selamat membaca~


Chapter sebelumnya:

"tapi lo emang bener gua emang suka engeliatin dia kalau di kelas, karna..." natsu tidak menjawabnya, gray kelihatan penasaran sedangkan juvia jangan ditanya lagi dia udah jaw dropped, bagaimana enggak ternyata si natsu ini suka ngeliatin sahabatnya "karna...karna dia mantan gua"


.

.

.

.

.

.

"HAHHHHHHHHHH JADI KAU DAN NATSU ITU PERNAH PACARAN LUCY?!" teriak erza dan levy, juvia dan aku hanya bisa menutup telinga kami serapat-rapat mungkin "iya aku sama natsu itu pernah pacaran" kataku sambil menganguk "terus kenapa putus?" tanya erza yang penasarannya makin menjadi, aku hanya bisa menghela napas "kalau tentang hal itu mendingan ga usah dibahas ya za, aku gak pingin inget-inget tentang itu lagi" jawabku.

Sepulangnya dari rumah erza juvia terus-terusan membujuk ku agar aku menceritakan tentang aku dan natsu "ayolah lucy, juvia hanya ingin membantu karna lucy adalah teman juvia yang berharga" kata juvia "juvia masalahnya rumit, jadi mendingan kita gak usah ngomongin tentang masalah itu lagi" kataku "juvia akan membantu lucy jika lucy ingin pindah kelompok, juvia tidak apa-apa kok jika misalnya pisah kelompok sama gray sama " aku menangis mendengar perkataan juvia, aku pun segera memeluknya dan dia memeluk ku balik jadi kita seperti nangis sama-sama.


-di rumah lucy-

Seperti biasa aku pulang ke rumah tanpa ada satupun orang di rumah, aku langsung naik ke kamarku dan mandi, setelah mandi aku mencari-cari lembaran tugas sekolah ku, tapi tiba-tiba saja secarik surat jatuh, aku mengambilnya lalu duduk di meja belajarku.

Aku ingat sekali kalau aku sering membaca surat ini, aku benar-benar mencintai dia tapi kenapa dia membohongiku seperti itu, tak terasa bulir air mata berjatuhan di surat itu dan itu pun mengingatkanku akan dia

"Luceeee" panggil natsu, dia langsung berlari ke arah ku "selamat pagi luce" dia menyapaku "pagi natsu" dia tersenyum, senyum yang bisa membuat puluhan wanita di sekolah ku menjadi suka padanya "oh ya natsu hari ini aku membuatkan mu bento apa kau mau memakanya?" kataku "tentusaja aku mau luce ".

"kamu harus makan yang banyak luce supaya kamu gendutan" kata natsu sambil menyedokkan makanan ke mulut ku "jadi kau menyuruh ku untuk jadi gemuk gitu" kataku, cemberut "ya enggaklah luce aku kan cuman bercanda, aku pingin kamu makan yang banyak supaya kamu ga sakit kayak gini lagi"

"yang bener aja dong lucy mana mau sih seorang natsu dragneel pacaran sama seorang lucy heartfilia" kata-kata itu sangat menyakitkan, aku tidak bisa memendung air mata ku lagi "dengar ya natsu ngelakuin ini semua demi buat pacaran sama gua karna gua bikin syarat ke dia, kalau dia bisa pacarin lo dan ngebuat lo cinta mati sama dia lalu ngebuang lo begitu ajabaru deh gua bakal nerima dia jadi pacar gua"

Ini semua terlalu menyakitkan, kenangan-kenangan dia dan natsu itu sangat menyakitkan, yah memang benar di SMP lucy adalah kelompok kelas bawah bukan karna dia gak cantik atau pun gak kaya tapi karna lucy menolak untuk berteman dengan anak yang sok-sok eksis itu jadi lucy adalah anak yang dibully di SMP natsu adalah termasuk anak yang eksis, jadi bayangkan saja lucy berpikir dulu dia sangat senang karna orang seperti natsu mau menerimanya.

Dia sudah muak dengan ini semua, terutama dia sangat muak dengan natsu dragneel, sejak saat itu dia berjanji dia tidak akan membiarkan dirinya jatuh cinta dengan siapa pun.


-at school-

Mata ku benar- benar merah persis seperti orang yang habis menangis, yah walaupun memang benar sih dia menangis semalaman "ya ampun lucy ada apa dengan mata mu apa kamu ga apa-apa?"tanya levy "oh ya levy aku tidak apa-apa kok, tadi mataku terkena debu saja" kataku sambil tersenyum, tapi dia tetap kelihatan khawatir "ya sudah kalau begitu ayo ke kelas"sahut levy, yang sambil menarik tanganku.

Saat sampai di kelas, aku sudah melihat natsu, aku bingung kenapa dia selalu datang pagi padahal kan saat SMP dia selalu datang siang, dan anehnya lagi dia selalu menatap ke jendela dengan sorot mata sendu.


-after schoool-

Saat aku ingin mengambil sepatu aku melihat jellal dan erza berbicara dan muka erza kelihatan sangat merah, aku jadi bingung apa yang mereka bicarakan.

Hari ini kami semua pulang bareng untung saja tidak ada kegiatan klub. "minna kita ke taman situ dulu yuk" kata erza smbil menunjuk ke arah taman yang dekat dengan pertokoan, lalu kami semua menganguk. "minna ak..aku..boleh...minta saran gak dari kalian?" kata erza, gugup lalu lagi-lagi kami menganguk "ba...baju...un...untuk..ken...ken..kencan" kata erza yang sepertinya bener-bener malu abis, kami semua hanya melongo.

"HAH! Kau diajak oleh jellal jalan-jalan sabtu ini?" sahut kami bertiga di depan erza, lalu erza mengangguk malu-malu "kau serius erza? Kau tidak bercanda kan?" kata levy yang benar-benar lebay banget sambil menggoyang-goyang tubuh erza "iya aku seriusan dan aku ga bercanda, jadi aku mau minta saran kalian, makanya sabtu ini datang ke rumah ku ya" jawab erza "OKE!" sahut kami semua sambil mengancungkan jempol.


jadi bagaimana chapter kali ini? kayaknya kurang seru ya?

buat para readers yang bingung sama field trip nya, tenang aja karna fiel tripnya akan tetap berjalan kok tapi sehabis kencannya erza dan jellal~

sebentar lagi galenya akan keluar tungu ya

reviews~