Title : DBSK family love story
Author: Micky_Milky
Genre: Family/ Romance/ Drama
Rate : T
Disclaimer: punya tuhan dan orang tua mereka masing-masing
Pairing: JungXKim, ParkXKim, ShimXCho
Length: Chaptered
Warning : Typo, Yaoi, Yuri, Ooc, Oc, alur kecepatan. Dll
.
.
.
Sub Title
^ShimxCho Couple^
Enjoy reading
Changmin memandang risih pada kedua adik perempuannya yang duduk di jok belakang mobil Audi putih miliknya, melihat kedua perempuan cantik itu saling menjitak membuat Changmin mendesah pasrah. Andai saat dia menelpon Kyuhyun yang mengangkat telpon itu bukan Cho Ahra yang memintanya agar mengajak kedua adiknya untuk ikut serta, sudah dipastikan kedua gadis yang mempunyai sifat menurun darinya itu tak satu mobil sekarang.
"Dengar ya… jangan buat macam-macam di sana, Arraso?" wantin Changmin, dia sudah tahu betul sifat kedua adiknya itu. oh~ bisa kacau pertemuanya dengan Kyuhyun kalau kedua evil itu mengganggu
"Ne, oppa."
Jawab SooYeon dan Jiyeon bersamaan, tak lama kemudian kedua evil itu terkikih, membuat Changmin bingung melihat kelakuan kedua adiknya.
"Lalu, jangan pernah mendengar perkataan Ahra eonnie… karena aku sangat tahu sifat perempuan itu."
"Tapi oppa, Ahra eonnie itu orang yang baik…" SooYeon mulai membela.
"Ne, dia juga menyenangkan." Timpal Jiyeon.
"Yak… aku kakak kalian, kalau sampai kalian mengikuti perkataannya, kucincang kalian, lalu ku jadikan makanan Harang anjingnya YooChun hyung, mau?"
kedua gadis itu menggeleng patuh, pertama bertemu dengan anjing berwarna putih hitam itu membuat kesan buruk di dalam diri mereka berdua, pasalnya kedua gadis itu sempat diajak meraton oleh Harang saat mereka tak sengaja menginjak ekor anjing berbadan besar itu, untung YooChun mendengar teriakan kedua gadis itu, dan dengan cepat menenangkan Harang.
"Kau kejam sekali oppa. Huh~"
SooYeon merengut kesal lalu melipat kedua tangannya di depan dada. Changmin mengeluarkan evil smirk-nya melihat kedua adiknya akhirnya kalah dalam peperangan 1-0 untuk Changmin.
.
.
.
JiYeon mengomel sendiri begitu sampai di depan pintu rumah kediaman keluarga Cho. Dia sangat kesal karena dari tadi Changmin tak berhenti mengomel padanya dan kakak perempuannya untuk tidak mengikuti perintah Ahra, kakak dari kekasih oppanya itu.
"Ne.. ne… arraso, kalau kau mengulangnya lagi, aku tak janji untuk menjadi anak baik hari ini."
Akhirnya Changmin berhenti juga, pria tampan berbadan tinggi itu menekan bel rumah keluarga Cho, tak lama ketiga kakak adik Shim itu menunggu sampai seorang wanita tua membukakan pintu untuk mereka.
"Tuan Changmin."
Changmin memandangi wanita tua itu, dia tahu kalau wanita yang sering disebutnya lee Ahjumma itu adalah pengasuh Ahra dan Kyuhyun dari kecil.
"Kyuhyun ada, Ahjumma?"
" Tuan muda ada."
"Siapa ahjumma, aigo… Jiyeon, SooYeon? Oh… kedua evil cantikku."
Sosok cantik Ahra terlihat baru saja menuruni anak tangga, berlari untuk memeluk kedua gadis cantik yang berdiri di sisi kiri Changmin.
"Eonnie…"
Baru saja kedua gadis itu hendak berlari Changmin sudah mencegat keduanya dengan lengan kekarnya.
"Oppa…"
Rengek Jiyeon tak terima, Ahra bekecak pinggang memandangi Changmin dengan sorot mata tajam.
"Yak, Shim Changmin, kenapa kau? Biarkan mereka memelukku."
