Disclaimer: Naruto by masashi Kishinamoto

Pair: Naruto x ?

Genre: Fantasy, Adventure

Rate: T

Warning: Typo, Oc, Ooc dan lain sebagainya

Summary: Naruto adalah seorang petualang dan pemilik seribu wajah yang memiliki banyak julukan seperti 'pembantai monster','pembunuh sejati' dan lain sebagainya tapi dia memanggil dirinya sendiri dengan julukan Green Reaper, bagaimanakah kisahnya sebelum dia menjadi orang paling dikagumi dan ditakuti di seluruh benua ini?

Note: Fic ini terispirasi dari manga gunota no mahou isekai tensei kalo yang mau tau kelanjutannya baca aja di manganya

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

CHAPTER 3

HAND TO HAND

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

ANTAH BERANTAH

Kini di sebuah ruangan gelap yang cukup sempit terlihatlah sepasang bayangan hitam dari 2 orang pria yang saling bicara

"jadi bagaimana pekerjaanmu, Koutarou?" tanya salah seorang diantara mereka yang lebih pendek 1 kepala dari yang satunya yang sedang memakai setelan tuxedo hitam berbalut jaket kulit dan juga topeng putih yang menggantung di samping wajahnya, memiliki iris kuning keemasan dan juga surai biru muda, dan juga perawakan yang manis sehingga akan membuat para pria yang melihatnya jadi jatuh hati karena parasnya yang imut.

"ha'i, saya sudah melakukan yang anda katakan, dan begitu juga dengan Assassin" katanya sambil membungkuk. Dan dia adalah orang yang sama yang dihadapi Naruto di dalam mimpinya yang memperkenalkan dirinya sebagai seorang Suzuki Bondo

"sangat disayangkan tentang kenyataan kalau Assassin mengambil keputusannya dengan terburu buru. Tapi hanya untuk memastikan, apa orang ini pantas?" tanyanya sambil memegang segelas whisky dingin di tangan kanannya

"ah tidak perlu khawatir tuanku, aku sudah bertarung dengannya sekali dan dia berhasil memojokkanku tanpa luka berarti, meskipun jika aku menggunakan Rewrite maka semuanya akan langsung berakhir, tapi harus aku akui dia hebat karena bisa memojokkanku" jelasnya panjang lebar sambil mencoba menghentikan pendarahan di tangannya.

"jadi begitu ya" katanya sambil meneguk whisky yang ada di gelasnya.

"aaaah berbanggalah saudaraku karena sebentar lagi dia pasti akan datang" Lanjutnya setelah meneguk habis isi gelas itu dan kemudian membuat posisi bersulang dengan mengangkat gelasnyanya hingga posisi gelas itu lebih tinggi dari mulutnya.

prank

"hii, ha haha HAHAHAHAHAHA, HAHAHAHAHAHAA" Tapi kemudian diapun langsung melemparkan gelas itu kelantai dan tertawa dengan gilanya

"HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA!"

.

LADILAKE

06.52

"Akame, letakan semua kotak itu di gudang, Shina bantu aku mencuci piringnya dan Nanami jangan hanya bengong saja sapu lantainya!"(Naruto)

"HA-HA'I"(Nanami)

"sip"(Akame)

"hm"(Shina)

Kini disebuah bangunan di pinggiran jalanan ibukota pemeran utama kita Naruto sedang sibuk dengan urusan bisnisnya. Dan seperti biasa sebelum restorannya dibuka dia akan melakukan persiapan. Seperti mencuci piring, mengelap meja, membersihkan lantai dan lain sebagainya yang tentunya dibantu oleh ketiga waitressnya.

Ini semua juga demi persiapan karena ramainya pengunjung yang selalu datang ke tempat ini.

Haah setelah semuanya beres sepertinya sekaranglah waktunya membuka restoran. Shiina juga baru saja meletakan semua bangku khusus 2 orang di luar, jadi aku rasa semuanya sudah hampir selesai dan lagi jam tanganku juga menunjukan pukul 06.59.

Dan dengan begitu akupun membalikkan tanda di pintu dan mengeluarkan papan menu sehingga para pengunjung bisa langsung tahu kalau tempat ini sudah di buka.

"pelayan!"

Yap dan belum ada semenit aku membuka restoran sudah ada pelanggan yang datang. Dan setelah itu akupun menyuruh Akame yang melayaninya sementara aku kembali menenggelamkan diriku di dapur.

Dan yang terjadi selanjutnya adalah sama seperti hari hari sebelumnya yaitu dimana aku terus memasak, menghidangkan, menyajikan dan segala hal lainnya yang berhubungan dengan makanan dari pagi sampai sore.

Tadinya memasak itu hanya aku jadikan sebagai hobi di perjalanan, dengan berbekal panci dan kukusan yang aku beli dari pedagang keliling di sebuah desa tempat aku singgah aku mulai memasak masakan pertamaku yaitu stew.

Tapi sayangnya aku entah mengapa merasakan gejolak di dalam diriku ketika mencampurkan bahan bahan yang ada dan kemudian menjadi sebuah masakan. Hingga akhirnya tanpa aku sadari aku menjadi kecanduan. Mulai dari masakan sederhana sampai yang sedikit rumit seperti pasta dan yang lainnya. Dan lagi dibantu dengan berkat dari Jashin sama aku bahkan bisa mengetahui semua resep masakan yang ada di duniaku sebelumnya.

Dan ya memang faktanya semua masakan itu jauh lebih enak daripada masakan yang ada di dunia ini. Sehingga memberikan ide padaku untuk mendirikan restoran setelah aku sampai.

Tadinya aku hanya iseng iseng saja membuka restoran tapi semua berubah saat kolor hokage keenam habis dilalap api, eh ralat maksudnya setelah aku mencoba membuka restoranku sendiri.

Tadinya yang datang hanya beberapa orang karena mitos yang beredar seputar tempatku berdagang, tapi semuanya berubah saat matahari ada 2, ralat maksudnya semua berubah saat ada pelanggan yang mulai mampir di tempat ini. Kelihatannya dia juga menceritakan pengalamannya saat berkunjung disini pada para kenalannya, dan alhasil setelah itu mulai berdatanganlah para pelanggan baru.

