Dream Lovers

.

.

.

Chapter 4

Author : cchanbaek61

Main Cast : Chanyeol Baekhyun

Other Cast : Sehun Luhan Kai Kyungsoo and others

Genre : Drama, Marriage

Rate : T

Warning!! Typo's bertebaran, It's Genderswitch story

Don't Like, Don't Read

Happy Reading

.

.

.

Disini lah Baekhyun sekarang, didalam kamarnya yang tidak terlalu luas namun tidak juga terlalu sempit. Kira-kira pas untuk ukuran kamar seorang gadis single yang terbilang kaya.

Gadis itu sedang merenung tentang hidupnya kedepan seperti apa nantinya. Setelah Baekhyun bertekat untuk menyelidiki Ayah nya secara diam-diam, akhirnya ia tau bahwa Ayah nya memang benar-benar tengah menjalin hubungan dengan seorang wanita janda.

Sebenarnya Baekhyun akan setuju saja apabila nanti Ayah nya mau menikah lagi, tapi untuk sekarang, ini masih terlalu cepat dan sulit untuk gadis itu.

Entah mengapa, sulit sekali untuk Baekhyun menerima sosok pengganti Almarhum ibu nya. Mungkin saja gadis itu masih sangat menyayangi ibu nya, ibu yang melahirkannya.

"Haah kenapa hidupku jadi rumit seperti ini." Helaan nafas gusar terdengar lelah dari bibir mungilnya.

"Aku telah di jodohkan sama laki-laki yang bahkan belum kukenali, dan sekarang Ayahku juga sedang menjalin hubungan gelapnya." Lanjutnya.

Apa mungkin Baekhyun bunuh diri saja? ah sepertinya itu tidak terlalu buruk. Hidupnya sekarang bahkan lebih buruk. Pikirnya sambil melamun.

Tapi gadis itu tidak bisa bunuh diri begitu saja, ibu nya sudah berpesan pada gadis itu untuk tetap menjaga Ayah nya bagaimana pun caranya.

"Baekhyun sayang, kalau nyawa ibu telah direnggut oleh yang kuasa saat ini juga, kau harus ingat nak, jagalah Ayahmu bagaimana pun keadaannya, Ayahmu akan kesepian jika ibu sudah tiada, jangan tinggalkan dia nak, itu pesan ibu padamu. Ibu menyayangimu Baekhyun"

Seperti itulah pesan ibu Baekhyun padanya. Baekhyun juga baru mengingat pesan ibunya untuk tetap disisi Ayahnya. Tapi dengan kondisi seperti ini, apa gadis itu masih bisa bertahan lama disisi ayahnya? Entahlah, batin Baekhyun.

.

.

DREAM LOVERS

.

.

"Pagi sayang," Sapa lelaki paruh baya yang tidak lain adalah Ayah Baekhyun sendiri. Lelaki itu menyapa Baekhyun ketika gadis itu melangkahkan kakinya keruang makan, dan apa yang Baekhyun jawab?

"Hmm pagi." jawab gadis itu singkat.

Hah, itu adalah jawaban paling singkat yang gadis itu lontarkan pada Ayahnya di pagi hari seperti ini.

Biasanya Baekhyun akan berceloteh panjang lebar pada Ayahnya jika pagi hari, mengingat Ayahnya itu akan sibuk ketika sudah berada dikantor.

Baekhyun memang masih merasa sedikit kesal dengan Ayahnya, lantaran Ayahnya masih belum memberitahukan kepada Baekhyun soal perempuan yang disembunyikan nya itu, dan Bakhyun juga tak berani untuk bertanya.

"Baekhyun, kau kenapa?" tanya sang Ayah karena melihat Baekhyun melamun dan hanya mengaduk aduk makanan nya sejak tadi.

"Aku bai." Balasnya tanpa menoleh ke Ayahnya.

Bahkan aku tidak yakin kalau aku baik baik saja hari ini -Batinnya.

"Yasudah kalau begitu habiskan lah makananmu, Ayah berangkat dulu."

"Sampai nanti Ayah." ujarnya memaksakan seulas senyum tipis.

Selesai memakan sarapannya, Baekhyun duduk menyantai diruang keluarga, dan tiba tiba saja ia berinisiatif untuk pergi menemui Kyungsoo sahabatnya.

Yah. Selain hanya untuk melepas rindunya, Baekhyun mungkin akan curhat mengenai pacar gelap Ayahnya dan perjodohan yang pasti.

"Bibi Joo," Panggil Baekhyun ke arah dapur. Namun nihil, yang dipanggil tidak bergeming sama sekali.

