~Bleach~

Pairing: Kurosaki Ichigo and Kuchiki Rukia

Genre: Friendship, Romance

Warning: OOC, TYPO, dan masih amatir.. maaf kalau ada yang memiliki kesamaan cerita. Karena cerita ini 100% dari otak saya

Chapter 4 : "Their Moment"

Dua hari lagi, libur musim panas akan dimulai. Namun, bukan berarti tugas seorang ketua OSIS diringankan. Begitu banyak tugas yang harus diselesaikan, mulai dari memeriksa semua pemasukan dan pengeluaran sekolah, sampai memeriksa semua kerja anggota OSIS dan juga keluhan para murid.

"Ano, Kuchiki-kaichou. Sebaiknya anda sudahi hari ini. Kurosaki-san sudah menunggu daritadi." Ucap Hanatarou yang sudah menyandang tasnya. Sedangkan Rukia menghentikan pekerjaannya, memandang aneh ke arah pemuda yang pernah menyatakan cinta padanya.

"Apa maksudmu, Hanatarou?"

"Begini, sedari tadi Kurosaki-san menunggu anda di depan karena sudah waktunya pu-" ucapan Hanatarou terputus karena pintu ruang OSIS dibuka dengan kasar oleh Ichigo yang sudah bermuka masam, kerutan di keningnya semakin bertambah.

"Kenapa kau lama sekali, Rukia? Sudah waktunya pulang, atau kau memang ingin menginap disekolah?" cibir Ichigo sambil menunjuk dahi Rukia, membuat Rukia menepis tangannya dan memandang kesal Ichigo.

"Yo, Hanatarou. Aku akan membawa gadis kecil ini pulang, tak apa kan?" pemuda itu mengangguk mengerti. Ichigo sudah mengambil tas Rukia didalam kelasnya tadi saat pulang sekolah karena kata Hinamori, Rukia berada di ruang OSIS.

Di pegangnya pinggang Rukia dan digendongnya gadis itu di bahunya, seperti mengangkat karung lebih tepatnya lalu berjalan keluar ruang OSIS. Membuat Rukia bergerak liar dan menendang –nendang perut dan dada Ichigo. oh dan tak lupa memukul punggungnya. Membuatnya merintih sakit.

"Hei, hentikan gadis kecil. Kau membuatku kehilangan keseimbangan."

"Turunkan aku, tawake! Kau membuatku malu." Teriak Rukia. Bagaimana tidak, jika semua orang di koridor memandang mereka dengan tatapan iri maupun cekikikan. Oh rasanya, harga dirinya benar-benar hancur saat ini.

Namun, Ichigo tidak mendengarkan perkataan Rukia. Dia bahkan tidak sadar jika semua orang memandang karena yang ada di pikirannya membawa gadis ini pulang dengan cara paksaan mengingat dia tidak akan pulang jika tugasnya tidak selesai. Dia bahkan tidak makan siang tadi!

"Ngomong-ngomong kau sangat ringan, gadis kecil. Kau sudah tidak makan berapa lama?"

"Urusai, bakamono."


Saat ini mereka sedang berada di restaurant bentou. Ichigo membawa Rukia yang sudah ia turunkan tepat didepan pintu restaurant untuk makan siang, walaupun sudah sore hari. Mungkin makan malam lebih tepatnya.

"Kenapa kau membawaku kesini?" tanya Rukia yang duduk disampingnya. Kekesalannya sudah hilang dan berganti dengan bingung. Oh, sepertinya ia lupa memberitahu Rukia.

"Makan tentu saja. Kau belum makan siang tadi, bukan? Aku yang traktir dan jangan menolaknya." Ucap Ichigo yang sudah memesan dua menu makan malam dan juga jus jeruk. Rukia merasa terharu dengan perhatian Ichigo, tapi ia malu menunjukkannya.

"Baiklah, terserahmu. Padahal aku bisa memasak dirumah."

"Lupakanlah dapur kali ini. Kau sudah bekerja terlalu keras. Bahkan terlalu keras untuk tubuh kecilmu."ucap Ichigo yang langsung membuatnya mendapatkan tendangan di tulang keringnya.