"maaf apa chef di restoran ini ada?" tanya seorang butler dari pintu masuk

"ah, aku disini, ada urusan apa denganku?" kataku sambil menengok dari balik tembok pembatas dapur

"maaf tapi aku kesini ingin mengambil pesanannya Akuto sama, apa sudah selesai?" tanya sedikit ragu ragu

"ah sudah, Akame ambilkan tonk dengan tulisan merah di lantai bawah" kataku sambil sesekali memperhatikan panci dan kukusan yang aku tinggal

"maaf kalau anda tersinggung master, tapi aku ini hanya seorang gadis manusia biasa berusia 18 tahun, bagaimana aku bisa mengangkatnya sendirian?" protesnya dengan wajah datarnya yang rasanya ingin aku lempar dengan sepatu bootku

"kalau begitu mintalah Shiina atau Nanami untuk membantumu, dan setelah itu masukkan saja ke kereta yang dibawa oleh tuan ini" kataku yang kemudian langusung kembali ke dapur mengurusi masakan yang sebelumnya aku tinggal.

Dan sepertinya mereka berhasil karena beberapa menit kemudian aku lihat si pengawal itu langsung menghampiriku ke dapur untuk membayar pesanannya.

Yang sebelumnya dia pesan juga adalah produk dari dunia asalku yang bernama Whisky, aku sengaja membuatnya dalam jumlah besar dan kemudian menawarkannya kepada para bangsawan maupun tuan tanah dengan harga yang pantas segera setelah tempat ini mulai di kenal.

Dan hasilnya adalah seperti yang kalian bayangkan kalau Whisky di tempat ini menajdi sanagat populer di kalangan para bangsawan. Tapi mari lupakan itu sejenak dan kembali ke dunia nyata karena sekarang.

"kerjaanku banyak banget!"

TIMESKIP

17.58

Nah kali ini sama seperti hari hari sebelumnya aku kembali bersantai sebentar setelah menutup restoran. Dengan duduk di bangku yang ada di lantai 2 aku terus memanjakan bagian bawahku sambil terus membaca koran yang tidak sempat aku baca tadi pagi. Dan lagi bagian bawahku mulai nyeri karena di siang hari aku sangat jarang duduk.

Haduuuh capek gua, apa mungkin gua pensiun aja yah?, eh tapi kalo gitu nanti gimana dong sama alibiku di kota ini, alibi kenapa aku bisa punya uang padahal tidak bekerja ataupun alibi apa yang aku lakukan setiap harinya.

Haah tapi tetap saja aku tidak ingin pekerjaanku sebagai pengembara diketahui oleh orang lain. Karena aku tidak tahu kapan seseorang akan menghianatiku dan kapan mereka akan menusukku dari belakang jadi untuk sekarang menyembunyikan identitas sebagai seorang Lu Bu adalah yang terbaik.

Tapi ngomong ngomong soal itu aku jadi teringat mimpi itu, mimpi dimana aku bertemu dengan orang narsis kembarannya James Bone dan pak tua yang langsung memotong tanganku. Kira kira ada apa ya?.

Aku sendiri juga tidak tahu tapi entah kenapa semenjak aku bermimpi seperti itu tangan kiriku yang putus di dalam mimpiku terkadang selalu menunjuk kearah suatu tempat tanpa aku sadari. Dan juga ketika aku tidur setiap malam aku selalu memimpikan hal yang sama.

Sebuah mimpi dimana aku melihat neraka, neraka, neraka, neraka, neraka, neraka, dan neraka. Setiap saat, setiap inci, setiap jengkal dari langkah yang aku ambil hanya akan mengantarkanku pada sebuah neraka. Neraka dimana mayat berserakan, bau bubuk mesiu yang menutupi udara, darah yang membanjiri bumi layaknya lautan, organ organ tubuh manusia yang berserakan dan juga perasaan aneh yang selalu mengatakan "mereka semua hanyalah bagian dari ambisiku yang sempurna" katanya.

Dan juga aku juga selalu melihat seorang pria, seorang pria paruh baya. Dialah yang menciptakan neraka ini, seorang pembunuh yang membunuh semua yang menghalanginya layaknya seorang anak kecil yang menyingkirkan semut yang mengerubungi rotinya. Seorang pria yang selalu berjalan di neraka yang telah ia ciptakan tanpa adanya rasa penyesalan ataupun kegembiraan di wajahnya. Seorang pria yang ketika aku tanya"kenapa kau membunuh mereka?" maka dia hanya akan menjawabnya dengan"ya karena bagian dari pekerjaan jadi mau gimana lagi".

Meskipun dulunya aku adalah seorang mafia, seorang yang lebih banyak dibenci daripada diharapkan. Tapi aku masihlah manusia, aku bahkan enggan membunuh manusia kalau saja keadaannya tidak sedang terdesak. Aku juga dulunya tak jarang menangisi kepergian rekan rekanku yang tewas demi membela keyakinan kami, meskipun selalu aku lakukan di dalam hati. Tapi pada akhirnya aku bukanlah orang yang akan membunuh orang lain dan kemudian langsung melupakan kejadian itu.

"Haah, daripada pusing pusing mungkin sebaiknya aku tidur saja" kataku setelah merasakan kantuk yang menyerang mataku.

.

"Di-dimana ini?" kataku tanpa sadar.

Tadinya aku sedang berada di rumahku dan karena kantuk yang menyerang aku langsung beranjak ke tempat tidur, tapi entah kenapa begitu aku membuka mata aku langsung ada di sini.

Tempat yang sudah sangat tidak asing lagi bagiku, sebuah tempat yang bisa dibilang sebagai neraka di bumi.

Sebuah hamparan padang pasir sejauh mata memandang, dengan buminya yang berwarna merah karena dibanjiri oleh darah manusia, lautan bangkai manusia yang menumpuk layaknya gunung, sekawanan burung bangkai yang saling memperebutkan makanan, dan juga bau anyir yang sangat tidak sedap. Dan dari itu semua yang paling familiar adalah dia.

Ya dia, seorang pria paruh baya yang sedang berdiri disatas tumpukan mayat itu sambil mengisi ulang pistolnya. Atau dengan kata lain orang yang telah menciptakan neraka ini.

Dulu aku pernah berpikir untuk menghajar atau bahkan membunuh pria ini tapi dia selalu berhasil mengalahkanku hanya dalam satu sampai dua kali serangan. Dan semenjak saat itulah aku tidak pernah melakukannya lagi.

"hoi pak tua, apa yang kau lakukan disini?" tanyaku padanya setelah mendekatinya sejauh beberapa langkah

"ah, hanya melakukan pekerjaanku" jawabnya dengan santai sambil menyalakan sepuntung rokok

"pekerjaan macam apa?" tanyaku tanpa mengalihkan pandanganku dari wajahnya

"pekerjaan yang membuat semua orang bahagia" jawabnya tanpa beban

"bagitukah, jadi boleh aku minta rokokmu sebatang?" tanyaku sambil mengarahkan telapak tanganku padanya

"ah ambillah!" katanya sambil menyerahkan sebatang rokok padaku beserta pematiknya. Dan setelah itu akupun langsung meletakkannya di mulutku dan kemudian menyalakannya.