"Bibi Joo!" Panggil Baekhyun sekali lagi dan menaikkan suaranya lebih keras sehingga terdengar seperti orang yang sedang marah.

"Ah iya nyonya" Sahut bibi Joo sedikit ketakutan, ditambah lagi ia melihat wajah Baekhyun yang terlihat memerah menahan kesal.

"Ma-maafkan saya nyonya, saya tadi terlalu fokus mencuci piring sehingga saya tidak mendengar panggilan pertama nyonya." Tambah bibi Joo terdengar begitu lirih.

Baekhyun ingin marah, tetapi melihat wajah bibi Joo yang terlihat sepertinya sangat menyesal atas keteledorannya, Baekhyun mengurungkan niatnya untuk memarahi bibi Joo.

"Sudalah tak apa. maafkan aku juga bi tadi sempat berteriak." sesal Baekhyun dan berusaha menahan kesabarannya terhadap bibi Joo.

"Terima kasih, nyonya sudah mau memaafkan saya. Maaf sebelumnya nyonya memanggil saya ada apa?"

Bibi Joo membungkuk hormat kepada Baekhyun atas kebaikan Baekhyun karena telah memaafkan kesalahannya.

"Aku hanya mau bertanya soal Puding yang dikulkas, apakah masih ada?" Pertanyaan Baekhyun mendapat respon baik dari bibi Joo.

"Iya masih ada. Apa nyonya mau memakannya?" Tanya bibi Joo sedikit hati-hati, Takut kalau ia kembali membuat kesalahan.

"Bukan aku yang memakannya. Tolong bungkuskan puding itu satu cup besar, aku akan berkunjung ke apartemen Kyungsoo hari ini dan memberi sedikit buah tangan untuknya," Ucap Baekhyun lalu kemudian berjalan kembali ke kamarnya untuk bersiap siap.

"Baiklah" Bibi Joo mengangguk.

Setelah berkuat didepan cermin selama hampir dua jam lebih, akhirnya Baekhyun telah benar-benar puas dengan penampilannya hari ini.

Baekhyun sekarang tengah memakai kemeja yang ia lipat sampai di sikunya kemudian gadis itu memakai celana pendek sepaha ditambah sepatu kets. Memuaskan bukan? Siapapun yang melihatnya akan memberi banyak pujian.

.

.

DREAM LOVERS

.

.

Bekhyun memarkirkan mobil Audi putih nya, kemudian berjalan menuju Apartemen Kyungsoo.

Semua pasang mata yang melihat penampilan Baekhyun kali ini akan terpaku dengan tatapan memuja. Bagaimana tidak? Baekhyun yang wajahnya super cantik, ditambah lagi menampilannya yang simple namun terlihat seperti selebriti terkenal.

Baekhyun tersenyum sedikit canggung karena banyak pasang mata yang menatapnya, tetapi gadis itu tampak cuek dan tidak memperdulikan tatapan itu.

Karena memang seorang Byun Baekhyun adalah gadis yang Cantik dan mempesona. Pikir Baekhyun sembari tersenyum.

'Ting Tong..'

Baekhyun tertegun karena tidak mendapat respon dari Kyungsoo. Sekali lagi ia menatap layar ponselnya dan bergumam,

"Ini sudah benar alamatnya, tapi kenapa Kyungsoo tak kunjung membukakan pintu? Ah coba sekali lagi."

'Ting Tong..'

Dan benar, yang kedua kalinya Baekhyun memencet bell Apartemen Kyungsoo, Akhirnya yang ditunggu pun muncul.

"Oh maafkan aku Baek, aku sibuk didapur sehingga tak menyadari kedatanganmu," Sesal Kyungsoo dengan raut wajah murung.

"Tak apa Kyung, aku juga lupa mengabarimu kalau mau berkunjung kesini hehe," Balas Baekhyun sedikit canggung.

"Yasudah ayo masuk," Ajak Kyungsoo seraya membuka lebar pintu apartemen nya agar memberi akses untuk Baekhyun masuk. "Hmm okay,"

"Oh iya. Kyung, ini aku bawakan puding buatan bibi Joo, yah aku merasa sedikit tidak sopan jika berkunjung tanpa membawa apa-apa."

Baekhyun membuka tempat puding yang bibi Joo bungkus kemudian gadis itu mengeluarkan beberapa rasa puding.

"Wah makasih banyak Baek, kau yang tebaik!" Kyungsoo memang sangat suka dengan puding buatan bibi Joo.