"Ani…"
Kyuhyun yang baru saja tiba karena panggilan dari Lee Ahjumma, memandangi Changmin dan Ahra yang sedang adu Death glare didepannya.
"Kyuhyun oppa."
BRUK…
Kedua adik perempuan Changmin langsung berlari memeluki Kyuhyun dan menciumi pipi pria tinggi berambut ikal itu.
"Yak… aku saja belum menciumnya, Jangan sentuh Kyunnie ku."
Changmin berjalan kearah Kyuhyun yang di peluk kedua adiknya, menyeret kedua gadis itu untuk menjauh dari Kyuhyun.
GREB…
Satu pelukan posesif dari Changmin sukses membuat wajah Kyuhyun merah sampai ketelingah.
"Huah~ mesra sekali."
Ahra bersorak girang, diikuti Sooyeon dan Jiyeon yang bertepuk tangan hebo.
"Minnie, lepaskan! Malu tahu…"
Kyuhyun melepaskan pelukan Changmin dengan kasar, membuat Changmin protes akan kelakuan kekasihnya itu.
"Kenapa tidak diteruskan?"
Ahra yang baru saja hendak mengabadikan momen MinKyu itu langsung cemberut ketika mendapatkan kedua pemuda itu sudah tak berpelukan lagi.
"Mereka malu kita lihat, Eonnie."
SooYeon terkikih melihat Changmin yang menatapnya kesal.
.
.
Jiyeon dan Sooyeon memandangi YooJung dengan pandangan mengharap, dia berharap agar YooJung mau membantu membujuk Jihye untuk tidak ikut pergi membeli buku nanti.
Tadi pagi-pagi sekali Jung Jihye sudah berdiri di depan gerbang sekolah, menunggu kedua Shim itu untuk datang, ditemani YooJung yang berdiri di sampingnya. Gadis yang kelewat aktif itu akhirnya menemukan kedua Shim yang baru saja turun dari mobil Changmin. Gadis cantik itu langsung berlari mengejar kedua Shim itu dan mengajaknya+mengancam agar kedua Shim itu mengikutinya membeli buku nanti sepulang sekolah. Mau tak mau kedua gadis cantik itu menyetujui ajakan adik sematawayang Yunho itu.
Tapi ternyata takdir berkata lain, satu jam yang lalu Ahra juga menelpon mereka, mengatakan untuk mengajak mereka pergi menemaninya berbelanja, kalau tidak kakak dari Cho Kyuhyun itu akan marah besar.
"Eonnie, please…"
Dengan berat hati YooJung menganggupi keinginan itu, membuat kedua Shim itu menerjang YooJung dengan pelukan maut.
"Gomawo eonnie."
"Ne…"
.
.
"Kenapa kalian harus ikut juga?"
Changmin mengeram kesal kearah ketiga wanita yang duduk dengan nyaman di jok belakang mobilnya, diliriknya Kyuhyun yang tertawa samar di sampingnya.
"Wae? Tak boleh? Seharusnya kau senang kami bertiga ikut dalam acara kencan kalian."
Ahra memukuli Changmin dengan tas tangannya, membuat Kyuhyun reflek mendekap kepala Changmin untuk melindunginya, untung audi putih itu belum meluncur kalau tidak, sudah dipastikan mereka akan menabrak hari ini.
"Apanya yang senang? Kalian hanya mengganggu kami saja."
Changmin mendengus kesal menatap ketiga gadis itu, Ahra tak ambil pusing, gadis cantik itu sibuk memandangi kaca di tangannya dan meperbaiki penampilannya .
"Cepat jalan, keburu tokonya tutup."
"Mwo? Toko?"
"Ne, temani aku dan kedua evil cantikku membeli makeup, lalu kita ke mall untuk beli baju, setelah itu… bla… bla… bla…"
Ahra terus berceloteh sambil tersenyum girang memandangi Jiyeon dan Sooyeon yang mengangguk setujuh dengan jadwal mereka yang telah disusun Ahra untuk hari ini.
"Yak Nunna… terus jadwal kencanku dan Kyuhyun kapan?"
"Aiz… kapan-kapan saja, hari ini kau dan Kyuhyun harus menemani kami bertiga."
