Maid In Training (M.I.T)

.

.

.

Main Cast : Xi Luhan, Oh Sehun

Pairing: HunHan/KaiSoo/ChanBaek

Genre : Romance, Comedy, Fluff

Rate : T-M

Length : Chapter

YAOI. Typo (s)

HUNHAN STORY!


.

.

.

Sepanjang kencan dadakan malam ini, Sehun benar-benar bersikap seperti kekasih Luhan, dia tidak mengijinkan Luhan menjauh darinya walau hanya untuk mengambil ponselnya yang berada di sakunya, dia akan marah kalau Luhan melihat pria atau wanita yang berlalu lalang didekat mereka dan yang paling otoriter dari seorang Oh Sehun adalah dia dengan jelas dan teramat jelas mengatakan dengan sangat jelas kalau Luhan tidak boleh mengangkat telpon dari Seohyun yang entah kenapa malam ini terus menghubungi Luhan, padahal selama ini selalu Luhan lah yang menghubungi Seohyun hanya untuk sekedar bertanya "sudah makan dan apa kabar". Dan yang lebih membuat bingung adalah Luhan yang tampak menuruti semua keinginan Sehun malam ini

"Kau tidak pakai masker? Kalau hanya topi kupluk dan kacamata kau tetap terlihat seperti Oh Sehun" Luhan mengingatkan pria yang sedang menggenggamnya ini "Tetap tampan ya?" cengir Sehun percaya diri "Lupakan saja" balas Luhan memutar bola matanya

"Jalanan sudah sepi. Biarkan saja, aku pengap kalau pakai masker" katanya menyembunyikan tangannya dan tangan Luhan di kantong jaket mantelnya.

Drrtt Drrtt

Ponsel Luhan kembali bergetar dan mendapati nama baby seo kembali memanggilnya. Sehun kembali mendesah sebal dan mengernyit tak suka karena wanita pengganggu itu terus menelpon Luhan

"Kenapa dia menelponmu terus sih?" Protes Sehun sangat kesal

"Dia kekasihku. Jadi wajar saja kalau dia menghubungiku" kekeh Luhan mengingatkan Sehun.

"Oh!" Dan seorang Oh Sehun pun terbakar rasa cemburu dan rasa kesal yang teramat, dia melepaskan tautannya dari tangan Luhan dan berjalan mendului Luhan membuat Luhan benar-benar tertawa gemas.

"Aigoo apa dia sedang cemburu" ujar Luhan tersenyum kemudian berlari mendekati Sehun

"Kau tega sekali! Tanganku dingin, gandeng aku" rengek Luhan berpura-pura marah.

Sehun menatapnya sekilas dengan kesal lalu meraih kasar tangan Luhan, menggenggamnya dan kembali memasukannya ke dalam kantong mantelnya.

Luhan sepertinya juga sudah menikmati kedekatannya dengan Sehun, karena dia bahkan lebih memilih membujuk Sehun yang sedang marah ketimbang mengangkat telepon dari Seohyun.

"Ini simpan ponselku selama kita kencan. Anggap saja kekasihku itu selingkuhanku" balas Luhan menahan tangan Sehun agar mereka berhenti sebentar.

"Eh? Kalau dia selingkuhanmu berarti aku kekasihmu?" Tanya Sehun kembali berbinar

"Sepertinya begitu" jawab Luhan melihat kekiri dan kekanan, saat menyadari jalanan cukup sepi dia berjinjit dan

Chu~

Luhan mengecup singkat bibir Sehun "Ayo kita jalan, kau harus istirahat setelah ini" katanya menunduk malu karena tingkah konyolnya barusan.

"K-kau menciumku? Barusan kau menciumku?" Tanya Sehun memekik membuat beberapa orang menatap ke arah mereka.

"Ish, aku tidak akan melakukannya lagi" gerutu Luhan yang kini berjalan mendului Sehun. "Aigooo.. Kenapa kau imut sekali" gumam Sehun yang semakin yakin kalau dirinya benar-benar jatuh cinta pada sosok pria cantik itu.

"Hey! Jangan jalan sendirian, nanti kau diculik" teriak Sehun yang kembali merangkul pinggang Luhan, Luhan pun mau tak mau tersenyum kecil dan kembali merangkulkan tangannya di pinggang Sehun. "Kenapa imut sekali hmm" gemas Sehun mencubit hidung Luhan membuat Luhan semakin merona karenanya.

..

..

..

"A-apa ini? Insidious? Kita akan nonton ini?" Tanya Luhan bergedik ngeri saat Sehun menyerahkan dua tiket bertuliskan Insidious disana.

"Hmm.. Aku penasaran kasus selanjutnya.. Wae? Jangan bilang kau takut" tebak Sehun menggoda

"A-aniya. Ayo kita masuk. Filmnya sudah mulai kan" balas Luhan yang merutuki Sehun karena dia bilang ini kencan. Mana ada kencan nonton film horor "Lindungi aku ya tuhan" gumam Luhan yang memang sangat membenci genre horor.

Dan disinilah mereka, dibangku paling atas dan pojokan di bioskop, Sehun sudah terlarut dalam film, sementara Luhan terus-terusan menggeliat resah di kursinya.

Walau berada di kegelapan, Sehun tahu kalau Luhan sedang menahan mati-matian rasa takutnya, apalagi saat suara jeritan yang memekakan telinga. Luhan akan menutup telinganya dan memejamkan matanya erat, membuat Sehun tersenyum jahil untuk kembali mengerjai si rusa cantik ini.

Luhan sudah mulai memberanikan diri untuk fokus menonton film horor ini, kemudian dia merasakan bahunya ditepuk oleh Sehun.

Puk! Puk!

Luhan menoleh dan

"GYAAAAA!" Kalau orang-orang didalam bioskop itu berteriak histeris karena adegan si setan muncul berbeda dengan Luhan dia berteriak histeris karena saat adegan si setan muncul, Sehun melotot dengan senter hp di wajahnya membuatnya sangat mengerikan. Luhan kaget setengah mati dan malah menangis membuat Sehun mengatai bodoh dirinya sendiri.

"K-kau menangis? Hey Lu, maafkan aku" katanya menyesal berusaha membawa Luhan ke pelukannya.

"Kau keterlaluan!" Pekik Luhan yang degup jantungnya masih belum normal karena masih sangat kaget.

"Mianhae, kau bilang kau tak takut jadi aku iseng" cengir Sehun membuat Luhan mendelik kesal karenanya.

"Aku memang tidak takut" katanya tegas "Yasudah ayo kita kembali menonton, aku sudah ketinggalan cerita" bisik Sehun membuat Luhan kembali harus mati-matian menahan rasa takutnya "Oke" balasnya menantang namun terdengar gemetar membuat Sehun terkekeh karenanya.

Dan keduanya pun kembali fokus menonton, kali ini Sehun terus menggenggam tangan Luhan membuat Luhan sedikit lebih tenang dan tidak terlalu takut, tapi saat adegan seram kembali ditayangkan, Luhan berjengit kaget dan sedikit memekik, membuat Sehun yang menatap kearahnya menahat tawa karena Luhan sangat menggemaskan.

Sehun mengangkat pembatas kursi diantara mereka, kemudian menarik Luhan kedekatnya "begini saja. Kau akan lebih baik kalau aku memelukmu" katanya mendekap erat Luhan dan membawa Luhan bersandar didadanya.

"Hmm.. Begini lebih baik" gumam Luhan mengulang sangat pelan tapi masih bisa didengar Sehun yan semakin mendekap erat Luhan

Dan tak berapa lamapun penderitaan Luhan berakhir karena film horor itu akhirnya habis dengan ending yang masih menggantung. Luhan berniat mengajak Sehun untuk bersiap-siap keluar karena beberapa penonton sudah berhamburan keluar.

Tapi saat dia melepaskan pelukan Sehun, kepala Sehun malah jatuh kepundaknya membuatnya menyadari kalau ternyata sedari tadi Sehun tertidur didalam bioskop "Kau bilang mau nonton, kenapa malah tertidur disini? Kau sangat lelah ya?" Tanyanya entah pada siapa.

