadi kau masih belum menerima kekalahanmu yah ?" tanya Naruto dengan nada datar.
"Kalau iya memangnya kenapa ? Aku akan mengajakmu lagi bertarung" tantang Chouji dengan semangat.
Seketika para murid menghentikan gosip mareka dan merapat ke daerah Naruto dan Chouji.
"Baiklah, aku terima kapanpun kau mau" Ujar Naruto remeh.
"1 minggu lagi, kita akan bertarung. iyakan Kiba ?"
"Janganlah bawa-bawa namaku Chouji. Aku sudah menyerah" kata Kiba lalu membarinngkan kepalanya diatas meja.
"Ada yang mau jadi relawan ?" tanya Chouji kepada seluruh murid.
" Aku"
"Aku"
"Aku"
Semua murid pun berbondong-bondong ingin jadi relawan yang membantu Chouji untuk membantai Naruto sekali lagi terkecuali Sasuke, Sakura, Shikamaru dan Naruko yang tidak ingin jadi relawan Chouji.
"Hahahah.. Lihatlah Naruto. Apa kau bisa mengalahkan kami ?" tanya Chouji tertawa remeh pada Naruto.
" 1,2,3.4.9...Tolong semua angkat tangannya" ucap Naruto lalu menghitung semua lawannya nanti "29. Ya 29 orang yang akan aku lawan 1 minggu lagi─Whoaa" ucap Naruto yang takjub melihat para siswa berdatangan kedalam kelasnya. Bukan hanya dari kelasnya melainkan dari kelas yang lain juga.
"Stop..stop..stop kalian semua berbarislah aku tidak bisa menghitung kalian semua" ucapnya. Lalu semua muridpun berbaris mengikuti instrusi Naruto.
30 menit kemudian...
Semua muridpun meninggalkan kelas terkecuali yang belajar dikelas itu.
"pheww.. 226 orang rupanya. Apa kau puas sekarang Chouji ?" tanya Naruto.
" Tentu saja, dasar payah" jawab Chouji lalu meninggalkan Naruto danpergi ketempat duduknya.
.
.
"Naruto" panggil Sakura lalu berlari kearah Naruto, "Apa kau akan baik baik saja melawan semua siswa disekolah ini ?" tanya Sakura.
"Tenang saja Sakura, aku pasti akan baik-baik saja" ucap Naruto lalu mengelus lembut surai merah muda milik Sakura, Sakura pun tidak ragu untuk memeluk tubuh Naruto walaupun mereka belum resmi pacaran.
"Sa-sakura"
"Biarkan seperti ini Naruto no baka, aku sangat khawatir padamu" ucap Sakura disela-sela isakkan tangisnya.
Naruto pun melirik Sasuke, namun Sasuke mengangguk paham akan situasi yang dialaminya.
"Hei Sakura, diamlah aku hanya bertarung saja kok" ucap Naruto membalas pelukkan hangat sang pujaan hati.
"Ta-tapi"
Naruto lalu melepaskan pelukannya lalu menyapu semua tetesan-tetesan airmata Sakura yang menetes.
"Tenanglah Aku akan selalu bersamamu"
"Janji?"
"Tentu saja"
Naruto lalu memajukan kepalanya untuk mencium Sakura dan menutup kedua matanya perlahan, semakin dekat, semakin dekat.
Cup~
Bibir Naruto pun mengecup. apa?
Naruto pun merasakan bibirnya singgah disuatu benda yang bertekstur lembut, seperti jellly.
"Huh, apa ini? Lembut sepertinya ini bibir" Naruto pun semkin memperdalam ciumannya. Semakin dalam benda membuat itu hancur.
"E-eh? Apa ini?" Naruto akhirnya menajamkan indra penciumannya.
"Ba-ba-bau ini ?" dengan cepat Naruto membuka matanya dan disana Sasuke berdiri memegang sepatunya lalu melirik benda yang ada didepan matanya.
"Ini E-eeknya ayammmmm.. Teme" teriak Naruto seketika seluruh murid tertawa terbahak-bahak yang melihat aksi Ciuman Naruto dengan eek ayam.
"Memangnya aku pernah menyuruhmu untuk sampai mencium Sakura,huh ?" tanya Sasuke dengan wajah datarnya.
"K-kauu. Tidak sampai segitunya" teriak Naruto lalu berlari keluar kelas dan pergi entah kemana.
.
