Chapter 4
"Tidak cukupkah hanya menjadi tetangga?
Sekarang seasrama? SIAL.."
.
.
.
.
.
My Life ( years old)
Pair : SasuSaku
Rate : T
"Don't Like Don't Read"
-Happy reading-
.
.
.
.
.
Sasuke POV.
.
.
Setelah mendapat ijin dari tou-san semalam, aku langsung menyiapkan semua keperluanku disekolah dan asrama yang baru. Kaa-san? Jangan tanya! Aku yakin ia pasti takkan menyetujui rencanaku ini. dan sebentar lagi ia pasti akan membujukku untuk membatalkan rencanaku.
.
.
.
Normal POV.
.
.
Dikamarnya yang didominasi oleh warna biru tua, sasuke sedang duduk dikasur king size-nya sambil memegang sebuah figura yang menampilkan foto 2 orang bocah yang tampak sangat mirip. Itu adalah foto yang diambil saat kelulusan itachi dielementary school.
Sasuke menatap foto itu dengan pandangan yang sulit diartikan. Wajah itachi yang tersenyum sangat lebar hingga membuat deretan gigi putihnya-pun ikut kelihatan sambil merangkul seorang bocah lainnya yaang lebih pendek darinya yang tersenyum tipis .. sangat tipis bahkan nyaris tak terlihat seperti sebuah senyum dan bocah itu adalah dirinya.
.
.
.
Beberapa menit kemudian, sasuke kembali meletakkan figura itu diatas meja kecil disamping tempat tidurnya, disamping figura lainnya yang menampilkan foto mereka saat kelulusan itachi dijunior high school.
'aku bahkan tak bisa melihatmu lulus disekolah menengah atas. Itachi-nii' batin sasuke
.
.
sasuke lalu berdiri mengambil tas dan kopernya, dengan perlahan tapi pasti ia melangkahkan kakinya lalu membuka pintu kamarnya. Saat setengah tubuhnya berada diantara pintu kamarnya, sasuke melirik figura itu kembali selama beberapa detik hingga ia menutup pintu itu dan benar-benar keluar dari kamarnya.
.
.
.
.
Diruang makan , mikoto dan fugaku sedang duduk sambil menikmati sarapan pagi mereka. Mungkin ini juga akan tampak aneh dimata sasuke mengingat mereka hampir tak pernah sarapan pagi,makan siang, atau makan malam bersama kecuali jika ada acara bisnis atau acara keluarga besar. Tapi tidak bagi fugaku dan mikoto karena ini adalah hari dimana sasuke akan pindah diasrama dan sekolah yang baru sesuai dengan keputusannya sendiri dan mungkin mereka nyaris tak akan pernah bertemu. Hey bukankah mereka memang jarang bertemu?
"fugaku-kun.. aku masih tak menyangka akan bangun dipagi hari dan mendapati kau masih menyetujui keputusan sasuke" ucap mikoto dengan kesalnya
"bukankah kita sudah membahas ini semalam?" sergah fugaku yang sedang membaca koran
"ya, tapi aku tidak setuju dengan keputusan sepihakmu ah atau bisa disebut dengan keputusan dua pihak-mu dan sasuke! Ck! Semoga saja sasuke memikirkannya kembali dan menyadari bahwa keputusannya itu salah lalu membatalkan rencananya"
Tapi sepertinya indra penglihatan mikoto yang menangkap anak bungsunya tersebut dengan kaus putih polos yang dilapisi jaket navy , celana hitam, sepatu hitam sedang menenteng sebuah koper dan tas punggung mematahkan argumennya tadi.
"sepertinya tidak. kau benar-benar serius dengan ucapanmu ya sasu-kun? Apa kau tidak bisa membatalkan rencanamu itu? Bahkan bila kaa-san berjanji akan berhenti bekerja dan fokus hanya untuk mengurusmu dirumah?" ucap mikoto dengan pandangan sendu
"tidak kaa-san! keputusanku sudah bulat. Lagipula meskipun aku menuruti apa yang kau inginkan, aku tidak yakin kau benar-benar akan bisa meninggalkan pekerjaanmu itu" ucap sasuke dengan wajah datarnya
"sasuke" dengan penuh penekanan fugaku yang sedari tadi hanya diam mendengarkan kini angkat bicara mendengar ucapan sasuke yang kurang sopan
"sudahlah! Ini adalah hari terakhirku dirumah, aku tak ingin meninggalkan kesan yang buruk dirumah ini dengan kalian meskipun selama ini kesanku dirumah memanglah buruk. Aku pergi dulu jaga kesehatan kalian!"
Setelah mengucapkan itu, sasuke melesat pergi meninggalkan kedua orangtuanya, rumahnya, dan.. kenangannya.
.
.
.
.
Sasuke POV.
.
.
Aku mengendarai mobilku dengan kecepatan 'ringan' menuju sekolah baruku. Saat mobilku hampir memasuki sebuah sekolah besar bertuliskan Konoha High School-yang merupakan sekolah baruku, mata onyx-ku menangkap seorang gadis dengan surai pink yang tampak tak asing .. dan tak perlu waktu lama untuk otak cerdasku menyadari bahwa gadis itu adalah tetangga berisikku ... Haruno Sakura! Atau bisa disebut eks-teman kecilku yang entah mengapa semenjak 2 tahun lalu selalu menatapku dengan pandangan ingin menjambak mahkota kesayanganku atau pandangan kau orang paling menyebalkan yang pernah kutemui, dimana sekarang ia sedang menatapku dengan pandangan 'tadi' bercampur heran , kaget, dan tak percaya dan indra pendengaranku menangkap suara berisiknya itu yang sedang bergumam dengan histeris
'DIA.. apa dia juga pindah kesini? Tapi kenapa harus disini? Ck. Menyebalkannn...' kurang lebih seperti itulah yang tertangkap oleh telingaku.
.
.
.
.
Tapi, apa yang dia lakukan disini? Kenapa ia menenteng sebuah koper dan tas dipunggungnya yang kelihatan agak mirip dengan keadaanku sekarang? Dan yang lebih penting lagi adalah ... kenapa ia sedang berada digerbang sekolah baruku?
Tunggu dulu! jika diperhatikan dari apa yang diucapkannya tadi yang sempat berkata juga pindah kesini ...berarti ... ya, tak salah lagi
.
.
"oh tidak! Shit!"
.
.
.
.
.
-=To Be Continued=-
Pertama-tama makasih banyak buat para followers dan yg udah mem-favkan fict gaje ini dan gak lupa juga buat yang nge-review :'D arigatou!
Sekedar info aja : ini the first fanfict-nya kami loh XD jadi kebayang kan betapa amatirnya kami. Dan juga ini merupakan fanfict collab! Setiap chapter yg ada pov-nya sakura itu yg buat panggil aja inisialnya 'Dew' (gk mau nyebut nama) dan setiap chapter yg ada pov-nya sasuke itu yang buat saya sendiri kalian bisa panggi saya 'Dev' a.k.a devi
Jadi buat para senpai mohon bimbingannya yaa! Tolong bimbinglah kami kejalan perfanfictionan yang lurus, jalan yang kalian ridhoi dan bukan jalannya author yang kalian murkai XD
Sekiannnn...
Jangan lupa review ya? Jaa-ne
Bye : Dev .