Luhan dengan berat hati membangunkan Sehun karena bioskop sudah mulai sepi dan petugas mulai membersihkan area bioskop "Hey Sehunna, ayo kita pulang. Filmnya sudah habis" Luhan menepuk pelan pipi Sehun membangunkannya.

Yang dibangunkan pun, menggeliat kecil dan membelalak kaget saat layar bioskop sudah berwarna hitam.

"Kenapa kau tak bangunkan aku? Bagaimana endingnya?" Protes Sehun menyalahkan Luhan

"Aku tidak tahu kalau kau tidur" kekeh Luhan merasa bersalah "Ish bagaimana ini? Besok-besok aku tidak akan punya waktu luang" kesal Sehun masih menggerutu

"Aku akan download filmnya dan kita akan menonton bersama saat kau di apartemen? Bagaimana?" Tanya Luhan menenangkan Sehun.

Sehun tampak berfikir kemudian tersenyum "Ide bagus. Nontonnya tanpa pakai baju ya? Jadi selain menjerit kita juga bisa mendesah" bisiknya menggoda Luhan.

"Kau benar-benar!" Gerutu Luhan yang wajahnya berubah merah seperti tomat busuk.

"Ayo pergi" ujar Sehun masih tertawa dan kembali menggandeng Luhan, namun kali ini Luhan menariknya sehingga Sehun kembali terduduk "Kenapa? Kau mau nonton lagi?" Tanya Sehun bingung,

"Ani.. Kau belum pakai masker dan kacamatamu" katanya memakaikan kacamata Sehun dan masker untuk majikannya "Selesai" ujar Luhan yang memakaikan topi kupluk di jaket Sehun.

"Kenapa kau begitu imut Lulu" gemas Sehun mencubit kedua pipi Luhan agak keras "Bawaan lahir" balas Luhan asal sambil tertawa.

"Ayo pergi" ujar Luhan yang kini menggandeng Sehun. Yang digandeng pun hanya bisa tertawa senang karena Luhan tidak serumit kelihatannya, ya setidaknya untuk saat ini.

..

..

..

"Kenapa kesini? Aku pikir kita langsung pulang" tanya Luhan saat Sehun membawanya masuk kekedai bubble tea dan duduk dipojok belakang.

"Aku ingin kau menyukai minuman favoritku" katanya tersenyum dan melenggang memesan bubble tea untuk mereka

"Sehunna, aku saja yang memesan. Bahaya kalau kau yang pesan" Luhan menahan lengan Sehun mencegahnya pergi.

"Aku kenal dengan pemilik kedai ini, dia sangat baik. Tenang saja cantik" katanya tersenyum mengusak rambut Luhan yang merona karena Sehun terus mengatakan dirinya cantik.

Luhan pun membiarkan Sehun memesan untuk beberapa menit namun mengernyit bingung saat Sehun kembali hanya memegang satu cup bubble tea.

"Kenapa cuma satu?" Tanya Luhan bingung "Ini bubble terakhir Lu, kita berdua saja ya minumnya" balas Sehun tak enak hati.

"Kau saja, aku kenyang" ujar Luhan melihat pemandangan yang cukup indah dari dalam kedai bubble pilihan Sehun ini.

"Baiklah.. Tak ada cara lain" gumam Sehun menyedot bubble nya

Slurp!

"Lu" Sehun menepuk bahu Luhan dengan mulut penuh bubble, yang dipanggil pun menoleh dan

"Hmmmmhhh" Sehun menarik topi kupluk Luhan dan mencium Luhan untuk membagi bubble dari mulutnya ke mulut Luhan, Luhan membelalakan matanya dan sedikit mendorong Sehun menjauh.

"Bagaimana?" Tanya Sehun mengelap air yang tumpah disekitar mulut Luhan "Kau gila" desis Luhan mengunyah bubble yang entah sejak kapan berada di mulutnya.

"Makanya jangan susah diatur" kekeh Sehun membenarkan poni Luhan yang tampak berantakan "Bagaimana kalau ada yang melihat?" Protesnya yang tiba-tiba mengkhawatirkan Sehun

"Biarkan! Aku tak peduli. Aku hanya ingin kau menyicipi minuman favoritku, karena lain kali aku yang akan menyicipi makanan favoritmu" cengir Sehun yang kembali menyedot bubble nya.

"Enak tidak? Mau aku cium lagi?" Katanya menggoda Luhan

"Kemarikan" Luhan merebut bubble di tangan Sehun dan

Slurp! Slurpp

Dua kali sedotan kasar, bubble tea Sehun sudah raib entah kemana "Aku suka. Lain kali belikan aku selusin ya" kata Luhan tak tahu malu karena tadi mentah-mentah menolak, sekarang minta dibelikan selusin.

"Aku akan belikan kedai ini jika kau minta" katanya gemas merangkul pinggang Luhan yang masih sibuk menyedot bubble tea hingga tetes terakhir "Hati-hati tersedak cantik" Sehun mengingatkan Luhan sambil tersenyum mengelus lembut punggung Luhan.

Keduanya tidak menyadari kalau adegan Sehun membagi bubble nya melalui mulut, telah diabadikan oleh wartawan haus gosip yang kini tersenyum puas. Karena mendapati si Maknae Exo tengah berkencan.

..

..

..

Hatcih!

Dilain tempat, pemuda bermata burung hantu tengah menggigil kedinginan karena majikan hitamnya mengajaknya "kencan" dadakan juga di malam hari. Namun berbeda dengan pasangan Sehun-Luhan. Kedua majikan-maid ini tengah menjalani kencan dadakan mereka di arena ice skating, membuat Kyungsoo, pria imut yang berperan sebagai Maid disini tak henti-hentinya bersin karena kedinginan.

"Kau kedinginan ya? Apa perlu kita pulang?" Tanya Kai khawatir menghampiri Kyungsoo dan memakaikan syalnya untuk pria cantiknya ini.

"Ani. Aku tak apa, ayo lanjut bermain" balas Kyungsoo yang kembali memainkan ice skatenya.

Hatcih!

Lagi, Kyungsoo bersin dan menyembunyikan tangannya di saku celananya masih sambil menjalankan skate nya. Kai tersenyum gemas dan segera menghampiri Kyungsoo.

"Kyungieee" teriak Kai

"Ada a..."

Grep!

"H-hey.." Gugup Kyungsoo mendapati tangan Kai melingkar manis dipinggangnya

Kai memeluknya erat dari belakang "Aku kedinginan. Ayo kita pulang, aku ingin memelukmu sepanjang malam ini" ujar Kai menggelayuti Kyungsoo dengan manja.

"Kau bilang akan mengantarku pulang setelah ini" protes Kyungsoo mengingatkan.

"Aku tidak pernah bilang begitu" balas Kai mengelak "Aku suka melihat wajahmu jadi aku membuat peraturan baru" katanya melanjutkan

"Peraturan baru bagaimana?" Tanya Kyungsoo bingung

"Bukan peraturan sebenarnya, lebih ke tekadku" Kai tiba-tiba mengoreksi ucapannya.

"Ayolah aku bingung" jengah Kyungsoo karena ucapan Kai benar-benar berputar

"Tekadku untuk mendapatkanmu seutuhnya, dirimu, bibirmu, hatimu dan seluruh yang ada padamu. Aku ingin mendapatkan itu semua" balas Kai percaya diri.

Blush~

Kyungsoo hanya bisa menunduk menyembunyikan rona wajahnya, dia harusnya kesal dengan ucapan Kai. Tapi majikannya ini benar-benar telah merebut setengah dari hatinya. Ingat, hanya setengah.

"Aku sudah punya kekasih" lirihnya tersenyum hampa mencoba kembali pada kenyataan.

"Aku pastikan itu hanya status. Karena cinta yang sebenarnya hanya aku yang akan memberinya padamu" balas Kai yang kemudian mengecup lembut bibir Kyungsoo. Awalnya ciuman itu lembut namun karena rasa menggebu yang ada dirinya, Kai sedikit melumat bibir Kyungsoo, dan entah salah atau tidak Kyungsoo tersenyum dan mulai membalas lumatan majikannya ini.

Klik

Terdengar bunyi foto yang diambil tanpa flash, wartwan dispatch rupanya benar-benar sedang mencari gosip terhangat dan terbaru dari Exo yang sedang berada dipuncak kepopularitasannya. "Aku tidak tahu mereka semua cukup lalai" gumam wartawan tersebut menyeringai

..

