"AREN'T YOU MORE BITCH THAN HIM?"

YAOI AREA

BXB

GENRE : ANGST , ROMANCE

PAIRING : CHANBAEK

CAST : BAEKHYUN , CHANYEOL , KYUNGSOO , YIFAN AND THE OTHERS

DESCLAIMER : INI ASLI HASIL KARYA SAYA DARI OTAK YANG TIDAK SEBERAPA INI , JIKA ADA KESAMAAN NAMA TOKOH , TEMPAT DAN KEJADIAN ITU HANYA KEBETULAN SEMATA.

.

.

.

I MISS YOU SO...

.

"K.. K.." entah kenapa Kyungsoo menjadi gagap membuat sosok itu mencubit pipinya gemas.

"Merindukan ku?" Bisik sosok itu seductive ditelinga Kyungsoo bermaksud menggoda, namun sepertinya Kyungsoo tak tergoda sedikitpun malah mendorong sosok itu menjauh.

"In your dream." ketus Kyungsoo dan ia tentu tak bodoh untuk tau jika Kyungsoo tengah merajuk padanya saat ini.

"Kenapa kau baru menemui ku?" tanya Kyungsoo tetap dengan nada ketusnya serta wajah datarnya.

"Maafkan aku sayang. Aku sibuk, kau tau itu kan." ujarnya memeberi pengertian seraya mencoba untuk menyentuh pipi chubby Kyungsoo namun belum sempat tangan itu sampai, Kyungsoo lebih dulu menepisnya.

"Yaa kau dan pekerjaanmu! Pekerjaan mu lebih penting dari ku, padahal china ke korea tidak sejauh itu untuk ditempuh." Kyungsoo berucap lirih, sedih tentu saja. Siapa yang tidak sedih jika orang yang dicintainya lebih mencintai pekerjaannya dari pada Kyungsoo yang notabenenya kekasihnya sendiri. Sebenarnya ini lah alasan Kyungsoo memilih berselingkuh dengan Chanyeol, Kyungsoo memerlukan perhatian. Meski chanyeol memiliki Baekhyun dan selalu memprioritaskan Baekhyun, tapi Chanyeol selalu ada saat Kyungsoo membutuhkannya.

"Aku tau aku salah, maafkan aku. Aku janji tak mengulanginya, ini yang terakhir." bujuknya mencoba peruntungan dan Kyungsoo akan tetap menjadi Kyungsoo yang mudah untuk ditahlukkan. Kyungsoo begitu mencintai sosok didepannya ini dan selalu membuatnya mengalah.

"Baiklah, jangan ulangi!" jawab Kyungsoo lembut disertai dengan senyuman hangatnya.

"I MISS YOU SOO..." ucapnya seductive lalu mengulum telinga Kyungsoo sensual.

"Mmmhhh.." sosok itu menyeringai lalu melahap bibir bentuk hati Kyungsoo. Ciuman kasar nan menuntut, lidahnya menyapu bibir Kyungsoo untuk meminta akses lebih dan Kyungsoo dengan senang hati memberinya akses, dengan itu ia pun memasukkan lidahnya dan mengabsen setiap benda yang ada didalam mutut Kyungsoo. Lenguhan terdengan saat ia dengan tangan-tangan nakalnya mulai menelusup kedalam piyama Kyungsoo. Setelah merasa kehabisan oksigen ia pun melepaskan ciuman mereka. Ia ingin segera membawa Kyungsoo keatas ranjang si mata doe itu, namun kyungsoo malah menghentikan ciuman mereka.

Sosok itu baru saja ingin protes saat Kyungsoo melepas tautan mereka, namun kembali tersenyum mengetahui Kyungsoo hanya menutup pintu nya. Tentu saja Kyungsoo harus menutup pintu rumahnya, Kyungsoo tak mau melakukan kesalahan untuk kedua kalinya.

Ia langsung membawa Kyungsoo kedalam kamar Kyungsoo dan merebahkan pelan tubuh Kyungsoo diatas ranjang dan menempatkan tubuhnya diatas tubuh Kyungsoo tanpa menindihnya, lalu kembali mendaratkan bibir kissablenya diatas bibir hati Kyungsoo. Menyesapnya dengan kuat lalu berbagi saliva dan melanjutkan permainan mereka sampai suara desahan Kyungsoo terdengar menggila.

.

I MISS YOU SO

.

"Kau yakin tidak mau menginap?" pertanyaan sendu itu tahunya mengundang sendu Yifan pula.

"Maafkan aku." ucap Yifan penuh sesal.

"Aku masih merindukanmu~ kau baru saja kekorea lalu meninggalkan ku lagi." rengeknya seraya bergelayut manja dilengan Yifan membuat Yifan terkekeh ringan karena sifat menggemaskan kekasihnya ini.

"Begitupun aku, aku juga merindukanmu tapi kau tau kan bagaimana sifat adikku?" Yifan mencoba menjelaskan dengan lembut dan kekasihnya itu mengangguk lemas dengan bibir mencebik, tak mungkin dia tak tau adik dari kekasihnya ini sangat overprotective kepada Yifan, terkadang sifat BROTHER COMPLEX Baekhyun itu benar-benar mengganggu.

"Semoga saja adikmu akan merestui hubungan kita."

"Ya semoga saja." Yifan tak tahu harus menjawab apa, jadi yang dilakukannya hanya mencoba meyakinkan kekasihnya dan dirinya sendiri bahwa mungkin saja Baekhyun berbaik hati untuk merestui Yifan menjalin hubungan dengan orang lain.

"Aku janji besok malam aku kesini lagi." ucap Yifan seraya mengelus lembut pipi kekasihnya.

