From U, Only U
KyuMin Fanfiction
Genderswitch, OOC, EYD Tidak Sesuai, Typo(s) bertebaran, -newbie-, etc.
Main cast : Kyuhyun, Sungmin, Donghae, Eunhyuk, and other
Disclaimer : KyuMin milik saya! *dibakarKMS* :D Yang pasti KyuMin saling memiliki *dipelukKyuMin* :)
.
enJOY reading^^
.
Previous
"Aniyeo! Beginilah Lee Sungmin yang sebenarnya." jawab Sungmin masih dengan ekspresi datarnya, matanya yang semula menatap kosong kearah jendela kaca disamping meja tempat mereka berada beralih menatap Hyukjae yang juga tengah menatapnya tak percaya, "Itu memang 'hak-nya' Eunhyuk-ah, karena sejak awal memang begitu perjanjiannya." Lanjutnya dengan pandangan sendu.
"Tapi tidak dengan cara memberikan janinmu Lee Sungmin.."
.
Chapter 3
.
Setelah melaui perdebatan yang cukup menguras tenaga dan pikiran –setidaknya itu menurut Hyukjae- akhirnya ia mengalah dengan kekeras kepalaan seorang Lee Sungmin, walaupun dengan berat hati. Dan disinilah mereka sekarang, diruangan pribadi dokter muda tampan bernama Choi Siwon.
"Apa kau yakin?" Tanya Siwon setelah mendengar maksud Sungmin menemuinya.
"…" Tak ada jawaban dari yang ditanya, hanya tatapan kosong tak berarti yang membuat siapapun merasa iba melihatnya, begitu pula Siwon.
"Min-ah~" Panggilnya lembut, namun tampaknya Sungmin belum ingin membuka mulutnya.
"Sudahlah Wonnie~ dia hanya sedang emosi, tidak serius dengan—" Hyukjae yang sejak tadi hanya menyaksikan mulai membuka suaranya, namun seruan Sungmin memotong ucapannya.
"Aku yakin!" Seru Sungmin, datar.
"Ck!" Decak Hyukjae frustasi, karena Sungmin masih keukeuh dengan keputusannya.
Hening sejenak,
"Lee Sungmin, dengar! Ini bukan hanya tentang janin yang sedang kau kandung, tapi juga mengenai masa depanmu. Sebagai dokter sekaligus sahabatmu, aku minta untuk kau mempertimbangkan lagi keputusan ini. Apa kau sadar, kau akan berada diantara hidup dan mati? Dan bukankah sudah kujelaskan, tak ada yang bisa menjamin keberhasilan dengan metode operesi seperti ini. Bahkan dokter terhebat sekalipun." Ujar Siwon dengan nada tegas.
"Tapi kita 'kan belum mencobanya Wonnie~" Rengek Sungmin. "Lagipula..aku pernah membaca sebuah artikel yang menceritakan tentang keberhasilan operasi ini, bahkan anaknya sudah tumbuh dewasa dan jadi anak yang membanggakan sekarang. Akupun yakin anakku akan seperti itu. Ya kan, Hyukkie?" Ujar Sungmin bersikeras meyakinkan sahabat-sahabatnya. Hyukjae yang tadinya kesal, matanya mulai berkaca-kaca merasa terharu mendengar kata-kata penuh harap dari Sungmin. Tangannya menggenggam erat tangan Sungmin, berharap bisa menyalurkan kekuatan yang ia punya untuk sahabatnya yang terlihat rapuh saat ini.
"Tapi ibunya tidak bertahan hidup lama Min, bahkan sebelum anaknya lahir. Apa kau juga membaca sampai se-detail ini?" nada Siwon mulai melunak namun masih tetap tegas, berharap Sungmin dapat mengerti.
"…"
"Pulanglah dan istirahat yang cukup. Obatnya selalu kau minum tepat waktu kan? Jangan terlalu lelah dan banyak pikiran, kandunganmu masih rentan—Yak! Lee Sungmin! aisshhh~" Belum selesai Siwon dengan 'wejangan'-nya, Sungmin pergi begitu saja dengan perasaan kecewa dan linangan airmata.