..

..

Sementara dilain tempat, tampak seorang pemuda bereyeliner sedang cemas menunggu seorang wanita yang tak kunjung datang, namun pria bereyeliner ini tidak sendiriang, seorang pria tinggi jangkung mirip alien menemaninya didalam mobil. Pasalnya si pria yang berperan sebagai majikan ini tidak mengijinkan maid cantiknya keluar sendirian malam-malam.

"Baby taeng kau kemana? Kenapa belum keluar" desahan resah terdengar dari pria yang mungkin lebih cantik dari kekasih yang sedang ia tunggu itu. Harusnya Taeyeon sudah keluar setengah jam yang lalu dari les Balet nya. Namun sudah satu jam menunggu Baekhyun belum melihat Taeyeon dan itu membuatnya gusar

"Biasa saja. Bagus kan kalau dia diculik" gumam Chanyeol merasa kesal karena maidnya terus saja menggumamkan nama Taeng, panggilan kekasihnya.

"Kau ini! Kalau sebal kenapa memaksa ikut" geram Baekhyun mendelik.

"Aku cemburu, kenapa? Tidak boleh" tantang Chanyeol membuat Baekhyun yang sudah bersiap membalas menjadi diam.

"Itu bukan kekasihmu? Yang sedang dirangkul pria besar itu?" Tanya Chanyeol asal.

"Yak! Mana mungkin baby taeng bersama pria la..."

"SIAL! KENAPA MEREKA BERGANDENGAN TANGAN! SIAPA PRIA ITU" pekik Baekhyun dengan wajah memerah karena kesal.

"KENAPA KAU BERTERIAK?" Balas Chanyeol yang merasa kesal karena reaksi berlebihan baekhyun.

"Aku harus bicara dengannya" ujar Baekhyun penuh amarah. Dia sudah akan membuka pintu mobil tapi kemudian Chanyeol menarik tangannya kasar "Kau pikir kau mau kemana?" Desisnya menatap tajam Baekhyun

"Bukan urusanmu! Aku harus bicara dengan kekasihku" Baekhyun semakin kesal karena Chanyeol terang-terangan melarangnya.

"Lalu setelah itu apa?" Tanyanya lagi

"Tentu saja aku akan menarik Taeng pulang dan menghajar pria berbadan besar itu terlebih dulu" kata Baekhyun bersemangat,

"Lalu aku harus diam saja melihatmu babak belur? Begitu yang kau mau? Dalam mimpimu saja" Chanyeol kembali mendesis memperingatkan Baekhyun.

"Kita pergi"ujar Chanyeol menyalakan mesin mobilnya. Baekhyun meronta dari pegangan Chanyeol, tapi tentu saja Chanyeol lebih mengeratkan pegangannya, saat ia menjalankan mobil, Chanyeol sengaja hampir menabrak Taeyeon dan pria yang sedang merangkulnya saat mereka akan menyebrang kemudian

TIIIIINNNNNN!

Dia membunyikan klakson yang membuat keduanya sontak terkejut dan menyumpahi Chanyeol yang tak terlihat didalam mobil

"KAU GILA! KAU MAU MEMBUNUH KEKASIHKU?" Teriak Baekhyun penuh amarah, alih-alih mendengarkan Baekhyun, Chanyeol lebih fokus untuk menyetir dengan keadaan yang lumayan kesal

Setengah jam kemudian Chanyeol memakirkan mobilnya dekat taman yang ada di apartemennya, dia dan Baekhyun masih tidak saling bicara karena masalah yang menurut Chanyeol sepele itu. Chanyeol sedang berusaha untuk berdamai agar masalah keduanya tidak berlarut-larut "Kita mau makan dimana?" tanyanya lembut membenarkan poni Baekhyun

"Tidak perlu. Aku mau pulang saja" balas baekhyun memalingkan wajahnya melihat ke luar jendela

"Kau tidur di tempatku" desis Chanyeol yang kembali tersulut emosinya.

"Aku tidak mau lagi jadi Maidmu.. aku pergi" balas Baekhyun hendak membuka pintu mobil Chanyeol, namun lagi, Chanyeol menarik lengan Baekhyun mencegahnya pergi, namun kali ini tidak hanya menarik lengannya. Tangan Chanyeol beralih ke tengkuk Baekhyun dan ia mulai mempersatukan bibir mereka untuk saling merasakan kemarahan yang dirasakan masing-masingnya. Awalnya ciuman Chanyeol kasar dan menuntut, namun setelah merasa Baekhyun tak menolak ciumannya, Chanyeol mulai melumat lembut bibir pria yang entah sejak kapan ia sukai ini. Yang jelas dua hari ini Chanyeol selalu menjadikan Baekhyun temannya, namun beberapa saat yang lalu ketika Baekhyun marah melihat kekasihnya bersama pria lain, ada perasaan marah di hati Chanyeol karena tak rela perhatian Maid cantiknya ini terbagi.

"Maaf aku berbuat kasar tadi, jangan marah lagi hmm" ujar Chanyeol melepas tautan di bibir mereka dan menatap lembut Baekhyun dengan menyesal

"Ke-kenapa kau menciumku?" Tanya Baekhyun yang degup jantungnya menjadi tak beraturan "Aku tidak tahu. Aku hanya tidak ingin kau pergi, temani aku malam ini. Aku mohon" pinta Chanyeol memelas.

Baekhyun harusnya marah karena pria kurang ajar ini baru saja melumat bibirnya seenaknya, tapi entah kenapa dia merasa tidak bisa menolak mata memohon dari majikannya itu, setelah dipikir-pikir dia sedang kesal karena Taeyeon bersama pria lain. Lalu kenapa dia tidak bersama dengan orang lain juga, begitulah yang Baekhyun pikirkan. Akhirnya dengan gerakan reflek pun, Baekhyun mengelus lembut wajah Chanyeol "Aku akan menemanimu" katanya menatap lembut pria yang terlihat sangat tampan baik di tv maupun secara langsung ini.

Jawaban Baekhyun otomatis membuat Chanyeol tersenyum merekah, dia menggenggam kedua tangan Baekhyun dan mengecupinya berkali-kali "Gomawo" lirihnya tertawa bahagia dan lega, sementara Baekhyun hanya bisa tersenyum lucu karena ini adalah kali pertamanya ada yang begitu menginginkan dirinya seperti ini. "Hey ayo makan,aku lapar" kekeh Baekhyun karena Chanyeol terus menciumi kedua tangannya

"Oke.. kita makan disana saja. Ada kedai yang menjual makanan yang enak-enak, kau pasti suka" Chanyeol menunjuk kedai yang tidak terlalu ramai dan tidak terlalu jauh dari tempat mereka parker sekarang "Baiklah. Ayo kesana" balas Baekhyun bersemangat. Dan tak lama Chanyeol berlari memutari mobilnya, membukakan pintu untuk Baekhyun "Silakan turun princess" katanya menggoda Baekhyun "Aku ini pangeran tampan" gerutu Baekhyun tal terima "Iya terserah padamu saja, yang penting kau bersamaku malam ini" cengir Chanyeol yang sepanjang perjalanan mereka ke kedai itu menggenggam erat tangan Baekhyun.

Klik!

Lagi, Chanyeol pun tak menyadari kalau ada yang memotret dirinya yang sedang menggandeng mesra Baekhyun, membuat si fotografer menyeringai bahagia "Anggap ini keberuntunganku dan tim ku. Karena malam ini, kami memiliki tiga umpan besar yang siap santap esok pagi" gumamnya menyeringai dan tak lama pergi dari kegiatan membuntuti rapper Exo tersebut.

..

..

..

"Akhirnya sampai apartemenmu juga, aku lelah" gumam Luhan menuju sofa dan merebahkan dirinya di sofa untuk segera beristirahat. "Jangan berbaring disana cepat kekamarku" perintah Sehun melepas jaketnya dan mengambil segelas air

"Aku tidur disini saja. Sofa ini nyaman" gumam Luhan yang sudah memejamkan matanya

"Mau tidur dikamarku atau aku tiduri di sofa" ancam Sehun sambil meminum air yang digelasnya.