"Benarkah?" Tanya nya antusias dan dijawab anggukan yakin oleh Yifan. Akhirnya dia membiarkan Yifan pergi.

.

I MISS YOU SO

.

Malam berganti dengan pagi datang menjemput, mentari pagi mulai menampakkan batang hidungnya. Menyinari setiap pelosok dibumi ini, sinar-sinar mentari mengintip diantara jendela kamar Baekhyun mengusik simungil dari mimpi indahnya. Lenguhan kecil terdengar akibat gangguan itu, akhirnya Baekhyun membuka matanya lalu membiasakan cahaya yang berlomba-lomba mengisi retinanya.

"Tidurmu nyenyak baby?" tanya sosok jangkung yang kini tengah menampilkan senyuman mautnya dan dibalas senyuman manis pula dari baekhyun. Baekhyun mengangguk polos tak pelak membuat Yifan mencubit mochi cheeks Baekhyun menimbulkan sungutan dari simungil mengundang kekehan geli dari sijangkung.

"Mandilah lalu sarapan, oppa tunggu dibawah." setelah mendapat anggukan dari Baekhyun lalu Yifan pun beranjak dari kamar minimalis itu.

Sekitar 30 menit kemudian Baekhyun sudah selesai dengan urusan kamar mandinya lalu menyusul oppa kesayangannya untuk sarapan.

"Pagi~" sapa Baekhyun riang lalu mencium pipi Donghae, Seohyun dan Yifan bergantian sebelum menempatkan buttnya dikursi samping Yifan.

"Pagi Baby boy, rapih sekali pagi ini mau kemana?" Tanya Seohyun penasaran melihat penampilan Baekhyun sudah rapih padahal masih pagi.

"Aku ingin menemui Tao eomma, sepertinya aku sedikit merindukannya." Baekhyun berujar dengan senyuman cerahnya.

"Tao ada dikorea?" tanya Seohyun, sebab setaunya Tao teman Baekhyun itu adalah orang china.

"Dia sudah hampir sebulan disini mengunjungi appanya yang sakit." jelas Baekhyun singkat lalu Seohyun pun mengangguk faham.

.

" Tao-yaa~ I MISS YOU SO.." teriak Baekhyun dengan nada rengekannya, tak berbeda jauh dengan Tao yang saat ini malah membentangkan tangannya lalu meneriakkan hal yang serupa dengan Baekhyun. Baekhyun segera memeluk Tao dengan erat begitupun sebaliknya, interaksi mereka berdua tahunya menghangatkan hati Yifan.

"Aku titip adikku ya, jaga dia baik-baik." ucap Yifan menginterupsi kegiatan kedua sahabat yang tengah melepas rindu itu.

"Tenang saja ge, akan ku jaga dengan sepenuh hati." kata Tao yakin dengan tangan diletakkan disamping telinganya, bersumpah dengan kelima jarinya. Yifan yang gemas pun reflex terkekeh lalu mengusak pelan rambut Tao tanpa menyadari tatapan menelisik yang Baekhyun layangkan.

"Jangan ngebut oppa!" peringat Baekhyun pelan. Yifan tersenyum "Sure baby." lalu dengan itu Yifan pun pergi.

"Kau masih memanggil Yifan ge dengan sebutan oppa?" tanya Tao takjub.

"Tentu saja! aku tak akan memanggilnya dengan sebutan gege seperti yang kau lakukan karena aku itu spesial jadi harus berbeda." ujar Baekhyun bangga dan Tao hanya mengedikkan bahunya acuh. Setelah Yifan pergi seketika senyuman ceria Baekhyun tadi luntur tergantikan dengan wajah sendu, Tao tau pasti wajah sedih Baekhyun disebabkan oleh kekasihnya Park Chanyeol.

Tao sudah mendengar semuanya dari Baekhyun. Meski mereka jauh, tapi mereka selalu melakukan komunikasi lewat bertelfon ataupun VC. Jujur saja Tao benar-benar geram saat mendengar cerita Baekhyun pasal kekasih tiang bodohnya itu, ingin rasanya Tao mencekik Chanyeol sampai mati tapi apalah daya bertemu saja tak pernah. Beda negara itulah alasannya.

"Kau masih memikirkannya?" tanya Tao prihatin.

"Aku sudah berusaha untuk tak memikirkan sibrengsek itu, tapi dia tetap saja berkeliaran didalam otakku." sendu Baekhyun, sungguh melihat Baekhyun dengan wajah sendu seperti ini adalah hal pertama bagi Tao karna selama ini Baekhyun itu selalu ceria.

"Aku punya ide. Bagaimana jika kita bersenang-senang hari ini?" tawar Tao ragu. Setelah menimbang beberapa saat akhirnya Baekhyun menganggukkan kepalanya tanda menyetujui.

.

Baekhyun lupa bahwa Bersenang-senang yang Tao maksud bukan bersenang-senang versi liar tapi bersenang - senang versi menghabiskan uang. Tao itu sangat menyukai segala macam jenis shopping. Dari mulai shopping tersier, sekunder bahkan premier. Berbeda dengan Baekhyun yang lebih suka bermalas-malasan dengan eskrim serta strawberry cake kesukaannya.

Mau mundur pun percuma karena Tao sudah menggeretnya keluar masuk keberbagai toko didalam COEX mall, jadi kepalang basah biar mandi sekalian. Setelah berjam-jam mereka memutari seluruh isi Mall akhirnya merekapun berhenti karena perut mereka sudah berdemo minta diisi.

"Aku ingin makan gogigui." ujar Baekhyun lalu mengerucutkan bibirnya lucu sebab sedari tadi Tao mengajaknya makan sannakji, bukannya tidak suka hanya saja Baekhyun sedang tak ingin memakan gurita hidup saat ini.