Changmin menabok jidatnya. Di usapnya wajahnya kasar untuk menghilangkan rasa kesalnya pada calon kakak iparnya itu.
"Sabar, Ne… Minnie-ah."
Kyuhyun menggenggam telapak tangan besar Changmin erat, berusaha memberikesabaran pada laki-laki yang sangat disukainya itu.
"Ne, Chagi."
"Ciieeeee, mesranya."
SooYeon mulai berkoar membuat Ahra tersenyum senang, tak salah dia merestui hubungan MinKyu, dia sangat percaya Changmin dapat menjaga Kyuhyun adik kesayangannya itu dengan baik.
.
.
"Aigoo… mereka itu."
YooJung memandang Jihye takut, wanita itu terlihat menyeramkan saat ini, membuat nyali gadis di sampingnya menciut.
"Padahal mereka sudah berjanji untuk ikut denganku."
"Untuk sekali ini biarkan saja, Ne… kurasa mereka memang sibuk, jadi kau harus mengerti, Jihye-shi."
YooJung menunduk takut untuk mengatakan pendapatnya, gadis berkacama itu menggenggam telapak tangannya yang sudah basah karena keringat dingin yang mengalir di sekujur tubuhnya akibat melihat Jung muda itu mengamuk tadi.
Jihye sempat sangat kesal dengan kedua Shim itu, sampai mata sipitnya menatap YooJung, lalu gadis itu menyeringai, di tariknya telapak tangan YooJung lalu menggenggamnya erat. Menarik gadis itu mengikuti langkahnya.
"Kajja, temani aku beli buku."
"Heh?"
"Itu hukuman karena kau membiarkan mereka kabur dariku."
.
.
Changmin melirik Kyuhyun yang asik menatap PSP di tangannya, pemuda jangkung itu lalu memusatkan matanya kearah kedua adik perempuannya dan Ahra yang masih berada di sebuah butik. Dengan keasal Changmin menghembuskan napasnya karena sedari tadi tak sedikitpun kekasih di sebelahnya merespon rasa bosan yang sudah menginggapinya dari tadi.
"Kyu…"
"Hmm."
"Bosan…"
"Tunggulah, nanti mereka selesai juga."
"Hah."
Dan begitulah seterusnya, Changmin berjalan kearah sebuah café yang terletak tak jauh dari butik tempat Ahra berbelanja, pemuda itu melihat Kyuhyun mengikutinya dan duduk di depannya dengan mata yang masih memandang PSP.
"Asik sekali."
"Lagi seru, Min."
jawaban itu sukses membuat Changmin mengerucut kesal. dia benci diacuhkan oleh Kyuhyun, apa lagi harus kalah saing dengan benda menyebalkan di tangan Kyuhyun itu. Ya… dia tahu bagi Kyuhyun PSP-nya adalah benda paling berharga milik kekasinya itu, dan menjadi kekasih keduanya setelah dirinya sendiri, tapi tetap saja terkadang Changmin sangat cemburu pada PSP itu.
"Yak… jangan mengacuhkanku."
Akhirnya Changmin naik darah, direbutnya PSP itu dari tangan Kyuhyun dan meletakannya dengan kasar di atas meja membuat bunyi yang cukup keras terdengar oleh Kyuhyun. Pemuda tinggi itu berdiri lalu beranjak dari meja itu, berjalan meninggalkan Kyuhyun yang menyusulnya dari belakang.
"Min…"
Ahra dan SooYeon melepar tatapan saat melihat kegaduhan diluar, melihat Kyuhyun dan Changmin saling adu mulut. Sedangkan Jiyeon tak ambil pusing, gadis itu terlihat tak masalah dengan pertengkaran kakaknya dan kekasihnya.
.
.
"Min… maaf…"
Kyuhyun memasang wajah memelas, pemuda itu mengamit tangan Changmin yang asik menyantap menu-menu khas Korea yang dihidangkan didepannya.
"Min… Jongmal Mianheo."
Tetap, Changmin tak bergemi, menolehpun tidak. Sepulang dari butik, kakak adik Cho dan Shim itu mampir disalah satu restoran di Korea, semenjak beranjak dari butik, tak sedikitpun Changmin menengur Kyuhyun, dia mengacuhkan pria pencinta game itu semenjak tadi.