Lagi, Luhan berjengit kaget dengan ancaman Sehun dan dengan cepat masuk kedalam kamar majikannya, tapi Luhan tidak langsung berbaring melainkan masuk kekamar mandi terlebih dulu untuk membersihkan wajahnya dan sikat gigi.

Selang beberapa menit di kamar mandi, Luhan akhirnya keluar dan tiba-tiba mendapat lemparan di wajahnya "Ish apa-apan sih" gerutunya sebal menangkap sesuatu yang ia tebak kaos oblong.

"Pakai itu untuk tidur" Sehun kembali memerintah Luhan "Aku pakai ini saja, tidak boleh juga?" tanya Luhan sarkatis karena bersikeras memakai celana jeans dan kaosnya untuk tidur

"Aku risih melihatnya. Cepat ganti dan langsung berbaring. Aku cuci muka dulu" balas Sehun melewati Luhan yang masih menggerutu "Mana celananya" gumam Luhan bingung, tapi setelahnya dia tertawa karena ternyata Sehun memberikannya kaos kebesaran selutut jadi ia tidak perlu repot-repot memakai celana lagi.

Cklek!

Terdengar suara pintu kamar mandi terbuka dan menampilkan Sehun yang sangat tampan dengan kaos warna hitam yang pas ditubuhnya dan boxer ketat yang ia pakai untuk tidur, tak lama ia berbaring disamping Luhan yang sedang berpura-pura tidur karena terpesona dengan Sehun yang tampan saat mau tidur.

"Kau sudah ganti baju kan?" tanya Sehun sedikit menarik selimutnya dan tersenyum senang karena Luhan menuruti permintannya. "Kau cantik saat tidur" goda Sehun yang tahu kalau Luhan hanya berpura-pura tidur. Merasa kesal Luhan tak merespon, Sehun akhirnya kembali berbuat jahil dengan mengganggu maidnya ini.

"Aku tahu kau pura-pura tidur. Cepat bangun, buatkan aku susu vanila coklat dulu" Sehun sedikit menyenggol paha Luhan yang terekspos bebas didalam selimut

"Aku buatkan" balas Luhan cepat karena takut Sehun semakin menggodanya. Sementara Sehun hanya memandang takjub karena saat Luhan berdiri menggunakan kaos yang ia berikan, Luhan benar-benar terlihat seksi, membuatnya meneguk kasar air liurnya. "Tahan dirimu Oh Sehun" gumamnya mati-matian menghilangkan bayangan seksi tubuh Luhan.

..

..

..

"Mana susuku?" tanya Sehun bingung karena Luhan kembali kekamar dengan segelas air putih "Maafkan aku Sehunna, susumu habis, aku lupa beli di supermarket tadi siang. Malam ini kau minum air putih saja ya" bujuk Luhan takut-takut tak berani menghampiri Sehun

Sehun hanya menatap datar padanya, mungkin benar Sehun kebal karena fix malam ini tidak bisa tidur, atau karena Luhan yang terus berdiri didepan pintu

"Kemari" katanya memerintah Luhan "Kalau kau tetap mau susumu aku bisa keluar sebentar sekarang. Kau tunggu ya" ujar Luhan terburu-buru

"Aku bilang kemari" Sehun kembali berteriak memerintah Luhan "Ish, kalau seperti ini kau galak sekali" gerutu Luhan berjalan mendekati Sehun

"Kau marah?" tanya Luhan berdiri didepan Sehun yang masih bersandar di kepala ranjangnya. "Berbaring" katanya tanpa menjawab pertanyaan Luhan.

Luhan yang malas berdebat akhirnya menuruti permintaan Sehun dan kembali berbaring membelakangi Sehun.

Sehun kembali menyeringai dan memeluk Luhan dari belakang "Aku tidak menyuruhmu tidur kan" bisik Sehun bermain di perut datar Luhan "H-hey kau mau apa?" tanya Luhan memegangi tangan Sehun agar berhenti mengelus perutnya.

"Aku mau susuku" balas Sehun ambigu

"Yasudah aku beli dulu" gerutu Luhan yang merasa Sehun terus bermain sepanjang hari ini.

"Tidak perlu beli, aku sudah bisa mendapatkan susuku" katanya membuat Luhan berbinar

"Benarkah? Bagaimana bisa? Kau punya stok cadangan?" tanya Luhan bersemangat "Ani. Kau yang punya" balas Sehun tambah membingungkan "Aku? Bagaimana bisa a.."

"YAK! APA YANG KAU LAKUKAN?" teriak Luhan terkejut saat Sehun membuka paksa kaosnya dan mengemut nipple nya keras "Se..hisssss..Sehun sakit" gumam Luhan yang merasa aneh dengan sensasi yang Sehun berikan padanya. "Diam saja, aku hanya akan mengemutnya tidak akan macam-macam kok" Sehun bergumam dan kembali mengemut nipple Luhan sesekali menjilatnya membuat Luhan merinding menahan sensasinya.

"Wae? Kau terangsang ya? Apa perlu aku mengemut ini juga" tanya Sehun dibuat sok polos sambil meremas lembut junior Luhan

"Hissss.." hanya desisan kecil yang bisa Luhan keluarkan, karena semua yang ia rasakan malam ini, murni pertama kali. Sehun menyeringai dan mulai membalikkan tubuh Luhan secara perlahan. Dia memandangi lama mata polos itu hingga akhirnya di kembali kehilangan kontrol atas dirinya. Sehun memegang tengkuk Luhan dan mempertemukan kedua bibir mereka yang sepertinya sudah saling pas dirasakan masing-masing.

"Eungh. . . " Lenguh Luhan saat bibir Sehun mulai menjilat, dan menggigit-gigit kecil permukaan bibirnya.

Sehun semakin gencar memperdalam ciumannya, saat merasakan tubuh Luhan yang sudah terbuai oleh perlakuannya.

Dan tak lama tubuh Luhan menggelinjang saat tangan Sehun mulai nakal membelai privasinya.

"Sssh- eungh " Desah Luhan saat Sehun mulai memijat juniornya.

"Kenapa kau membuatku tergila-gila seperti ini Lu, kita bahkan belum saling mengenal, tapi kenapa aku rasa aku tidak bisa jauh darimu" Ujar Sehun datar. Sorot matanya menatap mata rusa yang sayu itu dengan tajam. Luhan tidak tahu harus menjawab apa, dia merasa senang sekaligus takut. Senang karena mengetahui ada yang begitu menyayanginya dan takut, karena merasa ini semua hanya sementara.

"Hey , apa kau pernah bercinta?" tanya Sehun tiba-tiba membuat lamunan Luhan menjadi lototan tak percaya karena baru saja pria didepanya ini menanyakan hal yang begitu frontal

"YAK!" teriak Luhan mendorong pelan dada Sehun "Wae? Aku akan sangat marah jika ternyata kau sudah bercinta dengan kekasih gendutmu itu" suara Sehun begitu mengerikan di pendengaran Luhan "Jawab a-ku" paksa Sehun menatap tajam pria yang membuatnya tergila-gila ini.

"Te-tentu saja belum" balas Luhan sedikit takut karena Sehun benar-benar seperti ingin memakannya hidup-hidup jika dia bilang iya "Ah anak pintar" gemas Sehun kembali mengecup bibir Luhan "Ish, kenapa aku harus takut padanya, dia bahkan bukan kekasihku" gerutu Luhan sangat pelan namun terdengar oleh Sehun.

"Tunggu sampai kau benar-benar tergila-gila juga padaku, saat itu kita sudah akan menjadi sepasang kekasih" ujarnya menyeringai

"Cih percaya diri sekali" cibir Luhan "Hari itu akan datang Lu, aku sangat yakin" balas Sehun yang tanpa diduga kembali mempertemukan kedua bibir mereka, namun kali ini tidak selembut yang pertama. Ciuman Sehun kali ini lebih menuntut dan terasa sangat menggairahkan.

..

..

..

Sehun kembali menciumi tengkuk Luhan, perlahan ciuman tersebut berubah menjadi hisapan keras membuat Luhan mendesah kenikmatan.

Tindakan yang Sehun lakukan membuat bibir mungil Luhan semakin mengeluarkan desahannya, membuat Luhan tanpa sadar memeluk leher namja tampan yang ada dihadapannya.