"Baiklah, disana ada restoran yang terkenal enak dengan gogiguinya. Mau mencoba?" ujar Tao memberi saran, langsung saja Baekhyun anggukki karena demi apapun dirinya sangat kelaparan saat ini. Jadi mereka pun pergi menuju restoran yang Tao maksud.

"Disana kosong Baek, ayo kesana." ajak Tao semangat namun Baekhyun tak bergeming barang sedikitpun. Tao mengernyit heran lalu mengikuti arah mata Baekhyun seketika Tao pun ikut terdiam. Pandangan itu tertuju pada meja yang berada dipojok yang berisi Chanyeol dan Kyungsoo disana.

"Baek ayo kita cari restoran lain saja." ajak Tao seraya menggandeng tangan Baekhyun, namun dengan cepat Baekhyun melepaskan gandengan itu.

"Tak apa Tao, kita makan disini saja. Pilih lah tempat duduk, aku harus menyelesaikan sesuatu." Ujar Baekhyun datar tanpa mengalihkan pandangan sedikitpun dari Chansoo.

Tao tak menuruti apa yang Baekhyun katakan ia malah mengikuti langkah Baekhyun yang berjalan dengan pasti menuju meja Chanyeol dan Kyungsoo. Tao memiliki perasaan yang buruk untuk hal ini.

BYURRR...

See, benarkan apa yang Tao khawatirkan. Baekhyun baru saja mengguyur Kyungsoo dengan air yang tersedia diatas meja mereka.

"Apa yang kau lakukan dengan kekasih ku?" ujar chanyeol ketus, namun Chanyeol tak melihat siapa gerangan yang mengguyur Kyungsoo karena Chanyeol sibuk membersihkan air diwajah Kyungsoo.

"Uups, maaf aku tak sengaja~" ujar Baekhyun dengan wajah yang Tao berani bertaruh bahwa itu adalah wajah yang paling menyebalkan yang pernah Baekhyun tampilkan.

Chanyeol bersumpah dia sudah memeriksakan telinganya kemarin dan saat ini yang dia dengar adalah suara orang yang sangat ingin dia temui. Dengan perlahan Chanyeol mengakat wajahnya membuat matanya besibobrok dengan sipit Baekhyun.

"B.. Baekk.." Chanyeol tergagap bukan karna ketauhan selingkuh untuk yang kedua kalinya, namun tergagap karna akhirnya bisa bertemu dengan Baekhyun.

"Maaf yaa sudah membuat KEKASIHmu kebasahan." Ujar Baekhyun penuh penekanan dan wajah yang meremehkan.

"Ku mohon cepat ge, aku tak tahu sampai mana kegilaan Baekhyun akan berlanjut," itu Tao yang sibuk dengan smartphonenya yang berada ditelinganya.

"Baekhyunie akhirnya. kita perlu biacara." Chanyeol mendekat kearah Baekhyun melupakan Kyungsoo yang tengah sibuk dengan baju basahnya.

"Tetap ditempat mu brengsek!" ketus Baekhyun penuh emosi lalu mundur selangkah menghindari Chanyeol.

"Baekhyunie kumohon maafkan aku, aku tau aku salah, mohon maafkan aku." pinta Chanyeol memelas membuat Baekhyun berdecih.

Baru saja Baekhyun hendak membalas perkataan Chanyeol namun urung saat Yifan menangkup wajahnya dengan pandangan khawatir tiada tara. Tao jelas mendesah lega atas kedatangan Yifan, namun berbanding balik dengan Kyungsoo yang malah menanggapinya dengan keterkejutan yang berlebih.

"Kau baik-baik saja baby?" tanya Yifan seraya mengelus mochi cheeks Baekhyun.

"Tentu saja oppa, siapa yang berani melukaiku." jawab baekhyun meyakinkan. Yifan mendesah lega lalu membawa Baekhyun kedalam pelukannya. Panggilan sarat kinky dan Pemandangan kedua kakak beradik ini tahunya mengungdang amarah Chanyeol. Jadi dengan tarikan kuat Chanyeol memisah pelukan Yifan dan Baekhyun.

BRUGHH..

"OPPA/GEGE!!" Tao dan Baekhyun berseru bersamaan dengan tubuh Yifan yang terhuyung kelantai.

"Chanyeol!! kau pikir apa yang telah kau lakukan hahh?" ucap Baekhyun penuh emosi lalu Baekhyun ingin membantu Yifan berdiri, namun tertahan saat Chanyeol menarik lengannya keras dan menabrak dadanya sontak saja Baekhyun berontak namun cengkraman Chanyeol lebih kuat dari dugaan baekwhyun. Yifan ingin membantu Baekhyun tapi ditahan oleh Tao guna memberi waktu sebentar untuk Chanbaek berbicara.

"Seharusnya aku yang bertanya, Apa yang baru saja kau lakukan?" amuk Chanyeol tak terima. Jlas saja chanyeol tak terima jika Baekhyunnya disentuh oleh orang lain. Baekhyun berdecih.

"Apa urusan mu? bahkan kita sudah tak dalam ikatan apapun. kau tidak punya hak untuk melarangku!" Skakmat. Chanyeol terdiam cengkramannya pada tangan Baekhyun meloggar dan Baekhyun dengan cepat menarik tangannya yang memerah. Chanyeol terkekeh.

"Kau berkata bahwa Kyungsoo adalah jalang lalu apa bedanya dengan dirimu Baekhyun?" Chanyeol berujar sarkatis.

"Diam Chanyeol diam kau harusnya meminta maaf bukannya mengumpat!" Chanyeol berperang dengan bathinnya sendiri.