"Tunggu sebentar ya, aku ambilkan piring dan minuman untukmu."

Kyungsoo berujar kemudian berjalan menuju dapurnya. Ia mengambil dua piring kecil dan mengambil satu juice strowberry kesukaan Baekhyun juga satu juice anggur -kesukannya.

Setelah menyiapkan semuanya, Mereka memotong puding kemudian menaruh puding itu kepiring.

"Mari makan!" Ucap Kyungsoo ceria.

"Hmm!" Jawab Baekhyun tak kalah ceria.

Mereka berdua memakan puding dan meminum juice buatan Kyungsoo dengan tenang hingga tak terasa mereka selesai dengan acara makan minum bersama.

"Kyung," Panggil Baekhyun.

"Ada apa Baek? Ngomong-ngomong kau tampak murung akhir-akhir ini." sahut Kyungsoo.

"Ada yang mau aku sampaikan padamu."

"Apa itu Baek? kau tahukan aku dan Kai siap membantu menyelesaikan masalahmu." Kyunsoo berujar seraya tersenyum hangat.

"Sebenarnya Ayahku sekarang tengah menjalin hubungan dengan wanita janda beranak satu, kalau tidak salah nama anaknya... Ah kenapa aku lupa sih," Baekhyun mendengus.

Satu detik..

Dua detik..

Tiga detik..

"Ah, Aku ingat namanya Kyung, namanya Jonghyun!" Baekhyun reflex berteriak.

"Huh pelankan suaramu Baek, kau bisa membangunkan tetangga sebelah." Dan Kyungsoo tak tahan untuk tertawa karena demi apapun sekarang wajah Baekhyun begitu menggemaskan.

"Kyung, Aku sangat berterima kasih padamu dan Kai. Tapi semua ini adalah masalah keluargaku,dan aku tak akan merepotkanmu." Ucap Baekhyun. Kyungsoo masih diam menatap bingung sahabatnya.

"Dan tentang perjodohanku dengan Sehun, Apakah kau masih mau membantuku untuk lepas dari perjodohan itu?" Tambah Baekhyun dengan ragu.

"Astaga Baek, kau tak perlu sungkan denganku. Aku akan tetap mendukungmu selagi itu membuatmu senang."

Kyungsoo langsung memeluk erat dan mengelus punggung Baekhyun seraya menenangkan gadis itu.

"Terima kasih banyak Kyung, Kau yang terbaik!'' Dan mereka tenggelam dalam suasana haru.

.

.

DREAM LOVERS

.

.

Pagi menyambut, Dan matahari mulai menyinari dunia dengan sinarnya yang hangat serta menyenangkan.

Baekhyun masih menggeliat dalam selimut tebalnya, seolah tak mau beranjak dari dalam selimutnya. Mungkin ia begitu lelah menghadapi hidupnya yang rumit seperti sekarang.

"Hoamm.. Pagi yang begitu cerah," Baekhyun menguap serta tersenyum hangat.

Ia masih memakai piyama nya, dan berjalan keluar kamar menuju ruang tamu.

"Ayah?" Tanya Baekhyun bingung melihat sang Ayah. Bagaimana tidak? Ayahnya pagi-pagi begini sudah rapi, padahal hari ini adalah hari minggu, dan hari minggu seingat Baekhyun semua orang libur bekerja dikantor sang Ayah.

"Ayah akan pergi bersama rekan kerja Ayah, dan mungkin akan pulang agak malam, jadi kau tidurlah jika sudah mengantuk," Tanpa mendengar jawaban Baekhyun Ayahnnya pun branjak pergi.

Apa-apaan ini? Yang benar saja!, pergi dengan rekan kerja? Omong kosong apalagi yang sekarang Ayahku perbuat?! Batin Baekhyun memberontak tak percaya.

Baekhyun yang tengah terbalut oleh emosi tak bisa menahan diri. Maka ia dengan berani mengikuti Ayahnya untuk pergi.

Baekhyun percaya bahwa Ayahnya itu akan pergi menemui wanitanya, dan Baekhyun tetap akan mengawasi Ayahnya. Walapun hatinya terasa begitu hancur. Tanpa berganti pakaian -Masih menggunakan piyama tidur plus sendal tidurnya- Baekhyun berlari mengambil kunci mobilnya dan kemudian menyusul sang Ayah.

"Sial!" Decak Baekhyun. Jalanan begitu macet. Entah mengapa masih pagi bagini jalanan sudah sangat macet. Tetapi Baekhyun tak melemahkan atensinya untuk tetap memperhatikan mobil sang Ayah.

