"MERMAN'S HEART"
YAOI AREA
BXB
GENRE : DRAMA, ANGST
PAIRING : CHANBAEK
CAST : CHANYEOL , BAEKHYUN AND THE OTHERS
DESCLAIMER : INI CERITA ASLI KARYA SAYA DARI OTAK YANG TIDAK SEBERAPA INI JIKA ADA NAMA TOKOH TEMPAT ATAU KEJADIAN ITU HANYA KEBETULAN SEMATA.
.
.
MERMAN'S HEART
.
Baekhyun menemui ayahnya dikamar pria lanjut usia itu, bukan karena Yunhoo tak sanggup menemui Baekhyun. Yunhoo hanya belum sanggup bertatap muka dengan Baekhyun setelah keputusan yang dirinya buat.
Sementara si mungil itu hanya ingin berbicara pada ayahnya.
Setelah diperbolehkan masuk oleh Yunhoo, Baekhyun pun melangkahkan kakinya memasuki kamar sang ayah untuk pertama kalinya.
"Kenapa kau belum tidur, Baekby?" Tanya Yunhoo setelah melihat jam yang ada didalam kamarnya.
Baekhyun menggeleng pelan, "Aku sedikit merindukan ayah."
"Maaf ayah tak bisa menemui mu hari ini." Sesal Yunhoo.
Baekhyun tersenyum seraya menduduk'kan buttnya dipinggir ranjang, "Ayah, bukankah seharusnya kita mengucapkan selamat tinggal daripada menghindari satu sama lain." Baekhyun berujar pelan.
Yunhoo menghela nafas, tak lagi merasa terkejut jika Baekhyun mengetahui itu. Nancy ada disana untuk memberitahunya.
"Maafkan ayah tak bisa menolong mu." Yunhoo jelas merasa menyesal akan ketidakberdayaan dirinya.
"Tak apa ayah, aku mengerti." Ujar Baekhyun pelan, tak ingin membuat ayahnya semakin merasa bersalah.
Sebab Yunhoo tak juga bisa disalahkan sementara Chanyeol memiliki keputusan ditangannya.
Karena pada akhirnya Baekhyun harus tetap menjalani kutukan yang disebabkan oleh ibu dan ayahnya.
"Tidak Baby, kau pantas marah pada ayah karena ayah telah membuat mu merelakan hidup mu untuk Chanyeol." Baekhyun tersenyum getir, mengerti apa yang Yunhoo rasakan.
Yunho telah berusaha menjaganya sebisa mungkin, menjauhkan dirinya dari dunia luar agar dirinya tetap aman. Namun apa mau dikata, penguasa lautanpun tak akan tahu jika hari esok akan terjadi badai sebelum melihat tanda-tanda terlebih dahulu.
Yunhoo mengurung Baekhyun dalam ruangannya hanya untuk mengantarkan anak bungsunya itu pada kematian. Sungguh geruh tak berbunyi.
Namun Baekhyun tak menginginkan itu, bukankah sudah pernah ia katakan bahwa Baekhyun tak ingin menjadi seperti ibunya.
Jika Chanyeol memiliki keputusan ditangannya maka Baekhyun pun sama. Baekhyun telah dikurung didalam ruangannya selama 15 tahun dan kini saat ia telah bisa menginjak'kan kakinya diatas rumput, maka kematian bukanlah apa yang menjadi tujuannya.
"Tapi ayah, aku tidak mengatakan bahwa aku akan merelakan hidup ku untuk Chanyeol." Tutur Baekhyun yang mana membuat Yunhoo langsung terhenyak lalu menatap Baekhyun tak mengerti.
"Aku tidak akan mengalami apa yang ibu ku alami, Ayah." Ucap Baekhyun memberi penjelasan.
"Tapi itu tidak mungkin Baby, Chanyeol tidak mencintai mu." Yunhoo menengaskan berusaha mengingatkan anak bungsunya itu akan fakta yang tak bisa mereka bantah.
Baekhyun tersenyum tipis seraya mengusap punggung tangan Yunhoo pelan guna membuat ayahnya sedikit tenang, "Aku tahu Chanyeol tidak mencintai ku, tapi aku akan membuatnya mencintai aku maka itu aku membutuhkan bantuan mu, ayah."
Seorang duyung bukanlah pemaksa jika berhubungan dengan cinta. Tapi Baekhyun bukanlah duyung seutuhnya.
.
MERMAN'S HEART
.
Minseok memberikan semua pekerjaan yang harus Chanyeol kerjakan sebelum kepergiannya menuju Espenes selama 2 minggu lamanya.
Yunhoo mengatakan jika Baekhyun tidak menunjuk'kan tanda-tanda kesembuhan dalam jangka waktu selama itu, maka Chanyeol boleh pulang ke Seoul seorang diri sementara Nancy yang akan menemani Baekhyun selanjutnya.
Maka itu Chanyeol tak protes melihat ada begitu banyaknya dokumen diatas meja kerjanya. Chanyeol adalah tipe pria bertanggung jawab akan apa yang ia lakukan, tentu Chanyeol tak keberatan akan hal itu.
Meski sibuk dengan tumpukan dokumennya, Chanyeol tetaplah sadar akan apa yang terjadi disekitarnya termasuk suara pintunya yang dibuka tanpa ketukan terlebih dahulu.
Chanyeol tak perlu mengalihkan pandangannya karena ia sudah mengetahui pasti siapa pelakunya, itu adalah Hyejin yang memiliki kebiasaan seperti itu sebab meski sekurang-kurang ajarnya Minseok tetap akan mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Mau apa kau kemari?" Ketus Chanyeol membuat Hyejin terkesiap.
