Chapter 4: Confused

BREE POV

"Hah? Kekasihmu? Seth kau bercanda?" tanyaku tidak percaya.

"Oh c'mon masih jamankah bercanda? Aku tidak bercanda!"

"… Berikan aku waktu.." kataku padanya.

"How long? Sampai kapan?" ia bertanya tidak sabaran.

"Sebentar malam. Di belakang rumah. Kuberikan kau jawabannya," aku berkata dengan mantap kepadanya. Lalu tanpa menunggu jawabannya aku berjalan masuk ke kamarku.

BELLA POV

Aku melihat Bree berjalan masuk ke dalam kamarnya setelah berbicara dengan Seth. Raut wajahnya tidak seperti biasanya.

"Edward, aku ingin menemui Bree sebentar," aku berkata pada Edward.

"Sure, why not," ia tersenyum padaku dan kubalas senyumannya lalu ia menciumku sekilas.

Aku berjalan ke kamar Bree. Aku mengetuk pintu kamarnya dan segera masuk ke dalam.

Kulihat dia sedang duduk di sudut tempat tidurnya.

"Ada apa Bree?" aku menutup pintu di belakangku dan menghampirinya. Aku duduk di sampingnya.

"Seth, Seth menanyaiku tadi apakah aku mau menjadi pacarnya," ia berkata padaku.

"Lalu? Kenapa kau bingung?" aku bertanya padanya.

"Aku bilang padanya akan memberi tahu jawabannya sebentar malam. Aku tidak tahu ingin menjawab apa," ia menjelaskan padaku.

"Gampang. Akan kuberikan kau beberapa pertanyaan. Jawab dengan jujur sejujur jujurnya," aku berkata padanya. Ia mengangguk mantap.

"Apa dia bisa membuat hatimu tenang?" tanyaku pertama.

"Sangat. Ia sangat menenangkan hatiku," ia menjawab.

"Apa yang kau rasakan jika sedang berbicara dengannya?" tanyaku lagi.

"Gugup. Aku bahkan tidak tahu kata apa yang harus kukeluarkan," jawabnya.

"2 pertanyaan simpel itu. Aku sudah tahu. Kau jatuh cinta dengan Seth, Bree," aku berkata sambil tersenyum padanya.

"Apa? Aku jatuh cinta dengan Seth? Nonsense, Bella," ia berkata padaku.

"Aku tahu apa yang kau rasakan Bree, aku merasakannya ketika aku jatuh cinta dengan Edward, aku juga bingung pada saat itu," aku berkata padanya,

BREE POV

"Aku tahu apa yang kau rasakan Bree, aku merasakannya ketika aku jatuh cinta dengan Edward, aku juga bingung pada saat itu," ia berkata padaku.

Aku terdiam sejenak. Aku bingung.

"Lebih baik kita pergi belanja dulu dengan Rosalie. Kuyakin itu dapat menenangkan pikiranmu," usulnya.

Aku mengangguk.

Kemudian aku dan Bella keluar dari kamar. Bella kemudian mengajak Rosalie berbelanja denganku.

Rosalie mengiyakan dan akhirnya kita keluar dari rumah dan naik Convertible milik Rosalie.


Aku menggandeng sekitar setengah lusin plastik kantong belanja. Lumayan. Perasaanku agak enakan sedikit.

"Hey, tidakkah ini terlalu banyak?" tanyaku pada Rosalie.

"Oh dear, ini sudah biasa, bahkan ini tergolong sedikit. Jika kau pergi dengan Alice ia bisa memborong selusin toko. Percayalah," Rosalie berkata sambil terkekeh.

"Itulah sebabnya aku tidak memanggil Alice ha," Bella berkata.

Aku mengangguk.


Kami sudah tiba di rumah ketika hari sudah mulai gelap. Aku merapikan barang-barang belanjaanku di kamar.

"What? You guys went to shopping and you didn't call me? Bella, why?" Alice bertanya kesal.

"Sorry, Alice. Maybe next time," Bella tertawa.

Renesmee keluar dari kamar dan memeluk Bella.

"Mom, there's a monster under my bed," ia berkata.

"Really? Let dad check it out," Bella tersenyum.

"Where is it, huh?" Edward bertanya.

Renesmee menarik tangan Edward ke dalam kamarnya.


Hari sudah gelap. Jacob dan Seth datang dari Utara.

Aku melirik Bella dan Bella tersenyum. Aku menarik napas panjang dan berjalan ke belakang rumah.

Jacob naik ke lantai atas sedangkan Seth berjalan ke belakang rumah.

"Jadi? Bagaimana?" Seth bertanya.

"Maafkan aku Seth…" kataku padanya.

TO BE CONTINUED…

Hehe di sini sudah ada Mom Bells' POV ya : )

So? Review please : )