Chapter 04

Penulisan tidak sesuai EyD.

Ma'af bila jelek, membosankan dan alurnya ngak sesuai dengan jalan cerita dan harapan reader...

.

.

.

.

.

.

Taek woon menjadi terdiam dengan apa yang dia dengar dari anak SMP yang berada didepannya, yang memiliki tinggi yang melewati tinggi dirinya dan rambut berwarna pirang. Bagaimana bisa anak SMP sepertinya mengaku kalau Hak Yeon adalah Kakaknya? Apalagi tersenyum seperti orang kemenangan didepannya.

"Ah, ma'af saya tidak sopan, perkenalkan nama saya Cha Sang Hyuk adik Hak Yeon Hyung" Ucapnya

Memperkenalkan dirinya dan masih dengan senyuman itu dia mengangkat tangannya untuk berkenalan dan Taek Woon pun mau tidak mau menjabatkan tangannya dengan anak SMP yang diketahui namanya Cha Sang Hyuk itu.

"Hmm... Adik yah'

"Aku Jung Taek Woon" balasnya memperkenalkan dirinya dan tiba-tiba saja badan Taek Woon ditarik ke depan oleh Sang Hyuk dan berbisik ditelinganya.

"Aku tidak akan membiarkan Hak Yeon Hyung-ku direbut oleh mu" bisiknya tepat ditelinga Taek Woon dan setelah itu menjauhkan badannya dari Taek Woon dan melepaskan tangan mereka.

Tiba-tiba saja suara sebuah HandPhone menganggu sesi pertemuan mereka, dan itu bukan dari HandPhone-nya tapi suara dari HandPhone milik Anak didepannya.

"Ah, boleh aku angkat" ucap Sang Hyuk minta izin mengangkat teleponnya.

"Silakan" jawab Taek Woon.

Setelah mendapatkan izin dari Taek Woon untuk mengangkat teleponnya Sang Hyuk berjalan menjauh dari Taek Woon dan mengangkat teleponnya. Tapi, samar-samar dari tempat Sang Hyuk masih dapat terdengar kata-katanya.

"Halo, Hyung?"

"..."

"Sudah, Hyung"

"..."

"Okay, aku akan kesana Hyung"

"..."

"Ne, baiklah, Hyung aku akan berhati-hati"

"..."

"Baiklah, Hyung. aku tutup ne?"

"..."

"Ne, Sampai ketemu Hyung"

Setelah selesai dengan teleponnya, Sang Hyuk langsung berbalik kembali kehadapan Taek Woon dan tersenyum lagi.

"Sayang sekali, pertemuan kita harus berakhir disini. Aku pergi dulu, Taek Woon Hyung" ucap Sang Hyuk yang melewati Taek Woon memasuki halaman sekolah dan berlari secepat yang dia bisa.

Taek Woon yang masih penasaran dengan sosok seorang Hak Yeon membatalkan jemputannya dan ikut berlari mengejar Sang Hyuk yang sudah memasuki koridor sekolah tanpa menunggu dirinya. (Memang siapa yang mau nunggu bang?).

Sang Hyuk yang merasa dirinya diikuti berbelok ke kiri dan terus-menerus berlari tak tentu arah sampai orang yang mengikutinya yaitu Taek Woon harus berhenti mengambil nafas dan memperhatikan Sang Hyuk yang berbelok ke kanan yang menurutnya tidak ada jalan disana selain koridor yang kosong dan juga karena tidak ada ruangan apapun disana dan koridor itu sangatlah panjang. Setelah mengatur nafasnya kembali Taek Woon mengejar Sang Hyuk lagi. Tapi, saat dia berbelok ke arah yang sama dengan Sang Hyuk namun, dirinya tidak melihat Sang Hyuk yang sedang berlari disana yang ada hanyalah koridor kosong dan sunyi.

.

.

.

.

.

.

Sementara itu ditempat lain seseorang sedang melihat keluar sekolah dari jendela ruangannya yang memiliki banyak dokumen-dokumen penting. Dia melihat Sang Hyuk berada didepan pagar saat dirinya ingin melepon Sang Hyuk pandangannya tertuju pada seseorang yang berjalan kearah Sang Hyuk. Entah apa yang mereka bicarakan seseorang itu bisa menebak bahwa orang yang menuju Sang Hyuk adalah Taek Woon yang entah kenapa sepertinya terdiam agak lama dan beberapa saat kemudian mereka berjabat tangan dan dia melihat Sang Hyuk yang tiba-tiba saja menarik tangan Taek Woon dan membisikkan sesuatu kepada Taek Woon. Dan dia tersenyum kearah mereka walau mereka tidak dapat melihatnya.