"Apa-apaan pertanyaan itu? Tentu saja aku kemari untuk menemui kekasih ku." Ujar Hyejin sebal dan tak tahu malu bertingkah seolah tak terjadi apapun.
Chanyeol mendengus, pria jangkung itu lantas menatap Hyejin dengan tatapan intimidasinya. "Tidak'kah ayah ku mengatakan sesuatu pada mu kemarin malam?"
Nah, Hyejin meneguk ludahnya gugup.
"Cha..Channie.. Aku bisa jelaskan." Panik Hyejin seraya mendekati Chanyeol.
"Tidak perlu, ayah ku sudah menjelaskannya kemarin. Aku hanya ingin bertanya padamu. Kenapa kau melakukan hal itu?" Tanya Chanyeol menatap sejurus pada Hyejin.
Hyejin menggulirkan bola matanya ke segala penjuru kecuali kearah mata Chanyeol seraya mencari alasan yang tepat agar Chanyeol mempercayainya.
"Aku hanya melakukan pembelaan, Channie." Ujarnya sendu setelah Chanyeol menunggu cukup lama untuk Hyejin memberinya jawaban.
Alis Chanyeol berjengit sebelah, "Pembelaan apa yang kau maksudkan?"
"Pasti ayah mu tidak menceritakan bagian dirinya menuduh ku menjalin hubungan dengan mu hanya karena harta yang kau miliki dan juga karena kau mudah dibodohi makanya kau tidak mengetahui hal itu, tapi aku tidak Chanyeol. Aku tidak mendekati mu hanya karena itu, aku mencintai mu tulus." Ujar Hyejin dibumbui dengan sedikit kebohongan dan juga air mata palsu.
Well yeah, Hyejin menangis karena wanita cantik itu tahu bahwa Chanyeol paling lemah akan tangisan wanita. Sudahkah ku katakan jika Chanyeol sangat mencintai ibunya?
Itulah alasan Chanyeol sangat menghormati perasaan wanita.
Chanyeol jelas terhenyak akan penjelasan yang Hyejin berikan padanya, tak juga sepenuhnya percaya jika sang ayah bisa melakukan hal seperti itu. Tapi Hyejin juga tak mungkin berbohong ditambah tangisan nya seolah-olah menyayat hati.
Lalu siapa yang berkata jujur diantara keduanya?
Chanyeol tidak peduli! Yang harus ia lakukan sekarang adalah menenangkan Hyejin agar tak lagi menangis. Sungguh ia tak tega melihatnya.
Chanyeol kemudian berdiri lalu mendekati Hyejin dan menarik wanita itu dalam pelukannya, "Shht jangan menangis."
Hyejin menyeringai puas disana, "Tidak! Sebelum kau memaafkan aku." Rajuknya.
"Aku sudah memaafkan mu, tidak'kah pelukan ini cukup untuk perantaranya?" Tanya Chanyeol seraya mengeratkan pelukannya.
Hyejin menengadahkan kepalanya, "Benarkah?"
Chanyeol tersenyum membalas tatapan Hyejin, "Iya, hanya jangan ulangi lagi, oke?"
"Janji."
Seandainya saja Chanyeol bisa lebih sedikit jeli, maka Chanyeol akan menyadari jika kalimat itu hanyalah palsu belaka.
Hyejin adalah wanita ular yang memiliki seribu satu cara mempertahankan Chanyeol tetap berada diposisinya agar hidupnya baik-baik saja.
.
MERMAN'S HEART
.
Hari ini adalah hari keberangkatan Baekhyun, Chanyeol serta Nancy menuju Espenes. Yunhoo menggiring kepergian mereka hingga didepan pintu dengan kursi rodanya.
Baekhyun dan Yunhoo menatap satu sama lain yang hanya merekalah yang mengerti arti tatapan itu. Baekhyun memberikan ayahnya senyuman guna memberi tahu Yunhoo bahwa ia baik-baik saja.
Baekhyun membungkukkan badannya dan memeluk Yunhoo, "Nikmatilah waktu mu disana." Gumam Yunhoo sendu seraya mengeratkan pelukan mereka.
Baekhyun mengangguk kemudian melepaskan pelukan mereka.
Kini giliran Chanyeol yang mendekati ayahnya dan memberi pelukan jantan, "Jaga Baekhyun baik-baik, Chanyeol." peringatnya.
Chanyeol tersenyum, "Aku akan, tapi ayah juga harus menjaga kesehatan ayah hingga kami kembali." Ujar Chanyeol memperingati, Yunhoo balas tersenyum dan memberi Chanyeol anggukan.
Setelah Baekhyun masuk kedalam mobil dengan bantuan Chanyeol, Baekhyun dan Yunhoo kembali bertukar tatap membuat Chanyeol mengerutkan dahinya bingung.
Kenapa tatapan ayah harus begitu sedih, bukankah 2 minggu lagi akan kembali bertemu, iya'kan?
Juga Nancy yang tampak enggan pergi ke Espenes, kenapa? Bukankah seharusnya Nancy senang Baekhyun akan sembuh sebentar lagi.
Mengabaikan hal itu, Chanyeol bertingkah seolah tak merasakan kejanggalan apapun.
.
MERMAN'S HEART
.
Mereka telah mempersiapkan perjalanan ini dari jauh-jauh hari, Nancy telah memperhitungkan seberapa lama Baekhyun bisa bernafas normal tanpa berendam selama 8 jam perjalanan.
Baekhyun akan baik-baik saja jika ia tidak melakukan apapun.
Itu bekerja. Baekhyun tak mengalami masalah apapun selama penerbangan, si mungil itu telah menghabiskan 3buku dalam sekali duduk. Namun masalah datang diakhir perjalanan, nafas Baekhyun tiba-tiba terus tersendat.
Ada apa?