"Anh~~~" desahnya pelan.

Sehun mendekatkan bibirnya kearah Luhan, perlahan tapi pasti bibir mereka saling bertautan dan saling melumat, desahan Luhan membuat Sehun semakin tersiksa dan gila dibuatnya. Desahan Luhan terasa sangat kuat ketika Luhan melumat bibir seksi miliknya.

"Aaaah! Ngh~~~" Luhan mengerang tertahan saat Sehun tiba-tiba menindihnya membuat aroma maskulin Sehun menyeruak ke indra penciuman Luhan., membuat Luhan kembali terbuai oleh sosok idola para wanita ini.

"K-kau mau apa?" Tanya Luhan panic saat Sehun membuka kaosnya dan membuatnya mengenakan boxer ketat yang tampaknya sudah sangat sesak dibawah sana.

"Aku tahu ini terlalu cepat, tapi percaya padaku kalau aku benar-benar jatuh hati padamu. Aku mencintaimu Lu" ujar Sehun mengecup singkat bibir Luhan

Blush~

Luhan merasa pipinya terbakar sekarang, dia merasa malu karena saat ini sedang bertelanjang dada didepan pria yang menatapnya lapar, dan rasa malunya bertambah saat pria tampan ini mengatakan mencintainya. Membuat Luhan tidak tahu harus menjawab apa dan hanya terdiam merona malu-malu membalas tatapan Sehun

"Tak apa kalau kau tak merasakan yang sama saat ini. Yang jelas aku sudah mengatakan aku mencintaimu dan aku ingin memilikimu" Ucap Sehun dengan senyuman penuh artinya pada Luhan yang masih belum bisa mencerna apapun saat ini

"H-hey kau mau apa?" Tanya Luhan yang baru menyadari ucapan mengerikan Sehun

"Aku mau susuku" seringai Sehun melanjutkan kegiatan "tak bisa menahan dirinya"

"Ah~~~ Sehunniie, geli mmm~~"

Ujar Luhan kewalahan tapi merasa geli bercampur nikmat saat Sehun menjilati dan menghisap nipple berwarna pink namja cantik tersebut. Dengan insting seks dan nafsu yang membara tak butuh waktu lama hingga tonjolan kecil di dada namja manis itu berubah warna menjadi warna merah keunguan, membuat namja yang 'haus' diatasnya itu menyerangnya tak terkontrol. Sehun terus saja melakukan kegiatannya menjilat, menghisap, menggigit, memilin nipple Luhan berulang kali.

Permainan lidah Sehun membuat Luhan mendesah dan menggeliat di bawah tubuh Sehun. Sehun tiba-tiba menghentikan kegiatannya sebentar dan memandang namja cantik yang ada dibawah tubuhnya ini dengan pandangan lapar. Dia segera melepas kaos hitam yang ia gunakan dengan tergesa-gesa dan membuangnya kesembarang tempat.

Permainan Sehun beralih tempat. Semakin kebawah lidahnya menjilat melingkari setiap inchi perut Luhan, bermain nakal dipusatnya dan tak jarang menekan gundukan kecil dibawah sana. Entah sudah berapa kali lenguhan teralun dari bibir manis itu. Membuat Sehun semakin bergairah dan kehilangan kendalinya.

"Aku benar tergila-gila padamu Lu, kau cantik sangat cantik. Kau milikku, ingat itu hmm" desis Sehun dengan erangan liarnya. Dengan nafsu yang tak tertahankan lagi, apa yang diucapkan oleh Sehun tak dihiraukan lagi oleh Luhan. Permainan liar nan panas dari namja tampan yang ada di atas tubuhnya ini telah memabukkannya. Tak henti-hentinya bibir manisnya melantunkan nyanyian-nyanyian erotis. Sehun langsung meraih junior Luhan dan memasukannya kedalam mulutnya.

"Ahhh~~~" desah Luhan memejamkan matanya erat

Sehun memaju mundurkan kepalanya dengan tempo yang lambat. Luhan masih memejamkan matanya menerima sensasi yang begitu nikmat di daerah bagian bawahnya. Perlahan gerakan kepala Sehun yang semulanya lambat berubah tempo menjadi cepat. Tentu saja perbuataan Sehun membuat Luhan mengeliat-liatkan tubuhnya dan tangan putih mungilnya langsung menjangkau rambut Sehun dan meremas-remasnya. Seolah-olah Luhan sedang menyalurkan rasa nikmatnya.

"Sehunn geli..ada yang mau keluar dari bawah sana..menyingkirlah…haaaahh~" Luhan berusaha menutup kedua pahanya tapi usahanya gagal dikarenakan kepala Sehun yang menghalanginya.

Sehun tidak menghiraukannya. Ia masih sibuk dengan pekerjaannya, seluruh tubuh Luhan terasa menegang. Seperti ada banyak kupu-kupu yang berterbangan didalam perutnya. Luhan yang merasa tidak sangup lagi menahannya akhirnya langsung mengeluarkan 'cairannya' di dalam mulut Sehun

"Ahhhh…..haaahhh" erang Luhan saat semua cairannya dikeluarkan didalam mulut Sehun

Luhan merasa tubuhnya sangat lemas saat itu. Ia masih menikmati perbuatan Sehun yang sedang menelan cairan miliknya yang menurutnya manis tanpa tersisa.

Sehun menyandarkan punggungnya pada sandaran ranjang. Tatapan tajamnya terus menatap lekuk dari tubuh Luhan yang terbaring lemas yang di sampingnya. "Kenapa kau manis sekali cantik" gemas Sehun mraup bibir Luhan yang masih menetralkan nafasnya.

"Ummmhh" Luhan berusaha mendorong Sehun yang terus-terusan mengajaknya berperang lidah.

"KITA SEDANG MELAKUKAN APA SIH?" pekik Luhan yang baru menyadari kegiatan "panas" mereka setelah menjemput klimaksnya.

"Cih, masih saja menjerit. Kau menyukainya cantik, kau bahkan mendesah… setelah ini kita lanjutkan, kau istirahat dulu" gemas Sehun mencubit pipi Luhan yang sedang bertingkah seperti wanita karena tiba-tiba menyelimuti tubuh polosnya dengan selimut dan tak mengijinkan Sehun kembali melihatnya.

"Kau gila! Kita pria, mana bisa melanjutkan lagi… Pokoknya aku ti…"

"YAK! Turunkan aku" Luhan kembali memekik saat Sehun membawanya duduk di pangkuannya

"Tentu saja kita bisa melakukan lebih.. kau bahkan akan mendesah secara menggila setelah ini" seringai Sehun yang langsung mengangkat tubuh Luhan dan memposisikan kejantanannya ke hole Luhan yang berada di atas pangkuannya sekarang. Tanpa menunggu persiapan apapun Sehun langsung menusukkan juniornya yang semakin mengeras ke hole sempit Luhan. Tentu saja itu membuat Luhan yang masih kesal berteriak kesakitan.

"Akh….. Sehun berhenti…. Sakit… hiks…hiks…" air mata tidak dapat lagi di bendung oleh Luhan.

Sehun langsung memegang pinggang Luhan dan membuatnya bergerak "Masuk-keluar" berusaha membuat kenikmatan untuk keduanya "Sehun sakit..h-hikss" adu Luhan yang benar-benar merasa dirinya seperti dibelah dua. Tak tega melihat Luhan kesakitan, Sehun menukar posisi mereka, dia meletakkan Luhan dibawahnya sementara kedua kakinya bersandar dibahunya, dan kembali menggenjot Luhan dengan perlahan berusaha menemukan sweet spot namja cantiknya ini

Dan benar saja tak perlu waktu lama kaeran kini rintihan Luhan berubah menjadi desahan nikmat. Luhan yang merasa tidak sangup lagi mengerakkan badannya hanya terkulai lemas dipelukan Sehun yang terus menggenjotnya dengan bersemangat.

Kamar Sehun sudah di penuhi oleh desahan dan erangan nikmat dari namja manis dan namja tampang yang sedang bergulat di atas ranjang.