"fuuuh, hoi pak tua sebenarnya apasih pekerjaanmu sampai harus melakukan semua ini?" tanyaku sambil menghisap rokok yang diberikannya padaku

"haaah, sebut saja hobi" katanya dan kemdian membuang puntung rokok yang masih panjang itu

"itu rokok kalo dibuang, apa gak sayang?" tanyaku secara spontan

"tidak, istri dan anakku sudah terlalu sering memarahiku karena terlalu banyak merokok, jadi yang barusan itu adalah rokok terakhirku" katanya sambil menghadap langit

"hoi anak muda, sebenarnya apa tujuan hidupmu?" tanyanya secara tiba tiba

"haah kalau kau tanya tentu ada banyak, aku ingin bertahan hidup, aku ingin punya keluarga bahagia, aku ingin sukses dan lainnya. Intinya terlalu banyak" jawabku dengan jujur

"kalau begitu, pernahkah kau memikirkan tentang orang lain?" tanyanya masih setia menghadapkan wajahnya kearah matahari

"tidak, pandanganku pada orang lain adalah selama aku tidak punya urusan dengan mereka maka aku hanya akan mengatakan "peduli setan sama urusan mereka" karena urusanku juga banyak" jawabku dengan cepat

"hahahaha, benar benar berbeda dariku. Kalau begitu setelah ini mungkin pemikiranmu akan berubah" katanya dan kemudian mengangkat tangannya dan

.

"HAH HAH HAH, asu banget itu si tua bangka, sempet sempetnya dia ngeluarin pisau dari lengan bajunya mana langsung mesuk kepala lagi, aduuuuuh"

Haah gak ngerti dah gua, itu orang maunya apa coba, gak ada hujan gak peristiwa seenaknya aja dia ngelempar tuh piso ke kepalaku.

Tapi entah kenapa kepalaku sekarang mulai sakit dan juga samar samar aku mengingat tangan seseorang yang sedang mencoba memetik mawar yang tertanam di sebuah ladang tandus bekas terjadinya pertempuran. Dan orang itu adalah seorang pria berambut pirang dengan tubuh berlumuran darah, dan orang itu adalah...

"eh!" ya aku sangat terkejut karena ternyata orang itu adalah aku.

Seorang pria dengan tatapan mata sedingin es, dengan tubuh berlumuran darah dari orang yang telah aku bunuh, dan juga rambut pirangku yang mulai memutih, tak lupa senjata sub machine di kedua tanganku.

Sebenarnya apa yang sudah terjadi?.

"AAAAAAAKH KUSO KUSO KUSO, AAAAAAAAKH"

.

Dan setelah aku tenang kini aku sedang berada di kedalaman hutan, kenapa aku ada disini kalian tanya? ya jawabannya karena ingatan lainnya yang tersemat di kepalaku setelah melihat pemandangan mengerihkan itu.

Pak tua itu bilang padaku melalui ingatan itu kalau aku harus mengikuti arah yang dituju oleh tangan kiriku. Ternyata memang benar selama ini kalau ada arti dibalik mimpi itu, tentang terpotongnya tangan kiriku.

Hingga tiba tiba saja ketika aku merasakan bibirku bergetar dengan hebat dan disaat yang bersamaan jugalah aku melihat pemandangan yang sangat aku benci.

Dihadapanku saat ini yang berjarak beberapa puluh meter dari tempatku berdiri terliahtlah 3 orang pengembara yang sedang tertawa dengan girangnya melihat keadaan seorang gadis yang kira kira sama usianya denganku.

Dan sayangnya aku juga bisa mendengarkan pembicaraan mereka dari sini karena indra pendengaranku yang sudah terlatih

"kisama, jadi selama ini kalian hanya memanfaatkanku!"

"haha, maaf nona tapi beginilah cara dunia ini bekerja"

"ada satu hal lagi yang lupa kami beritahu padamu, sebagai seorang pengembara hal pertama yang harus kau ingat adalah jangan percaya pada siapapun"

"hoi, daripada berbasa basi lagi bagaimana kalau kita nikmati pestanya!"

"ya, bener katamu"

"ya, aku setuju denganmu"

"hehehehe"

"ti-tidak, menjauh dariku!"

Sebuah pemandangan dimana mereka yang lebih berpengalaman menghianati mereka yang masih pemula. Aku pasti akan membunuh mereka.

Tapi sebelum tanganku bisa mengambil UZI di sabuk kulitku tiba tiba saja mulutku jadi semakin tak tertahankan hingga akhirnya bergumam tanpa aku sadari

"Gather Ye Roses While Ye May"

Hingga ketika mulutku mengucapkan kata terakhir barulah aku sadar Kalau ada yang tidak wajar.

"Cronos Rose!"

Dan benar saja, karena setelah aku menyelesaikan pengucapannya tiba tiba angin berhenti berhembus, daun yang jatuh berhenti di tengah udara, dan keempat orang yang tadi aku perhatikan berhenti bergerak seakan akan mereka adalah patung.

"jadi kau sudah berhasil menggunakannya ya, meskipun aku tidak berharap kau bisa melakukannya secepat ini" Dan tiba tiba saja aku mendengar suara yang tidak asing dari belakangku

"kau kan-" dan akupun dengan spontan langsung berbalik hingga bisa melihat wujudnya, dan wujud itu adalah wujud yang sama yang telah memotong tangan kiriku sehingga akupun cuma bisa tergagap begitu bertemu dengannya untuk yang kedua kalinya.

"ya ini aku, apa kau masih ingat denganku bocah?" katanya sambil meletakan sebutir peluru perak di mulutnya layaknya sedang menghisap rokok.

"hoi hoi, harusnya yang waktu itu hanyalah mimpi, kenapa kau ada di sini, apa mungkin aku masih bermimpi?"

"haah bukalah matamu lebar lebar bocah, ini bukanlah mimpi dan yang waktu itu juga. Dan dengarlah karena aku tidak akan mengulangi perkataanku dan karena ini adalah pertemuan terakhir kita" katanya dengan nada yang amat serius hingga aku hanya bisa mengangguk untuk menawabnya.

"apa yang terjadi sekarang ini adalah kemampuan baru yang kau miliki setelah memiliki tangan itu, yaitu' tangan kiri si pembunuh', dan menggunakan tangan itu kau bisa memperlambat, mempercepat atau bahkan menghentikan waktu."

"dan kalau aku tidak salah ingat dan kalau kejadian hari itu bukanlah mimpi maka bukankah tangan ini adalah milikmu?" tanyaku sambil memegangi tangan kiri ini sementara aku bisa melihatnya langsung mengangguk.

