"Sampai jumpa" Luhan melambaikan tangannya menatap kepergian mobil yang dinaiki Chanyeol dan Baekhyun. Luhan berterima kasih karena mereka berdua, Luhan bisa menghemat sedikit uangnya karena tidak menaiki angkutan umum seperti taxi yang ia gunakan untuk pergi mengunjungi rumah ibunya. Luhan melangkah memasuki apartemen yang di tinggalinya, langkahnya langsung membawa Luhan memasuki lift dan menekan tombol pada lift yang akan membawanya ke lantai dimana dia tinggal.
My Math's Teacher
presented by
Xiluxiolu
(I'm back xD)
Note : ada perubahan rating, sepertinya ff ini tidak cocok kalo dicampur sama mature maturean. jadi scene m nya saya hapus.
Happy Reading
••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Luhan membuka matanya, menyadarkan dirinya akan lamunan tidak penting yang ia lakukan barusan.
Beberapa menit yang lalu dia baru saja menyelesaikan acara mandinya, dan sekarang Luhan hanya menghabiskan waktunya menunggu waktu tidur dengan berguling di kasur dan memikirkan apa yang akan terjadi di masa depan.
DRRRTTT
DRTTTT
Luhan memiringkan posisi tubuhnya menghadap ponsel yang terletak disebelahnya.
Tangan mungil itu meraih ponselnya yang menyala dan menampilkan pop up dari aplikasi LINE menunjukan bahwa satu pesan baru saja di terima dan ternyata pesan itu dari Baekhyun.
Baekhyun Byun
Luhanieee :o aku lupa mengatakan padamu tadi
ChoiLuHan
Ada apa Baekie?
Baekhyun Byun
Jum'at depan Sehun saem akan mengadakan tes, dia juga memberikan tugas, kerjakan Tugas Individu 1. Dia akan memulai tesnya setelah menilai pekerjaan rumah kita.
Luhan mengernyit tidak senang melihat percakapan dirinya dengan Baekhyun dan Baekhyun mebawa-bawa nama guru brengseknya.
Ingin sekali Luhan mengabaikan pesan ini, tapi pasti Baekhyun akan merajuk saat bertemu dengan dirinya dan Baekhyun akan terus bersama Park Caplang menyebalkan itu dan tentunya mengabaikan dirinya.
ChoiLuHan
Ya sudah Baek, terima kasih atas informasinya :))
Baekhyun Byun
Ne cheonma Hanie _ Selamat tidur~
ChoiLuHan
Ne
Setelah pesan terakhir itu Luhan tidak melihat tanda tanda Baekhyun akan membalasnya, sepertinya Baekhyun sudah tidur?
Atau dia sedang sibuk dengan kekasih caplangnya?
Luhan meletakan dengan asal ponselnya kembali.
Tangannya ia gunakan sebagai bantalan dia tidur, matanya menerawang ke atas dinding atapnya.
Ngomong-ngomong tentang Sehun, ia jadi teringat peristiwa yang dialaminya tadi sore.
Pria misterius tadi sore, dia juga menyebut nama Sehun. Sepertinya dia mengenal Sehun dengan baik, dan ia juga hendak menceritakan tentang Sehun tapi mengingat ChanBaek yang tiba-tiba datang mengacaukan segalanya sehingga pria itu batal bercerita dan malah meninggalkan dirinya, Luhan mendengus kesal.
Tapi jika diingat-ingat, Baekhyun bilang dirinya sendirian tadi sore, apakah Baekhyun sedang melucu dan berusaha menakut-nakuti dirinya?
Jelas-jelas pria itu duduk disampingnya, kenapa dia tidak merasakan pergerakan pria itu ketika pergi meninggalkannya? Lagi pula kenapa dia melangkahnya cepat sekali karema ketika melihat sekeliling, tidak ada siapapun selain Baekhyun, Chanyeol dan Luhan sendiri.