"hhmphhh.. Lu, kau sungguh hebat..ahhh" puji Sehun yang masih terus mengeluar masukan juniornya ke lubang sempit Luhan dengan bersemangat, membuat Luhan yang berada dibawahnya hanya bisa memejamkan matanya erat sambil mencengkram erat sprei di ranjang Sehun

"Ah..deeper..Sehunnna..ahhhh" dan erangan nista itu pun keluar dari mulut Luhan yang meminta lebih pada Sehun saat kegiatan "panas" mereka tengah berlanjut. "Okay baby.." seringai Sehun yang sengaja mengeluarkan juniornya sebatas kepala dan menghentakannya dengan keras kedalam hole Luhan agar menyentuh bagian terdalam dari hole Luhan

"Agh~" Luhan mengangkat badanyya merasakan tusukan yang begitu membuat dirinya penuh, Sehun pun mau tak mau ikut memejamkan matanya karena saat Luhan mengangkat badannya, juniornya semakin tertancap dalam disana, membuatnya tidak bisa mengelak sensasi bercinta yang begitu nikmat.

Tanpa berlama-lama, Sehun kiembali mengulangi aksinya dan terus menusukkan juniornya lebih dalam dan semakin dalam ke hole Luhan membuat Luhan benar-benar merasa seperti melayang

"There! Sehunn.. disanaa" pekik Luhan membelalakan matanya saat merasakan kenikmatan luar biasa ketika Sehun tepat menumbuk prostatnya "Bagus sayang, memintalah, aku akan membuatmu nikmat" racau Sehun yang terus focus membuat pria cantiknya ini merasakan nikmat

"Ahh… Sehun, aku akan keluar lagi. aku sudah tidak kuat… lagi… ahhh…" Luhan mencengkram kedua pundak Sehun dengan kedua tangannya.

"Keluarkan saja Lu…" Sehun memejamkan matanya merasakan dinding-dinding hole Luhan yang mencengkram juniornya.

Sehun yang juga ingin segera mencapai klimaksnya langsung menambah tempo mengenjotnya pada hole Luhan. Sehun terus dan terus mengenjot Luhan sampai akhirnya

"Ahhhhh~" lenguh keduanya saat mencapai kenikmatan bersama

Luhan menumpahkan cairannya di perut Sehun dan Sehun menumpahkan cairannya di dalam hole Luhan.

"Lu, kau benar-benar hebat" ujar Sehun terengah yang langsung jatuh diatas Luhan. "Sehun, berat" rengek Luhan berusaha menyingkirkan Sehun dari atasnya.

"Ah mian baby" kekeh Sehun mencium sekilas bibir Luhan dan dengan tak rela mengeluarkan juniornya dari hole Luhan. Luhan sendiri kembali memejamkan matanya saat bagian bawahnya terasa kosong.

"Kemari, jangan cemberut seperti itu" Sehun membawa Luhan ke pelukannya dan menyelimuti tubuh polos mereka dengan selimut "Kita bahkan belum kenal seminggu. Bagaimana kalau kau tiba-tiba meninggalkan aku? Aku sangat sangat mengalami kerugian" gerutu Luhan menyenderkan kepalanya didada Sehun

"Jadi kita resmi sepasang kekasih?" goda Sehun namun berharap

"Awww.. kenapa aku dicubit" protesnya saat Luhan mencubit perutnya kencang "Dasar menyebalkan. Jangan menggodaku" kesal Luhan yang tiba-tiba merasa bingung dengan statusnya.

"Pokoknya kau harus bertanggung jawab padaku setelah malam ini" ancam Luhan mendongak melihat Sehun, Sehun yang tak habis pikir pun hanya bisa menaikkan satu alisnya bingung "Kau bilang kita bukan sepasang kekasih. Lalu aku harus bertanggung jawab bagaimana" tanyanya di buat sok polos

Jawaban Sehun sontak membuat Luhan semakin kesal, dia membalikkan badannya ke arah berlawanan dengan Sehun, membuat Sehun terkekeh karena mengetahui sifat Luhan yang baru. Luhan yang baru ia kenal lima hari ini adalah Luhan yang keras kepala, sok kuat, percaya diri, perhatian dan kini sifat baru yang Sehun tahu adalah Luhan sangat manja dan sangat sensitive.

"Kenapa kau imut sekali hmmm" gemas Sehun memeluk paksa Luhan agar mereka kembali berhadapan "Baiklah baiklah. Aku akan bertanggung jawab jika kau hamil" ujar Sehun yang kembali membuat Luhan membelalakan matanya tak percaya.

"Awww,… ishh kenapa aku dipukul lagi" protes Sehun yang setiap kali Luhan mencubitnya, dia akan langsung mencium paksa bibir pria imutnya ini

"Ish, jangan menciumku terus" protes Luhan "Kalau begitu berhenti mencubitku" protes Sehun tak mau kalah

"Kau jangan bicara sembarangan, mana mungkin aku hamil, idiot" kesal Luhan yang kembali memeluk Sehun dan bersandar didadanya "Andai saja kau bisa hamil. Aku pasti punya alasan merebutmu dari pacar gendutmu itu" kekeh Sehun mengelus sayang punggung Luhan

"Baby seo tidak gendut, dia cantik" gumam Luhan merasa bangga.'

"Kenapa kau sangat menyukainya sih" kini Sehun yang dalam mode ngambeknya. Dia membelakangi Luhan dan menarik selimutnya sampai menutupi kepalanya "Cih, dia bisa cemburu juga" kekeh Luhan yang juga merasa Sehun menggemaskan.

"Hey,, kau tidak memelukku?" Tanya Luhan berusaha membuka selimut Sehun namun diabaikan Sehun "Yasudah aku pulang saja"ancam Luhan berpura-pura turun dari ranjang Sehun "Ish, sakit sekali" gerutu Luhan sangat pelan, dia baru menyadari kalau bagian bawahnya kini terasa sakit.

Saat sedang menggerutu, dua tangan kekar melingkar diperutnya, Luhan tersenyum mengetahui Sehun sangat mudah dibujuk, yah, walaupun dia tipe yang sangat pencemburu menurut Luhan "Kau pasti kesakitan berjalan, cepat kembali berbaring" gumam Sehun di telinga Luhan dan menjilatnya seduktif

"Kalau kau masih marah aku pulang saja" Luhan berpura-pura kesal "Ani, aku tidak marah. Kau memang masih kekasihnya jadi aku tidak bisa sepenuhnya marah. Nanti saat kau menjadi kekasihku sepenuhnya aku akan marah jika kau seperti itu" balas Sehun percaya diri

"Kalau hari itu benar ada, maka aku milikmu sepenuhnya, aku akan mendengarkan semua yang kau katakana" timpal Luhan yang mungkin setengah sadar dan setengah tak sadar menjawab pernyataan Sehun seperti itu, membuat Sehun tersenyum karena dirinya masih mempunyai harapan.

"Ayo kita tidur" Sehun kembali membawa Luhan ke pelukannya. Luhan pun hanya menurut dan kembali melingkarkan tangannya di pinggan Sehun, dan bersender nyaman di dada Sehun menghirup aroma kuat tubuh Sehun yang bercampur dengan keringat karena kegiatan "panas" mereka beberapa menit yang lalu.

"Tidurlah cantik…" gumam Sehun mengecup pucuk kepala Luhan sambil mengelus sayang punggung Luhan. Dan tak lama suara dengkuran pelan terdengar dari Luhan. Sehun mau tak mau kembali tersenyum karena sekali lagi, dia terpesonandan terjatuh pada sosok Luhan yang terlihat sangat cantik bahkan saat memejamkan matanya.

"Aku akan mimpi indah mala mini" gumam Sehun dan tak lama ikut tertidur dengan Luhan.

..

..

..

"Hey cantik, bangun. Ini sudah jam delapan kau kan harus kuliah" seorang pria tampan yang sudah bersih dan lengkap dengan pakaiannya membangunkan pria manis yang masih setia memeluk gulingnya dan bergelung dalam tidurnya.