Chanyeol panik, Nancy pun tak tahu harus berbuat apa. Baekhyu perlu air, tapi mereka masih diatas awan tak mungkin mendapatkan air untuk Baekhyun berendam.
Chanyeol tanpa fikir panjang segera melakukan apa yang ia lakukan sebelumnya. Memberi Baekhyun nafas buatan.
Memang tak banyak membantu, hanya saja itu cukup untuk mengurangi sesak yang Baekhyun alami.
Mereka pun telah menginjak'kan kakinya di tanah Norwegia. Perlu
setidaknya 3jam perjalanan lagi menuju Grimstad lalu dilanjutkan dengan menggunakan speed menuju Espenes.
Perjalanan yang jauh untuk mendapatkan pantai yang sangat indah.
Chanyeol adalah yang pertama kali keluar dari kapal cepat itu, pria jangkung itu melakukan peregangan sejenak untuk melenturkan otot-ototnya yang kaku selama perjalanan setelahnya ia pun membantu Baekhyun keluar.
"Terimakasih Chanyeol." Baekhyun bergumam.
Chanyeol merengut merasa tak suka mendengarnya, "Baekhyun, bukankah aku sudah mengatakan pada mu untuk belajar memanggil ku hyung?" Tanyanya seraya membantu Nancy untuk keluar dari speed.
Senyum Baekhyun memudar seiring perkataan itu menyapa indera dengar nya, "Chanyeol." panggil Baekhyun.
Chanyeol menatapnya tapi tak memberi sahutan apapun, mungkin Chanyeol masih marah.
Baekhyun mengabaikannya, "Kau tidak suka dipaksa'kan?" Tanya Baekhyun. Chanyeol menatapnya tak mengerti.
"Bagitupun aku, maka jangan paksa aku untuk memanggilmu Hyung sementara aku tak pernah melihat mu sebagai hyungku melainkan sebagai seorang pria yang bisa aku cintai sesuka hati ku." Tegas Baekhyun membuat bukan hanya Chanyeol yang terperangah melainkan Nancy pun tak kalah terperangah.
Tak benar menyangka jika Baekhyun akan memiliki keberanian untuk mengatakan itu. Chanyeol tak tahu kenapa, tapi ia benar merasa menyesal telah membuat Baekhyun terluka.
Nancy berdehem pelan menghilangkan canggung yang mendera, "Kalian berdua sama-sama menuruni sifat keras kepala tuan Yunhoo." Celetuk Nancy sambil lalu.
Dan Chanyeol menyesal telah menuruni sifat itu.
Mereka diantar menuju rumah tinggal menggunakan mobil yang telah disiapkan. Selama perjalanan tak ada sedikitpun percakapan yang terjadi, Baekhyun memilih diam seraya memandangi perjalanan melalui jendela sementara Nancy menggenggam tangannya tak pernah lepas dan dalam keadaan bungkam pula.
Chanyeol sungguh membenci atmosfer ini.
.
MERMAN'S HEART
.
Mereka pun telah sampai disebuah rumah sederhana namun terlihat asri dipandang mata baik dari dalam maupun dari luar. Rumah itu memiliki 2 kamar, satu ruang keluar dan dapur.
Rumah itu adalah rumah yang Yunhoo dan Baekhee tempati 15tahun lalu. Nancy seolah bernostalgia, disinilah pertama kali dirinya menggendong Baekhyun kecil.
- Yunhoo pulang kerumah dengan keadaan kacau dan Baekhyun di gendongannya, Nancy menatapnya iba namun wanita itu tak ada tahu harus berbuat apa. Dia baru 23tahun saat itu, terlalu muda untuk memberikan nasihat dan wejangan yang berarti.
Yunhoo menyerahkan Baekhyun pada Nancy, "Rawatlah dia seperti anak mu sendiri." Sejak itu Nancy menyerahkan seluruh hidupnya untuk Baekhyun.
Lalu seminggu setelahnya Yunhoo dinyatakan lumpuh tanpa tahu penyebabnya apa.
Kenangan itu selalu membuatnya emosional.
"Maaf tuan muda, karena kamar disini hanya ada 2 dengan terpaksa anda berbagi kamar dengan Baekhyun sebab kamar yang disana hanya kamar berukuran kecil yang biasa saya tempati." Ujar Nancy menjelaskan.
Chanyeol mengangguk faham, "Tak masalah, lagipula kamar ini cukup besar untuk kami berdua, iya'kan Baek?" Chanyeol memandang Baekhyun meminta pembenaran, tapi Baekhyun tak menjawabinya.
Chanyeol hanya bisa tersenyum kecut, mengerti bahwa Baekhyun mungkin saja masih merasa tersinggung dengan dirinya.
Chanyeol membersihkan dirinya, merasa aneh dengan bathup yang sangat besar untuk rumah dengan ukuran sederhana seperti ini.
Yang berarti Bathup itu benar-benar besar.
Tapi setelah difikir-fikir, itu tak masalah karena Baekhyun akan memerlukan itu.
Baekhyun tidak membalas sapaan Chanyeol, bahkan hari telah berganti dan kemarahan Baekhyun seolah tak luntur dengan waktu.
Chanyeol kebingungan, akhirnya setelah menghabiskan makan siangnya. Chanyeol menemui Baekhyun berniat meminta maaf.
"Boleh aku masuk?" Tanya Chanyeol seraya menyembulkan kepalanya di pintu.
Baekhyun mengangguk pelan, Chanyeol pun menduduk'kan dirinya diatas ranjang dengan resah. Baekhyun tahu, tapi ia berusaha mengabaikannya.
"Baekby, aku minta maaf soal kemarin." Sesal Chanyeol. Baekhyun mengangkat pandangannya, menatap Chanyeol penuh telisik.
"Aku sudah keterlaluan, maafkan aku."