Merasa udara terasa sangat panas, ditambah lagi suasana hati Baekhyun yang terbakar, seolah-olah Ac mobil pun tak terasa dan Baekhyun pun terpaksa membuka kaca mobilnya.

Gadis itupun menghirup udara sebanyak-banyaknya seakan Baekhyun akan mati saat ini juga.

~

Dilain tempat..

Seorang lelaki jangkung didalam mobil Jaguar hitamnya, tangah asyik memperhatikan gerak-gerik Baekhyun. Lelaki itu tepat berada di samping mobil Baekhyun. Kacamata yang bertengger indah dihidung mancungnya ia naikkan sedikit hanya untuk melihat Baekhyun lebih jelas.

"Gadis itu benar-benar cantik dan mempesona. ketika ia marah, wajahnya akan terlihat sangat menggemaskan" Tanpa sadar lelaki itu terkekeh sendiri.

"Sepertinya aku telah jatuh pada pesonanya" Dan seringai tercetak jelas diwajah tampan sang lelaki.

Dan pada saat itu juga lampu hijau menyala, Baekhyun segera mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedikit kencang.

Viva Polo Restaurant '

"Taekwoon-ah" Sapa seorang wanita dengan begitu riang, Wanita itu tak bisa menyembunyikan rona merah dipipi nya karena ia sangat senang pagi ini. Ia senang karena melihat lelaki di depannya, Lebih tepatnya sang kekasih. Byun Taekwoon, Ayah Baekhyun.

"Lama tak bertemu Seungyeon-ah sayang. Maaf karena aku sangat sibuk dengan urusan kantor, Sehingga jarang bertemu dengamu lagi," Ucap Ayah Baekhyun sembari memeluk sayang sang wanitanya.

Disisi lain, ditempat yang sama Ayah Baekhyun tak menyadari bahwa perlakuan romantis nya kepada Seungyeon sedari tadi diperhatikan oleh Baekhyun. Hati Baekhyun sekarang kian memanas seperti air mendidih, hatinya terasa sangat-sangat hancur melihat sang Ayah memeluk sayang wanita lain.

Baekhyun berusaha menahan genangan air mata dipelupuk matanya agar tidak jatuh begitu saja. Ia tidak boleh menangis. Karena demi apapun, ia seolah jijik menangisi Ayahnya yang tega berbohong pada Baekhyun hanya untuk berkencan dengan wanita itu lagi.

' Ayah akan tahu akibatnya karena telah membohongiku. Aku mungkin akan membatalkan perjodohan ku dengan Oh Sehun, secara sepihak, bahkan jika Ayah tak setuju sekalipun. Batin Baekhyum bergemuruh campur aduk antara perasaan marah, sakit hati, dan kecewa yang pasti.

"Bagaimana kabarmu Seungyeon-ah? apakah kau masih setia menungguku?" Sang lelaki mulai ber basa-basi.

"Seperti yang kau lihat. Aku sangat baik, dan tetap akan menunggumu," Balas Seungyeon seraya tersenyum manis.

"Ahh syukurlah kalau begitu. Terima kasih juga karena kau masih menunggu, Aku mencintai mu,"

Ayah Baekhyun berujar tulus masih dengan mode memeluk tubuh Seungyeon, wanitanya.

"Yah aku akan setia sampai kau benar-benar siap. Aku juga sangat mencintaimu,"

Dan setelah itu Ayah Baekhyun dan Seungyeon menikmati sarapan bersama-sama dan tejadilah obrolan-obrolan singkat diantara mereka.

Baekhyun sudah tak tahan lagi. Gadis itu bangkit berdiri dan hendak pergi dari tempat terkutuk itu -Menurut Baekhyun.

Baekhyun tak kuasa menahan sakit didada nya melihat pemandangan memuakkan yang pernah ia lihat sebelumnya. Maka dari itu, mungkin dengan pergi dari tempat itu semua akan lebih baik.

Gadis itu melangkahkan kakinya ke lantai basement dengan raut wajah memerah menahan marah. Ia membuka pintu mobilnya dan menutup kembali pintu mobilnya dengan keras.

Suasana hati Baekhyun sangat buruk saat ini. Ia tidak memperdulikan pandangan aneh dari orang-orang yang melihatnya didalam restaurant karena Baekhyun memakai piyama dan sendal tidur.

Masuk ke restaurant mahal hanya menggunakan piyama tidur dan sendal seperti itu? Yang benar saja, Cih.