"Apa kau tidak terlalu jahat kepadanya kyun~?" tanya Naruko.
"Biarkan saja dia nanti dia sehat kembali" Jawab Sasuke lalu berjalan menuju bangkunya.
'Naruto' batin Sakura.
.
.
.
Pelajaran kembali dimulai, namun tidak ada tanda-tanda akan kedatangan Naruto dan itu membuat hati Sakura semakin resah dan gelisah dibuatnya ia akhirnya memberenikan diri untuk mencarinya.
"Sensei ?" ucap Sakura bangit dari tempat duduknya.
"Hm ?" ujar Kurenai tanpa menoleh ke arah Sakura dan masih saja Sibuk menulis pelajaran dipapan tulis.
"A-ano. Aku minta izin ke kamar kecil"
"pergilah"
Sakura pun pergi keluar kelas mencari keberadaan Naruto, berlari dikoridor mencari-cari Naruto, Sakura pun melangkahkan kakinya ke arah kantin namun tak ada seorang pun disana.
'mungkin dia diatap sekolah' batin Sakura.
Dia pun melangkahkan kakinya kearah atap, namun tak ada juga disana. Akhirnya Sakura mencari keseluruh penjuru sekolah namun hasilnya sama saja. Dan terakhir ia melangkahkan kakinya ke taman sekolah, namun keberadaan Naruto tidak ditemukannya.
"Kemana kau sebenarnya Naruto?" ucap Sakura.
Samar-samar Sakura melihat Naruto dari kejauhan, dia pun memfokuskan pandangannya. Sakura nampak melihat Naruto berbicara entah pada siapa Naruto berbicara karna tertutupi pohon yang amat besar.
"Naru─"
"Sakura? " ujar Naruto.
"E-eh? Bukannya kau ada disana tadi Naruto ?" tanya Sakura menunjuk kearah pohon besar itu.
"Apa ? aku ? mungkin itu hanya halusinasimu saja. aku tadi duduk disitu kok" ucap Naruto sambil menunjuk pohon didekatnya.
"Ayo kita ke kelas" ajaknya lalu mengenggam erat tangan lembut Sakura.
'Sebenarnya siapa tadi ?' batin Sakura yang penasaran.
.
.
.
Tengg..teng..
Bel petanda Pelajaran untuk pagi ini telah selesai dan waktunya beristirahat bagi yang lapar pergi ke kantin sedangkan yang mengantuk pergi ke UKS untuk tidur.
Dan nampaklah seorang pemuda bersurai kuning bersama pemudi bersurai pink diatap atap sekolah.
"Naruto, bukankah kita akan kekelas tadi ?" tanya Sakura.
"Sudahlah biarkan seperti ini" ujar Naruto lalu membaringkan kelapanya ke paha Sakura membuat kedua mata mereka bertemu, tidak segan-segan Sakura mulai mengelus lembut rambut pendek Naruto.
"Sakura ?"
"ya"
Lalu Naruto menarik nafas dalam menghirup aroma tubuh Sakura lalu menghembuskannya kembali.
"Ternyata kau memiliki bau yang sangat lembut dan harum Sakura" goda Naruto.
"Hn yayaya,tuan Rubah ini ternyata mesum dan pintar menggombal yah" ucap Sakura lalu mencubit lembut pipi Naruto.
"Aku serius"
"Aku tidak percaya padamu Naruto"
"Apa kau mau buktinya ?" tanya Naruto.
"Tidak juga sih"
Naruto pun bangun dari tidurnya lalu mendekatkan tubuhnya pada Sakura, pada pose seperti itu membuat Sakura memerah di sekitar wajahnya. Akhirnya Naruto menutup matanya kembali dan mendekatkan wajahnya pada Sakura, Sakura yang melihatnya hanya ikut terbuai dalam cintanya bersama Naruto dan ikut menutup matanya, kini wajah mereka berdua memerah tak tertahankan mendekatkan wajah masing-masing. Dan ...
Prank..
Pintu atap sekolah hancur berantakan akibat tendangan keras dari Shikamaru.
'Oh shit ini terjadi lagi untuk ke 2 kalinya' batin Naruto lalu menepuk jidatnya.
" Naruto, cepatlah pergi kekelas dan dliahtlah apa yang terjadi disana" seru Shikamaru yang keluar dari debu bangunan.
"Bukan urusanku" ujar Naruto lalu berjalan kearah ujung bangunan sekolah membuat rambut pendeknya diterpa angin sepoi.