Baekhyun tersenyum, "Tak masalah, Chanyeol."
Nah, Chanyeol hanya harus terbiasa membiarkan Baekhyun memanggilnya seperti itu.
.
MERMAN'S HEART
.
"Kau sudah siap?" Tanya Chanyeol.
Baekhyun sekali lagi melihat penampilannya di kaca kemudian mengangguk.
Pak sangster sipenjaga mengatakan bahwa malam ini ada pasar malam di alun-alun, pria tua itu juga mengatakan bahwa apa yang Chanyeol cari ada disana.
Sang tabib dengan 1000 macam obat, tabib penyembuh penyakit apapun.
Chanyeol tentu saja dengan bersuka cita mengatakan pada Baekhyun perihal itu.
Disinilah mereka sekarang, dengan tangan yang saling bertatut satu sama lain. Keduanya melangkahkan kaki kemana pun yang Baekhyun hentikan, Baekhyun pun megajak Chanyeol untuk berkeliling dan menikmati segala pertunjukkan yang dipertontonkan dengan Baekhyun yang tak berhenti terkagum-kagum dan membuat Chanyeol tersenyum geli disetiap kalinya.
Baekhyun sungguh terlihat menggemaskan!
"Kapas peri!" Seru Baekhyun kegirangan kala melihat stande permen kapas.
Chanyeol terkekeh kemudian membelikan Baekhyun satu, "Para peri pasti berkerja keras untuk membuat ini." celetuk nya seraya memasuk'kan permen kapas itu kedalam mulutnya.
Chanyeol mendengus geli, "Ya sepertinya begitu."
Baekhyun menyeret Chanyeol menuju bianglala, "Bisakah kita menaiki itu?" Tanya Baekhyun imut.
Chanyeol menatap Baekhyun seolah tengah menimang, "Entahlah, apakah kau sudah cukup besar untuk bisa menaiki itu?" Chanyeol balik bertanya bedanya Chanyeol hanya bertujuan untuk menggoda Baekhyun.
"Aku sudah besar!" Seru Baekhyun tak terima dirinya diremehkan oleh Chanyeol.
Chanyeol tertawa, "Aku bercanda, ayo naik."
Keduanya pun menaiki bianglala itu, Baekhyun menatap berbinar pada apa yang ia pandang. Malam tampak indah dari atas bianglala, fikirnya.
"Chanyeol, apa rasi bintang favorit mu?"
Chanyeol merengut sebentar lalu membawa pandangannya keatas langit dan menunjuk salah satu bintang paling terang, "Sirius, itu adalah bintang yang paling terang."
Baekhyun mengikuti arah tunjuk Chanyeol kemudian mengangguk setelah melihat bintang yang Chanyeol maksudkan.
"Kalau kau?"
Baekhyun menggeleng pelan, "Aku tidak tahu, tapi aku rasa kini aku memilikinya." Ujar Baekhyun disertai senyuman penuh arti.
"Apa itu?" Tanya Chanyeol antusias.
"Sirius B."
Chanyeol rasa, ia tak perlu bertanya kenapa Baekhyun memilih rasi itu.
.
MERMAN'S HEART
.
Setelah turun dari sana Baekhyun segera menarik Chanyeol kembali untuk berkeliling.
"Perhatikan langkah mu, kau bisa jatuh." Kata Chanyeol mencoba untuk memperingatkan.
Baekhyun tak peduli dan malah semakin cepat menarik tangan Chanyeol, "Tidak'kah kau merasa lelah?" Tanya Chanyeol khawatir mengingat Baekhyun memiliki ketahanan fisik yang lemah.
Di mungil itu menggeleng semangat, Baekhyun membawa Chanyeol untuk memasuki stande peramal.
Itu adalah wanita cantik dengan bandana menawan diatas kepalanya, "Hallo~" Sapa wanita itu.
"Hai."
"Siapa namamu?"
"Baekhyun."
"Nama yang cantik untuk wajah yang cantik." Baekhyun tersipu karena pujian itu.
"Bisakah kau meramal aku?" Tanya Baekhyun pelan seraya menduduk'kan dirinya.
"Dengan senang hati." wanita itu mengulurkan tangannya meminta Baekhyun meletak'kan tangannya diatas tangannya.
Baekhyun mememberikan tangannya, wanita peramal itu mulai membaca garis tangan Baekhyun, "Kau sangat istimewa di seluruh dunia, ada sihir yang kuat didalam dirimu, semangat lautan." Ujar wanita itu, Baekhyun tersenyum.
Itu benar, yang salah adalah dalam dirinya bukanlah sihir melainkan kutukan lautan.
Wanita peramal itu memberikannya sebuah kalung dengan mutiara berwarna merah muda ditalinya, "Jaga ini baik-baik, dia akan menyelamatkan mu esok."
Baekhyun menerimanya setelah mengucapkan terimakasih sebelumnya dan meminta Chanyeol untuk memasangkannya.
Wanita peramal itu menatap Chanyeol tertarik, "Bagaimana dengan mu? Kau tidak tertarik dengan sihir'kan?"
Chanyeol tersenyum simpul, "Aku orang yang realitas." Dalihnya.
"Kemari lah dan lihatlah! ada beberapa sihir yang nyata dan ada yang ilusi." Ujarnya menjelaskan. Meski ragu, Chanyeol tetap mendekat.
Wanita itu meraih tangan Chanyeol dan membaca garis tangannya, wanita itu tiba-tiba menatap Chanyeol khawatir, "Waspadalah pada orang-orang yang akan mencoba mengambil harta mu yang paling berharga, kau tidak harus meninggalkannya." Tiba-tiba sang wanita tersadar akan ucapannya lantas melepaskan tangan Chanyeol.