Baekhyun yang tadinya sibuk dengan pergelangan tangannya kini mengalihkan fokusnya pada chanyeol.

"AREN'T YOU MORE THAN BITCH THAN HIM?" Chanyeol kehilangan kendali.

"Tidak! tidak kumohon tidak! Jangan katakan! Diamlah Chanyeol!" Chanyeol bersumpah dia tak ingin mengatakan itu tapi mulutnya tak berhenti.

"Lihatlah dirimu, bahkan baru 3 hari yang lalu pertunangan kita kau batalkan lalu kau sekarang sudah mempunyai pria baru, jadi tolong katakan padaku mana yang lebih pantas disebut dengan JALANG?" Yifan dan Tao sudah siap untuk mematahkan leher Chanyeol jika saja Baekhyun tak menghentikan mereka.

"Baiklah, anggap aku JALANG tapi setidak nya aku bukanlah JALANG rendahan yang mengganggu hubungan orang lain." Jawab Baekhyun tenang membuat Chanyeol terperangah, tersadar akan ucapannya yang sudah menyakiti Baekhyun. Chanyeol hendak membantah namun Baekhyun lebih dulu menginterupsinya.

"Chanyeol, kuharap ini terakhir kalinya aku melihat wajahmu! maka dari itu jangan pernah menunjukkan batang hidung mu lagi dihadapanku." dengan itu Baekhyun pun berlalu disusul Tao dan Yifan. Tak lupa Yifan melemparkan tatapan jijiknya untuk Kyungsoo membuat Kyungsoo makin menunduk dalam. Baekhyun meninggalkan chanyeol yang terpuruk dengan perasaan bersalah yang makin menumpuk.

I MISS YOU SO

.

"Baby, are you allright?" tanya Yifan khawatir, Baekhyun hanya mengangguk lemah. Mereka saat ini sudah didalam mobil Yifan tanpa Tao, sebab Tao membawa mobil saat pergi bersama Baekhyun tadi.

"Kau ingin sesuatu?" Yifan benar-benar khawatir melihat keadaan Baekhyun sekarang. Adik kesayangannya itu memang tidak menangis, namun tatapan kosong itu bahkan lebih menyakitkan dibanding tangisannya.

"Ayo kita pulang oppa, aku lelah." ujar Baekhyun pelan. Maka Yifan pun menuruti apa yang adiknya inginkan. Setelah memasangkan seatbelt Baekhyun, Yifan pun langsung melajukan mobilnya menuju kediaman Byun. Selama dalam perjalanan hanya kesunyianlah yang menemani perjalanan Yifan dan Baekhyun. Tak memerlukan waktu lama untuk sampai kerumah Baekhyun karena jarak COEX dan rumahnya sangat dekat, hanya membutuhkan waktu 15 menit.

"Mau oppa gendong?" tawar Yifan ragu berharap kali ini Baekhyun mau menerima tawarannya, namun gelengan simungil lah yang Yifan dapat membuat Yifan mendesah pasrah. Setelah menolak tawaran Yifan, dengan segera Baekhyun turun dari mobil lalu masuk kedalam rumahnya.

"Aku bersumpah akan membuat orang yang menyakiti mu menderita." Bathin Yifan sendu seraya memandangi punggung sempit Baekhyun yang sudah memasuki rumahnya. Dan Yifan mengikutinya kemudian.

"Apa yang terjadi pada adikmu?" serbu Seohyun langsung, bahkan Yifan pun belum sempat melepaskan alas kakinya.

"Dja tadi bertemu Chanyeol dan selingkuhannya eomma." sontak saja penuturan Yifan barusan membuat Seohyun membulatkan matanya.

"Lalu apa yang terjadi dengannya? Apa selingkuhan Chanyeol menyakitinya?" tanya Seohyun bertubi-tubi. Yifan maklum, ia tahu betul bahwa keempat orangtuanya memang sangat menyayangi Baekhyun dan tak ingin anak bungsu mereka terluka barang sedikitpun.

" tidak, eomma tahu dia kan menyeramkan seperti monster." canda Yifan disela-sela kekhawatiran Seohyun berharap wanita paruh baya itu tak terlalu panik. Seohyun tersenyum.

"Apa dia sudah makan tadi?" tanya Seohyun lembut dibalas gelengan lemah oleh Yifan.

"Yasudah coba kau temui dia dan bujuklah dia untuk makan, jangan sampai dia tak bertenaga."

.

I MISS YOU SO

.

Chanyeol membasuh wajahnya frustasi.

"Kau memang benar-benar pria brengsek Chanyeol! Bisa-bisanya kau berkata begitu pada Baekhyun." umpat Chanyeol pada dirinya sendiri lewat pantulan cermin wastafel. kecewa kepada dirinya yang tak bisa mengendalikan emosi nya, selalu saja begini Chanyeol tak pernah sanggup jika ada yang menyentuh Baekhyun selain dirinya.

"Oppa? baby? Apaapan panggilan menjijikkan itu!" Chanyeol menggeram setiap mendengar panggilan kinky itu.

"Sebenarnya apa hubungan Baekhyun dan Yifan? Tanyanya entah pada siapa. Chanyeol akhirnya mengingat siapa sosok jangkung yang Baekhyun panggil oppa itu. Dia adalah Wu Yifan pimpinan Wu Corp rekan bisnisnya yang seenak jidat membatalkan kerjasama mereka.

"Aku harus mencari tahu apa Baekhyun memang berpacaran dengan sibrengsek itu." monolog chanwyeol sarat akan kebencian didalamnya. "Tidak ada satupun yang boleh memiliki Baekhyunku."

.

I MISS YOU SO

.