Ternyata yang waktu itu bukanlah mimpi. Seorang pria berambut putih yang memotong tanganku tanpa peringatan dan kemudian disaat bersamaan juga memotong tangan kirinya secara bersamaan. Jadi memang benar kalau dia yang sudah memotong tanganku dan kemudian langsung menggantinya dengan tangan miliknya.

"hm tapi waktuku hampir habis, bocah ikutilah arah tangan itu pergi dan kau akan selangkah lebih dekat dengan tujuan yang diberikan dewa padamu!" katanya dan kemudian tubuhnya mulai di lapisi oleh cahaya

"tunggu, bagaimana kau bisa tahu tentang dewaku?" tanyaku dengan spontan sebelum seluruh tubuhnya menghilang

"kalau kau ingin mengetahuinya maka temuilah putraku dengan mengikuti arah yang di tunjukan oleh tangan itu, dan waktuku juga sudah habis, jadi semoga berhasil anak muda!" katanya dengan nada yang sangat memilukan dan kemudian lenyap menjadi butiran debu.

"ah benar, aku lupa"

Hingga pada akhirnya akupun kembali pada kenyataan. Dan dengan dual UZI di tanganku akupun langsung menembak sis perut ketiga orang itu dan kemudian yang tentu saja tak terjadi apapun karena aku masih menghentikan waktunya.

"AAAAAAAKH"

"GHAAAAAAAA"

"AAAAAAAAAAAAH"

Dan kemudian akupun melepaskan aliran waktu kuni mereka sudah jatuh ke tanah dengan sebagian besar anggota tubuh dan organ dalam yang berserakan dan juga kesadaran yang masih utuh.

Dan kemudian akupun dengan cepat langusung melompat dari satu dahan ke dahan lain hingga sampai disana dalam waktu kurang dari 10 detik.

"hm, ternyata kalian lemah" kataku dan

"ho-hoi tu-"

slah

slash

slash

akupun lanusung memenggal kepala mereka menggunakan pisau kesayanganku dan kemudian membersihkan pakaianku dari darah mereka.

"ha, ha, ha, si-siapa kau?" sementara gadis yang tadinya berniat aku tolong kini sedang bergetar di tanah dengan tubuh yang masih terikat

"kau tidak perlu tahu siapa aku, sekarang yang perlu kau lakukan hanya harus menutup matamu" kataku dan kemudian langsung memukulnya di tengkuk sehingga membuatnya kehilangan kesadaran.

Selanjutnya akupun memotong semua tali yang ada di tubuhnya dan kemudian meletakannya di atas dahan pohon setinggi 12 meter dari permukaan tanah agar tidak ada hewan buas yang menyerang selagi dia belum bangun, akan sia sia saja aku menolongnya jika dia diserang hewan buas ketika sedang pingsan.

Dan karena sedang terburu buru maka akupun langsung pergi meninggalkannya dengan melompat dari dahan ke dahan.

.

Selama di perjalanan aku kerap bertemu dengan hewan liar atau iblis ata monster atau apapun namanya, tapi mereka semua aku habisi tanpa ada masalah layaknya angin lalu.

Disamping itu jalan yang aku lali untuk sampai ke tempat yang ditunjukan oleh tangan kiriku penuh dengan rintangan, kelokan , tikungan dan juga tanjakan, belumlagi aku harus mendaki lembah, lewati gunung, dengan sungai yang mengalir indah, eh maaf maksudny... ya gitulah.

Dan setelah perjalanan selama ber jam jam kini tiba tiba saja saat aku masih asik berlari kini aku merasakan sesuatu yang hangat dan bercahaya di kulitku.

"oh rupanya matahari sudah mau terbit toh"

Dan ternyata itu berasal dari matahari yang mau terbit. Kampret padahal gua gak ngasi kabar kalo hari ini restoran lagi di tutup sampai besok(mungkin), ya apa boleh buat, mungkin cuma buat hari ini aku bakal ngasi Akame dan yang lainnya hari libur jadi bersenang senanglah kalian bertiga.

Tapi ya berlari semalaman juga lumayan menguras energi, jadi karena aku sudah merasa lapar akupun memutuskan untuk makan diatas dahan pohon, dan menu kali ini adalah sandwich.

"hmmn, kurang micin"

.

10 menit kemudian akupun melanjutkan perjalanan setelah selesai makan. Kali ini aku bergerak lebih cepat daripada sebelumnya, dan juga kelihatannya ada yang mengikutiku sejak aku berangkat.

Sebenarnya aku sudah menyedarinya semenjak matahari terbit tapi aku biarkan karena aku pikir hanya beberapa monster liar tapi sepertinya aku salah. Mahluk ini cukup pintar untuk terus mengikutiku dan mengawasiku tanpa berhenti sedikitpun yang bertarti dia sudah membawa persediaan makanan atau semacamnya.

Dan karena itulah kini aku langsung berhenti berlari dan mengambil AK 107 milikku dan langsung mengarahkannya ke semak semak tempat dia bersembunyi. Dan tanpa ragu akupun melepas pengamannya dan menggerakkan jari telunjukku ke bangian pelatuknya.

"ngungunguuh"

Tapi sepertinya rasa takutku saja yang berlebihan karena yang mengikutiku sebenarnya adalah Emilia.

Eh kalian tidak tahu siapa itu Emilia?, ya dia adalah anak rubah perak berekor 2 yang aku temui sebulan yang lalu. Tadinya dia sempat tinggal denganku selama seminggu tapi karena aku takut banyak pejabat yang mengincarnya jadi aku melepaskannya di alam liar.

Sudah hampir 2 minggu kami tidak bertemu dan sepertinya dia mulai merindukanmu.

"hadeeh, lain kali kalau ingin bertemu denganku langsung saja temui aku jangan sembunyi sembunyi seperti ini, kalau beginikan aku tidak tahu kau itu musuh atau bukan" dan akupun langsung memarahinya semantara dia yang dimarahi hanya menundukan kepala dan dengan sabar mendengarkan khotbah singkat ini.

.

Pada akhirnya akupun berhenti memarahi Emilia dan kembali melanjutkan perjalanan kami.

Aku berlari dengan cukup cepat tapi dia bisa mengimbangiku, sepertinya banyak yang terjadi selama kami tidak bertemu.

Setelah selesai menghayal akupun terus melanjutkan perjalananku hingga akhirnya tangan kiriku menunjuk ke arah sebuah gua. Gua itu tepat berada di dalam air terjun. Dan kalau kalian juga bertanya kenapa aku bisa mengetahuinya karena cerita kayak "gua di balik air terjun" itu udah terlalu mainstream, seenggaknya kalo jadi author itu yg kereaktif dikit napa.