"Bukan urusanmu kau bilang ?" tanya Shikamaru lalu berjalan kearah Naruto lalu meraik kasar kerah baju Naruto "Orang itu terus saja memanggil Uto dan Uke, siapa lagi kalau bukan nama kalian berdua,hah" teriak Shikamaru.
"Kan ada Sasuke, beritahu saja dia" ucap Naruto tak mau kalah.
"Na-ru-to" ujar Shikamaru hendak memkukul Naruto dengan cepat Naruto berada dibelakang Shikamaru dan memelintir tangan Shikamaru kebelakang dengan kasar.
"Bagaimana kalau kita tukaran saja, kau yang hadapi 226 siswa atau kau yang hadapi orang yang berbuat onar itu" bisik Naruto ditelinga Shikamaru.
Shikamaru pun menunduk paham, dia mengerti situasi yang dialami Naruto saat ini. Kalau dirinya berada di tempat Naruto sekarang tidak mungkin dirinya bisa melawan 226 siswa sebanyak itu lebih baik dirinya melawan saja orang yang membuat onar dikelasnya.
"Baiklah akan aku lawan yang membuat onar itu" ujar Shikamaru lalu berjalan meninggalkan Naruto dan Sakura diatas atap sekolah.
Sedangkan Naruto hanya melihat kepergian Shikamaru tanpa berkata apapun.
.
.
.
"Naruto"
"Hn?"
"Apa kau tak apa menyuruh Shikamaru melakukan itu?" tanya Sakura lalu berjalan menghampiri Naruto dan menempelkan kepalanya ke punggung lebar Naruto.
"Biarkan Saja, seminggu lagi aku akan menjadi Genji melawan seluruh murid" ujar Naruto sambil tertawa renyah.
"Begitu yah" ucap Sakura pelan.
"Maksudmu aku harus seperti apa Sakura ? apa kau mau aku yang melawannya ?" tanya Naruto, namun Sakura hanya menggaris punggung Naruto menggunakan jarinya tanpa menjawab pertanyaan Naruto.
Naruto yang paham akan isyarat itu lalu meninggalkan Sakura menuju kelasnya untuk menghampiri si pembuat onar itu.
'Berjuanglah Naruto-kun'.
.
Ditengah perjalanannya Naruto bertemu Shikamaru.
"Shika" panggil Naruto yang di panggil pun menghentikan langkahnya.
"Maafkan, soal perbuatan dan perkataan yang aku katakan padamu yah. Aku benar-benar tidak mengerti perasaanmu" ucap Naruto sambil menepuk pelan pundak Shikamaru.
"Aku juga, maaf aku tidak mengerti akan situasimu" kata Shikamaru lalu berbalik menghadap Naruto.
"Kau memang teman terbaikku Naruto" ucap Shikamaru lalu tersenyum simpul pada Naruto.
"Ayo kita ke kelas, mungkin Sasuke sudah tewas. Hahah" Ajak Naruto lalu mereka berdua berlari menuju kelas.
.
.
.
Ruagan kelas.
Kini ruangan kelas sudah hancur berantakan karna ulah si pembuat onar.
"Siapa yang namanya Uto dan Uke disini?" tanyanya lalu membuang meja ke arah sembarang.
Semua murid pun berhamburan lari keluar menyisakan Sasuke yang masih terduduk diam diatas tempat duduknya tanpa memperdulikan kejadian didepannya. Orang itu lalu mendatangi Sasuke.
"Apa kau yang namanya Uto atau Uke ?" tanyanya pada Sasuke.
"Kalau aku tidak mau menjawab pertanyaanmu ?"
mudahnya Sasuke manahan pukulan lamban itu.
"Kalau kau ingin memukulku kau harus berlatih 1 dekade lagi" ujar Sasuke lalu memutar tangan orang itu "Apa ini Sakit ?" tanya Sasuke.
"Te-tentu saja tidak" ucap orang itu menahan rasa sakitnya.
Sasuke pun tidak main-main dengan aksinya, dirinya malah menjadi memutar tangan orang itu hingga urat tangannya keluar.
'Sial, dia terlalu kuat' umpat orang itu dalam hatinya,"Ternyata cum─ahhkkk"
Tak ragu-ragu lagi Sasuke malah membanting orang itu kelantai lalu menginjak-injaknya tanpa rasa kasihan sedikitpun.
"Jangan bicara padaku, dasar rendah" ucap Sasuke.