Baekhyun menginjak pedal gas dan melajukan mobilnya dengan membabi buta. Ia menyelip mobil orang tanpa rasa takut sedikit pun sampai akhirnya Baekhyun sampai dirumahnya dengan selamat -Untung saja.

Dengan sedikit berlari, Baekhyun melangkahkan kakinya menuju kamarnya yang berada dilantai dua. Ia membanting pintu kamarnya dengan keras sehingga bunyi pintu itu sampai kearah dapur.

Bibi Joo mengernyitkan dahinya bingung. Pasalnya Baekhyun datang dengan raut wajah susah diartikan, juga gadis itu memasuki rumahnya dengan menghentak-hentakan kakinya.

Mungkin suasana hati nyonya Baekhyun sedang buruk sekarang. Pikir bibi Joo acuh.

"Hari ini begitu buruk!" Baekhyun mengacak rambutnya asal-asalan. Ia begitu frustasi sekarang ini. Helaan nafas gusar sudah terdengar beberapa kali dari mulutnya.

Dengan mandi, Mungkin pikiran Baekhyun sedikit lebih tenang. Yah lebih baik begitu.

Lebih dari dua jam Baekhyun bersiap, akhirnya ia telah selesai. Dengan hanya bermodalkan pakaian santai, Baekhyun sudah terlihat sangat cantik dan mempesona. Sebenarnya ia berniat untuk tidur dan menetralkan pikirannya agar kembali pulih.

.

.

DREAM LOVERS

.

.

Siang yang begitu panas hari ini bisa saja membakar satu-persatu orang yang hanya memakai tanktop atau baju tanpa tanpa lengan lainnya.

Gadis itu, Baekhyun, yang hanya duduk bersantai dibalkon rumahnya yang mengarah langsung ke kerumunan kendaran yang memadati jalanan kota Seoul. Ia hanya sedang sedang melamun.

Ya, Baekhyun melamun.

Gadis itu sedang memikirkan ibu nya. Baekhyun sedang meratapi nasib nya kedapan, dan Baekhyun juga sedang memikirkan agar ia bisa lepas dari perjodohan konyol itu -konyol bagi Baekhyun.

Bagaimana caranya aku bebas dari perjodohan ini? Apakah nanti orang yang dijodohkan denganku akan mencintaiku? Apakah aku akan bahagia dengannya nanti? Apakah Ayah hanya memikirkan perasaannya tanpa memikirkan perasaanku juga?

"Aarghhh.. Kenapa serumit ini?! Aku ingin menangis sekarang juga Ibu.." Final. Baekhyun berteriak.

Hati Baekhyun sekarang sedang bergemuruh tatkaruan. Ia sedang berpikir keras akan tindakan apa yang harus ia ambil jika Ayahnya sudah membicarakan soal perjodohan nya nanti. Tanpa sadar Baekhyun meloloskan cairan bening dipelupuk matanya hingga menghujani pipinya yang mulus.

"Ibu.. Tolong aku, bantu aku bu.. Kumohon," Baekhyun berbicara dengan susah paya seakan sudah tiada hari esok lagi.

Ceklek...

-Pintu Balkon terbuka.

Menampilkan sosok lelaki paruh bayah yang tengah berjalan menuju Baekhyun, dan duduk disamping sang anak, Kemudian berucap,

"Baekhyun-ah, sebentar malam kau bersiap-siaplah nak,"

kernyitan tercetak jelas diwajah Baekhyun, Dan sepertinya ayahnya mengetahui isi pikiran putri nya itu.

"Kau akan pergi makan malam berdua bersama Sehun calon suamimu, ini pertemuan pertama mu." Tambah Ayahnya seraya tersenyum simpul dan menekankan kata 'Suami'.

Seperti tersambar petir disiang hari begini, Seketika mata Baekhyun melotot dan memanas tak terduga, tetapi ia berusaha menahannya agar tidak tumpah dari pelupuk matanya.

Astaga apa yang harus kulalukan sekarang? Batin nya.

"Se-sebentar ma-malam?" Tanya Baekhyun lagi, memastikan bahwa sekarang telinganya masih berfungsi dengan baik. Terdengar sangat jelas bahwa nada bicara Baekhyun sangat gugup. Itu konyol.

"Ya sebentar malam. Kau harus tampil cantik, putri Ayah mengerti?" Ujar Tuan Byun tegas dan tak terbantahkan.

Runtuh sudah pertahanan Baekhyun. Ayahnya sudah membicarakan soal perjodohan. Sekarang apa yang harus ia lakukan coba? Huftt..