Akhirnya dia menelepon Sang Hyuk dan masih tetap memperhatikan mereka berdua. Dia melihat Adiknya Sang Hyuk seperti meminta izin untuk mengangkat teleponnya dan sedikit menjauh dari Taek Woon. Setelah dirasanya seseorang yang diteleponnya mengangkat dan menjawab panggilannya dia pun mulai berbicara.

"..."

"Halo, hyukie, kau sudah sampai?"

"..."

"Datanglah ke ruanganku"

"..."

"Aku tahu kau sedang berbicara dengan Taek Woon. Tapi, sebelum kau datang masuk ke ruanganku pastikan tidak ada yang mengikutimu"

"..."

"Kalau kamu masih diikutinya beloklah ke koridor kiri setelah perempatan disana sudah Hyung siapkan seseorang yang akan menggantikanmu, Hyukkie"

"..."

"Berhati-hatilah"

"..."

Dan seperti yang sudah diduga oleh dirinya Taek Woon akan mengejar dan mengikuti Sang Hyuk.

Tidak lama setelah dia memberitahukan Sang Hyuk tentang itu. Sang Hyuk sudah tiba diruangannya. Dan disambut dengan senyum dibibirnya saat dilihatnya Sang Hyuk sudah berada diruangannya.

"Selamat datang Hyukkie" ucapnya tersenyum.

"Ne, Hak Yeon Hyung" jawab Sang Hyuk dengan senyum berkembang dibibirnya.

.

.

.

.

.

.

Sementara itu Taek Woon yang bingung dengan hilangnya Sang Hyuk ditempat tadi mencoba mencarinya lagi diberbagai tempat.

"Aahh... Sial...!"

Sudah 1 jam Taek Woon mencari Sang Hyuk tapi, dia tidak menemukan Sang Hyuk diberbagai tempat maupun dikoridor manapun. Taek Woon sepertinya agak kesal dengan hasil pencariannya akhirnya memilih pulang dengan taksi yang baru saja lewat didepannya.

'Kemana perginya dia?' Pikirnya didalam taksi menuju kediaman Jung.

Sehilangan jejak seseorang, baru pertama kali dalam hidupnya Taek Woon bagaimana bisa dia menghilang dalam sekejap mata?.

'Kelihatannya Sang Hyuk memiliki kecepatan dalam berlari.' Pikirnya lagi

Dan entah apa yang dipikirkannya sebuah senyuman evil terukir diwajahnya dan sepertinya Taek Woon sudah merencanakan sesuatu sebelum dia dapat kehilangan jejak seseorang seperti Sang Hyuk lagi dan mungkin juga kakaknya.

Merasa aneh dengan penumpangnya dibelakangnya supir taksi pun melihat dari kaca kecil diatasnya, saat dilihatnya senyuman yang terkesan menyeramkan itu dari sang penumpang seketika supir taksi tersebut jadi merinding sendiri dengan seseorang yang didalam taksinya itu.

(Author juga jadi merinding membayangkannya.)

.

.

.

.

.

.

Hak Yeon dan Sang Hyuk sedang menikmati waktu mereka dengan santai sambil meminum teh yang sudah tersediakan disana, sampai sebuah bunyi telepon menggangu waktu mereka bersama.

Hak Yeon pun berdiri dan berjalan menuju mejanya yang terdapat banyak buku dan dokumen-dokumen penting.

"Halo, Eomma"

"Halo, Yeonnie sayang... Mana Hyukkie?" Tanya Eomma-nya to do point

" Kapan kalian pulang? Jangan terlalu lama disana, Eomma sudah kangen dengan Hyukkie..." lanjutnya sepertinya merajut diakhir kata.

" Ne, Eomma, Hyukkie ada bersama ku, jangan khwatir kami tidak akan lama disini." Jawab Hak Yeon dari panggilan Eomma-nya.

Sang Hyuk yang merasa nama-nya disebut pun berdiri dan berjalan menuju Hak Yeon. Hak Yeon yang menyadari Sang Hyuk sang adik berada disamping-nya memberikan telepon itu ke Sang Hyuk.