(berisik!, lo kira nulis naskah itu gampang?)

Oke balik ke dunia nyata. Setelah menetapkan tujuan akupun menyuruh Emilia untuk menunggu sementara aku akan masuk ke air terjun.

Tapi sayangnya dia tidak mau dan ngotot buat ikut. Dan akhirnya akupun berhasil membujuknya setelah memberikan beberapa potong daging asap untuk dia makan. Jadi pada akhirnya akupun bisa pergi sendirian ketempat semua ini bermula.

.

Ketika berada di dalam gua yang aku temukan hanyalah setumpukan batu, prasasti patung yang sudah setengah hancur dan juga sarang laba laba.

"ini tempat jorok amat, manasih yang punya males banget buat bersihin!"

(goblok, lo kira ini rumah bapak elo apa?)

Tapi ya namanya juga gua. Jadi dengan begitu akupun terus mengikuti arah yang ditunjukan oleh tangan kiriku hingga akhirnya aku sampai di hadapan sebuah patung batu. Disana terdapat patung seorang pria yang sedang mengenakan sebuah jubah dan posisi kedua tangan seperti memegang sesuatu tapi tidak apapun di genggamannya.

Karena aku tidak mengerti akupun mencari cari sesuatu yang bisa memberikanku petunjuk dan akupun menemukannya.

Tidak jauh dari patung itu terdapat sebuah prasati batu, coba lihat apa yang tertulis.

"ei, zwei crust. Eh ASEEEEEEEEM ini bukan bahasa Jepang tapi bahasa Rusia"

Oke oke, tenang untungnya karena berkat dari Jashin sama aku juga bisa memecahkan bahasa ini dan menerjemahkannya ke bahasa jepang, karena terkadang beberapa komponen dari cetak biru tidak menggunakan bahasa Jepang karena mereka di ciptakan di negara yang berbeda jadi jangan heran kalau aku juga punya fungsi penerjemah di mata dan otakku.

kemudian akupun langsung menerjemahkannya dan mendapatkan hasil yang konkrit lagikan jelas, dan prasasti itu berisi

"kalau ada yang membaca prasasti ini maka itu berarti kalian adalah orang terpilih, ya terserahlah peduli amat gua. Tapi yang penting kalau kalian ingin cepat keluar dari sini atau menyelesaikan urusan kalian atau kembali ke bawah selimut kalian atau apapun itu aku tidak peduli pokoknya cepat angkat kaki saja dari tempat ini! maka ambillah 2 buah pedang atau mungkin pisau atau belati atau seperti apapun kalian menyebutnya yang ada di balik prasasti dan letakan di tangan patung itu. Tertanda: pahlawan kebenaran"

Oke ini cuma gua atau emang yang nulis nih prasasti bener bener gak niat?. Ah tapi peduli setan ama niat dia, pokoknya tuh orang dah mampus dan gak bakal balik lagi, jadi sekarang waktunya mengambil pisau dapur yang ada di balik prasasti ini.

"satu, dua, tigaaaaaaa!"

Uuuuuugh, kampret ini batu berat banget gak kuat gua.

"gah, aha hah hah hah hah hah asem hah ini batu hah berat banget hah hah siah!"

Shiit itu orang gimana coba cara dia ngangkat ini batu sedangkan aku saja yang mengangkatnya batu ini tidak bergerak sejengkalpun.

praash

Eh, ada apa ini?, tiba tiba saja tanganku tanpa sengaja menyentuh permukaan berpasir yang ada di ujung prasasti dan aku menemukan tulisan kecil disana. Hm kelihatannya ada yang aku lewatkan, coba aku baca

"pesan singkat: kalau kalian membaca ini maka saya akan katakan sebuah pesan tambahan yaitu: lol maksud gua bukan ngangkat pake tangan tapi tekan tombol yang ada di samping batu ini. bwahahahahahaha emang enak disuruh mindahin batu seberat gunung, makanya kalo ngapa ngapain itu pake otak jangan pake otot tulul."

"SEMPRUL BILANG DARI TADI KENAPA?!"

Asu, itu orang bener bener asu!, berani beraninya gia ngerjain gua, awas aja kalo sampa kita jumpa bakalan gua piting itu orang ampe mampus, liat aja.

.

"ASEM"

"hm kayaknya aku sedang terserang flu"

(edan, bersin kok bilang asem)

.

Setelah menyelesaikan marah marah gak jelasku akupun akhirnya menemukan tombol batu di sekitar situ dan setelah aku menekannya prasati itupun langsung terbelah dan dibaliknya aku bisa melihat sepasang pedang pendek dengan corak hitam dan putih(kanshou dan byakuya).

Dan setelah itu akupun langsung memasukkannya pada lubang di tangan patung itu.

grrrrak

Tapi tiba tiba saja patung itu mulai bergerak, aku melihatnya mengangkat tangannya keatas dan kemudian-

slash

"AAAAAAAAAAAAKH"

kuso, jangan, jangan lagi!. Waktu itu pak tua Assassin itu sudah memotong tangan kiriku, dan sekarang patung sialan ini amalh memotong tangan kananku.

"kuso, sebenarnya apasih yang kalian inginkan?"

Tapi tak lama setelahnya akupun langusung kehilangan kesadaranku.

.

.

.

"haduuuuh, tanganku!"

Adududuh kelihatannya aku sudah sadar. Ah dimana aku?.

Ah iya aku lupa, sekarang aku sedang berada di gua bawah tanah dan baru saja tangan kananku putus karena pembuat prasti sialan itu. Haduuuh tapi anehnya aku tetap bisa merasakan tanganku, apa jangan jangan!.

"yap, seperti yang terjadi sebelumnya"

Seperti yang aku duga kalau tangan kananku yang putuspun masih utuh, tapi aku tidak tahu tangan siapa yang aku pakai kali ini. Hingga aku mengalami kejadian yang sama seperti sebelumnya, yaitu mulutku bergetar seakan akan mau mengatakan sesuatu. Dan karena aku sudah tahu apa yang terjadi akupun membiarkan mulutku mengatakannya.

"I am the bone of my sword"

"steel is my body and fire is my blood"

"i have create over a thousand blade"

"unknow to death"

"nor know to life"

"have wishtood pain to create many weapon"

"yet those hand will never hold anything"

"so as i pray"

"UNLIMITED BLADE WORKS!"

WHUUUUUUUUUSH

"hah?"

Ya, ternyata yang satu ini tidak seperti yang aku bayangkan. Karena berbeda dengan yang sebelumnya kalau mantranya sangatlah singkat, mantra yang satu ini sangatlah panjang. Dan lagi efek yang diberikan juga amatlah berbeda.

