Summary: ini adalah fic berisi game yang dimainkan Author beserta chara dissidia: final fantasy. My first fic for this fandome
Disclaimer: dissidia: final fantasy dan dissidia: final fantasy 012 itu milik square enix. kalo fic ini milik Author
Warning: gaje, alay, garing, OOC, menyebabkan efek samping seperti: mudah kantuk, kejang-kejang, muntah tak terhenti, dll
.
Let's Play Game!
.
.
.
Chapter 4
.
"selamat pagi reader sekalian, kembali lagi bersama saya Author paling beken (padahal setiap fic cuma direview 1 supaya si Author gak patah semangat), paling keren (padahal tampang culun), paling gaul (padahal lagu terbaru aja gak tau), paling baik (padahal kalo dikelas kerjaannya marah-marah) oi udah ah!" marah Author
"jadi pemirsa, bertemu lagi dengan saya asisten Author yang paling imutttt, baikkk, cantikk, bersuara halus, dan keren, Takahashi Tomoya di-" ucap Tomoya yang dilanjutkan dengan timpukan maut dari Author+Dissidia-chara.
"udah ah, aku aja yang jadi MC-nya! jadi ohayo minna!" ucap Bartz semangat.
"ya pagi..." jawab Author dan Tomoya sambil pundung di pojokan.
"hari ini kami akan menemani kalian semua dalam acara heaven of your best dare!" ucap Tidus.
"jangan seenaknya mengganti nama Fic-ku!" marah Author sambil menjitak kepala Tidus.
"to the point langsung dong Thor!" marah Firion yang udah gak sabaran.
"jadi, hari ini kita akan memainkan game Truth or Dare lagi... so then... Let the Game begin!" ucap Terra menggantikan Author.
"Terra!" teriak Author.
"jadi... aku dapat Review khusus! yihaa!" ucap Author seneng atau sedeng?
"kok bisa khusus?" bingung Tomoya.
"soalnya ini dari Reader, bukan Author lain..." jawab Author sambil memberi peace.
"ohh..." jawab chara lain sambil memberi wajah kagum-Cloud, Sephiroth, dan Squall pastinya.
"jadi... sepaket! ayo panggil orangnya namanya adalah... Gray, Gray Sinclair" ucap Author.
"ne, Author aku lihat reviewnya!" ucap Luneth semangat.
Luneth yang membaca itu membeku dan menatap kearah chara lain.
kini dia mencoba membuka mulutnya, dan menahan tawa tentunya...
"haha... ups, Author langsung panggil orangnya..." perintah Luneth pelan
"ah, hai..." jawab Author singkat sambil pergi ke back stage.
"halo~" ucap seseorang disamping Author.
"oh, jadi dia si Gray?" tanya Jecth
"kayaknya iya... fiuhh fuhh..." jawab Luneth yang diakhiri dengan siulan
"nah, Gray-san tolong bacakan Truth dan daremu sendiri..." suruh Author.
"ahem... jadi yang pertama... adalah truth... jeng jereng jeng!" ucap Gray.
semua chara-Luneth yang asyik bersiul, langsung mencondongkan badannya agar lebih bisa mendengar kata-kata Gray.
"Kuja, apa kamu mempunyai perasaan kepada Zidane?" ucap Gray dengan wajah santai.
"eh!?" kaget semuanya-Luneth+nahan ngakak (pikir aja siapa yang bakal ketawa...)
"apa yang kau katakan bodoh!? jangan bilang iya, Kuja!" marah Zidane sambil blushing berat.
"yah... eng... itu sih, se-sebenarnya i-iya..." ujar Kuja malu-malu.
"tidak! kenapa kamu ngomong gitu Kuja bodoh!?" teriak Zidane histeris.
"mana kutahu, yang ngetik begitukan Author! lagian kayaknya Author itu tipe yang suka Yaoi!" marah Kuja juga.
"hey, tidak sopan! aku gak suka Yaoi! tapi suka bikin crack pair" tambah Author.
"yup... kita anggap dia punya perasaan aja ya..." ujar Tomoya pasrah-pasrahan.
"jadi, sekarang apa daremu?" tanya WoL to the point.