"Aku bersumpah, aku tak salah lihat itu tadi Yifan. Tapi apa yang Yifan lakukan disana? Bagaimana Yifan bisa disana? Dan yang lebih penting bagaimana bisa Yifan mengenal Baekhyun?" itulah yang sedari tadi kiranya Kyungsoo pikirkan, namun mau seberapa lamapun Kyungsoo pikirannya menemui kebuntuan. Buntu semuanya buntu, Kyungsoo tak memiliki kemungkinan-kemungkinan yang sekiranya hubungan apa Yifan dan Baekhyun miliki.

"Apa mungkin mereka sepasang kekasih? Tapi jika mereka sepasang kekasih lalu ... ahh tidak, Yifan itu memang terlihat brengsek, namun Yifan tak akan mungkin berkhianat. Lalu apakah Baekhyun itu adik nya yang selama ini dia bicara kan? Tapi adik Yifan itu bernama WU BAIXIAN bukan ByunBaekhyun. Lalu sebenarnya apa hubungan mereka? Bagaimana cara mereka bisa mengenal satu sama lain? Yifan itu bukan orang biasa." Kyungsoo benar penasaran setengah mati.

"aish.. dari pada memikirkan itu lebih baik aku memikirkan nasib ku." Lirih Kyungsoo sendu kala dirinya teringat ia baru saja dipergoki Yifan sedang berkencan dengan Chanyeol. Yifan tentu tak bodoh untuk tahu bahwa Kyungsoo telah berkhianat dengan kekasihnya.

"Eomma tolong aku~" bathin Kyungsoo gusar.

.

I MISS YOU SO

.

CEKLEK

"Baby boy~" panggil Yifan pelan. setelah menunggu beberapa detik dan tak mendapat jawaban akhirnya Yifan pun memasuki kamar Baekhyun. Setelah menutup pintunya Yifan pun beralih untuk melihat seisi kamar, namun tak ada tanda-tanda keberadaan Baekhyun disana.

"Baby, kau dimana?" Yifan dirundung kecemasan tapi mendesah lega didetik berikutnya saat mendengar gemericik air dari dalam kamar mandi.

Tok..tok...tok ...

"Baby~" lagi lagi tak ada jawaban akhirnya Yifan memegang gagang pintu dan mendorongnya pelan. "Tidak dikunci." Yifan berguman lalu memasuki kamar mandi dan mendapati Baekhyun tengah meringkuk sambil memeluk lututnya dibawah guyuran air.

"Astaga baby!!" Yifan langsung berlari mendekati Baekhyun dan mematikan kran air.

"Baby apa yang kau lakukan? kau bisa sakit!" ujar Yifan pelan seraya mengusap pipi Baekhyun lembut.

Baekhyun menegakkan kepalanya dan menatap Yifan. Menyedihkan itulah yang bisa Yifan katakan saat melihat adiknya sangat kacau saat ini.

"Apakah aku memang lebih jalang dari pada Kyungsoo, oppa?" Baekhyun bertanya lirih dengan suara sumbangnya Karena kebanyakan menangis.

"Tidak baby, kau bukan jalang! merekalah yang jalang bahkan lebih menjijikkan dari pada jalang." sendu Yifan seraya merengkuh Baekhyun masuk kedalam pelukannya.

"Tapi...Tapi Chanyeol..dia...dia.." Baekhyun sudah tak punya kekuatan lagi untuk melanjutkan kata-katanya terlalu menyakitkan.

"Jangan dengarkan bajiangan sialan itu baby, ayo kita kekamar oppa tak ingin kau sakit." ujar Yifan lalu dijawab anggukan lemah oleh Baekhyun. Belum sempat Yifan dan Baekhyun beranjak tiba-tiba saja Baekhyun mengalami sesak nafas.

"Bb..bbabyy..baby tidak tidak tidak!" Yifan yang kalut segera memberi Baekhyun nafas buatan hingga Baekhyun mulai bisa bernafas normal meski tersenggal-senggal.

"Jangan tutup matamu baby." lalu tanpa membuang waktu lagi Yifan membawa Baekhyun keluar dari kamar mandi dan membaringkannya diranjang miliknya.

"EOMMA ... EOMMAA ... TOLONG BAIXIAN EOMMA!!" teriak Yifan kalap. Seohyun yang kala itu tengah menyiapkan makan diatas meja pun sontak berlari menuju kamar Baekhyun.

"Ada apa? Ohh astaga Baekhyun! Apa yang terjadi?" tanya Seohyun khawatir, wajah nya tiba-tiba menjadi pucat pasih melihat Baekhyun terbaring lemas seraya menahan matanya agar tak tertutup.

"Dia kambuh! aku akan menghubungi dokter." singkat Yifan lalu dengan segera menelfon dokter yang selalu menangani Baekhyun setelah beberapa bunyit tut akhirnya telfon diangkat tanpa basabasi Yifan langsung memberitau keadaan Baekhyun.

"Aku segera menuju kesana, pastikan dia untuk tak menutup matanya." Ucap sang dokter, setelah sambungan telfon terputus Yifan segera mendekati Baekhyun.

"Baby 2x2 berapa?" Yifan tahu pertanyaan sangatlah konyol, namun dia tak punya pertanyaan lain didalam kepalanya agar Baekhyun tetap tersadar. Meski dengan nafas yang tersenggal-senggal Baekhyun tetap menjawab. Dan masih banyak pertanyaan konyol lainnya.

10 menit memang bukanlah waktu yang lama jika kita dalam keadaan baik-baik saja, namun lain halnya jika dalam keadaan seperti ini, Yifan hampir saja memaki sang dokter hingga dimenit ke11 akhirnya dokter yang Yifan maksud sampai dan segera memeriksa keadaan Baekhyun. Setelah memberi Baekhyun obat dan membuat anak itu tidur dokterpun mengajak Yifan dan Seohyun untuk berbicara diluar.