Mungkin kali ini Baekhyun harus pasrah dan mengikuti kemauan Ayah nya untuk makan malam bersama Sehun.

' PUKUL 07:15 KST '

Baekhyun memperhatikan dari atas sampai bawah penampilannya. Ia cukup puas dengan penampilannya kali ini.

Oh ayolah.. Berkat Ayahnya yang menyewa perias handal dan menyiapkan gaun super mahal dan elegan, Baekhyun sekarang telah menjadi putri yang sangat cantik. Baekhyun memakai gaun berwarna Pink soft sepaha dan memakai sepatu berwarna senada dengan gaun nya, tidak lupa tas selempang yang senada juga dengan warna gaun nya.

Baekhyun melangkahkan kaki nya perlahan menuruni tangga dan ia melihat sang Ayah tengah duduk di sofa sembari membaca koran. Baekhyun berdehem cukup keras hingga sang Ayah menoleh padanya.

"Wahh penampilan mu sangat memuaskan Baekhyun-ah. Tidak sia-sia Ayah mempunyai anak gadis yang sangat cantik sepertimu,"

Baekhyun yang mendapat pujian dari sang Ayah hanya tersenyum kecut, tetapi sang Ayah tetap tersenyum lebar.

"Ahh sebaiknya kau berangkat, Ayah sudah memberitahu alamat tempat makan malammu dengan Sehun kepada Paman Lee untuk mengantarmu kesana"

"Hm Aku berangkat" Baekhyun mencium singkat pipi sang Ayah lalu berjalan ke arah mobil yang sudah terparkir.

"Apa tempat makan malamku dengan Sehun jauh?" Baekhyun bertanya demi memecah keheningan.

"Tidak juga nyonya, mungkin perjalanan sekitar tiga puluh lima menit lagi" Jawab Paman Lee seraya tersenyum dan kembali memfokuskan atensinya pada jalanan.

Baekhyun yang bosan hanya memainkan ponsel nya, hanya melihat-lihat media sosialnya dan membalas pesan-pesan singkat teman-temannya.

Dan tak lama kemudian mereka sampai ke tempat tujuan. Baekhyun turun dari mobil kemudian paman Lee memarkirkan mobil.

"Pamam tak usah menungguku, mungkin aku akan pulang dengan Sehun" Sahut Baekhyun kepada paman Lee, dan paman Lee beranjak untuk pergi.

Aku harus bersikap biasa saja dan aku harus pura-pura cuek padanya nanti. Baekhyun mulai memikirkan strateginya. Gadis itupun mulai melangkahkan kaki jenjangnya masuk kedalam restaurant yang terbilang sangat mewah. Dan seketika ia tertegun melihat laki-laki yang duduk di pojok, yang sudah menunggunya.

Baekhyun tak menyangka bahwa Sehun sangatlah Tampan. Alis tegas, mata sipit, bibir tipis, tubuh putih pucat,tinggi, dan senyum yang sangat menawan. Tiba-tiba saja Baekhyun urung menggagalkan perjodohannya.

"Ahh aku tak boleh berpikiran macam-macam, aku tak menyukai nya dan aku hanya mengagumi ketampanan nya saja" Baekhyun merutuki dirinya atas pemikiran bodohnya yang sempat terlintas.

Dengan langkah angkuh serta anggun disaat yang bersamaan, Baekhyun melangkahkan kakinya menuju meja Sehun.

"Maaf sudah membuat anda menunggu lama Sehun-ssi" Sapa Baekhyun setelah ia sampai dimeja Sehun.

Sehun sedikit terkejut tetapi ia kembali menetralkan keterkejutan nya dan membalik tubuhnya hingga Sehun menatap Baekhyun dari atas sampai bawah.

"Tak usah menatapku seperti itu Sehun-ssi, aku tahu aku memang cantik dan mempesona" Ucap Baekhyun seraya mengibaskan rambutnya percaya diri.

Astaga gadis ini luar biasa cantik dan angkuh. Batin Sehun.

"Ahh maafkan saya. Apakah kau benar Byun Baekhyun?"

Sehun sebenarnya sudah tau tapi ia hanya ingin memastikan lagi. Hanya sekedar basa-basi saja.

"Benar aku Byun Baekhyun anak dari Byun Taekwoon. Bolehkah aku duduk sekarang?kakiku sudah pegal" Baekhyun merutuki Sehun dalam hatinya karena tak memberinya kesempatan untuk duduk sedari tadi.

"Oh ya silahkan duduk hehe" Sehun sedikit menggaruk tenguknya yang tak gatal.