"eng ing eng! Cloud harus menyanyikan lagu bad romance lagunya Lady Gaga!" teriak Gray semangat.
"ayo Cloud! ayo Cloud! give me C! give me L! give me O! Give me U! Give me D! CLOUDDD! go go Cloud!" ucap yang cewek-cewek-Author sambil menirukan gaya cheerleaders.
Cloud yang awalnya bertampang kul sekarang udah berwajah orang kehilangan nyawa.
"go go Cloud! go go Cloud!" ucap Author sambil menggoyang-goyangkan kepalan tangannya.
Cloud hanya bisa pasrah asal tak dijadikan action figure dengan postur lebay di kamar Author aja.
Oh, caught in a bad romance Oh, caught in a bad romance
Rah, rah, ah, ah, ah Roma, roma, ma Gaga, ooh, la, la Want your bad romance
I want your ugly, I want your disease I want your everything as long as it's free I want your love Love, love, love, I want your love
I want your drama, the touch of your hand I want your leather studded kiss in the sand I want your love Love, love, love, I want your love (Love, love, love, I want your love)
"wohoo! lagi dapet cinta yang buruk ya nona Cloud?" ejek Tidus.
Cloud hanya bisa menampilkan wajah kekalahan
I want your horror, I want your design 'Cause you're a criminal as long as you're mine I want your love Love, love, love, I want your love
I want your psycho, your vertical stick Want you in my rear window, baby, you're sick I want your love Love, love, love, I want your love (Love, love, love, I want your love)
You know that I want you And you know that I need you ('Cause I'm a freak, baby) I want it bad, bad romance
I want your love, and I want your revenge You and me could write a bad romance I want your love, and all your love is revenge You and me could write a bad romance
Oh, caught in a bad romance Oh, caught in a bad romance
Rah, rah, ah, ah, ah Roma, roma, ma Gaga, ooh la la Want your bad romance
Rah, rah, ah, ah, ah Roma, roma, ma Gaga, ooh la la Want your bad romance
"Gomen nasai minna, untuk mencukupkan dare yang diberi temenku disekolah... lagunya kusingkat, soalnya Cloud aja mau tepar tuh..." ucap AUthor tiba-tiba muncul...
"kyaaahhh! Cloud-chan kawaiii! XDDD" teriak cewek-cewek.
"ne, ne nii-san! gimana rasanya setelah nyanyi?" tanya Author sok akrab.
"aku mau mati saja..." jawab Cloud singkat dengan wajah pucat.
"Oke, silahkan mati, Cloud. duh, aku kebelet pipis, nih... pulang dulu, yaa, dadaah!" ujar Gray sampil cepet-cepet pulang.
"Eh, stop! kenapa aku kebelet pipis?! aku cuma bilang mau pulang kok!" marah Gray tiba-tiba.
"kali ini bukan aku yang nulis, tapi si Nada niih.. =,=" ucap Author sambil dorong-dorong Tomoya.
"Hehe.. peace! ^_^" ujar Tomoya innocent.
"oke, Gray mau pulang, kan? dadah.. thanks udah kasih truth n dare! ^0^" seru Author sambil narik Gray keluar *digebukGray.
"yup. kali ini apa lagi Thor?" tanya Tomoya.
"mm... tunggu sebentar.. -,-" ucap Author.
.
.
1 hari kemudian..
.
.
"duuh.. si Author kalo mikir dare lama banget.. keburu fic ini kadaluarsa!" oceh Squall.
"ah! akhirnya aku ada dare! XD" seru Author tiba-tiba sambil mukul Cloud.
"aku merasa tersiksa.." kata Cloud galau.
"jadi, apa darenya?" tanya Tomoya.
"aku mau para dissidia-chara crossdresing! XDD" seru Author bersemangat.
Tomoya berusaha nahan tawa, tapi semua itu gagal, sedangkan chara lainnya sudah merasa tak hidup lagi (baca: 19 membatu, 1 senyum, 2 mesum *plak).
Mereka pergi ke ruang ganti di pojokan yang secara tiba-tiba bertambah jumlahnya.
5 menit lewat... secara serentak gorden pembatas terbuka, terlihatlah mereka dengan wajah memerah mengenakan baju tersebut.
Wol: pake baju guru cewek roknya selutut bajunya kemeja.