"Min-ah!" Hyukjae yang tadinya ingin mengejar Sungmin namun langkahnya segera dicegah oleh Siwon.
"Biarkan dia sendiri dulu.."
"Eotteokhae? Min-ah~ hikss~"
.
Sungmin mendudukkan tubuhnya dibangku taman dekat rumah sakit.
"Hikss~ tak ada yang bisa mengerti aku, mengapa semua tak mendukungku? Hikss~" Racaunya frustasi.
Dilipatnya kaki jenjang itu keatas bangku dan meneggelamkan wajahnya disana, "Aku harus bagaimana~? Hikss~ Kyunnie~" Isaknya mengadu, berharap seseorang yang ia cintai mendengar keluh kesahnya.
.
Cklekk
Sungmin berjalan dengan gontai kearah dapur, diambilnya sebotol minuman dingin dari dalam lemari es. Waktu seharian dipakainya hanya untuk menangis dan menangis, membuat tenggorokannya kering dan panas.
"Hahhh~" Desahnya setelah merasakan air dingin melewati kerongkongannya.
GREPP
Sungmin mengejang seketika saat sepasang tangan kekar melingkar erat dipinggangnya.
"Dari mana saja?" Suara bass yang sangat dikenalinya mengalun lirih diteilnga kirinya, kemudian bibir itu beralih untuk mencium tengkuknya merasakan aroma vanilla dari sana. Sungmin yang tadinya mulai terbuai dan ingin mendesah mendapat perlakuan lembut itu, segera tersadar.
"Bukan urusanmu!" Ujarnya ketus sambil melepas paksa pelukan Kyuhyun.
"Hey! Kau kenapa chagi~? Tanya Kyuhyun heran sambil mengekori Sungmin kedalam kamar, namun Sungmin tetap diam tanpa peduli.
"Katakan ada apa? Kenapa kau berubah?" Tanya Kyuhyun –lagi- beruntun, melihat perubahan sikap Sungmin membuatnya bingung.
"Aku? Tidak, aku masih seorang LEE SUNGMIN!" Jawab Sungmin penuh penekanan.
"Ck! Kau kenapa Min? Jangan buat aku bingung~" Desak Kyuhyun frustasi.
"Aku lelah, ingin istirahat.." Jawab Sungmin sambil berbaring diranjang tanpa melepas mini dress berwarna pink-nya. Pahanya ter-eksposs sempurna, dan melihat itu otak mesum Kyuhyun kembali berfungsi evil smirk berkembang dibibirnya.
Brukk
"Tidak! Sebelum aku mendapatkan apa yang kumau!" Seru Kyuhyun seduktif, setelah sebelumnya menindih tubuh mungil Sungmin.
"Andwae- emmmppphhh~ Kyuuu~ hahhh~ ti..dak~ Kyuuu~ emmmph~" Protes Sungmin disela-sela ciuman 'sepihak' Kyuhyun.
"Kenapa? Kau ingin menolak? Tak akan prnah bisa!" Seru Kyuhyun dengan kadar kemesuman tingkat 'akut'. (,)
"Aku benar-benar lelah.." lirih Sungmin memelas.
"Setelah ini lelahmu akan menghilang chagi~, aku yakin!" Seru Kyuhyun keras kepala.
"Tapi—emmmppph emmmpphhh ~" Bibir tebal itu kembali membentur bibir ber-shape 'M' dibawahnya, namun kali ini dengan lebih lembut berharap sang pemilik bibir indah itu membalasnya. Perlahan tapi pasti Sungmin mulai terbuai, tak lama kemudian matanya tertutup menikmati ciuman itu dan membalas dengan sama lembutnya walau tetap bibir lihai Kyuhyun yang mendominasi. Tangannya mengalung dengan erat dileher Kyuhyun, tanpa Sungmin sadari evil-smirk terpampang jelas dibibir Kyuhyun.