Jika tadinya mantra yang aku ucapkan adalah untuk menggunakan sihir "Chronos rose" yang berfungsi untuk menghentikan waktu, maka yang satu ini jauh berbeda. Saat ini di hadapan mataku terbentang sebuah padang pasir maha luas denga ratusan, ribuan, jutaan bahkan milyaran pedang berbagai jenis yang tertancap memenuhi buminya, dan begitu juga dengan langitnya. Sebuah dunia dimana langitnya sama sekali tidak diisi dengan awan, bulan maupun bintang tapi roda gerigi. Bukan hanya ratusan tapi ribuan atau bahkan jutaan roda gerigi berwarna kuning keemasan dari berbagai ukuran yang terus berputar dan terhubung Satu sama lain layaknya sebuah mesin jam yang tidak akan pernah berhenti.

Dan ketika aku melihat sebuah bukit,disana jugalah aku melihatnya, seorang yang sangat mirip dengan orang tua bernama Assassin yang juga telah memotong tangan kiriku.

"hm kelihatannya kau cukup kuat untuk bisa sampai sejauh ini nak" katanya yang masih duduk diatas sebuah bangku besi sambil mengayunkan kakinya seperti seorang anak anak yang duduk di taman bermain menunggu jemputan dari orangtuanya.

"langsung saja ke intinya, jadi apa hubunganmu dengan Emiya Assassin?" kataku dengan nada kritis

"hubungan kami ya?, hm bisa dibilang kalau dia adalah ayahku" jawabnya dengan sangat santai tapi dilengkapi dengan ekspresi yang sangat sok.

Ini orang ekspresinya sombong banget, jadi gregetan sendiri gua pengen ngelempar dia pake sepatu bootku.

Dan setelah melewati sesi menjengkelkan itu akhirnya diapun mulai menjelaskan tantang dirinya dan juga tujannya selama ini.

.

Kini di sebuah ruangan yang aat gelap dengan sebatang lilin sebagai pencahayaannya terlihatlah 2 orang saling berbicara

"jadi bagaimana Koutaru, apa persiapannya sudah selesai?" tanya salah satunya yang lebih pendek sambil berdiri membelakangi yang lainnya

"anda tenang saja tuanku, semuanya sudah aku siapkan dan bisa di pastikan kalau dia pasti akan mengerjakannya dengan benar" jawab seorang pria bernama Koutaru sambil membungkuk hormat.

"begitu kah?, kalau begitu apa dia sudah sampai disini sekarang?" tanyanya sambil terus mempertahankan posisinya

"ya tuanku, sekarang ini harusnya dia sudah sampai"

"kalau begitu suruh dia masuk!"

"ha'i"

"hei, masuklah tuanku sudah memanggilmu" kata Koutarou sehingga tak lama kemudian dari balik pintu masuklah seorang pria berjubah hitam yang sudah tak layak pakai, dengan topeng tengkorak yang menutupi wajahnya dan juga tangan kanan yang lebih panjang dari tangan kirinya(True Assassin dari fate heaven feel).

"ada apa anda memanggilku tuan?" tanyanya dengan nada monoton

"hanya untuk meyakinkanku apa benar kau orang yang dimaksud oleh Koutarou?" tanya si pria kecil itu

"ya itu memang benar tuanku" jawabnya dengan nada yang sama

"kalau begitu baiklah, aku juga tak merasakan kebohongan dari perkataanmu. Dan koutaru, kau yang bertanggung jawab atasnya dan kau jugalah yang akan memberitahukan apa saja yang harus dia lakukan, apa kau bermasalah dengan itu?"

"tidak masalah tuanku" katanya dan setelah itu diapun langsung bangkit dan kemudian keluar dari ruangan itu bersamaan dengan orang bertopeng yang tadi dia panggil.

"haaah, sepertinya perjalananmu masih sangat panjang ya, bocah"

.

Saat ini aku sedang dalam perjalanan pulang bersama dengan Emilia. Aku sedang berlari melintasi hutan sambil sesekali melihat kesekitar kalau kalau ada mahluk gak jelas yang datang menggangguku.

Eh kalian bertanya soal bagaimana urusanku dengan orang itu? ya sebenarnya urusanku sudah selesai dan setelah dia menceritakan kisah hidupnya akupun langsung keluar dari dunia itu dan memiliki ingatan untuk menyeret orang masuk ke dunia itu juga.

Nama sihir itu adalah Unlimited Blade Works yaitu adala sebuah sihir yang mampu menyeret orang orang di sekitar untuk masuk ke dalam reality marble milik kita. Reality marble sendiri adalah sejenis dunia yang terbentuk di dalam pemikiran seseorang yang memiliki eksistensi tersendiri dan terpisah dari dunia nyata, dengan kata lain itu adalah dunia pribadi buatan seseorang.

Dunia ini bukanlah dunia ilusi ataupun dunia khayalan sehingga semua luka yang kita terima ketika berada di sana juga akan ikut ketika kita kembali ke dunia nyata. Reality marvle juga adalah sebuah dunia yang menyimpang dari dunia nyata dan memiliki aturannya sendiri sehingga kalau kita mau kita bisa saja menciptakan sebuah reality marble dengan konsep dunia setelah kehancuran, tapi hal itu jugalah yang menjadi kelemahannya karena reality marble hanya bisa memuat 1 jenis konsep saja seperti milikku yang memuat konsep 'pedang' dan menghasilkan sebuah dunia yang dipenuhi oelh pedang. Tapi disisi lain reality marble sendiri adalah sebuah sihir yang hanya bisa di dapat melalui berkat dewa-dewi atau penelitian selama bertahun, berpuluh atau bahkan beratus tahun lamanya.

Dan biasanya reality marble itu adalah sihir yang menggambarkan betapa hebatnya si pemilik karena berhasil mendapatkan dunia miliknya sendiri setelah usaha yang sangat keras, tapi milikku jauh berbeda dari konsep itu. Reality marbleku ini adalah sebuah dunia yang menggambarkan betapa rusaknya mental, jiwa dan pikiran pemilik terdahulunya.

Dan kalau kalian tanya siapa pemulik terdahulunya maka kalau aku jawab kalian semua pasti akan kaget. Ya pemilik terdahulu dari dunia buatan ini adalah seorang legenda bernama Emiya Archer atau yang lebih sering dikenal dengan gelar raja iblis keempat. Ya aku sama sekali tidak bohong, karena tadi orang itu sendirilah yang mengungkapkan identitasnya.

Dan kalau apa yang dikatakannya memang benar maka itu berarti Emiya Assassin adalah ayah dari raja iblis dan pasti si kembarannya James Bone itu ada hubungan dengan semua ini. Tapi kenapa, pertanyaannya adalah kenapa diantara semua orang akulah yang dipilih?, tapi bagian itu nanti saja dipikirkannya, sekarang sebaiknya aku pulang kalau tidak pasti akan ada yang curiga.