"Eunghhh~" lenguh Luhan yang perlahan membuka matanya dan merona saat mendapati pria super tampan sedang berjongkok didepan ranjangnya miliknya yang tidak terlalu tinggi itu

"Akhirnya bangun juga" gemas Sehun yang langsung memberikan kecupan singkat di bibir Luhan

"Kau mau kemana? Kenapa sudah rapih?" Tanya Luhan yang kini bersender di ranjang Sehun dan menaikkan selimutnya sampai sebatas leher

"Tidak perlu ditutup seperti itu. Aku dari semalaman sudah memandang lapar tubuh mulusmu itu" seringai Sehun yang kini duduk disamping Luhan dan kembali menggodanya.

"Ish,,, kau ini! Kau mau kemana?" Tanya Luhan yang menjadi galak karena Sehun tak kunjung menjawab pertanyaannya.

"Ah mianhae baby, aku harus segera pergi. Aku ada acar live di SBS hari ini, dan mungkin untuk beberapa hari kedepan kita tidak bisa bertemu" lirihnya bermain di poni Luhan dan sesekali mengusap lembut bibir yang kini mengerucut itu

"Wae?" Tanya Luhan yang entah kenapa merasa kesal tidak bisa bertemu dengan Sehun beberapa hari ini..

"Aku akan melakukan comeback dengan Exo tiga hari lagi. Jadi, kami harus mempersiapkan segala sesuatunya. Kau tidak marah kan?" Tanya Sehun yang kini memaksa Luhan duduk di pangkuannya.

"Ish, aku tidak pakai baju" gerutu Luhan yang kembali menarik selimutnya namun tetap memeluk Sehun dipangkuannya.

"Apa kita tidak akan bertemu lama?" Tanya Luhan berbisik memeluk leher Sehun "Aku akan menghubungimu cantik, tidak perlu sedih" katanya meyakinkan Luhan.

"Kau pasti akan sibuk dengan fans wanita cantikmu itu" gerutu Luhan merasa sebal "Tidak akan ada yang bisa mengalahkan kecantikanmu asal kau tahu" Sehun meyakinkan Luhan dan mencium sekilas bibir Luhan

"Begini saja, jika aku sempat aku akan main kerumahmu di sela promosi. Bagaimana?" Tanya Sehun memberikan penawaran untuk Luhan

"Memangnya kau tahu rumahku?" Luhan mengenrnyit mengejek "Aku akan tanya Suho hyung" balas Sehun membuat Luhan mencibir "Curang" katanya yang kembali memeluk leher Sehun

"Aku pergi ya. Kau tidak boleh nakal dan jangan dekat-dekat dengan wanita gemuk itu, aku akan cemburu kalau tahu" Sehun memaksa Luhan menatapnya dan berusaha membuat Luhan mengerti. "Tapi dia kan kekasihku" protes Luhan bingung.

"Berhenti bilang kekasih didepanku" Sehun sedikit membentak Luhan, membuat Luhan kaget dan terdiam "Maafkan aku membentakmu, aku hanya selalu emosi jika kau mengatakan wanita gendut itu, wanita gendut itu cantik dan wanita gendut itu kekasihmu, kau tahu kan? Rasanya panas disini" Sehun membawa tangan Luhan ke dadanya. "Mianhae. Aku tidak bermaksud seperti itu" balas Luhan yang kini mengelus sayang dada Sehun agar Sehun tak lagi marah.

"Kau janji padaku dulu tidak akan terlalu dekat dengannya" pinta Sehun menangkup wajah Luhan "Aku usahakan untukmu" balas Luhan tak berani menatap wajah Sehun karena malu

"Aigoo lucu sekali" gemas Sehun mencium sekilas bibir Luhan.

"Haah~ sepertinya aku harus berangkat. Suho hyung sudah menelponku terus. Mereka semua sudah bersiap di bawah. Aku tinggal ya?" Sehun membawa Luhan kembali berbaring di ranjangnya "Aku akan menghubungimu" katanya meyakinkan Luhan.

"Dah lulu cantik. Cium aku" pinta Sehun memonyongkan bibirnya dan tanpa diduga

Chu~

Luhan memajukan badannya dan mencium sekilas bibir Sehun "Aigoo, Luhan yang sudah tidak perawan sangat penurut" gemas Sehun mencubit kencang pipi Luhan membuat pipi Luhan memerah

"Ish sakit" gerutu Luhan memegangi pipinya "Mianhae cantik" Sehun kembali mengecup Luhan dan berjalan keluar pintu kamarnya.

"Sehunn" panggil Luhan cepat

"Ada apa cantik?" tanya Sehun berbalik menatap Luhan "Jangan terlalu lelah dan sukses untuk album barumu" katanya cepat dan kemudian menyembunyikan wajahnya di balik selimut.

"Gomawo Lu. Kalau bukan karena telpon sialan ini, aku benar-benar ingin menciummu sekarang" kekeh Sehun yang dengan tak rela meninggalkan Luhan yang sedang merona di balik selimut.

..

..

..

"APA KAU BILANG?" pekik Baekhyun dan Kyungsoo bersamaan saat Luhan mengatakan kalau dia dan Sehun sudah bercinta semalam

"Kau gila Lu, mau kau kemanakan Seohyun" geram Kyungsoo memukul kencang kepala Luhan

"Ishh sakit Kyung… Aku sendiri tidak tahu kenapa aku tidak menolaknya, dia benar-benar memperlakukanku dengan baik. dia sepertinya serius denganku dan dia sangat tampan" ujar Luhan yang benar-benar kentara sedang jatuh cinta pada Sehun

"Astaga anak ini benar-benar sudah jatuh cinta pada majikannya" sindir Baekhyun memijat kepalanya yang tak pusing

"Kau juga sama saja!" sindir Kyungsoo pada Baekhyun "Kau juga" balas Baekhyun tak mau kalah

"Kalian kenapa?" tanya Luhan bingung melihat kedua temannya saling mendelik

"Asal kau tahu ya Lu, baekhyun juga…"

"LUHENNN, BAEKIE, KYUNGIEEE!" teriak sebuah suara yang meskipun jaraknya masih lima meter tapi suaranya sudah melengking terdengar sampai di kantin

"Panda idiot lagi" gerutu Baekhyun yang rasanya ingin pergi saja darisini

"OMAYGOD…KALIAN HARUS TAU" pekik Tao yang entah memakai jurus apa karena sudah berada didepan ketiga temannya

"Kau kenapa sih?" tanya Luhan menutup telinganya yang mungkin bisa menjadi tuli kalau terus bersama Tao

"Ini!" Tao melemparkan sebuah majalah dengan halaman depan bertuliskan

"SKANDAL SEHUN, KAI DAN CHANYEOL EXO YANG DIAM-DIAM BERKENCAN DI TENGAH MALAM"

Ketiga pasang mata ini membelalak sempurna saat selesai membaca dan secara bersamaan "APA INI" teriak ketiga suara tersebut yang jika digabungkan bisa mencapai seratus oktaf

"Ish, akhir-akhir ini kalian sepertinya tertarik pada exo. Reaksi kalian seperti fangirl Exo" cibir Tao yang sudah bersiap siaga membawa penutup telinga Karena menebak ketiga temannya akan berteriak dan benar saja tebakannya, ketiga temannya berteriak dan terlihat sangat panik.

"Ini skandal untuk mereka. Mereka besok akan comeback tetapi berita ini malah terkuak. Aku akan membunuh ketiga orang yang mereka kencani kalau bertemu" desis Tao berapi-api.

GLUP!

Ketiga orang didepan Tao meneguk kasar air liur mereka. Karena mereka tahu persis siapa yang ada di majalah itu bersama anggota Exo. "H-hey Tao kau terlalu kejam pada mereka" gumam Kyungsoo memberitahu. "Mereka yang keterlaluan. Mereka bisa membuat ketiga pria tampan itu dalam masalah, bagaimana kalau mereka dikeluarkan? Siapa yang harus bertanggung jawab?" geram Tao penuh emosi "Belum lagi mereka besok akan comeback bagaimana kalau ternyata album mereka tidak laku karena skandal ini" tambah Tao semakin emosi.

Ketiga pria didepan Tao ini tampak seperti habis ditampar, wajah mereka memucat dan mereka keringat dingin. Bagaimana tidak panik? Mereka takut semua yang dikatakan Tao terjadi, dan itu artinya karena merekalah ketiga majikan yang kini sudah menaruh hatinya pada mereka akan hancur perlahan.