'Akhirnya aku duduk juga. Anak ini sedikit aneh dan ia terlihat masih agak kekanakan. Apa mungkin Sehun lebih muda dariku?' Batin Baekhyun sedikit tak tenang.

Baekhyun memang tak akan mau menikah dengan laki-laki yang lebih muda darinya. Ia tak suka jika dipanggil 'Noona ' . Maka dari itu Baekhyun TIDAK akan mau menikah dengan laki-laki yang lebih muda darinya. Itu sudah prinsip Baekhyun dan tak akan terbantahkan.

"Ekhemm.." Sehun sedikit berdehem karena ia melihat Baekhyun yang melamun menundukan kepalanya dan hanya melihat makanan nya tanpa minat memakannya.

Baekhyun mendongak sedikit terkejut karena deheman Sehun yang agak keras.

"Maaf Sehun-ssi, aku sedikit lelah" Baekhyun memasang wajah angkuh nya. Sebenarnya ia sudah sangat bosan bersama Sehun.

"Kalau begitu segeralah pulang dan istirahat. Aku nengerti kok" Sehun tersenyum singkat dan lebih memilih membiarkan Baekhyun pulang.

"Baiklah, aku permisi"

Baekhyun berjalan keluar restaurant, kemudian mengambil handphone nya didalam tas selempang nya lalu menelfon paman Lee untuk segera menjemputnya.

"Halo nona Baekhyun, apakah acaranya sudah selesai?"

"Ya acaranya sudah selesai, paman tolong jemput aku. Aku lelah untuk naik taksi"

"Baiklah. 15 menit lagi saya tiba" Dan akhirnya sambungan telfon pun terputus.

.

.

DREAM LOVER

.

.

"Aku pulang..." Sahut Baekhyun malas setelah ia menginjakkan kakinya diruang tamu. Baekhyun merasa sangat lelah hari.

Sang Ayah yang sedang menonton TV pun akhirnya menoleh dan mendapati wajah putri nya yang murung.

"Kau kenapa? mukamu kusut sekali nak" Tanya Ayah Baekhyun penasaran.

'Apa kencan pertama nya gagal?ini bahkan belum terlalu lama' Batin Ayah nya kemudian melihat jam dinding.

Seakan peka terhadap pancaran mata Ayah nya, Baekhyun pun berucap yang sebenarnya terjadi.

"Ya hari ini kencan ku kurang berjalan dengan lancar. Aku tak menyukai sikap laki-laki itu, makanya aku segera pulang, dan sepertinya kami tak cocok. Hm meskipun laki-laki itu aku akui ketampanan nya, tapi tetap saja perasaanku tidak suka padanya" Jelas Baekhun panjang lebar. Berharap Ayah nya akan membatalkan perjodohan nya.

Hah?!

Rahang Ayah Baekhyun mengeras secara tiba-tiba. Ia kesal dengan tindakan Baekhyun yang seenaknya saja pergi meninggalkan Sehun direstaurant.

"Kau kurang ajar sekali Baekhyun. Ayah tak menyangka kau bersikap seperti itu didepan calon suamimu!"

Baekhyun kaget dengan apa yang Ayah nya katakan barusan. Ia tak menyangka kalau Ayah nya akan membentaknya seperti ini.

"Ayah tak pernah mengajarkan mu sikap kurang ajar seperti ini. Dari kecil Ayah mengajarkan mu menjadi gadis baik dan lemah lembut, bukan menjadi gadis tidak tau sopan santun seperti ini!" Lanjutnya.

Baekhyun hanya mematung di tempatnya. Gadis itu sudah menjatuhkan air matanya. Ia tak tahan lagi jika seperti ini jadinya. Seumur hidup Ayah nya tak pernah membentaknya sekeras ini.

"Baekhyun apa kau tak dengar perkataan Ayah?!" Kemurkaan Ayah nya sudah tak dapat lagi ia tahan, dan ia sudah melampiaskan kemarahannya kepada Baekhyun.

Baekhyun yang kemarahan dan kesabaran nya sudah tak dapat lagi ditahan lebih lama, akhirnya ia mendongak dan menatap Ayah nya tajam.

"CUKUP! Aku tak menyangka Ayah akan membentakku sekeras ini. Dari kecil hingga aku besar Ayah selalu memperlakukanku layaknya seorang putri. Tapi sekarang? hanya demi lelaki yang bahkan belum tahu betul tentang keluarga kita, Ayah telah membentakku seperti pembantu! Apakah dengan perjodohan ini Ayah pikir aku akan bahagia? jawabannya adalah tidak sama sekali. Ayah seenaknya saja menjodohkan ku tanpa memikirkan perasaanku!"

