Naruto © Masashi Kishimoto

.

Drabble Naruto episode 109, OOC, pendek, ngaco, Gaje, dan yang lainnya diblender jadi satu!

.

Just for fun!


Malam ini benar-benar terasa sunyi. Hanya cahaya rembulanlah yang setia menyinari jalanan gelap nan sunyi tempat dimana Sakura bersikeras mempertahankan salah satu anggota tim tujuh tersebut.

Sakura mengeratkan tangannya di dada. Inilah saatnya. Saatnya dia mengutarakan perasaannya yang telah lama dia pendam pada rekan satu tim-nya ini. Walaupun akan dibilang 'Kau ini sangat menyebalkan!', Sakura sudah siap dengan semua kemungkinan yang akan terjadi.

Rembulan mulai tertutup awan.

"Aku sebenarnya…sangat mencintaimu, Sasuke!" Sakura mulai terisak. "Kalau kau mau tinggal di sini bersamaku, aku janji aku akan membuatmu bahagia. Terus kita akan menikah dan mempunyai lima belas anak kembar, lalu membina rumah tangga yang sakinah, mawadah dan warahmah!" lanjutnya lagi.

Sasuke hanya terdiam. Mungkin dia ketiduran.

Merasa tidak mendapatkan respon yang menyehatkan dari Sasuke, Sakura kembali melanjutkan pidato-nya yang diberi judul 'Pengutaraan Perasaan' yang belum selesai tadi.

"Kalau semua itu tidak bisa…" sedikit demi sedikit, awan mulai bergerak dan rembulan kembali menerangi jalanan sepi itu. "..bawalah aku pergi bersamamu, Sasuke! [menggendongmu pun aku rela!]" bisik Sakura dengan suara parau.

Hening.

Perlahan, Sasuke menoleh ke belakang dan tersenyum manis padanya. Tapi kata-katanya itu loh!

"Kau ini benar-benar…sangat menyebalkan!" ucapnya enteng. Senyuman manis masih tersungging di wajah Sasuke. Sedetik kemudian, Sasuke mulai berbalik dan melangkah pasti.

"Tunggu, jangan pergiiii!" Sakura mulai berlari menyusul Sasuke.

"Kalau kau pergi juga, aku akan berteriak kalau kau telah memperkosa aku!"

Sasuke tersentak mendengar kata-kata dari Sakura barusan. Pergi meninggalkan desa dengan imej pemerkosa anak gadis orang, bukanlah hal yang patut dibanggakan.

Mendingan punya imej pengkhianat desa dengan membantai klan sendiri kali, daripada dicap merkosa anak orang.

Sasuke berbalik. Dengan kecepatan dan ninjutsu yang oke punya, dia mulai berlari ke arah Sakura, tapi…

Gabrug!

Sasuke jatuh tersungkur gara-gara kepleset botol susu. Siapakah pemilik botol susu ini, masih misteri.

Dan sebagai tambahan, ciuman kelima Sasuke direbut paksa oleh jalanan berhotmik malam itu.

Melihat Sasuke yang lengah, Sakura memulai aksi jeritannya. "TOLONG…TOLONG…NARUTOO..GURU KAKASHI! BAPAK-BAPAK, IBU-IBU SEMUA YANG ADA DI SINI!" Sakura berteriak histeris.

Tak lama, lampu-lampu di jalanan dan rumah-rumah di desa Konoha itu mulai menyala. Situasi jadi terang benderang.

"A-ada apa, Sakura-chan!" terlihat Naruto berlari-lari panik sambil membawa semangkuk ramen di tangannya. Di belakangnya, paman Teuchi -pemilik ramen- juga ikut menyusul. Naruto kan belum bayar!

Kemudian disusul dengan guru Kakashi yang hanya memakai sarung di pinggangnya, Ino yang lagi maskeran, Hinata dan Neji yang pake piyama, Lee yang bawa-bawa obor bareng guru Gai, terus- akh, pokoknya semua warga desa Konoha pada dateng deh!

"Ada apa ini sebenarnya?" Tsunade berkacak pinggang sambil menatap tajam pada Sakura. "Sakura!"

Sakura menelan ludah. Gak nyangka reaksinya bakalan heboh kayak gini. "Itu, Hokage-sama.." nelen ludah lagi "..Sasuke..dia mau kabur dari desa dan menjadi pengikut Orochimaru!"

Trek!

"APAH?" mendengar nama Orochimaru disebut-sebut, terlintaslah bayangan Orochimaru sedang tersenyum yang jarinya membentuk huruf V di otak Tsunade dan Naruto. Nista amet!

"TEMEEE!" bentak Naruto pada rekan satu tim-nya yang belum bangun-bangun juga dari keterpurukannya.

Tsunade menghela nafas. "SEMUANYA! BAWA UCHIHA SASUKE, IKAT DAN KURUNG DIA DI RUANG BAWAH TANAH KUIL NAKANO!" komando ini sukses membuat Sasuke mengalami rabun senja.

Dalam sedetik saja, Sasuke sudah berhasil digotong oleh orang-orang desa meninggalkan jalanan ini. Sepintas ini terlihat seperti upacara bon odori.

"De-dendamkuuu.." Sasuke menggapai-gapaikan tangannya ke arah gerbang desa, tempat dimana dia akan mendapatkan kekuatan. Malah gak jadi.

Fin


.

.

"Ih, Tuan Sasuke lama banget sih!" gerutu Tayuya sambil menyilangkan tangannya di dada. Melirik ketiga teman sejawatnya yang daritadi udah ngorok duluan.

Fin


.

.

"Aaarggghh….dimana Sasuke! Dimana Sasuke!"

"Gawat! Siapkan suntikkan sapi dan gas air mata. Tuan Orochimaru mulai ngamuk lagi!" Kabuto mulai uring-uringan.

Fin [asli]


Kata Ui:

Argh, saya geregetan sama episode ini. Kenapa Naruto gak nganterin Sakura pulang coba?*nimpuk Naruto* kenapa? Kunaon? Why? Nande?

Kimimaro: "kalo gini ceritanya sih, gue gak bakalan muncul donk!"

Karin: "Gue juga!"

Sai: "Gue apalagi. Secara gitu, gue pemeran pembantu [wkwkwkw] yang fashionable abissss! Shippuden gak bakalan laku kalo gak ada gue!"

Orochimaru: "Huhuhu…padahal aku udah jahitin baju yang seksi banget buat Sasuke~"

Udah ah, bincang bencongnya! Anyway, review lagi? Dan makasih juga udah setia baca fic ini.

Ciao!