Terima kasih buat orang-orang yang udah mau nunggu chap ini wkwk.

Oh ya, masalah Minerva yg jdi moe-moe gitu, aku emang sengaja bikin kayak gitu xD biar lucu aja :p

Terus maaf kalau pertarungannya agak aneh :v kalian kan tau kalau aku sucks banget di menulis pertarungan kayak gitu xD

Dan maaf lagi kalau chapter ini mengecewakan :)

Warning(s)! : OOCness, Bad! Fairy Tail, Strong! Lucy, Gaje, Aneh, Cliché Story

Don't like? Don't Read!

Disclaimer : own Fairy Tail

And i'm Not :)


-Sabertooth Guild-

"Jadi Lulu, siapa orang yang kau kenal di guild ini?" Tanya Minerva.

"Uhm, dulu saat aku berumur 6 tahun, aku kabur dari rumah, dan dihutan aku bertemu seseorang, dia yang merawatku sampai aku berumur 12 tahun, lalu kami berpisah." Jelas Lucy.

"Kenapa dan siapa namanya?" Tanya Minerva ingin tau.

"Aku tidak ingat sama sekali, tapi kalau tidak salah namanya-" Ucapan Lucy terhenti karena seseorang.

"Kami pulang."

Lucy dan Minerva melihat kearah pintu guild terlihat laki-laki berambut pirang dan hijau berjalan memasuki guild.

"Hei Rufus, tunggu sejak kapan kau bersama Ogra?" Tanya Minerva bingung.

"Tadi aku bertemu dengannya di kota, jadi sekalian sa-"

Omongan Rufus terhenti saat melihat gadis pirang di samping Minerva, matanya membulat karena kaget.

"Lu- Lucy?" Tanya Rufus.

"Kau Ru-nii? Woah! Sudah lama sekali!" Ujar Lucy senang.

"Kau sudah besar Lucy." Ucap Rufus sambil menepuk kepala Lucy.

"Jadi orang yang kau kenal itu Rufus, Lu-chan?" Tanya Levy yang datang entah dari mana, membuat semua sedikit kaget.

"Levy-chan! Jangan muncul tiba-tiba!" Kesal Lucy yang dibalas dengan 'maaf' dari Levy.

"Ya, dulu Ru-nii banyak membantuku." Ujar Lucy.

"Baiklah Lulu dan Vivy, bagaimana kalau kita bertiga menjalankan misi bersama?"

Ajakkan Minerva membuat seisi guild menjadi hening, tidak ada yang menyangka kalau Nyonya mereka akan mengajak orang menjalankan misi bersama, apalagi mereka baru masuk ke guild Sabertooth 2 hari yang lalu.

'Ini benar-benar langka.'

'Kemana sifat nyonya yang seram itu?'

'Sejak kedatangan mereka berdua, nyonya memang berubah.'

'Hei, apa yang kalian bicarakan? Bukankah ini bagus?'

Semua orang mulai berbisik-bisik, membicarakan sifat Minerva yang berubah 180° dari biasanya.

Lucy melirik kearah Levy, Levy yang mengerti pun mengangguk.

"Kenapa tidak?" Jawab Levy.

-Di dalam Kereta-

Lucy, Levy dan Minerva berbicang banyak hal, mulai dari sihir, baju, laki-laki, dan lain-lain.

"Hei, kenapa kalian tidak mabuk? Setahuku, Dragon Slayers mabuk kendaraan." Tanya Minerva.

"Mungkin karena sihirku bukan hanya Dragon Slayers, aku tidak merasakan mabuk." Ujar Levy, diiringi dengan anggukan dari Lucy.

Lucy melihat lagi kearah poster jobnya.

'We Need Your Help!

Sekumpulan perampok telah merampok seluruh persediaan makanan dan menculik beberapa gadis, salah satunya adalah anak dari Mayor kota ini.

Note: Beberapa dari mereka bisa menggunakan sihir dan kuat.

Place: Clover Town

Reward(s): 800.000 Jewels'

"Sepertinya lawan kita akan sedikit merepotkan." Ujar Lucy.

"Aku juga berfikiran sama." Levy menyetujui ucapan Lucy.

"Tapi mereka akan merasakan 'neraka' sebentar lagi." Ujar Minerva, para gadis hanya tertawa kecil.

5 menit lagi kita akan sampai di Clover Town, para penumpang harap bersiap-siap, sekali lagi...

"Ayo, kita akan sampai."

Para gadis mulai bersiap-siap untuk turun, setelah sampai di Stasiun, mereka bertiga turun dari kereta.

"Penginapan atau langsung pergi bertemu dengan Mayor kota ini?" Tanya Lucy.