"Eomma.. Hyukkie juga kangen Eomma, kami akan pulang secepatnya" ucap Hyukkie

"Ne... jangan lama-lama ne, sebentar lagi waktunya makan malam, jadi cepatlah pulang"

"Ya, Eomma, Hyukkie tutup ne?"

"Eomma tunggu"

Setelah telepon ditutup, mau tidak mau mereka harus pulang sebelum Eomma mereka berubah menjadi monster yang mengerikan.

.

.

.

.

.

.

Selama perjalanan menuju rumah, mobil mereka sempat terdiam dilampu merah mungkin sekitar satu atau dua menit sebelum akhirnya berjalan lagi.

Tanpa mereka sadari seseorang dari mobil seberang juga berada dilampu merah yang sama dengan mereka tetapi berbeda jalur.

Taek Woon yang duduk dibagian kanan dibelakang supir yang sedikit bosan menunggu waktu hijau menyala, memalingkan wajahnya kesamping kanannya dan sedikit terkejut dengan apa yang dilihatnya.

'Bukankah itu dia?' Pikirnya.

Sang Hyuk yang tiba-tiba saja merasakan bosan memalingkan wajahnya ke samping kiri-nya dan alangkah terkejutnya dia saat dilihatnya Taek Woon yang berada diseberang jalur dan tersenyum.

.

.

.

.

.

.

Mobil kembali berjalan 5 menit yang lalu tapi Hak Yeon yang memakai kacamata dan sedang membaca dokumen yang dibawakan oleh sang seketaris Min dikantornya tadi, merasa kalau adiknya agak sedikit aneh dan tidak seperti biasanya, Hak Yeon pun bertanya ke sang adik.

"Ada apa Hyukkie? Apakah kau melihat hantu?" Tanya Hak Yeon sedikit bercanda, masih dengan membaca dokumennya. Namun, candaan yang biasa-nya direspon sang adik tidak direspon sama sekali membuat Hak Yeon mengeryitkan keningnya.

" Hyukkie?" Tanya Hak Yeon memalingkan wajahnya ke orang yang disampingnya Sang Hyuk. Merasa namanya dipanggil cepat-cepat Sang Hyuk memalingkan wajahnya untuk menghadap sang kakak.

"T-tidak.. Tidak ada apa-apa kok Hyung" jawab Sang Hyuk sedikit grogi.

Merasa sang adik tidak menjawab dengan jujur, Hak Yeon memasang wajah seriusnya.

"Ada apa Hyukkie?" Tanya Hak Yeon lagi dengan sedikit penekanan disetiap kata-katanya

Sang Hyuk yang dipandang sang Kakak dan mendengar suara kakaknya yang sudah mengeluarkan wajah serius mau tidak mau menjawabnya.

"Tadi... Aku melihat Taek Woon Hyung yang melihat ke arah ku dan..." jawab Sang Hyuk menunduk takut.

" Dan apa?" Potong Hak Yeon

"Dan dia tersenyum" jawab Sang Hyuk takut kakaknya marah.

" Kapan? " Tanya Hak Yeon lagi

"Sekitar 10 menit yang lalu" jawab Sang Hyuk masih dengan menunduk

" Apa? 10 menit yang lalu dan kamu tidak memberitahu Hyung?" Ucap Hak Yeon sedikit emosi, walau sebenarnya dia tidak pernah bisa memarahi Sang Hyuk tapi, ini adalah pertama kalinya Sang Hyuk melihat sang kakak marah padanya.

"Tuan Park bisakah anda memutar jalan? Dan sedikit percepat jalannya?" Tanya Hak Yeon kepada supir yang berada didepannya yang diketahui bermarga Park itu

"Baik, Tuan muda Cha" jawab supir Park

Tanpa pikir panjang Hak Yeon menyuruh supir yang didepannya memutar jalan dan mempercepat jalannya setelah mendengar penuturan sang adik.

Seperti yang sudah diperkirakan Hak Yeon, mobil mereka diikuti oleh Taksi yang ditumpangi oleh Taek Woon. Hampir satu jam mereka diikuti oleh Taek Woon yang tidak menyerah juga, dan Hak Yeon pun melihat jamnya.