Garland: gaun pink
Firion: long dress legging sama boots coklat.
Emperor: kaos sama rok denim.
Onion Knight: seragam sekolah putri, ikat rambutnya diganti pita warna pink.
Cloud of Darkness: jas warna item tapi jasnya, dibuka kemeja dalamnya dibuka kancingnya 2 paling atas.
Cecil: long dress putih dan balero biru muda.
Golbez: baju balerina.
Bartz: kemeja yang dibiarkan terbuka didalamnya pake kaos putih, sama rok denim.
Terra: kemeja putih dengan kancing atas dibuka 2, n kancing bawah dibuka 1. dilehernya terjuntai dasi merah secara tak rapi. dia mengenakan celana panjang n sabuk yang lebar dengan hiasan rantai kecil yg berjuntai disabuk tersebut.
Kefka: baju senam aerobik.
Cloud: baju maid hitam lengan pendek dengan bando dan celemek putih dari cerita kaichou wa maid-sama
Sepiroth: kimono.
Squall: long dress baju sailor.
Ultimecia: seragam cowok.
Zidane: Long dress dengan tangan baju balon n pita yang melilit pinggangnya.
Kuja: baju maid china dengan bando pita.
Tidus: baju cheerleader.
Jecth: alice, dari cerita alice in wonderland.
"hoho! ayo ambil foto!" teriak Author antusias.
"waah.. buruan masukin album! bagi-bagi ke temen sekelas ah.. XD" seru Tomoya.
"Tidaaak... harga diri kami.. TAT" tangis histeris para dissidia-chara. Mereka sudah siap-siap menggali kuburan mereka.
"waaah... jangan mati! aku masih punya dare!" kata Tomoya.
"apa? apa?!" tanya Tidus antusias.
"Cloud! pakai pakaian bayi ini dan bertingkahlah seperti bayi! XD" seru Tomoya sambil menyodorkan pampers, topi bayi, dan dot ke Cloud.
(semua dissidia-chara kaget+bersemangat)
"waah.. wajah Cloud jadi kayak mayat gini!" bingung Zidane.
"huahaha! dare yang bagus, Nada! jadi Cloud mau jadi action figure dengan postur lebay di kamarku, ya!?" ngakak Author.
Cloud langsung ngambil pakaian bayi yang dibawa Tomoya dan lari ke ruang ganti.
5 jam kemudian..
"si Cloud lama amat siih.. ganti baju bayi aja sampe 5 jam!" ujar Luneth gak sabar.
"ooh, mungkin dia sekalian latihan jadi bayi?" kata Kuja.
tirai ruang ganti pun terbuka. terlihat Cloud yang sedang merangkang dengan pakaian bayinya sambil berwajah pasrah.
"huahahaha! ini Cloud!? jadi dia beneran latihan jadi bayi dulu!?" Author ngakak berat.
"tidaaaak...aku mau mati saja..!" jeritan hati Cloud yang sedang buang muka.
"hehe! siapkan kamera! ayo rekam Cloud! XD" perintah Tomoya bersemangat.
"aku mau kerjain dia! Cloud, menangis seperti bayi dan katakan 'Mama'!" suruh Author.
"...huweeeeeeeeee...*nangisbeneran. ma...mama.." tangis Cloud dengan wajah unyunya.
"kyaaa.. Cloud..." teriak cewek-cewek.
"sekarang, ketawa seperti bayi!" seru Tomoya.
"ahaha..haa..." tawa Cloud yang makin sedeng.
"oke, cukup! video ini pasti laris kalau kujual, hehe.." devil laugh Author.
.
.
"waah.. kali ini si Cloud jadi ketularan sedengnya Author,ya! eh, tidak, lebih parah lagi sampe tiduran diranjang bayi gitu" ujar Wol.
"tenang, nanti kita cariin ibu buat nenangin tuh si bayi gede -,-" kata Author santai.
"eh, iyaa.. =.='..."
.
.
yup! sekian fic ini! gomen kalo gak kocak, karena yang bikin chapter 4 ini dari tengah sampe akhir Tomoya, Fuyuri sekarang lagi sibuk.
sekian, Arigatou! hope you like this! ^0^/
Review?
