Kuroko no Baket © Fujimaki Tadatoshi

Request from macaroon waffle


"Aku ingin ia sadar kalau dunianya tidak berakhir meskipun laki-laki itu tidak ada,"


.

.

Untuk Kuroko Tetsuya,

Aku telah memastikan kau masih bisa membaca. Jadi, kutulis surat ini karena kupikir ini lebih baik daripada aku bicara langsung denganmu. Tolong baca sampai akhir.

Aku akan memberikan informasi tentang dirimu. Pertama, namamu Kuroko Tetsuya. Tahun ini kau berumur 25 tahun. Kau tinggal di salah satu apartemen di Kota Tokyo dan bekerja sebagai guru di taman kanak-kanak. Kau adalah mantan anggota tim basket SMP Teiko yang juga dikenal sebagai Kiseki no Sedai. Setelah lulus, kau masuk SMA Seirin dan bergabung dengan tim basket disana.

Aku juga akan memperkenalkan diriku. Aku Midorima Shintarou, dokter yang menanganimu setelah mobil yang kau tumpangi bertabrakan dengan mobil lain. Aku juga mantan anggota Kiseki no Sedai yang kemudian melanjutkan ke SMA Shuutoku.

Sekarang aku akan menjelaskan apa yang terjadi padamu. Akibat kecelakaan itu, ingatanmu tentang orang-orang yang sebelumnya kau kenal hilang, kecuali satu. Namanya Aomine Daiki.

Aku tahu hanya pria itu yang masih kau ingat karena begitu tersadar kau langsung bertanya dimana Aomine Daiki. Selama seminggu kau terus menanyakan soal dia, menolak semua makanan yang disiapkan bahkan kau sempat kabur dari rumah sakit untuk mencarinya dan meronta sekuat tenaga saat kami membawamu kembali. Kehilangan ingatan menyebabkan sifatmu sangat berubah. Dulu kau orang yang tenang, pendiam, dan tidak punya banyak ekspresi. Namun sekarang kau berteriak, marah dan menangis, ekspresi yang sebelumnya tidak pernah kulihat darimu.

Berhari-hari kau tidak bisa mengontrol emosimu, hampir semua perawat ketakutan jika kuperintahkan mengecek keadaanmu atau mengantarkan makanan untukmu. Aku mengerti kalau saat ini kau kebingungan karena tidak ada seorangpun menjawab pertanyaan terpenting bagimu. Mereka bukan tidak tahu, tapi tidak tega. Padahal itu justru semakin menyiksamu. Oleh karena itu, aku memutuskan menjawab pertanyaanmu.

Aomine Daiki sudah meninggal. Meninggal itu berarti mati, kondisi dimana organ-organ tubuh seseorang berhenti berfungsi sepenuhnya. Ia tidak bisa lagi berbicara dan bergerak. Ia tidak akan kembali dan tidak bisa lagi menemuimu.

Namun, kau harus tetap hidup. Jangan mencoba bunuh diri. Aku tidak mau direpotkan oleh orang-orang yang mengenalmu kalau sampai kau ikut mati. Sudah cukup aku melihat mereka datang kepadaku dengan wajah sedih sambil bertanya kapan kau sembuh.

Masih ada orang lain yang menyayangimu selain Aomine Daiki. Mungkin saat ini kau masih belum mengenali mereka tapi perlahan kenanganmu akan kembali.

Sekian penjelasan dariku. Aku melakukan ini bukan karena aku peduli padamu, aku hanya memenuhi tanggung jawabku sebagai seorang dokter.

.

Dokter spesialis saraf Rumah Sakit Swasta Tokyo,

Midorima Shintarou


.

a/n : Halo ketemu lagi sama saya~ akhirnya uts kelar dan tugas berkurang jadi saya bisa update fic ini. Sekarang rikues dari macaroon waffle, saya suka midorima versi dokter hahaha.

Seperti biasa makasih buat yang mau baca dan ninggalin review, yang mau rikues silahkan baca caranya di author note chapter 1.

-adnir-