Jamie Killfirstasklater : saya benar-benar berterima kasih atas perhatian anda telah mengkritik saya, dan saya mau reply review tapi tidak bisa, sebenarnya saya juga tak kebayang kalau Musashi akan seperti itu

Salma Aquamarine : Salma-san akan saya usahakan agar bisa update kilat

ShiroNeko : anda juga telah mengkritik saya, terima kasih

Ulangan chapter 3

"sebenarnya ada apa Musashi?" tanya Mamori

"langsung saja sebenarnya kamu suka Hiruma kan?" tanya Musashi yang langsung menusuk dada Mamori

"DHEG"

"nggak kok!" jawab Mamori

"hoo.. kalau begitu.." kata Musashi

"ya..?" tanya Mamori

"aku menyukaimu Anezaki, dan bersediakah engkau menjadi pacarku?" kata + tanya Musashi

"ah..

A,aku.." kata- kata Mamori terpotong

"tak usah jawab sekarang" kata Musashi sambil menempelkan jarinya di bibir Mamori

Chapter 4

Mamori's POV

Hari ini aku baru keluar dari rumah sakit, paginya aku senang karena pulang dari rumah sakit dan sudah sembuh TAPI Musashi datang dan menyatakan perasaannya kepada aku, yang aneh,dan paling aneh Musashi menempelkan JARINYA DI BIBIRKU! Menurutku itu super duper aneh, jadi langsung saja tadi aku mengasih obat cina untuknya tepatnya untuk membuat dia jadi lebih waras.

*Drrrt* hp ku bergetar.

'You get a message from Hiruma Youichi.'

Hiruma sms? Untuk apa?.

'Open message.'

"Manajer sialan kau masih ingat kata-kataku kan? Kita bertemu sore hari tepatnya jam 15.20, di taman, hari ini." Bacaku.

Kata-kata apa..? oh,ya! Saat aku masih sakit dia ingin membicarakan sesuatu denganku.. bicara apa ya..?.

hh.. capek aku, nanti bisa sakit lagi jadi hari ini tidur aja..

End of Mamori's POV

Di kamar Sena.

'Apa tindakkanku untuk mengecup dahi Suzuna benar..?.'

'Ka,kalau dia marah..?.'

'Terus minta PUTUS..? tapi baru kemarin jadian mana mungkin langsung putus, tapi mungkin aja, eh..? hh.. malas ah mikirnya.' pikir Sena , lalu dia merebahkan diri ke tempat tidur dan menyalakan hp, mengetik sms yang berbunyi.

"Suzuna kalau tadi malam aku bertindak tidak sopan, maafkan aku ya."

Lalu Sena mengirim sms yang ia ketik.

Beberapa menit kemudian terdapat balasan sms dari Suzuna yang berbunyi.

"Tidak ada yang tidak sopan kok! Menurutku kamu romantis, awalnya kukira tak begitu."

'"Awalnya kukira tak begitu?." yah.. entah dapat darimana tuh keberanian aku bisa mengecup dahimu.' pikir Sena, lalu ia membalas.

"Oh.. ya sudah kalau begitu, ngomong-ngomong nanti kita jenguk Mamo-nee ya..?."

Setelah mengirim ia langsung mendapat balasan.

"Ah iya! Aku lupa memberi tahu kepadamu bahwa Mamo-nee sudah pulang dari RS."

Setelah Sena mendapatkan sms itu ia memakai jaket bergaris-garis yang berwarna hitam dan garisnya kuning, dan ia menuruni tangga.

"Ibu! Mamo-nee udah pulang aku mau menjenguk Mamo-nee dulu!." kata Sena yang sedang memakai sepatu.

"Titip salam ya!." Jawab Ibu Sena.

"Ya!." Jawab Sena yang sudah pergi.

Sena pergi ke rumah Suzuna.

*Ting-tong.* bunyi bel rumah Suzuna.

*Ckelek.*

"Ya, siapa?." Kata pemilik rumah itu tepatnya Ibu Suzuna.

"A,anu saya ingin bertemu Suzuna." jawab Sena.

"Oh.. nak Sena ya, mari duduk dulu saya akan memanggil Suzuna." jawab Ibu Suzuna.

Lalu Sena duduk di ruang tamu dan di suguhkan teh, 5 menit kemudian seorang gadis berambut pendek menghampirinya.