"Emmmph~ ahh~ emmmph~" Desahan Sungmin mulai tak terkontrol saat Kyuhyun semakin gencar mengerjai bibirnya, dihisap kemudian dikulum bibir atas dan bawah itu bergantian membuat Sungmin membuka mulutnya. Kesempatan itu tak disia-siakan Kyuhyun, dengan lihai liahnya mengeksplorasi rongga mulut Sungmin, mencari-cari benda kenyal yang sama kenyal dengan bibir pemiliknya.
"Ahhh~" Sungmin semakin mendesah kala lidah mereka beradu, karena gemas Kyuhyun gigit lidah kenyal itu membuat Sungmin melotot dan Kyuhyun hanya menyengir polos.
"Benarkan, apa kubilang? Kau takkan pernah bisa menolakku~ emmph~" Ujar Kyuhyun setelah melepas ciuman panas mereka, lalu beralih mengulum telinga kiri Sungmin membuat Sungmin terus mendesah. Tangannya berusaha membuka resleting mini dress yang Sungmin kenakan. Setelah berhasil segera ia lepas dan menyisakan Sungmin hanya dengan bra dan celana dalamnya yang sama-sama berwarna pink. Lidahnya sudah beralih pada leher jenjang sang yeoja dan meninggalkan banyak tanda kemerahan disana. Lalu turun mencapai dua gundukan dengan puncak pink yang menggoda, setelah sebelumnya melepaskan pelindungnya –bra.
"Eunggh~ ahh~ sshh~ terussshhh Kyuuu~ ouhhh~" Sungmin yang memang pada dasarnya sangat menyukai apabila Kyuhyun mengerjai payudaranya, dengan kasar ia jambak rambut Kyuhyun dan semakin menekan kepala itu untuk megulum putingnya. Sementara Kyuhyun semakin bernafsu untuk meraup puncak mungil itu bergantian, sesekali digigitnya dengan gemas membuat Sungmin menggelinjang tak karuan.
Tangan kanannya yang menganggur ia pakai untuk membuka celana dalam Sungmin, dibukanya lebar-lebar kaki jenjang itu supaya memudahkannya untuk mengerjai lubang yang sering memberinya surga dunia.
"Akh~ eungghh~ sshhh~ ummmhhh~ Kyuuuh~" Racau Sungmin saat Kyuhyun mengerjai dua sumber kenikmatannya sekaligus, tangan Kyuhyun dengan lembut mengoral klitoris-nya. Ciuman Kyuhyun-pun terus menurun dengan gerakan seduktif, tak lupa meninggalkan beberapa tanda merah disekitarnya. Wangi khas yeoja yang ia cintai menusuk indera penciumannya saat sampai pada sebuah lubang yang sudah memerah didepannya. Tanpa menunggu waktu lama segera ia julurkan lidah basahnya pada lubang itu, seketika rasa hangat menjalar dilidahnya.
"Ahh~ ouhhh~ emmmph~ Kyuuu~ ouhhh~ ahhh~ ahhh~" Racauan Sungmin kembali menggema dengan lebih panas. Kini Kyuhyun sedang mejilat dan menghisap klitoris Sungmin yang tampak sangat memerah, kedua tangannya terjulur keatas mencapai dua gundukan kencang disana. Diremasnya payudara Sungmin dan memelintir putingnya dengan gemas membuat Sungmin semakin medesah keras. Lidah basahnya semakin cepat mengoral klitoris Sungmin kala merasakan kedutan samar dari vagina-nya, tanda sebentar lagi akan ada yang keluar dari lubang hangat itu.
"Ouhhh~ Kyuuuh~ damn it! KYUHYUN! Akhh~ ahh~" Sungmin melengkungkan tubuhnya saat cairannya keluar dengan deras, tanpa rasa jijik Kyuhyun meneguk cairan itu sampi habis. "Hahhh~ hahhh~ hahhh –emmmpphhh~" Dengan tidak sabar Kyuhyun memasukan juniornya kedalam mulut terbuka Sungmin yang masih tampak sibuk untuk mencari pasokan oksigen sebanyak-banyaknya.