Atau Luhan yang terlalu fokus sehingga tida menyadari kepergian pria tadi? dan bisa saja kan pria itu berlari, kalau dia hantu mana mungkin dia menolong Luhan dari kejaran Sehun saat itu, belum lagi kenyataan bawah hantu tidak bisa menyentuh manusia kan?
Pria itu bahkan membekap mulut Luhan.
Luhan jadi merasa pusing dengan pikirannya sendiri, tapi kemudian Luhan menepuk dahinya, setelah beberapa kali bertemu Luhan belum juga mengetahui nama pria itu. Lain kali dia akan memaksa pria itu untuk memberitahu namanya.
Luhan kembali terdiam menatap langit-langit kamarnya, pikirannya kosong dia sedang mengingat sesuatu karena ada yang janggal...
Setelah beberapa menit akhirnya Luhan ingat. Bukankah dua blok dari kamar miliknya kedatangan tetangga baru?
Sialll Luhan lupa membeli persediaan makanan, seharusnya dia minta ChanBaek saja tadi untuk menemani dirinya belanja kan? -_-
Dia tidak mungkin menyalami tetangga baru dengan tangan kosong, mengingat ketika dirinya masih tinggal dengan Heechul, ialah yang membawakan makanan buatan ibunya pada tetangga baru.
Kata ibunya bisa saja kan sang pemilik rumah sibuk membereskan barang-barangnya dan belum sempat berbelanja sehingga dia kelaparan karena lupa makan/?, lagipula kita dianjurkan untuk hidup dengan baik bersama tetangga kan?
Tapi persediaan Luhan saat ini hanyalah tinggal Ramyeon.
Dan...
KRUYUKKK
Perut langsingnya justru meminta bagiannya untuk makan.
Luhan mempoutkan bibirnya, sepertinya ia akan berkunjung ke tetangganya esok hari.
Besok pagi dia akan berbelanja dan memasakan sesuatu untuk tetangganya.
Luhan bangun dari posisi tidurnya dan meraih ponselnya, ia memasang headset pada kedua telinganya dan mendengarkan lagu boygroup favoritenya, EXO dengan menyetel volume up.
Luhan menaruh ponselnya dalam saku dan beranjak dari tempatnya ke arah dapur untuk memasak ramyeon karena perutnya sudah kelaparan -.-
Diluar sana Sehun melangkah mendekati kamar Luhan, dia harus memberi salam pada tetangga barunya kan?
Kalau bisa juga dia hendak meminjam kamar mandi milik tetangga barunya, memalukan memang karena belum ada sehari setelah kepindahannya Sehun sudah 'akan' merepotkan tetangganya.
Sehun juga bingung ada apa dengan apartemen sebagus ini, karena ketika Sehun hendak mandi dan menyalakan keran miliknya, tapi Sehun mendapati airnya tidak juga keluar.
Sehun tidak menyadari ada sosok lain yang memegangi keran airnya sambil tersenyum dengan jahil, sosok itu memandangi Sehun dengan pandangan sayang dan tersirat rasa rindu teramat sangat pada bola matanya ketika Sehun berjalan pergi meninggalkan kamar mandinya.
Sosok itu ingin sekali menyentuh Sehun, tapi ia sadar dirinya tidak bisa melakukan itu selain kepada Luhan karena perjanjiannya dengan sosok pria bernama Yesung.
Yesung sama seperti dirinya, hanya saja dia memiliki kekuatan yang diberikan 'dia' khusus untuk Yesung dalam menjalankan tugasnya.
Tapi dia masih bisa menyentuh jika apa yang disentuhnya adalah benda.
Kini sosok itu mengikuti kemana Sehun pergi setelah sebelumnya Sehun menelpon resepsionisnya untuk menghubungi tukang dan memperbaiki keran airnya.
Dan tadi tukang itu baru sampai segera saja ia membiarkan tukang bernama Kim Young Min untuk segera membereskan kerusakan pada kerannya, ia tidak takut jika nantinya ada barang-barang yang hilang.
Dengan uangnya ia bisa segera menangkap si tukang jika ia benar-benar mencuri dari kamarnya.