Dan ngomong ngomong soal raja iblis, sekarang normalnya aku pasti sudah ehilangan kedua tanganku tapi berkat ayah dan anak Emiya sekarang kedua tanganku yang putus telah digantikan menjadi tangan kiri sang pembunuh dan tangan kanan sang penyelamat.

Ya aku sendiri bingung, padahal diaitu adalah seorang raja iblis tapi dia menyebut dirinya sendiri sebagai seorang penyelamat. Tapi mungkin dia hanya sedikit gila saja, mengingat kalau reality marblenya saja sudah seperti itu.

Tapi tanpa Naruto sadari ada segerombolan bayangan dari orang orang yang mengikutinya dari jarak 2 km dan semuanya memakai jubah serba hitam.

.

SOMEONE POV

"Hm, dimana ini?"

Eh tunggu, kenapa ini?, kenapa begitu aku bangun aku sudah berada di dalam hutan?.

"KYAAAAAAAA!"

Kenapa, kenapa bisa ada mayat disini?. Tenang, tetaplah tenang Kuroko. Ingat!, cepat ingatlah apa yang terjadi tadi malam!.

Ah akhirnya aku ingat. Tadi malam mereka semua menjebakku dan mencoba memperkosaku, tapi beruntung ada orang yang menyelamatkanku dan langsung membunuh mereka.

Tapi orang itu siapa ya dia?. Kalau tidak salah kemarin dia menggunakan jubah serba hijau dengan pelindung kulit berwarna hitam di perutnya dan juga topeng yang aneh.

Tapi meskipun begitu mungkin sekarang aku harus kembali ke perserikatan terlebih dahulu dan menanyakannya pada Scatach san.

.

Ah maaf aku lupa memperkenalkan diriku ya, namaku Kuroko, aku adalah seorang pengembara rank F yang baru saja memulai karirku sekitar seminggu yang lalu.

Aku terlahir dari keluarga yang sederhana, ibuku adalah seorang pedagang sementara ayahku sibuk mengurusi peternakan setiap hari. Aku dibesarkan bersama ketiga kakakku dan aku merupakan anak termuda di keluarga ini.

Setelah menginjak usia 14 tahun aku memutuskan untuk berlatih fisik bersama dengan kakakku dengan harapan bisa di terima sebagai seorang prajurit seperti kakak pertamaku. Tapi sayang aku gagal dalam ujian terakhir dan tidak berhasil mengejar kakak ke tigaku yang ternyata berhasil lulus.

Alhasil karena frustasi akupun mengambil jalan untuk menjadi seorang pengembara agar bisa terus bertarung dan mungkin bisa naik peringkat A dan kemudian menunjukan pada kakak kakakku kalau aku juga bisa menjadi lebih kuat.

Tapi ternyata jalan menjadi seorang pengembara tidak semuadah yang aku bayangkan karena aku baru saja dikhianati oleh rekan setimku dan hampir saja tamat kalau kalau tidak ada yang menolongku waktu itu.

Ah tanpa terasa sekarang aku sudah sampai di depan bangunan perserikatan. Setelah menyadarinya akupun langusung masuk, dan hal pertama yang aku cari begitu masuk adalah meja resepsionis tempat scatach ne san selalu duduk. Dan setelah mengedarkan mataku ke berbagai arah akhirnya aku menemukannya.

.

Hm, seperti biasa hari ini sangatlah indah, sampai-

"hueeeeee, Scatach nee san akhirnya aku bisa bertemu denganmu huuuu" adik manisku datang menghampiriku dengan berlari sambil menangis. Tapi aku bingung kenapa dia bisa menangis seperti ini, biasanya dia adalah orang yang sangat tegar. Mungkin akan coba aku tanyakan saja.

"ah iya aku ada di sini, tapi kenapa kau menangis coba ceritakan pada one chan" kataku mencoba menenagkannya sementara dia hanya bisa menjawabnya dengan mengangguk dan kemudian mulai bercerita.

.

"Kuroko chan, cepat katakan pada one chan siapa yang berani melakukannya padamu?" kata Scatach san dengan hawa membunuh. Saat ini aku sedang berada di ruang istirahat perserikatan dengan Scatach yang sedang mendengar keluh kesalku, tapi saat aku masih sampai di pertengahan cerita dia langsung jadi seperti ini.

"e-eto, tenang lah one chan, jangan menyela perkataanku!" kataku tanpa sadar mulai berteriak padanya

"ah, maaf!"

"nah, yang mau aku ceritakan selanjutnya adalah sebelum itu terjadi ada seseorang yang menolongku"(Kuroko)

"menolongmu?, apa kau kenal dengannya?"(Scatach)

"tidak, tapi dia memakai peralatan berwarna serba hijau dan juga kacamata tebal yang agak aneh"(Kuroko)

"kacamata dan juga peralatan serba hijau, eh tunggu jangan jangan itu adalah Lu Bu" kata Scatach san dengan sedikit tersentak

"Lu Bu, siapa itu?, baru kali ini aku mendengar nama orang seperti itu" tanya karena penasaran. Seingatku selama seminggu terakhir aku mendaftar sebagai pengembara baru kali ini aku mendengar nama orang seperti itu

"ya tidak heran kalau kau baru pertama mendengarnya, dia adalah pengembara yang datang dari kota yang jauh dan pindah kesini sekitar 4 bulan yang lalu"

"ooh, jadi begitu, jadi apa kau punya informasi lain tentangnya Scatach ne?"

"hm ya, kalau informasi bahkan kamipun tidak terlalu tahu banyak, yang kami tahu adalah kalau dia berasal dari kota Zakkaria dan juga dia adalah seorang pengembara rank A"

"eh, tunggu dulu Scatach nee, apa kau tidak salah bilang kalau dia adalah pengembara ber-rank A?"

"ya tentu saja"

"tapi bagaimana orang sehebat dia bisa lolos dari jangkauan politik untuk tidak bergabung dengan kemiliteran?" tanyaku karena merasa penasaran dengan orang ini

"ya kalau itu aku juga tidak tahu, dia itu orangnya sangatlah misterius"

"misterius?"

"ya karena tidak setiap hari kau bisa melihatnya berada di kota. Ada kalanya hari ini dia berada disini dan di waktu selanjutnya dia tidak akan menunjukan batang hidungnya lagi. Dan lagi setiap kalai dia datang dia pasti akan langsung mengambil setidaknya 5 permintaan rank B-A dan kembali setelah paling tidak menyelesaikan semuanya"

"eh apa dia memang sehebat itu?" tanyaku yang dijawab anggukan yakin oleh Scatach one chan

Ternyata orang yang menolongku kemarin adalah orang yang hebat, dia bahkan bisa membunuh ketiga orang itu dengan menggunakan mantra yang tidak aku ketahui hanya dalam 1 kedipan mata. Ternyata pengembara rank A itu benar benar berbeda dengan pengembara biasa.