Setelah memberikan beberapa lembar uang, Chanyeol pun membawa Baekhyun pergi dari sana.
Akibat ramalan itu, Chanyeol sampai lupa bahwa tujuan utama ia datang kepasar malam adalah mencari seorang tabib yang bisa menyembuhkan Baekhyun.
Apa maksud lamaran itu?
Chanyeol memilih untuk tak memikirkannya.
.
MERMAN'S HEART
.
Mereka telah selesai sarapan saat Nancy meminta izin untuk keluar karena ada hal penting yang harus ia lakukan. Chanyeol tentu saja memberi izin.
Chanyeol pun berniat mengerjakan pekerjaannya karena Baekhyun pun tengah sibuk bermain dihalaman bersama Emilly, anak perempuan pak sangster yang masih berusia 10.
Chanyeol mengetik'kan sesuatu di kolom pencarian, sesuatu tentang duyung dan semacamnya. Chanyeol harus mencaritahu yang berkaitan dengan Baekhyun.
Tidak ada yang istimewa karena semua yang tertulis disana sudah sebagian besar Baekhyun katakan padanya, bagaimana duyung pun bisa memiliki kaki ketika air surut ataupun seorang duyung adalah mahluk yang paling setia di muka bumi.
Benarkah?
Apa alasan yang membuat seorang duyung menjadi sangat setia sementara mereka bisa memikat banyak mata hanya dengan tubuh mereka?
Sayang sekali Chanyeol melewatkan bagian hati seorang duyung.
Chanyeol baru saja hendak membaca lebih lanjut sebelum suara Emilly menghentikannya, remaja itu berteriak sangat kencang dan mengatakan jika Baekhyun kembali mengalami sesak nafas.
Chanyeol cepat-cepat berlari menghampiri Baekhyun dan menggendongnya ala brydal style.
"Apakah Baekhyun baik-baik saja?" Emilly bertanya, terdengar khawatir.
Chanyeol memberikannya senyuman menenangkan, "Baekhyun hanya perlu istirahat." Ujarnya kemudian. Remaja itupun segera menyingkir agar dapat membiarkan Baekhyun istirahat.
Chanyeol pun membawa Baekhyun kedalam kamar mereka, "Kau tidak boleh memaksakan dirimu terlalu banyak, aku sudah mengatakannya pada mu sebelumnya." Sungut Chanyeol seraya meletakkan Baekhyun keatas kasur.
Baekhyun sudah terlalu banyak bergerak kemarin, dia seharusnya tidak banyak bergerak lago hari ini.
"A..ku ta..tahu, maaf." Chanyeol mendesah pasrah dan kembali memberi Baekhyun nafas buatan sementara menunggu air didalam bathup penuh.
Sekarang itu menjadi rahasia mereka, Chanyeol akan memberikan Baekhyun nafas buatan setiap kali Baekhyun mengalami sesak nafas karena keduanya fikir hal itu paling efektif dan cepat.
Baekhyun tak masalah, Chanyeol menikmatinya.
Sempurna!
.
MERMAN'S HEART
.
Nancy akhirnya pulang setelah matahari hampir tenggelam, Chanyeol penasaran kepentingan apa yang Nancy lakukan diluar sana hingga memerlukan waktu seharian.
Tapi Chanyeol rasa, dirinya tidak bisa menanyakan hal itu. Jadi dia hanya diam tanpa banyak protes.
Chanyeol berniat untuk kembali kepasar malam dan mencari seorang tabib yang bisa menyembuhkan Baekhyun sebagaimana tujuan pertama dia datang kekota ini.
Chanyeol tak berniat membawa serta Baekhyun karena ia merasa Baekhyun tak cukup kuat untuk berjalan lama.
"Anda tidak bisa pergi sendiri, tuan. Tabib itu harus melihat orang yang membutuhkan obatnya agar dia tahu jenis obat apa yang bisa dia berikan." Pak sangster mengatakan itu di detik-detik terakhir, lalu apa yang bisa Chanyeol lakukan selain membawa serta Baekhyun.
Mereka berdua kembali kepasar malam dengan tangan yang masih bertaut satu sama lain. Chanyeol tak ingin Baekhyun jauh dari pandangannya, hingga jika terjadi sesuatu yang tak dia inginkan Chanyeol akan bisa cepat menolong.
Beruntung tak memerlukan waktu lama untuk mencarinya, Stande itu adalah yang teramai dari pada yang lain, Chanyeol harus rela berdesak-desakan demi mendapatkan tempat untuk berdiri.
"Maaf tuan apa aku bisa mendapatkan obat untuk adik ku?" Tanyanya pada seorang pria tua penjaga stande itu.
"Dimana adikmu itu?" Tanya pria tua itu memandang Chanyeol sejurus. Chanyeol lantas menarik Baekhyun mendekat.
Pria tua itu tersentak kala matanya bersibobrok dengan biru laut milik Baekhyun, pria itu membawa tangan Baekhyun untuk ia genggam tanpa perduli Chanyeol tengah memandangi dirinya aneh, lalu tak lama setelahnya menangis, "Waktu mu tak banyak, dia sudah hampir membeku sepenuhnya." Gumam pria itu, Baekhyun menelan ludahnya susah payah.
Dia tahu itu, tapi mendengarnya dari orang lain sungguh menjadi terasa beribu kali mengerikan.
Chanyeol segera menarik tangan Baekhyun menjauh saat menyadari Baekhyun merasa tak nyaman.
"Jadi bisakah kau memberikan adik ku obat?" Tanya Chanyeol lagi, pria itu menatap Chanyeol.
"Tidak ada obat yang bisa menyembuhkannya, dia hanya bisa sembuh jika yang membuatnya membeku mencairkan miliknya." Nah, Chanyeol mengerutkan dahinya atas pernyataan itu.