"Min…"
Kali ini Kyuhyun merampas sumpit yang di pegang Changmin, membuat Changmin memandanginya kesal karena acara makan-makannya terganggun, sedangkan ketiga perempuan yang duduk di depan mereka mendesah pasrah dan menonton adegan itu tanpa suara.
"Jangan ganggu."
Kali ini Changmin yang merampas sumpit itu kembali, huh~ ternyata Changmin balas dendam dengan mengacuhkan Kyuhyun dan bermesraan dengan kekasih keduanya sama seperti Kyuhyun tadi.
"Menyebalkan."
Kyuhyun membanting sumpitnya lalu beranjak pergi dari tempat itu.
"Minnie-ah, kau tak apa?"
Ahra mencoba berbica pada Changmin yang menatap kepergian Kyuhyun.
"Ne, nunna."
"Sana kejar dia, pulanglah berdua, dan pergilah menonton, ini untuk kalian."
Ahra mengeluarkan 2 tiket bioskop dari tasnya, perempuan cantik itu cukup prihatin melihat hubungan Kyuhyun dan Changmin saat ini, bagaimanapun dia juga termasuk pembuat onar dalam hubungan MinKyu.
"Tapi nunna?"
"Sana pergi."
"Kalian pulang dengan siapa?"
Ahra tersenyum memandangi wajah Changmin, awalnya dia mengira Changmin akan membencinya, tapi ternyata pemuda berparas tampan itu tetap saja menghawatirinya dan kedua perempuan yang asik menatap mereka yang duduk di sampingnya.
"Aku akan suruh sopirku di rumah untuk menjemput, aku tak ingin hubungan kalian memburuk, ini salahku. Sana pergilah."
Changmin bediri, lalu memeluk gadis itu dari belakang.
"Nunna,. Gomawo, kau memang nunna-ku yang paling baik."
"Dan kau memang evil menyebalkan, jaga adikku ne. dan ini."
Changmin menyeringai lalu melepas pelukanya.
"Aku tak perlu tiket itu untuk membujuk Kyunnie-ku, nunna. Kau lihat saja, tak ada yang bisa lari dari pesona Shim Changmin."
Ahra tertawa lembut, sedangkan Jiyeon dan SooYeon ingin muntah mendengar kenarsisan kakak laki-lakinya itu.
"Sana oppa, cepat pergi, keburu Kyuhyun oppa mencari penggantimu nanti."
Changmin berlari keluar dari restoran itu mengejar Kyuhyun yang masih memasang wajah kesal menyender pada badan Audi milik Changmin.
Di dalam restoran, Ahra mendesah memandangi piring-piring didepanya.
"Siapa yang akan membayar semua ini, Eonnie?"
SooYeon menggaruk kepalanya yang tak gatal menatap piring-piring yang kosong didepanya.
"Sudah kubilang, napsu makan Changmin oppa itu besar."
.
.
"Aku mau dibawa kemana?"
Kyuhyun merengut menatap jalan yang dilalu Changmin, jam sudah menunjukan pukul 9 malam, dan hari sudah semakin malam. Tapi pemuda berparas manis itu belum juga di turunkan dari Audi putih itu oleh kekasihnya.
"Sudah lama aku ingin membawamu kemari. Jadi jangan protes Chagi." Changmin tetap menfokuskan matanya pada jalan raya yang semakin malam semakin ramai. Selang beberapa lama audi itu berhenti di atas jembatan, Changmin keluar dari mobilnya dan membuka pintu mobil di sebelahnya.
"Mwo? Banpo?"
"Ne, jembatan Banpo, ayo hitung…"
"He?"
"1… 2… 3…"
BYUR…
Kyuhyun memandangi Changmin yang yang tersenyum senang menatap semburan air yang baru saja keluar dari sisi-sisi jembatan Banpo. Jembatan yang mengeluarkan air-air mancur per menitnya, jembatan yang sangat terkenal di Korea Selatan.
"Minnie-ah…?"