"Ahhh~" Lenguh Kyuhyun saat merasakan kehangatan mulut mungil itu dibatangnya. Pinggulnya bergerak maju mundur untuk membatu Sungmin mengeluar masukan junior-nya. Tangannya tanpa bosan terus bermain dipayudara Sungmin, membuat Sungmin semakin bernafsu untuk meraup dan menghisap junior Kyuhyun hingga sampai dipangkal tenggorokannya. Sekuat tenaga ia bertahan untuk tidak tersedak, mengingat ukuran junior Kyuhyun yang diatas rata-rata. (,)
"Sudah cukup, aku tidak mau 'keluar' sebelum 'masuk'" Ujar Kyuhyun dengan evil smirk-nya, Sungmin hanya diam memandangnya dengan wajah memerah sempurna. Lalu Kyuhyun memposisikan junor-nya didepan lubang vagina Sungmin.
"Ahhh~ ssshhh~ eunggghhh" Desahan mereka bersahutan kala batang itu memasuki lubang surganya. Kyuhyun terus mendorong junior-nya untuk memasuki Sungmin lebih dalam dengan pelan. Tangan Sungmin sibuk meremas seprai dibawahnya untuk melampiaskan rasa sakit dilubangnya. Setelah masuk sempurna Kyuhyun mebiarkan Sungmin beradaptasi dengan junior-nya.
"Eunggghhh hhhh~ Ber…geraklahhh~" Erang Sungmin memerintah. Dengan lembut Kyuhyun memaju mundurkan pinggulnya membuat Sungmin mendesah. Tak lama kemudian gerakannya berubah cepat kala nafsunya semakin membuncah.
"Ouhhh~ Minghhh~ ini nikmattthhh~ Ouhhh~ panggil namaku chagihhh~"
"Kyuuuhhh~ ouhhh~ ahhh~ ahhh~ eunggghhh~ Kyuhyuuuunnnhhhh~ lebih dalam sayanggg hhhh~"
"Ahhh~ Minggghhh~ ahhh~"
.
30menit kemudian
"Ouhhh~ Kyuuu~ eunggghhh~ ahhh~ ahhh~ ahhh~ eughh~ eughh~ eughh~"
Sungmin terus mendesah dan lebih melengkungkan pinggulnya untuk menanamkan lebih dalam batang Kyuhyun. Semua gaya bercinta sudah mereka coba dan kini posisinya sedang menungging dengan tangan menggenggam erat kepala ranjang. Kyuhyun dengan kasar namun lembut disaat bersamaan terus bergerak dibelakangnya. Kyuhyun masih bertahan dengan kenikmatannya, orgasme-nya belum datang setelah 30menit berlalu mereka bercinta.
"Ahhh~ Kyuuu~ ahh~ ahh~ ouhhh~ akhh~ faster~ akh~"
"Minghhh ssshhh~ ouhhh~ nikmattthhh sekaliiihhh~" Racau Kyuhyun.
"Akhhh Kyuuuhh~ akuhhh~ akhhh~ aaaakkkhhhhhh Kyuhyuniiiiiieeehhhh~" Erang Sungmin merasakan kenikmatan surga dunianya. Lubangnya yang semakin menjepit junior Kyuhyun saat orgasme, membuatnya ikut berkedut.
"Minggghhh~ ahhh~ Minggghhh~ ahhh~ chagiii~ ouhhh~ LEE SUNGMIN!" Teriak Kyuhyun saat orgasme hebat melandanya, cairannya tak terbendung dilubang Sungmin sehingga meluber mengotori paha mulus itu. "Ahhh~ ahhh~ ahh~ uggghhh~"
"Eunggghhh~" Desah Sungmin saat Kyuhyun mengeluarkan junior-nya.
.
"Hhhh~ sudah kukatakan..hhh~ bukan? Hhhh~ Kau takkan pernah..hhh~ bisa menolakku!" Ujar Kyuhyun percaya diri dengan nafas terputus-putus, setelah sebelumnya membanting tubuh lelahnya disamping Sungmin.