"Sepertinya kita harus bertemu Mayor dulu, setelah tau tugas kita, kita bisa menaruh tas di penginapan dan langsung menjalankan misi kita." Jelas Levy.

"Baik, ayo kita ke rumah Mayor."

-Mayor's House-

Tokk tokk

Minerva mengetuk pintu rumahnya, tidak lama kemudian, seorang perempuan berambut peach dengan pakaian maid muncul didepan mereka bertiga.

"Apa yang bisa saya bantu?" Tanya maid itu.

"Kami ingin bertemu dengan Mayor kota ini." Kata Lucy sambil memperlihatkan poster jobnya.

"O-oh! Ba-baiklah, ayo masuk, tuan sudah menunggu kehadiran anda."

Maid itu mempersilahkan mereka bertiga untuk masuk, lalu merekapun memasuki rumah itu, atau mungkin lebih tepat disebut mansion, walau tidak sebesar Mansion Heartfillia.

"Silahkan masuk." Maid itu membuka sebuah pintu yang sepertinya adalah ruang kerja Mayor.

Didalam ada pria tua yang sepertinya berumur sekitar 45 tahun yang sedang menulis seuatu dimejanya, setelah mendengar bunyi pintu terbuka, sontak dia menghentikan pekerjaannya.

"Tuan, ini Mage yang akan menjalankan misi dari anda." Terang Maid itu.

"Terima kasih Grace, kau boleh pergi sekarang, oh ya, buatkan mereka minum." Maid yang bernama Grace itu membunhkuk dan pergi dari ruangan itu.

"Oh, terima kasih telah datang penyihir Sabertooth! Kota ini benar-benar butuh bantuan."

"Jelaskan lagi."

"Pertama namaku adalah Dom, panggil saja aku Mayor Dom, jadi semua kejadian ini sudah terjadi sejak sekitar satu bulan yang lalu, mereka menyerang kota saat malam hari sekitar jam 7-8 malam, karenanya, warga sekitar tidak mau keluar rumah saat itu. Dan lagi banyak anak-anak khususnya perempuan diculik oleh mereka, aku merasa kalau mereka akan dijadikan budak, tolong temukan mereka dan bebaskan mereka." Jelas Mayor Dom panjang lebar, raut wajahnya terlihat sangat sedih.

Lucy tersenyum dan menangguk, "Tentu saja, kami akan menyelamatkan mereka. Ayo, kita harus mencari penginapan dan mengumpulkan informasi!"

Setelah itu ketiga gadis berpamitan dan pergi mencari tempat penginapan, setelah menemukannya, mereka check in lalu menaruh barang-barang mereka dikamar dan merebahkan tubuh mereka dikasur.

"Kalian lapar?" Tanya Minerva.

Kruyukk

Minerva tersenyum mendengarnya, "Aku anggap itu sebagai iya, ayo kita cari makan." Ajak Minerva, Lucy dan Levy bangun dari kasur dan mereka bertiga berjalan keluar dari tempat penginapan itu.

"Jadi, kita mau makan apa?" Tanya Levy.

"Sekarang masih jam 4 sore, bagaimana kalau makan sesuatu seperti daging?"

"Bagaimana kalau di restoran itu? Kalian tau, dessert mereka sangat enak loh!" Cerita Minerva sambil menunjuk sebuah restoran bercat putih dengan aksen biru dongker yang terlihat sangat klasik.

"Sepertinya kau menyukai dessert ya Mi-chan, ayo kita makan disana."

Mereka pun memasuki restoran itu, didalamnya juga sama, kayu bercat putih dengan aksen biru langit dan biru laut, berbagai furniture berwarna senada, dan suasana didalamnya sangat sunyi walaupun banyak orang, membuat mu betah berlama-lama disana.

Ketiga gadis ini pun mengambil tempat duduk disamping jendela, seorang pelayan menghampiri mereka dan menanyakan pesanan mereka.

"Aku pesan Shirloin Steak dan Orange Juice." -Levy

"Bacon and Smoked Beef Sandwiches dan Strawberry Milkshake." -Lucy

"Beef Stew dan Lemon Tea." -Minerva

"Lu-chan, kau hanya memesan sandwich? " Tanya Levy.

"Aku sedang tidak terlalu lapar." Jawab Lucy singkat.

20 menit kemudian makanan mereka tiba, dan mulailah mereka makan.

Sekarang sudah jam 5 dan ketiga gadis ini telah selesai makan, mereka bertiga bersiap-siap untuk mencari informasi dengan waktu yang tersisa sebelum jam 7 nanti.