Kini Sehun dan sosok tak kasat mata itu berdiri di depan pintu kamar Luhan, Sehun beberapa kali merinding seperti merasakan kedatangan seseorang.
Padahal itu hanya reaksi sosok misterius yang berjalan mendekatinya.
Dan lagi di lantai ini begitu sepi hanha dirinya dan juga tetangga baru yang entah ada atau tidak di dalam sana.
Sehun tidak takut pada hantu, asalkan hantu itu tidak muncul secara tiba-tiba di hadapannya tentu saja itu akan membuatnya terkejut bukan main.
Sehun pun mengulurkan tangannya menekan bel yang berada tepat di hadapannya.
Sehun terdiam menunggu tetangganya keluar, beberapa menit telah berlalu Sehun mencoba kembali menekan bel dua kali, ia kembali menunggu tapi tidak ada tanda-tanda seseorang akan membukakan pintunya.
Sosok misterius yang berada disisi Sehun mengernyit bingung, dia oun berjalan menembus pintu untuk memasuki ruangan itu.
Dia tersenyum kecil melihat Luhan yang sudah selesai dengan acara memasak ramyeon, Luhan kini sedang mendudukan dirinya dimeja makan dan memakan ramyeonnya masih dengan telinga yang sengaja ia sumbat.
"Benar kata Yesung, sepertinya hari ini bukan saat yang tepat untuk mempertemukan kalian berdua" kata sosok itu lalu berbalik melangkah meninggalkan ruang Luhan.
Di depan sana Sehun masih teridiam menatapi pintu kamar yang belum juga terbuka.
DEG
Sehun membulatkan matanya ketika melihat sosok dengan wajah buruk keluar menembus pintu.
Sosok misterius yang mengikuti Sehun itu memang baru saja keluar dari kamar Luhan.
Sehun mengambil langkah mundur dan menggeleng cepat. Sial, ternyata dirinya melamun. Karena... ketika dirinya memandang ke arah pintu tidak mendapati sosok menyeramkan yang tadi muncul.
Sehun mendengus dan berucap "Sepertinya aku terlalu lama melamun hingga otak cerdasku ini tanpa sadar membayangkan hal-hal aneh. aishh jinja..."
CEKLEK
Sehun menoleh ke arah pintu kamarnya yang dibuka dan menampilkan Youngmin.
Sehun melirik kembali pada pintu kamar...
Sepertinya tetanggaku ini sedang sibuk atau mungkin dia sudah tidur, mungkin lain kali saja aku menyapanya. pikir Sehun.
Sehun pun memutuskan untuk pergi meninggalkan kamar itu dan menghampiri Youngmin yang menunggunya di depan kamarnya dengan ekspresi aneh.
"Bagaimana?" tanya Sehun memastikan.
"Tidak ada yang rusak tuan, aku sudah memeriksanya kerannya baik-baik saja." kata Youngmin menjelaskan yang sejujurnya.
"Kau tidak memeriksanya dengan benar?" Sehun memicingkan matanya menatap Youngmin.
"Tidak tuan, saya sudah memeriksnya"
"Airnya tidak keluar, apa kau tahu itu?"
"Ya saya tahu, resepsionis sudah mengatakannya pada saya sebelum saya pergi ke sini. Dan saat saya memutar kerannya, airnya keluar tuan. Setelah saya memeriksanya, tidak ada yang rusak tuan. Jika tuan tidak percaya bisa mencobanya sendiri tuan" kata Youngin dengan jujur.
Sehun masih tidak percaya, tadi keran itu tidak mengalirkan air. Tapi akhirnya Sehun mengangguk dia merogoh sakunya mengambil beberapa lembar uang dalam jumlah banyak dan menyerahkannya pada Youngmin.
Youngmin menatap uang dengan nominal besat itu tidak percaya "Tidak tuan, tidak perlu, saya tidak memperbaiki apapun karena memang tidak ada yang rusak" kata Youngmin berusaha menolak dengan halus.