Dia benar-benar tak mengerti, apa kiranya maksud perkataan tabib itu.
Tabib itu meraih tangan Chanyeol, "Kau sudah menyerahkan jiwamu, kenapa kau tidak memberikan apa yang dia butuhkan, berikan padanya maka dia akan sembuh." Lagi-lagi sang tabib mengujarkan teka-teki yang membuat Chanyeol terlihat seperti orang bodoh karena sama sekali tak mengerti akan apa yang tabib itu bicarakan.
Baekhyun berjengit, "Jiwa?"
Ahh, dia ingat! Itu adalah ciuman pertama mereka. Baekhyun tak menyangka jika Chanyeol benar-benar memberikan jiwanya lewat ciuman itu.
Tabib itu memberikannya sebuah botol kecil, "Minumlah maka hati mu akan menentukan dimana seharusnya dia berada." Ujar sang tabib, Chanyeol menerimanya dengan segala keraguan dalam dirinya.
Chanyeol pun membawa Baekhyun menjauhi tempat aneh itu, Chanyeol rasa mereka telah salah memilih seorang tabib. Itu bukanlah seorang tabib melainkan hanyalah seorang yang kondisi kejiawaannya terganggu.
.
MERMAN'S HEART
.
Chanyeol membawa Baekhyun ke pantai Skaggerak, duduk disana seraya melihat kelangit luas. Chanyeol tiba-tiba memiliki pertanyaan didalam benaknya.
"Baek, kenapa kau tidak pernah berenang kelaut?" Tanya Chanyeol tanpa mengalihkan pandangannya pada hamparan laut biru.
"Airnya terlalu dingin untuk ku." Ujar Baekhyun kembali membuat sebuah kebohongan.
Kita pun tahu bahwa bukan itu alasannya, bukankah begitu?
Chanyeol mengangguk faham, tak perlu banyak penjelasan lagi karena dirinya pun kini telah mengetahui jika Baekhyun tak menyukai cuaca dingin.
Mereka terlibat ketenangan yang menyenangkan, hanya mendengar deburan ombak yang bersahutan.
"Chanyeol," Baekhyun memanggil, Chanyeol menyahutinya dengan gumaman pelan.
"Tahukah kau jika duyung hanya memerlukan waktu 5bulan untuk mengandung?" Tanya Baekhyun, Chanyeol menggeleng.
Dia belum pernah mendengar itu sebelumnya.
"Karena rahim yang dimiliki oleh duyung sangat kuat, mereka bisa dibuahi dengan cepat tanpa memerlukan waktu berbulan-bulan untuk tumbuh." Chanyeol berjengit takjub, itu hebat fikirnya. Manusia memerlukan waktu satu bulan untuk memastikan bahwa pembuahan itu berhasil atau tidak nya tapi duyung akan langsung mengandung begitu sperma masuk kedalam tubuhnya.
It's amazing!
"Dulu pernah terjadi bencana yang besar dibumi dan mencemari laut hingga para duyung kehilangan anak yang mereka kandung karena fungsi rahim mereka terganggu." Baekhyun berujar pelan, Chanyeol menatapnya penuh tanya.
"Untuk mempertahankan peradaban, para penguasa memberi para mermaid buah frukt untuk memperbaiki kinerja rahim mereka." Jelas Baekhyun.
"Buah frukt?" Tanya Chanyeol merasa asing dengan nama buah yang baru saja disebutkan oleh Baekhyun.
"Buah ajaib dari lautan yang bisa menumbuhkan rahim ditubuh seorang merman."
Yah begitulah, Chanyeol tidak terlalu exited karena itu terdengar tidak masuk akal.
Terdengar bunyi kecipak yang besar dari laut, sontak Chanyeol dan Baekhyun memandang kearah laut dan samar-samar melihat ekor menyembul kepermukaan.
"Tidak'kah ini terlalu malam untuk lumba-lumba?"
Baekhyun membola terkejut, itu jelas bukan lumba-lumba. Itu adalah syren dan Baekhyun merasa takut, sangat takut.
Ingat bahwa Baekhyun tak begitu menyukai syren?
"Chanyeol, ayo pulang." Baekhyun mencicit, Chanyeol beralih pada Baekhyun dan mendapati adiknya tampak ketakutan.
"Apa ada masalah?" Tanya Chanyeol jelas ingin tahu.
"Aku hanya ingin pulang." Chanyeol mau tak mau menenurutinya.
Tapi Baekhyun tak bisa berjalan, kakinya terlalu lelah karena sudah banyak bergerak. Chanyeol pun membawa Baekhyun pulang dengan menggendonngnya.
Nancy menatap itu dengan khawatir, tapi setelah mendengar penjelasan Chanyeol, wanita paruh baya itu akhirnya bernafas lega.
"Bi', bisakah kau menjaga Baekhyun? Aku ingin membersihkan diri dulu." Nancy jelas mengangguk, lagipula sudah seharian ini ia dan Baekhyun tak menghabiskan waktu bersama.
Setelah memastikan bahwa Chanyeol sibuk dengan acara membersihkan dirinya, Nancy mendekati Baekhyun secara diam-diam.
"Ibu hanya ingin memberikan mu ini." Ujar wanita itu seraya memberikan buah yang mirip seperti berry.
Baekhyun terperangah, "Nancy ini!" Seru Baekhyun tak percaya.
Nancy tersenyum, "Telanlah buah itu, buah itu akan membantu mu mengikat Chanyeol." Ujar wanita paruh baya itu berbisik agar tak terdengar siapapun kecuali Baekhyun.
Baekhyun tersenyum senang kemudian memeluk Nancy erat, "terimakasih, Nancy."
"Apapun untuk mu, Baby." Ujar Nancy tulus.