'Kau benar, aku takkan pernah bisa..' batin Sungmin. Kyuhyun menolehkan kepalanya kesamping karena merasa tak ada jawaban dari Sungmin.
"Min? Kenapa kau melamun? Apa yang kau pikirkan hmm? Aku ada disini sekarang, jangan pikirkan yang lain, HANYA AKU! Karena kau HANYA MILIKKU! Ingat itu!" Ujar Kyuhyun possessive, tangannya melingkar erat diperut datar Sungmin yang tanpa diketahuinya telah tumbuh buah cintanya.
"Tapi kau bukan milikku.." Lirih Sungmin datar dengan pandangan kosong kearah langit-langit kamarnya.
"Aa-apa maksudmu? Tentu saja aku juga milikmu, kau juga tahu itu sejak awal Min~" Ujar Kyuhyun tak habis pikir dengan perkataan Sungmin, Ini juga bukan yang dia mau. "Mm- apa kau marah karena aku tak 'pulang'?" Tanyanya lirih.
"…" Sungmin diam tak menjawab, kemudian ia mengubah posisinya memunggungi Kyuhyun dan tanpa penjelasan-pun Kyuhyun tahu jawabannya. Tangannya melingkar semakin erat dipinggang ramping Sungmin, wajahnya ia cerukkan dileher jenjang itu sambil sesekali menciumnya lembut.
"Mianhae~" Satu kata penyesalan Kyuhyun ucapkan penuh rasa bersalah, karena masih tak ada jawaban ia memutuskan untuk melanjutkan, "Kemarin eomma datang berkunjung dan menginap dirumah. Seperti biasa, 'kami' dihadiahi ceramah panjang tentang..—anak."
DEG
Sungmin terhenyak sengan kata terakhir yang Kyuhyun ucapkan dengan lirih. Airmata sudah mulai menumpuk dimata indahnya, namun dengan pintarnya ia menahan agar tak terjatuh –lagi-.
"Cih! Eomma benar-benar konyol. Mana mungkin aku mendapatkan anak dari yeoja yang bahkan belum pernah kusentuh?" Kyuhyun masih terus meluapkan kekesalannya terhadap sang eomma, "Min apa kau tak pernah mengeceknya?"
"Huh?" Sungmin membeo mendengar pertanyaan ambigu Kyuhyun.
"Aa~ apaaa~ disini..belum tumbuh..satu nyawa lagi?" Kyuhyun bertanya takut-takut tak ingin Sungmin tersinggung, telapak tangannya memutar lembut diperut rata itu.
'Tentu ada Kyu, usianya sudah memasuki minggu ke-enam saat ini. Apa kau bahagia?' Ingin sekali Sungmin mengucapkan itu, namun-
"Sudah, tapi hasilnya tetap negative." Lirih Sungmin datar dengan mata terpejam, membohongi Kyuhyun sama dengan membohongi dirinya sendiri. Namun Sungmin terpaksa melakukannya, ini yang terbaik –menurutnya-.
'Maafkan aku..' batinnya menjerit.
"Sayang sekali.." Lirih Kyuhyun tersenyum miris.
Hening, mereka menerawang dengan pikiran masing-masing.
"Ming, kau sudah tidur?" diliriknya wajah manis sang yeoja dengan mata terpejam pulas, "Heuhh~ Ternyata kau sangat lelah ya chagiii? Jaljayeo~ saranghae~" Ujar Kyuhyun setelah mengecup kening Sungmin dan menyusulnya kealam mimpi.
Tes
Tanpa Kyuhyun sadari, setetes airmata berharga mengalir kembali dari mata indah seorang yeoja yang berada dalam pelukannya.
.
Other place
"Heuhhh~ ia tak pulang lagi.." Keluh seorang yeoja berambut hitam panjang didalam kamarnya, ia harus kembali merasakan kecewa karena namja yang berstatus 'suami'-nya memilih untuk tidak pulang dan menginap diapartement –yang menurutnya- hanya berstatus 'simpanan'.