Changmin berjalan kearah belakang Kyuhyun, memeluk pria itu dari belakang. Tinggi mereka yang hampir sama itu tak jadi penghalang untuk Changmin merangkul pria manis kesayangannya ini.
"Apa ini cukup romantic, Chagi?"
Wajah Kyuhyun berubah total, hembusan napas Changmin yang mengenai tengkuknya membuat wajahnya merona merah.
"Aku tahu aku memang bukan pria romantis…."
Wajah Changmin menyeruak masuk ke dalam leher Kyuhyun, menciumi leher pemuda berambut ikal itu lembut. Dia ingat beberapa hari yang lalu Kyuhyun mengeluh tentang hubungan mereka yang terasa datar saja, Kyuhyun berkata kalau Changmin bukan pria yang romantic dan membuat Kyuhyun mengambek. Hari ini dia berencana untuk meminta maaf kepada Kyuhyun, tapi ternyata rencananya berubah karena kedua adik perempuannya dan calon kakak iparnya itu malah membuat hubungan mereka semakin merengga.
"…Mian Cuma ini yang bisa aku lakukan, Kyu…"
Kyuhyun tersenyum senang tanpa sepengetahuan Changmin, dia tahu Changmin bukan tipe pria yang romatis, bagi Kyuhyun hal seperti ini adalah kemajuan pesat untuk Changmin mengungkapkan betapa pria itu ingin menujukkan sisi romatisnya walau sangat sederhana, tapi bagi Kyuhyun ini sangat berarti. Wajahnya menengadah menatap bintang di langit malam, berdiri di atas jembatan Banpo adalah hal yang biasa bagi Kyuhyun, tetapi jika kau berdiri di atas jembatan ini dan dipeluk erat oleh orang yang kau sayangi di temani bintang dan bunyi air mancur membuat suasana ini terkesan luar biasa. Kyuhyun berbalik menatap mata Changmin dengan debar jantung yang keras begitu pula dengan Changmin. Tatapan mereka saling terpaku.
"Kyu, Saranghae…" Changmin berucap.
CUP
Kyuhyun berjinjit lalu menempelkan bibirnya kilat kearah bibir Kyuhyun, lagi, mata mereka kembali bertemu setelah ciuman singkat yang diberikan Kyuhyun tadi.
"Min, Gomawo… nado saranghae, baby… hmmp"
Ujar Kyuhyun dan diakhiri dengan tarikan di pinggangnya dari Changmin membawa tubuh mereka berdua bertemu dan bibir merah Kyuhyun di bungkam oleh ciuman lembut Changmin.
BYUR…
Bunyi air terjun menjadi backsound dari ciuman kedua kekasih itu, membawa suasana damai bagi kedua kekasih yang saling mencintai itu.
.
.
TBC
A/N+Balas repyu.
Maaf kalau milky lama updet dan ff di chp ini pendek…^^ milky lg sibuk-sibuknya kuliah. ok... milky balas repyu^^
-riana
Reaksi Jihye? Hehehe… entar pasti juga tahu^^… repyu lagi^^
Yups… chap ini memang untuk Chap Minkyu^^… repyu lagi^^
- NaraYuuki
Entar dimarah Umma loh ngatain suaminya pabbo… repyu lagi^^
-nannaa
Iya, akhirnya YunJae bersatu *nah loh?... Repyu lagi^^
- astir
Di chap ini khusus untuk minkyu, semoga gak ngecewain, walau pendek... repyu lagi^^
-LuCassiopeia
Sudah lanjut, mian lama *pissss^^V… repyu lagi^^
- VoldeMIN vs KYUtie
Mian kalau kurang romatis, untuk couple yuri mungkin gak. Tapi kalau milky rada-rada… gak tau juga sih… Repyu lagi^^
- Milia Schiver
Mungkin gak ada yuri. Blognya mickymilky-wordpress-com (-) Mian gak milky PM^^… Repyu lagi^^
-desi2121
Permintaannya di kabulkan hohoho… di chap ini Shimxcho, semoga suka… mungkin gak bakal ada couple yuri. Repyu lagi^^
-Aoi Ko Mamoru
Belum tau, tapi diusahakan gak ada couple yuri, cz milky rada aneh ama Yuri^^*ditabok… repyu lagi^^