Semua siswa yang melihat itu merinding seketika mereka semua baru sadar, ternyata beginilah sang jawara sekolah berkelahi tak ada yang menduganya.
"SASUKE" teriak Naruto, seketika semua mata langsung tertuju padanya.
"Oh, Dobe yah? Kurasa orang-orang ini mencari kita" ucap Sasuke lalu melempar orang yang diinjaknya kesembarang tempat.
"Orang-orang ini ?"
"Yah, apa kau tidak melihat mereka ?" tanya Sasuke sembari menunjuk semua orang yang membuat onar di dalam kelasnya.
"Oh,, Shit. Kalian semua mau apa kemari ?" ucap Naruto lalu berjalan perlahan kedalam kelasnya ternyata ada 5 orang disana.
Prok..prokk..prokk
Suara tepuk tangan terdengar sangat keras dari belakang Naruto, Naruto dan semua siswa yang menoleh ke arah orang itu lalu membuka jalan untuk menemui Naruto dan Sasuke.
"Perkenalkan Aku Sabaku No Temari dan dia..." ucap Temari lalu menunjuk orang disampingnya " Adikku Sabaku No Kankurou" lanjutnya lalu berjalan mendekati Naruto dan Sasuke, "Apa kalian berdua Uto dan Uke yang memukul adikku Gaara ?" tanyanya.
Naruto pun mengingat nama Gaara "Ohm. Orang yang tidak aku buat sadar selama seminggu itu yah ? memangnya kenapa ?" tanya Naruto dengan polos.
Semua siswa pun melongo mendengar pertanyaan Naruto. Mana mungkin seorang Naruto yang notabenenya seorang manusia biasa bisa mengalahkan Superkracth kelas legendaris dan membuatnya tidak sadar selama seminggu? Mungkin kalau mereka akan dibuat tidak sadar selama setahun, batin semua murid yang tidak tau kebenaran akan kekuatan Naruto.
"Brengsek k─"
"Diam disana Temari"
Temari yang hendak melayangkan pukulannya pada Naruto tapi dengan cepat Kakashi datang melerai pertikaian mereka.
"Sensei"
"Kalau kalian ingin bertarung silahkan pergi ke tempatnya" ujar Kakashi lalu pergi meninggalkan kelas itu.
'Dia memiliki aura yang aneh. Aku harus mencari tahunya' batin Naruto.
"Ha'i sensei"
"Jadi kapan kita akan bertarung ? tanganku sudah gatal tidak sabar meremukkan rahang kalian berdua anak muda" ucap Temari seraya membunyikan tangannya yang pegal.
"Terserah kau saja" ucap Sasuke yang berjalan perlahan kearah Temari dalam perjalanan Sasuke dirinya mengeluarkan auranya membuat bangku-bangku yang berserakan seperti membuka jalan hanya untuknya.
'Di-dia kuat' batin Temari.
"Bagaimana sepulang sekolah ? aku, Kankurou dan teman-temanku akan melawan kalian be-berdua" ucap Temari menahan rasa takutnya.
"Main keroyokan, huh. Bagaimana Naruto ?" tanya Sasuke pada Naruto.
"Terserah, Aku siap kapan saja" ujar Naruto lalu pergi mencari bangkunya lalu membangunkan lalu mendudukinya.
"Jaa, kalau begitu aku tunggu kalian diarena. Ayo kita pergi" ajak Temari pada teman-temannya lalu pergi meninggalkan kelas Naruto.
Semua murid pun terdiam merasakan suasana yang amat mencengram dalam kelasnya.
.
.
.
"Temari ?"
"Ada apa Kankurou ?"
"Apa kau tau Sasuke itu sebenarnya siapa ?" tanya kankurou.
"Entahlah, yang terpenting aku harus membalaskan dendam Gaara pada mereka berdua" ujar Temari yang masa bodo tentang mereka berdua.
"Sasuke itu Jawara disekolah ini lho"
"HAH ?" semuanya heran mendengar perkataan Kankurou.
_To Be Continued_
A/n :
Maaf telat update, kalau ceritanya masing kurang seru silahkan kritik saja dan saya ucapkan terimakasih banyak yang sudah review,follow, dan favorite cerita Superkracth ini. Tanpa dukungan kalian cerita ini tidak ada apa-apanya T^T. Thanks for reader yang sudah membaca cerita ini.
Silahkan kirimkan kritik dan Saran kalian :v:v
