Ok, karena gak ada yang Review, jadi langsung aja ceritanya. Tapi aku punya pertanyaan dulu.
Apakah kalian setuju, kalo Scorpius Malfoy masuk ke dalam cerita ini?
Kalau kalian jawab 'Iya' bagaimana caranya? Kasih saran donk!
'Prongs JR dan Teddy'
"AKU! AKU! AKU!" teriak James kekanakan. Otomatis semua yang ada di situ menutup telinga mereka, bagi mereka yang masih mau mendengar.
"Prongsie, Prongsie… apakah kau sadar kalau suaramu seperti banshee?" kata Fred.
"Beraninya kau! Beraninya kau mengatai suaraku yang merdu bagai suara Veela ini!" kata James dramatis. Membuat semua orang yang ada di situ tertawa.
"Tunggu! Tadi kau bilang Prongs?" Tanya Sirius sambil menoleh kepada Fred.
"Ya Pads.. aku Prongs JR! Salam Kenal!" kata James dengan suara kekanakannya.
"Harry sudah gila" bisik Remus. Yang suaranya masih terdengar oleh semua yang ada situ.
Terdengar beberapa gumam setuju dari para Weasley dan Potter.
"Hei!" Protes Sirius, James, dan Fred.
"Aku setuju denganmu, Remus" ujar Tonks.
"Hihihi, tapi kenapa menurut kalian begitu? Remus? Tonks?" kikik Rose
"Mudah saja, Sirius pernah memberitahuku soal Marauders saat aku berumur 4. James adalah Prongs, Sirius adalah Padfoot, Remus adalah Moony, dan Peter( semuanya pada marah saat mendengar nama ini) adalah Wormtail." Kata Tonks
"Yeah.. dan sungguh mustahil James akan hidup kembali. Jadi seperti Lily, Harry pastilah menamai anaknya dengan nama 'James'. Dan er.. mungkin Harry memberitahu kepada James soal Marauders. Dan kalau anak itu dinamai James, mungkin dia memiliki darah onar dari James asli. Dan James JR memakai nama Marauders James SR". kata Remus panjang lebar
"Dan Potter gila, menamai anaknya dengan nama 'James'. Sungguh gila" cibir Snape.
"JANGAN MENGEJEK PRONGS SR!" teriak James yang menyebabkan semua gendang telinga yang ada di situ berdengung.
"HAHAHA! Makan itu, Snivellus! Jadi, namamu James Potter?" Tanya Sirius kepada James.
"Yup! Namaku James Sirius Potter!" kata James riang gembira.
"WUHUUUUU! Akhirnya! Harry memberi nama anaknya dengan namaku! WUHUUUU!" Teriak Sirius
Semuanya ketawa. Kecuali Snape, tentu saja
"Kau sungguh kekanakan Black! Dan berhenti meloncat diatas meja!" Hardik McGonnagol.
"Kau iri padaku karena aku tidak pernah tua, Minnie" ejek Sirius, lalu ia melanjutkan, " Tunjukkan neraka kepada para Guru!" kepada James.
"Sirius!"
"Kau tidak bisa melarangku Minnie, aku tidak akan pergi ke Hogwarts lagi" kata Sirius ceria.
"Aku umur 14 tahun, aku kakak Al dan Lily, aku masuk Griffindor, tentu saja, dan aku bermain Quidditch! Posisiku adalah Chaser, sama seperti Prongs SR. Oh ya! Dan aku berpacaran dengan Aurora!"
"Mimpi saja James, itu tidak akan terwujud" kata Lucy.
"Yah, Aurora tidak menyukaimu James" kata Vic.
"Aurora suka mengeluh padaku tentangmu James, Potter beginilah, Potter begitulah" kata Rose.
"Dan tidak ada hari tanpa ledakan Aurora setiap sarapan, makan siang, dan makan malam" Fred mengakhiri.
"Hei! Akan kutunjukkan suatu hari nanti aku akan menjadi suami Aurora! Catat itu!" kata James.
"Apakah Aurora kelahiran Muggle?" Tanya Remus.
"Ya".
"Apakah Aurora memiliki mata yang jarang dimiliki orang?" Tanya Sirius.
"Ya, warna merah".
"Apakah Aurora berambut merah?" Tanya Remus lagi.
"Ya".
"Kau sangat mirip dengan James, kalau begitu. Bahkan kisah cinta nya sama" kata Sirius.
"Yeah.. Dad pernah memberitahuku" kata James.
"Tapi setelah mendengar cerita Dad, Aurora sepertinya jauh lebih keras kepala daripada Nan" kata Lily.
"Berarti kesempatanmu hanya 10%" kata Tonks.
"Apakah kau Animagus?" Tanya Sirius tiba-tiba.
"Tidak. Aku selalu memakai jubah gaib kalau ingin menyelinap malam-malam" kata James.
"Er… apakah Harry memberitahumu soal… er…" kata Remus gelisah
"Masalah bulu kecilmu? Tentu saja dia memberitahu kami. Tapi kami sama sekali tidak peduli soal itu. Remus tetaplah Remus. Dan tidak akan berubah" kata Rose.
"Syukurlah.. kalau begitu, siapa berikutnya?"
Hening sebentar…
"Aku saja, kalu begitu" Kata Teddy.
"Weasley lagi?" Tanya Snape
"Bukan, bukan, aku bukan Weasley ataupun Potter" kata Teddy
"Jangan bodoh Teddy, kau sudah seperti saudara kami" kata Hugo
"Ayolah.. tinggal beberapa waktu lagi kau akan menjadi bagian dari Weasley dan Potter. Jadi kau tidak perlu mengakui kau bukan Weasley atau Potter" kata Al
"Terserah kalian. Er.. Baiklah.. namaku adalah Teddy Remus Lupin. Anak dari Remus Lupin dan Nymphadora Tonks" kata Teddy tidak sabar untuk memberitahu orangtua nya.