Baekhyun sudah tak tahan lagi. Baekhyun berucap dengan mata memerah dan nada suara yang bergetar tetapi tegas. Ia tak tahan jika jodohnya diatur oleh Ayah nya sendiri tanpa memikirkan perasaan nya.

Dan Ayah nya hanya bungkam. Ia tak menyangka Baekhyun semarah ini padanya.

"Ya aku tahu semua nya adalah salahku. Lalu bagaimana dengan Ayah? Apakah Ayah tak merasa bersalah sedikitpun padaku?"

"Apa maksudmu?"

"Ayah tak usah lagi mengelak. Aku sudah tahu semuanya. Semua yang Ayah lalukan pada perempuan jalang itu!" Baekhyun berteriak menuntut pada Ayah nya.

Tangan Ayah Baekhyun terkepal erat dan tatapan matanya sangat tajam. Ia sangat murka kepada Baekhyun.

"Byun Baekhyun, Jaga Ucapanmu! Bagaimana bisa kau menyebutnya perempuan jalang!" Teriak Ayah Baekhyun lebih keras sehingga membuat Baekhyun sedikit tersentak.

"Bahkan hanya menyebutnya perempuan jalang, Ayah membentakku separah ini! Apakah Ayah sudah tak sayang lagi padaku? Apakah Ayah lebih sayang pada wanita jalangmu itu?!"

Tangan Ayah Baekhyun terangkat untuk menampar Baekhyun. Tapi pada saat sudah diudara ia menurunkan tangan nya kembali.

"Kenapa? kenapa tak jadi menamparku? apa kau telah sadar? Sepertinya Ayah tak perlu lagi menyembunyikan wanita jalang itu, karena aku sudah mengetahunya. Jadi mulai sekarang Ayah bebas membawa wanita jalangmu itu!"

Baekhyun sengaja menekankan kata 'Jalang' karena demi apapun hantinya kesal saat mengingat kembali sosok wanita yang dengan mesra memeluk Ayah nya.

"Jaga ucapanmu Baekhyun! Sekarang juga angkat kaki dari rumah ini. Ayah tak sudi punya anak kurang ajar sepertimu!" Final. Ayah Baekhyun benar-benar emosi sekarang ini.

Sakit hati dan terkejut. Itulah yang dirasakan Baekhyun. Ia tak pernah menyangka bahwa Ayah nya yang sangat menyayanginya telah mengusirnya hanya karena Baekhyun menyebut wanita Ayah nya dengan kata jalang.

Tapi bagaimana pun ia tak akan pernah mau mengemis belas kasihan Ayah nya. Maka ia akan setuju jika Ayah nya mengusirnya.

"Baik, Aku akan pergi sekarang. Selamat karena telah mengusirku" Baekhyun mati-matian menahan suaranya hingga tak bergetar.

"Ah dan terima kasih juga telah merawatku hingga sebesar ini. Selamat tinggal BYUN TAEKWOON." Tambahnya.

Setelah berucap demikian, Baekhyun langsung naik kekamar nya untuk mengemasi barang-barangnya.

Dilain sisi Ayah nya sangat menyesal dengan ucapannya. Ia sangat khawatir dengan Baekhyun. Tapi ia juga tak bisa terima jika Baekhyun menyebut Seungyeon sebagai wanita jalang, karena pada dasar nya Seungyeon adalah wanita berhati lembut.

.

.

.

.

.

TBC?

Anyeonghaseyo~ *sok*

Hmm gimana yah ngomong nya :') Sebelumnya Maafkan aku karna sudah sebulanan akhirnya ff absurk ini baru update juga huee T_T Berhubung tugas aku menumpuk banget, jadi aku ga sempet buat nulis *nangis alay* Nah sekarang aku udah update lohh, gimana? tambah gaje? Maaf kalo masih banyak kekurangan yaa :) Hope you like guys *

Btw, ini konflik baru muncul antara anak dengan bapaknye -.- *plak* ff ini nanti konfliknya ga terlalu berat-berat amat sih :D palingan nanti Baekhyun hanya ngambek-ngambek gitu(?) Nah di Chapter selanjutnya nanti, kemungkinan BH udah ketemu sama bang CY yah :'D *hah akhirnya*

Oke uda cukup bacot Author. Dimohon buat REVIEW dan FAV-in ff ini yaa~ Paipai*

Kecupp mesra

cchanbaek61