"Aku ke barat kota, Vivy ke timur, dan Lulu ke pusat kota, nah ayo berpencar."

Setelah mendengar komando dari Minerva mereka bertiga berpisah.

Levy POV

'Apa yang harus aku lakukan pertama kali? Sepertinya bertanya tentang kelompok perampok itu bisa berguna.'

Aku berjalan menusuri kota, disini banyak toko oleh-oleh khas kota ini, seperti gantungan kunci bergambar clover.

Aku mendekat ke salah satu toko yang menjual barang pahatan dari kayu, seorang kakek sedang menjaga tokonya.

"Permisi kek, boleh aku bertanya?"

"Tentu saja, apa yang ingin kau tanyakan?" Jawan kakek itu ramah.

"Uhm, jadi aku bersama temanku sedang menyekidiki sekelompok perampok yang telah meneror kota ini, apa kakek bisa memberitahuku sesuatu?" Tanyaku, berharap kakek ini mau memberitahuku beberapa informasi.

"Ah, kau tau? Mereka sangat kuat, seingatku, pemimpin mereka mempunyai sihir magma, dia mempunyai sekitar 60 anak buah, beberapa diantaranya bisa menggunakan sihir, mereka datang ke kota ini sekitar jam 7 malam, biasanya mereka selalu datang dari arah barat daya. Maaf, hanya itu yang bisa kuberitahu." Jelas kakek itu panjang lebar, aku tersenyum.

"Tidak masalah kek, terima kasih atas informasinya. Aku harus mencari informasi lagi, sampai jumpa!" Aku pamit dan berlari menjauh untuk mencari informasi lagi.

07:00 PM

No One POV

Sekarang kota sudah sangat sunyi, tidak ada yang berkeliaran, merrka semua sudah bersembunyi didalam rumahnya.

"Jadi Lu-chan, apa rencananya?" Tanya Levy.

"Kita akan berpencar lagi, menurut orang-orang mereka datang dari berbagai arah, jadi kita bersembunyi sampai kita melihat mereka dan menyerangnya." Jelas Lucy.

"Baiklah, ayo kita mulai." Seru Minerva, mereka bertiga pun mulai berpencar.

Lucy Side

Lucy berlari ke arah barat, mencari tempat persembunyian yang bagus dan bersembunyi, tidak lama kemudian, sekita 20-30 orang berlari melewati persembunyian Lucy, kebanyakan dari mereka membawa senjata, Lucy langsung melompat keluar dan menyerang mereka.

"Water Dragon's Wings Attack!"

Serangan Lucy membuat beberapa dari mereka terpental jauh, mereka yang tidak terkena serangan itu mulai menyerang Lucy, dia dengan cepat menghindar dari serangan-serangan itu.

"Fire Slash!"

Serangan itu tepat mengenai lengan Lucy yang sedang lengah, sedikit darah keluar dari luka itu, Lucy memegang tangannya kesakitan, tapi tak lama luka dilengannya itu sedikit demi sedikit menghilang.

Mereka menyerang Lucy lagi, Lucy memukul mereka, mengambil pedang mereka dan bertarung menggunakan pedang.

"Water Canon!"

Lucy melakukan back flip dan bersiap untuk melakukan serangan balasan.

"Ice and Water Dragon's Roar!"

Minerva Side

Minerva menunggu ditengah jalan, tidak seperti Lucy yang bersembunyi terlebih dahulu, dan kemudian sekelompok orang dengan jumlah yang sama berlari menuju Minerva, seringai muncul mengihiasi wajahnya.

"Lihat lihat, sekelompok bandit menyedihkan mencoba merampok kota ini." Ujar Minerva sinis.

"Hah, mau apa kau? Kau hanya seorang wanita, bisa apa kau? Paling saat kami menyerangmu kau langsung tewas seketika!" Teriak salah sau dari merrka.

"Lebih baik cemaskan diri kalian."

Minerva mengangkat tangannya dan memetik jarinya, membuat sekelompok mage itu terperangkap di sebuah bola transparan berwarna hijau keunguan.

"A-apa-apaan ini!?"

"Jangan remehkan aku, kubuat kalian menderita."

Bandit-bandit itu terpental kesegala arah, tubuh mereka penuh dengan luka-luka bakar, mereka meringkuk dalam kesakitan. Minerva pun berjalan menuju mereka.

"Saatnya introgasi."

Levy Side

"Earth Dragon Roar!"

Levy bertarung habis-habisan disana, karena ditempat Levy, lebih banyak bandit yang bisa menggunakan sihir jadi Levy sedikit kewalahan.

"Solid Script: Earthquake!"