Sehun menggeleng keras "Tidak, tidak apa terimalah kau disini untuk bekerja kan, ini tip mu, maaf telah merepotkan"
Sehun menarik tangan Youngmin dan menaruh uangnya dalam gegaman Youngmin.
Tanpa menghiraukan penolakan Youngmin, Sehun pun memasuki kamarnya dan mengunci pintunya meninggalkan Youngmin yang matanya memerah akibat kebaikan Sehun memberinya tip dengan jumlah banyak.
Gajinya saja tidak sampai segini banyaknya.
Akhirnya Youngmin meninggalkan kamar lantai ini.
Meninggalkan sosok tak kasat mata yang sedari tadi memperhatikan mereka berdua dengan pandangan kosong.
Tangannya terulur menyentu salah satu bagian dari dirinya ketika hidup, bagian yang akan berdetak dengan cepat jika berdekatan dengan orang yang kita suka.
Bagian yang akan berdetak dengan cepat jika kita dikejutkan. Jantung.
Meskipun dia ada di alam yang berbeda dengan Sehun, dia seperti masih berada di alam yang sama karena merasakan jantungnya yang berdebar atas kejadian beberapa menit yang lalu.
Dimana Sehun terkejut sampai tubuhnya mundur selangkah bertepatan setelah dirinya keluar menembus pintu.
Ia mengira apakah Sehun melihatnya.
Tapi setelah mendengar umpatan Sehun ia menyadari bahwa Sehun tidak akan melihat dirinya, karena dia sudah meninggal.
Puk
Sosok misterius itu menoleh ke kanan dan mendapati sosok lain tersenyum ke arahnya.
Dia Yesung pria dengan wajah kalem dan senyum menawan yang akan terlihat menakutkan jika sedang marah atau sedang tersenyum dengan 'orang baru'.
"Kau sedang memikirkannya?" tanya Yesung yang tahu apa yang terjadi barusan.
Pria itu mengangguk "Ya, aku pikir tadi dia melihatku" kata sosok itu wajahnya terlijat lesu.
Yesung memandang ke arah pintu dimana Sehun tinggal.
"Dia memang melihatmu... Kai"
DEG
Sosok pria yang ternyata bernama Kai langsung menoleh dengan cepat memandang Yesung yang masih menatap ke arah pintu kamar Sehun.
"Dia melihatmu dalam lamunannya, dan dia melihat sosok asli rohmu."
"Kau yang melakukannya?" tanya Kai tidak percaya.
"Ya, aku yang melakukannya, aku ingin tahu apa yang akan terjadi jika dia melihat roh dirimu yang menyeramkan itu dan reaksinya seperti itu. Dan sepertinya dia tidak mengenalimu"
Kai pria itu, menghela nafas berat. Sehun ketakutan melihat sosok rohnya yang sesungguhnya.
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
TBC
Akhirnya bisa lanjut juga, hanya potongan kecil dari FF My Math's Teacher karena aslinya ini 6K words.
Tapi sebagai awalan lagi jadi aku mau coba liat responnya :')
Semoga suka dengan potongan ini.
FYI, ff ini terinspirasi dari salah satu film bukep/? mengambil sedikit banyak ide dari K-Drama 49 Days dengan versi aku/?
Aku greget banget sama jalan cerita ending dari k-drama itu, setiap episode pasti aku mikirin alur yang aku buat seharusnya ceritanya begini begini bla bla bla
Jadi supaya idenya gak terbuang sia sia aku tumpahin dalam bentuk ff HunHan ini.
Ada yang punya LINE? mari berteman sama saya, tapi akun saya akun parody dari Sehun.
kamu bisa cari id saya .arch. pake titik, sekalian minta tolong bantu like/? saya dan nuna saya kan ikut Giveaway. Linknya ada di timeline saya, ada 3 link tolong di like sekalian :'v
Terima kasih
Maaf untuk bahasa yang kurang jelas, typo bertebaran dan juga alur yang kurang greget/?
Reviewnya ditunggua bro :v