Jam 18.45

"Lima belas menit lagi sebelum jam 7" pikirnya

Setelah melihat jamnya Hak Yeon yang merasa tidak enak dengan Eommanya yang sudah menanti dirumah. Meminta supir Park agar lebih cepat.

"Tuan Park tidak bisa lebih cepat lagi?" Tanya Hak Yeon saat dilihatnya taksi itu masih mengikutinya.

"Ini sudah 60 km/jam tuan muda Cha" jawab supir Park

Setelah melihat bahwa mereka cukup jauh dengan taksi tadi Hak Yeon menyuruh supir park menepi dan Sang Hyuk yang berada disamping kakaknay jadi bingung harus berbuat apa.

"Tuan Park menepi sebentar dan gantian denganku, Hyukkie telepon penjaga untuk buka pintunya dan suruh tutup kembali setelah kita masuk" perintah Hak Yeon

Setelah mendengar perintah dan perkataan Hak Yeon, supir Park menepikan mobilnya dan bergantian dengan Hak Yeon yang mengendarai mobilnya. Dan Sang Hyuk yang mendengar perintah kakaknya dengan cepat menelepon penjaga rumah mereka.

Hak Yeon membawa kembali mobilnya ke dalam arus jalanan dan tampa menunggu lama dia menancapkan gasnya hingga 100 km/jam dan membawanya dengan sangat cepat seperti seorang profesional dalam balapan mobil sampai-sampai taksi yang mengikuti mereka tidak terlihat lagi hingga mereka sampai dirumah dengan selamat dan mereka sampai dirumah kurang dari 12 menit dari yang diperkirakan Hak Yeon.

Hak Yeon pun mendesah lega setelah mobil mereka sampai di rumah. Dan Hak Yeon langsung keluar dari mobil untuk memasuki rumah mereka.

Tapi, dirasakannya Sang Hyuk tidak mengikutinya. Dia kembali ke mobil dan melihat Sang Hyuk yang setengah pingsan (?) Atau bisa dibilang setengah mabuk (?) Dan juga melihat sang supir yang berada disampingnya tadi, yang sepertinya juga sudah pingsan dikarenakan sport jantung yang diberikan Hak Yeon tuan muda Cha mereka .

Malam ini sepertinya mereka harus mengurus sang adik yang juga merasakan sport jantung yang diberikan sang kakak.

.

.

.

.

.

.

Taek Woon yang hampir sampai ke arah mereka melihat seseorang keluar dari tempat duduk belakang supir dan bergantian dengan sang supir yang menuju tempat duduk disampingnya.

Mereka hampir sampai tetapi mobil yang diikutinya kembali kedalam arus jalanan dan tanpa menunggu lama mobil itu berlari dengan sangat cepat membuat taksi mereka kaget dan merem mendadak membuat Taek Woon maju kedepan mendadak (bisa bayangin?) dan taksi yang ditumpangi Taek Woon tidak dapat mengikutinya lagi dikarenakan mobil yang mereka ikuti hilang bagai ditelan bumi.

"Shit..." Geram Taek Woon memukul kursi penumpang dan ini kedua kali bagi dirinya kehilangan jejak seseorang yang ingin diketahui sosoknya. Taksi pun kembali berjalan menuju kediaman Jung.

30 menit telah terlewati dan sekarang Taek Woon sudah sampai dirumahnya dan langsung menaiki tangga menuju kamarnya mengabaikan pertanyaan Eommanya dan menghempaskan badannya ditempat tidur. Matanya memandang langit-langit atap kamarnya

"Yeonnie... Kamu dimana?" Gumamnya dan menutup matanya

Berharap pertanyaannya terjawabkan, tanpa menunggu lama Taek Woon langsung terlelap ke dalam alam minpinya.

.

.

.

.

.

.

Keesokan paginya Hak Yeon bangun seperti biasanya lebih awal dari orangtuanya maupun sang adik. Dan membersihkan dirinya setelahnya dia berpakaian dan menuju kantor kecil yang berada disamping kamarnya.

Memeriksa semua dokumen yang belum selesai dia baca dan hampir satu jam Hak Yeon berkutat dengan semua dokumen-dokumen yang sudah dilimpahkan ke dirinya saat dirinya memasuki umur 15. Masa-masa sulit saat memimpin perusahan yang besar seorang diri itu semua sudah dia lewati dengan sangat mudah mengingat saat sang ayah yang mengajarinya menjadi pemimpin yang baik dan bijaksana yang tidak memandang status maupun martabat dan selalu melakukan kerja sama yang baik dengan sang pemimpin perusahan lain dan dia terkenal dengan senyum khasnya saat selesai melakukan meeting dengan sukses.