Nancy telah mencari buah itu selama satu harian ini bersama pak sangster.
Itu adalah buah frukt, bentuknya hampir mirip seperti berry hanya saja asalnya dari lautan, para penguasa terdahulu menggunakan itu untuk mermaid yang kehilangan fungsi rahimnya kala air laut tercemar.
Juga untuk menumbuhkan rahim didalam tubuh seorang merman.
.
MERMAN'S HEART
.
Chanyeol berpapasan dengan pak sangster dalam perjalanannya menuju kamar mandi.
"Anda sudah bertemu dengan tabib itu?"
Chanyeol menghela nafas, "Dia terlalu gila untuk disebut tabib." Chanyeol berpendapat.
Pak sangster tersenyum maklum, "Jika anda memang ingin meminum obatnya, minumlah setelah mandi. Obat itu akan berkerja secara efektif." Lalu setelahnya pak sangster berlalu tanpa peduli bahwa Chanyeol tengah kebingungan.
Mereka semua penuh teka-teki, menurut Chanyeol.
Chanyeol pun membersihkan diri, namun dalam benaknya dipenuhi oleh perkataan pak sangter. Akhirnya daripada mati penasaran Chanyeol pun meminum obat yang tabib pasar malam berikan setelah ia selesai membersihkan diri.
Entah perasaannya saja atau memang obat itu bekerja, Chanyeol merasa tubuhnya lebih segar. Pria jangkung itu pun kembali kedalam kamar mereka dan mendapati Nancy tak lagi berada disana juga Baekhyun masih setia memijati kakinya yang lelah.
"Perlu bantuan?" Tanyanya main-main.
"Jika tidak merepotkan." Balas Baekhyun.
Chanyeol pun menduduk'kan dirinya diujung ranjang, tempat dimana kaki Baekhyun berada lalu mulai memijitinya.
"Kau percaya dengan apa yang tabib itu katakan?" Tanya Baekhyun memecah keheningan.
Chanyeol menggeleng, "Tidak, dia terlalu mengada-ada." Jawab Chanyeol jujur.
Baekhyun hanya bisa mengangguk mafhum, Chanyeol tidak mungkin percaya pada hal-hal yang tidak realistis.
"Kau memiliki wajah yang cantik." Puji Chanyeol tiba-tiba membuat Baekhyun tersipu.
"Terimakasih." Cicitnya malu-malu.
"Tidak, kau memang terlihat sangat cantik malam ini." Nah, Baekhyun merengut, itu terdengar aneh saat Chanyeol mengatakan itu disertai dengan usapan-usapan sensual di kaki mulusnya.
"Chanyeol." Baekhyun memanggilnya berusaha untuk membuat Chanyeol tersadar.
Chanyeol berkedip dua kali lalu sadar dengan apa yang ia lakukan, "Maaf Baek, i.. Itu aku.. tak sadar.. Tapi ya tuhan! Ini membuat ku gila!" Baekhyun bahkan tak sempat berkedip kala Chanyeol tiba-tiba menerjang tubuhnya dan membawa bibir keduanya dalam pagutan.
"Emhh~"
Yang dilakukan Baekhyun selanjutnya hanyalah mendesah tertahan karena tangan terlatih Chanyeol telah mengusap punggungnya, turun hingga menuju pantat sintalnya.
Tak lupa memberikan remasan kecil membuat Baekhyun merintih, kepalanya mendongak memberikan Chanyeol akses lebih untuk mencumbu lehernya.
Menjilat dan menghisap hingga meninggalkan jejak kemerahan, "Chanyeolhh~" Baekhyun melenguh nikmat saat lidah Chanyeol bergereliya diatas nipple nya yang mencuat sempurna.
Entah sejak kapan pakaiannya telah berserakan dilantai bersama dengan milik Chanyeol juga.
Chanyeol menatapnya dengan pandangan yang selama ini Baekhyun harapkan, tatapan penuh pemujaan. Pipinya memerah dipandangan sedalam itu.
"Bolehkah aku?" Chanyeol bertanya dengan nada berbahaya didepan bibirnya.
Baekhyun hanya bisa mengangguk pelan membuat bibir keduanya bergesekan secara tidak sengaja mengantarkan getaran listrik ditubuh keduanya.
Chanyeol kembali membawa bibir Baekhyun untuk menyapa miliknya seraya melebarkan kedua kaki Baekhyun dan menempatkan dirinya diantaranya.
Ciuman itu berubah menjadi intens dan dalam, lidah keduanya saling berpagutan hingga menimbulkan bunyi kecipak disana. Baekhyun mengernyitkan dahinya kala merasakan sesuatu berusaha menyeruak masuk kedalam manholenya.
"Ugh~" Baekhyun tak sengaja berteriak kala kedua jari Chanyeol berhasil memasuki lubangnya.
Chanyeol menggerakkan jarinya, membuat gerakan menggunting. Mempersiapkan Baekhyun agar bisa menerima penis besarnya. Setelah merasa Baekhyun siap, Chanyeol mengeluarkan jarinya lalu melumuri penisnya dengan airliurnya sendiri.
"Ini akan sakit, lakukan apapun untuk mengurangi rasa sakitnya." Ujar Chanyeol berbisik dengan suara parau menahan nafsu.
Baekhyun tidak tahu akan sesakit apa, tapi jika Chanyeol sudah memperingatinya begitu maka itu berarti memang akan sakit. Jadi yang Baekhyun lakukan adalah mempersiapkan dirinya.
"Akhh~~"
Chanyeol perlahan mulai mendorong miliknya dan Baekhyun sudah menancapkan kuku-kuku panjangnya dibahu Chanyeol. Itu baru kepalanya, tapi sakitnya bukan main.