"Bisakah kau berhenti menendang tulang keringku?! Kau bisa menghancurkannya." Rukia hanya pura-pura tak mendengarkan dan mengalihkan pandangannya ke luar jendela dengan seringai tipisnya. Oh, tendangan itu memang pantas baginya, pikir Rukia.

Sembari menunggu makanan mereka, mereka saling diam karena memang tidak ada yang ingin dibicarakan. Saat makanan mereka datang, betapa terkejutnya Rukia melihat banyaknya makanan yang terhidang di meja.

Ada tempura, miso soup, tamagoyaki, dan chicken katsu. Benar-benar seperti masakan rumah. Rukia tak pernah menyadari restaurant ini karena ia biasa memasak dirumah dibanding makan di restaurant.

"Gara-gara kau, aku tidak biasa lagi makan makanan diluar." Ucap Ichigo sambil mengambil chicken katsu.

"Darimana kau tahu tempat ini?" tanya Rukia.

"Dari Renji. Dia mengajakku makan malam saat pertama kali aku datang kemari." Jelas Ichigo. sedangkan Rukia ber 'oh' ria dan memakan makanannya.


"Ne, Ichigo, kau tidak berniat bergabung dengan suatu klub? Seperti klub sepak bola atau mungkin yang lain?" tanya Rukia. Mereka telah selesai makan dan memilih untuk tetap duduk meski sudah menjelang sore.

"Hmm... entahlah. Aku hanya merasa bahwa mengikuti klub itu tidak cocok denganku. Tapi, kurasa mungkin aku akan mendaftar sebagai anggota OSIS nanti." Ucap Ichigo membuat Rukia tersenyum tipis.

"Lalu kau tidak bekerja paruh waktu?" tanya Rukia.

"Apa ini? Sesi tanya jawab?"

"Sudah, jawab saja, Jeruk."

"Mungkin nanti setelah liburan musim panas selesai. Tapi, pekerjaan apa yang cocok bagiku?" gumam Ichigo sambil berpikir.

"Entahlah. Mungkin jadi pelayan kafe? Atau barista? Kau pandai mengolah kopi?"

"Bagaimana kalau menjadi aktor?" ucap Ichigo yang membuat Rukia tertawa. Aktor katanya?

"Kau bilang aktor? Hahaha... aktor jeruk?" ucap Rukia yang masih tertawa bahkan tawanya lebih keras kali ini. Sedangkan Ichigo hanya memandang wajah Rukia yang tertawa lepas. "Manis" gumamnya pelan. Sepertinya Rukia tidak mendengarnya karena asyik tertawa.

"Tapi, kalau dipikir-pikir kau memang cocok menjadi aktor. Wajahmu tidak terlalu buruk dan kau juga fashionable. Aku mendukungmu." Jawab Rukia membuat Ichigo senang bukan main. Idenya tadi hanya bercanda. Menjadi seorang aktor bukanlah impiannya. Ia lebih memilih menjadi seorang dokter bedah.

"Well, aku akan mendukung apapun yang kau pilih, yang penting positif." Ucap Rukia dengan senyum tipisnya. "Ah, sudah semakin gelap. Sebaiknya kita pulang." Ucap Rukia kemudian berjalan ke arah kasir, hendak membayar.

"Bukankah kubilang kalau aku yang mentraktir?" ucap Ichigo mencegah Rukia membayar.

"Tidak bisa. Setidaknya biarkan aku membayar makananku. Aku merasa tak enak jika kau yang membayar." Ucap Rukia dan mengeluarkan uangnya. Membuat Ichigo mendesah kalah.

To Be Continued


Chapter 4 update!

bagaimana? kurang kah moment mereka?

maaf jika moment romance-nya kurang karena author ini masih kurang mahir dalam hal romance -_-" dan juga terlalu pendek

terima kasih atas reviewnya dan juga yang membaca fic author ini.

mohon review dan sarannya dari para reader-san agar author menjadi lebih baik...

arigatou gozaimasu~