" Lee Sungmin! Awas kau!" Gertaknya penuh amarah.
.
Esok paginya
Ini masih pagi, bahkan matahari-pun masih enggan menampakkan sinarnya. Namun tubuh mungil Sungmin terus menggeliat gelisah dipagi buta itu, peluh membasahi wajah pucatnya dengan mata melotot dan mulut terbuka. Tangan kanannya menekan-nekan perutnya guna mengurangi rasa sakit disekitar sana, sementara tangan kirinya mencoba menggapai punggung Kyuhyun yang membelakanginya.
"Hhh~ hahhh~ eunggghhh~ hahhh~" hanya itu yang keluar dari mulutnya unyuk mencoba membangunkan Kyuhyun, lidahnya kelu dan seakan ada sesuatu yang menyumbat tenggorokannya.
"Hmmmphh~ morning chagiii~" Sapa Kyuhyun setelah menggeliatkan tubuhnya kearah Sungmin tanpa membuka mata, namun karena Sungmin tak jua menjawab dan malah guncangan lemas yang ia rasakan ditangannya membuatnya membuka mata dengan perlahan.
Betapa terkejutnya ia saat menyadari keadaan Sungmin, yeoja manis itu menatap Kyuhyun dengan pandangan sayu seakan meminta pertolongan. Kyuhyun yang baru sadar dari hangover-nya panik seketika.
"Ming! Chagiya~ Kau kenapa? Ming! Lee Sungmin!" Serunya panik saat melihat Sungmin menutup matanya –pingsan- tanpa tahu harus berbuat apa. "Ming~ jangan buat aku khawatir~ Lee Sungmin! Irreonna palli~ Hikss~" Runtuh sudah harga diri seorang Cho Kyuhyun kala melihat keadaan mengenaskan pada yeoja yang sangat dicintainya.
.
Drrt..drrt..
Donghae segera meraih ponsel yang bergetar diatas dasbor mobilnya.
"Yeobseo!" Jawabnya malas.
"…"
"MWO?" teriaknya kemudian.
"…"
"Ne, aku segera menyusul bersama Hyukkie."
"Nugu?" Hyukjae bertanya setelah melihat raut panik Donghae.
"Chagiya~ Sungmin—"
.
Drap drap drap
"Cho Kyuhyun! Apa yang terjadi?" Seru Hyukjae panik.
"Tenanglah chagiya~" Ujar Donghae menenangkan sembari menggenggam tangan sang kekasih.
"Noona—"
.
Cklekk
"Wonnie~ bagaimana—"
"Hyukkie~ mianhae~"
.
.
.
TBC
Annyeong^^
Masi adakah yang nunggu fic ini? Maaf kalo masi membingungkan kalian, tapi saya memang sengaja memberi penjelasan didalam sebuah dialog tanpa narasi yang panjang lebar. Semoga cingu semua memahami.. :D
Yang pengen nc full, gimana? Puaskah? Mudah-mudahan deeehhh~ ini dilalui dengan banyak keringat dingin looohhh #apadeh?!
.
Maaf, saya belum bisa balas review-nya, tapi selalu saya baca kok untuk penyemangat :D
Insya Allah di chap depan ya?! Sebagai gantinya saya cantumin nama yang review dichap kmaren aja ya~^^
Special thanks to :
ImSFS, hyuknie, parkgyuci, nurichan4, loupeu, olla. lezzaolsen, rinyeol, Sunghyunnie, chikyumin, pumpkins cholee, Cho Kyuri Mappanyuki, Kanaya, NaeKyu, MinnieGalz, kikihanni, audrey musaena, heemin, Minimi, sevy. elfkyumin, NPJulianty, Park Min Rin, Dadjoe Pranata, Monnom, dan 'beberapa' Silent readers…
Gamsahamnida^^ #deepbow
.
Oh iya, untuk Ny. Cho 'muda' saya masi belum dapet cast yang pas. Antara straight, GS, atau OC? Adakah yang bisa kasi saran?
.
Last,
Review Juseyong?^^