"Hey kalian mau kemana?" teriak Tao karena Luhan berlari menjauh darinya begitu juga dengan Kyungsoo dan Baekhyun membuatnya mengernyit bingung.

"Bagaimana ini" gumam Luhan, Baekhyun dan Kyungsoo bersamaan dari tempat berbeda. Ketiganya sudah memegang ponsel mereka dan menghubungi majikan masing-masing namun nihil. Tidak ada satupun yang mengangkat. Kyungsoo juga sudah menghubungi Suho, tetapi hasilnya sama saja karena Suho juga tidak mengangkat telponnya "Ish, kenapa kita ceroboh sekali" geram Luhan, Kyungsoo dan Baekhyun memukuli kepala mereka sendiri.

..

..

..

Kembali ke kantinn..

Tampak si pria panda bernama Huang Zi Tao masih sangat geram dengan sakandal yang menimpa Exo, dia mencermati dengan seksama foto yang ia dapat dari sumber terpercaya. Berkali-kali ia zoom foto Sehun, Kai dan Chanyeol yang sedang bersama seseorang malam itu. Awalnya dia menyerah, saat akan meletakkan ponselnya ke meja, matanya menangkap sesuatu.

"Tunggu! Tas dan sepatu mereka sepertinya tidak asing untukku. Dimana ya aku pernah melihatnya" gumam Tao mengingat "Dimana ya?" katanya lagi mencoba mengingat.

Saat masih mengingat dia melihat Luhan, Baekhyun dan Kyungsoo berjalan beriringan dan matanya menangkap sesuatu yang asing dari mereka

"Eh? Sepatu Luhan, Kyungsoo dan Baekhyun terasa familiar. Tapi familiar dengan apa" gumam Tao yang entah kelewat bodoh atau terlalu pintar karena membutuhkan waktu yang sangat lama menyadari sesuatu yang jelas-jelas sangat gampang

"OMO!" pekik Tao membuat beberapa orang mendelik kesal padanya, namun Tao mengacuhkannya, dia kembali memegan ponsel dan membuka galeri foto miliknya.

"Tidak mungkin, ini tidak mungkin" gumam Tao men-scroll kebawah album fotonya

"LUHANNN.. BAEKIEEEE..KYUNGIEEE..TERNYATA ORANG ITU KALIAN!" pekik Tao memekakan telinga dan mengejar ketiga temannya yang entah kenapa terlihat terburu-buru.

BLAM!

Luhan menutup pintu ruang kesehatan dengan cukup kesal

BLAM!

Kyungsoo ikut menyusul masuk dan duduk didepan Luhan

BLAM!

Baekhyun yang entah kenapa menjadi gusar juga terlihat sangat bingung dan panik

"Kyung, kau belum bisa menghubungi Suho hyung?" tanya Luhan merasa bersalah pada Sehun "Belum, Lu" lirihnya yang juga merasa bersalah pada Kai

"Bagaimana ini" gumam Baekhyun frustasi, saat semua sedang dalam keadaan bingung terdengar kembali suara pintu ditutup

BLAM!

Kali ini suaranya lebih kencang dari yang sebelumnya

"Siapa sih?" gerutu Luhan merasa kesal

"Aku! Jelaskan padaku. Apa kalian yang berada di foto skandal Exo, hah?" tanya Tao memicingkan matanya menatap ketiganya tajam bersamaan.

"Y-yak! Bagaimana bisa kami bersama mereka. Kau tahu kan kalau kami sangat membenci mereka" Kyungsoo salah tingkah menjelaskannya pada Tao

"Jangan bohong. Sepatu yang dipakai orang itu adalah sepatu kalian. Kalian bahkan masih menggunakannya sekarang" tuduh Tao semakin menyudutkan ketiganya

"Sepatu ini banyak yang memakainya Tao" lirih Luhan keringat dingin

"KALIAN PIKIR AKU BODOH? KITA BEREMPAT PUNYA SEPATU YANG SAMA, HANYA SAJA PUNYAKU HANYUT. DAN TIDAK MUNGKIN ADA YANG MEMAKAI SEPATU INI SAMA PERSIS DENGAN KALIAN. JELASKAN PADAKU!" teriak Tao bertolak pinggang membuat ketiganya menutup telinga mereka

"Baiklah…" Luhan mendesah nafasnya pelan

"Itu memang kami" Kyungsoo membenarkan tuduhan Tao "Kau mau apa sekarang? Mengadukan kami? Lakukan sesukamu" lirih Baekhyun tak bersemangat.

Tao hanya terdiam menganga memandangi ketiga temannya dan tak lama

"GYAAA! ITU ARTINYA KALIAN BERCIUMAN DENGAN SEHUN, KAI DAN CHANYEOL? ASTAGA BERUNTUNG SEKALI KALIAN" Tao kembali memekik namun kali ini sangat keras.'

"Hey.. hey suaramu" Luhan mengingatkan Tao yang sudah seperti orang gila

"Bagaimana rasanya?" tanya Tao bersemangat pada ketiganya

"Apanya?" Baekhyun bertanya balik

"Ciuman dengan pria idiot, menyenangkan bukan?" goda Tao yang tak mendapat jawaban apa-apa karena ketiganya sibuk merona.

"Cih, kalian bahkan memerah mengingatnya. Tenang saja rahasia kalian aman denganku" ujar Tao membuat ketiganya tersenyum merekah

"Tapi…." Katanya lagi

"Kenapa selalu ada tapi.." gerutu Luhan yang merasa sebal dengan kalimat "tapi" Tao

"Tapi apa?" tanya Kyungsoo takut-takut.

"KAU! Siapkan panda import dari China" katanya menunjuk Luhan dan beralih ke Kyungsoo "Kau! Bersiap dipenjara karena kau harus mengambil tas Gucci milik Kate Middleton.. dan Kau" katanya beralih pada Baekhyun "Mobil balap terbaruku jangan lupa" cengir Tao yang mendapatkan tiga keuntungan sekaligus

"Kami tidak berpacaran dengan mereka!" protes Luhan karena Tao keluar dari persyaratan

"Sebentar lagi juga kalian bersama. Dasar antifans menyebalkan" gerutu tao merasa iri

"POKOKNYA JANGAN LUPA ATAU KEKASIH KALIAN TAHU KALAU KALIAN SELINGKUH DENGAN IDOLA MEREKA SENDIRI" pekik Tao kembali mengancam,

Glup!

Ketiganya menatap takut pada Tao "Ba-baiklah.. Panda import" ulang Luhan merasa konyol dengan janjinya

"Tas Kate Middleton yang bisa membuatku mati ditampat, oke. Akan aku lakukan" ujar Kyungsoo yang sudah keringat dingin memikirkannya

Sementara Baekhyun hanya terdiam tak bicara apa-apa "Kau bagaimana?" tanyanya pada Baekhyun "Baiklah.,.. baiklah.. mobil balap" lirih Baekhyun yang rasanya ingin memotong lidahnya saat berjanji yang tidak-tidak pada Tao

"YEY! AKU AKAN MENJADI YANG PALING FASHIONABLE DI KAMPUS.. YUHUUU!" girang Tao keluar dari ruang kesehatan meninggalkan ketiga temannya yang tambah pusing karena janji mereka pada Tao "Miris" gumam Luhan tersenyum pahit menatap kedua temannya yang juga tampak pucat.


tobecontinued


fyi,,,,, tdf nya masih ngerampungin dulu yaa.. bakal segera diupdate juga kokk

.

taraaaa.. update lagi kann :DDD nih gue kasih nc sebelum puasa.. jadi rencananya gue bakal ttep update bulan puasa nanti, tapi ratenya aman jadi rate T dulu,,, ya walaupun nanti kalimat "mengecup" bertebaran, klo ada yang keberatn gue update di bulan puasa bilang ya.. mungkin bisa gue jadi pertimbangan buat rehat dulu sebulan gtuuu..

.

yauda infonya segitu duluu.. niway.. chap ini panjang kan? ada Chanbaek.. Kaisoo juga kan? yah walaupun merekanya ga banyak.. maapinnn :"" anggep aja permintaan maaf gue yang telat update.. TDF juga bakal panjang kok chap depan yang bakal diupdate sebentar lagi.. wait yaaa.. :)

.

last, happy reading and review