"Apa kau serius?" Tanya Remus shock
"Selamat untuk kalian! Tonks, Remus!" kata Molly terharu
"Akhirnya ada yang tidak keberatan dengan masalah bulu kecilmu Moony!" sorak Sirius
"Kau bercanda" kata Remus dengan suara hampa
"Aku tidak bercanda Rem- Dad" Teddy sungguh bahagia sekarang. Dia akhirnya bisa mengatakan 1 kata yang sangat ingin dikatakannya. 'Dad'. Dia bisa merasakan bahwa matanya memanas dan berair sekarang
"Tapi orang sepertiku tidak bisa menikah! Apalagi mempunyai anak! Siapa yang mau dengan orang seperti aku? Siapa yang mau menikah dengan monster seperti aku? Kau pasti akan menjadi seperti aku! Kau pasti sangat malu memiliki ayah seperti aku!" kata Remus frustasi
"Remus.. aku sama sekali tidak keberatan menjadi istrimu" kata Tonks
"Tapi aku monster! Apa yang kau pikirkan? Aku miskin, tua, lusuh! Kau jauh lebih berhak mendapatkan orang yang utuh! Dan bukan monster seperti aku!"
"Remus! Aku sama sekali tidak keberatan memiliki suami pemberani dan hebat sepertimu! Aku sama sekali tidak peduli denagn keadaanmu! Yang seharusnya kau salahkan adalah Fenrir Greyback! Bukan dirimu! Remus tetaplah Remus" mata Tonks berair sekarang
"Tapi-
"Tatap mataku Remus!"
Coklat bertemu merah muda
"Aku… Baiklah…" kata Remus pasrah
Tiba-tiba, sesuatu yang sangat mengagetkan terjadi. Tonks mencium Remus
"Rumah besar, banyak kamar, pilih satu" kata Sirius sambil memalingkan muka
"Kau iri Pads.." kata James
"Aku sudah lebih banyak mencium wanita daripada Moony. Aku tidak iri" kata Sirius
"Ternyata kau memang playboy, seperti yang diceritakan Uncle Ron" kata Lucy
"Aku akan membunuh Ron nanti" kata Sirius
"Sirius" kata Molly dan Arthur serempak. dan keduanya memberikan tatapan mengerikan kepada Sirius
"Aku hanya bercanda" kata Sirius merinding
"Teddy, nafas sekarang, atau aku yang akan memberimu nafas" bisik Vic, yang sialnya terdengar oleh Fred
"Vic ingin memberi nafas buatan kepada Teddy, Vic ingin memberi nafas buatan kepada Teddy" nyanyi Fred
"Diam kau!" kata Teddy yang pulih segera
Setelah beberapa waktu, mereka melepaskan ciuman mereka. Dan Molly meledak karena para Weasley dan Potter melihatnya dengan tenang-tenang saja.
"Itu sudah biasa Nan.. Dad dan Mom hampir berciuman 15 menit sekali.." Kata Lily
"Maaf Profesor" kata Tonks kepada Dumbledore
"Tidak apa-apa. Satu lagi cinta bertambah di dunia ini. Tapi bukankah sebaiknya kalian memeluk anak kalian?"
Bruuk!
Teddy tiba-tiba memeluk Remus dan Tonks dengan mata berair sampai mereka terjatuh
"Aku sungguh rindu kepada kalian berdua! Aku senang akhirnya bisa melihat kalian berdua dan memeluk kalian!" isak Teddy
"Apa maksudmu dear?" Tanya Tonks lembut
"kalian.. kalian sudah meninggalkanku saat aku masih bayi. Kalian meninggal saat aku masih berumur beberapa bulan. Kalian… Kalian meninggal di pertarungan Hogwarts. Aku rindu kepada kalian" kata Teddy
"Moony.. meninggal? Apa maksudmu?" Tanya Sirius
"Ma.. maaf, aku tidak bisa memberitahu lebih jauh, atau aku akan merubah masa depan" kata Teddy
"Oh.. aku sungguh minta maaf Teddy!" kata Tonks
"Tidak apa-apa Mom, ini bukan salah Mom.."
"Berapa umurmu Teddy?" Tanya Remus
"Umurku 21 tahun. Aku masuk Griffindor. Aku menjadi Ketua Murid dan Prefek. ("Buu" kata James, Fred, dan Sirius) Aku sedang dalam pelatihan Auror. Dan sebentar lagi aku akan menikah dengan Victoire. Mungkin"
"Pacarmu, Teddy?" Tanya Tonks
"Er.. tunanganku sebenarnya.." kata Teddy malu-malu
"Wah.. selamat kalau begitu" kata Tonks
"Thanks Mom.."
"Teddy, apakah kau… er…
"Aku bukan manusia serigala Dad.. tenang saja…"
"Syukurlah… kau bermain Quidditch?"
"Yah.. posisiku Seeker. Tapi menurut Harry, aku lebih cocok menjadi Chaser. Dan Harry adalah Bapak Baptis ku"
"Aku tidak salah pilih kan?" Tanya Remus
"Tidak sama sekali" kata Teddy meyakinkan
"Baiklah, kalau begitu.. siapa yang ingin maju berikutnya?" Tanya Tonks
"Bagaimana kalau tunanganku saja?" unjuk Teddy
"Teddy!" protes Victoire
"Ayolah.. kau hanya akan bertemu orangtuaku hari ini"
"Huh! Aku membencimu"
"Aku mencintaimu juga…"