Tanpa Hak Yeon sadari sang adik sudah bersandar diambang pintu menggelengkan kepalanya kepada Hak Yeon yang tidak menyadari keberadaannya sedikit saja ketika Hak Yeon sedang bekerja dengan serius sampai melupakan waktu-nya untuk pergi ke sekolah.

"Ehem... " Batuk Sang Hyuk

"Ah, Hay Hyukkie kau sudah bangun ternyata" ucap Hak Yeon yang baru tersadarkan oleh batuk Sang Hyuk tanpa melihat pada sang adik.

"Tentu saja aku sudah bangun, memang Hyung kira ini sudah jam berapa?" Tanya Sang Hyuk

"Tentu saja Hyung tahu jam 06.30 menit" jawab Hak Yeon merapikan berkas-berkas yang baru saja selesai dibaca dan ditandatanganinya dan tangannya bergerak menelepon seketaris Min untuk mengambil berkas-berkas yang sudah selesai dibacanya diatas meja.

"Baiklah, mari kita pergi. Biar Hyung yang mengantar, supir Park sepertinya masih sakit." ucap Hak Yeon bangkit berdiri dari duduknya.

"dan itu karena Hyung" lanjut Sang Hyuk mengoda kakaknya dan berlari meninggalkan Hak Yeon menurun tangan dengan cepat.

"Yak, Hyukkie..!" Teriak Hak Yeon yang juga menanggapi candaan adiknya itu tersenyum kearah pintu dimana adiknya tadi berdiri dan itu memang kenyataannya karena kemarin mereka diikuti jadi mau tidak mau Hak Yeon yang mengantikan supir Park agar cepat sampai dirumah.

.

.

.

.

.

.

Selama perjalanan ke sekolahnya Sang Hyuk terus bercerita tentang sekolahnya di LA berbagai kejadian diceritakannya dengan rinci sampai mereka tiba disekolah Sang Hyuk.

Hak Yeon yang mendengar semua cerita adiknya tertawa namun juga tersenyum menampilkan senyuman khas dirinya. Sang Hyuk terlihat sangat senang ketika Hak Yeon meresponnya juga dengan tawaan dan senyuman.

Sang Hyuk bersekolah di Ho Rin junior High School, sekolah yang mementingkan nilai akademik dan juga meningkatkan prestasi siswa dengan berbagai kegiatan yang sudah disiapkan disana.

Setelah sampai disekolahnya Sang Hyuk turun dari mobil dan pamit masuk ke dalam sekolahnya meninggalkan Hak Yeon yang tersenyum manis disana dan menjalankan mobilnya menuju sekolahnya.

.

.

.

.

.

.

Tidak terasa hari ujian penentuan kelas ke dua sebentar lagi akan dimulai dan mereka harus berlomba-lomba dalam ujian kali ini karena sepertinya ujian kali ini tidak seperti saat mereka pertama kali masuk di StarLight Academy.

Sementara itu Taek Woon yang merasa dia harus lebih mengenal siapa lawannya yang bernama Cha Hak Yeon itu karena sebentar lagi ujian penetuan kelas kedua akan dimulai akhir bulan november itu berarti seminggu lagi mereka akan mengikuti ujiannya.

Tapi, ada yang membuatnya kepikiran, apa yang membuatnya kepikiran? Itu adalah sosok yang selama beberapa bulan ini mengangu pikirannya. Ya dia adalah Cha Hak Yeon orang yang tidak dia tahu sosoknya itu belum menampakkan batang hidungnya sedikit pun selama dia disini.

Tapi, Taek Woon sepertinya lebih mementingkan melawan rivalnya dari pada mencari Yeonnie bocah yang berjanji dengannya waktu mereka di kediaman Lee.

.

.

.

.

.

.

TBC or END

Ma'af baru update sekarang...

Itu karena laptop dipakai kakak saya selama seminggu jadi baru sekarang deh updatenya.

Terimakasih yang sudah review dan menunggu

Kamshamida

Arigatou

Xie xie

Danke

Grazie