"Lho? Sena ada apa ke sini?." Tanya gadis itu.

"Kita jenguk Mamo-nee bareng ya?." Jawab Sena.

"Oh.. ya sudah aku juga sudah siap, yuk berangkat!." kata gadis itu.

"Bu, aku pamit ya!." kata gadis itu kepada ibunya.

Lalu mereka langsung pergi ke rumah Mamori dengan kereta, saat mereka sampai di rumah Mamori dan memencet bel ibunya keluar dan berkata.

"Maaf, Mamori sudah tidur jadi Sena sama ng.. siapa namamu?." tanya Ibu Mamori.

"Taki Suzuna, ya sudah bu, kami permisi dulu." jawab gadis itu.

"Tante, tadi ibuku menitip salam pada tante." Kata Sena yang baru ingat bahwa dia di titipkan amanat.

"Iya, bye Suzuna-chan, bye Sena" kata Ibu Mamori.

Mereka kecewa dan pulang, di perjalanan Sena berkata.

"Suzuna aku anterin ya..?." tanya Sena.

"Iya." Jawab Suzuna.

Lalu Suzuna mencoba perlahan tapi pasti memegang tangan Sena, setelah terpegang Sena tersentak kaget dan berkata.

"Su,Suzuna ki,kita saling menggenggam nggak apa-apa?." Tanya Sena yang hatinya sudah berdegup kencang.

"Se,Sena kita pacaran kan? Jadi nggak apa-apa." Jawab Suzuna yang mukanya sudah seperti kepiting rebus.

Lalu mereka berdua pergi ke rumah Suzuna, 20 menit kemudian mereka sampai di rumah Suzuna.

"Suzuna minggu depan Turnamen Kanto sudah mulai, jadi kalau aku nggak begitu memerhatikanmu maaf ya." Sena berkata di depan pagar.

"Iya, nggak apa-apa kok." Jawab Suzuna.

"Bye, Sena.." kata Suzuna yang akan memasuki rumah tapi dia berhenti dan menatap Sena.

"Ada apa?." Tanya Sena keheranan.

"Eh..? nggak kok! Nggak ada apa-apa." Jawab Suzuna gugup.

"Benar?" tanya Sena.

"Iya! Aku masuk dulu ya!." Kata Suzuna buru-buru dan ia langsung masuk ke rumahnya tanpa salam dan masuk ke kamarnya lalu ia merebahkan diri di kasur.

'Yah.. sayang banget Sena nggak bilang apa-apa atau melakukan sesuatu seperti kemarin' ternyata pikiran ini yang membuat ia berhenti dan menatap Sena.

Di tempat Hiruma.

Hiruma's POV

Manajer sialan itu bakal dateng atau nggak nih..? tapi aku harus bisa untuk mempercayainya..

Aku melihat hp saja, aku kirim sms lagi supaya dia ingat. Saat aku melihat ternyata sudah ada balasan sms dari manajer sialan itu, isinya.

"Aku ingat kok Hiruma-kun, tapi jangan seperti Musashi saat tadi pagi ya..."

Haah? Maksudnya apa? Eh, tunggu..

ORANG TUA SIALAN ITU KAN MAU MEREBUT MANAJER SIALAN! Gawat! Aku keduluan! Tch, sial! Kalau begini apa yang bisa menyenangkan manajer sialan..? Ah! Tanya cheer sialan itu!.

Setelah aku mendapat ide seperti itu aku mengetik sms di hp dengan cepat, sms itu berisi.

"Cheer sialan! Cepat datang ke taman sekarang juga YA-HA!."

Selanjutnya aku kirim dan tanpa aku duga dia membalasnya cepat juga, dia membalas.

"untuk apa You-nii?."

Payah! Aku kira dia udah tau! Tch! Apa boleh buat harus di jelasin supaya nggak salah paham, aku mengetik sms yang berkata bahwa.

"Cheer sialan! Aku butuh bantuanmu, untuk mendapatkan Manajer sialan! Cepat ke taman sekarang juga!."

1 menit kemudian sudah ada balasan.

"Ok! Aku ke sana dengan super cepat!."

Yak! Sekarang aku juga ke sana, aku memakai kaos, hanya kaos oblong yah.. mungkin itu namanya, aku hanya memakai kaos seragam Devil Bat,dan celana yang berawarna hitam, tambah lagi aku membawa barang yang sangat,sangat tidak akan di lupakan oleh seorang pria yaitu...