"Apakah dia baik-baik saja?" tanya Seohyun sesegukan pasca menangis.

"Iya, untuk saat ini. Jika lusa keadaannya tak juga membaik kalian harus cepat membawanya ke rumahsakit, kalian tentu tahu penyakit...mph.." belum sempat dokter itu menyampaikan seluruh petuahnya Yifan sudah terlebih dulu menyumpal mulut dokter itu menggunakan tangannya dan menarik sang dokter menjauhi ibunya yang nampak kacau.

"Iya aku mengerti Kim fucking Jongin! berhenti membuat eommaku khawatir." kesal Yifan setelah membawa dokter itu keluar dari rumahnya.

"Aku hanya memberi tahu! Lagipula sudah lama Baekhyun tak kambuh, ada apa dengannya?" tanya Jongin penasaran. Yifan menghela nafas lelah.

"Kau tau Kyungsoo?"

"Tentu saja, dia itu kan kekasih.."

"Iya iya tak usah diteruskan aku sudah tau."

"Fuck!! berhenti menyela ucapanku!" geram Jongin karena sedari tadi percakapannya selalu saja diputuskan seenaknya oleh Yifan. "Lalu apa hubungannya Kyungsoo dengan penyakit Baekhyun?" tanya Jongin heran.

"Dia berselingkuh dengan Chanyeol." jelas Yifan singkat.

"APAA??" Teriak Jongin otomatis setelah mendengar penuturan mengejutkan dari Yifan.

"Berisik bodoh! sudahlah jangan bertanya padaku sekarang, tanya sendiri pada Kyungsoo ada hal yang lebih penting yang harus kulakukan dibanding menjawab pertanyaan mu " ujar Yifan malas lalu melangkahkan kakinya menuju bugatti veyron miliknya.

"Apa yang akan kau lakukan?" tanya Jongin heran.

"Memberi pelajaran kepada orang yang sudah mengatai adikku jalang." geram Yifan lalu masuk kedalam mobilnya dan melajukannya dengan kecepatan penuh. Sepeninggal Yifan, Jongin pun segera bernjak dari kediaman Byun menuju rumah Kyungsoo.

.

"Kebetulan sekali kau mengajak ku bertemu, aku memiliki banyak pertanyaan untukmu." sinis Chanyeol kepada Yifan. Yifan mengajak Chanyeol untuk bertemu dan disinilah mereka berada disebuah gedung tua yang tak terpakai yang jauh dari keramaian.

"Tapi sayang aku tak memiliki niat yang sama dengan mu." remeh Yifan lalu tanpa basabasi menerjang Chanyeol dengan bogeman mentahnya.

BUGHH "Itu untuk pukulan mu terhadaku." ketus Yifan.

"FUCK!" umpat Chanyeol, lalu setelah itu Chanyeol pun melayangkan tinjunya namun dengan segera Yifan menghindar lalu menendang keras perut Chanyeol membuat Chanyeol jatuh tersungkur sambil terbatuk-batuk.

"Jangan pernah bermimpi untuk menyentuh wajah tampan ku lagi!" Yifan berujar penuh kebencian, pukulan Chanyeol pagi tadi dicafe tahunya masih dengan jelas Yifan ingat.

"Persetan!" kalap Chanyeol lalu hendak menerjang Yifan, namun belum sempat Chanyeol berdiri Yifan telah lebih dulu menerjang tulang selangka Chanyeol membuat sang empunya kembali tersungkur dan Yifan dengan segara mendudukkan dirinya diatas perut Chanyeol seraya memegang erat kerah Chanyeol.

BUGHH "Itu untuk penghianatan mu!"

BUGHH "Itu untuk hati adikku yang sudah kau sakiti!"

BUGHH "Dan itu untuk ucapan lancang mu kepada adikku!" sarkas yifan lalu hendak berdiri, namun ditahan oleh Chanyeol. Yifan hendak melayangkan tinjunya sebelum..

"Adikmu? Siapa adikmu?" tanya Chanyeol susah payah sebab bibirnya hancur dan rahangnya pegal bukan main akibat pukulan Yifan.

"Baekhyun, dia adalah adikku!"'ujar Yifan.

"Tidak mungkin!" Chanyeol berjuar seraya menggelengkan kepala tak percaya. Bagaimana mungkin dia percaya karena setahunya Baekhyun itu adalah anak tunggal.

"Kenapa? Kau tau cerita tentang Wu Baixian, bukan? Dialah Wu Baixian anak angkat dari Wu Minhyuk." lugas Yifan angkuh lalu menyetak tangan Chanyeol. Chanyeol tergugu, tentu saja ia tau cerita tentang WU BAIXIAN. 3 bulan dichina rasanya cukup untuk Chanyeol mendengar cerita tentang Baixian sibungsu keluarga Wu.

Setelah puas membalaskan rasa sakit hatinya kepada Chanyeol, Yifan pun hendak menemui kekasihnya untuk menghilangkan segala rasa sesak yang ada didalam hatinya setidaknya menemui kekasihnya adalah obat penenang yang ampuh.

I MISS YOU SO

.

Pintu rumahnya diketuk, Kyungsoo langsung membuka pintu tanpa melihat lubang intip pintu untuk melihat siapa tamu yang datang karena Kyungsoo yakin seratus persen bahwa yang datang adalah kekasihnya, itu tak mungkin Chanyeol dia baru menemui Kyungsoo pagi tadi. Harapan hanya sebatas harapan karna yang saat ini berdiri dihadapannya bukan lah kekasih tercintanya melainkan orang lain.