Tapi kalau dipikir pikir lagi aku sempat memperhatikan serangannya tadi malam, dia sangat ahli dalam menggunakan pisau karena bisa langsung menghancurkan kepala ketiga orang itu hanya dengan melempar 1 pisau, tapi ketika dia menghancurkan tubuh orang orang itu aku sama sekali tidak melihat adanya pisau yang menancap di tubuh mereka ataupun di sekitar mereka, aku kira karena dia menggunakan pisau dia adalah seorang Assassin. Apa Scatach ne tau sesuatu tentang ini ya?.

"Scatach ne san, apa kau tahu class orang itu?"

"ah ya kalau tidak salah dia punya 3 class"

"tiga?!" teriakku tanpa sengaja karena merasa kaget

"shht"

"ah gomen!" kataku meminta maaf setelah tanpa sadar berteriak

Eh tapi yang benar?, bukan hanyadia seorang pengembara ber-rank A tapi jga punya 3 class. Bagaimana bisa orang sehebat itu bertemu denganku?, sedangkan untuk melihat seorang pengembara dengan dual Class saja itu sudah sangat jarang tapi kali ini tiga!. Class pada umumnya sangat sulit di dapat karena dia hanya akan diakui sebagai Class jika kau benar benar sudah menguasainya, misalnya jika kau benar benar sudah menguasai tehnik memancing maka kau akan mendapat Class Fisherman, dan ketika kau benar benar sudah mahir menggunakan pedang maka kau akan mendapat Class Swordsman sepertiku, dan aku juga penasaran Class seperti apa saja yang dimilkinya.

"jadi class apa saja yang dimilikinya Scatach ne san?"

"class yang dimilikinya adalah Assassin, Huntsman, dan juga Gunslinger"

Eh tunggu apa tadi Scatach ne san baru saja mengatakan Gunslinger?, sebenarnya Class macam apa itu? baru pertama ini aku mendengarnya. Tapi ternyata memang benar dia punya Class Assassin dan aku sedikit terkejut dengan Huntsman, aku kira Class keduanya akan menjadi seperti Shaman atau Mage. Tapi aku masih penasaran dengan Class Gunslinger.

"Scatach ne, baru kali ini aku mendengar Class Gunslinger, sebenarnya itu Class macam apa ya?"

"ah aku sendiri juga tidak tahu karena Class itu di kembangkan olehnya sendiri dan ketika ditanya dia juga tidak mau memberitahukannya padaku. Tapi pernah sekali dia berkata kalau Gunslinger adalah Class penyihir"

"penyihir?"

"ya, dia bilang kalau Class Gunslinger adalah Class penyihir baru yang lebih mengandalkan mantra serangan"

"oh jadi begitu, aku mengerti"

Ternyata dia memang orang yang hebat. Aku harap lain kali bisabertemu dengannya agar bisa berterimakasih. Dan percakapan kamipun kembali dilanjutkan dengan membicarakan hal hal yang kurang berguna sampai salah satu teman Scatach ne memanggilnya untuk gantian.

.

Sementara itu dengan Naruto kini dia sudah sampai di kota ketika malam menjelang. Dia berpisah dengan Emilia ketika sudah mendekati gerbang kota dan kamudian menyelinap dengan cara melompati atap ruamh layaknya seorang ninja dan diakhiri dengan dia yang masuk melalui pintu rahasia.

Dan setelah membereskan peralatannya di gudang bawah tanah diapun akhirnya langsung melemparkan diri ke tempat tidur karena sudah lelah berlari selama sehari semalam.

.

Sementara itu di sisi lain orang orang berjubah hitam yang sejak siang mengikuti Naruto kini sedang berkumpul di atas salah satu atap bangunan. Kali ini mereka sedang berdiam diri jadi jika dihitung maka akan terlihat ada 5 orang yang sedang berkumpul, 2 diantaranya adalah pria kekar berkulit hitam, dengan 1 orang yang sangat tinggi dan kurus, 1 orang dengan postur tubuh yang sedang dan yang terakhir seorang gadis berambut ungu dengan pakaian yang sangat minim, dan mereka semua memiliki 2 kesamaan yaitu topeng tengkorak yang menutupi wajah mereka dan juga memiliki kulit yang gelap.

"senapi tachi, sekarang apa yang harus kita lakukan?" tanya sang anak gadis

"hm, jangan gegabah, bos bilang kita harus tetap tenang dan menunggu perintah darinya setiap kali ingin bertindak" kata salah seorang yang bertubuh kekar

"dan lagi orang itu sudah memiliki 'tangan kanan sang penyelamat dan tangan kiri sang pembunuh', kalaupun kita langusng berhadapan dengannya maka hanya kematian yang akan menunggu kita" kata yang bertubuh ramping membenarkan perkataan yang sebelumnya

"jadi kita disini hanya untuk mengintai saja, senpai?"

""ya""jawab mereka dengan serentak

Dan dengan begitu merekapun terus melanjutkan pengintaian mereka terhadap Naruto.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

NAH HAI SEMUANYA KEMBALI LAGI DENGAN SAYA SHIROU YANG SEKARANG SUDAH SEHAT WAL AFIAT SETELAH BERHADAPAN DENGAN NERAKA SERBA PUTIH YANG DINAMAKAN RUANG PERAWATAN DAN JUGA GIGOLO BERKACAMATA YANG BERNAMA DOKTER.

MULAI DARI SINI SERITA DI FIC INI AKAN LEBIH FOKUS PADA NARUTO SAMPAI CHOCOLA LULUS DARI AKADEMI, DAN LAGI DI CHAP KALI INI SI SUZUKI BONDO ATAU KEMBARANNYA JAMES BONE GAK NONGOL SENDIRIAN, MELAINKAN DITEMANI OLEH ATASANNYA, ADAKAH YANG BISA MENEBAK SIAP ATASANNYA? PASTI TIDAK.

FIC INI AKAN TERUS DI UPDATE SELAMA KALIAN MASIH SETIAP MENSUPPORTNYA DAN SAYA JUGA INGIN MINTA PENDAPAT KALIAN MENGENAI APAKAH NARUTO AKAN MENDAPAT HAREM ATAU CUKUP 1 WANITA SAJA?

DAN SEKIAN SAYA SHIROU UNDUR DIRI DULU, BYE.