..dompet, yak! Dompet adalah peranan yang sangat penting dalam kehidupan tapi itu kalau dompet yang berisi uang.. Ok aku akan pergi sekarang!.

10 menit kemudian aku sampai di sebuah taman yang aku bicarakan dengan cheer sialan.

"Hei! You-nii terlambat!." protes cheer sialan.

"Cerewet, yang penting sekarang kita pergi kemana?." Tanyaku.

"Benar juga! You-nii mau beli apa?." tanya cheer sialan sambil bergaya mikir.

"Sesuatu yang akan sangat,sangat manajer sialan itu suka." kataku tapi aku menambahkan.

"Tapi jangan kue sus Kariya, waktu jenguk aku sudah pernah memberinya."

"Jenguk?~ kapan tuh?~." tanya cheer sialan dan antena di rambutnya sudah muncul.

"Alah! Cerewet amat!." jawabku sambil menodongkan mainanku yaitu AK-47dan Assault Riffle.

"Eit! You-nii kalau nggak memberi tahu aku nggak akan membantu You-nii cari hadiah untuk Mamo-nee." ancam cheer sialan sambil mengangkat tangannya karena aku telah menodongkan AK-47 di tangan kanan dan Assault Riffle di tangan kiri.

"Tch! Baiklah, akan kuceritakan tapi nanti di perjalanan." Jawabku terpakasa, dan aku menurunkan mainanku yang tadi aku todong ke cheer sialan ini, mainanku itu aku sandang di bahuku.

Lalu kami berangkat menuju Harajuku, kata cheer sialan dia mengetahui apa yang di inginkan oleh manajer sialan, kita menemukkan toko dan memasukinya.

"You-nii, Mamo-nee bagusnya di beliin baju yang seperti ini!." kata dia sambil menunjukkan bajunya, bajunya berwarna putih bersih, ya putih sangat cocok untuk malaikat itu, dan di bagian punggungnya bergambar sepasang sayap malaikat seperti sayap burung yang berwarna putih dan terlihat bayangannya.

"Itu.. sangat cocok untuk manajer sialan yang seperti malaikat." bisikku, dan 1 detik kemudian aku menyesal telah ngomong hal seperti itu walau suaranya sangat kecil.

"Apa?~ tadi You-nii bilang Mamo-nee seperti malaikat?~." kata cheer sialan.

"Tch! Berisik!." kataku yang langsung mengambil baju itu dan membelinya di kasir.

"Eh! Tunggu dulu!." teriak cheer sialan.

"Apa?." tanyaku yang sudah berjalan ke kasir.

"Ini! Ada baju yang cocok untuk You-nii!" kata cheer sialan sambil menyerahkan baju yang ia bilang cocok untukku.

Baju itu berwarna hitam kelam di bagian punggungnya bergambar sayap setan yang seperti sayap kelelawar yang berwarna merah.

"Kekeke pintar juga kau cheer sialan!" pujiku karena telah menemukan dua barang yang sangat berlawanan, lalu aku membawa ke kasir dan membelinya.

Setelah itu kami pulang, di stasiun.

"Cheer sialan, aku ada keperluan di arah yang berlawanan jadi duluan ya!" kataku yang sudah lari

Sekarang jam 15.20, bahaya! Jangan terlambat! Aku lari semampuku dan apa daya aku hanya seorang manusia biasa yang di juluki setan tapi aku tetaplah seorang manusia,dan manusia mempunyai kekurangan..

Akhirnya aku sampai juga, aku sampai pada jam 15.45, whew! Terlalu terlambat!

"Hiruma-kun! Kamu mau bicara apa? Kamu telat banget sih!" protes malaikat itu

"Tch! Jangan cerewet manajer sialan! Yang lebih penting kamu.." tanyaku dengan serius

"Ya..?" mata yang berwarna hijau tosca itu sudah menunggu apa yang ingin kukatakan dengan sabar

To Be Continued

Muthiruma: Yak! Narasinya lebih banyak! Baiklah saya pamit, ng.. maaf Jamie Killfirstasklater saya memang lebih berpengalaman di gambar *gambar saya bagus lho!* daripada menulis seperti ini, mohon reviewnya!