"Jangan bertanya padaku karena aku lah disini yang seharusnya bertanya!" serbu Jongin langsung saat Kyungsoo hendak membuka mulutnya, mendengar pernyataan dari Jongin membuat Kyungsoo mengernyitnya heran.

"Sebenarnya apa salah dia padamu sampai kau mengkhianatinya? Tanya Jongin telak. Jongin agaknya tengah bertanya pada tunggul sebab orang yang dia ajak bicara saat ini bukannya menjawab pertanyaan melainkan membulatkan matanya dengan bibir terkelupas. "Kau tentu tahu aku tahu dari siapa, jadi cepat jawab pertanyaan ku!" sentak Jongin menyadarkan Kyungsoo dari keterkejutannya.

"Bukan urusanmu!" ketus Kyungsoo lalu hendak menutup pintu, namun dengan cepat Jongin menghalang dengan kakinya.

"Brengsek! tentu saja itu adalah urusan ku dia temanku dan kau seenaknya saja menyakiti hatinya." amuk Jongin, namun Kyungsoo seolah tuli dan menginjak kaki Jongin dengan kekuatan penuh membuat sang empunya mengangkat kakinya otomatis lalu dengan cepat Kyungsoo menutup pintunya. Setelah pintu tertutup seolah-olah itu adalah tombol untuk Jongin berumpat kasar sarat akan kebencian, mengabaikan Jongin disebalik pintunya Kyungsoo beranjak menuju kamarnya. Akhirnya terjadi juga, inilah yang Kyungsoo takutkan saat melihat Yifan dicafe tadi, ia takut Yifan akan memberitau kekasihnya bahwa ia tengah berselingkuh. Jongin saja sudah mengetahuinya tidak mungkinkan kekasihnya tidak Yifan beritau pula.

I MISS YOU SO

.

Meski Baekhyun belum pulih sepenuhnya namun ia tampak lebih baik dari pada kemarin. Lihatlah, bahkan ia berniat untuk menemui Tao sekarang. Walaupun Seohyun khawatir namun tetap saja ia tak bisa menolak permintaan putra kesayangannya itu, alhasil dengan berat hati ia mengizinkan Baekhyun pergi dengan syarat Tao yang harus menjemput karena Yifan sedari pagi tadi sudah pergi kekantornya, Baekhyun tentu dengan senang hati menerimanya.

"Tao tunggu sebentar," ucap Seohyun saat Tao hendak memasuki camaro miliknya, ia pun kembali menarik langkahnya lalu menghampiri Seohyun yang saat itu masih berada diambang pintu.

"Tubuhnya masih lemah, tolong kalian tunda dulu keinginan kalian untuk memberi tahu Baekhyun hubungan kalian, bibi tak ingin Baekhyun lebih tertekan dari ini." tutur Seohyun pelan. Tao mengangguk faham inilah resiko yang harus ia hadapi jika berpacaran dengan Yifan, tapi Tao tak pernah mengeluh sekalipun. Terhitung sudah 10 bulan mereka bersama dibelakang Baekhyun, tak masalah yang terpenting Yifan mencintainya. Ya , Tao adalah kekasih Yifan itulah sebab kenapa Yifan refleks mengusak rambut Tao, untung saja sang adik tak bertanya akan hal itu dan Yifan tak mau berbohong lalu menimbulkan masalah yang lain pula. Cukup backstreet dibelakang Baekhyun saja membuatnya nyaris mati berkali-kali apalagi ditambah berbohong.

"Iya bibi tenang saja, kalau begitu aku pergi dulu." pamit Tao sopan dan dibalas anggukan oleh Seohyun. Seohyun tak tahu perkataannya akan menyakiti Tao atau tidak, tapi yang jelas Seohyun hanya seorang ibu yang tak ingin anaknya menderita lebih lagi.

"Apa yang eommaku katakan padamu?" tanya Baekhyun tepat saat Tao mendudukkan buttnya.

"Nothing, just asked me to take care of her baby boy." canda Tao dan dihadiahi dengusan sebal dari Baekhyun, setelah memasang seatbeltnya Tao pun segera melajukan camaronya.

.

KACAU

Hanya itulah kata yang tepat untuk menggambarkan Chanyeol saat ini. Badannya ada ditempat namun fikirannya jauh melayang entah kemana, jadi dengan fikiran yang kalut Chanyeol keluar dari perusahaannya menuju cafe yang biasa ia temui dengan Baekhyun untuk mencari segelas latte berharap dapat menyegarkan fikirannya barang sejenak.

Dan Chanyeol sungguh tak menyesali keputusannya untuk datang ke cafe ini karena ada Baekhyun disana, tepat dipojok cafe dengan orang yang bersama Baekhyun kemarin. Dengan langkah yang pasti Chanyeol menghampiri Baekhyun yang tengah tertawa dan Chanyeol berani bersumpah tawa itu adalah tawa terhambar yang Baekhyun miliki. Tawa tanpa binar sedikitpun, Chanyeol menyayangkan hal itu namun terfikir lagi bahwa itu adalah ulahnya.

"Baekhyunee~" panggil Chanyeol pelan. Baekhyun yang hendak memakan cakenya pun lantas membeku mendengar panggilan itu, itu adalah suara orang yang saat ini ingin sekali Baekhyun hindari. Dengan gerakan perlahan Baekhyun mengangkat wajahnya alangkah terkejutnya Baekhyun mendapati wajah tampan Chanyeol kini berhiaskan beberapa memar dipelipis dan sisudut bibir. Baekhyun hampir saja berdiri dan menanyakan keadaan mantan kekasihnya itu namun sekali lagi ia tekankan didalam hatinya bahwa Chanyeol adalah pria brengsek yang tak pantas untuk dirinya.