"Cobalah untuk tenang," Titah Chanyeol tak lupa menncium bibir Baekhyun untuk mengurangi rasa sakitnya.
Baekhyun mencoba, dia mencoba untuk tenang dan fokus pada permainan lidah Chanyeol didalam mulutnya, dia sebisa mungkin membalas setiap lumatan-lumatan yang Chanyeol berikan.
"Nghh~"
Baekhyun hampir tersedak kala penis besar Chanyeol akhirnya masuk dalam satu kali hentakan dan mengenai prostatnya. Itulah bagaiman Chanyeol mendapatkan luka dibibirnya karena Baekhyun tak sengaja menggigit nya untuk mengurangi rasa sakit.
Rasa asin dan sedikit anyir Chanyeol cecapi, tapi tak masalah karena penisnya tengah diremas kuat oleh dinding-dinding rektum Baekhyun.
"Aku akan bergerak." Baekhyun mengangguk lagi, Chanyeol pun menggoyangkan pinggulnya, bergerak secara perlahan dan dengan tempo yang lambat namun dengan hentakan yang dalam.
Segala rintihan dan cakaran pada tubuh Chanyeol terganti dengan desahan nikmat seiring dengan berjalannya waktu.
"Chanyeolhh disanah! Ahh~" Racau Baekhyun kala Chanyeol lagi-lagi berhasil menyentuh prostatnya.
Chanyeol menyeringai merasa bangga pada dirinya, Chanyeol mempercepat temponya beriringan dengan lenguhan nikmat Baekhyun. Mendesah tiada henti setiap kali Chanyeol berhasil menyentuh prostatnya.
Tubuh keduanya sudah bermandikan keringat, padahal diluar tengah hujan. Tubuh Baekhyun melengkung indah karena pelepasan telah menjemputnya pada surgawi dunia.
Chanyeol menggeram saat rektum Baekhyun mencengkram kuat penisnya, Chanyeol pun semakin gencar menggoyangkan pinggulnya mengejar pelepasan miliknya pula.
Tak lama setelahnya Chanyeol mencapai osgasmenya, memuntarkan spermanya kedalam Baekhyun dan diterima baik oleh rahim yang baru saja tumbuh itu.
Chanyeol ambruk disamping Baekhyun, nafas keduanya sama-sama memburu. Baekhyun tersenyum kala Chanyeol menatapnya.
Pria jangkung itu lantas membawa Baekhyun dalam pelukan hangat nya, "Kita akan menemukan tabib untuk mu besok, agar kau bisa sembuh." Baekhyun tersenyum sedih akan hal itu, tidak'kah Chanyeol menyadari jika dirinya adalah obat untuk kesembuhan Baekhyun.
"Agar kau bisa lebih lama disisiku." Lanjut Chanyeol dalam hatinya.
Jika saja Chanyeol mengatakan itu langsung pada Baekhyun mungkin saja hati Baekhyun berhenti mengalami proses pembekuan.
Malam ini adalah malam terindah menurut Baekhyun dan ia tak ingin malam ini segera berakhir karena Baekhyun memiliki prasangka jika hari esok akan menjadi hari yang sangat buruk untuk dirinya.
.
MERMAN'S HEART
.
Itu benar!
Pagi-pagi sekali saat matahari baru saja keluar dari persembunyiannya, pintu rumah itu diketuk. Pak sangster membukanya dengan keheranan, dia memang selalu berada disana sebelum pagi menjemput.
"Maaf nona siapa?" Tanyanya berusaha sopan, meski tamu itu pada dasarnya tidak menunjukkan sikap sopan santun sebab bertamu kala sang tuan rumah bahkan belum bangun dari tidur nyenyak nya.
"Aku Hyejin kekasih Chanyeol, tolong katakan padanya aku datang."
Ujarnya disertai senyuman palsu khas miliknya.
.
.
.
NEXT?
Cangkem :
Alohaa readernim~ lama nunggukah?
Mianheyo, minggu kemarin ada keluarga jauh dateng terus waktu mereka pulang py k.o, masuk rumah sakit seminggu hiks :'(
Jadi maaf yaa udah buat kalian nunggu lama! Enjoy!
Eh iya, jangan jadiin ff py ini sebagai patokan yaa, tentang duyung dan syren disini asli py ngarang yaa walaupun ada beberapa liat di internet sih tapi pokoknya jangan dijadiin patokan!
Makasih atas sarannya dichap sebelumnya, py gak bikin Chanbaek di summary karena py fikir orang bakalan tau dari penname py kalo ini isinya cerita tentang Chanbaek, maaf ya sebelumnya udah buat bingung ;*
Coba tebak endnya bakal kayak apa?
Ayo semangat riviewnya biar py semangat juga buat ngetiknya \btw ini sejenis dengan pemaksaan..wkwkwk/
Thanks for fav, foll and riview ;* py cinta kalian ;*
kekei-chan, kimkimkim, moonwin, Guest, zifaaaann, Ahnae, skylea17, choidayoung, Real Paochan, Memel Sari, shalirenata, BubbleBooo, Markeu Noona, Chanbaekismyown, Dewi Ichigo Ichi, n3208007, Park LouisYeol, BaekhyuneeBee, Narin.s, dwynda35, dtafrscll614, Sutera1006, Byun ye na, Crunchy Choco, KimAyrra99, sitifa995, cutiepiehyun, Theresia341, kickykeklikler, BaekHill, Noor401, Baekkiyod, awbaekhyun, meliarisky7, adinda chanbee, Ryu Cho, kahi19, sitifa995,ChanBaek09, princessexoo, Byunsunny6104.
NB :
Nahloh Baekhyun!
Chanbaek naena, Hyejin nongol dong yes :D
#CHANBAEK MENUJU HALAL