Getaran hebat mulai terasa disana, jalanan menjadi retak dan membelah jalanan, membuat bandit-bandit itu berjatuhan ke bawah sana, walau masih ada beberapa bandit yang tersisa.

"Mari kita selesaikan ini, Solid Script: Tornado!"

Sebuah tornado berputar membuat bandit itu berputar didalam tornado itu dan kehilangan kesadarang.

Levy mengucapkan sesuatu dan jalanan kembali menyatu seperti semula.

"Huft, aku harus segera pergi menemui Minerva dan Lu-chan."

-Skip-

Berkat Minerva, mereka bisa menemukan tempat persembunyian bandit-bandit itu dan membebaskan para sandera, para warga kota berterima kasih kepada ketiga gadis ini.

Keesokan paginya di rumah Mayor

"Terima kasih telah menyelamatkan warga kota Sabertooth!" Ucap Mayor sambil membungkuk.

"Tidak masalah, ini sudah menjadi kewajiban kami, dan syukurlah anak anda tidak terluka." Kata Levy, Mayor Dom tersenyum, dan mengambil sebuah amplop dari laci mejanya.

"Ini bayarannya, sekali lagi terima kasih."

Akhirnya mereka bertiga pamitan dan pergi dari rumahnya, mengambil barang-barang mereka dari tempat penginapan, berjalan menuju stasiun dan pulang.

-Sabertooth Guild-

"Tadaima." Seru Lucy.

"Okaeri Lucy-san, Levy-san dan Nyonya besar." Sapa Yukino.

"Yo, bagaimana misinya?" Tanya Sting, sepertinya dia sudah sembuh dari luka-lukanya kemarin.

"Kenapa kau peduli?" Tanya Lucy.

"Hei, aku hanya bertanya!" Teriak Sting kesal, Lucy hanya meliriknya dan berjalan menuji bar.

"Dia kenapa sih?" Gumam Sting, tapi masih bisa di dengar oleh Levy.

"Mungkin dia tidak suka dirimu." Ujar Levy to the point.

"Kenapa?"

"Karena kau berisik." Jawab Minerva, membuat Sting merinding.

Lalu dari panggung, Master Jiemma sudah berdiri disana dan dia akan memgumumkan sesuatu.

"Dengar, GMG akan dimulai 3 bulan lagi, aku akan memilih anggota yang ikut berpartisipasi, yaitu Minerva, Sting, Rogue, Lucy, dan Levy, sebagai cadangan aku memilih Yukino, mereka yang dipilih aku harap langsung berlatih, jangan membuat Sabertooth kalah ditahun ini atau kalian akan ku keluarkan dari guild, mengerti?"

"Mengerti!"

"Rufus dan Orga kalian akan ku beri misi jangka panjang, aku harap kalian siap dan tidak gagal." Setelah mengatakan itu Master berjalan pergi menuju kantornya.

"Sayang sekali, kau tidak bisa ikut Ru-nii." Ujar Lucy.

"Tidak masalah, dan aku harap kalian bisa menang di GMG nanti."

"Tentu saja!"

Lucy POV

Grand Magic Games akan mulai! Akan aku tunjukkan kepada para peri itu bahwa aku tidak lemah, akan kubuat mereka menyesal.

"Lu-chan, apa kau berniat untuk berlatih di Dragon Realm? Dengan begitu kita mempunyai banyak waktu untuk berlatih lagi." Tanya Levy.

"Sepertinya idemu bagus juga Levy, ayo kita beritahu yang lain."

Aku dan Levy memberi tahu yang lain kalau kita akan berlatih di dragon realm dan mereka setuju, lalu aku menyuruh mereka bersiap-siap dan berangkat besok paginya, sebelum itu aku pergi menemui Yukino.

"Yukino!"

Yukino berbalik ke arahku dan bertanya, "kenapa Lucy-san?"

"Begini, dari dulu aku sedang berlatih sihir Celestial Magic, tapi ini bukan sihir biasa, aku belum menguasainya karena aku tidak mempunyai ke-12 kunci zodiak.

Aku tidak memaksamu untuk memberikanku kunci mu, tapi sebagai balasannya aku akan meminta Ceres mengajarimu Celestial Dragon Slayer Magic dan memberimu kunci baru, jadi?"

Tanya Lucy hati-hati, Yukino memandang Lucy, dia meletakkan tangannya didagunya, kemudian dia tersenyum.

"Demi Sabertooth."


Sebenernya aku kurang srek sama scene pertarungannya -_- dan aku gak hafal mantera-mantera Minerva, jadi ya gitu xD

Kasih kritik saran yang membangun ya minna^^

Terima Kasih :)

-SkySorceress72-