"Pergilah." usir Baekhyun dingin.

"Tidak, Baekhyun kumohon maafkan aku." pinta Chanyeol seraya mendekat kearah Baekhyun, namun dengan cepat dihadang oleh Tao.

"Jangan pernah mencoba untuk mendekatinya." sinis Tao, tapi dihiraukan oleh Chanyeol dan malah menarik pergelangan tangan Baekhyun pelan.

"Baek, aku mengaku aku memang brengsek kumohon maafkan aku." lagi Chanyeol berujar penuh keputusasaan.

"Lepas!" Baekhyun pun tak kalah makin mendatarkan nada bicaranya seraya mencoba melepaskan tangannya, namun sepertinya Chanyeol memang tak ingin melepaskan tangan itu dan makin mengeratkan pegangannya. Tao yang melihat itu pun sontak naik darah jadi dengan kekuatan penuh Tao melepaskan genggaman Chanyeol, setelah tautan itu terlepas Tao menarik kerah chan2yeol kemudian.. BUGH

Sontak kelakuan Tao tersebut menarik perhatian pengujung cafe namun tak Tao hiraukan malah ingin melayangkan tinjunya lagi sebelum Baekhyun menginterupsi berkata ingin pulang, jadi dengan berat hati Tao mengurungkan niatnya dan membawa Baekhyun pulang. Baru saja chanyeol hendak mengejar baekhyun namun pening tiba-tiba mendera, pukulan Tao tak main-main rupanya. Tao itu tak hanya memiliki wajah yang cantik namun juga memiliki ilmu bela diri yang lumayan. Chanyeol mengerang, baru saja tadi malam ia mendapat pukulan dari Yifan dan sekarang mendapat pukulan dari Tao.

I MISS YOU SO

.

Yifan sedang berada dikantornya menunggu seseorang yang dia ajak bertemu.

Tok...tok...tok...

"Masuk.." teriak Yifan cepat. "Duduklah ada yang ingin kubicarakan denganmu!" ujar Yifan tepat saat orang itu sudah memasuki ruangannya.

"Apa maksud senyuman kurangajar mu itu?" sarkas Yifan karena dari tadi orang itu terus menampilkan senyuman miringnya.

"Sepertinya aku tahu apa yang ingin kau bicarakan." Yifan lantas mengernyitkan dahinya heran. Mengerti akan kebodohan Yifan, orang itupun langsung melanjutkan kata-katanya. "Kyungsoo selingkuh dengan Chanyeol pacar Baixian, benar?"

"Brengsek! kau sudah tahu rupanya lalu kenapa kau tak memberitauku?" ucap Yifan tak terima. Jelas saja tak terima, Yifan setengah mati memikirkan cara untuk membicarakannya pada temannya satu ini tahu nya ia bahkan sudah mengetahuinya.

"Woho, santai dude! aku juga baru mengetahuinya pagi kemarin." jelas sosok itupun dengan nada tak terima pula.

.

Kyungsoo merengut merasakan sinar matahari menyinari wajahnya diselasela tirai kamarnya, setengah hati Kyungsoo bangkit dari tidurnya lalu menuju kamar mandi.

"Sepertinya aku terkena deman mala rindu." kekeh Kyungsoo kala melihat pantulan dirinya dicermin yang memperlihatkan kissmark bertebaran. Ahh yaa kalian tentu tak lupa sosok yang menemui kyungsoo tadi malam dan bercinta dengannya, kekasih Kyungsoo. Pria itu sepertinya ikut terganggu akan sinar matahari dan terbangun dari tidurnya. Dering hp Kyungsoo benar-benar mengusik lalu dengan tangan yang lunglai sosok itu meraih hp Kyungsoo yang berada diatas nakas.

from : MY CHANIE

Kyungie, satu jam lagi ku tunggu di restoran xxx.

Sosok itu lantas mengernyitkan dahinya heran.

"Siapa itu MyChannie?" monolognya, dengan rasa penasaran yang tinggi sosok itu membaca semua pesan sebelumnya. Setelah beberapa saat membaca dengan mata yang mebulat sempurnya akhirnya sosok itu tahu bahwa Channie adalah selingkuhan Kyungsoo.

"Shit!" umpatnya kesal lalu membuang ponsel Kyungsoo kearah nakas.

.

"Bisa kau bayangkan itu aku baru saja menghabiskan malam panas ku bersamanya lalu paginya aku mengetahui bahwa ia bermain dibelakangku." tuturnya kesal dan Yifan tak bisa untuk menahan tawanya dan dihadiahi wajah derp oleh sosok itu.

"Oke maaf, lalu?" tanya Yifan seraya menghapus airmata disudut matanya akibat kebanyakan tertawa.

"Aku ikuti apapun rencana mu, siapa yang ingin bertahan dengan seorang penghianat? Lagipula aku memiliki kucing menggemaskan sekarang." ujarnya acuh lalu menyombong diakhir kalimat.

"Siapa?" tanya yifan penasaran.

"Kau akan tau nanti." ujarnya sok misterius lalu beranjak dari ruangan Yifan mengabaikan segala umpatan yang Yifan keluarkan.

.

.

.

.

.

NEXT?

RIVIEW PLEASE:))

NB :

Makasih buat yang udah nyempetin waktu buat riview :)) makasih juga atas kritik dan sarannya.

Makasih buat fav and follow.. Lafyaa...

MAKASIH UDAH MAU BACA FF TIDAK SEBERAPA INI (Muach)

SARANGHAE CHINGUDEUL (muach)

MAAF UNTUK KESALAHAN DAN TYPO

JANGAN SUNGKAN UNTUK NGASIH SARAN

#chanbaekmenujuhalal

#chanbaekismorethanreal